
Aku menarik nafas ketika melihat berita itu dan perubahan pandangan tahanan lain yang berbeda saat melihatku
"Baru ini aku melihat seorang tahanan yang mendapat pembelaan dari masyarakat kota dan justru memandangnya sebagai pahlawan kota" ucap salah satu tahanan yang tidak ku ketahui dengan jelas
"Wanita imigran yang berasa dari asia itu memang hebat, dia memiliki pengaruh untuk menggerakkan hati masyrakat kota dengan kompak" ucap lagi salah satu tahanan yang memujiku
"Ohh....ayolah jangan konyol. Kalian pikir ia adalah calon pemimpin kota sehingga membutuhkan dukungan dari masyarakat?" Sindir tahanan lain yang tidak menyukaiku
"Jika ia mengajukan diri sebagai pemimpin penjara ini, apakah kalian ingin memilihnya?" Sindir seseorang
"Pertanyaan yang konyol, jika ia ingin menjadi pemimpin di dalam penjara ini, ia harus berani melawan semua penjahat kriminal yang ada di sini dan memamerkan ototnya di hadapan kami semua"
"Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri jika berani adu otot dengan penghuni sel yang lain, ku dengar ia nyaris mati karena melawan wanita gendut yang bertato pedang di ujung sel sana"
"Benarkah?! Kalau begitu aku tidak ingin memilih pemimpin lemah seperti itu, hahaha" ucap seseorang menyindirku lagi
Dengan kompak sebagian penghuni sel tahanan menertawakanku dengan puas.
Aku menghiraukan mereka dan memilih fokus pada makananku
"Kalian yang menertawakan gadis itu adalah pecundang, tentu saja kalian enggan membelanya jika terdapat seseorang berbuat baik" ucap penghuni sel tahanan yang membelaku
"Baik katamu?! Jika ia memang orang baik, dia tidak akan berakhir di sini!"
"Tidak semua orang berada di sini adalah penjahat! Mungkin saja mereka dijebak atau mereka sudah menyadari kesalahannya dan ingin berbuat baik"
"Omong kosong! Kenapa kau justru berbicara seolah-olah kau adalah orang suci?"
"Aku hanya berbicara yang menurutku benar, kenapa kau justru menjadi emosi?"
"Aku menjadi emosi karena mendengar ceramahmu yang sok bijak, ingin sekali ku bungkam mulutmu"
"Oh ya?? Maju sini dan bungkam mulutku!"
Seketika waktu makan siang berubah menjadi pertengkaran antar sesama para tahanan karena terbagi menjadi dua kubu karena berita tentang diriku
Para sipir segera meleraikan para tahanan yang akan saling baku hantam.
Sedangkan diriku hanya memejamkan mata dan enggan menghabiskan makananku karena kehilangan ***** makan
Wanita gila psk yang satu sel denganku segera menghampiriku dan menabrak bahuku dengan keras
"Hei jal*ng! Apakah kau senang melihat mereka bertengkar karena dirimu?" Tanyanya
Aku menghiraukan wanita itu dan pergi menghindarinya
"Brengs*ek sudah ku bilang jangan menghiraukan diriku ketika berbicara!" Teriak wanita gila itu menjambak rambutku dari belakang
Seolah ia senang mencari keributan denganku ditambah dengan suasana kacau saat ini
Aku tidak tahu ia memiliki dendam apa denganku? Tapi sikapnya mulai keterlaluan dan aku mulai muak berhadapan dengannya
Aku membalas wanita itu dengan menjambak kembali rambutnya. Beberapa detik kami saling menjambak rambut kami satu sama lain
Hingga wanita itu mulai membabi buta dan hendak mengambil garpu yang ada di pinggir meja makan
Aku tahu apa yang akan ia lakukan padaku. Menggunakan garpu untuk melukaiku
Ia melepas rambutku dan dengan cepat mengambil garpu itu. Aku dengan sigap menarik tangannya dari belakang untuk menghentikkan dirinya
Namun sayang, aku kalah cepat darinya. Ia berhasil meraih garpu itu dan mencoba menyerangku menggunakan garpu itu
Sekilas sebuah garpu bukanlah benda yang membahayakan, tapi ketika di dalam penjara, segala apapun yang terlihat agak runcing akan digunakan sebagai senjata
Aku reflek melepas tangan wanita gila itu ketika ia mencoba menusuk tanganku yang menahan tangannya
"Kedatanganmu ke sel ku sungguh mengusikku jal*ng!" Ucapnya
"Dan sekarang, bagaimana mungkin kau membuat gaduh semua orang hanya karena dirimu?"
"Jika ku biarkan seperti ini, kau akan mempengaruhi beberapa orang agar bisa tunduk di hadapanmu"
"Hal itu tidak akan ku biarkan terjadi jika aku memberi pelajaran padamu"
"Asal kau tahu dunia penjara itu sangat kejam, jika sedikit saja memberikanmu kesempatan untuk unjuk gigi, kau akan berbuat seenaknya dengan pengikutmu yang mendukungmu di sini!"
"Dan aku tidak akan sudi berada di bawah kekuasaanmu. Oleh karena itu akan ku buktikan bahwa orang sepertimu tidak layak untuk diberi panggung" ucap perempuan gila itu
"Aku tidak peduli orang-orang di sini menilaiku seperti apa, bodoh" ucapku
"Untuk apa memiliki kekuasaan di tempat buruk seperti ini?"
"Justru tipe orang seperti dirimulah yang membuat suasana penjara ini menjadi lebih kelam dan pikiran dangkalmu yang berpikiran masalah selesai hanya dengan jalan kekerasan fisik"
"Aku tidak ingin mencari masalah denganmu atau siapapun, aku hanya ingin hidup tenang di sini" ucapku
"Cih..apa kau pikir penjara ini adalah surga hingga kau bisa hidup dengan tenang? Kau harus mati dulu jika ingin hidup tenang, sia*an!" Ucap wanita gila itu
"Ku beri peringatan padamu, jika kau berani berbuat sesuatu padaku dengan garpu itu, aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu" ancamku pada wanita itu dengan perasaan yang tidak takut
Aku tidak menyangka hanya dengan ucapanku yang seperti itu, ia akan menyerangku dengan membabi buta. Ia tidak mengindahkan ucapanku sama sekali
Entah ia terbiasa untuk menyerang seseorang, tapi terlihat ia mengincar daerah titik vital daerah kepalaku
Aku tebak ia mengincar arteriku yang berada dekat leher
Jika tertusuk oleh garpu itu, tamatlah sudah hidupku
Aku berhasil menggagalkan niatnya namun naas garpu itu justru menusuk tepat di dahi kiriku
Darah segar mengalir dari atas kepalaku, sekilas wanita itu justru tersenyum puas saat melihat aku terluka, ia bahkan menunjukkan jari tengahnya ke arahku dan meledekku
Sesuai perkataanku, aku akan membuatnya menyesal seumur hidupnya, tanpa berpikir panjang lagi aku menarik tangannya dan menggigit jari tengahnya sekuat mungkin dan meremas jarinya hingga terdengar suara tulang yang patah
Ia meringis kesakitan dan menarik rambutku, namun aku tidak gencar untuk menggigit jari tengahnya agar ia tidak bisa menunjukkan jari tengahnya yang menjengkelkan itu
Beruntung petugas sipir melihatku dan meleraikanku agar aku berhenti menyakiti wanita itu
Kini giliranku yang tersenyum senang saat melihat wanita PSK itu terluka akibat ulahku. aku mengusap daguku yang penuh bekas darah akibat menggigit jari tengahnya.
Seolah kewarasanku sudah menghilang pergi entah kemana dan memperbolehkan emosiku yang mengambil alih kehidupanku selama berada di sini
Tidak ada lagi hye jin yang waras, kehidupanku mulai berantakan saat dong il memperlakukan hidupku seperti sampah
__ADS_1
Beberapa petugas sipir kewalahan saat menangani keributan antar tahanan pada makan siang hari ini
Beberapa orang terluka akibat kejadian siang tadi. Ku rasa sumber utama bukan karena berita dariku. Keributan itu terjadi dari orang-orang yang merasa terintimidasi selama hidup di sini
Sekarang aku bisa mengerti kenapa orang-orang di luar sana takut pada orang-orang yang pernah masuk ke dalam penjara
Karena mereka bisa berbuat nekat dan sudah terbiasa menyakiti seseorang tanpa rasa bersalah
Sesampainya di rumah sakit tahanan, seorang perawat segera memeriksa luka yang ada di keningku
Seorang dokter paruh baya yang menangani saat aku mengalami malnutrisi terlihat khawatir saat melihat keadaanku
Padahal jika dilihat dari seberapa parah lukanya, justru wanita psk itu yang layak untuk ditangani segera karena terluka di jari tengahnya
"Astaga nona!! Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya dokter paruh baya itu
Aku tidak menjawab pertanyaan dokter itu dan hanya menatap dengan tatapan kosong
Dokter paruh baya itu segera mengobati lukaku dan menjahit keningku yang tertusuk garpu
Aku masih merasakan nyeri saat jarum menusuk keningku meski dokter sudah memberi obat bius padaku
"Belum ada sebulan tapi anda sudah kembali ke sini sebanyak 2 kali"
"Anda harus berhati-hati nona, tidak mudah menghilangkan luka seperti ini" ucap doker paruh baya itu yang terdengar aneh menurutku
beberapa jam setelah kekacauan tadi siang terjadi, aku mendengar beberapa sipir yang menyindirku karena perbuatan jahatku pada wanita itu
Ku dengar wanita itu nyaris kehilangan jari tengahnya akibat perbuatanku, beberapa dokter berusaha untuk menyelamatkan jari-jarinya yang mengalami patah tulang
Jika hasil operasi berhasil, kemungkinan wanita itu tidak kehilangan jari tengahnya, namun jika hasil operasi gagal, dokter akan memutuskan untuk mengamputasi jari tengah wanita gila itu
Bukannya aku merasa bersalah karena perbuatanku, aku justru merasa puas karena bisa membalas dendam pada wanita itu
Itu adalah hukuman yang pantas untuk pencuri yang telah merampas jam tangan milik hajung dengan seenaknya
****
Waktu berlalu dengan cepat hingga tiba waktu persidangan untuk memutuskan aku bersalah atau tidak
Luka di keningku mulai terlihat kering namun dokter mengatakan bahwa bekas luka yang aku dapatkan akan berbekas seumur hidup
Aku tidak peduli dengan bekas luka yang ada di dahiku, anggap saja ini sebagai tanda bahwa aku telah mengalami kehidupan yang seperti neraka
Asalkan wajahku masih sama seperti deok mi, ku rasa itu tidak akan menjadi masalah bagi dong il
Kini pengacara jamie menemuiku beberapa jam sebelum persidangan di mulai
Ia mendiskusikan sesuatu sebelum persidangan di mulai, pengacara jamie mempersiapkan diriku agar aku bisa menjawab pertanyaan dari yang mulia hakim terkait kasusku
"Nona kim, aku tahu kondisi tubuhmu saat ini belum sempurna untuk sembuh dan butuh istirahat, namun kau terpaksa harus mengikuti persidangan ini" ucap pengacara jamie
"Lakukan saja pekerjaanmu dan tidak usah pedulikan kondisi tubuhku" ucapku datar
Pengacara jamie menatapku sambil menghembuskan nafasnya, ia menatap wajahku yang berekspresi datar dan terlihat pucat dengan beberapa lebam di wajah akibat insiden keributan yang terjadi tempo hari
"Baiklah...aku hanya ingin menjelaskan padamu dan ku harap kau bisa mengerti penjelasanku tanpa ada pengulangan lagi"
"Jadi dengarkan baik-baik...." ucap pengacara jamie
"Membuat chul moo menjadi tersangka utama dan menanggung semua tuntutan yang dibebankan padamu" ucap pengacara jamie
Sudah ku duga, pada akhirnya jika chul moo sudah tidak berguna lagi, ia akan dibuang oleh dong il dan akan membuatnya menjadi sampah yang benar-benar sudah tidak bisa didaur ulang lagi
Dong il tidak bisa membuangku begitu saja karena ia masih membutuhkanku, biar bagaimanapun selama dong il belum sampai ke titik tertinggi obsesinya, ia akan terus menggunakanku untuk berpura-pura menjadi putrinya
Baiklah...
Gunakan dan manfaatkanku sebisa mungkin dong il, begitu kau mendapatkan keinginanmu, aku akan membalaskan dendamku padamu dan juga seluruh keluargamu ke dalam neraka yang paling dasar hingga kau tidak bisa keluar meskipun kau bereinkarnasi ratusan kali
Ekspresiku yang semula datar, kini berubah menjadi geram dan mengucapkan kutukan itu di dalam hatiku
Pengacara jamie menyadarinya dan menyadarkanku
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu kesal, nona kim"
"Ku rasa kau juga ikut merasa senang kan jika chul moo yang kau benci itu akan menanggung semua kesalahanmu?"
"Kau bisa membalaskan dendammu karena ia berhasil menyakiti tuan hajung, orang yang kau cintai" ucap pengacara jamie
"Tutup mulutmu dan lanjutkan saja pekerjaanmu yang menyebalkan itu" ucapku ketus
"Hemm...baiklah, ku rasa kau tidak ingin mendengar lelucon dariku. Aku akan melanjutkannya..."
"Setelah itu...."
Pengacara jamie mulai melanjutkan penjelasannya untuk persidangan nanti yang akan memutuskan hukuman untukku
*****
Beberapa menit berlalu dan sampailah diriku berada di hari persidangan.
Ruangan sidang ini terlihat ramai oleh orang-orang
Terlihat beberapa orang membawa kamera dan bolpoin serta buku catatan bersiap mengikuti persidangan ini
Ku rasa mereka adalah para wartawan yang meliput berita persidanganku karena berita tentangku muncul di televisi dan membuat heboh kota chicago
Tentu saja semua orang di kota ini penasaran, apakah aku orang baik dan pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya untuk menangkap pembunuh berantai namun difitnah ataukah memang penjahat dan seorang kriminal yang pantas mendapat hukuman?
Tanpa mengulur waktu, persidangan ini dimulai tepat waktu oleh seorang jaksa yang menyebutkan kesalahan kepadaku dan juga chul moo
Jaksa memberikan tuntutan padaku dan menyebutkan pasal yang berlaku di negara ini. jika aku bersalah, aku harus menanggung akibatnya dengan hukuman seumur hidup karena terlibat dengan pembunuhan berencana dan hal itu termasuk kasus pembunuhan tingkat pertama
Pengacara jamie membelaku dan memberikan beberapa fakta bahwa aku tidak terlibat dengan kasus yang membebaniku
Tentu saja sangat mudah menemukan bukti itu, karena pada dasarnya aku tidak bersalah dalam kasus ini
Pengacara jamie harusnya membelaku dan juga chul moo, namun nyatanya ia justru lebih condong membelaku dari pada chul moo
Memang itu adalah misi pengacara jamie, ia dibayar dengan harga tinggi oleh dong il agar aku bisa bebas dari tuntutan ini
Pengacara jamie memperlihatkan video yang menampilkan saat aku diancam oleh chul moo di depan restoran siap saji tempat aku bekerja part time
__ADS_1
Terlihat aku sangat ketakutan saat chul moo mulai mengancamku, tentu saja hal ini membuat hakim tidak percaya bahwa aku bekerja sama dengan chul moo atas dasar kesepakatan bersama
Aku terlihat terancam di video itu dan seolah mau tidak mau aku harus menuruti kemauan chul moo
Selain itu, pengacara jamie juga mendapatkan video cctv di mana chul moo sedang membuang mayat di waduk kota bersama rekannya
Aku tidak tahu dari mana pengacara jamie mendapatkan rekaman cctv itu, yang ku tahu butuh beberapa hari untuk detektif choi menemukan mayat anjussi asing yang pernah membayang-bayangiku saat melihat dirinya mati di ruang bawah tanah kediaman dong il
Ku akui, pengacara jamie benar-benar picik, ia mampu membuat seseorang bersalah atau tidak dengan hanya berbicara dan menggunakan bukti seadanya saja
Terlihat ekspresi chul moo sangat panik, ia mulai melihat dong il yang sedang melihat persidangan ini secara langsung namun ia diabaikan oleh dong il
Chul moo tau posisinya saat ini tidak aman, ia mulai meraih kerah bajuku dan menarikku dengan kasar
"Yya!!*(hei!!) Apa sebenarnya yang kau lakukan pada dong il?"
"Apa kesepakatan yang telah kau buat hingga ia beralih untuk membelamu??" Bisik chul moo sambil menatap wajahku yang berekspresi datar
"Ia sudah membuangmu, kau sudah tidak diperlukan lagi olehnya" ucapku datar
"Dengan ini hakim memutuskan bahwa tuntutan yang dibeberkan oleh jaksa akan dibebankan kepada chul moo dengan hukuman seumur hidup di dalam penjara..."
'Tok..tok ..tok'
Suara palu hakim dengan cepat bergema di ruangan persidangan
"Tidak!!!"
"Tidak!"
"Tidak yang mulia, aku belum sempat memberikan penjelasan untuk pembelaanku"
"Bagaimana mungkin anda memutuskan secepat itu!!" Ucap chul moo protes
"Gadis jal*ng ini! Telah bekerja sama dengan tuan dong il untuk menjebakku ke dalam hukuman ini" ucap chul moo
"Jaga ucapanmu terdakwa chul moo!"
"Anda tidak pantas berbicara kasar seperti itu di depan yang mulia hakim" ucap jaksa penuntut tegas
"Yya...!*(hei) kim hye jin! Bantu aku bicara dengan yang mulia hakim"
"Jelaskan padanya bahwa aku diperintah oleh dong il dan ini bukan kemauanku sendiri"
"Dan pria itu, ia mati bukan karena aku yang membunuhnya, ia sendiri yang merebut pistolku dan menarik pelatuknya. Ia membunuh dirinya sendiri" ucap chul moo menjelaskan sambil mengguncang-guncangkan tubuhku dengan kuat
"Lepaskan chul moo, berhenti menganiaya nona kim!" Ucap pengacara jamie menghentikkan chul moo
"Katakan sesuatu wanita jal*ng bahwa aku tidak bersalah" ucap chul moo padaku
"Inilah hukumanmu jika kau percaya pada seorang iblis, chul moo" ucapku datar
Chul moo membelalakan matanya pertanda ia menyadari kesalahannya selama ini. Pria yang terlihat menyeramkan di mataku, kini mendadak mengeluarkan air mata dari kedua matanya
Beberapa petugas sipir mulai menarik chul moo untuk melepaskan kerah baju tahananku
"Kim hye jin ku mohon!! Aku bersalah, bantu aku untuk membelaku dan bicara dengan kenyataannya"
"Huhuhu...aku tidak ingin membusuk di dalam penjara yang mengerikan ini" ucap chul moo sambil menangis saat ia ditarik keluar ruangan persidangan karena ia sudah mulai tidak kooperatif
Aku hanya menatap chul moo yang terlihat menyedihkan seperti itu tanpa ekspresi. Seorang pria jahat seperti dirinya saja menganggap penjara ini sangat mengerikan, apalagi untuk orang sepertiku?
Apakah saat kau bekerja sama dengan dong il dan berencana menjebloskanku ke dalam penjara memikirkan dampak yang akan terjadi pada diriku?
Kau termasuk orang yang membuat kondisi mentalku terganggu dan jiwaku sangat terguncang karena mengirimku ke dalam sini
Tentu saja aku tidak akan sudi untuk membantumu, kau pantas mendapatkan hukuman karena menjadi anj*g peliharaan iblis seperti dong il
Rasakan itu!
Ku harap kau akan membusuk selamanya di dalam penjara yang hina ini dan tidak akan pernah merasakan kebahagiaan lagi di dalam kehidupanmu
Tenang saja
Aku akan mengirim majikanmu ke dalam penjara ini untuk menemanimu, tapi...untuk sementara aku harus bersedia tunduk di bawah kakinya agar aku bisa keluar dari penjara ini dan membalaskan dendamku
Aku menghela nafas dan merapikan pakaianku yang terlihat berantakan karena ulah chul moo dengan ekspresi wajah datarku
Sesaat tatapan mataku bertemu dengan hajung saat aku mencoba melihat ekspresi iblis dong il yang terlihat bahagia saat chul moo diseret keluar dari ruang persidangan
Hajung menatapku dengan tatapan sedih dan terlihat putus asa. Aku tahu hajung...kau kesal karena tidak bisa mengeluarkanku dari sini
Tenang saja aku tidak akan menyalahkanmu, lagi pula kau telah tereleminasi dari daftar orang-orang yang harus ku balaskan dendam
Karena kau berbeda dengan yang lain di antara keluarga sung. Aku akan membuatmu duduk manis dan melihat dengan mata kepalamu sendiri perusahaan yang dicintai dong il akan runtuh seketika
"Baiklah...saya akan membacakan keputusan untuk kasus kim hye jin" ucap hakim
Aku membuang wajahku dari hajung dan beralih ke hakim untuk menunggu keputusan hakim tentang kasusku
"Mohon tunggu sebentar yang mulia hakim, saya ingin menghadirkan dua orang saksi darurat terkait kasus terdakwa kim hye jin" ucap pengacara jamie tiba-tiba
Seketika orang-orang yang berada di ruangan sidang ini mulai berbisik ramai karena bertanya-tanya
Sejenak suasana sedikit kurang kondusif, hingga membuat hakim mengetuk palu beberapa kali mengingatkan orang-orang untuk tetap diam
Tentu saja termasuk sung dong il, ia terlihat penuh tanda tanya saat pengacara jamie menghentikkan hakim untuk membacakan keputusan kasusku
"Ehemm...baiklah pengacara, kau boleh menghadirkan kedua saksi tersebut untuk menguatkan keputusanku" ucap hakim mempersilahkan kedua saksi tersebut
Pengacara jamie mulai meminta tolong pada petugas keamanan ruang sidang untuk membukakan pintu ruang sidang dan mempersilahkan kedua saksi untuk masuk dan hadir di tengah persidangan
Sung dong il tampak sangat terkejut hingga terjatuh dari tempat duduknya hingga menarik perhatianku yang semula sedang menunduk karena tidak tertarik dengan kehadiran dua orang saksi tersebut
Tentu saja dong il terkejut karena aku pun juga sama terkejut seperti dong il
Namun bedanya aku tidak sampai terjatuh dari bangku
Aku justru berdiri dari posisi dudukku dan tercengang saat mengetahui siapa dua orang saksi tersebut
Dua orang saksi itu terdiri dari satu orang wanita dan satu orang laki-laki.
Mereka mampu membuat ekspresi wajah datarku berubah menjadi ekspresi terkejut dan tatapan tidak percaya
__ADS_1
Entah aku harus bahagia atau tidak, yang jelas kehadiran mereka akan mampu membuat kehidupan nerakaku berakhir