
Kim Hye Jin Pov
Tanpa menunggu waktu yang lama, aku telah berada di kawasan gudang kosong daerah kota chicago dan petugas polisi mengerahkan tenaganya untuk mencari hajung
Aku terpaksa meminta bantuan polisi untuk menemukan hajung, karena aku tidak bisa menghubungi seo jin dan menunggu dirinya untuk menemukan hajung
Waktu menunjukkan pukul 1 siang, namun hujan salju mulai perlahan menyelimuti kota ini
Setelah berhasil kabur dari kamar seo jin, aku menghentikan taksi dan segera pergi menemui polisi dan meminta tolong pada mereka untuk melakukan pencarian orang hilang
Meskipun belum dikatakan hilang karena belum memasuki waktu 3 x 24 jam, namun aku beralasan kepada mereka bahwa orang yang mereka cari sedang mabuk berat dan aku tidak bisa menghubunginya
aku mengetahui hajung mabuk berat melalui ucapan chull moo yang mengatakannya melalui alat penyadap suara
Ditambah dengan alasan cuaca yang memasuki musim dingin awal dan takut akan kehilangan kesadaran karena mengalami hipotermi, akhirnya mereka setuju untuk membantuku mencari hajung
Tentu saja aku tidak mengatakan kepada polisi bahwa aku mengetahuinya dari alat pelacak dan penyadap suara
Aku terpaksa berpura-pura mengakui bahwa hajung adalah kekasihku dan aku bertengkar hebat dengannya sampai ia pergi ke gudang ini untuk menyendiri dan mabuk hingga tak sadarkan diri
Begitulah kira-kira skenario yang kubuat selama didalam taksi
Apakah boleh berkata bohong kepada polisi?
Apakah polisi percaya dengan alibi yang aku buat?
Ahh....mmola-mmola* (ga tau-ga tau) yang terpenting hajung masih dalam keadaan hidup
Ini semua karena seo jin yang tidak kunjung mengangkat panggilan teleponku
'Lihat saja nanti, aku akan membuat perhitungan dengannya' ucapku dalam hati sambil mengepalkan tangan kananku
Membutuhkan waktu 40 menit untuk menyusuri area gudang tersebut demi menemukan hajung dan seorang petugas polisi memanggil temannya melalui handy talky untuk memberitahu bahwa hajung ditemukan didalam gudang blok D
Aku segera mengikuti
Petugas polisi dan mengantarkan diriku untuk bertemu dengan hajung
Aku sudah merencanakan skenarioku jika bertemu hajung
Aku akan memeluknya dengan erat seolah-olah aku adalah kekasih yang sangat mengkhawatirkan kondisinya
Namun, sepertinya aku tidak perlu berakting seperti itu didepan para polisi, karena hajung telah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan penuh memar dibagian tubuh dan juga wajahnya
Dan hal itu membuatku berekspresi alami dan benar-benar mengkhawatirkan hajung
"Haaah....omo! Sung hajung!!!" Teriakku sambil reflek duduk dilantai dan memangku kepala hajung dikedua pahaku
"Atention, need an ambulance, please" ucap seorang petugas untuk memanggilkan ambulance ke kawasan gudang yang tidak terpakai ini
Aku mencoba menghangatkan kedua tangan hajung dengan cara menggenggam dan menggosokkannya di kedua tanganku
"Apakah seseorang memukulinya?" Tanya seorang petugas polisi ke salah satu temannya
"We don't know, until he's awake, setelah itu kita akan tahu kronologisnya" jawab temannya
***
Sesampainya di rumah sakit, hajung diperiksa oleh dokter dan didiagnosa mengalami hipotermi
"Untunglah...kalian bisa segera menemukannya, jika terlambat sedikit, mungkin nyawanya bisa terancam" ucap seorang dokter setelah memeriksa keadaan hajung
"Lalu..kapan ia akan sadar dokter?" Tanyaku
"Hmm...kekasihmu hanya pingsan dan sepertinya pengaruh dari minuman alkoholnya masih berada didalam tubuhnya, ia akan sadar setelah diberi beberapa cairan infus dan suhu hangat ruangan, kita bisa memindahkannya ke ruang inap" ucap dokter jaga yang bertugas di IGD
"Baiklah..nona kim, sepertinya orang yang anda cari sudah ditemukan"
"Kami akan pamit dari sini, hubungi kami jika kekasih anda telah sadar untuk kami pintai keterangan" ucap seorang petugas polisi kepadaku
"Baik pak..terima kasih karena telah membantuku menemukan orang yang saya cintai" ucapku
"That's ok mrs. Kim dikemudian hari semoga anda bisa menjaga kekasih anda dengan lebih baik, kota chicago beberapa hari ini sedang tidak aman dan banyak laporan orang hilang, kuharap anda lebih berhati-hati lagi" ucap lagi seorang petugas dan segera pergi meninggalkan diriku dan hajung di ruang IGD
Aku menghembuskan nafasku setelah para petugas polisi pergi dari rumah sakit dan akan mendengarkan kembali kronologis dari hajung jika ia sudah sadar
Haah. .
Baiklah hye jin, mari kita cari tahu cerita lengkapnya setelah hajung sadar
***
Sung hajung pov
Malam kemarin sebelum acara rapat real estate berlangsung esok, aku pergi ke klub malam untuk menghilangkan stres
Beberapa gelas vodka membuatku merasa tenang sedikit dan memberikanku sedikit oksigen untuk bernafas
Namun karena aku pergi sendirian tanpa memberitahu sekertarisku nona min, aku terlalu banyak meminum beberapa gelas vodka dan tidak ada yang mengingatkanku untuk berhenti minum, akhirnya membuatku pulang dari klub malam dalam keadaan mabuk berat
Aku terlalu takut bersaing dengan sepupuku sendiri, sung deok mi
Aku takut akan mengecewakan kedua orang tuaku yang sepertinya mengharapkan diriku untuk berada diposisi direktur utama real estate rose
Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan siapa pemimpin selanjutnya di perusahaan real estate, hanya saja sung dong il telah melewati batas moralnya dalam mempertahankan kesuksesan perusahaan ini
Aku harap deok mi tidak mengikuti jejak ayahnya meskipun aku meragukan hal itu
Pikiranku tidak fokus malam itu hingga aku tidak bisa mengatur emosiku sendiri saat melihat seorang wanita dilecehkan oleh seorang laki-laki didepan mataku sendiri saat hendak pergi dari klub malam paradise
Biasanya aku tidak mempedulikan orang-orang dengan aktivitasnya diklub malam tersebut
Namun sepertinya, aku tidak tahan dengan perlakuan laki-laki hidung belang yang berada dihadapanku
Ia memaksa wanita itu untuk melayaninya meskipun menolak dan mulai berbuat kasar dengan cara memukuli wanita asing yang tidak kukenal itu
laki-laki itu membuatku jijik dan segera ingin enyahkan mahluk kotor ini dari hadapanku
Aku menghampiri mereka dan mulai ikut campur dalam permasalahan mereka, bak pahlawan kesiangan, dengan beraninya aku membela wanita asing itu dan menyuruh laki-laki hidung belang berhenti mengganggunya
Haah...
Sepertinya keamanan diklub malam ini tidak bekerja dengan baik, bagaimana mungkin membiarkan seorang member vip sepertiku berkelahi dengan pengunjung sampah seperti ini
Dan membiarkan wajahku yang tampan ini disentuh oleh tangan kotor laki-laki hidung belang ini hingga membuatku semakin emosi
Seingatku, akhirnya para petugas keamanan diklub malam tersebut dapat meleraiku setelah membuat laki-laki hidung belang itu ku buat tidak sadarkan diri setelah aku memukulnya beberapa kali
Jika mereka datang terlambat sedikit saja, sepertinya aku bisa saja menjadi seorang pembunuh jika tidak segera dihentikan
Inilah yang membedakan antara member vip dengan pengunjung biasa diklub malam paradise ini
Para staf dan petugas keamanan di klub malam ini mengenalku dengan baik, dan akhirnya membantuku mencarikan taksi setelah membuat keributan untuk mengantarku ke apartement dimana aku tinggal
Seingatku malam itu, aku berada aman didalam mobik taksi, hingga aku menyuruh supir taksi itu untuk berhenti dipinggir jalan yang sepi karena aku merasa ingin muntah
Setelah lega mengeluarkan isi perutku, seseorang menarikku keluar dengan paksa dari taksi dan setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi
Keesokan paginya, aku terbangun dalam keadaan tubuh menggigil karena suhu ruangan yang sangat dingin
Aku berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dan melihat sekelilingku dan tempat ini adalah tempat asing yang tidak aku kenal
Hanya ada beberapa kotak kosong yang terbuat dari kayu dan kotak streform terjejer rapi disudut ruangan
Aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku, dan waktu menunjukkan pukul 11 siang
Aku tersadar bahwa aku telat menghadiri rapat penting di real estate rose dan pastinya telah membuat orang-orang sekelilingku khawatir dengan keadaanku
Aku mencari handphone di saku celanaku, namun aku tidak bisa menemukannya dan terlebih udara disini sangat dingin, tanpa sadar membuat kedua bibirku gemetar menahan suhu dingin di ruangan ini
Aku mencoba memukul pintu beberapa kali dan berteriak beberapa kali meminta tolong berharap ada seseorang yang mendengar dan membantuku keluar dari ruangan yang menyiksa tubuhku ini
Apakah aku diculik?
Apa yang mereka inginkan dariku?
Aku berjalan bolak-balik didalam ruangan itu, mencegah agar aku tidak mengalami hipotermia dan mati membeku didalam ruangan ini
Hingga aku mendengar suara mobil dan seseorang bersiul dari luar ruangan ini
Aku berinisiatif untuk segera kabur dari ruangan ini dan membuat perlawanan dengan dirinya
__ADS_1
Aku menghancurkan kotak kayu kosong yang berada diruangan ini dengan cara membantingnya kelantai dan menggunakan ujung kayu yang runcing tersebut sebagai alat pelindung diriku
Aku mendengar seseorang sedang membuka pintu ruangan ini dan bersembunyi dibalik pintu dan akan menyerang orang yang menculikku
Dan sesuai dengan rencanaku, aku berniat memukul laki-laki asing itu dari belakang setelah ia masuk kedalam ruangan
Namun usahaku tidak berhasil, ia dapat menghindari seranganku dan memukul perutku dengan keras
Aku terlempar hingga menghancurkan beberapa kotak kayu dan mengenai punggungku
Rasanya seperti aku mengalami patah tulang, sekujur tubuhku terasa sakit dan sepertinya tubuhku sulit bergerak karena dingin yang menusuk diseluruh tubuhku
Aku tidak menyerah sampai situ dan berusaha bangkit kembali untuk menyerang laki-laki asing itu dan melumpuhkannya agar aku bisa keluar dari sini
Aku melempar kayu ke arah laki-laki itu dan setelah ia mampu menghindarinya, aku berlari untuk memukul wajahnya tepat dibagian pipinya dan membuat dirinya terjatuh
Aku terkejut ketika melihat wajah laki-laki asing yang membawaku keruangan ini adalah wajah familiar yang aku kenal
"Chul moo!!....kau!!..."
Belum sempat aku menyelesaikan bicaraku, chul moo menendang dadaku duluan dan membuatku terjatuh dan merasakan sakit disekitar dadaku
Aku kesulitan untuk bernafas setelah ia menendang dadaku dengan keras dan perlahan aku kehilangan kesadaran
Sayup-sayup aku mendengar chul moo berbicara padaku
"Aku tak mengira anda masih memiliki tenaga seperti ini tuan, bertahanlah 2 jam lagi, setelah itu anda akan bebas" ucapnya dan setelah itu tidak sadarkan diri
Kenapa!!
Kenapa chul moo melakukan ini, apakah deok mi yang menyuruhnya?
Apakah deok mi sama seperti ayahnya yang berniat untuk menyingkirkanku dan menghabisiku seperti dulu dimasa saat aku masih kecil
Apakah alasannya karena perusahaan?
Jika kau sangat menginginkan perusahaan itu kenapa kau tidak mengatakannya padaku deok mi
Jika itu yang kau inginkan, dengan lapang dada aku akan menyerahkannya padamu dan kau tidak perlu berbuat jahat padaku seperti ini
Kita sama-sama anak satu-satunya dalam keluarga sung, sudah cukup kesepian untukku karena tidak bisa berbagi cerita dan beban karena tidak memiliki saudara sedarah
Hanya kau yang kumiliki satu-satunya dikeluarga sung, aku hanya ingin akrab denganmu jika posisi perusahaan adalah keinginanmu, akan kuserahkan dengan senang hati tapi hanya satu pintaku untuk tidak menyakiti orang lain dan berbuat licik untuk mendapatkan kesuksesan perusahaan
Setelah aku menutup mataku, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi
Sampai aku tersadar ditempat tidur yang nyaman dan hangat serta terlihat seseorang sedang menungguku disamping dengan wajah yang ayu
Sepertinya aku sedang bermimpi, perlahan aku membuka mataku dan melihat deok mi sedang berada disampingku dengan wajah yang terlihat cemas
"Neo gwaenchana? (Kamu baik-baik saja)" Ucap deok mi
Ahh...
Tidak hanya wajahnya yang terlihat khawatir tapi ia juga menanyakan keadaanku
Aku harap mimpi ini tidak berakhir, aku ingin memejamkan mataku lagi sebentar saja, berharap mimpi ini tidak hilang dan aku ingin mengingatnya
"Ottokeh?* (bagaimana nih) sepertinya hajung terluka parah" ucap deok mi
Apakah ini mimpi?
Tapi seolah tampak nyata
Apakah benar ia deok mi?
Tidak mungkin deok mi menanyakan keadaanku
Tapi...
Tidak menutup kemungkinan bahwa ia pernah menangis dihadapanku saat acara launching
Aku membuka mataku kembali dan melihat dengan teliti bahwa wanita yang berada dihadapanku adalah deok mi
"Apa kau baik-baik saja? Mana yang sakit? Aku akan memanggil dokter jika kau ada keluhan" ucapnya lagi
Aku mengangkat tanganku untuk memegang wajahnya dan merasakan ini bukan mimpi
Deok mi hanya diam mematung saat aku mencoba menyentuh wajahnya dan saat aku menyentuh wajahnya, deok mi menyentuh tanganku dengan kedua tangannya
Tidak!!
Ini sangat aneh
Apakah benar ini nyata?
***
Kim hye jin pov
Sesampainya dikamar perawatan, aku menunggu hajung sampai membuka matanya
Tentunya aku telah menghubungi ayah hajung dan menyampaikan keadaannya saat ini
Aku tahu resiko identitasku akan ketahuan jika melakukan hal seperti ini
Tapi.... aku tidak bisa berpangku tangan hanya menunggu kabar dari seo jin
Aku menelepon kembali seo jin yang sudah ku abaikan panggilannya sebanyak 20 kali
Aku mengatakan ke seo jin posisiku saat ini dan ia mengatakan padaku untuk tidak pergi kemanapun karena ia akan menjemputku disini
Beberapa menit saat aku menunggu orang tua hajung dan seo jin dalam perjalanan kesini, kedua mata hajung perlahan membuka dan menatapku tanpa ekspresi
Hajung terdiam saat aku menanyakan keadaannya
Apakah ia lupa ingatan dan membuat otaknya membeku setelah mengalami hipotermia dan menghadapi suhu ekstrem saat berada di gudang kosong tersebut?
Tidak
Tidak! kau pikir ini drama, hye jin?
Bagaimana mungkin seseorang bisa tersadar kembali ketika otaknya membeku, dasar hye jin bodoh
Aku mencaci maki diriku sendiri karena memiliki pikiran yang tidak masuk akal melintas dibenakku
Kali ini tidak hanya tatapan kosong saja yang dilakukan oleh hajung, ia mencoba menyentuh wajahku dengan tangannya yang masih gemetar
Aku merasakan tangan hajung yang dingin, sangat berbeda dengan tangannya yang hangat saat kami berdansa diacara launching buffalo
Apakah ia sangat kesakitan?
Atau ingin aku menghangatkan tangannya yang dingin?
Aku menggenggam tangan hajung dengan erat agar tangannya lebih terasa hangat
"Apakah sangat sakit? Katakan padaku bagian mana yang sakit?" Tanyaku pada hajung
Namun, hajung justru membelalakan kedua matanya ke arahku dan melempar tanganku dengan kasar
Aku terkejut ketika melihat hajung berbuat seperti itu
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyanya
Aku berdiri dari posisi dudukku dan terlihat panik melihat hajung berekspresi marah seperti itu
Hajung hendak mencabut paksa infusan yang terpasang dilengannya namun hal itu sia-sia karena ia memegang dadanya yang sepertinya kesakitan
"Akhh..."
"Beristirahatlah..dokter bilang kau tidak boleh banyak bergerak dulu" ucapku dan menghampiri hajung untuk membantunya berbaring kembali
Namun, hajung justru menepis tanganku untuk menjauh darinya seolah ia menolak untuk dibantu
Dengan nafas yang memburu, hajung menatapku tanpa berkedip
Hajung menatapku seolah seperti rusa yang sedang mengawasi pergerakan predator yang akan memangsanya
Sepertinya hajung tidak menginginkan diriku berada disini
Baiklah aku akan pergi dari sini
__ADS_1
"Beristirahatlah..orang tuamu sedang menuju perjalanan kesini" ucapku dan pergi menuju pintu keluar kamar ini
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan aku melihat ayah hajung terengah-engah seolah ia habis berlari untuk menemui anak semata wayangnya
Aku menundukkan kepalaku sedikit untuk memberi salam
Ayah hajung mengabaikanku dan lebih memilih untuk memeluk anaknya dan menanyakan keadaannya
"Kau baik-baik saja nak?" Tanya ayah hajung
Hajung tersenyum tipis saat ayahnya menanyakan keadaannya
"Hajung anakku!" Teriak ibu hajung dan tak lama ibu hajung datang ke kamar perawatan dan berpapasan denganku
"haah...haah..." terdengar suara nafas ibu hajung yang kelelahan karena berlari
Aku menundukkan sedikit kepalaku untuk memberi salam kepada ibu hajung namun aku merasakan sensasi panas dipipiku
'Plak'
Ibu hajung menamparku dengan keras hingga membuat wajahku berubah posisi ke arah kanan
"Yeobo!!* (sayang) " Teriak ayah hajung dan berlari menghampiri istrinya
Aku terdiam menunduk karena merasakan sakit pada pipi kiriku
"Jika kau dan ayahmu berani lagi menyentuh ujung rambut anakku, aku tidak akan tinggal diam, ingat itu deok mi" ucap ibu hajung
"Cha..chagiya* (sa..sayang) apa yang kau katakan pada deok mi, jaga ucapanmu" ucap ayah hajung mengingatkan istrinya
"Mi..mian* (maaf) deok mi, bibimu sedang tidak stabil emosinya karena terlalu khawatir pada sepupumu, hajung"
"Ku harap kau tidak memasukkannya ke dalam hati" ucap ayah hajung padaku dan membawa istrinya mendekat ke hajung
"Aku permisi dulu, paman" ucapku pada ayah hajung dan menunundukkan kepalaku lalu segera pergi keluar dari kamar perawatan hajung
Saat aku menutup pintu kamar, aku mendengar suara lari seseorang dari koridor lalu berhenti berlari dan mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah
Terlihat seo jin terburu-buru untuk menghampiriku kesini
Aku menatap seo jin tanpa berbicara seteleh ia bisa mengatur nafasnya dengan baik, seo jin mengenggam pergelangan tanganku dengan keras dan menyeretku keluar tanpa menghiraukan langkah kakiku yang dapat menyeimbangi dirinya atau tidak
Seo jin menarikku dengan langkah cepat dan hampir saja aku terjatuh karena ia terlalu cepat berjalan
seo jin membawaku ke luar ruangan ke area sepi sekitar rumah sakit yang tidak terlalu dilewati banyak orang dan melepas pergelangan tanganku dengan kasar seolah ia melemparku dan ingin melabrakku
"Kim hye jin! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya seo jin
"Apa kau sudah gila?!"
"Kenapa kau..."
"Kenapa kau membawa hajung kerumah sakit dan apa yang kau katakan tadi ditelepon? Menghubungi polisi?!" Teriak seo jin kepadaku
"Wahh...kim hye jin aku tidak mengerti jalan pikiranmu, apakah kau tipe gadis yang hobi melanggar saat seseorang mengatakan 'jangan'"
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak melakukan apapun dan berdiam diri di kamar, tapi kau justru membahayakan dirimu sendiri dengan mengajak polisi untuk mencari hajung"
"Kau tahu..kau sudah membohongi polisi hye jin..membohongi polisi!!" Teriak seo jin lagi padaku
"Apa kau pikir polisi akan percaya dengan ucapanmu? Cepat atau lambat hajung akan menceritakan semuanya dan menyeret nama perusahaan ke polisi dan akan mencemarkan nama baik perusahaan jika hal itu sampai terjadi" ucap seo jin yang membuatku frustasi
Ia lebih memilih nama baik perusahaan dibandingkan dengan nyawa seseorang
terlebih aku masih merasakan sakit dipipi kiriku karena kesalah pahaman ibu hajung terhadapku
Aku menghampiri seo jin dan meraih kerah bajunya
"Lalu...apakah aku harus berdiam diri lagi saat seseorang hampir mati?" Tanyaku pada seo jin
"Dimana kau berada saat aku berusaha untuk menghubungimu?!"
"Beberapa kali aku berusaha menghubungimu tapi kau selalu mengabaikanku" teriakku pada seo jin dan tidak sadar aku mengatakan ini sambil menangis
"Alih-alih kau berusaha untuk melindungi diriku tapi kau justru mengurungku di kamar bagaikan hewan peliharaanmu"
"Apakah aku seekor burung dimatamu seo jin?"
"Apakah kau layak disebut manusia, seo jin?"
"Kau lebih mengkhawatirkan nama baik perusahaan dibandingkan dengan nyawa seseorang?!"
"Apakah kau membenci hajung karena ia terlahir dari hubungan terlarang?"
"Kau tidak bisa memilih orang tua saat dirimu dilahirkan, seo jin dan itu bukan kesalahan hajung jika ia terlahir dari hubungan yang kau kutuk selama ini!"
"Sudah cukup aku menanggung beban untuk menutupi kematian ahjussi* (paman) asing itu"
"Sampai kapan kau akan menutupi kejahatan ayah mertuamu, haahh!!!" Aku berteriak sambil menangis dan mengguncang-guncangkan tubuh seo jin karena sangat kesal dengannya
seo jin menatapku dan menggenggam kepalan tanganku yang sedang menarik kerah kemejanya
"Hye jin-aa...aku mengerti perasaanmu..." ucap seo jin mencoba menenangkanku
"Ania...*(tidak) kau tidak mengerti perasaanku, seo jin..." ucapku memotong
"Kau memang mencoba melindungi diriku tapi tidak melindungi pikiran dan hatiku, aku bukanlah sebuah boneka yang tidak memiliki hati dan perasaan"
"Tanpa kau sadari, kau sama saja dengan ayah mertuamu, mengabaikan keselamatan seseorang yang tidak penting bagimu" ucapku menatap tajam seo jin dan melepas cengkraman kerah kemeja seo jin
"Mulai sekarang jangan mencariku lagi dan memohon kepadaku untuk berpura-pura menjadi istrimu, deok mi"
"Karena aku akan keluar dari kehidupan yang seperti neraka ini" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin
Seo jin terdiam ketika aku mengatakan akan pergi meninggalkannya
Aku melangkahkan kakiku dan berniat meninggalkan seo jin sendirian
Baru saja selangkah saat aku meninggalkannya, seo jin menahanku dengan cara memegang pergelangan tanganku
"Apa yang terjadi pada wajahmu hye jin? Apakah hajung memukulmu?" Tanya seo jin padaku
Aku menepis tangan seo jin, dan berusaha untuk melepas genggaman tangannya
"Berhentilah menyalahkan hajung, kau tidak perlu tahu apa yang terjadi pada diriku" ucapku ketus dan pergi meninggalkan seo jin
"Berhenti hye jin! Jangan pergi!" teriak seo jin
Aku menghentikan langkah kakiku sebentar
"Berhentilah untuk memerintahku" ucapku dan melangkahkan kakiku lagi
"Jika kau pergi meninggalkanku, sesuatu yang buruk akan terjadi padamu" ucap seo jin dan membuat diriku menghentikan kembali langkah kakiku dan emosi dalam diriku mulai memuncak lagi
"Apa kau mengancamku, seo jin?" Tanyaku
"Ania..* (tidak) aku mencoba untuk melindungimu" ucap seo jin dan membuatku mendengus kesal karena mendengar beberapa kali ucapannya itu
"Aku tidak butuh perlindungan darimu seo jin, aku bisa bertanggung jawab atas keselamatan diriku sendiri" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin
Seo jin tidak mengejarku saat aku pergi meninggalkannya
Aku berlari kecil untuk mengejar bus dan pergi ke dorm ku
_____________________________________________
hai para readers mangatoon
khususnya para jomblowers yang sedang gundah gulana tidak ada kegiatan dimalam minggu yang indah ini
hyung datang kembali untuk update episode terbaru dari kisah ini
gimana.. gimana dengan epsiode 55 ini
apakah ada komentar?
silahkan tinggalkan jejak kalian disini dengan kritik dan saran dari kalian
upps...jangan lupa klik tanda lovenya ya...terima kasih ☺😊🥰
semoga kalian selalu dalam lindungan tuhan dan diberi kesehatan jasmani dan rohani
__ADS_1
see you di episode selanjutnya
bye 🧡🧡