
HAPPY READING ^^
Kim Hye Jin pov
Argghhh!!!!
Matilah aku!!
Bagaimana mungkin raja kukang bisa ada di sini?!
Terlebih emma saat ini muncul tiba-tiba dan memanggilku dengan nada ceria, seolah tidak terjadi apa-apa
Bagaimana mungkin seseorang yang mengalami patah hati akut bisa bicara riang seperti ini
Apakah aku harus mengaku saja?
Anio* (Tidak)
Andwee* (jangan!)
Jangan ungkapkan kebenaran untuk saat ini
Biar bagaimanapun ini bukanlah saat yang tepat untuk membicarakan hal kebenaran pada seo jin
Bisa-bisa aku akan dikunyah oleh raja kukang sebelum aku meminta maaf
Aku berusaha mengirimkan sinyal pada emma melalui mataku, berharap ia setuju dengan apa yang diucapkan seo jin
"Ohh...siapa yang sakit hati? Aku??" Tanya emma dan menatapku dengan heran
"Ahh..bukankah hye jin menginap denganmu tadi malam untuk menghibur dirimu agar tidak berlarut dalam kesedihan karena patah hati?" Tanya seo jin pada emma
Emma mengerutkan keningnya ke arahku, seketika aku merangkul bahu emma dengan cara meloncat karena tinggi tubuh emma jauh lebih tinggi dari pada tubuhku
Wajar saja emma jauh lebih tinggi dariku, biar bagaimanapun, emma adalah keturunan orang eropa sedangkan aku adalah orang asia, tapi setidaknya, tinggi seo jin dan emma hampir sama
"Tentu saja sahabatku satu ini sangat hebat! Iya kan?!" Ucapku dan mulai mendekat ke arah telinga emma
"Dengan wajah cantiknya yang seperti ini, aku yakin ia akan bertemu dengan pria tampan lainnya" ucapku sambil tersenyum seperti orang bodoh
'Bantulah aku, katakan jika semalam aku menginap di sini untuk menghiburmu karena kau putus dengan pacarmu' ucapku cepat berharap emma paham dengan situasi ini
"What?!!!..." seru emma terkejut dan tanpa sadar ia melepas rangkulanku
"Aigoo...emaa!!! Aku tahu akan sulit melupakannya jika kita membahas ini sekarang"
"I'm sorry, really sorry, kita tidak akan membahasnya lagi" ucapku sambil memeluk emma dengan erat
'Hei..cepatlah lakukan sesuatu untuk menyelamatkanku dari raja kukang' bisikku ke telinga emma sambil memeluk erat dirinya
Aku tahu emma masih kebingungan saat ini, tapi tanpa ku duga emma justru berakting mengikutiku
"Hikss...hikss...huwaaa!!" Tangis emma dan membuatku terkejut
"Sudah ku bilang jangan membahas diriku yang sedang patah hati"
"Aku berusaha melupakannya dan sengaja untuk ikut kelas pagi" ucap emma
"Aku merasa sia-sia mengikuti kelas pagi, jika pada akhirnya aku masih mengingat mantan pacarku yang mengkhianatiku huwee..." ucap emma dan berlari meninggalkanku dan seo jin
"Emma!!!" Panggilku
"Ahh.. seo jin-ssi, ku rasa kau bisa pulang duluan, aku akan menenangkan emma terlebih dahulu" ucapku dan tidak sempat mendengar seo jin membalas ucapanku
Aku pergi berlari mengejar emma yang masuk ke dorm tanpa menghiraukan seo jin yang memiliki ekspresi bingung karena emma mendadak menangis
Sesampainya di dalam dorm, aku dikejutkan dengan emma yang sedang bersembunyi di balik pintu
"Demi tuhan! Apa lagi kekacauan yang telah kau perbuat hye jin?!" Tanya emma padaku
"Kenapa aku harus patah hati?!" Tanya emma lagi
"Ngghh....aku bisa menjelaskannya padamu" ucapku pada emma
"Sebaiknya segera ceritakan di kamarku" ucap emma dan segera berlari menaiki tangga
Sesampainya di kamar, emma mengunci pintu kamar dan menarik tanganku untuk segera duduk di atas tempat tidur, pertanda aku harus segera menceritakannya
Emma berdiri menatapku dengan tatapan tajam, bola matanya yang berwarna hijau seolah memancarkan cahaya yang menyilaukan mataku. Namun justru membuatku kikuk
"Mmm...aku bingung harus menceritakan ini dari mana" ucapku pada emma
"Kim hye jin, aku sungguh-sungguh mengkhawtirkan kehidupanmu di masa depan nanti" ucap gadis yang berasal dari paris itu sedang mengkahwatirkan kondisiku saat ini
"Apakah membohongi orang adalah hobi terbarumu sekarang?" Tanya emma
"Tidak cukupkah kau membohongi kolega dan para konglomerat lainnya untuk menjalani kehidupan sebagai nyonya deok mi?"
"Dan sekarang kau berani berbohong dan membuat alibi ke pahlawan penyelamatmu sendiri yaitu Mr. park"
"Sekarang katakan padaku, apa alasanmu membohongi Mr. park? Jika kebohonganmu masuk akal, aku akan bekerja sama denganmu sementara dan mengiyakan dirimu menginap di sini semalam"
"Tapi jika alasanmu tidak masuk akal, tanpa berbasa-basi lagi aku akan mengatakan pada tuan park jika semalam kau tidak menginap di sini" ucap emma mengancamku
"Baiklah... aku akan mengatakannya padamu, memang tujuanku ke sini untuk memberitahumu sesuatu, tapi seo jin sudah datang lebih dulu dariku" ucapku
"semalam aku menginap di tempat hajung" ucapku lagi sambil beranjak dari tempat tidur
"Haaah!!!.... OH MY GOD! Apa kau semalam tidur bersama tuan antagonis itu?" Ucap emma tanpa ku duga
"Aku tidak menyangka kau sudah berubah menjadi gadis liar, hye jin. Aku sangat bangga padamu" sindir emma yang salah paham padaku
"Yyyaa!!*(heeii!!!) Are you crazzy?!!" Teriakku pada emma dan memukul bibir emma yang telah mengucapkan hal yang tidak senonoh
"Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya, emma?" Tanyaku heran pada emma
"Apakah ada yang salah dengan ucapanku? Seorang wanita dan pria dewasa bermalam bersama di satu kamar, apalagi kalau bukan saling bermadu kasih?" Ucap emma
"Lagipula ini kali kedua kau pergi untuk bermalam dengan sepupunya nyonya deok mi" ucap emma
"Haaah.....kenapa gadis ini selalu berpikir tentang hal vulgar seperti ini" gerutuku pada emma
"Emma, ku beritahu beberapa hal padamu, yang pertama aku sangat membenci pria antagonis itu dan yang kedua aku sedang berada di dalam posisi yang tidak menguntungkan saat ini dan yang ketiga aku tidak tahu ternyata ada masalah yang lebih besar layaknya fenomena gunung es saat aku mengenal hajung" ucapku heboh pada emma
"Aku belum menceritakan padamu kan apa yang terjadi padaku saat aku bermalam di buffalo bersama hajung?" Tanyaku
"Mmm...kau belum sempat menceritakannya padaku karena waktumu terbatas pada saat itu" ucap emma
"Dan setauku ini kali kedua aku membantumu untuk menutupi pertemuan rahasiamu dengan hajung dari tuan park"
"Ku kira kau akan tamat ketika hajung telah mengetahui identitasmu yang sebenarnya, tapi sepertinya dugaanku salah"
"Justru kau kelihatan semakin akrab dengannya, atau jangan-jangan....." ucap emma terputus
"Atau jangan-jangan.... kau mampu menaklukkan hajung dengan cara menyerahkan tubuhmu pada laki-laki itu" ucap emma berusaha menduganya
"Mati kau.."
"Mati kau" ucapku sambil memukul bahu emma beberapa kali
"Jika kau bicara gila seperti itu lagi..aku benar-benar akan menjahit mulutmu!" Ancamku pada emma yang sedang mengusap bahunya yang kesakitan karena dipukul olehku
Aku membuka scraft yang melilit di leherku dan memperlihatkannya pada emma
"Sekarang lihatlah baik-baik, ini yang dilakukan hajung pada saat aku bermalam di buffalo bersamanya" ucapku
"Hajung mencekikku dengan sekuat tenaga, untung saja aku berhasil membuatnya pingsan dan malaikat maut tidak jadi menjemputku" ucapku lagi pada emma
Emma terkejut melihat luka lebam yang sudah mulai memudar di leherku
"Ya tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi?! Apakah ini yang dilakukan oleh pria breng*ek itu?! Apakah ia sengaja mengajakmu ke buffalo hanya untuk membunuhmu?!" Seru emma
"Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika hajung menyakitimu saat kita bertemu di starb*ck untuk menukar handphone!" Seru emma
"Sebaiknya kita ke kantor polisi sekarang untuk melaporkan hajung yang berusaha membunuhmu dan memberi bukti kekerasan ini sebelum lukamu menghilang" ucap emma dan hampir segera bergegas
"Tunggu dulu, aku belum selesai bicara, dengarkan ceritaku dulu hingga selesai. Hajung tidak melakukan hal ini dengan sengaja" ucapku pada emma dan mulai menceritakannya
_____££_____££________££
"Kim hye jin! Apakah kau bodoh?!" Seru emma setelah mendengar ceritaku
"Seekor tupai pun tahu jika dirinya sedang dalam bahaya, sedangkan kau justru mengkhawatirkan predator yang akan menghabisimu"
"Jika aku menjadi dirimu, aku akan setuju dengan tawaran yang diberikan oleh hajung" ucap emma
__ADS_1
"Anggaplah dewi fortuna sedang berada di pihakmu, tapi kau justru menolak secara terang-terangan pertolongan darinya dan membuang kesempatan besar itu"
"Biar bagaimanapun juga mendapatkan uang dan berjanji ia tidak akan membocorkan identitasmu yang sebenarnya ke para konglomerat lain, adalah tawaran terbaik untukmu, hye jin"
"Kenapa kau mengambil jalan yang sulit, hye jin? Wahh...aku sangat heran dengan jalan pikiranmu" ucap emma yang sedang mengoceh tentang pikiranku yang bodoh
"Benarkan aku sebodoh itu... aku pun juga heran kenapa aku memiliki jalan pikiran yang sangat bodoh seperti ini" ucapku sambil tersenyum bodoh di hadapan emma
"Ouchh....kepalaku sakit mendengar ceritamu, hye jin"
"Kau senang mempersulit dirimu sendiri dan terlalu ikut campur dalam urusan orang lain. Pantas saja hidupmu sangat sulit meskipun kau berada di luar kampus" ucap emma yang tepat menusuk di hatiku. Aku hanya bisa menunduk ketika emma mengomeliku
Emma memijit-mijit perlahan pelipis kepalanya menggunakan jari-jari tangannya dan terdiam beberapa saat
"Eeehh...apa kau tidak menyuruh mr.park pergi dari sini?" Tanya emma tiba-tiba sambil menatap ke arah luar jendela
Aku terkejut ketika emma mengatakan hal itu padaku
Ku pikir seo jin sudah pergi meninggalkanku setelah aku menyuruhnya untuk pergi dari lingkungan dorm
Aku ikut menatap ke luar jendela dan melihat seo jin yang masih bersandar di pintu mobilnya
Beberapa penghuni dorm yang berjalan melewati seo jin, sengaja memperlambat langkah kakinya karena merasa terpesona oleh ketampanan seo jin dan juga mobil SUV birunya yang keren
Tapi sayangnya seo jin tidak menggubris tatapan para penghuni dorm yang ada di sekitarnya
Ia justru menatap jamnya dan memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana seolah sedang menunggu seseorang
"Sekarang pergilah!" Perintah emma
"Aku tidak ingin penghuni dorm ini akan lebih gila membicarakanmu tentang hal buruk dan negatif lalu tersebar di seluruh kampus" ucap emma
"Sejak kapan aku peduli dengan gosip buruk dari teman-teman kampus?" Tanyaku pada emma
"Kau tidak akan bicara seperti itu jika kau tahu gosip buruk tentangmu yang semakin beredar luas di kampus saat ini" ucap emma
"Memang apa lagi yang beredar? Gosip aku yang sedang hamil? Perebut suami orang? Paling juga mereka menggosipkan hal-hal murahan seperti itu, yahh...aku sudah terbiasa dengan hal itu" ucapku santai pada emma
"Aku tahu kau sangat cuek tentang gosip yang tidak benar mengenai dirimu, tapi jika kau membiarkannya, citramu akan benar-benar buruk di kampus. sekarang kembalilah bersama mr.park dan pergi dari sini sebelum semua penghuni dorm kembali semua" ucap emma menyuruhku
"Tapi aku belum selesai bicara padamu emma" ucapku pada emma yang mulai mendorong punggungku pertanda untuk segera pergi dari kamarnya
"Kita bisa bertemu di kedai paman patrick jika waktunya tepat" ucap emma
"Sebisa mungkin jangan mengunjungi dorm jika mr.park sedang memunggumu" ucap emma
Aneh
Sejak kapan emma begitu peduli dengan gosip yang beredar, ia termasuk cuek dalam urusan hal ini
Aku sudah berada di luar kamar dan emma menutup pintu kamarnya lalu menguncinya
Hhmm...
Apakah aku baru saja di usir oleh emma?
Setelah beberapa menit berpikir, aku segera mengingat seo jin yang sedang menungguku di luar
Aku segera berlari menuruni anak tangga dan keluar dari dorm menanyakan seo jin yang masih berada di lingkungan dorm tempat emma tinggal
"Kenapa kau masih di sini?" Tanyaku pada seo jin dan mengejutkannya
"Aku sudah mengatakannya padamu untuk tetap menunggumu di sini, tapi kau malah mengabaikanku dan justru berlari mengejar emma" ucap seo jin
"Bagaimana dengan emma? Apakah ia baik-baik saja? Sepertinya aku telah mengacaukannya dan membuat ia kembali mengingatkan mantan pacarnya" ucap seo jin menyesal
"Emma sudah tenang untuk saat ini" ucapku pada seo jin
"Lagi pula ada urusan apa sih hingga membuatmu tetap teguh menungguku di luar dengan cuaca dingin seperti ini? Kau kan bisa menungguku di rumah" Tanyaku heran pada seo jin
"Urusan katamu? Tentu saja aku mengkhawatirkan dirimu karena kau tidak pulang semalaman" ucap seo jin
"Khawatir??" Tanyaku lagi karena merasa heran
"K-khawatir jika bibi min dan pelayan lain di rumah akan curiga jika kita bertengkar" ucap seo jin terbata-bata
"Kau kan tahu sebentar lagi pemilihan direktur real estate rose akan segera dilakukan, setidaknya kita harus bekerja sama untuk menjadi pasangan suami istri yang harmonis" ucap seo jin
"Bagaimana mungkin ingin terlihat harmonis jika kau tidak bermalam bersamaku di rumah dan memilih untuk pergi menginap di luar? Aku tidak mau gosip itu beredar di lingkungan para pelayan yang bekerja di rumahku" ucap seo jin lagi yang terdengar seperti alasan bagiku
Aku melirik ke arah dua orang gadis yang sedang melewati diriku dan seo jin
Seolah mereka sedang membicarakan sesuatu sambil melihat ke arahku
Apakah mereka sedang menggosipkanku?
Ku pikir saat ini aku sedang mendapat karma karena senang bergunjing saat aku belum berpura-pura menjadi deok mi
Tapi kenapa terang-terangan sekali?
Aku melihat sekeliling dan terlihat banyak sekali orang berlalu-lalang untuk pulang ke dorm
Ku rasa ini sudah memasuki waktu untuk mereka selesai kuliah, aku harus pergi dari sini sebelum menjadi bahan gunjingan yang akan membuat satu kampus booming layaknya bom atom yang meledak
"Hye jin-aa, ku rasa sebaiknya kita segera pergi dari sini" ucap seo jin padaku dan langsung masuk ke dalam mobil
Mm...bagaimana ia bisa tahu apa yang ingin ku katakan padanya?
Apakah dia bisa membaca pikiranku?
Selama di perjalanan aku hanya terdiam tanpa mengajak seo jin bicara
"Apa kau merasa sedih karena sebagian besar teman kampusmu membicarakan hal buruk tentangmu?" Tanya seo jin
" Yahh....jika dibilang sedih, aku merasa sedih karena mereka membicarakan hal buruk tentangku, tapi di lain sisi, terkadang aku tertawa sendiri karena mendengar berita yang sangat aneh mengenai diriku" ucapku
"Apakah mereka terlalu banyak menonton drama murahan ataukah imajinasi mereka yang berlebihan? Hahaha....."
"Setelah menyebutku hamil dan merebut suami orang, kali ini apalagi berita aneh mengenai diriku? Aku jadi sangat penasaran"
"Apakah saat ini kegiatan kampus sedang lenggang sehingga mereka memiliki waktu untuk menggunjingkan seseorang? Atau mungkin budaya di sini sudah berubah dan cenderung seperti orang asia yang senang bergunjing?"
"Wah...aku sangat penasaran dalam hal ini" ucapku panjang lebar dan tanpa sadar seo jin sedang menanyakan hal seperti itu padaku, aku hanya reflek menjawab perasaanku yang ku alami saat ini
"Kau memang gadis yang aneh, hye jin....." Ucap seo jin
"Meskipun begitu kau adalah gadis yang kuat dan bermental baja" lanjut seo jin pelan sambil tersenyum menatap jalan ke depan
"Eitss...tunggu dulu! aku baru sadar, dari mana kau tahu aku sedang menjadi bahan gunjingan orang-orang di kampus?" Tanyaku heran pada seo jin
"Itu...itu...." ucap seo jin yang terputus-putus
"T-tentu saja aku mengetahuinya dari detektif choi dan melaporkannya padaku mengenai keadaan kampusmu saat ini" ucap seo jin
"Kenapa kau menyuruh detektif choi menjalani tugas yang tidak berguna seperti itu?, aku merasa kasihan padanya"
"Cih...sejak kapan kau merasa kasian pada pegawaiku? Apa kau lupa justru kau sendiri yang memonopoli pegawaiku dan menanggung beban moral karena membohongi bosnya" ucap seo jin mengungkit masa lalu
'Deg'
dan sekarang ucapan seo jin mengingatkanku tentang kondisi supir ohh yang saat ini membantuku menyembunyikan kebenaran
jika seo jin tahu supir ohh telah membohonginya sebanyak dua kali, akankah seo jin memaafkan supir ohh?
"T-tapi jika dipikir-pikir mereka menggunjingkan diriku karena ulahmu seo jin" ucapku menuduh seo jin dan mebgalihkan topik pembicaraan
"Jika seandainya kau tidak sering pergi ke dorm dan membawa mobilmu yang sangat mencolok ini, mereka tidak akan membicarakanku sesering ini" lanjutku
"Baiklah! Itu semua salahku, tapi setidaknya kau jangan hanya diam saja dan membiarkan orang lain membicarakan hal buruk tentangmu" ucap seo jin
"Lalu aku harus apa hhah?! Membalas dendam dengan cara membuat ban kendaraan mereka kempes atau meletakkan lem super kuat ke bangku mereka?" Tanyaku menyebutkan contoh pembalasan dendam untuk orang yang telah berbicara hal buruk tentangku
"Hal seperti itu sungguh sangat kekanakan" ucapku pada seo jin
"K-kekanakan menurutmu?!" Seru seo jin
"Yya* (hei) lalu bagaimana cara membalas dendam pada orang yang bicara buruk tentangmu yang tidak kekanakan?!" Seru seo jin dan anehnya ia terdengar sedikit marah ketika aku mengucapkam kalimat 'kekanakan'
"Mmm...sebentar aku pikir dulu, hmmm...." ucapku
"Sepertinya tidak ada" ucapku santai
"Tidak ada katamu?!" Teriak seo jin
"Mmm...tidak ada, jika aku ingin bersih dari sebuah rumor, aku harus segera kembali menjalani kehidupan kampus dan mengklarifikasi kebenaran dari rumor itu" ucapku
__ADS_1
"Rumor beredar dari mulut ke mulut, hanya ada dua cara untuk menghentikannya, yang pertama membiarkan rumor itu berjalan hingga termakan oleh waktu hingga mereka bosan dan yang kedua mengganti rumor buruk itu menjadi rumor baik atau rumor terpuji lainnya tentang kebaikan dari seseorang yang sedang mereka bicarakan. hingga membuat mereka salah mempercayai rumor buruk tersebut. Pada akhirnya mereka merasa bersalah dan tentu saja rumor buruk akan terganti dengan rumor yang baik" ucapku panjang lebar
"Jadi kau akan memilih cara yang mana untuk menghentikannya?" Tanya seo jin
"Mmm...karena tidak ada hal yang membuatku rugi mengenai rumor saat ini, aku akan memilih cara pertama yaitu membiarkan rumor itu termakan oleh waktu hingga membuat mereka bosan" ucapku santai
"Kau memang gadis dengan cara berpikir yang aneh hye jin" ucap seo jin padaku
"Setelah pulang, bersiaplah untuk memakai dress pesta malam" ucap seo jin
"Eee....apakah ada acara besar malam ini?" Tanyaku pada seo jin
"Tidak ada. Aku hanya ingin makan malam di hotel sky sambil memandangi langit pada malam hari" ucap seo jin
"Di cuaca dingin seperti ini?!" Seruku
Sebenarnya aku tidak mau memakai dress pesta karena itu artinya leherku akan terekspos dan seo jin akan melihat bekas luka lebamku yang belum hilang sepenuhnya
Sampai benar-benar lukanya menghilang, aku akan menghindari kesempatan untuk mengekspos leherku
"Bisakah kita makan malam saja di rumah? Aku lebih suka di rumah menikmati masakan para pelayan dan bibi min" ucapku
"Sayangnya aku sedang bosan dengan masakan bibi min, lagi pula aku merasa suntuk di dalam rumah, aku butuh sesuatu yang membuat nyaman suasana hatiku" ucap seo jin
"Apakah akhir-akhir ini kau sedang banyak kerjaan seo jin? Hingga membuat suasana hatimu buruk?" Tanyaku
"Mmm...aku sangat sibuk di kantor, di tambah saat aku pulang ke rumah, tidak ada siapapun di rumah itu. suasana di rumah sangat sepi pada malam hari. Lain kali jika kau ingin menghibur emma jangan sampai menginap di dorm, aku akan tetap menjemputmu jika kau pulang larut malam dari sana" ucap seo jin yang mencoba jujur padaku
"Aaa...aku tahu. Kau takut kan di rumah sendirian" ucapku menggoda seo jin sambil mengangkat kedua alisku beberapa kali
"Kau takut ada hantu yang akan menghampirimu pada malam hari saat kau tertidur kan..." ucapku lagi
"Yya...*(hei..) sejak kapan aku takut pada hantu, aku bukan seperti dirimu hye jin yang takut pada hantu" ucap seo jin mengelak
"Gwaenchana*( tak apa) jika kau mengakui kau takut hantu, aku juga merasakan hal yang tidak nyaman saat tinggal sendirian di rumah sebesar itu, terlebih ruang bawah tanah yang berada tepat di bawah ruang bacamu"
"Entah kenapa aku merasakan aura negatif dan menyeramkan saat berada di sana, seolah seseorang sedang mengawasimu dan berusaha untuk memanggilmu"
"Kim hye jinkim hye jin"
"Ouhh...itu sangat menyeramkan bagiku" ucapku pada seo jin menceritakan pengalaman mistisku
"Berhentilah bicara omong kosong hye jin, rumahku terlalu mewah untuk di tinggali oleh hantu" ucap seo jin
"Coba saja kau pergi jam 1 dini hari ke ruang baca, aku yakin kau akan merasakan hal yang sama sepertiku"
"Park seo jin~~ park seo jin~~" ucapku menggoda seo jin
"Hentikan kim hye jin! Aku sering menghabiskan malamku di ruang baca dan tidak terjadi apa-apa" Ucap seo jin kesal
"Hahahaha..... benarkah?! Kalau begitu anggap saja kau beruntung, tapi jika kau bertemu dengannya, ia akan memanggilmu seperti ini"
"Park seo jin~~"
"Park seo jin~~~"
"Hhhuwa!!" Teriakku ke telinga seo jin sambil memegang bahunya secara tiba-tiba dan membuatnya terkejut
"Aisshhh.....kau..." ucap seo jin kesal
Aku tertawa terbahak-bahak melihat wajah seo jin yang ketakutan sekaligus kesal karenaku
Entah mengapa aku menikmati ekspresi konyol pada wajah seo jin saat ini
****
Mataharipun terbenam dan berganti dengan bulan sabit yang malu-malu untuk menunjukkan cahaya cantiknya.
Berharap awan bergeser untuk membiarkan cahaya bulan untuk masuk ke bumi dan menyinari para penghuni di dalamnya
Seo jin telah bersiap memakai setelan tuxedonya dan berencana untuk pergi makan malam di hotel sky
"Kim hye jin, apa kau sudah siap?" Tanya seo jin padaku yang sedang berada di dalam kamar mandi
"Nne...aku siap" ucapku dan segera keluar dari kamar mandi
Seo jin membalikkan tubuhnya dan melihat ke arahku, namun sayangnya wajah tampan seo jin berubah seketika menjadi wajah pemurung ketika melihatku yang hanya memakai sweater dan celana jeans dengan syal yang membalut leherku
"Hya jin-aa apakah kau bercanda?" Tanya seo jin lemas
"Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?! Kita akan pergi ke hotel sky" ucap seo jin
"Aishh...kau seperti seorang ibu yang mengomentari penampilan putrinya ketika ingin pergi ke pesta penting" ucapku mengoceh ke seo jin
"Lagi pula kita hanya makan malam di sana, kenapa kau sangat berlebihan dengan penampilanmu?"
"Memakai tuxedo segala. Cih... Apa kau selebriti yang harus memperhatikan penampilanmu di hadapan publik?"
"Bersantailah sedikit dan gunakan pakaian casualmu, kita ke sana untuk menikmati makanan dan melihat pemandangan bagus bukan untuk bertemu dengan tamu kehormatan" ucapku santai pada seo jin
Seo jin terdiam mematung dan tidak membalas ucapanku
"Wae?* (kenapa?)" Tanyaku
"Apa kau akan tetap berpakaian seperti itu? Jika kau tidak keberatan dengan perbedaan yang kontras ini, aku tidak masalah" ucapku santai dan berjalan sambil memasukkan sebagian tanganku ke kantong
"Yyaa....*(hei) kim hye jin!" Panggil seo jin tiba-tiba
"Aigoo..kkamchagiya* (aduh ngagetin aja) kenapa kau hobi berteriak sih?! Seruku sambil menatap seo jin yang sedang kesal
"Baiklah..baiklah...kau pergi saja sendiri, aku akan di sini sendirian. Tidak masalah...lagi pula aku masih punya stock ramen instant di lemari makanan daruratku. Aku akan makan itu malam ini jika tidak jadi pergi" ucapku santai dan berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di atasnya
"Sepertinya aku harus terbiasa dengan gayamu yang sederhana hye jin" ucap seo jin dan lebih memilih mengalah untuk mengganti pakaiannya
Pria itu terlihat kecewa dan sedang mencari pakaian casualnya di dalam lemari
"Lagian kau juga aneh. Menyuruhku memakai dress pesta milik deok mi yang kebanyakan terbuka di musim dingin seperti ini. Mungkin kau tidak masalah karena memakai setelan jas dan masih terasa hangat, sedangkan aku?"
"Tentu saja aku akan merasakan dingin menyelimuti tubuhku" ucapku mencari alasan
"Kau bisa memakai jaket tebal selama perjalanan menuju ke sana hye jin" balas seo jin
"Eheemm...meskipun memakai jaket tebal yang hangat selama di perjalanan, tapi tetap saja kaki ku akan terasa dingin karena hanya memakai high heals" ucapku lagi yang terus mencari alasan
"Jika aku memakai pakaian casual seperti ini, aku bisa memakai kaos kaki dan boots saat keluar nanti dan tentu saja terasa nyaman dan hangat" ucapku
Seo jin sepertinya langsung mengganti pakaiannya di wardrobe. Ia keluar dengan cepat memakai sweater dan celana jeans menyeimbangkan dengan pakaianku
Aku tersenyum melihat seo jin
"Aigooo... park seo jin lihatlah...wajah tampanmu tetap melekat meskipun hanya memakai pakaian seperti ini" ucapku
"Chakaman* (tunggu sebentar)"ucapku sambil menurunkan rambut seo jin ke keningnya agar terlihat santai
Untungnya seo jin hanya terdiam ketika aku menata rambutnya dan hanya menatapku. Tak lama seo jin tersenyum sambil memandangku
"Chaa....selesai" ucapku ceria ketika selesai menata rambut seo jin
"Bisakah kita berangkat sekarang?" Tanya seo jin
"Let's go!" Ucapku sambil merangkul lengan seo jin dan menariknya keluar kamar
Aku dan seo jin menikmati makan malam di hotel sky sambil menikmati pemandangan langit pada malam hari layaknya pasangan suami istri yang memiliki hubungan harmonis
Ku akui saat ini aku sudah mulai nyaman tinggal bersama dengan seo jin. Begitu pula sebaliknya, aku merasa seo jin juga mulai merasa nyaman tinggal bersamaku layaknya teman hidup yang tinggal satu atap
Dia akan mencari keberadaanku jika aku belum pulang ke rumah dan khawatir akan terjadi sesuatu
Meskipun ia berkata itu hanyalah rasa tanggung jawabnya padaku
Tapi...
Pernakah kalian mendengar pepatah yang mengatakan rasa cinta tumbuh karena perasaan yang nyaman dan sering berada di dekatnya?
Jika seo jin tidak menyandang status sebagai suami orang lain saat ini, mungkin aku akan merasa senang jika itu adalah perasaan cinta namun jika ia sudah memiliki seorang istri meskipun istrinya tidak mencintai dirinya, aku harap perasaan yang disebut cinta tidak boleh tumbuh di hatiku
Untuk saat ini aku berharap waktu berlalu dengan lambat agar aku bisa memiliki waktu lebih lama bersama seo jin
Meskipun ia terkadang menyebalkan tapi itu berlaku hanya di mulutku saja, tapi di dalam hatiku, aku merasa senang ia mengkhawatirkan diriku jika aku tidak berada di sampingnya
Aku tersenyum menatap seo jin yang sedang makan di hadapanku saat ini
Sesekali seo jin membicarakan kisah lelucon padaku dan membagikan steak daging bagiannya ke atas piringku
Kebersamaanku dengan seo jin pada malam ini berlangsung dengan baik, Tanpa mengetahui sesuatu yang buruk mulai terjadi ke depannya
__ADS_1
Seseorang yang seharusnya tidur untuk selamanya, kini mulai merespon membuka matanya perlahan dan kembali lagi ke dunia ini untuk mengganti posisi yang seharusnya ia berada