
happy reading ^^
Sung Hajung Pov
Aku tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh gadis yang duduk tepat di sampingku saat ini
Setelah pagi tadi aku berdebat dengannya di meja makan dan berujung diriku berada di sini dengannya
Aku kalah telak darinya dalam adu mulut hingga membuat kedua bibirku bungkam tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan memilih untuk ikut dengannya ke psikiater
Aku sudah salah berasumsi terhadap dirinya dan mengatakan hal yang jahat pada gadis ini
Tidak seharusnya aku mengatakan hal yang tidak layak seperti tadi pagi terhadap dewi penyelamatku
Tapi...aku memang sengaja mengatakan hal kejam seperti tadi pagi agar ia mundur dan berhenti membujukku pergi ke psikiater. Aku pikir ia akan lari pergi meninggalkanku dari kamar sambil menangis ketika aku selesai mengatakan hal kejam kepadanya
Alih-alih berhenti membujukku, ia justru lebih berapi-api dari pada yang ku kira dan juga....
Ia sabar menghadapiku yang memiliki sifat keras kepala dan sifat temparamentku
Aku memperhatikan hye jin saat beranjak pergi dari hotel hingga tiba di rumah sakit, ia selalu tersenyum dan memiliki aura layaknya bunga bermekaran sedang mengelilingi dirinya
Bagaimana mungkin ia masih bisa tersenyum seperti ini ketika seseorang mengucapkan kalimat jahat pada dirinya
Apakah ia benar-benar seorang alien ataukah hatinya benar-benar seperti budha yang selalu baik terhadap sesama mahluk hidup
Dia benar-benar gadis yang sangat aneh, aku tidak bisa menebak apa yang ia pikirkan hingga semakin membuat diriku penasaran terhadap dirinya
(Flash back)
"Satu bulan..." ucap hye jin
"Aku memintamu hanya satu bulan mengikuti therapi dengan psikiater, anggap saja untuk membayar hutang budimu padaku"
"Setelah itu..keputusan berada di tanganmu. Jika kau merasa lebih baik setelah mengikuti therapi, kau bisa melanjutkannya..."
"Tetapi jika kau merasa dirimu menjadi lebih buruk dari pada sebelum dirimu mengikuti therapi, kau bisa mundur dan memilih jalan kehidupanmu. Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi dan mendesakmu untuk pergi ke psikiater lagi" ucap hye jin dengan tatapan optimis
Saat itu, aku memutuskan untuk setuju dengan idenya agar ia berhenti membicarakan kelemahanku
"Baiklah..aku akan mengikuti kemauanmu untuk membalas budi, tapi sebagai gantinya kau harus berjanji padaku untuk membantuku mencari bukti kejahatan ayah deok mi sampai akhir" ucapku
"Dan juga..."
"aku mau kau terus berada di sampingku selama aku melakukan therapi dengan psikiater" ucapku
"Jika kau tidak menemaniku ke psikiater, jangan harap aku akan pergi ke rumah sakit sendirian" ucapku lagi pada hye jin
Gadis itu tersenyum lebar ketika mendengar aku mau melakukan therapi ke psikiater
Bagaimana mungkin hal itu menjadi sesuatu yang bahagia bagi dirinya.
"Baiklah...aku setuju dengan persyaratan yang kau ajukan pada diriku. Aku akan membantumu sampai akhir, hajung" ucap hye jin dengan senyuman manisnya hingga membuat hatiku sedikit tersentuh dan hampir melihatnya sebagai seorang wanita
"Sebaiknya kita pergi ke dokter albert dan menanyakan psikiater terhebat di kota ini" ucap hye jin
Ia segera beranjak dari duduknya tanpa aku sempat menanyakan siapa dokter albert dan bagaimana ia kenal dengan dokter albert
******
Kim Hye Jin Pov
Dengan segala upaya akhirnya aku berhasil membujuk hajung untuk pergi ke psikiater
Tanpa membuang waktu lagi, aku segera mengajak hajung pergi ke rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit, aku menyuruh hajung untuk menungguku, agar aku bisa menemui dokter albert di ruang tempat prakteknya
Aku mengetuk ruang praktek dokter albert untuk menanyakan psikiater terbaik di kota chicago
Dokter albert terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba saja menemuinya
"Ahh...nyonya sung!" Seru dokter albert
"Saya tidak tahu jika anda akan mengunjungi saya hari ini" ucap dokter albert menghampiriku dengan penuh senyuman
Ia mempersilahkanku untuk duduk di ruangannya
"Apakah ada sesuatu yang mendesak nyonya, sehingga anda pergi menemui saya tanpa menghubungi saya terlebih dahulu?" Tanya dokter albert
"Saya meminta maaf pada anda, dokter albert karena kehadiranku mengejutkanmu, tapi..seperti yang kau tahu, aku ke sini tanpa memberitahumu memang karena aku membutuhkanmu saat ini juga" ucapku serius
"Baik nyonya sung...apa yang bisa saya bantu untuk membantu anda kali ini, apakah ini berkaitan dengan kejadian yang terjadi di buffalo?" Tanya dokter albert yang menebak dengan tepat
"Apakah kau sudah mendengarnya dari dokter daniel?" Tanyaku
"Benar nyonya, saya mengetahui kejadian yang terjadi di buffalo beberapa hari yang lalu dari teman sejawat saya" ucap doker albert
"Ohh syukurlah...jika kau sudah tahu apa permasalahan yang ku alami saat ini, jadi..apakah kau bisa memberitahuku psikiater terbaik di kota ini?" Tanyaku
"Sebenarnya saya sudah menyiapkan psikiater terbaik yang ada di kota ini sejak dokter daniel menghubungiku, cepat atau lambat anda pasti akan pergi menemui saya"
"Saya hanya terkejut bahwa nyonya akan menemui saya secepat ini"
"Mungkin anda merasa kurang nyaman karena psikiater yang saya rekomendasikan sedang menangani pasien yang lain, bisakah anda menunggu hingga teman saya selesai menangani pasiennya?" Tanya dokter albert
"Baiklah..aku akan menunggunya dan sebisa mungkin aku akan membuat sepupuku sabar untuk menunggu" ucapku pada dokter albert
"Ahh....satu lagi, ku harap anda merahasiakan hal ini dari seo jin" ucapku dan ekspresi dokter albert sedikit terkejut
"Ahh...seperti yang kau tahu hubungan antar sepupuku dan suamiku kurang sedikit akrab, aku takut seo jin akan marah padaku jika ia mengetahui aku membawa sepupuku ke sini" ucapku pada dokter albert
"Seperti yang anda tahu, akhir-akhir ini hubunganku sedang baik dengan seo jin. Aku takut kami akan adu mulut dan bertengkar lagi, Jadi ku mohon biarkan aku yang akan bicara pada seo jin tentang masalah ini pelan-pelan" ucapku lagi
"Hahaha...baik nyonya, saya sangat mengerti tentang kondisi keluarga anda, meskipun saya sudah lama bekerja untuk keluarga park, saya bersedia untuk tidak memberitahukannya pada tuan seo jin untuk sementara demi kebaikannya" ucap dokter albert
"Lagi pula saya sangat senang karena beberapa bulan terakhir tuan seo jin terlihat senang saat bersama anda" ucap dokter albert
'Ku kira akan menjadi malapetaka baru saat aku memeriksa dia untuk pertama kalinya di hotel parkhyat, tapi ternyata tidak' gumam dokter albert
"Haah?!..maaf, apa anda sedang berbicara sesuatu?" Tanyaku penasaran
"Hahaha....tidak nyonya, saya hanya bergumam tentang rasa takjub saya pada anda karena bisa membujuk tuan hajung yang terkenal memiliki sifat temprament dan keras kepala untuk menemui psikiater" ucap dokter albert
"Apakah karena perubahan sikap anda, tuan hajung pada akhirnya mengalah dan mau menemui psikiater"
"Lagi pula saya sangat senang dengan perubahan sikap anda nyonya yang seperti ini. anda seperti kupu-kupu yang membantu bunga bermekaran dengan indah di dalam keluarga park dan sung"
"Saya harap semua permasalahan antara keluarga park dan sung bisa berjalan dengan baik dan tuan seo jin bisa hidup dengan damai serta..."
"Serta saya harap anda bisa terus selamanya berada di sisi tuan seo jin apapun yang terjadi, nyonya" ucap dokter albert dan sedikit membuatku bingung
"Ahh...hahaha...sepertinya saya terlalu banyak bicara pada anda nyonya, maafkan atas kelancangan saya"
"Saya akan memberitahu perawat untuk mengantarkan anda ke ruang praktek psikiater yang saya rekomendasikan untuk tuan hajung" ucap dokter albert dan beranjak dari posisi duduknya
Aku segera mengikuti dirinya dan mengucapkan terima kasih pada dokter albert yang telah membantuku
Selama di lorong rumah sakit, aku berpikir sejenak dengan ucapan dokter albert yang seolah-olah ia sudah tahu bahwa aku bukanlah deok mi yang asli
Tapi...
Dari mana ia tahu tentang identitasku yang sebenarnya? Apakah seo jin yang memberitahunya?
Tidak!
Tidak mungkin seo jin memberitahu dokter albert, terlalu beresiko jika semakin banyak orang yang tahu tentang kehadiran deok mi palsu, tapi sekilas aku mendengar ia bergumam tentang kejadian di hotel parkhyatt
Apa mungkin dari awal dokter albert sudah tahu bahwa aku adalah orang yang mirip deok mi, tapi karena itu bukanlah wewenangnya dan tidak ingin ikut campur dalam permasalahan keluarga park, ia berusaha menutupinya dan seolah ia tidak tahu apa-apa
Doker albert membuatku penasaran
'Dukk'
"Aduh!" Seruku yang telah menabrak sesuatu
"Kau itu selalu saja melamun, apa yang sedang kau pikirkan haah, hingga membuatmu tidak melihatku yang berada di hadapanmu" ucap hajung tiba-tiba berdiri di hadapanku
"Mian* (maaf) aku tidak melihatmu" ucapku lembut pada hajung
"Apa kau melamun karena sedang menyesal tidak meminta uang saja padaku?" Tanya hajung
"Kenapa aku harus menyesal??, aku tidak menyesal sama sekali" ucapku pada hajung
"Permintaamu terlalu merepotkan untukku, jika saja kau meminta uang, semuanya akan lebih mudah bagiku dan juga bagimu" ucap hajung ketus
"Sayangnya aku tidak tertarik dengan uangmu blee..." ledekku sambil menjulurkan lidah untuk mengejek ke hajung
"Kau..." ucap hajung terputus karena menahan kesal padaku
Sejenak aku melupakan apa yang kupikirkan tadi dan beralih ke hajung, setidaknya aku berhasil membuatnya pergi ke psikiater dan itu membuat hatiku tenang
Aku tersenyum lebar melihat ekspresi hajung yang sedang menahan kesal padaku
****
(Di waktu sekarang)
Setelah menunggu beberapa menit kemudian, aku dan hajung masuk ke ruang praktek dokter psikiater yang menangani hajung
Ia memperkenalkan dirinya sebagai psikiater di rumah sakit elit di kota chicago dan syukurlah ia berasal dari bangsa yang sama denganku dan juga hajung, ia adalah dokter oh yeon seo
Ia terlihat ramah dan menyambut kami dengan hangat, seperti biasa hajung terlihat ketus dengan orang baru
Hajung enggan berjabat tangan dengan dirinya
"Ahh...baiklah jika anda tidak terbiasa menjabat tangan ketika berkenalan" ucap dokter oh yeon seo dengan tetap tersenyum
"Jadi...siapakah di antara kalian berdua yang akan mengikuti sesi therapi?" Tanya dokter oh yeon seo
Aku menunjuk hajung dengan jariku yang sedang membuang muka dan enggan menatap wajah cantik dokter oh yeon seo
Sikap hajung seperti anak kecil yang sedang bertemu musuhnya, ia enggan menatap dokter oh yeon seo dan cenderung memilih menatap langit-langit ruangan
Aku menyenggol lengan hajung untuk bersikap baik. Hajung menoleh menatapku dan bicara 'kenapa' tanpa suara, ia hanya mengerakkan kedua bibirnya saja sebagai isyarat
"Ahh...apakah kau dipaksa oleh pacarmu untuk menemuiku?" Tanya dokter oh yeon seo dan membuatku terkejut
"Siapa yang kau sebut pacar?" Ucap hajung dan hal itu membuatnya tertarik dan menggubris dokter oh yeon seo
__ADS_1
"Apakah yang kau maksud dia?" Tanya hajung sambil menunjukku dengan jari tangannya
"Cihh...bagaimana aku bisa tertarik dengan wanita alien seperti ini" ucap hajung lagi sambil menggeser bangku dan duduk berhadapan dengan dokter oh yeon seo
Meskipun sedikit kesal karena hajung menyebutku wanita alien, tapi setidaknya ia duduk dan menanggapi psikiaternya
"Ohh...maaf jika aku salah dan menganggap wanita di sampingmu adalah kekasihmu, tapi ku pikir agak berlebihan jika kau menyebutnya wanita alien, karena ia terlalu cantik untuk dipanggil alien" ucap dokter oh yeon seo sengaja memancing hajung
"Cantik katamu?! Cih...masih banyak wanita cantik di luar sana yang bisa ku jadikan kekasih" ucap hajung
"Apa kau tidak bisa melihatnya? Mata bulatnya yang lebar dan pupilnya yang hitam pekat mirip seperti alien?"
"Neoo...* (kau...)" ucapku yang mengepalkan tanganku pada hajung
"Ohh...lihat-lihat jika ia sedang marah, matanya hampir meloncat keluar membuatnya persis seperti alien yang di film-film, ouhh...aku merinding melihatnya" ucap hajung dan membuatku menutup kedua mataku
"Hahaha...baiklah jika kau menganggapnya alien, tapi aku heran bagaimana kau bisa betah berada di sampingnya jika melihat wajahnya saja membuatmu tidak nyaman karena menurutmu ia jelek?" Tanya dokter oh yeon seo
Hajung terdiam ketika doker oh yeon seo menanyakan hal itu padanya
Hajung menatapku dengan tatapan bersalah, ekspresinya berubah dengan cepat
"Itu karena...tanpa sadar aku melakukan kesalahan dan menyakiti dirinya, jika aku tidak melihatnya, hal itu membuatku merasa sangat tidak nyaman dan membuatku sesak" ucap hajung sambil menatapku dengan lembut
Beberapa menit ruangan menjadi hening tepat setelah hajung mengatakan kalimat itu padaku
"Baiklah tuan hajung, bersediakah kau menceritakan kejadian itu padaku dan mengingatnya kembali dengan metode hipnotis?" Tanya dokter oh yeon seo
"Aku akan membantumu menghilangkan rasa sesakmu yang kau rasakan saat ini" ucapnya lagi
"Mm...aku bersedia, lagi pula aku sudah berjanji padanya untuk mengikuti therapi dengan psikiater" ucap hajung dan masih menatapku dengan tatapan kosong
"Baiklah...nyonya sung, bisakah kau meninggalkan kami berdua dan membiarkan tuan hajung berkonsentrasi untuk mengikuti therapiku?" Tanya dokter oh yeon seo
"Aku akan menunggu di luar ruangan hingga therapinya selesai" ucapku pada hajung dan pergi meninggalkan ruangan
Aku berjalan mendekati pintu dan tatapan hajung masih mengikutiku.
Aku sedikit khawatir dengannya, tapi ku pikir ini adalah jalan terbaik untuk mental hajung saat ini
*****
Aku tidak tahu sudah berapa lama aku menunggu di luar ruangan dan merasa cemas dengan metode hipnotis yang dilakukan oleh dokter oh yeon seo bisa berhasil membuat hajung merasa lebih baik atau justru sebaliknya
Aku harap semua baik-baik saja, hingga pintu ruangan praktek dokter oh yeon seo terbuka dan melihat hajung keluar dari ruangan tersebut
Aku menatap hajung dengan perasaan khawatir, aku tidak bisa menebak ekspresi wajah hajung saat ini
Wajahnya terlalu datar saat melihatku
"Masuklah ke dalam, ia ingin bicara empat mata denganmu sebagai waliku" ucap hajung padaku
"Neo gwaenchana? *(kau tidak apa-apa?)" Tanyaku pada hajung sambil menggenggam kedua tangannya
"I'm ok" ucap hajung sambil melepas genggaman tanganku dan menepuk bahuku dengan pelan
Aku menutup pintu dan masuk ke dalam ruangan praktik dokter oh yeon seo
Psikiatri itu tersenyum lembut ketika melihatku, tanpa basa-basi, aku segera duduk di hadapannya dan bertanya keadaan hajung
"Apakah ia baik-baik saja?" Tanyaku penasaran
"Nne* (iya) dia baik-baik saja" ucap dokter oh yeon seo santai sambil tersenyum
"Haah...syukurlah" ucapku
"Aku sangat berterima kasih padamu nyonya sung, jika kau tidak membawanya ke sini, mungkin penyakit mentalnya akan lebih parah dan ia akan mengalami dissociative identity disorder atau D.I.D, mungkin bahasa umumnya kepribadian ganda" ucap dokter oh yeon seo
"Benarkah?! Ku pikir hajung sudah mengalami hal itu" ucapku
"Untungnya belum, ia hanya menderita gangguan kecemasan dan PTSD atau gangguan stres pasca trauma" ucapnya
"Aku turut prihatin dengan kejadian naas yang hampir membuatmu kehilangan nyawa pada malam itu, nyonya sung" ucap lagi dokter oh yeon seo
"Apakah hajung menceritakan semuanya padamu?" Tanyaku penasaran
"Tentu saja, karena aku melakukan metode hipnotis pada dirinya, semua yang tidak ia ingin katakan padaku keluar dengan mudah karena yang berbicara adalah alam bawah sadarnya"
"Tapi karena kejadian malam itu, tuan hajung menjadi merasa bersalah padamu dan seolah-olah kejadian buruk itu terus menerus berulang hingga membuatnya terasa sesak" ucap dokter yeon seo
"Wajar jika ia mengalami perubahan drastis pada emosinya, dan karena gangguan kecemasannya yang tidak terobati, ia cenderung menjadi seorang pemarah dan sangat temprament"
"membanting barang adalah sesuatu yang membuatnya lega, hingga tuan hajung hilang kendali dan hanya emosi saja yang menguasai dirinya"
"Jika sudah seperti itu harus ada seseorang yang mengawasinya, jika tidak, sesuatu yang buruk akan terjadi padanya atau mungkin ia bisa melukai dirinya dan orang-orang sekitarnya seperti yang anda alami pada saat itu"
"Aku salut padamu, nyonya. karena anda telah berani tetap berada di sampingnya saat gangguan kecemasannya kambuh, meskipun hal itu terdengar nekat dan sesuatu yang sangat fatal hampir terjadi pada anda" ucap dokter oh yeon seo panjang lebar
"Tapi..kenapa saat pagi harinya ia melupakan kejadian pada malam itu, seolah tidak terjadi apa-apa?" Tanyaku heran
"Mmm...kemungkinan alam bawah sadarnya enggan untuk mengingat hal buruk dan memilih untuk melupakannya. Syukurlah alam bawah sadar tuan hajung tidak memunculkan kepribadian yang lain untuk mengambil alih waktunya dan pada akhirnya kepribadian ganda tidak terjadi pada dirinya"
"Jika sudah muncul kepribadian lain, akan sangat sulit untuk mengobati penyakit mentalnya dan hal ini menjadi sangat serius serta berakibat buruk untuk tuan hajung"
"Tapi efeknya ia terus mengingat kejadian kelam itu secara terus menerus dan itu menjadi mimpi buruk baginya ketika ia tidur" ucap dokter yeon seo
"Bisakah hajung melupakan hal itu agar ia tidak mengalami mimpi buruk lagi?" Tanyaku
"Tapi aku sudah meresepkan obat untuk dirinya dan pastikan ia meminum obat itu agar ia lebih tenang" ucap dokter yeon seo
"Obat terbaik saat ini adalah, ia harus mampu untuk berdamai dengan dirinya di masa lalu agar ia bisa sembuh dari penyakitnya dan harus menerima segala kekurangan yang ada dirinya"
"Tapi..tidak secepat itu untuk membuatnya kembali normal, pastikan ia ikut terus therapiku dan mengonsumsi obat yang ku berikan"
"Aku meminta tolong padamu nyonya, untuk tetap berada di sampingnya selama menjalani therapi. karena ku pikir tuan hajung memiliki ketertarikan padamu" ucap dokter yeon seo mengakhiri perbincangan kami
Aku pamit dan beranjak pergi dari posisi dudukku, setelah keluar ruangan, aku melihat hajung yang sedang duduk menungguku untuk keluar
"Sudah selesai? Ayo segera pulang, aku akan mengantarmu pulang" ucapnya santai seperti tanpa beban
Aku menghembuskan nafas ketika mendengar penjelasan dari dokter yeon seo betapa seriusnya penyakit mental hajung, tapi ia justru santai seperti ini
Selama di mobil aku hanya terdiam dan menghembuskan nafas saja hingga membuat hajung menegurku karena merasa terganggu oleh sikapku
"Hei..aku pasiennya, kenapa justru kau yang sedih?" Tanya hajung
"Aku bersyukur, karena aku bisa membawamu ke psikiater di saat yang tepat" ucapku
"M-mwo?* (apa?)" Ucap hajung
"Hajung-ssi..tetaplah semangat jangan menyerah untuk menjalani therapi dan minum obat sampai kau sembuh"
"Aku akan terus berada di sampingmu, sampai kau benar-benar sembuh dan stabil, semangatlah!" Ucapku pada hajung
"H-hei kim hye jin, kau adalah orang asing ingat itu!"
"Dan aku menuruti kemauanmu karena aku membalas budi padamu, kau harus ingat itu!" Ucap hajung
Benar juga
Aku hanya memintanya sebulan untuk mengikuti therapi, setelah itu aku tidak berhak untuk ikut campur dalam urusannya
Bisakah dalam sebulan hajung sembuh dari penyakit mentalnya?
"Aisshhh....." ucapku sambil membenturkan belakang kepalaku ke bangku mobil hajung
"Yya..*(hei) kim hye jin, Apa kau juga ingin ikut therapi denganku? Sepertinya kau membutuhkannya" ucap hajung meledekku
"Nne* (iya) aku membutuhkan therapi..."
"Tapi therapi makanan pedas" ucapku
"Yyyaa...*(heei...) berhentilah di toko kelontong pinggir jalan tempat biasa aku makan ttopoki* (kue beras)" ucapku pada hajung
"Apa kau tidak ada tempat makan lain selain di sana?" Tanya hajung
"Opseo* (ga ada) tempat itu terdapat makanan terbaik untuk menghilangkan stres, kau bisa pergi setelah mengantarku" ucapku pada hajung
"Kau pikir hanya kau saja yang lapar hhah?! Aku juga lapar, Cari tempat lain. jangan di tempat kumal seperti itu!" Teriak hajung memerintahku
"Bagaimana mungkin tempat kumuh dan toko tua seperti itu menjadi tempat makan favorite seseorang? Ahh.... benar juga kau kan alien bukan manusia, wajar saja tempat itu cocok menjadi tempat makan favoritmu" ucap hajung meledekku
"Yya..*(hei..) jika kau lapar, makan saja sana di restoran mewah tempat favoritmu setelah mengantarku!"
'Cih...lagi pula aku tidak mengajakmu untuk makan bersamaku' gumamku
"Mwo!* (apa?!) Aku bisa mendengarmu kim hye jin" ucap hajung
"Syukurlah jika kau bisa mendengarnya, aku tidak perlu mengulangi ucapanku lagi" ucapku bertengkar pada hajung
"Ania*(tidak) aku tidak bisa melepas mahluk alien sepertimu yang sedang kelaparan, jika aku melepasnya akan ada korban jiwa manusia yang di makan olehmu" ucap hajung yang sedang meledekku
"Aisshh...Neo michiseo!* (isshhh...orang gila!) Berhentilah mengejekku!" Teriakku pada hajung yang mudah kesal karena aku sedang lapar
Setelah beberapa menit, akhirnya aku dan hajung sampai di toko kelontong favoritku yang menyediakan menu makanan korea di lantai dua
Aku menyapa ahjumma* (bibi) pemilik dari toko kelontong itu yang sudah akrab denganku
"Aigoo...kau datang lagi ke sini bersama pria tampan yang kemarin. Apakah kalian berkencan?" Tanya bibi pemilik kelontong
"Cih....berkencan apanya, justru dia yang membututiku kemari" ucapku
"Apa maksudmu membututimu? Kau bahkan menumpang di mobilku, apa kau lupa nona kim?" Tanya hajung
"Iya...aku memang menumpang di mobilmu, tapi aku tidak mengajakmu untuk masuk ke dalam sini bersamaku" ucapku ketus
"Yya..*(hei) apa kau pikir toko ini adalah milikmu yang bisa mengatur seseorang keluar masuk?"
"Apakah bibi itu melarangku untuk masuk ke sini?" Tanya hajung sambil menunjuk bibi pemilik toko
"Ania* (tidak) anak muda tampan, kau bisa bebas keluar masuk di tokoku" ucap ahjumma pemilik toko
Hajung menjulurkan lidahnya pertanda ia meledekku
"Jika aku benar-benar mahluk alien, kau adalah orang pertama yang aku jadikan kudapan" ucapku sinis pada hajung
"Neo...*(kau..).."
"Ahjumma* (bibi) aku mau ttopoki (kue beras) super pedasnya satu!" Seruku memotong hajung yang akan berbicara
__ADS_1
Aku duduk dan menuang air ke dalam gelas yang ada di atas meja
Sedangkan hajung justru duduk tepat di hadapanku
Cih..orang ini, padahal tadinya ia menjelek-jelekan tempat ini, tapi nyatanya ia justru duduk di hadapanku sekarang
Pria ini sangat bertolak belakang dengan apa yang diucapkannya
Hingga beberapa menit menunggu, akhinya makanan favoritku hadir di atas meja
Tanpa basa-basi hajung langsung melahap kue beras yang ada di hadapanku
"Ohok..ohok" hajung terbatuk beberapa kali setelah melahap beberapa kue beras dan segera menuang air ke dalam gelas
Hajung langsung meneguk air yang terisi penuh tadi dan segera menghabiskannya. Beberapa kali hajung menepuk dadanya sambil terbatuk pelan beberapa kali
"Yya...*(hei) apa kau sengaja memesan yang super pedas karena ingin membunuhku? Orang biasa bisa mati karena memakan makanan pedas seperti ini" ucap hajung menatapku
"Aigoo...anak tampan, kenapa kau memakan makanan hye jin. Aku sengaja membuatnya pedas seperti itu karena itu adalah makanan favoritnya" ucap bibi pemilik toko
"Haha..biarkan saja bi, itu adalah hukuman untuk orang yang main nyerobot makanan milik orang lain, rasakan!" Ucapku meledek hajung
"Kau benar-benar bukan seorang manusia nona kim, alien adalah sebutan yang pantas untukmu" ucap hajung
"Ini makanlah...punyamu sedang aku buat tadi, bersabarlah sedikit anak muda yang tampan" ucap bibi pemilik toko sambil menyodorkan seporsi kue beras dengan ramah
"Yya...*(hei) jika kau juga ingin ttopoki kau bisa mengatakannya secara langsung tidak perlu bicara justru sebaliknya di dalam mobil tadi" ucapku sambil makan kue beras
"Kau tahu pada saat perang dunia kedua, banyak para warga yang tidak bisa memilih makanan apapun di saat krisis bahan makanan terjadi. Mereka akan memakan apapun selama itu bisa dijadikan bahan makanan dari pada mereka harus kelaparan"
"Begitu juga dengan diriku, aku sedang mengalami krisis makanan dan tidak bisa memilih makanan, jadi aku akan memakan makanan yang ada di hadapanku saat ini dari pada aku harus kelaparan" ucap hajung panjang lebar dan membuatku semakin pusing mendengarnya
"Terserah apa maumu hajung" ucapku datar
"Ehem...kau juga selalu bersikap bertolak belakang dengan apa yang kau mau, kau tidak berkaca pada dirimu sendiri nona kim" ucap hajung
"Apa? Aku? Bertolak belakang?" Ucapku
"Tidak mungkin... aku sangat berbeda denganmu, apa yang aku ucapkan sesuai dengan kemauanku dan keinginanku"
"Jika orang itu baik, aku akan mengatakan baik, jika orang itu jahat, aku akan mengatakan sejujurnya bahwa orang itu breng**k" ucapku pada hajung sambil menatapnya sinis
"Lihatlah..sekarang kau sedang tidak jujur pada dirimu, aku sudah bisa menebaknya" ucap hajung
"Busun suriya?* (apa maksudmu?)" Tanyaku
"Cih...Kim hye jin-ssi kau menyukaiku kan makanya kau bertindak seperti ini padaku" ucap hajung
"Kau berpura-pura benci padaku tapi nyatanya kau sangat menyukaiku"
"kau bersikap kasar dan bicara ketus seperti ini hanya untuk menarik perhatianku padamu kan?" tanya hajung
"usaha yang bagus nona kim, semakin kau bersikap membenciku, itu artinya rasa sukamu padaku sangat besar hingga tidak bisa dilukiskan oleh kata-kata" ucap hajung yang sangat narsis
"Mworagu?!!!* (apa katamu??!))" Seruku mendengar pernyataan hajung yang gila itu
"Setelah ku pikir-pikir saat kau mengatakan padaku tadi pagi bahwa aku adalah laki-laki yang sangat kau benci, itu artinya aku adalah pria yang sangat kau sukai" ucap hajung
"Kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu seperti saat ini pada saat kita berada di rumah sakit"
"Aku melihatmu sangat khawatir padaku dan aku bisa melihat ketulusanmu bahwa kau menyukaiku yang rela menungguku tanpa meninggalkan satu langkahpun dari ruang praktik dokter yeon seo saat aku menjalani therapi hipnotis"
"Ku pikir kau benar-benar mahluk alien, tapi setelah ku pikir-pikir misteri ini terpecahkan"
Seketika aku teringat ucapan dokter yeon seo yang mengatakan gangguan kecemasan tidak hanya mempengaruhi emosi marah saja, tapi juga bisa keseluruhan termasuk rasa percaya diri yang berlebihan seperti narsistik
"Kau rela melakukan hal seperti ini karena kau sangat menyukai.."
"Berhentilah berpikir sung hajung! Dan anggap saja aku adalah alien" ucapku memotong ucapan hajung yang salah paham dengan perlakuanku padanya
"Kau boleh memanggilku alien sesuka hatimu dan jangan pernah berpikir apa maksud dan tujuanku untuk membantumu"
"Aku sudah selesai makan, kau bisa menyelesaikan makananmu pelan-pelan" ucapku sambil beranjak dari posisi dudukku
"Aah...jangan dimakan sisa makananku ya? Kau akan semakin gila jika memakannya" ucapku mengingatkan
"Dan satu lagi, Jangan lupa untuk meminum obatmu ok!. itu untuk kebaikanmu dan juga kebaikan diriku,
" 3 hari lagi kita akan bertemu untuk melanjutkan therapimu, aku akan menemuimu di tempat biasa" ucapku sambil merogoh uang recehku untuk membayar kue berasku ke bibi pemilik toko
"Yya neo odiga?* (hei..kau ingin pergi ke mana?) Tanya hajung sambil berdiri
"Jangan ikuti aku!!" Perintahku pada hajung dan pria itu kembali duduk
"Aku masih ada urusan dengan sahabatku, aku akan pergi naik bis, dahh!" Ucapku yang langsung kabur meninggalkan hajung
Ouhh...
Bulu kudukku langsung berdiri ketika ia mengatakan bahwa aku menyukai dirinya keluar dari mulut pria yang sangat ku benci itu
Aku menenangkan diriku di dalam bis dan berencana pergi ke dorm untuk mengunjungi emma tanpa harus memberitahunya melalui handphone
Waktu menunjukkan pukul 2 siang dan aku yakin emma akan kembali ke dorm untuk kerja part time pada pukul 4 sore
Aku masih punya waktu untuk berbicara dengan emma, sebaiknya aku harus membicarakan hal ini padanya dan memintanya untuk bekerja sama dengan alibi yang aku buat untuk membohongi seo jin untuk sementara waktu
Sesampainya di halte bus, aku berjalan kaki sekitar 300 meter untuk sampai ke dorm
Aku berjalan sambil memikirkan ucapan hajung yang masih membuatku merinding sambil menunduk menatap langkah kakiku satu persatu
Aku tidak melihat ke arah depan dan tidak melihat sekelilingku
Aku tidak tahu jika ada seseorang yang aku hindari saat ini sedang menungguku di luar dorm
Hingga akhirnya seseorang memanggil namaku dan membuatku mengangkat kepala lalu melihat laki-laki itu tepat berada di hadapanku
Aku terkejut setengah mati ketika melihat seo jin berada di hadapanku hanya dengan jarak beberapa meter saja
Aku diam mematung ketika seo jin berlari kecil menghampiriku
Arrgghhh....
Gawat
Gawat
Gawat
"Kenapa kau di luar? Ku pikir kau berada di dalam dorm" ucap seo jin
"Aku sudah meneleponmu beberapa kali, tapi tidak kau angkat"
"Karena aku khawatir dan kau tidak pulang semalam, aku memutuskan untuk menjemputmu di depan dorm" ucap seo jin dan aku hanya diam seribu bahasa
"Tapi..kenapa kau sendirian? Di mana emma?" Tanya seo jin
Ahh...
Mati aku!
Apa yang harus aku jawab!
Handphone aku silent, hingga aku tidak mengetahui seo jin meneleponku
Beberapa kali
"Ohh...kim hye jin!!!" Panggil seorang wanita dari belakang
Ahh
Suara itu?!
Emma
Kenapa ia memanggil namaku dengan ceria seperti itu
Gawat!!
Aku belum sempat cerita pada emma tentang alibiku
"Oh...tuan park?! Kau juga di sini?" Tanya emma heran
"Emma?! Kau dari mana? Kau terlihat baik-baik saja sekarang. apa kau sudah sembuh dari perasaan sedihmu karena patah hati dan berusaha move on?" Tanya seo jin yang penasaran dengan emma
"Aku? Tentu saja pulang dari kampus karena habis mengikuti kelas pagi jam 10 tadi" ucap emma
"Tindakanmu tepat emma, kau harus mencari kegiatan dan padatkan jadwalmu agar kau bisa terhindar dari rasa sakit hati karena mantan pacarmu berselingkuh" ucap seo jin memberi nasehat pada emma
"Ohh...siapa yang sakit hati? Aku??" Tanya emma dan menatapku dengan heran
"Ahh..bukankah hye jin menginap denganmu tadi malam untuk menghibur dirimu agar tidak berlarut dalam kesedihan?" Tanya seo jin pada emma
Waakkk
Tamat sudah riwayatku
Kebohonganku akan segera terungkap hari ini
Ohh...kim hye jin
Kau memanglah pembohong amatir
bersambung....
__________________________
uwo uwo~~~
happy weekend semua^^
maafkan hyung yang telat buat update
maafkeun ya hyung belum bisa memenuhi untuk update teratur dan hadir untuk melanjutkan kisah ini 🙏🙏🙏
hyung sangat berterima kasih untuk kalian yang sangat sabar menungguku hingga episode selanjutnya terbit
bagaimana komentar kalian tentang episode kali ini? biasa aja? atau malah makin penasaran?
hyung tunggu komentar kalian ya di kolom bawah ini
__ADS_1
jangan lupa untuk vote, like dan koment dari kalian
semoga sehat selalu semuanya 🥰🥰🥰