Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 85


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


hari yang dinantikanpun tiba, aku dan hajung berada di taman kota dan memutuskan untuk menghadapi orang misterius yang telah mengirimkan surat kaleng


hajung mengawasiku dalam radius beberapa meter dibelakangku untuk memantau area sekitar jika terjadi sesuatu yang mencurigakan


aku menggunakan earbuds di telinga kananku  agar hajung bisa mendengar ucapan orang misterius itu jika aku bertemu dengannya lalu menutupinya dengan rambutku agar tidak ketahuan


aku berdiri tepat di samping air mancur taman kota, sesuai petunjuk peta yang dikirimkan melalui surat kaleng itu.


15 menit berlalu namun belum datang juga seseorang menghampiriku, padahal banyak orang yang berlalu-lalang di taman ini. mungkin hari ini adalah hari minggu, tidak aneh jika banyak penduduk sekitar sini berdatangan ke taman kota ini meskipun hari ini diramalkan akan mulai turun salju


hingga aku terkejut ketika seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki menghampiriku dan menanyakan namaku


"apakah anda nona kim hye jin?" tanya anak itu dengan nada suara yang pelan


bagaimana ia tahu namaku?


apakah anak ini di suruh oleh orang yang mengirim surat kaleng ke rumah seo jin dan enggan bertemu denganku secara langsung?


aku merubah posisiku yang semula berdiri menjadi jongkok agar setara tingginya dengan anak laki-laki yang ada di hadapanku


"mm...apakah ada yang  bisa ku bantu, nak?" tanyaku ramah


"aku ingin memberikanmu ini" ucapnya sambil memberikan sebuah paket kardus kecil padaku


setelah aku membukanya, aku melihat gulungan kertas dan secarik amplop yang entah  apa isinya, namun tertulis namaku di amplop berwarna putih itu


"siapa yang menyuruhmu memberikan ini?" tanyaku pada anak kecil tersebut


anak laki-laki itu menunjuk ke arah pohon yang ada di sudut kanan dekat bangku taman


aku menyipitkan kedua mataku dan melihat seorang laki-laki sedang bersembunyi di balik pepohonan yang ada di taman ini


seketika aku melihat hajung yang berlari ke arah pepohonan yang ditunjuk oleh anak kecil tadi dan benar saja, pria misterius itu berlari kencang ketika mengetahui hajung berusaha mendekat ke arah laki-laki tersebut


aku ikut berlari mengikuti hajung dan meninggalkan anak laki-laki yang ada di hadapanku


saat aku mampu menyusul hajung, aku berhenti berlari karena melihat hajung berhasil menangkap pria itu dan pria itu berusaha untuk kabur dan melepas cengkaraman hajung yang memegang pakaiannya namun usahanya gagal


"hei dude, kau ingin ke mana? terlihat kau sepertinya sedang terburu-buru" ucap hajung basa-basi


"apa kau yang menyuruh anak kecil itu untuk memberikan ini padaku?" tanyaku pada pria asia yang ada di hadapanku


"aishh...sial!" ucapnya


****


aku dan hajung memutuskan untuk mengajak ngobrol pria misterius itu di restoran China yang ada di dekat taman kota tersebut


pria itu menyeruput mie rebus panas dan memakannya dengan lahap


aku dan hajung melirik satu sama lain melihat keanehan sosok laki-laki yang ada di hadapanku


"ahh..."


"terima kasih karena telah memberikanku makanan enak seperti ini hehe" ucap pria itu cengengesan


"cepat beritahu kami siapa kau sebenarnya dan kenapa kau menyuruh anak kecil itu untuk menemui wanita yang bernama kim hye jin" ucap hajung ketus


"sudah ku katakan padamu, aku hanyalah tunawisma yang berkeliaran di daerah sini" ucap pria itu


"seorang pria dengan gaya nyentrik menghampiriku lalu memberikan sejumlah uang yang banyak dengan satu syarat aku harus memberikan benda itu padamu"


"aku takut benda yang kau pegang itu adalah narkoba, jika aku dijebak dan orang yang aku temui adalah polisi yang sedang menyamar, maka tamatlah riwayat kehidupanku"


"meskipun aku benci berada di panti sosial, tapi aku lebih tidak ingin masuk ke dalam penjara karena dituduh menjadi pengedar narkoba"


"jadi itu alasanmu menyuruh anak kecil itu untuk menemuiku?" tanyaku langsung


"hahaha...kau sudah tahu jawabannya nona" ucap lagi pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya padaku dan tersenyum mesum


"brengsek bisakah kau lebih serius sedikit ketika seseorang sedang menanyakanmu?" ucap hajung sambil menggebrak meja dengan kepalan tangannya


"hajung-ssi tenanglah" ucapku sambil memegang bahu hajung


"ouch....pacarmu sangat temperament sekali nona, kenapa kau bisa memiliki kekasih seperti ini? hihihi..." tanyanya lagi


aish...


kepalaku pusing karena harus memikirkan siapa orang yang menyuruh tunawisma ini?


"bisa kau beritahu kami di mana kau bertemu dengan pria yang kau bilang tadi?" tanyaku


"hahaha...nona, aku adalah tunawisma , kemana lagi aku bisa pergi? aku selalu tidur di depan toko kosong seberang restoran ini"


"biarpun aku selalu berusaha kabur dari keamanan yang sedang berpatroli, tentu saja aku selalu kembali lagi ke sana"


"sulit mencari tempat tinggal yang layak untuk tidur. ditambah lagi saat ini sudah memasuki musim dingin, jika aku tidak pintar mencari tempat untuk tidur, aku bisa mati kedinginan" ucap pria itu yang malah mencurahkan keluh kesahnya


"memangnya apa isi paket yang kau terima itu, nona?" tanya pria tunawisma yang ada di hadapanku


"ini ambillah, hanya ini yang aku punya" ucapku sambil memberikan lembaran uang dollar dan mengabaikan pertanyaan tunawisma itu


"kau bisa tidur beberapa hari di motel dan membeli makanan yang hangat saat musim dingin tiba"


"tapi ku sarankan sebaiknya kau kembali ke panti sosial, itu adalah tempat yang terbaik untukmu setelah uang yang ku berikan ini telah habis.  lagi pula kau tidak punya tujuan kan berada di kota ini" ucapku dan pergi meninggalkan pria tunawisma itu


"yya* (hei) Kim hye jin! apa kau sudah gila?!" teriak hajung sambil menyusulku keluar dari restoran China dan pergi meninggalkan pria tunawisma itu


"kenapa kau justru memberikannya sejumlah uang?" tanya hajung


"lalu kau mau aku harus bagaimana? apa kau tidak mendengar pria tunawisma itu juga disuruh oleh seseorang yang tidak dikenal?"ucapku


"ku rasa kita harus membuka isi surat ini bersama-sama agar kita segera tahu apa isinya" ucapku pada hajung


"ayo ke mobilku, udara juga sudah mulai dingin" ucap hajung


sesampainya di dalam mobil, aku dan hajung bersama-sama membaca isi surat yang telah aku terima hari ini


'salam hangat untuk anda nona kim


maafkan aku yang tidak bisa menemui dirimu karena aku ingin merahasiakan identitasku darimu dan seluruh orang yang terkait dengan masalah kejahatan dong il


aku yakin anda dan tuan hajung ingin sekali bertemu denganku dan memastikan bahwa aku bukanlah orang jahat dan bukan di perahu yang sama dengan dong il


aku hanya bisa memberitahukan padamu bahwa aku adalah mantan pegawai yang bekerja di real estate rose


aku telah mengetahui sesuatu yang tidak beres pada sistem kerja tuan dong il, aku bermaksud untuk mencari tahu lebih lanjut dan mencari bukti kejahatan dong il lalu menyimpannya di sebuah flash disk yang aku letakkan di suatu tempat tanpa sepengetahuan orang lain dan berencana melaporkannya ke tim audit peusahan


namun sebelum aku menyerahkan flash disk itu ke tangan tim audit, nyonya sung deok mi telah mengendus gerak-gerikku dan mengancam akan membunuhku jika aku melaporkan tindakan kejahatan ayahnya ke tim audit


dengan ancaman seperti itu, nyonya sung menyuruhku untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan memaksaku untuk memberitahu di mana aku menyembunyikan flash disk yang berisi bukti kejahatan dong il


aku sengaja meletakkan semua bukti kejahatan dong il di loker stasiun kereta bawah tanah kota ini agar tidak ada orang yang curiga namun sayangnya kunci itu dipegang oleh nyonya sung


namun beberapa hari kemudian saat aku selesai membereskan barang-barangku yang ada di kantor saat malam hari, aku tidak sengaja mendengar seseorang menelepon tuan dong il dan mengatakan bahwa putri semata wayangnya mengalami kecelakaan hebat dan harapan hidupnya sangat kecil


namun dalam kurun waktu kurang sebulan, aku mendengar dari temanku bahwa putri semata wayangnya tuan dong il hadir di acara launching real estate rose yang ada di buffalo dalam keadaan sehat dan bugar


tentu banyak sekali pertanyaan yang muncul pada diriku, hingga aku memutuskan untuk mengikuti segala aktifitas anda secara diam-diam dan aku telah menemukan jawabannya


anda hanyalah orang lain yang terlihat mirip dengan nyonya deok mi dan menggantikan posisinya untuk saat ini


aku tidak tahu apa alasanmu memutuskan untuk menjadi nyonya deok mi apakah diancam oleh tuan dong il atau karena kau tergiur oleh bayaran dalam jumlah besar yang ditawarkan oleh dong il


perlu anda ingat nona, dong il adalah orang yang kejam dan tidak akan ragu-ragu untuk menghabisi nyawa orang lain jika hal itu menghambat kesuksesan perusahaan yang ia cintai


dan dong il bisa menkhianati siapa saja jika ia sudah tidak menganggap orang laim berguna baginya


aku memutuskan untuk meminta bantuanmu karena aku tahu kau adalah gadis yang baik nona kim


aku mengetahuinya karena aku telah mengikutimu selama hampir sebulan ini


aku hanya khawatir jika suatu saat putri semata wayangnya tuan dong il sadar dari koma, keselamatanmu tidak akan terjamin karena takut kau akan menjadi penghambat perusahaannya di masa depan nanti


hingga saat ini aku tidak tahu apakah barang bukti kejahatan itu sudah diambil oleh nyonya sung lalu  dilenyapkan olehnya ataukah masih berada di dalam loker


aku tidak bisa membuka paksa loker itu karena takut akan ketahuan oleh petugas keamanan stasiun dan menimbulkan masalah


aku harap anda bisa menemukan kunci loker tersebut dan tidak perlu bersusah payah lagi demi mendapatkan bukti kejahatan dong il


aku telah memberikan peta petunjuk untuk menemukan lokasi loker stasiun kereta bawah tanah yang aku maksud


semoga anda bisa menemukan kunci yang disimpan oleh nyonya sung, nona kim dan mampu menyerahkan bukti itu ke tim audit perusahaan'


"apakah kau ingat kunci kecil yang aku temukan di kamar deok mi? di mana kau menyimpannya?" tanyaku pada hajung


"mungkinkah..." ucap hajung sambil menatapku


tanpa membuang waktu lagi, hajung segera menyalakan mesin mobil dan langsung menuju apartementnya untuk mengambil barang-barang deok mi yang aku temukan di kamarnya


aku pikir kunci kecil itu adalah kunci loker milik stasiun kereta bawah tanah yang sengaja di sewakan untuk umum


meski terdengar teledor karena menyimpan bukti berharga seperti itu, hal ini tentu saja tidak akan disadari oleh orang banyak dan tidak akan mengira bahwa akan ada seseorang yang menyimpan bukti kejahatan di tempat seperti itu


selesai mengambil kunci kecil yang diduga adalah kunci loker yang dimaksud isi surat tadi, aku dan hajung segera pergi ke stasiun bawah tanah sesuai peta yang dikirim bersama pesan surat tadi


hingga akhirnya aku sampai di stasiun bawah tanah kota chicago. suasana di stasiun kota chicago tidak begitu ramai, karena orang-orang mulai mengurangi kegiatan berpergian di hari minggu dan menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah dibandingkan di luar rumah karena cuaca yang mulai dingin


hajung menemukan loker dengan nomor 411. tempat di mana barang bukti kejahatan pamannya berada di dalam situ


hajung mulai mengeluarkan kunci itu dari saku jaketnya dan menatapku sebelum memasukkan kunci ke loker tersebut


"lakukanlah" perintahku yang mulai penasaran


hajung memasukkan kunci tersebut ke dalam lubang kunci loker  dan memutarnya searah dengan jarum jam


sesuai dugaanku dan hajung, fungsi kunci kecil yang disimpan oleh deok mi adalah kunci dari loker yang ada di hadapanku


tanpa membuang waktu lagi, hajung segera membuka dan memeriksa isi dari loker tersebut


betapa terkejutnya hajung dengan isi di dalam loker tersebut, tidak hanya sebuah flashdisk, melainkan beberapa lembar foto dong il yang sedang bekerja sama dengan para preman di wilayah tersebut dan kasus penyuapan para pejabat seperti kepala desa agar mendesak para warganya untuk menjual tanahnya ke real estate rose


"hye jin-ssi, ku rasa aku bisa membuat dong il  menghentikkan perbuatan kotornya jika aku mendapat semua bukti ini" ucap hajung padaku


aku tersenyum pada hajung.


syukurlah ini bukan jebakan, melainkan sebuah keberuntungan untuk menghentikkan dong il


dengan begini, aku bisa membuktikan ke seo jin bahwa ayah mertuanya mendapat kesuksesan perusahaannya dari hasil kotor seperti ini


dengan begini, ku harap seo jin bisa membuka sudut pandang penilaiannya terhadap hajung dan tidak mendewakan ayahnya mertuanya lagi serta  menganggap ayah mertuanya baik hati


aku dan hajung memutuskan untuk pergi kembali ke apartement hajung, tentu saja masih dengan jalur rahasia basemant dan menghindari loby agar penguntit yang mengintai hajung tidak mengetahui bahwa aku sedang bersama hajung saat ini


sesampainya di kamar apartement hajung, aku membantu hajung untuk memilah dokument tentang bukti penyuapan dan pemasukan serta pengeluaran perusahaan yang tidak sesuai jumlahnya dengan kebutuhan perusahaan


begitu pula dengan hajung, ia menemukan bukti bahwa dong il pernah mempermainkan harga saham perusahaan agar para pemegang saham minoritas yang tidak terlalu berpengaruh di dalam perusahaan real estate rose, bisa menjualnya dengan harga serendah mungkin dan ia beli kembali untuk memperkuat nilai saham yang ia punya


berbagai cara dong il lakukan untuk meraup keuntungan dengan modal sedikit dan membuat orang menderita serta rugi karena tindakan yang ia lakukan


tentu saja hal ini akan sangat berpengaruh pada dong il jika bukti ini tersebar luas ke publik dan akan membuat citra perusahaan real estate rose memburuk

__ADS_1


"aku sudah memilahnya sesuai urutan dan sesuai keinginanmu dari tahun ke tahun dan pemasukan serta pengeluaran perusahaan yang normal.  ku rasa jika disusun seperti ini, tim audit akan semakin mudah mengetahui gap nya" ucapku ke hajung


"baiklah...terima kasih kim hye jin, aku akan memberikan bukti ini ke tim audit besok" ucap hajung


"bersiaplah aku akan mengantarmu pulang sebelum seo jin mencarimu" ucap hajung


"beri aku waktu 5 menit lagi, aku akan memberikan sebagian bukti ini ke seo jin agar ia juga tahu bagaimana kelakuan ayah mertua yang sebenarnya" ucapku


"ku harap setelah mengetahui ini, seo jin bisa merubah penilaiannya terhadapmu selama ini" ucapku


"penilaian? cihh.. aku tidak terlalu peduli dengan penilaian seo jin terhadapku, ia terlalu naif dan terlalu percaya dengan apa yang ia lihat dari mata kepalanya saja" ucap hajung menyindir seo jin


"aku yang berharap agar ia bisa membantu kita jika tim audit membutuhkan saksi di pengadilan nanti agar dong il dinyatakan bersalah sebagai pelaku tindakan kotor perusahaan yang justru merugikan perusahaan dan orang banyak" ucapku


"tanpa bantuan dia, aku rasa dengan bukti ini semua sudah jelas, dong il tidak akan mampu lagi untuk mengelaknya" ucap hajung


"aku akan menunggumu di basemant. jika kau sudah selesai masuk saja ke dalam mobil" ucap hajung meninggalkanku


tak lama hajung sudah menghilang dari hadapanku. beberapa menit kemudian setelah aku selesai dengan urusanku, aku segera menyusul hajung ke basemant


di dalam mobil, hajung terlihat sedang berbicara dengan seseorang di mobil. ia terlihat kesal dan terdengar suara seorang wanita sedang memaki hajung


"aku akan menunggumu di luar mobil, kabari aku jika kau sudah selesai menelpon" ucapku


"tidak! aku berniat akan mematikan telepon ini" ucap hajung cengengesan


"hhmmm...ok" ucapku datar


hajung segera mengendari mobilnya setelah ia mematikan panggilan teleponnya


tidak lama handphonenya berdering  dan aku melihat nomor tidak di kenal sedang menelponnya


hajung mengabaikan panggilan telepon itu


"kau tidak berencana untuk mengangkatnya?" tanyaku


"tidak, itu tidak penting" ucap hajung


"angkatlah, biar bagaimanapun ia adalah mantan pacarmu, kau tidak boleh mengabaikan panggilannya" ucapku menebak


"dari mana kau tahu?" tanya hajung penasaran


"bagaimana mungkin aku tidak mendengarnya? tanpa diloud speaker, aku bisa mendengar wanita itu sedang mencaci maki dirimu karena seenaknya saja kau memutuskan hubungan dirinya dan tidak lama menghubungi dirinya" ucapku yang jujur mengatakan apa yang aku dengar sesaat aku berada di dalam mobil hajung


"hahaha....hye jin-ssi, sudah berkali-kali aku mengatakannya padamu, bahwa aku tidak memiliki seorang kekasih"


"mereka saja yang mendekati diriku dan berharap aku akan menjadi kekasih bagi mereka"


"tapi aku hanya menganggap mereka sebagai teman saja" ucap hajung


"ah..nne..nne* (iya...iya) aku percaya" ucapku dengan acuh


"hei aku serius mengatakan hal ini padamu" ucap hajung memperingatkan


"araseo* (aku mengerti)..." ucapku acuh lagi


"yyaa...*(hei..) kim hye jin!" ucap hajung yang terdengar kesal padaku karena aku tidak mempercayai ucapannya


" ahh iya di pertigaan nanti, belok kanan ya, aku ingin memeriksa sesuatu" ucapku meminta pada hajung


"belok kanan? maksudmu pertigaan ini?" tanya hajung


"yep...dari sini kau belok kanan" ucapku


"nah...kurangi kecepatan mobilnya, aku ingin memeriksa sesuatu" ucapku


"sebenarnya apa yang ingin kau cari di taman bermain anak-anak pada jam segini?" tanya hajung


"ahh...STOP!" seruku


hajung terkejut dan menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba


"yes!! paman itu berdagang hari ini  syukurlah" ucapku kegirangan


aku segera keluar dari mobil hajung dan mendekati gerobak untuk membeli ubi bakar


sudah lama aku tidak mampir ke taman bermain anak-anak di jalan ave maria street


biasanya sepulang bekerja part time, aku selalu menyempatkan waktuku untuk mampir ke sini dan membeli ubi bakar manis yang sangat enak ini


ditambah cuaca pada malam hari ini terasa dingin, hingga sangat cocok untuk memakan sesuatu yang hangat


setelah memesan ubi bakar, aku melambaikan tanganku ke arah hajung dan menyuruhnya untuk turun dari mobil


"hajung-ssi sini! turunlah" teriakku dari  kejauhan


biasanya pada malam hari, taman ini biasa dijadikan para pedagang kaki lima untuk menjajakan barang jualannya


mungkin karena sudah menasuki musim dingin, tidak terlalu banyak orang-orang berjalan kaki dan bersantai di taman ini 


tapi aku sangat beruntung karena paman yang berjualan ubi bakar bisa aku temukan dengan mudah di sekitar area taman ini


dengan ekspresi malasnya, hajung keluar dari dalam mobil dan merasa tidak tertarik dengan kegiatanku


aku duduk di atas ayunan setelah  membeli ubi bakar yang terlihat sangat enak ini


"kenapa kau malah mampir ke sini? apa kau tidak takut suamimu di rumah akan mencari batang hidungmu?" ucap hajung menyindirku


"berhentilah omong kosong dan duduk di sampingku" ucapku sinis pada hajung


hajung menuruti ucapanku dan duduk di ayunan tepat di sebelahku


aku memberikan ubi bakar yang ku beli beberapa dan menawarkannya ke hajung


hajung sempat menolak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, namun aku memaksanya dan menarik tangannya untuk menerima ubi bakar pemberianku


"apakah ini layak untuk di makan?" tanya hajung dan seperti biasa menyebalkan


"kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya" ucapku sambil mengunyah ubi bakar yang hampir setengahnya sudah ku makan


hajung terlihat kesulitan saat membuka kulit ubi bakar. aku yang tidak sabar melihatnya, akhirnya berdiri dan membantu hajung mengupas kulit ubi bakarnya


"makanlah" ucapku dan kembali duduk di ayunan


"ottokeh?*(gimana?)" tanyaku pada hajung setelah  ia memakan ubi bakar yang aku beli


"mmm...setidaknya ini layak untuk di makan manusia meskipun tidak seenak dengan hidangan makanan koki pribadiku" ucap hajung yang terkesan merendahkan padahal ia sedang memuji ubi bakarnya


"makanlah makanan yang belum pernah dimasak oleh koki pribadimu" ucapku


"untungnya setiap kau mengajakku ke tempat makanan yang tidak terjamin kehigienisannya ususku tidak mengalami diare yang parah, apakah perlahan-lahan sistem pencernaanku bisa berbaur dengan makanan kelas bawah?" ucap hajung terheran dan ingin sekali aku memukul wajahnya saat melihat ekspresi yang ada di wajahnya


"eisshh.. bisakah kau mengakui saja jika makanan yang aku berikan padamu sangatlah enak dan  cocok dengan lidahmu?"


"berhentilah bertele-tele dan akui saja!" ucapku yang akhirnya bicara kesal pada hajung


aku melanjutkan makan ubi dan mengalihkan wajahku dari hajung


"hye jin-ssi" panggil hajung menyebut namaku


"oohh..."


"nyam nyam.." sahutku tanpa melihat ke arah hajung dan memakan ubi bakar kesukaanku


"terima kasih karena kau telah muncul di kehidupanku dan tetap sabar mengahadapi sifatku yang menyebalkan" ucap hajung tiba-tiba namun aku tidak mempedulikannya karena sibuk memakan ubi dan sudah sewajarnya jika ia ingin mengucapkan terima kasih padaku


"Ku kira kau sama dengan wanita lainnya. Tapi ternyata aku salah menilaimu, Kau berbeda dari kebanyakan wanita"


"setelah aku mencoba memahamimu dan berada untuk tetap di sampingmu untuk beberapa lama, kehadiranmu di kehidupanku tidak hanya secercah cahaya bagiku melainkan seperti air dan oksigen bagiku" ucap hajung


tunggu dulu..


sepertinya aku pernah mendengar kalimat yang sama persis seperti ini


apakah aku mengalami de javu?


dan aku tahu kelanjutan dari kalimat ini


hajung berdiri dari posisi duduknya dan jongkok di hadapanku


"Kau adalah sesuatu yang aku cari dan ku butuhkan selama ini. Beberapa kali aku mencoba untuk menepis perasaanku padamu dan mencoba mengabaikannya..." ucap hajung lagi


perlahan udara malam semakin dingin dan salju mulai turun sedikit demi sedikit


aku melihat ke atas langit dan hidungku mulai terasa dingin. hajung memberikan syal yang ia kenakan ke leherku dan mengikatnya agar aku tetap merasa hangat


"Aku tahu ini terdengar gila bagimu, tapi...semakin lama aku mencoba mengabaikan perasaan itu, kau selalu berada di dalam hati dan pikiranku, bahkan di dalam mimpiku. Aku sangat tergila-gila padamu dan tidak ingin kau menjauh dari pandanganku" ucap hajung lagi


heoll!! kalimatnya sama persis yang dikatakan oleh emma saat aku bersamanya di rumah sakit


aku berhenti memakan ubi bakarku dan ingin mendengar kelanjutan kalimat yang diucapkan hajung


"hye jin-ssi...maukah kau terus berada di sampingku dan menjadi kekasihku untuk selamanya?" ucap hajung


"yyaa!!" teriakku tiba-tiba sambil berdiri dan mengejutkan hajung


woahh....


aku benar-benar merinding oleh ucapan hajung


tidak!!


lebih tepatnya aku merasa bulu kudukku berdiri karena apa yang diucapkan emma sama persis seperti yang diucapkan oleh hajung


apakah ini sebuah kalimat template yang akan di copy-paste jika diperlukan untuk menyatakan cinta pada semua gadis di muka bumi ini?


hajung menatapku dengan ekspresi terkejut dan duduk di atas tanah karena aku tiba-tiba berdiri


"bangunlah..udaranya sedang dingin, nanti kau sakit" ucapku sambil memegang tangan hajung dan membantunya berdiri


aku membantu hajung berdiri dengan cara menariknya dengan sekuat tenagaku hingga hampir membuatku terjatuh karena kehilangan keseimbangan


namun setelah hajung berdiri, dengan sigap hajung menahan punggungku dengan tangan kanannya agar aku tidak terjatuh


hajung mendekapku dengan tangan kanannya yang hangat


mata kami saling bertemu dan bertatap satu sama lain. hajung menatap wajahku dengan ekspresi lembut


perlahan hajung mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. ia mulai menatap bibirku yang sepertinya masih tersisa remahan dari ubi bakar yang aku makan barusan


semakin lama wajah hajung semakin dekat dan hampir menyentuh hidungku, aku bisa merasakan detak jantung hajung yang berdetak cepat meskipun aku memakai jaket untuk musim dingin


seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku mendorong perlahan dada hajung dan berusaha membuang semua aura canggung yang ada di sekitarku


"a-aku sudah mulai kedinginan, sebaiknya kita kembali ke dalam mobil" ucapku pada hajung dan berlari kecil setelah hajung melepas pelukannya


*****


Sung Hajung pov


aku memutuskan untuk menyatakan semua perasaanku pada gadis yang mirip dengan sepupuku sendiri


aku berusaha untuk menutupi semua perasaanku padanya, namun sejak awal saat aku melihatnya di acara launching buffalo, mataku selalu mengarah ke dirinya

__ADS_1


meskipun wajahnya sangat mirip dengan sepupuku, namun pesona yang ada di dalam dirinya membuatku sangat tertarik dengannya


sikap rendah hatinya, penyabar, dan sikap perhatiannya padaku, membuatku enggan untuk berpaling dari dirinya


dan anehnya lagi sejak aku mulai mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya, aku sudah berhenti bermain dengan wanita lain dan hanya ada dirinya di dalam hati dan pikiranku


ia tetap menerimaku apa adanya meskipun ia tahu bahwa aku adalah laki-laki playboy yang senang menghabiskan waktunya dengan banyak wanita


yah...


aku akan mengakuinya, wanita tadi yang meneleponku saat menunggu hye jin di basemant, adalah teman kencanku dan sudah lama aku tidak menghubungi dirinya, alasannya?


tentu saja tidak lain dan tidak bukan karena aku mulai menyukai hye jin


gadis itu membuatku penasaran dan semakin aku mengetahui sifat dan sikapnya padaku, justru aku semakin menyukainya dan menginginkannya untuk menjadi pendamping hidupku selamanya


mungkin aku akan memiliki waktu bebas mendekatinya setelah ia bisa keluar dari rumah seo jin dan bisa hidup seperti biasa sebagai identitas aslinya yaitu kim hye jin


baiklah hajung


tunggu sebentar lagi dan ia akan hidup dengan identitas aslinya. mungkin ia akan memberi jawaban atas pernyataanku malam ini tentang perasaanya terhadapku


haa...


bodohnya aku yang terlalu terburu-buru mengungkapkan perasaanku padanya


aku tahu ini bukanlah waktu yang tepat


tapi...aku tidak tahan saat melihat wajahnya yang ceria dan tersenyum ramah padaku serta wajah marahnya padaku. aku menyukai semua ekspresi hye jin saat bersama denganku


ku harap hye jin memiliki perasaan yang sama denganku


malam ini aku mengantar hye jin sampai di luar halaman rumah seo jin, karena malam sudah larut dan aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi jika aku menurunkan hye jin di halte bus seperti biasa


*****


Kim Hye Jin pov


Keesokan paginya aku meminta seo jin untuk menungguku di ruang bacanya setelah ia selesai bersiap-siap untuk pergi ke kantor sebelum turun ke bawah dan sarapan


apakah kalian bertanya bagaimana aku bisa mendapat izin dari seo jin untuk keluar seharian?


tentu saja aku berbohong padanya. meskipun hal ini bukanlah perbuatan yang terpuji dan aku merasa bersalah karena telah membohongi seo jin


aku berbohong pada seo jin untuk hadir ke acara reunian sekolah deok mi yang diadakan oleh teman dekatnya semasa di sekolah


mungkin  kemarin adalah hari keberuntungan bagiku, tiba-tiba saja teman dekat deok mi yang bernama Rachel menghubungi seo jin dan mengajak deok mi untuk hadir ke acara reunian kecil-kecilan di sebuah restoran hotel bintang 5


tentu saja aku mengatakan ke seo jin bersedia untuk hadir ke acara tersebut meskipun pada kenyataannya aku tidak hadir ke acara reunian tersebut yang diadakan oleh teman dekatnya deok mi yang bernama rachel


untungnya seo jin tidak menaruh curiga padaku sedikitpun dan mempercayaiku sepenuhnya. ia juga memintaku untuk menyampaikan permohonan maaf pada temannya deok mi karena ia tidak bisa menemaniku untuk hadir ke acara tersebut karena sibuk dengan tugas kantor


mungkin seo jin sangat sibuk untuk mempersiapkan pemilihan direktur real estate rose yang akan diadakan besok


hampir semua bahan presentase sudah ia serahkan padaku dan ia memintaku untuk mempelajari isi dari presentase yang dibuat seo jin dan bertanya padanya jika ada hal yang tidak aku mengerti


sejauh ini aku memahami isi dari presentase yang dibuat oleh seo jin. tapi aku tidak yakin besok akan diadakan pemilihan direktur real estate


rose sesuai jadwal jika bukti kejahatan dong il sampai di tangan tim auditor perusahaan


aku yakin terjadi sesuatu yang besar di perusahaan hari ini karena hajung berencana akan memberikan semua bukti itu ke tim audit. aku harap kebenaran akan terungkap dan ketidak-adilan yang dilakukan dong il berakhir, serta bagi para korban dari perbuatan dong il bisa mendapatkan kembali haknya


aku terlarut dalam pikiranku hingga tidak sadar seo jin menghampiriku ke ruang baca


"apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan hye jin soal presentase?" tanya seo jin padaku setelah ia masuk ke ruang bacanya


"atau kau sudah siap dan ingin berlatih untuk melakukan presentase di hadapanku?"


"ini masih pagi, aku tidak menyangka kau begitu semangat untuk latihan denganku pagi ini" ucap seo jin padaku


"apa karena kau merasa ini adalah tugas akhirmu sebagai deok mi dan ingin menampilkan yang terbaik untuk presentase besok?" oceh seo jin yang terlihat senang dan menganggap bahwa aku memanggilnya ke ruang baca bermaksud untuk latihan presentase


"seo jin-ssi aku memanggilmu pagi ini bukan untuk latihan presentase" ucapku pada seo jin


"ada hal yang ingin ku katakan padamu" ucap hye jin


"apa itu? bicaralah..." ucap seo jin


aku mengambil nafas dalam-dalam sebelum berbicara pada seo jin


"seo jin-ssi mianhae*(maafkan aku) karena selama ini aku berbohong padamu" ucapku pada seo jin


"selama ini aku berbohong dan mengatakan padamu bahwa aku bertemu dengan emma di cafe dan mengobrol dengannya"


"aku tidak menemui emma selama aku izin padamu melainkan untuk bertemu dengan hajung, sepupu deok mi" ucapku


"a-apa maksudmu?" tanya seo jin


"apa kau menjalin hubungan dengan hajung atau..."


"hye jin apakah hajung sudah mengetahui identitasmu yang sebenarnya?!" seru seo jin dan terlihat panik


aku mengangguk sambil memejamkan mata


"ya tuhan! ini sesuatu yang serius"


"sejak kapan ia sudah mengetahui identitasmu?!" seru seo jin lagi


"saat ulang tahun tuan philip" ucapku pelan


"APA?!"


"kenapa kau baru mengatakannya sekarang? hye jin-ssi kau tahu betapa liciknya hajung?" ucap seo jin yang mulai menjelekkan hajung


"KAU SALAH SEO JIN!" ucapku teriak pada seo jin


"kau salah menilai hajung, seo jin"


"ia bukanlah pria licik dan jahat seperti yang kau katakan padaku, justru ayah mertuamulah yang jahat dan membuat banyak orang menderita agar bisa mempertahankan kejayaan perusahaan real estate rose" ucapku


"KIM HYE JIN TUTUP MULUTMU!" teriak seo jin memperingatkanku


"kau tidak tahu apa-apa tentang ayah deok mi, bagaimana kau bisa mengatakan ayah mertuaku adalah orang yang jahat dan licik?" tanya seo jin


"apakah kau melupakan siapa pelaku kasus pembiusanku dan emma saat acara launching buffalo?"


"seseorang dibalik layar yang memiliki rencana untuk membiusku dan menculikku agar aku tetap bisa hadir ke acara launching buffalo adalah ayah mertuamu sendiri kan?" tanyaku ke seo jin


"hye jin. kita sudah berjanji untuk tidak membahas itu lagi. lagi pula ayah mertuaku memiliki alasan kenapa ia sampai nekat melakukan hal itu padamu" ucap seo jin menyepelekan


"mworago?*( apa katamu?)" tanyaku heran


"alasan?"


"nekat?!"


"jadi kau mewajarkan perbuatan buruknya terhadapku dan emma?!" seruku


"hye jin-aa ku kira kau salah paham denganku, aku tahu perbuatan ayah mertuaku salah, tapi seandainya pada saat itu kau tidak lari dariku, maka semua hal itu tidak akan terjadi" ucap seo jin yang membuatku frustasi


"hahaha...seo jin-ssi, ku kira aku sudah bisa memahamimu tapi ku rasa aku salah..."


"aku tidak bisa memahami jalan pikiranmu" ucapku pada seo jin


"apa kau juga mengira ayah mertuamu memiliki alasan tersendiri ketika ia menjadi dalang dari  penyebar rumor dan berita buruk tentangku di kampus adalah keterpaksaan agar aku bisa tetap patuh padamu dan juga ayah mertuamu?" tanyaku lagi pada seo jin


"seo jin-ssi aku setuju untuk berpura-pura menjadi deok mi atas keinginanku sendiri karena memiliki niat untuk membantu keluargamu dan juga perusahaanmu"


"tapi..apakah kau dan ayah mertuamu pantas memperlakukan buruk  pada orang yang telah membantumu?"


"kau tahu aku telah membuat keputusan yang fatal karena membantumu dan juga ayah mertuamu yang jahat bagaikan sekelompok mafia yang brutal dan tidak memiliki hati nurani pada sekelompok orang kecil"


"dengan mudahnya ayah mertuamu merampas tanah mereka yang hanya seorang petani dan membayar tanah mereka dengan harga semurah mungkin agar bisa dibangun perumahan oleh perusahaan dong il"


"dengan bodohnya kau sebagai seorang CEO properti tidak mengetahui hal itu dan tetap membangun sebuah mall dan bangunan lainnya untuk menyokong perusahaan real estate ayah mertuamu" ucapku


"kim hye jin aku tidak ingin kau berbicara tanpa dasar bukti yang konkret"


"kau telah mendapat hasutan dari hajung" lanjut seo jin


aku segera melempar bukti konkret kejahatan dong il ke atas meja agar seo jin berhenti memperjelek hajung dan melihat sendiri bukti kejahatan ayah mertuanya


"APA INI?!"


"BAGAIMANA KAU BISA MENDAPATKAN BUKTI INI HYE JIN!" teriak seo jin setelah melihat bukti konkret kejahatan dong il


tidak sesuai ekspetasiku, seo jin justru terlihat geram karena aku memberikan bukti kejahatan ayah mertuanya tepat dihadapannya


apakah seo jin sama jahatnya dengan dong il?


menghalalkan segala cara hanya untuk kesuksesan perusahaannya?


apakah selama ini aku salah menilai seo jin?


jika iya


mungkin aku akan mati ditangan seo jin hari ini untuk menghilangkan saksi hidup agar rahasia kotor perusahaan ayah mertuanya tidak terungkap


_________/////_______________/////_______


hallo semuanya \°▪︎°/


maafkan hyung yang lama banget ilangnya karena abis bertapa di gunung salak biar dapet ilham buat cerita ini hehe


baru aja hyung turun dari gunung makanya baru bisa update


selama bertapa hyung baru liat komen-komen kalian yang tanpa pamrih tetep nungguin update-an hyung 😭😭


hyung sungguh terharu..


maafin ya... hyung udah jahat ama kalian 🤧🤧😭😭


suka ngilang, jarang update pokoknya hyung autis banget dah, hyung sibuk ama dunianya sendiri


tapi biarpun begitu kalian tetep sayang ama hyung


ya tuhan..


hyung terharu banget pokoknya, dan seperti yang kalian tahu cerita ini alurnya akan mendekati tamat


tapi....


tentu saja bakal ada klimaksnya yang bikin uchh....


jahara banget sih authornya ama hye jin


udah jatuh, tertimpa tangga pula


begitulah kalimat pepatah yang bisa didekripsikan untuk keadaan hye jin di episode selanjutnya


penasaran?


tetep pantengin terus ya cerita 'pilih dia atau aku yang perawan' jangan lupa klik like, comment dan jadiin favorite

__ADS_1


eaaaa.....


terima kasih readers mangatoon yang hyung cintai 🥰🥰😘🙏🙏🙏


__ADS_2