
Aku memalingkan wajahku saat seo jin menatapku dengan lama. Entahlah aku hanya tidak ingin menatap dua orang itu di sini meskipun niat mereka ingin mengeluarkanku dari penjara ini
Aku hanya berpikir karena mereka, seluruh kehidupanku dipertaruhkan dan aku harus menderita seperti ini
Jika sebuah granat berada di genggaman tanganku, aku ingin melemparnya ke arah mereka dan melihatnya hancur hingga berkeping-keping
Sejak beberapa minggu aku menjalani kehidupanku di penjara, aku merasa berubah seperti orang lain
Aku merasa kehilangan jati diriku sebagai kim hye jin
Bahkan aku sendiri tidak mengenali siapa sebenarnya diriku yang sekarang
Hanya amarah dan perasaan kesal yang mengendalikan diriku saat ini.
Menangis??
Ku rasa air mataku sudah mengering saat aku berhasil membalaskan dendamku pada wanita pel*cur itu
Setelah deok mi dan seo jin memberikan kesaksiannya, pengacara jamie meminta hajung untuk mengonfirmasi bahwa ia bersama diriku mendapatkan sebuah surat kaleng yang menuntunnya menemukan dokumen penting berisi tindakan menyimpang dong il selama menjalankan perusahaan
Dan aku baru tahu, orang yang mengirim surat kaleng misterius itu adalah sung deok mi, ia berpura-pura mengaku sebagai mantan pegawai perusahaan real estate rose agar aku dan hajung tidak mencurigai siapapun
Sejak munculnya surat kaleng misterius yang menuntunku untuk menemukan bukti kejahatan dong il di sebuah loker kereta bawah tanah, sung deok mi sudah sadar dari komanya dan meminta tolong pada desaigner pribadinya untuk mengirimkan surat kaleng misterius itu beserta peta lokasi tempat menyembunyikan bukti tersebut melalui tuna wisma yang ada di daerah sekitar taman kota
Sung deok mi sudah menyimpan bukti kejahatan ayahnya selama ini dan hanya menunggu waktu layaknya bom waktu dan meledakkannya di waktu yang tepat untuk membuktikan semuanya. namun di luar rencananya ia disingkirkan oleh ayahnya sendiri setelah bertemu denganku
Ruang bawah tanah rahasia yang berada di dalam kamarnya beserta dua kunci ajaib dan lukisan yang berada di lemarinya adalah sebuah petunjuk untuk mengingatkan dirinya bahwa ia harus membeberkan kejahatan ayahnya saat pemilihan direktur utama real estate rose dilaksanakan
Sung deok mi tidak memberitahukan bukti kejahatan dong il selama ini ke park seo jin karena tidak mempercayai seo jin akan setia padanya dan seo jin terlihat lebih loyal kepada ayah mertuanya sendiri dibandingkan ke dirinya yang sebagai istri
namun setelah kajadian deok mi koma, ia baru menyadari bahwa suaminya sangat setia dan bisa diberikan kepercayaan dengan sepenuhnya lalu memberi tahu kejahatan ayah kandungnya
itu yang dikatakan deok mi pada hakim
Setelah pengacara jamie memberikan semua bukti kejahatan dong il selama ini, hakim akhirnya memberi keputusan bahwa aku dinyatakan tidak bersalah sama sekali terkait kasus ini
Meskipun hakim mempertimbangkan bahwa bukti yang didapat dari pengacara jamie sebagian adalah ilegal karena melakukan penyadapan, akhirnya hakim memakluminya karena melihat sikap dong il yang sangat rapi dalam melakukan aksi kejahatannya
Tidak hanya dong il yang diberikan hukuman, para preman yang bekerja sama dan bersikap tidak adil pada tuan tanah akan ikut diringkus dan diberi hukuman yang setimpal dan diadili berdasarkan hukum yang berlaku di negara ini
Setelah sidang ditutup oleh hakim, pengacara jamie menghampiriku dengan sumringah
"Akhirnya aku bisa menyelesaikan pekerjaanku yang membosankan dan menyebalkan ini dengan kemenangan di tanganku" sindir pengacara jamie kepadaku yang pernah mengatakan pekerjaannya sangat menyebalkan
"Sekarang anda benar-benar bisa hidup bebas nona kim, tidak ada lagi penjara serta rantai yang melilit di kakimu meskipun anda keluar dari sini" ucap pengacara jamie
"Aku tidak tahu bahwa anda selama ini..." ucapku terputus
"Ahahaha.....anda tidak perlu sungkan nona, tujuanku menemuimu dari awal adalah membuatmu kesal padaku dan membuat citraku adalah seorang pengacara payah yang hanya mementingkan uang di matamu" ucap pengacara jamie
"Aku hanya memihak pada orang yang benar-benar tidak bersalah dan berusaha memenangkan persidangan agar orang-orang yang tidak berdaya sepertimu bisa mendapatkan keadilan dan mampu bertahan dari dunia yang keras ini" ucap pengacara jamie sambil menatapku
Aku terenyuh oleh ucapan pengacara jamie dan membuat hatiku sedikit bercahaya yang awalnya diselimuti oleh amarah dan kekesalan
"Ahh...apakah sekarang hatimu tersentuh oleh ucapanku, nona kim?" Tanya pengacara jamie
"Kau adalah klien pertamaku yang sangat mudah ditebak" ucap pengacara jamie
"Kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu di hadapanku nona kim"
"Aku tahu kejadian ini sangat menyakitkan bagimu. Aku tidak memintamu untuk memaafkan mereka yang telah membuatmu menderita dan harus menjalani kehidupan neraka di dalam penjara"
"Tapi aku akan memberikanmu sebuah nasehat terakhir selaku pengacaramu..."
"Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan tanpa memikirkan perasaan orang lain nona kim"
"Sesekali egois dalam hidupmu adalah sikap yang lumrah. Jika kau selalu bersikap baik di hadapan semua orang, aku takut kau akan menjadi sebuah bom waktu yang akan mengubah seluruh sikapmu menjadi tidak terkendali"
"Jika kau membutuhkan mental healing, sebaiknya kau pergi ke orang yang profesional dalam menangani masalah kesehatan mentalmu, karena yang ku tahu kehidupan penjara amatlah berat bagi seseorang seperti dirimu nona kim" ucap pengacara jamie padaku
Aku hanya terdiam saat pengacara jamie mengatakan hal itu padaku. Ia bisa menebak bahwa kondisi psikisku terombang-ambing setelah menjalani kehidupan beberapa minggu di dalam penjara
"Ku rasa hanya itu yang bisa ku katakan"
"Bergegaslah dan kemasi barangmu, sepertinya banyak orang yang ingin bertemu denganmu" ucap pengacara jamie sambil menoleh ke belakang
Aku melihat beberapa orang yang mulai memanggil namaku saat aku melihat orang-orang di balik punggung pengacara jamie
Beberapa wartawan ingin menginterogasiku dan menanyakan pendapatku terkait persidangan ini
Aku tidak ingin menemui kumpulan orang-orang. Aku hanya ingin menenangkan diriku setelah apa yang terjadi selama beberapa minggu ini
Aku menghampiri petugas sipir dan meminta padanya untuk kembali agar aku bisa mengemasi barang-barangku
Aku tidak memerhatikan hajung, seo jin, dan deok mi yang masih berada di ruang sidang
Setelah aku keluar dari ruang sidang melalui pintu samping, para wartawan terlihat kecewa karena aku tidak mengatakan sepatah katapun kepada mereka
Sejenak aku melirik, para wartawan itu mengerubungi deok mi dan seo jin untuk dimintai keterangan tentang sidang ini
******
Setelah sidang selesai, hari itu juga aku diperbolehkan keluar dari tempat yang tidak seharusnya aku berada
"Nona kim" panggil petugas sipir wanita yang wajahnya tidak terlihat asing bagiku
Ia selalu berada di dekatku ketika terjadi suatu masalah, namun aku tidak mengetahui siapa namanya
"Ini...aku mengambil benda ini yang harusnya memang milikmu sejak kau masuk ke sini" ucap petugas itu memberikanku jam tangan milik hajung yang dipinjamkan padaku
Perlahan aku mengambil jam tangan itu dan menggenggam erat benda itu. Jam tangan yang telah dicuri oleh wanita PSK itu pada akhirnya kembali padaku
__ADS_1
"Ku rasa benda itu adalah barang penting bagimu, kau selalu mengatakan dan meneriaki wanita itu dengan sebutan pencuri"
"Aku tahu perbuatanmu padanya bukanlah hal yang baik..."
"Namun...aku bisa memahamimu, lingkungan penjara bukanlah hal yang baik bagi orang sepertimu"
"Tidak menutup kemungkinan orang yang baik pun dan tidak pernah berhadapan langsung dengan kasus kriminal atau kekerasan bisa menjaga jiwanya tetap waras"
"Setiap orang memiliki sisi gelapnya, ada kalanya jika berada di situasi yang menekan dirinya, seorang yang biasanya baik bisa melakukan kejahatan diluar nalar sekalipun"
"Lalu...bagaimana dengan kondisi jari wanita itu? Apakah tidak bisa diselamatkan?" Tanyaku menanyakan keadaan wanita PSK yang bertengkar denganku hingga melukai jari tengahnya dan nyaris putus akibat gigitan brutalku
Petugas itu terdiam saat aku menanyakan keadaan jari wanita tersebut
"Kehilangan satu jari bukan berarti tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari untuk selamanya kan?" Ucap petugas sipir itu
Aku menutup kedua mataku dan menghembuskan nafas karena baru menyadari bahwa aku telah membuat kejahatan hingga merugikan orang lain
"Ahh...sebenarnya itu bukan salahmu sepenuhnya. Dokter mengatakan bahwa wanita itu memiliki kadar gula dalam darah yang cukup tinggi, hingga sulit membuat tubuh me-regenerasi sel jaringan tubuh yang baru"
"Jika kadar dalam darahnya normal, kemungkinan jarinya bisa diselamatkan" ucap petugas sipir itu
"Ahh...ku rasa kau sudah ditunggu oleh seseorang, apakah ia kekasihmu?" Tanya petugas itu mengalihkan pembicaraan
Aku menoleh ke belakang dan melihat hajung berlari kecil menghampiriku
"Ku rasa, aku harus memberimu privasi agar kau bisa leluasa bicara dengannya"
"Aah...ku harap ia membawa baju ganti untukmu, mengingat saat ini penampilanmu sangat tidak wajar dan bisa menimbulkan kepanikan di luar sana jika orang lain melihatnya" ucap petugas sipir itu dan membuatku memperhatikan pakaianku
Ahh...
Aku lupa, saat aku diseret ke kantor polisi saat pertama kali, aku masih memakai setelan jas berwarna peach dan kemeja putih yang masih ada noda darah hajung yang tertembak
Saat hajung tiba menghampiriku, hajung memelukku dengan erat
"Hajung-ssi..."
"Berikan aku waktu untuk memelukmu seperti ini sebentar lagi hye jin" ucap hajung padaku
Aku membiarkan hajung memelukku sepuasnya, ia bahkan mengelus rambutku dengan lembut
Beberapa menit berlalu dan hajung masih tetap memelukku
"Hajung-ssi...ku rasa kau bisa melakukan hal ini hingga matahari terbenam" ucapku
"Bagaimana jika kita bicarakan dan rayakan kebebasanku dari penjara dengan barbequan di apartementmu?" Usulku pada hajung
"Kau benar, aku bisa menghabiskan waktu bersamamu dalam waktu yang lama mulai hari ini" ucap hajung dan melepas pelukannya
Setelah melepas pelukannya, hajung baru menyadari pakaianku yang terlihat tidak normal
"Hye jin-ssi! Apa kau tidak memiliki pakaian lain selain ini?" Tanya hajung
"Mian*(maaf) aku tidak tahu harusnya aku membawakan pakaian baru padamu" ucap hajung
"Gwaencahana...*(tidak apa-apa) lagi pula kita langsung ke apartementmu lewat jalur rahasia" ucapku pada hajung
"Kau benar...ayo kita bergegas dari sini, aku juga tidak ingin berlama-lama berada di area ini" ucap hajung padaku
"Ah iyaa...ini" ucapku pada hajung sambil menyerahkan jam tangan
Hajung terlihat bingung saat aku menyerahkan jam tangan miliknya
"Ini adalah jam tangan milikmu yang kau pinjamkan padaku di hari penembakanmu" ucapku
"Mungkin kau lupa dengan barang-barang yang telah kau berikan padaku karena kau terlalu kaya" ucapku pada hajung
"Aku tidak akan mengambil barang yang bukan milikku"
"Hye jin-ssi, kau boleh memiliki..." ucap hajung terputus
"Ani*( tidak) kali ini aku ingin kau menjaga barangmu dengan baik"
"Meski kau terlihat tidak keberatan dengan keberadaan jam tangan ini karena kau mampu membelinya hingga ratusan kali..."
"Tapi ketahuilah hajung, beberapa orang yang hidup di dunia ini rela melakukan apapun bahkan mati sekalipun hanya untuk mendapatkan dan mempertahankan jam tangan ini agar bisa tetap berada di sampingnya karena jam tangan ini adalah benda yang berharga dalam arti yang berbeda"
"Mungkin beberapa orang lain ada yang menganggap jam tangan ini berharga karena bisa dijual kembali lalu mendapatkan uang yang banyak, tapi bagiku..."
"Jam tangan ini adalah suatu benda yang menghubungkanku dengan kehidupan di luar penjara bagi psikisku"
"Secara tidak langsung jam tangan ini mampu membuatku tetap waras dan berharap aku bisa keluar dari dalam penjara secepat mungkin"
"Kau tahu..manusia sangat bergantung pada sebuah harapan jika tidak ada harapan di dalam kehidupan, hal itu akan berubah menjadi putus asa dan sangat beresiko untuk kesehatan mental"
"Oleh karena itu, aku secara pribadi memintamu untuk menjaga jam tangan ini, karena dibalik semua ini, terdapat kisah yang membuatku berbuat jahat pada seseorang"
"Hye jin-ssi..."
"Aku tahu wanita itu pantas mendapatkan hukuman karena telah merebut jam tangan itu dariku di saat kau berada di ambang kematian"
"Tapi...wanita itu tidak pantas merebut benda satu-satunya yang kau pinjamkan padaku. Aku harus menjaga jam tangan ini agar aku bisa mengembalikkannya padamu secara lang...." ucapku terputus
"Cukup hye jin. Kau tidak perlu menjelaskannya lagi padaku" ucap hajung sambil memelukku lagi
"Aku tahu kau menjalani hari-hari burukmu di dalam sana, tapi itu semua sudah berakhir"
"Kau tidak perlu menderita lagi karena harus melindungi orang-orang di sekitarmu"
"Apapun yang terjadi dan perbuatan yang kau lakukan di dalam sana, itu adalah masa lalumu. Kau tidak perlu mengungkitnya lagi"
__ADS_1
"Mulai hari ini kau bisa membuka lembaran baru pada kehidupanmu, hye jin. Aku akan selalu berada di sampingmu" ucap hajung sambil melepaskan pelukannya
"Satu hal yang ku pinta padamu, kau tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan dariku, apapun itu.." ucap hajung terputus karena ia membuka jaketnya dan memakaikannya ke bahuku agar aku tetap hangat
"Jika kau membutuhkan tenaga ahli untuk menenangkan mentalmu akibat semua mimpi buruk ini, jangan ragu untuk mengatakannya padaku, ok?" Ucap hajung padaku sambil mengelus pelan kedua bahuku
"Araseo*(aku mengerti)" ucapku sambil tersenyum pada hajung
"Kau terlihat cantik saat tersenyum, hye jin" ucap hajung
"Aigoo....berhentilah menggodaku hajung" ucapku sambil tersenyum lebar
"Kaja* (ayo) kita masuk ke dalam mobil" ajak hajung padaku
Aku dan hajung berjalan beberapa langkah ke mobil, saat hajung membukakan pintu mobil untukku, sebuah klakson mobil lain berbunyi pertanda ada yang memanggilku dan juga hajung
Aku dan hajung kompak menoleh ke arah suara klakson mobil berbunyi
Seketika senyumanku hilang saat melihat seo jin keluar dari mobil tersebut
"Hye jin-aa bisakah kau meluangkan waktumu sebentar?" Tanya seo jin
"Aku ingin bicara denganmu" lanjut seo jin
Aku terdiam saat seo jin bicara padaku. Begitu juga dengan hajung, ia terlihat bingung dan menunggu jawaban dariku
"Ku rasa tidak ada hal lagi yang harus dibicarakan, aku menolak, aku tidak ingin bicara denganmu" ucapku ketus pada seo jin dan hendak masuk ke dalam mobil
"Bagiamana dengan diriku?" Ucap seorang wanita yang keluar dari mobil seo jin dan berhasil menundaku masuk ke dalam mobil hajung
"Ku rasa masih banyak hal yang ingin kau bicarakan padaku" ucap deok mi padaku sambil membuka sedikit kaca mata hitamnya
"Ahh...jika kau masih mencurigai diriku karena takut aku akan melakukan sesuatu yang buruk padamu, kau bisa mengajak sepupuku untuk menemanimu"
"Setidaknya kau masih percaya penuh pada sepupuku kan? Ia tidak akan mengizinkan seseorang menyentuhmu atau bahkan menyakitimu. Jika hal itu terjadi ia bisa membuat perhitungan padaku, bukankah begitu sung hajung?"
"Kau tahu kan, kerja sama kita belum berakhir sung hajung" ucap deok mi pada hajung yang tidak ku mengerti
"Kerja sama? Apa maksudnya?" Tanyaku pada hajung
"Itu...." ucap hajung padaku
"Apakah kau penasaran? Ikutlah denganku, aku akan menjelaskan semuanya padamu, wahai gadis kembaranku" ucap deok mi tersenyum padaku
"Di mana kita bisa bicara?" Tanyaku
"Tidak jauh dari sini, ada sebuah restoran mewah tempat langgananku, kita bisa bicara dengan santai sambil mengajakmu makan makanan enak yang layak seperti manusia mengingat selama berada di dalam penjara, kau hanya mendapatkan makanan yang meyedihkan layaknya makanan hewan ternak" ucap deok mi
"Tunjukkan jalannya" ucapku datar
"Ohh...tunggu dulu sweetie, aku tidak ingin para pelayan lari karena melihat penampilanmu" ucap deok mi sambil membuka pintu belakang mobilnya
"Sebelum ke sana, kau harus mengganti pakaianmu dengan ini" ucap deok mi sambil menghampiriku dengan membawa paper bag berisi pakaian miliknya
Aku menerima paper bag dari deok mi dan melihat isinya
"Tenang saja, pakaianmu ku seseuaikan dengan kerpibadianmu, aku tidak akan membuatmu untuk berpura-pura menjadi diriku lagi" ucap deok mi santai
"Kau bisa mengganti pakaianmu terlebih dahulu di dalam mobil hajung sebelum berangkat"
"Tenang saja, aku akan menjaga hajung untuk tidak mengintipmu dari luar" ucap deok mi santai sambil tersenyum
Tanpa sepatah kata lagi, aku segera masuk ke dalam mobil hajung dan mengganti pakaianku
Beberapa menit berlalu dan aku sudah mengganti pakaian yang diberikan deok mi padaku
Deok mi memberikanku baju dengan model Turtleneck rajut berwarna putih dan celana jeans kulot berwarna navy
Ku akui, sudah lama aku tidak memakai pakaian nyaman seperti ini. Aku merasa penampilanku menjadi hye jin seperti biasa saat aku tinggal di dorm
Tidak perlu lagi menyembunyikan identitasku lagi.
Tidak perlu lagi merasa khawatir ataupun takut orang lain tahu siapa diriku sebenarnya
Setelah selesai mengganti pakaianku, aku, hajung, seo jin dan deok mi pergi ke restaurant yang dipilih deok mi untuk bisa bicara
Sesampainya di restaurant, deok mi menyuruh pelayan untuk menyiapkan hidangan makanan terbaik yang ada di sini
Sambil menunggu makanan tiba, seo jin selalu menatapku seolah ingin mengatakan sesuatu
"Katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan" ucapku langsung ke intinya
"Ouh...tunggu sweetie, aku tidak ingin buru-buru untuk membicarakannya. Lebih baik kita makan dulu sebelum bicara" ucap deok mi santai seolah tidak terjadi apa-apa selama ini
"Kapan kau siuman?" Tanyaku ke deok mi
"Tidak lama saat kau dan hajung mendapat surat kaleng dariku" ucap deok mi
"Apakah kau yang merencanakan semua ini dari awal agar aku dan hajung bergerak untuk mencari bukti kejahatan ayahmu tanpa sepengetahuan seo jin?" Tanyaku
"Kim hye jin, setelah aku siuman, aku mulai berpikir bahwa kecelakaanku seolah dibuat sengaja oleh seseorang"
"Kau pikir di tempat hiburan seperti itu sebuah truk kontener diperbolehkan lewat daerah situ pada jam tersebut?"
"Di daerah sana tidak ada pabrik apapun yang memungkinkan sebuah truk kontener melewati kawasan tersebut, jika memang terpaksa harus lewat, truk diperbolekan melewati kawasan hiburan elit tersebut pada siang hari di saat tempat itu tutup"
"Aku meminta bantuan pada desaigner pribadiku untuk menelusuri kembali tentang kecelakaan tersebut dan menemukan bukti bahwa supir itu dibayar oleh ayahku untuk menabrak mobil yang ditumpangi olehku"
"Untuk sekarang, supir itu telah ku amankan dan akan ku kirim untuk memberikan kesaksiannya di hari pengadilan ayahku nanti" ucap deok mi
"Apakah seo jin menghilang di saat penembakan hajung adalah bagian rencanamu juga?"
__ADS_1
"Dan ketidakhadiran seo jin untuk memberikan kesaksiannya dalam kurun waktu 48 jam saat aku masih berada di kantor polisi juga termasuk bagian dari rencanamu?" Tanyaku pada deok mi
"Haah....itu semua ku lakukan agar aku bisa menangkap ayahku sendiri, hye jin. jika seo jin tiba ke kantor polisi dan memberikan kesaksian padamu lebih awal, aku tidak mungkin bisa menangkap ayahku" ucap deok mi tanpa merasa bersalah di mataku