Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 18


__ADS_3

Park seo jin pov


Ayah memberikan ide gila untuk meminta hye jin menggantikan deok mi


Bagaimana mungkin aku meminta bantuan pada hye jin untuk menjadi deok mi? Aku telah menodai hye jin, perbuatanku mungkin tidak bisa dimaafkan, dan kini aku harus meminta bantuan hye jin untuk berperan menjadi istriku


"Maaf ayah..aku tidak bisa menggunakan gadis itu untuk menjadi deok mi" ucapku


"Betul ayah yang dikatakan oleh seo jin,  bagaimana mungkin kita akan meminta  gadis itu menggantikan putri kita, jangan libatkan gadis malang itu, cukup besar kesalahan seo jin pada gadis itu" ucap ibu mertuaku membela pendapatku


Tiba-tiba ayahku berlutut dan memegang kedua kakiku


Aku tidak pernah melihat ayah mertuaku seputus asa ini


"Kumohon seo jin, aku tau jika aku meminta bantuan gadis itu, maka rusak sudah moralku"


"Namun...."


"Namun, aku tidak bisa merelakan perusahaan real estate rose jatuh ketangan anak haram diluar pernikahan keluarga sung"


"Kau tahu seo jin, betapa liciknya sung hajung"


"Ia selalu mencari kelemahan deok mi, dan berkat kau, sung hajung tidak bertingkah lagi, karena ia tau kau mampu memanage perusahaan dengan sempurna"


"Kali ini..ku mohon dengan sangat padamu seo jin, kabulkan permintaan seumur hidupku kali ini"


"Aku lebih rela menyerahkan perusahaan real estate rose padamu dibandingkan ketangan sung hajung" ucap ayah mertuaku dan membuat hatiku merasa iba


Aku tidak pernah melihat tuan sung dong il berlutut dihadapan orang


Sung deok mi dan ayahnya sung dong il memiliki persamaan yaitu memiliki gengsi yang besar, mereka tidak pernah menampakan rasa putus asa dan sedih didepan orang


Dan pertama kalinya aku melihat tuan sung dong il seputus asa seperti ini


Aku duduk berlutut hingga sejajar dengan ayah mertuaku


"Ayah...bangunlah..kau tidak pantas untuk memohon hingga berlutut seperti ini"


"Baik lahh..."


"Aku akan mencoba meminta bantuan kim hye jin untuk menjadi deok mi" ucapku dan agak ragu


Ayah mertuaku memeluk diriku dengan erat, dan sorot matanya menandakan bahwa ia sangat berharap kepadaku, yahh.... nasib perusahaannya tergantung dengan usahaku untuk meminta hye jin menjadi deok mi


Aku menelpon detektif choi untuk mengetahui keberadaann hye jin dichicago


Dan detektif choi mengatakan kepadaku bahwa hye jin tidak berada di chicago melainkan pergi ke pulau hangan


Tanpa pikir panjang aku segera pergi kepulau hangan dan meminta supir ohh untuk pergi ke seoul hari itu juga dan meminta padanya untuk pergi tanpa sepengetahuan siapapun


_____________________________________



🌹🌹🌹🌹Kim Hye Jin🌹🌹🌹🌹


Kim hye jin pov


Sejak aku kembali kepulau hangan, banyak warga yang menyapaku dengan ramah, dan mereka sering memelukku karena sudah lama tidak bertemu


Aku rindu dengan suasana ini, ramah, hangat, dan mereka peduli dengan satu sama lainnya, tidak seperti di chicago yang mayoritas individulitasnya cenderung tinggi


Mungkin karena ini pulau kecil, dan penduduknya sedikit, jadi warga disini mengenal dan peduli satu sama lain


Kegiatanku dipulau hangan, selain membantu ayah mengeringkan cumi sotong, aku membantu ibu melayani pelanggan yang makan direstoran tempat usaha keluargaku, biasanya pelanggan yang makan direstoran keluargaku adalah para nelayan yang sedang istirahat untuk makan siang.


Malam harinya aku melihat ibu


Yang sedang mengelap piring dan segera menghampirinya


"Eomma" ucapku sambil rebahan dikedua paha ibuku

__ADS_1


"Duh...hye jin, kau mengagetkan ibu saja"


"Hehhe...mianne eomma (maaf ibu)"


"Eomma...bolehkah aku tinggal disini selama 6 bulan?" Tanyaku


"Haah?! 6 bulan?!"


"Kuliahmu sebentar lagi selesai, apa tidak terlalu lama untuk menundanya?"


"Ibu memang tidak tau apa-apa soal perkuliahanmu, tapi semakin cepat kau menyelesaikan kuliahmu, semakin cepat juga kau berkumpul dengan kami hye jin"


"Ada masalah apa hye jin sayang?"


"Sejak kau kesini,ibu perhatikan kau sering melamun ditepi pantai"


Aku terdiam ketika ibu menanyakanku


"Ibu akan menunggumu untuk bercerita kepadaku" ucap ibu sambil mengecup pipiku dengan lembut


"Yang ibu tau, sebaiknya jika kau memiliki masalah, jangan lari, hadapi walau seberat apapun, karena kau masih memiliki orang tuamu yang akan mendukungmu" ucap ibuku dan tiba-tiba ayahku datang membawa semangkok makananan hasil masakan dia


"Yya..hye jin, ayah memasak menu baru, coba cicipi" ucap ayah


Aku terbangun dan mencicipi masakan ayahku


"Slrupp....mmm amashita ( enak), apakah ini scallop ayah?"


"Ya...ayah mencoba membuat tom yum scallop, aku pikir ini bisa dijadikan menu utama restoran kita"


"Aiggooo...appa, kau sangat pintar membuat masakan baru"


"Tapi...scallop agak mahal, ingin kau tarif berapa ayah, untuk semangkuk tomyum scallop?"


Ayahku terlihat bingung, karena uang nelayan tidak terlalu banyak dan tidak mungkin menghabiskan sekitar 5.000 won untuk sekali makan


"Ahh...bagaimana jika kita buat menjadi menu favorit keluarga kita saja,  hahaahha" ucap ayah dan membuatku dan ibu ikut tertawa


________________________________________


Pagi ini matahari bersinar dengan teriknya, meskipun masih pagi, namun pantulan indah matahari pagi hari ini sangat menyilaukan


Pagi ini aku kerumah bibi baek jin hee untuk mengambil beberapa bawang putih yang akan aku kupas


Setelah sampai dirumah aku menyandarkan sepeda pada dinding luar rumah, dan menaiki tangga untuk ke teras rumah


Aku mendengar beberapa orang yang sedang berbincang diteras rumahku, dan ibuku memanggil namaku untuk segera menyambut tamu yang tidak kuharapkan hadir dirumahku


"Yya..hye jin kemarilah...dan sapa tamu kita hari ini" ucap ibu


Tamu yang tidak diundang itu berjumlah 2 orang dan semuanya lelaki, ia membelakangiku karna sedang berbicara dengan penuh tawa pada ibuku dan sedang menyeruput teh hijau buatan ibuku


Seolah alam berpihak kepadaku, matahari yang tadinya terik seketika tertutup oleh awan hitam yang entah datang darimana


Lelaki itu menengok kebelakang dan melihat diriku membawa sekeranjang bawang putih


Aku terkejut ketika melihat pria itu dan tanpa sadar aku menjatuhkan keranjang dan membuat isinya tersebar keseluruh teras rumahku


Lelaki itu park seo jin, lelaki yang membuat diriku kembali ke pulau hangan dan menghindar darinya, justru ia datang menghamipiriku ketempat persembunyian yang kupikir aman diseluruh dunia


Park seo jin bagaikan hantu yang terus mendatangiku, dimanapun aku berada dan bersembunyi, dengan mudahnya ia dapat menemukanku


Aku tertegun melihatnya, seolah seluruh fungsi inderaku menghilang, aku menghiraukan panggilan ibu yang memanggil namaku, aku tidak percaya dengan seseorang yang sedang berdiri dihadapanku


Dan aku disadarkan ketika ibu menepuk pundakku dengan keras dan mengembalikkan seluruh fungsi inderaku


"Hye jin!!!....ada apa denganmu?"


"Apakah mereka temanmu?" Tanya ibuku


Aku menghiraukan pertanyaan ibuku, dan mengingat kembali kejadian pada malam itu, hampir aku menangis didepan ibuku

__ADS_1


Instingku bermain, aku segera berlari menuruni anak tangga meninggalkan rumahku untuk menyembunyikan air mataku


Aku tidak mempedulikan suara yang memanggilku, aku tidak menyadari seseorang yang ingin kuhindari justru mengejarku dan memanggil namaku


Aku menuju tempat persembunyianku sewaktu aku kecil ditepi pantai, yang jarang dilalui oleh banyak orang, alam bawah sadarku menuntunku untuk kearah sana


Dan tiba-tiba lelaki itu dapat meraih tanganku dan menarik pergelangan tanganku hingga aku berbalik badan dan wajahku mendarat didekapan lelaki itu


"Kumohon hye jin jangan lari dariku" ucap lelaki itu memohon


Dengan napas tersengal-sengal aku mengatur nafasku didalam dekapan dada lelaki itu, dan setelah tersadar aku mendorong dadanya dengan kedua tanganku untuk menjauh dari diriku


"Bagaimana kau bisa tau aku disini?"


"Urusanku sudah selesai denganmu, kumohon pergilah, jangan ganggu kehidupanku" ucapku


Kami berdua terdiam dan masih mengatur nafas karena lelah berlari


"Hye jin, kumohon dengarkan penjelasanku"


"Sebelumnya aku meminta maaf padamu karena telah lancang untuk mencari tahu tempat tinggalmu dan mencari tahu latar belakangmu"


"Aku kesini untuk meminta bantuanmu"


"Apalagi yang kau inginkan dariku?" Ucapku dengan menahan air mataku yang keluar


"Apa kau tidak malu tuan? Setelah yang kau perbuat padaku dan kau kini datang untuk meminta bantuanku?"


"Bukankah sudah jelas, jika aku tidak ingin bertemu denganmu lagi"


"Bahkan dikehidupan yang selanjutnya pun aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi, lalu kenapa kau masih ingin bertemu denganku?"


"Karena ini sangat mendesak hye jin"


"Aku tau, aku tidak pantas bertemu denganmu lagi, dan aku menghargai keinginanmu untuk tidak bertemu denganku lagi, hingga kau lari kekampung halamanmu, dan merelakan tugas akhirmu dichicago"


"Tapi..."


"Tapi..jika bukan karena urusan hal yang mendesak aku tidak mungkin bertemu denganmu"


"Sung deok mi....."


"Sung deok mi, istriku mengalami kecelakaan mobil yang hebat, hingga membuat dirinya terbaring diruang ICU"


"Dan aku tidak tau kapan dia akan sadar kembali"


"Dan kau tau...." ucap seo jin dan menarik napas


"Dan kau tau, ayah mertuaku meminta tolong kepadaku untuk mencari dirimu  dan memohon bantuanmu untuk menjadi deok mi"


"Karena sebentar lagi pemilihan direktur utama real estate rose akan dimulai, dan jika para pemegang saham tau berita sung deok mi koma karena kecelakaan dengan selingkuhannya, maka tamatlah real estate rose"


"Dan akan jatuh ketangan orang yang salah"


Aku terkejut mendengar berita nyonya sung kecelekaan mobil, aku terdiam mendengar cerita seo jin


"Aku pikir...ini adalah hukuman sung deok mi karena telah berbuat jahat kepadamu"


"Tetapi...aku tidak tega untuk mengabaikan permintaan ayah dan ibu mertuaku, mereka adalah orang yang baik, melebihi kebaikan yang kudapat dari orang tuaku"


Seo jin berlutut didepanku


"Karena itu..kumohon hye jin kabulkan permintaanku, karena hanya kau yang dapat membantu menyelamatkan perusahaan real estate rose"


Dengan wajah sendu aku  terdiam dan mengatur nafasku yang terkejut karena berita yang dibawa seo jin, haruskah aku tertawa karena nyonya sung mendapat ganjaran atas perbuatan jahatnya?


Disatu sisi jika aku tertawa bahagia saat ini, berarti aku tidak ada bedanya dengan nyonya sung


"Berdirilah tuan seo jin, kau tidak pantas berlutut didepan orang seperti diriku"


"Dan...maafkan aku"

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, aku harap kau tetap bisa memimpin perusahaanmu dengan baik" ucapku sambil menundukkan kepalaku dan pergi meninggalkan seo jin yang masih berlutut didepanku


__ADS_2