Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 35


__ADS_3

Park seo jin pov


Aku tak mengerti bagaimana awal mula hingga kejadian ini bisa terjadi, yang aku ingat ketika aku membuka mataku, hye jin sudah menatap wajahku yang sedang tertidur


Mata bulatnya yang menawan bagaikan bulan bersinar itu, menunjukkan ekspresi bahwa ia terkejut ketika melihat kedua mataku terbuka


Beberapa saat aku terpaku menatap paras hye jin yang ayu, hingga muncul perasaan untuk menyentuh pipinya yang lembut itu menggunakan indera peraba yang berada diwajahku


Aku mendekatkan wajahku dan beberapa saat kehilangan akal sehat ku dan mengabaikan status hye jin yang bukan istri sahku, melainkan hanya orang lain yang berperan menggantikan istriku yang terbaring koma


Suara nafas hye jin, dan hembusannya mulai menyentuh pipi dan hidungku, aku menyadari bahwa diriku dan hye jin semakin dekat


Hye jin terpaku saat wajahku semakin dekat dengan wajahnya,  seiring berjalannya waktu sedikit-sedikit aku memahami sifat hye jin, ia kikuk jika berada didekat pria, tubuhnya akan terpaku ketika aku mendekatinya dan jika ia terdiam seperti ini, itu artinya akal sehat dan instingnya sedang bergejolak didalam dirinya


Hanya berjarak sekitar satu centi, bibirku akan menyentuh hidung hye jin sebelum handphoneku berdering dan menghentikan kegiatanku


Seolah semesta tidak setuju dengan tingkahku terhadap hye jin, handphoneku berdering disaat yang menurutku tidak tepat


'Damn it' batinku


"Ha..Handphonemu berbunyi, angkatlah" ucap gadis itu gugup


Sejenak aku terdiam, tidak menjawab pernyataan hye jin hingga suara dering handphoneku berhenti dan selang beberapa detik kemudian, handphoneku berdering kembali


Gadis itu berdehem, memperingatkan untuk mengangkat handphoneku


"Bisakah kita melanjutkan kegiatan kita dan mengabaikan panggilan handphone itu?" Tanyaku dengan bodoh


"Yyaa...michyeosseo!!" Teriak gadis itu dan tangannya mendorong wajahku untuk menjauh darinya, begitu pula dengan kakinya yang mendorong tubuhku hingga aku terjatuh dari tempat tidur


Setelah mendorongku hingga terjatuh, hye jin segera mengambil handphoneku dari atas meja samping tempat tidur dan memberikannya kepadaku yang sedang duduk menahan sakit dibagian bokong


Aishh...siapa yang menelponku disaat yang tidak tepat sih..gumamku


Aku melihat pada layar handphoneku, detektif choi menelponku dipagi hari, ingin sekali aku melabrak detektif choi karena menelponku disaat aku sedang berada disituasi yang menyenangkan bagiku saat bersama hye jin, tapi aku yakin detektif choi menelponku karena ada hal penting


Aku berdehem mengatur suaraku untuk mengangkat panggilan telponnya


"Ya hallo..."sapa ku dengan malas


"Selamat pagi tuan seo jin, maaf membangunkanmu dipagi hari" ucap detektof choi


"Ya ..kau memang mengganggu choi" ucapku sambil melirik kearah hye jin


Gadis itu hanya mengernyitkan dahi


"Maaf tuan..maafkan saya yang telah mengganggu waktu anda" ucap detektif choi merasa bersalah, karena selama ini bos nya tidak pernah berkata sepeti itu kepadanya


"Haah...sudahlah..katakan ada apa kau menelponku" ucapku yang berada disituasi kikuk dengan rasa bersalahnya detektif choi


"Nona emma sudah siuman" ucap detektif choi


"Emma!!" Ucapku mengulang


Hye jin merasa semangat ketika mendengar nama emma disebut, tanpa permisi, hye jin merebut ponsel ku dengan paksa


"Dimana emma?" Ucap gadis itu melalui telepon dan berbicara pada detektif choi


Kini handphoneku dikuasai oleh hye jin dan mengambil alih perbincanganku dengan detektif choi


"Yya...gunakan loud speaker agar aku bisa mendengarnya" ucapku


"Aiggoo..." ucap hye jin mengeluh dan mulai memencet tombol loud speaker


"Hye jin!" Ucap seorang wanita dari panggilan telepon itu


"Emma! Kau tidak apa-apa?"


"Katakan padaku dimana yang sakit?" Tanya hye jin yang terlihat khawatir


"Aku tidak apa-apa hye jin..hanya sedikit pusing" ucap emma


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini ulah si raja kukang?" Tanya emma


Kukang siapa itu? Sejenak aku bertanya-tanya tentang raja kukang


Dan setelah itu hye jin mematikan loud speakernya dan hanya mereka yang berbicara


Aku sedikit menaruh curiga pada hye jin, ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku


"Aku pikir bukan" ucap hye jin


"Yya...emma kita bisa melanjutkannya via chat antar kita berdua"lanjut hye jin dan membuatku semakin yakin ada seseuatu yang disembunyikan oleh mereka berdua


"Aku hanya memastikan kau baik-baik saja emma, aku khawatir padamu"


"Tentu aku juga baik-baik saja, jangan lupa untuk meminum minuman ginseng merah dari ibuku, itu akan membuatmu membaik emma"


Aku merebut handphoneku dari hye jin


"Berikan handphonenya pada detektif choi" pintaku pada gadis yang bernama emma


Dan gadis itu menuruti permintaanku dan segera mengembalikkan handphonenya pada sipemilik


"Ya tuan.."


"Jaga baik-baik emma, untuk saat ini biarkan nona muda itu untuk menginap dihotel parkhyatt dan biarkan ia berada dalam pengawasanmu pak choi" ucapku dan sebagai permintaan maafku pada temannya hye jin yang terlibat dalam konflikku


"Aku akan menghubungimu lagi" ucapku pada detektif choi dan sekaligus mematikan handphoneku


"Parkhyat"?! Seru hye jin


"Bukankah itu hotel terlaknat bagiku" gerutu hye jin pelan dengan ekspresi kesal


"Apa kau bilang? Terlaknat?" Tanyaku


"Iya...aku benci hotel itu, karena itu tempat yang seharusnya kita tidak boleh bertemu" ucap hye jin dan berani menatapku

__ADS_1


Aku tahu maksud hye jin, ia menyindirku dan masih menyimpan dendam padaku karena kejadian malam itu dihotel parkhyatt


Karena kejadian itu, hye jin sangat membenciku dan membuatnya trauma ketika berdekatan denganku


"Aku minta maaf hye jin, aku tau, mungkin kesalahanku tidak akan bisa dimaafkan.."


"Syukurlah kau sadar diri" ucap hye jin memotong kalimatku


"Mungkin sampai akhir hayatku, aku tidak akan melupakan kesalahanmu yang sangat fatal itu, dan tidak akan memaafkanmu" ucap hye jin sambil turun dari tempat tidur dan membelakangiku


"Dan aku akan berusaha untuk mendapatkan maaf darimu, hye jin" ucapku untuk membalas kalimat hye jin yang sedikit menusuk hatiku


Kalimatku berhasil membuat hye jin berhenti berjalan ketika sampai didepan pintu kamar


"Terserah" ucapnya acuh dan melanjutkan kegiatannya untuk membuka pintu


"Omong-omong, siapa raja kukang yang dimaksud emma?" Tanyaku dan membuat hye jin menutup kembali pintu kamar lalu membalikkan badannya ke arahku


"Bukan siapa-siapa" ucapnya dan tak lama suara notif pesan masuk  dari handphone hye jin berbunyi


Hye jin mencari asal suara handphonenya yang entah berada dimana


Aku berinisiatif menelpon hye jin untuk memudahkan dirinya mendapatkan keberadaan handphonenya


"Yya...jangan menleponku!" ucapnya panik dan membuat diriku semakin curiga


Kim hye jin pov


Aku bersyukur emma baik-baik saja, setidaknya seo jin bertanggung jawab dengan keselamatan emma, jika waktunya tepat aku akan bertanya pada seo jin tentang dalang dibalik pemukulan emma dan pembiusanku, karena itu sudah termasuk tindakan kriminal yang harus dilaporkan oleh polisi


Namun saat ini, ada yang lebih mendesak dari pada mencari pelaku tersebut, yaitu keberadaan handphoneku, jangan sampai seo jin tahu, jika nama kontak dia adalah 'si raja kukang'


Dan bodohnya lagi seo jin menelpon handphoneku untuk membantu mencari handphoneku


Sial


Suara handphone itu berada dibawah kasur dan tepatnya seo jin memang sedang berposisi duduk dan dekat ranjang setelah aku mendorong dirinya jatuh dari tempat tidur


Aku segera mencari handphoneku dan berharap aku dulu yang menemukan handphoneku


"Ahh itu dia" ucap seo jin dan mengambil handphoneku dengan cepat


Aku juga tidak kalah cepat  setelah seo jin mengambil handphoneku, aku naik keatas ranjang dan merebut handphoneku yang dipegangnya sebelum seo jin melihat layar handphoneku


"Ahhahaha....terima kasih seo jin" aku pikir, aku telah membuat seo jin curiga


Dan benar saja seo jin cukup lihai melihat gerak gerikku yang sedang menutupi sesuatu


"Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat panik dan langsung mematikan panggilanku"


Oke.. otak seo jin mulai bekerja dalam hal ini


"Tidak ada apa-apa, apanya yang panik hahaha" bodoh jangan tertawa hye jin, batinku


Seo jin menyipitkan kedua matanya pertanda menaruh curiga kepadaku


"Berhentilah untuk tidak melakukan hal yang tidak diperlukan hye jin"


"Kau adalah deok mi, deok mi tidak pernah berada didapur, jangan membuatku sulit untuk bersandiwara didepan para asisten rumah tangga divilla ini" ucap seo jin


"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan hye jin?" Tanya nya


Aku menggelengkan kepalaku


"Bisakah aku melihat handphonemu?" Tanya seo jin


"Yya..seo jin-ssi...handphoneku adalah privasiku, kenapa kau harus tau" ucapku


Dan dengan lancangnya, seo jin merebut handphoneku dan membaca pesan dari emma


Aku tidak tahu apa isi pesan dari emma, seo jin membelakangiku dan menghadangku dengan tangannya yang besar agar aku tidak dapat mengambil handphoneku


"Seo jin-ssi!!" Ucapku setengah teriak dan berusaha meraih handphoneku, meskipun aku harus merangkul seo jin dari belakang


Mengapa tangan dia begitu panjang sihh...aku sudah berdiri diatas ranjang sedangkan seo jin berdiri dilantai


Ini curang...perbedaan fisikku dengan seo jin sangat berbeda jauh,  sehingga aku tidak bisa merebut handphoneku kembali


"Apakah...yang dimaksud raja kukang adalah aku, hye jin?" Tanya seo jin


Haaahh...seo jin telah mengetahui rahasia ini


"Kalian bersekongkol memanggilku raja kukang?"


"Hahahaha.....hye jin-ssi, kau seperti anak kecil"


"Dan kau terlalu tua untuk merebut handphone dari anak kecil, tuan"  ucapku


Seo jin menarik nafas dalam-dalam pertanda ia menahan amarah ketika berhadapan denganku


"Hye jin-ssi jaga sikapmu dan jangan bersikap aneh-aneh, jika diacara launching seseorang melihatmu mengangkat panggilan telepon dengan nama 'si raja kukang' orang-orang akan menaruh curiga kepadamu"


"Lalu? Apakah aku harus memberi nama kontakmu 'lelaki brengsek'?" Tanyaku pada laki-laki yang sedang menahan amarahnya


Seo jin tidak menjawab dan masih sibuk dengan handphoneku, ia sedang menulis sesuatu dihandphoneku


"Mulai sekarang ini nama kontakku, jangan berani mengubahnya lagi" ucap seo jin memerintah, dan mengembalikkan handphoneku


Aku melihat nama kontak yang ditulis seo jin dan setelah membacanya hampir membuat bulu kudukku berdiri..


Bagaimana tidak!? Seo jin menulis nama kontak dihandphoneku dengan 'My Hubby ❤'


'Eww.. menjijikan' batinku


"Ayo turun dan sarapan, karena setelah sarapan kita akan latihan waltz dance untuk acara malam ini" ucap seo jin


"Latihan lagi?!!!!" Teriakku dengan ekspresi wajah terkejut dan hampir tidak percaya

__ADS_1


Seo jin dengan santai menoleh kepadaku dan mengangguk sambil tersenyum, seolah ia senang, menikmati diriku jika sedang tersiksa


Dasar psycho...


****


Dimeja makan para maid menyiapkan sarapan hari ini, selama aku tinggal 4 tahun dichicago, aku selalu melewatkan sarapan pagiku karena ada alasan, aku harus menghemat. jika aku sarapan, dengan kata lain aku tidak akan makan siang, aku hanya sanggup makan 2 kali sehari, makanya tak heran berat badanku menyusut sejak pindah ke chicago


Yah...ini merupakan anugerah, karena aku bisa sarapan dengan menu semewah ini, roti isi dan sepiring omelette dan segelas susu segar


Aku teringat ketika melihat sofa yang kemarin aku tiduri, dan dipagi harinya aku terbangun diranjang bersama seo jin


"Yeobo*...apakah kau memindahkanku semalam saat aku tertidur?" Tanyaku pada seo jin karena ada para asisten rumah tangga yang sedang berdiri dibelakangku


"Hhmmm...aku menggendongmu dan memindahkanmu kekamar"


"Aku tahu, kau ingin tidur menatap taman, tapi ketahuilah sayang, aku tidak tega membiarkanmu tidur disofa, aku ingin tidur bersama dirimu" ucap seo jin yang membuatku geli dengan kalimatnya


'Haha...bullshit' ucapku pada seo jin tanpa bersuara, hanya kedua bibirku saja yang bergerak


Seo jin tertawa aneh sambil menggelengkan kepala setelah melihatku mengatakan itu, dan kembali fokus kemakanannya


"Semalam ayah dan ibu kembali kesini dan menanyakan keadaanmu" ucap seo jin


"Oh iya?! Kenapa tidak membangunkanku? Ibu pasti ingin mengobrol lebih lama denganku" ucapku pada seo jin


"Mmm...tidak, ibu bilang kau harus banyak beristirahat, jadi tidak perlu membangunkanmu"


"Oh iya jangan lupa setelah sarapan kau harus minum vitamin yang telah diberikan ibu, itu untuk kesuburan..."


"Istriku kan sedang hamil" ucap seo jin meledekku lagi dan mengedipkan matanya sebelah sambil tersenyum aneh


Benar-benar si raja kukang satu ini, jika aku hanya berdua dikamar, aku tidak akan membiarkan dia mengatakan kalimat bodoh itu


Dan dengan cepat salah satu asisten rumah tangga itu membawakan vitamin untuk kesuburan yang dibawa oleh ibu deok mi


"Aku juga akan meminumnya, itu baik untuk vitalitasku" ucap seo jin yang membuatku ingin sekali memukul kepalanya supaya sadar


Setelah puas menggodaku, seo jin menghabiskan makanannya, dan meminum vitamin itu, dan bodohnya lagi aku membuka vitamin itu, dan ketika meminumnya


'Hhmm...ini terasa enak...manis ^^, aku menyukai rasanya'


Oke hye jin kau mudah tergoda oleh makanan atau minuman yang enak


Gadis bodoh


Yang benar saja, setelah sarapan 20 menit kemudian, seo jin memintaku untuk ke ruang keluarga divilla itu


Ia menundaku untuk mandi dan menyuruhku untuk latihan waltz dance


Seo jin bilang anggap saja ini olahraga, karena nanti aku akan berkeringat setelah waltz dance


Untuk pemanasan seo jin memilih lagu yang agak santai yaitu serenade for string in E major milik Antonin Dvorak


Tidak lupa pertama kali aku menunduk setengah memberi hormat satu sama lain sebelum memulai dansa


Latihan keras seo jin membuatku menghapal beberapa gerakan waltz dance dan beberapa judul lagu classic yang rumit, yang tidak seperti judul lagu pada umumnya


Dan berkat seo jin aku lebih menyukai karya music classic milik pyotr ilyich tchaikovsky komposer yang berasal dari rusia


Sekitar 10 menit aku berdansa, seo jin memilih lagu classic yang agak cepat yaitu serenade for strings


In C major  Op 48 : II milik Tchaikovsky


Baiklah..aku pikir diriku bisa mengimbangi irama kaki seo jin, tanpa sadar aku berdansa mengikuti alunan musik dan tanpa sadar para asisten rumah tangga divilla itu sedang memerhatikan dansaku dan seo jin, setelah selesai mereka memberikan tepuk tangan kepadaku dan seo jin


Aku dibuat malu oleh mereka dan berbicara angkuh seperti deok mi


"Berhenti untuk bertepuk tangan, kembalilah untuk bekerja" ucapku sinis dan pergi meninggalkan seo jin


Para asisten rumah tangga divilla itu menundukkan kepala mereka ke arahku ketika aku melewati mereka


Aku menaiki tangga untuk kembali kekamarku dan segera mandi karena tidak tahan dengan keringat yang menempel ditubuhku


"Siapkan bak hangat untuk nyonya deok mi" ucap seo jin ke salah satu asisten rumah tangga divilla itu, dan dengan cepat 3 orang wanita berjalan cepat mendahuluiku dan masuk kekamarku untuk menyiapkan perlengkapan mandiku


Aku menoleh ke arah seo jin dan dia mengucapkan sebuah kata tanpa bersuara dan aku hanya melihat bahasa mulutnya yang mengatakan 'Bersantailah'


Haah...merepotkan, menyuruh 3 orang asisten rumah tangga hanya untuk mandi


Sesampainya dikamar, aku segera masuk kekamar mandi yang luas itu dan sudah ada 3 orang asisten yang siap untuk melayaniku


"Mari nyonya, saya akan menggosok punggung anda" ucap salah satu maid


"Aku sudah memberikan sabun dengan aroma jasmine didalam bathub anda" ucapnya lagi


Apakah ini tidak terlalu berlebihan? Mandi saja butuh 3 orang pelayan yang akan melayaniku dan mereka semua melihat tubuhku tanpa sehelai kain apapun, haah memalukan


Untungnya ada tirai disekitar bathub itu, aku pikir, aku bisa mandi tanpa dilihat 3 orang asisten ini


"Aku hanya akan membasahi tubuhku karena berkeringat, setelah itu aku akan pergi ke tempat tidur itu untuk digosok punggungku" ucapku sambil menunjuk tempat tidur yang digunakan untuk berlulur


"Aku pikir cukup 2 orang saja yang membantuku, selebihnya bantu maid yang lain dibawah" ucapku, dan salah satu dari maid itu menuruti perintahku dan segera keluar dari kamar mandi


Aku pikir..aku mulai mendalami peranku sebagai nyonya besar dirumah ini


Jadi seperti ini rasanya dilayani oleh orang lain..


Bahagia sekali kehidupan deok mi, kenapa kau memilih kabur dengan selingkuhanmu jika kau memiliki orang tua yang menyanyangimu dan suami penyayang seperti seo jin


Apa kau bosan hidup damai seperti ini? Dipikir berulang kalipun aku tidak mengerti dengan sikap deok mi yang seperti itu


__________________________//_____________


Hai hai....hyung kembali 🤗 salam hangat untuk kalian semua para readers mangatoon


Tak pernah bosan hyung ucapkan berulang kali untuk meninggalkan tanda love ❤ dan komentar kalian, terima kasih 🙇‍♂️🙇‍♂️

__ADS_1


__ADS_2