Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 82


__ADS_3

Park Seo Jin Pov


Aku terhanyut oleh suasana yang diberikan hye jin saat ini, entah dari mana datangnya keberanian yang muncul pada gadis ini


Biasanya ia sangat menghindari kontak fisik denganku dan selalu tersipu malu atau marah jika aku menciumnya meskipun untuk keperluan akting kami sebagai suami istri di depan publik


Apakah lolos dari maut membuat sikap gadis ini berubah menjadi agresif dan berani? Atau mungkinkah hye jin sedang dalam siklus masa subur sehingga hormon libidonya naik meningkat lebih dari biasanya?


Seo jin bodoh


Apa yang kau pikirkan? Bisakah kau tidak banyak berpikir alasan mengapa hye jin menjadi lebih agresif malam ini?


Kau juga senang kan, hye jin menciummu lebih dulu?


Kau tidak perlu menjadi orang yang munafik dan terimalah kenyataan bahwa sebenarnya kau memiliki perasaan yang sama terhadap hye jin


Namun, kau hanya laki-laki pengecut yang takut dengan ancaman ayah mertuamu karena ia mengancam akan menghancurkan ketentraman kehidupan gadis ini jika aku bersikeras untuk  bersamanya dan membuang deok mi yang asli dari kehidupanku


Tangan kanan hye jin mulai menyentuh telinga kiriku dan membuat diriku semakin tenggelam dalam suasana yang dibuat hye jin pada malam ini


Malam kali ini saja, aku berharap waktu berputar dengan sangat lambat agar aku bisa lebih lama merasakan kecupan hangat dari gadis ini


Tak lama setelah aku memutuskan untuk melepaskan sejenak beban pikiranku dan beralih ke hye jin, gadis ini mendadak berhenti menciumi kedua bibirku


Aku yang menyadari hal ini perlahan membuka kedua mataku dan melihat ekspresi hye jin yang terkejut hingga membuat kedua matanya yang bulat hampir melompat keluar


Gadis itu mulai berdiri. yang semula sedang duduk berhadapan denganku, kini mulai menjauhiku. ia menutup bibirnya dengan kedua tangannya seolah tidak percaya apa yang telah ia lakukan barusan padaku


'Plak!!'


 ia menampar pipinya sendiri menggunakan tangan kanannya hingga terdengar suara  keras dan wajahnya menoleh ke arah kiri


Aku reflek berdiri dari posisi duduk karena terkejut melihat hye jin yang menyakiti dirinya sendiri


"Hye jin apa yang kau...." ucapku yang hendak mendekati gadis itu


"Jangan mendekat!" Teriak gadis itu memotong ucapanku


"Aku harus menampar diriku agar aku bisa segera sadar" ucap hye jin


"Ku pikir aku sudah mulai gila!"


"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku, seluruh tubuhku memanas jika berada di dekatmu dan jantungku selalu berdetak cepat jika wajahmu yang tampan itu mendekati wajahku" ucap gadis itu dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus


"Aku merasa bibirmu membuatku bergairah hingga aku ingin sekali menyentuhnya dengan bibirku..."


"Lalu tanpa sadar aku justru menciummu dan mengecup bibirmu yang menawan itu beberapa kali"


"Hingga aku berpikir bagaimana jika aku berciuman denganmu menggunakan lidah...."


"Haaaaaa!!!!"


"Astaga!!!!"


"Seo jin-ssi apakah baru saja aku mengatakan kalimat cabul seperti tadi padamu?!" Seru gadis itu dan ia terlihat bingung dengan dirinya sendiri


"Apa yang ku pikirkan di dalam kepalaku saat ini keluar begitu saja dari mulutku, bagaikan air keran yang mengucur dengan deras"


"Aissh....sebenarnya apa yang terjadi pada diriku?!!!" Teriak gadis itu sambil memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya


"Hhaaaa! Omo...omo, jangan-jangan karena vitamin itu..." ucap hye jin sambil menoleh ke arah tumpukan vitamin vitalitas dan kesuburan


"Seo jin-ssi apa kau yakin ini hanya terbuat dari bahan dasar ginseng saja ataukah...terdapat suatu zat yang membuatku menjadi wanita cabul?!" Seru hye jin sambil menghampiri tempat vitamin-vitamin itu menumpuk lalu mengambil salah satu kemasan vitamin vitalitas


"Hye jin-aa itu tidak seperti yang kau pikir...."


"Harusnya aku mendengar nasehatmu yang sudah memperingatkanku untuk tidak meminum vitamin-vitamin ini" ucap hye jin sambil melempar vitamin yang ia pegang tadi ke atas sofa


"hanya meminum beberapa bungkus saja sudah membuatku menjadi wanita gila seperti ini, bagaimana jika aku menghabiskan semuanya sebanyak 2 dus?"


"Ku pikir aku tidak hanya menjadi wanita gila yang akan menyerangmu, melainkan menjadi wanita maniak yang haus akan..."


"Hye jin-aa dengarkan a..."


"Aarrgghhh!!!!..... ini membuatku gila"


Aku terkejut mendengar teriakan hye jin yang tiba-tiba menjadi histeris seperti itu


Kenyataan sebenarnya vitamin-vitamin itu hanyalah ginseng merah dan beberapa kandungan vitamin lainnya yang berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh. aku hanya menggoda hye jin saat ia meminum vitamin itu tepat di hadapanku


tapi aku tidak menduga akan membuat hye jin menjadi histeris seperti ini dan berpikir tindakan beraninya yang menciumku merupakan efek samping dari vitamin yang ia minum


Hye jin mulai menjambak rambutnya dengan kedua tangannya


"seo jin-ssi mianhae* (Maafkan aku) karena bertindak kurang ajar padamu. aku berjanji kejadian cabul seperti ini tidak akan terjadi lagi padamu" ucap gadis itu dengan ekspresi memelas


"kim hye jin tenanglah.. dan dengarkan aku untuk bicara denganmu" ucapku  pada hye jin


"anio*(tidak)...tidak ada yang perlu dibicarakan seo jin. aku harus menjauh darimu. jika tidak, aku takut akan menyerangmu lagi malam ini"


"malam ini aku akan tidur di ruang bacamu dan ku mohon! biarkan aku sendiri" ucap hye jin dan pergi ke ruang baca tanpa memberiku kesempatan untuk bicara padanya


tak selang beberapa menit saat hye jin berada di ruang baca, aku masih mendengar sayup-sayup hye jin masih berteriak sendirian di sana. ku pikir ia sangat malu untuk berhadapan langsung apalagi berbicara denganku saat ini mengenai pendapatku tentang perasaannya. ku rasa..aku harus memberikannya waktu luang untuk sendirian agar ia bisa merasa lebih tenang


KIM HYE JIN POV


yyaa....kim hye jin. neo michisseo?!!!* (hei...kim hye jin. apa kau sudah gila?!!). apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?!!


perlukah aku menampar dirimu lagi agar kau sadar bahwa seo jin adalah pria yang sudah memiliki istri?!


"aisshh....michinom! *(aishh...orang gila)" ucapku saat sendirian di ruang baca seo jin sambil memukul rak buku yang terbuat dari kayu jati menggunakan tanganku


"wanita mesum! berani-beraninya kau mencium bibir suami orang!"


"apa kau tidak takut akan dikutuk oleh leluhurmu. haah..?!"


haah....ya tuhan! sebenarnya apa yang terjadi pada diriku? bagaimana mungkin aku bisa kehilangan akal sehat dan bicara jujur mengenai perasaanku terhadapnya


Ini semua pasti karena vitamin vitalitas dan kesuburan itu hingga membuatku menjadi liar seperti ini


Sekarang bagaimana ini? Kejadian malam ini sangat memalukan bagiku hingga aku tidak memiliki keberanian lagi untuk memunculkan wajahku di hadapannya


Ku harap seo jin tidak mengingat kejadian pada malam ini dan mau memaafkanku karena sudah menyentuh bibirnya tanpa persetujuan darinya


"Hwaa....ottokeh?!* (hwa.. gimana ini?!)" Ucapku sambil berbaring di atas sofa


Entah sudah berapa lama aku bersikap heboh sendiri dan berusaha menenangkan pikiranku dan  memaafkan diriku karena sudah bersikap memalukan di depan seo jin


Hingga aku duduk berhadapan dengan meja dan meletakkan kepalaku di atasnya lalu tertidur karena merasa lelah


Namun ketika fajar tiba dan membuka mataku, seo jin berada di sampingku dengan posisi tidur telentang


Tanpa sadar kaki kanan dan tangan kananku, berada di atas tubuh seo jin seolah ia adalah bantal guling berbentuk manusia ketika aku berada di atas tempat tidur


Aku yang menyadarinya segera mengangkat tangan dan juga kakiku yang menyentuh tubuh seo jin


Ku kira pria yang kini berada di sampingku sedang tertidur pulas dan tidak sadar jika kaki dan tanganku berusaha untuk menghindar dari tubuhnya


Namun, seo jin justru menarik tanganku dengan cepat, hingga membuat wajahku mendarat tepat di atas dadanya yang bidang


Aku mendongakkan kepalaku ke atas dan memangkukan daguku di atas dada bidang seo jin hanya untuk melihat wajah pria itu.

__ADS_1


Perlahan pria itu membuka matanya dan melihat ke arahku, kini mata kami saling bertemu.


aku sangat terkejut ketika melihat seo jin membuka matanya, layaknya seseorang yang sedang melihat hantu, Aku membelalakan kedua mataku dan sekujur tubuhku membeku layaknya sebuah patung


Beberapa menit kemudian, seolah sinaps yang berada di otakku tersambung kembali, aku segera menarik tanganku dan berusaha untuk  menjauhi tubuh seo jin


Namun usahaku nihil karena seo jin memegang lengan kananku dengan kuat seolah menyuruhku untuk tidak pergi menjauh darinya. hingga aku tidak bisa menggeser tubuhku lagi dan wajahku saat ini masih berada di atas dada bidang seo jin


"Sampai kapan kau akan terus menghindar dariku, hye jin?" Tanya seo jin kepadaku


Kedua kakiku memang sudah mulai menjauhi seo jin, tapi tidak dengan tubuh bagian atasku


"Tidakkah kau penasaran dengan jawabanku atas pernyataanmu semalam?" Tanya seo jin lagi dan aku hanya bisa terdiam tidak membalas ucapannya


Seketika jantungku berdetak dengan cepat dan membuatku berhenti mendongak ke atas untuk melihat wajahnya lalu memiringkan kepalaku.


Aku meronta-ronta agar bisa lepas dan bisa menjauh dari tubuh seo jin. Namun seo jin justru mengunci tubuhku dengan kakinya hingga membuatku tidak dapat bergerak lagi


Apa kau pikir kita sedang bermain gulat dan kini kau sedang menghitung detik demi detik untuk menentukkan siapa pemenangnya?


Aku yakin saat ini seo jin pasti bisa merasakan detak jantungku yang berdetak dengan cepat tepat di bagian perutnya


Sedangkan aku bisa mendengar detak jantung seo jin yang berada tepat di telinga kiriku


Berbeda dengan diriku, irama detak jantung seo jin terdengar tenang di telingaku hingga membuatku merasa nyaman untuk berada di atas tubuhnya seiring berjalannya waktu


Seolah aku merasa terhipnotis oleh waktu, aku tidak memberontak lagi dan justru membuatku hampir menutup kembali kedua mataku serta ingin melanjutkan tidurku, karena perlahan irama detak jantungku yang semula berdetak seperti gendang yang bergetar, kini perlahan mengikuti tempo detak jantung seo jin yang tenang


"Hye jin-aa, ku harap kau tidak salah paham dengan sikap baikku selama ini terhadapmu" ucap seo jin membuka kalimat dan membuatku kembali ke dunia nyata


"Aku tahu selama ini kau berpura-pura  menjadi istriku, tapi ku harap kau tidak lupa siapa dirimu sebenarnya" lanjut seo jin


Aku hanya terdiam tidak memotong ucapan seo jin dan hanya mendengarkannya meskipun aku tahu maksud ucapan seo jin yang sesungguhnya


"Kau bukanlah istriku yang sesungguhnya hye jin, istriku yang sebenarnya hanya ada satu dan kini sedang terbaring koma di rumah sakit"


"Aku bersikap baik dan ingin melindungimu karena kau adalah bagian dari tanggung jawabku dan tidak ada perasaan lebih selain dari itu"


Meskipun aku sudah tahu apa maksud ucapan seo jin, lagi-lagi aku hanya terdiam dan mendengar ucapan seo jin  yang membuat hatiku terasa menyakitkan


"Kau sangat berjasa karena telah menolong keluargaku dari kehancuran, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu, hye jin"


"Ku harap kau tidak memiliki perasaan lebih terhadapku. agar kita bisa menjalani kehidupan masing-masing  seperti semula tanpa ada perasaan yang menyakitkan di hatimu setelah pemilihan direktur utama real estate rose selesai dilaksanakan" ucap seo jin dan membuatku tidak sadar bahwa air mataku mulai jatuh membasahi pelipisku


Harusnya aku sudah bisa menduga jawaban yang akan diberikan seo jin tentang perasaanku. Sampai kapanpun perasaan cintaku kepada seo jin tidak akan pernah terbalas dan hanya akan menyakiti hatiku, tapi dengan bodohnya aku hanya mendengar seo jin bicara sampai selesai


"Mungkin dimasa lalu  aku pernah bicara denganmu soal hubungan kita untuk mengajakmu melahirkan seorang anak dariku"


"Tapi percayalah, aku bicara seperti itu karena pada waktu itu aku merasa putus asa dan ingin mengakhiri hubungan pernikahanku dengan deok mi dan terlepas dari ayah mertuaku"


"Jika aku melakukannya dan jika kau mengandung anakku saat ini, aku tidak hanya akan menghancurkan keluarga sung saja, tapi keluarga park juga akan ikut tercemar karena sikapku dan menjadi perbincangan buruk dikalangan para konglomerat"


"Aku tidak akan ada bedanya dengan orang tua hajung dan akan membuat anakku beserta dirimu hidup dalam kesulitan karena membebani rasa malu seumur hidup"


"Terima kasih hye jin, karena pada saat itu kau masih berpikir jernih dan menolak mentah-mentah ajakanku"


" aku sedang tidak waras pada saat itu. Ku harap kau bisa melupakan kejadian pada waktu itu"


"Begitu pula denganmu saat ini, aku akan melupakan ucapanmu semalam dan menganggapmu sedang tidak waras karena kau meminum vitamin vitalitas dan kesuburan  yang diberikan oleh ibu mertuaku" ucap seo jin


Bodoh...


Bagaimana mungkin aku  bisa melupakan semuanya jika apa yang ku alami bersamamu adalah pengalaman untuk pertama kalinya bagiku?


Kau seperti menyuruhku untuk menghapus gambar tato berbentuk wajahmu yang ada di dalam hatiku secara paksa, seo jin


Seharusnya jika aku masih waras, mungkin saat ini aku akan langsung mencaci maki dirimu dan berteriak dengan lantang bahwa kau adalah pria bren**ek yang muncul di kehidupanku


Kim hye jin


Kau adalah wanita tegar. Kau pasti bisa menghadapi seo jin saat ini tanpa wajah sedihmu


Ayo kim hye jin


Berhentilah meneteskan air mata dan tunjukkan topeng ceriamu di hadapannya agar ia tidak merasa bersalah padamu


"Ssst....sepertinya kau salah paham" ucapku dan menyentuh bibir seo jin dengan tangan kiriku tanpa memandang ke wajahnya


"Aku tidak menyatakan cinta padamu, melainkan sedang latihan agar aku bisa menyatakan perasaan cintaku pada richard" ucapku menyangkal sambil mendongakkan wajahku ke atas agar bisa menatap seo jin


"Ughh...lepaskan tanganku, sungguh tidak nyaman bicara sambil menatapmu dengan posisi seperti ini" ucapku lagi


"Ahh...mian* (maaf)" ucap seo jin dan melepas tanganku


Seketika aku langsung bangun dari atas tubuh seo jin dan duduk sambil berpura-pura mereggangkan leherku ke kiri dan ke kanan dengan perlahan


Seo jin menatap piyamanya yang terlihat basah  tepat dimana saat wajahku berada tadi


Ku rasa air mataku yang tidak sadar mengalir membasahi piyama seo jin dan kini pria itu sedang bertanya-tanya  bekas air apa ini?


Aku yang menyadari hal itu menghirup hidungku yang masih menyisakan cairan di dalamnya akibat menangis dalam diam tadi


'Srrutt...'


"Haa....sepertinya hidungku berair karena alergi terhadap cuaca dingin"


"Mianhae seo jin-ssi* (maafkan aku) sepertinya air yang membekas di piyamamu adalah cairan hidungku yang sedang meler hehe..." ucapku yang terdengar garing dan terlihat sekali aku sedang menyangkal bahwa diriku tidak sedang menangis


Bodoh


Aktingmu sangat buruk hye jin. Ku pikir seo jin sudah tahu bahwa air yang membasahi di piyamanya adalah air mataku. Terlihat dari ekspresi seo jin yang mengkhawatirkanku dan membuang nafas


Aish...sial


Aku tidak bisa menghindari rasa canggung ini antara aku dan seo jin.


Aku harus melakukan sesuatu dan pergi dari atas tempat tidur


"Haah....baiklah park seo jin, mari kita lupakan kejadian semalam dan anggap saja aku tidak pernah menyatakan cinta padamu dan menciummu"


"Aku tidak ingin ada rasa canggung antara diriku dan juga dirimu hanya karena aku menyatakan perasaanku padamu"


"Aku juga sudah melupakan ucapan gilamu di masa lampau, ku harap kau juga bisa melupakan ucapan gilaku yang tadi malam, sekarang kita impas. Aku ingin kita bersikap seperti biasanya saja, ok?" Ucapku pada seo jin


Seo jin tidak menjawab ucapanku, ia hanya mengangguk padaku


"Seingatku tadi malam aku tertidur di atas meja. Apakah aku tidur sambil berjalan lagi ataukah...."


"Aku yang menggendongmu ke atas tempat tidur, hye jin"


"Aku tidak ingin kau terkena flu karena tidur di ruang baca" ucap seo jin memotong ucapanku


"Ahh...gomawo* (terima kasih) seo jin-ssi kau memang sangat bertanggung jawab untuk melindungiku" ucapku


"Aku yakin dengan rasa tanggung jawabmu yang sebesar ini, akan membuat seekor serangga enggan menyentuhku karena kau akan membasminya agar tidak menggangguku" ucapku sambil tersenyum.


Seo jin hanya terdiam dan memandangku dengan perasaan khawatir


"Apa kau baik-baik saja, hye jin?" Tanya seo jin


"Mm...ada apa denganku? Tentu saja aku baik-baik saja. Apa kau pikir aku akan menangis tersedu-sedu di hadapanmu seperti drama yang ada di televisi ketika pernyataan cintanya ditolak?"

__ADS_1


"Hei hei...aku tidak akan secengeng itu tau. Lagi pula aku sudah mengatakannya padamu untuk melupakan ucapanku tadi malam kan?" Ucapku lagi


"Berhentilah berpikiran yang tidak perlu" ucapku dan membelakangi seo jin


"Haaa....rasanya aku ingin mandi air hangat dan segera turun untuk sarapan, aku sudah sangat lapar" ucapku dan beranjak berdiri dari atas tempat tidurku menuju kamar mandi meninggalkan seo jin


"Hye jin-aa" panggil seo jin


"Ucapanku soal menjadi keluargamu tidak akan berubah dan aku harap, aku bisa memahamimu agar kau bisa merasa nyaman saat bersamaku, hye jin"


"Bahkan jika kau sudah menjalani kehidupan...."


"Araseo* (aku mengerti) seo jin. Bahkan jika aku sudah tidak berpura-pura menjadi istrimu dan menjalani kehidupanku seperti semula, aku akan menggapmu sebagai anggota keluargaku yang bisa kuandalkan" ucapku tanpa menoleh ke arah seo jin dan hanya mengangkat jempolku ke arahnya


Setelah selesai mengatakan kalimat itu, aku segera masuk ke dalam dan menutup pintu kamar mandi lalu melanjutkan tangisanku tanpa bersuara sambil perlahan-lahan duduk melipat kedua kakiku ke dada serta


Bersandar pada pintu


Bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu jika kau terus memberikan perhatian yang lebih pada diriku, park seo jin


SUNG DEOK MI POV


Sudah 3 hari yang lalu aku mulai sadar dari koma. Untungnya ingatanku masih bekerja dengan baik


Aku masih mengingat kecelakaan tragis yang merenggut teman kencanku pada malam hari itu


Aku masih merasakan duka yang terdalam pada teman kencanku. Biar bagaimanapun ia adalah pria satu-satunya yang memahamiku dibandingkan dengan suami sahku yaitu park seo jin


Ya...


Aku tahu, seo jin adalah pria baik. Tapi sayangnya ia terlalu bodoh dan tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya termasuk ayah kandungku sendiri


Apakah kau akan mati jika berani melawan ayahku dan menghentikan tindakan gilanya hanya untuk melindungi perusahaannya yang ia tempuh dengan cara kotor?


Ataukah sebenarnya kau memang memiliki sifat yang sama dengan ayahku? Tapi kau berpura-pura baik dan mampu menutupi sifat jahatmu yang sesungguhnya ke semua orang?


Aku sengaja meminta para pegawai di rumah sakit ini untuk tidak segera memberitahukan pada keluargaku bahwa aku telah sadar dari koma


Alasannya?


Tentu saja aku memiliki alasan tersendiri kenapa aku menyuruh pegawai rumah sakit ini tidak memberitahukan kondisiku saat ini yang sudah sadar


Aku harus membaca situasi saat ini selama aku terbaring koma di rumah sakit


Apakah keluargaku mempublikasikan berita koma ku ke semua orang? Tapi anehnya jika mereka sudah memberitahukan berita komaku ke kalangan konglomerat, kenapa aku masih berada di rumah sakit hawai?


Seharusnya aku berada di rumah sakit daerah chicago agar mereka bisa memantau kondisiku sesering mungkin


Apakah itu artinya keluargaku sengaja menutupi kondisi komaku dari semua orang?


Hahaha.....


Sung dong il, apakah kau lebih memilih perusahaanmu dari pada putri kandungmu sendiri?


Aku penasaran, apa yang dilakukan ayahku dan juga suamiku untuk menutupi kondisi komaku


Semua pertanyaanku dijawab dengan mudah ketika pagi harinya aku terkejut  melihat berita


Seseorang yang mirip denganku sedang bicara dengan ketus ke salah satu wartawan terkait pembunuhan berantai yang terjadi di daerah chicago


Gadis itu?


Apakah gadis itu yang menggantikan diriku selama aku terbaring koma di sini?


Itu berarti, ayahku mengetahui bahwa aku memiliki seseorang yang begitu mirip denganku dan ia memanfaatkannya untuk kepentingan perusahaan


Terlebih waktu pemilihan direktur real estate rose akan segera diadakan dalam waktu dekat.


Ahh...sudah ku duga, kau akan melakukan segala cara agar kekuasaanmu tidak jatuh ke tangan sepupu haramku, yaitu sung hajung


Tapi...


Itu berarti gadis yang mirip denganku bersekongkol dengan ayahku dan juga suamiku untuk berpura-pura menjalani kehidupan sebagai diriku


Aku heran


Kira-kira apa tawaran yang diberikan oleh ayahku sehingga gadis itu menyetujuinya untuk menjadi diriku


Seingatku, kim hye jin menolak mentah-mentah tawaranku ketika aku menyuruhnya untuk menggantikanku di acara launching


Terlebih insiden kejadian saat seo jin meniduri gadis itu di hotel parkhyatt. Ia salah mengira bahwa hye jin adalah diriku yang menemuinya di hotel tersebut


Hye jin menghilang dari pantauanku dan setelah itu aku mengalami kecelakaan yang dahsyat hingga membuatku koma


Haruskah aku bersyukur bahwa aku pada akhirnya tersadar dari koma ataukah.. harusnya aku lebih baik mati dan menyusul teman kencanku yang bernama andrew?


Aku masih penasaran pada gadis itu, apa yang membuat dirinya berubah pikiran dan setuju menjadi diriku


Apakah ia diancam oleh ayahku ataukah....


Hahaha...


Tidak mungkinkan gadis itu ingin melakukannya karena ia jatuh cinta kepada seo jin dan ingin berada di sisinya setelah insiden satu malam ia tidur bersamanya?


Ini masih menjadi misteri


Aku harus menyelediki gadis ini secara diam-diam untuk membuktikan semua spekulasiku. Oleh karena itu, aku akan meminta tolong pada orang yang ku percayai selain chul moo


Chul moo hanya berpura-pura patuh padaku. Dari awal ia adalah kaki tangan ayahku yang bertugas untuk mengawasi pergerakanku


Tidak ada satupun yang boleh tahu tentang kondisiku sekarang, sebisa mungkin aku harus menutupinya


Tapi ku akui


Ia sangat hebat memerankan diriku dan memperbagus citraku sebagai deok mi


Hanya dalam waktu kurang lebih 3 bulan, ia sudah menjadi pahlawan di kota chicago karena telah menangkap pembunuh berantai yang meresahkan


Jika situasi sekarang menguntungkan untuk diriku, aku akan muncul dan menyingkirkan gadis peniru itu, tapi jika situasinyaa tidak menguntungkan bagiku, aku akan memanfaatkan dirinya sebaik mungkin hingga situasi baik datang menghampiriku


Aku akan menghubungi desaigner pribadiku dan menyuruhnya untuk memantau gerak-gerik gadis peniru itu lalu melaporkannya padaku


Hanya dia satu-satunya orang yang bisa ku percaya dan bisa mendekati gadis itu tanpa terlihat mencurigakan


____________________________________________


anyeonghaseo....


berjumpa lagi dengan hyungjoba


bagaimana dengan episode kali ini?


hyung harap kalian semua bisa menikmati cerita hyung 😁😄


tidak lupa seperti biasa layaknya bocah yang minta uang jajan ke emaknya


hyung harap kritik dan sarannya dari kalian semua wahai para readers mangatoon yang sangat berbudiman meskipun yang namanya budi belum tentu berbudi-budi amat ehhe...


jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian dengan cara pencet tanda love, dan favorite. OK!


see you in the next episode 😉

__ADS_1


bye-bye 👋👋


__ADS_2