Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 108


__ADS_3

Sung hajung pov


Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, hye jin pasti akan mencariku entah bagaimanapun caranya


Aku terpaksa mengabaikan gadis yang ku cintai agar ia tidak hidup sengsara saat bersamaku


Saat kejadian buruk kembali terjadi dan nyaris membuat nyawa hye jin terancam karena perbuatan ibuku, aku memutuskan untuk tidak berhubungan dengan hye jin


Aku tahu hal ini akan membuat hye jin bingung, tapi aku sungguh tidak sanggup jika harus mengatakan hal ini ke hye jin


Ku kira setelah mengirim pamanku ke dalam penjara, semua hal buruk tidak akan terjadi lagi, tapi nyatanya kejadian buruk justru terjadi kembali yang datang dari keluargaku sendiri


Terlebih aku terus mengingat ucapan seo jin yang justru membuatku tersadar saat aku bertemu di rumah sakit untuk menemui hye jin


"jika aku jadi kau, aku akan melepaskan kim hye jin bagaimapun caranya, karena kau tidak bisa melindunginya ataupun membahagiakan dirinya dan keluargamu terus menerus menyakitinya hingga hampir membuat kehilangan nyawanya"


"Berterima kasihlah padaku karena kebetulan aku sedang berada di sana dan bisa menyelamatkan nyawanya saat kau tidak berada di sisinya, sekarang..."


" kau bisa melihat pujaan hatimu saat ini berdiri di hadapanmu meskipun dalam keadaan yang memilukan hati kita berdua"


"Jangan buat pujaan hati kita berdua kecewa karena salah memilihmu yang tidak bisa melindunginya akibat kesibukanmu sendiri"


"Apa kau tidak malu dengan saingan pujaan hatimu yang lebih unggul dari pada dirimu"


"Aku tidak akan menyalahkan wanita pujaanku karena telah memilihmu dibanding diriku, tapi aku akan membuat perhitungan denganmu jika terjadi sesuatu lagi pada dirinya"


"Jika hye jin kehilangan nyawa karena kau payah dalam melindunginya, aku sendiri yang akan mengambil nyawamu dengan kedua tanganku sendiri"


"Besikaplah lebih hati-hati lagi hajung, mengingat kau pernah gagal menyelamatkannya untuk keluar dari dalam penjara lalu berakhir ricuh dengan narapidana lainnya dan nyaris membuat hye jin menjadi incaran pembunuhan narapidana yang menggila di dalam sel"


Park seo jin telah mengetahui alasan hye jin pergi ke apartement tua itu untuk menemui wanita hamil yang menuduhku menghamili dirinya


Dan lebih gilanya lagi wanita itu adalah korban kekerasan dari kekasihnya sendiri yang sedang kabur dari dalam penjara dan dendam kepadaku karena telah melaporkan perbuatannya ke kepolisian


Memang benar apa yang dikatakan seo jin, aku memang tidak becus melindungi gadis pujaanku dan aku memang tidak layak untuk berada di sampingnya


Setelah aku berdebat dengan ibuku mengenai perbuatannya, aku justru semakin takut ibuku akan berbuat hal yang lebih gila lagi dari pada perbuatannya yang menghubungi beberapa mantanku untuk mengancam hye jin


Ibuku mengancam akan lebih membuat kehidupan hye jin tidak nyaman jika aku masih dekat dengannya


"Wae eomma?!!*(kenapa ibu?)" Tanyaku sesaat setelah aku kembali ke rumah


"Hajung-aa kenapa kau teriak seperti itu saat kembali ke rumah?" Tanya ibuku


"Kenapa kau melakukan ini kepada hye jin?"


"Apa kau sangat membencinya hingga tega melakukan hal kotor seperti itu?" Tanyaku


"Apa maksudmu?" Tanya ibuku berdalih


"Sung hajung! Jaga ucapanmu pada ibumu sendiri" ucap ayahku yang baru saja tiba ke ruang keluarga


"Berhentilah untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa, ibu"


"Aku telah mengetahui semuanya"


"Ibu sendiri kan yang menghubungi para mantanku untuk menemui hye jin dan mengancamnya?"


"Ibu bahkan tega memfitnahku telah menghamili wanita lain!" Ucapku yang emosi


Ayahku tampak terkejut saat mendengar ucapan yang ku katakan


Ia tampak menoleh ke arah istrinya dengan tatapan wajah tidak percayanya


"Apa maksud ucapan hajung, yeobo?*(sayang)" tanya ayahku ke istrinya


Ibuku tampak terlihat panik saat melihat respon suaminya dan beranjak dari poisisi duduknya


"Ahh...begini yeobo*(sayang)" ucap ibuku menenangkan ayah


"Kau tahu semakin hari hajung semakin dekat dengan gadis itu, aku khawatir jadi aku memutuskan untuk bertindak sesuatu dengan inisiatifku sendiri" ucap ibuku yang telah mengakui perbuatannya


"Memangnya kenapa jika aku dekat dengan hye jin, bu?!" Teriakku


"Apakah aku salah jika aku mencintai seorang gadis yang benar-benar aku cintai dengan tulus?" Tanyaku


"Hajung-yya!! Ibu sudah berkali-kali katakan kepadamu, gadis itu bukanlah gadis yang baik, ia bahkan tidak layak untuk masuk ke dalam keluarga sung" ucap ibuku dengan tega


"Lalu apakah ibu dulu juga layak masuk ke keluarga sung saat menjadi seorang kasir di sebuah supermarket dan merebut pria yang sudah berstri?" Balasku saat ibuku mengatakan kalimat seperti itu


"Sung hajung!!! Jaga ucapanmu" teriak ayahku


"Apakah aku mengatakan hal yang salah?" Tanyaku lagi


"Kenapa kau mengungkit masa lalu ibumu?" Tanya ayahku lagi


"Apakah aku dilarang membahas masa lalu ibu yang sedang berjuang untuk merebut ayah dari istrinya yang terdahulu?"


Sesaat mengatakan hal seperti itu, aku merasakan sensasi panas di pipiku.


Ayahku tanpa ragu menampar keras pipiku saat bicara kasar pada ibuku karena kesal


"Aahhh..yeobo!!*(sayang)" ucap ibuku terkejut saat ayahku nekat menampar pipiku


"Berani-beraninya kau berkata kurang ajar pada ibumu!" Teriak ayahku


"Apa kau lupa siapa wanita yang telah melahirkanmu?" Tanya ayahku lagi


"Nne*(ya) aku tidak lupa siapa wanita yang telah melahirkanku dan pemberi benihnya hingga aku di cap sebagai anak haram oleh orang-orang" ucapku semakin berani


"Sung hajung!" Teriak ayahku


"Lihat yeobo*(sayang) wanita itu membawa pengaruh buruk untuk putra kita" ucap ibuku menghasut


"Sudah ku katakan wanita pela*ur itu mulai menghasut putra kita untuk melawan kedua orang tuanya sendiri" ucap ibuku yang membuatku semakin emosi


"Ibu! Jaga ucapanmu, hye jin tidak pantas untuk disebut wanita rendahan seperti itu" ucapku


"Oh iya? Coba katakan padaku sudah berapa kali kau tidur dengannya hhah? Jika bukan pela*ur lalu dia apa?" Ucap ayahku yang mulai terhasut oleh ucapan ibuku sendiri


"Demi tuhan aku tidak pernah tidur dengan hye jin"


"Berapa kali aku harus mengatakan bahwa ia bukanlah gadis biasa yang ku kenal" ucapku


"Ha!! Haruskah ayah mempercayai ucapanmu?"


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu hajung, meskipun kau adalah putraku sendiri"


"Gadis itu sudah membawa pengaruh buruk untukmu!"


"lihat saja, kau sekarang telah berani menghina ibumu sendiri" ucap ayah


"Jika ibu tidak menghina kim hye jin, aku juga tidak akan menghina ibu"


"Ku rasa kita sama-sama memiliki persamaan namun memiliki perbedaan dalam mencintai seseorang, ayah" ucapku


"Kita sama-sama memiliki kesamaan untuk mempertahankan wanita yang dicintainya dengan cara apapun"


"Tapi perbedannya, aku mencintai gadis yang baik sedangkan kau jatuh hati pada wanita buruk yang bahkan tidak layak diperjuangkan dan hanya mengincar hartamu saja"


"A-apa maksud ucapanmu hajung?, y-yeobo..kau tahu kan bagaimana aku sangat mencintaimu" Ucap ibuku kikuk sambil mengusap bahu ayah


"Begitu juga denganku, aku akan melindungi gadis yang ku cintai dengan cara apapun karena hye jin layak untuk aku perjuangkan untuk masuk ke dalam keluarga sung" ucapku lalu berjalan meninggalkan ayah dan ibuku menaiki anak tangga karena ku rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan


"Bagaimana jika ayah menolak untuk disamakan denganmu sung hajung?" Ucap ayahku tiba-tiba hingga membuatku berhenti menaiki anak tangga


"Ayah akan membuatmu melepas wanita yang kau cintai dibandingkan harus mempertahankan dirinya untuk berada di sampingmu"


"Jika kau bersikeras mempertahankan wanita itu apapun yang terjadi, ayah juga akan bersikeras untuk membuat gadis itu tidak akan bahagia dan terus menderita saat ia bersamamu hingga ia muak dan pergi meninggalkanmu"


"Sekarang pilihan ada di tanganmu sung hajung"

__ADS_1


"Kau sendiri yang pergi meninggalkan gadis itu seolah kau mencampakkan dia atau...."


"Dia sendiri yang akan meninggalkanmu karena harus terus menderita saat bersamamu"


"Kau pikir dengan kau mengancamku seperti itu, baik aku ataupun hye jin akan saling menjauh?" Tanyaku sambil cengengesan berusaha untuk tidak terpengaruh oleh ancaman itu


"Tidak ayah, aku tahu bagaimana sifat hye jin terhadapku, ia tidak mungkin meninggalkanku apapun yang terjadi" ucapku angkuh


"Oh ya?" Ucap ayahku


"Apakah ayah harus mengambil langkah ekstrem?" Balas ayahku


"Bagaimana mungkin kalian akan saling mempertahankan hubungan kalian jika.."


"Salah satu di antara kalian tidak ada lagi di dunia ini dan telah menyebrangi dunia lain?" Lanjut ayahku hingga membuatku tidak berani menjadi angkuh lagi


Seketika aku kembali ke bawah dan menghampiri ayahku dengan geram


Aku tidak menyangka bahwa kakak beradik keluarga sung memiliki sifat picik dan obsesi untuk mewujudkan keinginannya


Ayahku tidak jauh beda dengan pamanku, setelah kakak kandungnya yang ia anggap menyeramkan kini mendekam di penjara, kini ia menjelma seperti mahluk yang lupa akan daratan


Ayahku kini merasa tidak takut apapun lagi dan bisa bersikap semaunya sendiri


"Cih...apakah ini balasan yang ku dapat setelah mengirim paman ke dalam penjara?" Tanyaku lirih di telinga ayah


"Jangan naif hajung, bukankah kau juga senang bisa menyingkirkan sepupumu sendiri dari kandidat CEO perusahaan?" Tanya balik ayahku


"Hah....rupanya aku telah membuat kesalahan" ucapku cengengesan


"Setelah aku membunuh hyena yang licik, ternyata aku justru membuat keledai bodoh berubah menjadi serigala yang menginginkan untuk membunuh mahluk lainnya" ucapku


"Apakah menghina orang tuamu adalah hobi barumu yang sekarang, hajung?" Tanya ayahku


"Sudah seharusnya kau lebih membela keluargamu sendiri untuk menjaga citramu sebagai seorang CEO perusahaan terbesar di kota ini dan menjadi anak yang penurut"


"Kecuali jika kau sudah bosan menjabat sebagai CEO, kau boleh bertindak semaunya tapi dengan catatan kau harus pergi dari silsilah keluarga sung dan jangan pernah kembali lagi"


"Apa kau sanggup membuang segalanya hanya untuk wanita seperti itu?" Tanya ayahku


"Aku bahkan sanggup untuk menyerahkan nyawaku untuk wanita seperti hye jin" ucapku serius


"HAHAHA!!" tawa ayahku seketika pecah memenuhi isi ruangan saat mendengar kalimat yang keluar dari dalam mulutku


"Ya tuhan..putraku"


"Kau sungguh sangat naif, dari mana kau belajar kalimat yang tidak masuk akal itu?" Tanya ayahku


"Kau adalah satu-satunya anak yang bisa ku banggakan saat ini"


"Jika kau rela menyerahkan nyawamu untuk wanita rendahan seperti itu.."


"Langkahi dulu mayatku, baru kau sanggup untuk melindunginya"


"Aku tidak akan membiarkanmu mati konyol hanya untuk melindunginya"


"Sudah cukup kau berkorban untuk wanita itu"


"Apa kau ingin mati untuk kedua kalinya setelah mendapatkan semua yang kau inginkan hajung?"


"Coba pikirkan sekali lagi hajung"


"Ayah yakin kau bisa memutuskan hal ini"


"Tinggalkan wanita itu atau..."


"Salah satu dari kalian akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya"


"Cinta tidak harus memiliki hajung, kau harus tahu itu"


"Jika kau merasa gadis itu sangat baik, apakah ia layak bersanding di sampingmu?"


"Jika dongeng beauty and the beast menceritakan seorang pangeran yang dikutuk menjadi buruk rupa lalu bertemu seorang putri cantik dan tidak peduli apapun rupanya.."


"Kau adalah kebalikan dari pangeran yang dikutuk itu"


"Dirimu yang sebenarnya adalah pria gila yang haus akan tubuh wanita tapi dibalut dengan wajah tampanmu dan kau memiliki harta kekayaan"


"Kau adalah monster yang sesungguhnya sung hajung"


"Hanya akan ada penderitaan saja jika gadis itu tetap berada di sampingmu, kau harus sadar diri" ucap ayah yang membuatku pada akhirnya memilih untuk mengabaikan hye jin


Tenanglah hajung...


Aku yakin cepat atau lambat, gadis itu akan berhenti untuk mencariku seperti kejadian 2 tahun yang lalu


Hye jin akan baik-baik saja jika aku mengabaikan dirinya dan ia bisa menjalani kehidupan normal pada umumnya


Yahh...


Kupikir akan seperti itu


Namun pada akhirnya saat aku memutuskan ingin meminum minuman keras untuk melupakan sejenak pikiranku di sebuah club vip pada malam harinya, kim hye jin datang dengan posisi berdiri tegak sambil memandang ke arahku


Entah bagaimana gadis itu bisa dengan mudah masuk ke ruangan vip ini padahal aku sudah menyewa body guard untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam ruangan, atas izin dariku


*******


Kim Hye Jin


Kau pikir dirimu bisa menghindar dariku dengan mudah sung hajung?


Aku sudah mengenal bagaimana sifatmu selama ini


Kau adalah pria yang akan memilih untuk menghindari sesuatu yang kau cintai agar kau bisa mencegah hal buruk terjadi


Aku yakin ada sesuatu yang ingin kau sembunyikan dariku, oleh sebab itu kau kabur dariku tapi tidak bisa merelakannya.


Untuk melupakannya kau menyiksa dirimu sendiri dengan cara meminum alkohol sebanyak-banyaknya di club malam ini


Jika kau menghindar dariku, aku sendiri yang akan terus mengejarmu hingga kau membuka mulut


Setelah aku diusir dari kantor real estate rose, aku menghampiri eren dan meminta alamat club malam yang sering dikunjungi hajung


Malam ini aku berencana akan menemuinya apapun yang terjadi


Yang benar saja, saat aku berada di ruangan vip yang dimaksud oleh eren, seorang pria berdiri tegap di pintu ruangan tersebut, bertugas untuk mengawasi dan menghadang orang-orang yang ingin masuk ke dalam


"Ada yang bisa ku bantu, nona?" Ucap pria dengan setelah jas hitamnya


"Apakah hajung ada di dalam?" Tanyaku santai


"Silahkan pergi ke tempat lain, nona"


"Anda tidak bisa berada di sini apalagi untuk menemuinya" ucap pejaga


"Ahh..kalau begitu bisakah aku meminta tolong padamu untuk memberikan sesuatu yang penting untuk dirinya?" Tanyaku pada penjaga dan untungnya ia tertarik dengan sesuatu benda yang ingin ku keluarkan dari dalam tasku


Saat wajah pria penjaga itu sudah berada di dekat tas ku, aku menyemprot cairan merica ke matanya dan tentu saja membuat pria itu tumbang karena matanya yang perih


"Maaf aku harus melakukan ini" ucapku pada pria yang telah berteriak kesakitan akibat menahan perih di matanya


"Ja-jangan masuk nona! Kau di larang..." ucap penjaga itu dan aku tidak mempedulikan ucapannya dan tetap menerobos ke dalam


Saat aku membuka pintu ruangan vip, aku melihat hajung sedang menegak minuman keras langsung dari botolnya


Ia seperti sedang tidak meminum alkohol, melainkan seperti meminum air putih dan lewat di tenggorokannya begitu saja


Haah...


Aku sangat kasihan dengan hati dan pankreasnya yang bekerja sangat keras untuk menteralkan kadar alkohol di dalam tubuhnya

__ADS_1


Sejenak hajung berhenti minum dan melihat ke arahku


Entah ia sudah mabuk atau belum, tapi ia mengabaikanku dan menegak lagi minuman alkoholnya langsung dari botolnya


Aku menghampiri hajung dan menyambar botol yang ada di tangannya


"Hentikan! Kau sudah terlalu banyak minum" ucapku pada hajung


Hajung menghela nafas saat aku menarik botol di minumannya sambil menarik kerah bajunya yang terhimpit oleh dasi cokelatnya


"Apakah di luar tidak ada penjaga?" Tanya hajung malas dan memilih untuk mengabaikanku


"Ma-maafkan saya tuan, m-mata saya..." ucap pria yang menjaga pintu masuk ruangan vip ini


"Mianhae ajussi*(maafkan aku paman) matamu akan membaik setelah kau membasuh wajahmu di air yang mengalir dan akan menghilang efeknya kurang lebih selama 2 jam" ucapku sambil menoleh


"Apa yang telah kau lakukan pada body guardku kim hye jin?" Tanya hajung


"Apa kau telah menganiayanya?" Tanya hajung lagi


"Aku hanya menyemprotkan cairan merica ke matanya, itu tidak akan membuatnya menjadi buta" ucapku


"Haah...kim hye jin, kau akan masuk ke dalam penjara jika aku melaporkan tindakanmu terhadap body guardku"


"Apa kau lupa bagaimana rasanya berada di dalam penjara?"


"Apa kau sudah tidak takut dengan hal itu?"


"Apa mungkin traumamu terhadap jeruji besi sudah hilang dan kini kau ingin merasakannya lagi?" Tanya hajung yang terdengar seperti membuatku kesal dan benci kepadanya


Untungnya aku sudah tidak bergantung lagi terhadap obat penenang, sehingga aku bisa berpikir dengan waras


"Hajung-ssi ada yang ingin ku tanyakan padamu" ucapku


Hajung membenarkan posisi duduknya lalu mengambil botol lain yang ada di atas meja


Ia membuka tutup botol minuman alkohol yang baru, lalu menegaknya lagi


Aku yang melihatnya langsung menarik nafas dan menyambar botol yang di pegang hajung


"Bisakah kau berhenti minum dan tidak menyiksa dirimu?!" Tanyaku sedikit berteriak


"Hajung-ssi katakan padaku apa yang membuatmu seperti ini, apakah ada masalah yang mengusikmu?"


"Jika iya, bicarakan padaku. kita akan menyelesaikannya bersama" ucapku dan langsung duduk di samping hajung


Hajung terdiam sambil menatapku


"Kau tahu apa yang mengusik diriku?" Tanya hajung yang akhirnya buka mulut


"Kau kim hye jin" ucapnya


"Kau lah yang mengusik diriku dengan datang menerobos masuk dan menghentikkanku untuk minum" ucap hajung


Aku menatap hajung tanpa berkedip, berusaha untuk menelaah ucapannya


"Apakah ini masih berhubungan dengan kasus naomi?" Tanyaku


"Apa kau sedang diancam oleh orang lain dan menyuruhmu untuk menjauhiku?" Tanyaku mencoba menebak


Aku bisa melihat ekspresi hajung yang sekilas terlihat terkejut setelah mendengar tebakanku


"apakah ibumu masih belum bisa menerimaku?"


"bukankah sudah ku bilang padamu untuk membagikan waktumu untuk ibumu agar ia tidak merasa di monopoli olehku"


"jika kau mau, kita bisa berdua datang bersama mengunjungi rumahmu dan makan malam bersama sesering mungkin" ucapku menjelaskan


"aku yakin cepat atau lambat orang tuamu akan menerimaku" ucapku lagi yang begitu percaya diri


namun tanggapan hajung hanya mengacak-acak rambutnya saja saat aku mengoceh


"Ohh..ayolah hajung, kita bisa membereskannya bersama apapun masalahnya" ucapku santai


"Atau jangan-jangan mereka berasal dari kubu yang ingin melengserkan jabatanmu?"


"Kau tidak perlu takut hajung, kau bukanlah yang dulu, kau dan keluargamu memiliki kekuatan untuk bisa menyingkirkan siapa saja yang mengancammu atau mengusikmu"


"Kita bisa...."


'BUG!!'


Ucapanku terputus saat hajung tiba-tiba mendorongku hingga tubuhku jatuh di atas sofa dan saat ini ia sedang berada di atas tubuhku


Jika aku boleh jujur, kepalaku sedikit sakit saat hajung menghempaskan tubuhku ke atas sofa kulit berwarna coklat tua yang sedikit keras seperti papan


"Apa kau sama sekali tidak takut dengan hal apapun kim hye jin?" Tanya hajung


"Aku sudah melewati hal paling menakutkan dalam hidupku" ucapku santai


"Apalagi yang harus ku takutkan?" Tanyaku


"Haah...." hajung menghela nafas tepat di atas wajahku dan aku bisa mencium bau alkohol yang sangat menyengat


Aku memejamkan mataku untuk bertahan dan tidak berontak dalam posisi seperti ini


"Kim hye jin, aku tahu kau adalah wanita gila..."


"Tapi aku sudah tidak tertarik denganmu lagi" ucap hajung


"Aku mendekatimu hanya untuk bisa tidur denganmu, tapi karena aku sudah tidak tertarik lagi denganmu, aku memutuskan untuk meninggalkanmu" ucap hajung yang sudah pasti aku mengetahuinya bahwa itu bohong


"Hajung-ssi apa kau lupa dengan ucapanku tempo hari?" Tanyaku


"Satu hal yang tidak bisa kau lakukan adalah bicara bohong" ucapku


"Aku tahu kau hanya membual dan bicara seperti itu agar aku bisa menjauh darimu" ucapku


"Kau tidak mendekatiku bukan karena ingin tidur denganku, kau selalu meminta izin dariku dan menahan dirimu agar tidak menyentuhku"


"Aku tidak akan pernah melupakan ucapanmu" ucapku


"Sekarang ceritakan padaku, siapa yang membuatmu menjadi seperti ini?" Tanyaku


Hajung menundukkan kepalanya, ku kira ia akan menahan tangis tapi ternyata ia justru tertawa


"Kim hye jin bagaimana mungkin kau masih percaya akan hal itu?" Tanya hajung


"Manusia bisa berubah, begitu juga dengan perasaan" ucap hajung


"Jika kau tidak percaya denganku, aku bisa memaksamu untuk tidur denganku di sini" ucap hajung


"Apa kau sungguh tidak takut denganku, kim hye jin?"


"Ku beri kau kesempatan untuk lari dari sini sebelum aku berbuat lebih jauh" ancam hajung


"Aku tidak akan pergi kemanapun sebelum kau bicara denganku apa yang sebenarnya terjadi" ucapku bersikukuh


"Cih..."


"Well, itu artinya aku bisa melakukan apapun padamu"


"Aku akan menunjukkan padamu siapa diriku yang sebenarnya" ucap hajung


Hajung mulai memperlakukanku dengan kasar


Ia mulai menahan kedua tanganku dengan satu tangannya


Aku bisa merasakan rasa pahit alkohol melalui mulut hajung, ia ******* bibirku dengan kasar dan ia mulai menjamah tubuhku yang lain


Aku berusaha untuk tidak melawan hajung karena aku percaya padanya, ia tidak mungkin tega meyakitiku

__ADS_1


__ADS_2