Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 42


__ADS_3

Kim Hye Jin


Fuhhh....hancur sudah.


Topengku sudah mulai terkuak


Ini semua karena ulah seo jin yang tidak dapat mengendalikan emosinya


Aku sudah memberikan beberapa kode untuk menghentikan seo jin dan akan memberitahukan apa yang aku lakulan ditaman


Hingga tragedi kaki terkilirpun terjadi, membuatku menderita karena menahan nyeri pada pergelangan kakiku


Apa ia tidak tahu bagaimana menderitanya memakai heels setinggi 12 cm?


Untuk berjalan saja sulit, tetapi demi keprofesionalanku dalam menipu


Ehmm...maksudku keprofesionalan menyamar sebagai orang lain, aku mampu berdansa waltz dengan sepatu terkutuk ini


Aku akan membuat perhitungan denganmu seo jin, mulai dari tindakan ia yang merenggut bibirku dengan seenaknya tanpa diskusi terlebih dahulu sebelum datang ke acara pesta, membuat kegaduhan dengan sung hajung, dan ditambah dengan membuat kakiku terkilir


Sesampainya divilla, aku tetap meminta bantuan pada supir ohh untuk menggendongku dan terlihat beberapa maid menghampiriku dan melihatku dalam ekspresi khawatir


"Cepat! segera bawakan beberapa es dan handuk lalu segera bawakan kekamarku" ucap seo jin kepada salah satu maid


"Baik tuan" ucap salah satu maid dan berlari tergesa-gesa untuk memenuhi perintah seo jin


Sesampainya dikamar, supir ohh meletakkanku dengan sangat hati-hati diatas kasur


Aku berusaha memperlakukan kakiku sebaik mungkin


"Apakah masih sakit, sayang?" Ucap seo jin


"Hyyaaa heol*!!" Teriakku dan membuat supir oh dan seo jin terkejut karena lengkingan suaraku


"Sudah cukup bersandiwaranya bodoh! Hentikan panggilanmu yang membuat bulu kudukku berdiri" ucapku lebih lembut dari pada teriakan yang tadi


Terlintas aku melihat supir oh seperti menyembunyikan tawanya dan merasa tidak enak dengan tuannya


"Ahh...maaf aku terbawa suasana, sayang...ahh maksudku hye jin" ucap seo jin terbata-bata


"Tuan..apa perlu saya menelpon kenalan dokter albert?" Ucap supir oh mengingatkan seo jin


"Ahhh...benar! Segera telepon dokter itu dan bilang keadaan istriku dalam keadaan darurat" ucap seo jin yang mulai berlebihan


Tak selang waktu lama, seorang maid mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar membawa beberapa es balok  dan handuk untuk dikompreskan kepada kakiku


Seo jin membawakanku obat pereda nyeri dan membantuku untuk meminumnya


"Kalian bisa pergi, biar aku saja yang mengurus istriku" ucap seo jin


Wanita maid itu segera keluar dari kamar seo jin setelah menundukkan kepalanya


Supir ohh kembali menutup pintunya setelah maid itu keluar


"Kau juga keluar supir oh" ucap seo jin


"Mm?..saya juga keluar tuan?" Tanya supir oh


"Tentu saja, ada hal yang harus dibicarakan oleh hye jin" jawabnya


"Ahh...baik tuan"


Supir oh segera keluar dari kamar dan meninggalkanku berduaan saja dengan seo jin didalam kamar


Seo jin menghampiriku dan duduk dipinggir tempat tidur


"Seo jin-ssi kemarilah, mendekat" ucapku


Seo jin dengan mudahnya menghampiriku dan mendekatkan wajahnya kearahku


Cih...


Laki-laki satu ini kelakuannya memang selalu saja membuatku jengkel


Dengan kesalnya aku memukul pundak seo jin dengan sangat kuat hingga membuat telapak tanganku panas


"Aaa...sakit!! Kenapa kau memukulku?!"


"Rasa sakit pukulanku tidak akan sesakit dengan kaki terkilirku!" Teriakku


"Kau seharusnya tidak melakukan hal ini bodoh dan melindungiku agar hajung tidak curiga bahwa aku orang lain" ucapku


"Kenapa kau sangat kekanakan? Huh!!" Tanyaku dengan kesal


"Apa kau ingin sandiwaraku terbongkar dan semua orang tahu bahwa istrimu yang asli sedang terbaring koma?"


"Aku hanya tidak terima..jika hajung menjelek-jelekan dirimu"


"Mwo!!*... menjelek-jelekan aku?!, hajung menjelek-jelekan istrimu yang asli seo jin!" Ucapku dan melihat ekspresi seo jin tampak kebingungan


Aku pikir seo jin terlalu mendalami peran atau memang lupa akan sandiwara ini


"Seo jin-ssi...aku bukanlah istrimu sesungguhnya, dan apa yang dikatakan hajung memang benar adanya" ucapku


"Kelakuan nyonya sung memang diluar nalar orang pada umumnya"


"Apa kau mengira aku adalah nyonya sung yang sudah berubah dan selalu berada disisimu?" Tanyaku


Seo jin mengangguk bak anak kecil


Aku menepuk jidatku dengan ujung-ujung jariku


Aku pikir rasa nyeri dikakiku sedikit hilang, mungkin pengaruh obat pereda nyeri yang diberikan oleh seo jin sudah bekerja didalam tubuhku


"Seo jin-ssi, aku pikir, kita perlu membuat perjanjian diatas kertas agar kau tidak terlarut dalam peran ini" ucapku


"Tidak perlu hye jin.."


"Perlu!..." ucapku tegas


"Haah....besok kita akan membahas isi dari perjanjian yang akan ditulis dan tidak boleh dilanggar diantara kita, agar..."


"Agar kejadian ciuman dadakan itu tidak terjadi lagi" ucapku melanjutkan kalimatku yang sempat terputus


Seo jin menatapku dengan ekspresi bingung dan sedikit sedih


Aku mengalihkan pandanganku dari tatapan mata seo jin


Setelah beberapa saat kami terdiam, seo jin membantuku mengompres kakiku dengan es


"Mian*..hye jin"


"Aku tidak bermaksud membuat kakimu cedera"


"Aku hanya reflek untuk membelamu yang tidak nyaman dengan perlakuan hajung"


"Melihat ekspresimu karena ketakutan oleh sikap hajung, naluriku reflek untuk segera melindungimu karena aku berpikir kau adalah istriku"


"Aku tidak ingin ada seseorang yang menyakitimu hye jin" ucap hajung tanpa melihat wajahku dan hanya berfokus untuk mengompres kakiku


Aku hanya terdiam mendengar perkataan seo jin


Memang benar apa yang dikatakan seo jin, aku agak takut dengan hajung


Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan hajung jika seo jin tidak datang untuk menolongku


Cengkraman hajung pada pergelangan tanganku memang sakit


Aku memegang pergelangan tanganku yang sedikit nyeri bila ditekan, aku memijit-mijit pelan pergelangan tanganku agar otot-ototku tidak kaku dan mungkin akan menghilangkan rasa nyeri


Aku melakukannya sambil melamun ke arah kakiku yang sedang dikompres oleh seo jin dan tidak sadar bahwa seo jin memperhatikanku sedang memijat pergelangan tangan yang dicengkram hajung

__ADS_1


"Apakah pergelangan tanganmu sakit juga hye jin?" Ucap seo jin dan membuyarkan lamunanku


"Haah....anniya*, hanya sedikit kaku" ucapku lembut


Seo jin meraih pergelangan tanganku dan menekannya dengan keras


"Ah aahh....aphaa!*"


"Yya!! Aa-waee*?!!....seo jin-ssi bisakah kau hentikan untuk menyakitiku?"


"Jelas-jelas kau merasa sakit, kenapa kau membohongiku dan hanya bilang kaku?"


"Apa kau melindungi hajung, agar aku tidak tersulut oleh amarah lagi dan tidak pergi untuk membuat perhitungan dengannya?" Ucap seo jin


"Bahh...mworagu?* yya...apa kau ingin pergi ketempat hajung dan berkelahi lagi? Silahkan saja...aku tidak akan menghentikanmu"


"Jika kau suka keributan,silahkan saja kau adu jotos dengannya dan beritahu aku siapa yang menang" ucapku menantang


"Kau itu sangat aneh seo jin...anni* sejak aku hadir didalam keluargamu  tidak ada satupun orang normal yang bisa kutemui"


"Aku pikir..sebaiknya kalian segera pergi ke psikiater untuk memeriksakan kejiwaan kalian"


"Kalian punya banyak uang tapi tidak bahagia untuk apa?, maaf jika rakyat jelata sepertiku tidak memahami kehidupan para cahebol"


"Hye jin-a aku hanya menginginkan kehidupan hangat seperti keluargamu" ucap seo jin


"Menciptakan suasana keluarga yang hangat lebih sulit daripada mencari uang dan kekayaan" ucap seo jin


"Woaa...seo jin-ssi kau berbicara seperti itu karena kau tidak pernah bekerja kasar dan sulitnya mencari uang"


"Jika kau mau uang, aku akan memberikanmu berapapun yang kau pinta, bahkan aku sudah menyiapkan apartement gedung B untuk dirimu"


"Kepemilikan apartement gedung B masih terbuka lebar untukmu jika kau berubah pikiran hye jin dan setuju dengan tawaranku untuk menjadi..."


'Buk'


Aku melempar bantal kearah wajah seo jin untuk menghentikan ucapannya dan tidak ingin mendengar kelanjutannya


Aku sudah tahu kelanjutan kalimat seo jin yang memintaku untuk menjadi...


Ahh..sudahlah


Seo jin bodoh


Aku menyandarkan tubuhku ketempat tidur dan menutup wajahku dengan bantal


Aku tidak ingin menatap seo jin


Dan dengan baiknya, seo jin masih mengompresku dengan es yang dibalut dengan handuk


'Tok tok'


Seseorang mengetuk pintu kamar dan membuka pintu kamarku, dokter daniel yang merupakan kenalan dokter albert datang untuk memeriksakan keadaan kakiku


Seo jin menghentikan aktivitasnya


Dan mempersilahkan dokter daniel untuk memeriksakan keadaan diriku


"Nyonya, untuk sementara anda tidak boleh beraktivitas seperti biasa setidaknya kurang lebih 1 minggu, agar proses penyembuhannya bisa sembuh secara optimal" ucap dokter daniel


Aku menghembuskan nafasku dan membayangkan betapa bosannya tidak bisa beraktifitas dengan baik


Dan tidak bisa bertemu dengan richard dalam waktu dekat


Padahal aku berencana akan pergi kekomunitas kemanusiaan yang diikuti oleh richard setelah pulang dari buffalo


Setelah dokter daniel membalut kakiku dengan perban krep dan memberikanku beberapa obat pereda nyeri, beliau pergi berpamitan denganku dan seo jin


"Beristirahatlah hye jin, aku akan berada dikamar sebelah, jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menelponku, atau teriak memanggil namaku" ucap seo jin


"Atau....


"Aku bermalam disini saja denganmu?.."


"Baiklah...selamat malam hye jin" ucap seo jin dan mematikan lampu kamarku sebelum keluar menutup pintu


***


Keesokan paginya aku dibangunkan oleh suara ketukan pintu yang terdengar beberapa kali


Ahh...


Sepertinya semalam aku kurang puas untuk tidur, mataku enggan untuk membuka, pergilah...bangunkan aku beberapa menit lagi


Aku sedang menikmati bantal guling ini


Hhmm...


Bantal guling ini sangat nyaman dipeluk, hangat seperti hangatnya tubuh manusia sungguhan


Tunggu...


Aku tidak memiliki bantal guling


Sepertinya semalam hanya ada bantal persegi saja, tidak bantal guling


Aku menggunakan telapak tanganku untuk meraba kearah atas


Ada leher, telinga, rambut!!


Sontak aku membuka mataku dengan cepat dan melihat sosok laki-laki tampan sedang tidur sambil mengecap-ngecap mulutnya


Haahh...


Seo jin lagi


Sial!!


Sudah sering aku dibangunkan dengan kejutan sosok laki-laki yang berada disampingku


Seperti memiliki teman seranjang, seo jin selalu berada diurutan pertama kali manusia yang aku lihat ketika aku membuka mata dari tidurku yang nyaman


'Tok tok'


"Tuan, nyonya..ini saatnya anda untuk sarapan"


"Maaf nyonya, dokter daniel bilang untuk tidak telat meminum obat" ucap maid sambil ragu-ragu untuk membangunkanku


Sedangkan seo jin


Masih dalam posisi tidur dengan nyenyak dan tidak mendengar ketukan dan suara pelayan yang berada diseberang pintu kamar


Aku hendak bangun dan ingin mengatakan kepada maid itu untuk membawa sarapan kedalam kamarku saja, karena aku pikir sangat merepotkan jika aku harus turun menuruni anak tangga


Namun, seo jin menarik lenganku dan berusaha merebahkan diriku lagi untuk menemaninya tidur


"10 menit lagi kita akan bangun" ucap seo jin dengan mata tertutup dan memelukku sambil mengelus rambutku


Cukup!!


Aku sudah tidak bisa mentoleransi sikap laki-laki ini


Aku menggigit tangan kanan seo jin yang berada didepanku


"Aarrghh...." teriak seo jin dan membuat ia membuka matanya dan bangun dengan keadaan heboh


'Tok tok tok'


"Tuan, nyonya, apakah baik-baik saja?" Tanya maid diseberang pintu kamar dan memcemaskan keadaan majikannya yang sedang berteriak kesakitan


"Bilang padanya, sarapannya bawa saja kekamarku" ucapku santai menyuruh seo jin yang sudah berdiri sambil mengelus tangan yang telah aku gigit

__ADS_1


Seperti layaknya anak kucing, seo jin menuruti perintahku dan mengatakan apa yang aku katakan kepada maid itu


Setelah mengatakannya, seo jin menutup pintu dengan ekspresi cemberut


"Apa kau lapar? Sampai-sampai tanganku kau gigit" ucap seo jin dan hendak kembali keranjang


Reflek, aku menghalangi seo jim untuk kembali ketempat tidur dengan melebarkan kedua tanganku


"Kau tidak boleh kembali kesini, kau duduk disana" ucapku sambil menunjuk sofa menggunakan bibirku


Seo jin menuruti perintahku layaknya anak kecil dengan ekspresi cemberut


"Kenapa kau kekamarku? Bukankah kita sepakat bahwa kau tidur dikamar sebelah?" Tanyaku


"Kau selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan, kau kan paling tahu jika aku sudah tertidur bahkan terjadi gempa pun dimalam hari aku tidak akan bangun"


"Kau ini laki-laki yang sangat genit ya seo jin, semakin dilarang justru kau semakin penasaran dan berusaha untuk terus melanggar"


"Apa kau sangat suka kepadaku, huhh?" Tanyaku dengan ketus


"Yyaa...hye jin, ucapanmu sangat tidak sopan kepada orang yang lebih tua darimu" ucap seo jin


"Pftt...umurmu memang tua seo jin, tetapi tingkahmu seperti anak kecil"


"Apa katamu?!" Ucap seo jin menolak


"Lantas kenapa kau berada dikamarku dan bahkan tidur sambil memelukku seo jin?!" Ucapku dengan bernada keras


"Hye jin-aa aku memiliki alasan kenapa aku tidur sambil memelukmu"


"Awalnya aku hanya membantumu untuk mengompres pergelangan kakimu yang bengkak"


"Aku hanya berusaha mematuhi apa yang dikatakan dokter daniel selama 48 jam baiknya pergelangan kakimu dikompres oleh es, agar proses penyembuhan lebih cepat dan tidak semakin membengkak"


"Aku melihat ekspresimu sangat sedih ketika dokter daniel bilang melarangmu untuk beraktivitas selama 1 minggu"


"Tarik kembali ucapanmu hye jin, aku adalah pria yang sopan, aku sudah mengetuk pintumu beberapa kali, namun kau tidak menjawab.."


"Itu berarti aku sudah tertidur bodoh!"..ucapku memotong


"Sst...dengarkan dulu ucapanku" seru seo jin


"Cihh..." ucapku sambil melempar wajahku kearah kiri dan melipatkan kedua tanganku kearah dadaku


"Setelah beberapa saat aku mengompresmu, aku melihat kau mengigau"


"Sambil berteriak meminta tolong...sepertinha dimimpimu kau berteriak"


"Sesekali kau berteriak memanggil ibumu dan..."


"Dan apa?..." tanyaku penasaran


"Dan kau menyebut namaku dan meminta tolong memohon kepadaku.."


"Aku melihat kau meneteskan air mata ketika mengigau"


"Reflek aku menenangkanmu dengan memelukmu dan mengelus rambutmu, hye jin" ucap seo jin dan membuat aku melepaskan lipatan tanganku yang semula berada didadaku


Apakah benar yang dikatakan seo jin? Apakah kejadian semalam membuatku terlarut hingga terbawa mimpi?..


Tetapi kejadian semalam, seolah seperti mimpi dan siapa laki-laki yang dipukuli ditaman tersebut


Aku harus mencari tahu..tapi aku tidak tahu harus memulai darimana


Park seo jin pov


Aku berbicara dengan sejujurnya, malam itu aku hanya berniat untuk mengompres pergelangan kaki hye jin


Aku tahu ini semua kesalahanku, karena sikapku, hye jin terkilir


Aku berusaha menebus kesalahanku dengan merawat hye jin dengan baik, ia tampak sedih ketika dokter daniel mengatakan tidak boleh beraktivitas fisik dengan banyak selama satu minggu


"Ahh...jangan,.kumohon..menjauh dariku...." rintih hye jin


Untuk pertama kalinya aku melihat hye jin mengigau


Sudah pemandangan biasa jika hye jin tidur dengan posisi yang berantakan, dan air liur yang berada disudut bibirnya namun kali ini, hye jin tertidur dalam keadaan yang tidak nyaman, dahi yang penuh keringat dingin dan mengigau dengan suara yang lumayan keras


"Eomma*....huhuhu...aku takut"


"To..tolong...seo...seo jin-ssi, seo jin-ssi, tolong aku huhuhu..."


Rengekan hye jin semakin keras apa yang sebenarnya ia mimpikan


"Hye jin-aa, hye jin-aa" ucapku pelan sambil menepuk pundaknya


"Hiks hiks...arrggghh...park seo jin!!"


"Sssttt....sst...gwaenchana*...aku berada disini hye jin-aa" ucapku menenangkan hye jin dan memutuskan untuk merabahkan diriku disamping hye jin dengan memeluknya sambil menepuk pelan-pelan pundak layaknya seseorang yang sedang menina bobokan anaknya


Aku pikir hye jin terlihat tenang setelah aku memeluknya, dress yang ia pakai penuh dengan keringat dingin


Hye jin belum sempat berganti pakaian setelah pulang dari pesta


Aku memerhatikan noda cokelat yang berada didress bagian perut hye jin


Apa ini...


Aku menyentuhnya dan sepertinya ini serpihan tanah yang sudah mengering


Apakah noda ini didapat ketika hye jin terjatuh saat terkilir


Aku mencoba mem-flash back kejadian disaat hye jin terjatuh ditanah dan akhirnya terkilir


"Fuhh...dasar bodoh kau seo jin, tidak seharusnya kau berbuat itu pada hye jin, jika aku mendengar perkataan hye jin, mungkin hye jin tidak akan menderita seperti ini"


"Mianhae, hye jin-aa"


Setelah itu aku merasa mengantuk dan tertidur disamping hye jin hingga esok pagi


____________//€€€_________


Note



Heol : imbuhan yang sering digunakan ketika shock atau kagum


Mwo : apa


3.apha : sakit


Mian, mianhae : maaf


Anniya, anni : tidak


Mworago : apa yang kau bilang barusan?


Wae : kenapa


Eomma : ibu


Gwaenchana : tidak apa-apa



Anyeong...berjumpa lagi dengan hyungjoba hari ini


Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan stamina yang sehat dalam melawan virus yang semakin mengganas akhir-akhir ini


Bagi yang bisa stay dirumah silahkan rebahan yak..kemon ajak teman2 yang lain buat leyeh-leyeh aja dirumah

__ADS_1


(Hyung sih juga pengen leyeh-leyeh dirumah 😭😭, iri dengan kalian yang bisa rebahan dan work from house)


Stay healthy para readers mangatoon yang hyung cintai 🥰🥰


__ADS_2