Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 78


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


Aku tidak akan pernah menyangka bahwa malaikat maut akan mengunjungiku sebanyak dua kali dalam kehidupanku


Setelah kejadian di buffalo saat hajung kehilangan kesadaran karena penyakit mental yang ia derita kambuh, Aku merasa beruntung bisa hidup sampai sekarang dan melewati masa gentingku pada malam itu, tapi saat ini, aku bertemu dengan psikopat gila yang memiliki hobi membunuh orang.


Bisakah aku memiliki kesempatan dua kali untuk lolos dari maut?


Kenapa aku harus mengalami kejadian sial seperti ini secara terus menerus?


Bisakah aku bertanya pada tuhan kenapa ia selalu mempermainkan takdirku dengan taruhan nyawa?


Atau... apakah benar yang dikatakan orang, bahwa seseorang yang bertemu dengan doppelgangernya niscaya kehidupannya akan mengalami kesialan yang bertubi-tubi di sisa umurnya


Awalnya aku berpikir seperti itu, tapi samar-samar saat aku mulai menutup mata, aku mendengar suara seorang laki-laki yang terdengar sangat familiar bagiku


Tak lama kemudian aku mulai terjatuh ke tanah dan kembali bernafas menghirup oksigen yang sangat aku butuhkan


Ku pikir kali ini malaikat maut gagal untuk mengambil nyawaku lagi. Karena tuhan telah mengirimkan pria yang aku pikirkan di saat detik-detik terakhir menemui ajalku


Seo jin datang dan menendang kepala pria psikopat itu dengan keras ke samping, hingga menyebabkan ia oleng dan melepas cengkraman tangannya dari leherku


Setelah terjatuh di atas tanah, aku berusaha menghirup oksigen sebanyak yang aku butuhkan hingga aku terbatuk beberapa kali


"Ohokk...ohokkk"


"Ohokk haah...haah...."


Setelah seo jin membuat pria itu oleng, ia tidak menghampiriku, melainkan menghampiri pria psikopat itu dan menghajarnya habis-habisan


Samar-samar aku mendengar seo jin berteriak marah pada pria itu sambil memukulnya secara membabi buta


"Breng*ek apa yang kau lakukan padanya hhuhh!!!" Teriak seo jin sambil menarik kerah baju pria itu


"Akan ku bunuh kau karena telah menyentuh gadis itu!"


'Buk'


'Buk'


"Mati kau breng*ek"


"Rasakan ini...rasakan ini!"


Beberapa kali seo jin melayangkan kepalan tangannya dan mendarat ke wajah pria psikopat itu yang sudah tersungkur di tanah


Perlahan aku mendengar pria psikopat itu merengek memohon ampun pada seo jin untuk berhenti memukulnya


Harusnya aku lega karena pria yang aku pikirkan di detik-detik terakhir aku nyaris mati, telah datang untuk menyelamatkanku dari pria bajin*an itu


Harusnya aku mengabaikan pembunuh berantai itu dan merebahkan tubuhku ke atas tanah dan memejamkan mata untuk beristirahat, menenangkan tubuh dan hatiku yang terguncang karena pria gila itu menghajarku habis-habisan


Tapi semua yang ku inginkan tertunda ketika aku tersadar bahwa pria psikopat itu sudah tidak merengek lagi memohon ampun pada seo jin


Ku pikir pria gila itu sudah pingsan karena mendapat pukulan bertubi-tubi dari seo jin. tapi seo jin masih memukulnya dengan semangat sambil mengatakan 'mati' ke psikopat itu


Tidak!


Apakah seo jin benar-benar berniat akan membunuh pria tersebut? Meskipun hukuman yang setimpal dari pria psikopat itu adalah mati, namun seo jin tidak boleh membunuh pria tersebut


Aku harus menghentikan seo jin


"Seo jin-ssi berhenti" ucapku dengan suara pelan


Argghh...


Aku ingin sekali teriak pada seo jin untuk berhenti memukulnya. Tapi bekas cengkraman pria itu sangat menyakitkan di leherku hingga sangat sakit ketika aku ingin teriak


Beberapa kali aku berdehem untuk mengembalikan suara parau ku, tapi tetap saja aku tidak bisa dan merasakan sakit


"Mati..."


"Mati" ucap seo jin mengatakan hal yang sama secara terus menerus


Haah...


Ini bukan waktunya untuk bisa merasakan sakit. Aku harus mencoba menahan sakit yang aku rasakan saat ini untuk menghentikan seo jin


"Seo jin-ssi jebal*(ku mohon) berhenti memukulnya" ucapku dengan suara parau


Tapi seo jin masih terus memukulnya. Entah ia tidak mendengar suaraku atau dirinya yang sudah terselimuti oleh amarah karena melihat pemandangan diriku yang hampir mati di tangan pria psikopat itu. Sekilas aku melihat wajah pria misterius itu sudah dipenuhi warna merah akibat pukulan seo jin.


Ia benar-benar akan mati jika seo jin tidak segera menghentikan pukulannya


Andwe!!* (jangan) kau tidak boleh membunuhnya seo jin...


Ku mohon hentikan!


Dengan mengerahkan semua sisa tenaga yang ku punya, aku menghampiri seo jin dan memeluk tangan kanan seo jin yang hendak melayangkan tinjunya lagi ke wajah pria gila itu


"Seo jin-ssi ku mohon berhenti! Hikss...hikss" ucapku pada seo jin sambil memeluk lengan kanannya agar ia berhenti memukul


"Hikss....ku mohon berhenti. Kau bisa membunuhnya huwaaa...."


"Hikss...hikss...huhuhuhu..." aku hanya bisa menangis ketika merasakan aura membunuh keluar dari tubuh seo jin . Ia sepertinya bersungguh-sungguh untuk membunuh pria tersebut


Sekilas aku tidak mengenal diri seo jin yang ku kenal selama ini. Aku sempat takut pada seo jin yang benar-benar akan kehilangan akalnya dan sulit dihentikan


Nafas seo jin begitu cepat dan begitu memburu. Aku takut seo jin akan menjadi seorang kriminal jika ia membunuh pria itu pada malam ini


"Hikss...hikss huhuhu...berhenti seo jin ia sudah tidak sadarkan diri. Kenapa kau masih memukulnya hwwaa...." aku memeluk erat-erat lengan seo jin agar ia tidak menghajar pria itu lagi


Perlahan seo jin mengatur nafasnya dan mulai menurunkan tubuhnya dan kembali sadar menjadi seo jin yang ku kenal


Ia mulai menyentuh pipiku dengan tangan kirinya yang besar dan hangat.


Aku menangis tersedu-sedu di hadapan seo jin. Aku hanya takut ia akan kehilangan jati dirinya dan akan membunuh pria misterius itu karena telah diselimuti oleh amarah


"Huhuhu....hikss hiks"


"Ohh...Kim hye jin apa yang telah ia lakukan padamu hingga kau menjadi seperti ini?" Ucap seo jin dengan suaranya yang gemetaran ketika melihatku


Aku mulai melepas lengan kanan seo jin yang sudah mulai terlihat tenang. Setelah melepasnya, seo jin menyentuh pipiku yang satunya lagi dengan tangan kanannya


Aku menatap seo jin dengan wajah babak belur ku sambil menangis.


Aku melihat mata seo jin berkaca-kaca ketika melihat kondisi wajahku


Hingga seo jin tak kuasa meneteskan air matanya ketika melihatku menangis, seo jin mengusap darahku yang masih mengalir dari hidungku dengan ibu jari tangan kanannya dan menjadi cair karena bercampur dengan air mataku


seo jin mendaratkan keningnya ke keningku sambil memegang kedua telingaku dengan kedua tangannya yang besar dan hangat


Wajah kami begitu dekat hingga aku bisa merasakan nafas seo jin yang berhembus di wajahku. Sesekali hidung seo jin menyentuh hidung atau mataku


"Mianhae...*(maafkan aku) karena telat menolongmu kim hye jin" ucap pelan seo jin sambil menahan isak tangisnya


Entah kenapa aku justru tidak tahan melihat seo jin yang menangisiku seperti ini


Aku memegang tangan kanan seo jin dengan erat yang sudah ada di pipiku


"Ania*(tidak) gomawo*(terima kasih) seo jin-ssi karena cepat menemukanku hiks... jika...hiks"


"Jika kau terlambat sedikit saja...mungkin aku..hikss.."


"Mungkin aku...sudah..sudahh hikss"


"Ssst....gwaenchana*(tak apa-apa) tidak perlu diteruskan lagi, hye jin" ucap seo jin menenangkanku


"Hwaa....hwaaa...." aku menangis lagi ketika mengingat diriku yang hampir mati malam ini


Seo jin memelukku dengan erat ketika aku menangis sesenggukkan


Ia mengelus rambutku dengan lembut.


Perlahan aku dibuat tenang dengan pelukan hangat dari seo jin. Aku merasa aman ketika berada di dekapannya

__ADS_1


Namun tak lama aku teringat emma yang masih tidak sadarkan diri. Aku mengkhawatirkan kondisi emma dengan luka sayatannya yang terbuka lagi akibat pria psikopat itu meremas kakinya dengan kuat


"Seo..seo jin-ssi...emma...emaa" ucapku sambil melepas pelukan seo jin dengan pelan


"Ku mohon bantu emma, ia tidak sadarkan diri dan lu-lukanya..." ucapku meminta tolong pada seo jin


Seo jin menuruti kemauanku dan menghampiri emma yang pingsan tepat berada di belakang seo jin


Tak lama aku mendengar beberapa orang berlari dan aku melihat petugas keamanan rumah sakit menghampiriku di hutan lalu terlihat shock dengan apa yang terjadi


Seorang petugas keamanan meminta bantuan temannya untuk menghubungi petugas kepolisian melalui handy talkynya


Selama menunggu, seo jin membuka jasnya dan memakaikannya padaku agar aku merasa lebih hangat


Beberapa menit kemudian, emma dibawa oleh petugas tim medis, begitu pula dengan pria psikopat itu untuk ditangani lebih lanjut


Mereka hanya membawa brankar (sejenis tempat tidur portable rumah sakit) berjumlah dua saja. Selebihnya masih dalam perjalanan ke hutan belakang


Para petugas rumah sakit memprioritaskan orang yang tidak sadarkan diri lalu langsung membawanya ke dalam rumah sakit untuk dilakukan perawatan lebih lanjut


Saat petugas akan membawa emma ke dalam rumah sakit, aku berniat untuk mendampingi emma


aku berjalan sedikit sempoyongan, entah karena pria brengs*k itu telah memukul hidungku atau tubuhku yang sudah lelah karena kehilangan banyak tenaga namun aku tetap keras kepala dan memaksakan diriku untuk tetap berada di samping emma.


"Lihat kondisimu, hye jin. Kau juga butuh perawatan. Berbaringlah di atas tempat tidur jika sudah tiba nanti" ucap seo jin tiba-tiba menyentuh bahuku


"Tidak perlu. Aku baik-baik saja. Aku akan menemani emma" ucapku sambil berjalan perlahan


Baru beberapa langkah, tiba-tiba seo jin mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya dan sekarang tubuhku tepat berada di depan dadanya seo jin


Dengan mudahnya ia mengangkat tubuhku setelah tenaganya dipakai untuk menghajar psikopat itu hingga tidak sadarkan diri


Aku yakin menghajar orang kuat seperti psikopat itu membutuhkan tenaga yang besar. Karena aku sudah mencoba untuk memukulnya dengan mengerahkan semua tenaga yang ku punya, namun si psikopat itu tidak bergeming sedikitpun.


Tapi saat seo jin datang, dengan mudahnya ia mampu memukul pria itu hingga babak belur dan K.O, seolah seo jin telah dikaruniai kekuatan super kuat dari dewa. Seperti itulah penggambaranku mengenai tenaga seo jin yang tidak ada habisnya


"Jika kau tidak mau berbaring di atas tempat tidur karena terlalu lama menunggu, aku sendiri yang akan membawamu masuk ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan luka" ucap seo jin


"Seo..." ucapku terputus


"Berhentilah bicara, aku tidak ingin mendengar apapun alasanmu dan ingin berusaha terlihat baik-baik saja di hadapanku" ucap seo jin memotong ucapanku


Seo jin menatapku yang sedang mengatupkan kedua bibirku ketika ia memotong ucapanku. Aku hanya diam tidak membalas ucapan seo jin saat melihat tatapan matanya yang tajam, seolah-olah berbicara langsung ke dalam hatiku untuk menuruti semua perintahnya


Seo jin menggendongku dengan berjalan santai sambil melihat ke depan. Aku melihat seo jin yang semakin terlihat keren di mataku meskipun ia tidak terlihat rapi saat ini. Dengan rambutnya yang sedikit acak-acakan, kancing kemeja yang sudah ia buka sebanyak 2 buah, hingga dasi yang sudah kendur dan mulai kehilangan bentuknya


Seo jin terdiam tidak mengucapkan sepatah kata apapun ketika sampai di halaman belakang rumah sakit. aku melingkarkan kedua tanganku ke leher seo jin dan menyandarkan kepalaku ke dada bidangnya. entah kenapa malam ini aku merasa sangat bersyukur bisa melihat seo jin dan berada sedekat ini dengannya


mungkinkah aku seperti ini karena efek mental yang ku terima setelah selamat dari kematian dan secara tidak langsung aku baru menyadari bahwa kebersamaanku dengan seo jin adalah sesuatu yang berharga bagiku


"Aku sudah mencoba untuk memukul area lehernya seperti yang kau ajarkan padaku saat melatihku pertahanan membela diri dengan seluruh tenagaku" ucapku tiba-tiba memecah kesunyian antara aku dan seo jin


"Wajar jika kau gagal untuk mencoba pertama kalinya" ucap seo jin menjawab ucapanku


"Ani* (tidak) sebelumnya aku pernah mencoba teknik itu pada seseorang lalu berhasil menumbangkannya, tapi kali ini....aku telah mencobanya tapi psikopat itu tidak bergeming sedikitpun" ucapku yang tidak sadar keceplosan bicara seperti itu


"Kau pernah melakukannya pada orang lain sebelum ini?..." tanya seo jin


"Ahhahaha...maksudku aku tidak sengaja melakukannya dan tidak pernah menyangka percobaanku berhasil untuk menumbangkan seseorang" ucapku


"Apa yang kau maksud seseorang itu adalah emma hingga semudah itu kau menumbangkan lawanmu dengan tenagamu?" Tanya seo jin


"N-ne..*(ya)"jawabku terpaksa berbohong. tidak mungkinkan aku mengatakan pada seo jin seseorang yang aku tumbangkan adalah hajung


"sebagian orang memang ada yang kebal dengan pukulan seperti itu. terlebih jika kau melakukannya dengan panik dan lemahnya kekuatanmu"


"laki-laki itu sepertinya terlatih dan terbiasa dengan kekerasan. jika saja aku memberinya kesempatan untuk berhenti memukulnya sejenak, kemungkinan keadaaan bisa jadi terbalik. Bisa-bisa ia akan memukulku tanpa ampun dan aku yang akan mati terbunuh oleh dirinya"


"maka dari itu aku harus memukulnya hingga ia sekarat atau bahkan sampai mati. dengan begitu manusia yang berbahaya itu tidak akan melukai atau membunuh orang lain"ucap seo jin


"dari mana kau tahu ia adalah seorang pembunuh? aku belum menceritakannya padamu secara detail siapa pria gila itu"ucapku pada seo jin


"aku memang tidak tahu dia siapa, tapi melihat dia tega melakukan hal ini padamu, sudah jelas ia adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang sudah biasa melakukan pembunuhan"ucap seo jin menebak dan benar dugaannya


"gwaenchana* (tidak apa) kim hye jin, kau sudah aman bersamaku. aku hanya akan memintamu untuk selalu dekat denganku. aku tidak akan membiarkan pria itu atau pun pria lainnya yang akan menyentuh ataupun mencoba untuk menyakitimu" ucap seo jin


"kau juga berhak diam jika kau merasa tidak sanggup untuk menceritakan semuanya kepada polisi"


"jika kau tidak berani bicara pada polisi karena takut ketahuan identitasmu yang sebenarnya, aku sendiri yang akan menggantikanmu untuk memberi keterangan tentang kejadian ini" ucap seo jin padaku


"aku tidak takut identitasku akan ketahuan oleh polisi, bahkan jika pun polisi mengetahuinya dan memberikanku hukuman, aku akan siap menanggung segala konsekuensi yang akan aku alami" ucapku pada seo jin


seo jin menghembuskan nafasnya ketika aku mengucapkan kalimat itu


"kau tidak akan masuk penjara hye jin. aku akan melindungimu dan tidak akan merusak kesempatan kehidupanmu yang lebih baik di masa depan nanti"


"Setelah pemilihan direktur perusahaan real estate rose selesai, aku berjanji akan mengembalikkan kehidupan damaimu seperti semula" ucap seo jin berjanji padaku


setelah lama berbincang dengan seo jin, tidak terasa kami telah sampai di depan IGD dan perawat mengiring seo jin ke tempat tidur agar mereka bisa merawat lukaku


seo jin mendamipingiku selama para perawat dan dokter membersihkan dan mengobati lukaku.


"akkk!" seruku ketika seorang dokter sedikit menekan area leherku dan melihat luka lebam yang melingkar di leherku


haah...baru saja luka yang diberikan hajung hampir sembuh. dan sekarang aku harus memiliki luka lebam baru lagi akibat pria psikopat itu mencengkram leherku dengan kuat


Tapi kali ini sepertinya agak parah, aku merasa kesakitan saat menengokkan kepalaku ke arah ke kiri dan ke kanan


Dan benar saja seperti dugaanku, aku mengalami imobilisasi tulang belakang akibat mengalami trauma yang diberikan oleh pria psiko itu. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sumsum tulang belakangku akibat cedera, dokter memberikanku penyangga leher sampai sumsum tulangku pulih dan menyatu kembali


Sesaat aku menghentikan tangan seorang perawat wanita yang ingin memeriksa lukaku yang lain di area bahu dan punggung. aku menatap seo jin seolah memberi isyarat untuk keluar dari tirai


"ada apa nyonya? di sini hanya ada petugas dan suami anda saja"ucap perawat wanita itu


seo jin berdehem beberapa kali "aku akan menunggu di luar, panggil aku jika kau sudah selesai" ucap seo jin sambil keluar dari balik tirai dan meninggalkanku dengan dokter dan perawat


beberapa menit setelah dokter dan perawat selesai mengobati luka ku, mereka pergi keluar dari tirai yang menutupiku, lalu seo jin kembali masuk. tidak lama datanglah beberapa orang dari kepolisian menghampiriku dan juga seo jin


Sepertinya kehadiran mereka memiliki maksud untuk memintaku memberikan keterangan tentang apa yang terjadi di hutan buatan di bagian belakang rumah sakit ini


seo jin meraih tanganku yang sedang mengaitkan kedua tanganku untuk berdoa agar mereka tidak mengetahui mengenai identitas asliku, dan ku harap semoga semua berjalan baik-baik saja saat aku menceritakan kejadian yang mengerikan pada pihak kepolisian


"selamat malam. apakah anda tuan park seo jin dan nyonya... sung deok mi?" Tanya salah satu petugas polisi


"Ya benar" ucap seo jin singkat


"Sebelumnya saya minta maaf pada anda, karena tidak memberikan waktu luang untuk menenangkan psikologis anda karena kejadian yang mengerikan terjadi di hutan belakang" ucap salah satu pria yang tidak memakai seragam kepolisian namun memberitahukan tanda pengenal detektifnya kepada aku dan seo jin


"Tapi jika kami bisa mendapatkan keterangan apa yang terjadi di sana dalam waktu cepat, mungkin kami bisa mendapatkan motif penyerangan dari pria yang telah babak belur di san...."


"No!..." ucapku memotong kalimat detektif yang berasal dari kepolisian chicago


"Pria itu tidak membutuhkan sebuah motif untuk membunuh, dia adalah pria sakit jiwa yang gemar membunuh beberapa wanita dan mengoleksi bola mata dari korbannya sebagai hiasan rumah" ucapku pada detektif sambil gemetar karena mengucapkan hal mengerikan yang telah dilakukan oleh manusia terkutuk itu


"Apakah ia adalah pembunuh berantai yang kami cari?" Tanya detektif itu dengan cepat.


Karena bagaimanapun kehilangan salah satu bola mata dari para mayat yang telah menjadi korban pembunuhan tidak pernah dipublikasikan ke media agar masyarakat chicago tidak histeris


Meskipun para polisi tidak meberitahukan pada media tentang ciri khas dari pembunuh agar terhindar dari kasus pembunuhan amatir lainnya yang mengaku-ngaku sebagai pembunuhan berantai, tentu saja pembunuh berantai berkeliaran bebas di kota merupakan suatu hal yang mengerikan bagi masyarakat


Dan dengan jelas aku menceritakan ke detektif bagaimana cara pembunuh berantai itu meninggalkan tanda kejahatannya pada korban, padahal mereka tidak pernah mempublikasikannya ke media, hal ini menjadi angin segar bagi para kepolisian untuk mendapat titik cerah dalam menyelesaikan kasus yang menekan mereka beberapa bulan belakangan ini


Terlihat detektif itu sangat semangat menggali informasi dariku hingga ku pikir, ia tidak akan menyadari identitasku yang sebenarnya


Aku menceritakan semuanya pada detektif kepolisian chicago dari awal bagaimana aku bisa bertemu dengan bajing*n psiko itu dan menyelamatkan emma, mengulur waktu sampai bantuan tiba hingga psikopat itu tidak sadar menceritakan semua kejahatannya padaku


Aku tidak melewatkan sedikitpun ucapan yang pernah disampaikan pria gila itu padaku, guna mempermudah polisi untuk segera mendapatkan barang bukti kejahatan dari pria yang sudah babak belur itu


"Baiklah nyonya sung, informasi yang anda berikan ke kami sangat berguna dan merupakan titik cerah bagi kasus kami"


"Keberanian anda dalam menghadapi penjahat keji itu merupakan sesuatu hal yang patut kami apresiasi. Jika anda tidak menahan pria itu, mungkin malam ini akan bertambah lagi korban dari pembunuh berantai itu dari total korban yang sudah ia bunuh sebanyak 13 orang" ucapnya


"Untuk selanjutnya biarkan kami yang akan mengurus kasus pembunuhan ini, jika keadaannya sudah mulai sedikit tenang, kami akan mengundang anda datang ke kantor untuk mendapatkan penghargaan dari kami sebagai warga pemberani di chicago" ucap detektif itu


"Anda terlalu berlebihan untuk mengapresiasi tindakan nekat saya. Jika bukan karena suami saya datang tepat waktu, mungkin malam ini, saya akan terbujur kaku di atas tempat tidur sekarang" ucapku

__ADS_1


Seo jin menatapku dan memegang erat tanganku yang mengalami keringat dingin selama bercerita


"Aku harap para kepolisian bisa segera menyelesaikan kasus yang meresahkan selama ini dan mendapatkan bukti kejahatan dari pria itu. Jika tidak bisa menemukan bukti kuat yang menunjukkan pria itu adalah pembunuh berantai, bukanlah hal yang sulit untuk membuatnya bebas dan berkeliaran lagi lalu mengancam nyawa istriku di kemudian hari" ucap seo jin pada detektif


"Aku mengerti tuan, saya akan berusaha melakukan yang terbaik dan akan saya mulai penyelidikan dari tempat kerja pria tersebut yang sudah saya dapatkan identitasnya, jika semua yang disampaikan oleh penjahat itu melalui istri anda benar, bukanlah hal yang sulit untuk menangkap pria itu dan memberikan hukuman berat di pengadilan" ucap detektif itu pada seo jin


"Terima kasih karena telah meluangkan waktu anda dan telah bekerja sama dengan saya dalam penyelidikan kasus ini, saya akan memberitahukan kemajuan dari kasus ini jika sudah mendapatkan bukti baru" ucap detektif itu dan segera pergi dari hadapan kami


Aku dan seo jin melihat petugas kepolisian beserta detektif pergi meninggalkan kami, untuk selanjutnya mencari bukti kejahatan dari pria tersebut


Ketika mereka menghilang dari pandanganku, aku langsung teringat emma dan segera bergegas bangun dari atas tempat tidur


"Neo oediga?* (kamu mau ke mana?)" Tanya seo jin sambil membantuku berjalan


"Ke tempat emma" ucapku


"Kau juga harus istirahat, aku yakin emma juga baik-baik saja" ucap seo jin yang lebih memerhatikan diriku


"Biarkan aku melihatnya sendiri seo jin, setelah itu baru aku bisa istirahat" ucapku pada seo jin


Seo jin hanya menghembuskan nafas saja melihat sikapku yang keras kepala karena enggan beristirahat


Hingga sampailah aku di depan kamar perawatan emma dan ketika aku membuka ruangan tersebut, aku melihat patricia yang sudah duduk berada di samping emma


Namun, aku melihat emma masih memejamkan matanya. Apakah emma masih belum siuman dan lukanya semakin memburuk?


"Patricia, bagaimana keadaan emma?" Tanyaku pada gadis cantik berambut merah yang berada di hadapanku


"She's ok, she just falling asleep after doctor inject her medicine" ucap patricia padaku


"Apakah yang kau maksud adalah obat penenang?" Tanyaku


Patricia menundukkan kepalanya dan tidak membalas ucapanku


"Can we talk outside the room? Just two of us, you and me" ucap patricia sambil melirik ke arah seo jin


"Aku akan menunggu emma sampai kalian selesai bicara" ucap seo jin yang langsung paham bahwa patricia ingin memiliki privacy selama ia ingin berbicara padaku


"Ok. Then talk to me" ucapku pada patricia


Setelah aku dan patricia berada di luar ruangan, patricia menyentuh kedua bahuku dengan kedua tangannya


Gadis itu menatapku dengan wajah yang serius


"Kim hye jin, aku tahu apa yang sedang kau alami saat ini" ucap patricia


"Emma sedang sial karena pria kemarin yang telah menyerangnya pada saat ia hendak kembali ke dormnya adalah pembunuh berantai. Dan kali ini pria gila itu ingin menculik emma lagi" ucapku


"Haah...kalau itu aku sudah tahu, emma yang menceritakannya padaku tadi sebelum ia teriak histeris" ucap patricia


"Teriak histeris?! Maksudmu apakah emma mengalami trauma mental akibat kejadian ini?!" Ucapku kembali panik


"Semua orang yang normal akan mengalami trauma ketakutan berlebih setelah dirinya hampir mati, hye jin" ucap patricia


"Sepertinya kau baik-baik saja. Syukurlah jika mentalmu kuat setelah mengalami peristiwa mengerikan ini" lanjut patricia


"Ahh...ada hal yang ingin ku katakan padamu, sebaiknya untuk saat ini hingga masalahmu selesai jangan kembali ke dorm dulu" ucap patricia


"Why?" Tanyaku penasaran


"Karena akhir-akhir ini gosip tentangmu semakin memanas dan semakin gila setiap harinya"


"Ditambah dengan kedatangan pria yang sekarang berada di dalam kamar itu sering terlihat di area dorm, hal itu semakin memperkuat bahwa apa yang mereka gosipkan benar" ucap patricia


"Haah...sejak kapan mereka peduli dengan masalah orang lain? Ku pikir mahasiswi kampus kita sedang senggang dan tidak ada tugas yang membuat mereka tercekik hingga mereka bisa membicarakan orang lain" ucapku menyindir pada patricia


"Ku pikir kau sudah berteman lama bersama emma dan dia adalah tipe seseorang yang sangat cuek dengan gosip yang beredar" ucap patricia


"Hanya saja saat ini...gosip itu sedang membahas dirimu dan ini berefek pada kehidupan emma di kampus" ucap patricia lagi


"Jadi maksudmu emma dibully oleh mahasiswi lainnya karena ia adalah teman dekatku?" Tanyaku penasaran


"Tidak ada yang membully emma, hanya saja jika kau terus mengunjungi emma ke dormnya bukan hal yang tidak mungkin untuknya dibully oleh penghuni asrama" ucap patricia


aku terdiam ketika patricia mengatakan hal itu semua kepadaku


"aku sudah mengetahui semua masalahmu dari emma dan mengharuskan dirimu untuk mengambil cuti kuliah selama satu semester"ucap patricia


"terlebih beberapa minggu terakhir terlihat laki-laki asing yang mengunjungi kampus dan bertingkah aneh bersikap sok akrab dengan anak-anak kampus lainnya" ucap patricia dan membuatku berpikir


"pria aneh?" tanyaku lagi


"mm...pria aneh. pria dengan setelan jas hitam berkeliaran di kampus seolah-olah ia sudah paham betul dengan lingkungan kampus beserta tempat-tempat terpencil yang biasa menjadi tempat nongkrong anak-anak kampus. aku dan emma curiga, sejak kehadiran pria aneh itu, gosip tentang dirimu semakin memanas dan semakin tidak masuk akal"


"emma dan beberapa teman lainnya yang mempercayaimu bahwa kau adalah wanita baik-baik bersatu untuk menyelidiki siapa pria aneh itu. tapi, saat ini kami mengalami kesulitan karena beberapa orang yang berusaha untuk mempercayaimu perlahan-lahan mulai menghilang karena dirimu yang terlalu sering mengunjungi emma ke dorm bersama dengan pria itu"


"mereka yang awalnya tidak mempercayai gosip murahan itu, kini semakin percaya karena mereka melihatmu dengan mata kepalanya sendiri bahwa kau sangat akrab dengan suami ketua yayasan kita nyonya sung deok mi. dan mereka percaya bahwa kau adalah wanita jahat yang merusak hubungan rumah tangga orang lain"


"tidak semua anak kampus dan penghuni asrama tempat kita tinggal mengetahui bagaimana wajah ketua yayasan kampus kita. namun beberapa dari mereka yang pernah melihat wajah ketua yayasan, menyadari bahwa wajahmu dan wajah ketua yayasan kampus kita memiliki kemiripan. bahkan nyaris mirip"


"รฟang membedakan dirimu dengan dirinya, hanyalah riasan wajah dan tatapan matanya saat melihat orang lain" ucap patricia


"aku tahu sejak kejadiaan naas yang menimpa dirimu terjadi dengan laki-laki itu, keadaan dirimu sedang terjepit dan tidak bisa lari dari pria itu karena sebuah kontrak. aku sangat memahami kondisimu hye jin. kita hanyalah gadis miskin yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan"


"dunia ini hanya diisi oleh ketamakan dari orang-orang yang memiliki harta yang berlebih. pada akhirnya orang kecil seperti kita menjadi korban"


"kim hye jin, aku tahu kau menyukai pria itu dari sinar matamu, tapi kau harus bisa mengendalikan perasaanmu, biar bagaimanapun kejadian malam di hotel itu yang melibatkan dirimu dan juga pria itu hanyalah murni kecelakaan dan kau hanyalah boneka untuk keberlangsungan kehidupan mereka"


"jika kau tidak mengendalikan perasaanmu, bisa-bisa hatimu yang akan tersakiti. maka dari itu kau harus bisa menjaga perasaanmu dan menagih janji pria itu untuk mengembalikkan kehidupanmu seperti semula" ucap patricia


aku hanya terdiam ketika patricia menceritakan semuanya kepadaku. pantas saja emma selalu memanggilku nyonya sung dan berkata seolah-olah kim hye jin yang asli sedang kembali ke tanah airnya dan tidak berada di amerika. dan emma mengusirku dari kamarnya ketika tahu seo jin sedang menungguku di luar dorm saat para penghuni asrama mulai kembali ke kamar mereka masing-masing saat aku mengunjunginya beberapa hari yang lalu


tapi hal yang membuatku penasaran, siapa pria aneh yang bebas berkeliaran di kampusku dan menyebarkan gosip jelek tentang diriku yang dimaksud patricia? jika kecurigaan emma dan patricia benar. bagaimana mungkin ia bisa menggunakan cara murahan seperti itu dan apa tujuannya?


duh....teka-teki ini semakin membuatku bingung. sepertinya tidak ada satu hari kedamaian dalam hidupku setelah aku berpura-pura menjadi deok mi. baiklah untuk saat ini, aku harus mengikuti perintah patricia untuk tidak mengunjungi dorm lagi untuk sementara sampai masalahku benar-benar selesai dan tidak memiliki hubungan lagi dengan seo jin


lagi pula jika aku melanggarnya dan tetap mengunjungi emma, kemungkinan emma mengalami kesulitan di kampus dan dorm karena diriku. aku beruntung masih memiliki beberapa teman yang peduli padaku dan membantuku untuk menjaga rahasia dari masalah yang ku alami saat ini


"kau tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi emma. selama kau mengurus masalah kehidupanmu yang sangat pelik, aku akan membantu dan menemani emma sampai ia benar-benar pulih"


"lagi pula kau hanya dilarang รผntuk pergi ke dorm, tapi kau masih bisa bertemu emma secara diam-diam di luar kampus ataupun di luar dorm. dan kau masih bisa menghubunginya melalui video call jika ingin melihat keadaan dirinya"


"kau juga harus beristirahat hye jin sampai lukamu benar-benar pulih. ku dengar pria brengs*k itu menghajarmu habis-habisan dan kau hampir mati mempertaruhkan nyawamu sendiri untuk melindungi emma"


"kau sangat baik terhadap emma, begitu juga dengan diriku. aku masih ingat betapa baiknya dirimu yang mengurusku disaat aku jatuh sakit dan kau merawatku dengan sangat baik hye jin. meskipun aku jauh dari keluargaku, tapi berkat kehangatan hatimu. aku tidak merasa keluargaku jauh karena kau memperlakukan teman-temanmu seperti keluarga sendiri"


"aku akan melindungi dirimu hye jin. sama halnya seperti kau melindungi teman-temanmu dan sudah menganggapnya seperti keluarga"ucap patricia dan memeluk tubuhku


"aku harap masalahmu segera selesai dan kita bisa berkumpul kembali serta tertawa bersama di dorm seperti dulu" ucap patricia dan membuatku terharu


bersambung.....


_________________________


assalamualaikum


anyeonghaseo yeorobun....(halo teman-teman)


berjumpa lagi dengan hyungjoba


sebelumnya hyung mau sungkem dulu ama reader mangatoon karena hyung telat setor cerita.


maaf ya untuk yang komen 'napa gantung nih cerita?' wkwkwkwk bukannya gantung emang bersambung biar penasaran aja gitu ๐Ÿ˜†


next hyung bakal undur diri dari dunia perupik-abuan jadi hyung bisa fokus nulis


tunggu episode selanjutnya ya


jangan lupa klik love, favorit serta komentar kalian mengenai novel ini


hyung mengharapkan kritik dan saran dari kalian yang membangun ceunah


matur nuhun nya neng geulis dan aa kasep atas perhatiannya


wassalamualaikum wr.wb ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ™†โ€โ™‚๏ธ๐Ÿ™†โ€โ™€๏ธ

__ADS_1


__ADS_2