Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 48


__ADS_3

Park seo jin pov


Aku terkejut hye jin mengatakan kalimat seperti itu, memberi penilaian pada hajung dan ayah mertuaku secara terbalik dari sudut pandangku


Bagaimanapun juga hajung adalah aib keluarga sung, ia terlahir dari sebuah hubungan perselingkuhan dan secara tidak langsung hye jin menyetujui hubungan kotor itu


Cihh....


Dan ayah mertua...


aku yakin ia memiliki alasan kenapa harus bertemu chull moo direstoran italia itu


Aku yakin ini semua ada kesalahpahaman dengan apa yang dilihat hye jin


Semoga saja...


Aku tidak ingin berpikiran buruk terhadap ayah mertuaku, meskipun ia menakutkan karena memiliki kekuatan dan kekuasaan terhadap nasib seseorang jika menghalangi tujuan dia dalam mencapai kesuksesan


Aku berencana berpergian kerumah ayah deok mi untuk menanyakan langsung kenapa ia dan chull moo bertemu direstoran itu


Sekitar 1,5 jam aku mengendarai mobilku kerumah ibu dan ayah mertuaku karena jarak yang lumayan jauh


Sesampainya digerbang, aku ragu untuk masuk kedalam atau tidak, dan seperti biasa rumah ayah deok mi selalu diawasi oleh penjaga


Aku menghembuskan nafasku dan meletakkan keningku pada stir mobil waktu menunjukan pukul 01.30


Aku berpikir bukankah ini tindakan yang tidak sopan mencurigai ayah mertuaku sendiri?


Haaah...


Dengan berbagai pertimbangan aku memutuskan untuk masuk kedalam rumah ayah mertuaku


Sesampai dipintu gerbang, aku dihadang oleh 2 orang penjaga


"Aku ingin bertemu dengan tuan sung dong il" ucapku


Kedua penjaga itu saling bertatapan


"Ada keperluan apa anda kemari ditengah malam seperti ini tuan seo jin?" Tanya pria bersetelan jas hitam


"Aku tidak akan datang tengah malam seperti ini jika tidak ada suatu hal yang mendesak" ucapku


Kedua penjaga itu setuju untuk membukakan pintu gerbang untukku


Kini aku telah sampai dihalaman rumah ayah deok mi


Hanya terlihat para penjaga yang sedang berpatroli dikebun dan lantai 2 rumah ini


Aku segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah ayah dan ibu mertuaku


Seorang laki-laki menyambutku dan mengantarkanku ke ruang kerja ayah mertuaku


Didepan pintu ruang kerja sung dong il dijaga ketat oleh 2 orang penjaga


Tidak mengherankan bagiku jika rumah ini dipenuhi oleh penjaga, terlebih disaat keadaan malam hari


Aku pikir tuan sung dong il memiliki ketakutan berlebihan jika dirinya akan diserang oleh orang jahat atau...


Memang ada sesuatu yang harus disembunyikan olehnya?


Sesampainya diruang kerja ayah mertuaku, aku melihat tuan sung dong il sedang menulis beberapa dokumen


Apakah ia masih bekerja dimalam hari?


Aku tahu jika ayah mertuaku  gila kerja seperti diriku


Tapi bedanya ia lebih suka menghabiskan waktu diruang kerja rumahnya sedangkan diriku lebih memilih menginap dikantorku jika ada pekerjaan yang belum bisa aku selesaikan


Ayah mertuaku menghentikan kegiatannya ketika melihatku datang kedalam ruang kerjanya


Dengan inisiatif seorang laki-laki yang mengantarku untuk ke ruang kerja tuan sung dong il pergi keluar meninggalkanku dan ayah


"Ehm apa yang ingin kau bicarakan seo jin dilarut malam seperti ini?" Tanya ayah deok mi


Aku menghembuskan nafasku dengan kuat hingga terdengar oleh sung dong il


"Ayah...aku ingin menanyakan sesuatu padamu" ucapku


Sung dong il mulai melepas kaca mata bacanya dan menatapku


"Apakah....kau melakukan sesuatu yang tidak kuketahui?" Tanyaku dan membuat diriku canggung didepannya


Sung dong il terdiam tidak menjawab pertanyaanku hanya menatapku dengan tajam


"Kenapa ayah menemui chull moo direstoran italia dan tidak membawanya kekantor polisi karena telah memukul teman hye jin dan membius gadis itu?" Ucapku


"Apa kau menyuruh choi untuk mengikutiku?" Tanyanya dengan suara seperti menahan amarah


"Tidak!" Ucapku


"Aku tidak menyuruh detektif choi untuk mengawasi gerak-gerikmu, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri siang tadi" ucapku berbohong kepada ayah untuk melindungi hye jin


"Park seo jin...aku akan mengatakannya padamu" ucap sung dong il dengan wajah serius


"Aku memang menemui chull moo siang ini dan kau tahu tentunya, aku tidak akan main-main untuk melindungi perusahaan" ucap ayahku


Jadi maksud ayah secara tidak langsung ia lah dalang yang membius hye jin dan memukul emma?


"Jadi ayah...yang menyuruh chull moo saat aku kehilangan hye jin sehari sebelum launc..."


"Itu benar! Aku yang menyuruh chull moo untuk mencari gadis itu" ucap ayah yang memotong bicaraku


"Kenapa ayah melakukannya?!" Tanyaku dengan nada bicara yang sedikit agak tinggi


"Kenapa kau menanyakan itu! Sudah seharusnya kau menjaga gadis yang mirip dengan istrimu agar tidak kabur dari sisimu"


"Jika saat itu gadis yang mirip dengan istrimu tidak pergi meninggalkanmu, aku tidak akan melakukan itu padanya, aku melakukannya karena terpaksa seo jin, kuharap kau mengerti situasi saat itu"


"Acara launching itu sangat penting bagiku, itu bukti pada semua orang bahwa dibawah kepemimpinanku tanah didaerah buffalo yang menurut orang-orang sulit didapatkan karena sifat keras kepala tuan tanah disana yang tidak mau menjual tanahnya bisa aku taklukan dan berdiri bangunan real estate rose"


"Aku tidak ingin semua orang tahu kelemahanku dan menjadikannya senjata untuk saingan bisnisku"


"Kau memang apik untuk menangani urusan perusahaan, tapi ketahuilah seo jin kau bukanlah suami yang baik untuk istrimu, bahkan seseorang yang mirip dengan istrimu berusaha kabur darimu"


"Apa kau tidak belajar dari kesalahanmu haah!" Ucap sung dong il dengan nada tinggi dan kelihatan marah


Aku terdiam dengan semua ucapan ayah, benar..aku bukanlah suami yang baik


Aku tidak mampu membangun rumah tangga dengan baik, bahkan hye jin pun berusaha kabur dari sisiku


"Sebentar lagi pemilihan direktur utama real estate akan diadakan, tugasmu hanya menjaga gadis itu tetap berada disisimu apapun yang terjadi"


"Aku akan tetap menjadikan deok mi sebagai direktur real estate rose sesuai rencanaku dan tidak akan membiarkan anak berdarah kotor itu memimpin perusahaan"


"Aku yakin putriku akan bangun dari koma, selama deok mi tertidur  aku akan tetap memimpin perusahaan real estate dibalik layar" ucap sung dong il


"Kau akan membuat hye jin menjadi bonekamu?" Tanyaku


"Sejak awal kedatangan gadis itu memang untuk menjadi bonekaku, boneka dengan gaya hidup yang sangat mewah"


"Aku yakin ia setuju untuk berpura-pura karena tergiur dengan kehidupan deok mi yang mewah, beruntung ia memiliki wajah yang mirip dengan putriku, setelah putriku sadar aku akan memberikan sejumlah uang yang besar untuk gadis itu sebagai imbalannya karena berjasa telah menolong perusahaanku" ucap dong il


"Anni (tidak) hye jin bukanlah tipe gadis seperti itu, ia ingin melakukannya karena merasa iba pada keluarga kita" ucapku membela hye jin


"Iba katamu? Hahahaha....park seo jin kau membuatku geli karena ucapanmu itu"


"Aku tidak tahu bagaimana kehidupan sehari-hari gadis itu denganmu, kau jangan tertipu seo jin, gadis itu hanya naif, keinginan gadis itu dari lubuk hatinya adalah UANG"


"Terlebih gadis itu terlahir dari keluarga miskin, tidak ada manusia dibumi ini yang tidak menyukai uang, termasuk dirimu, bukankah begitu seo jin?" Ucap ayah deok mi menyindirku dan tersenyum sinis


Aku mengepalkan tanganku menahan amarah dengan kalimat sung dong il


Aku memutuskan pergi dari ruang kerjanya dan membalikkan tubuhku tanpa pamit dengannya


"Park seo jin!" Teriak sung dong il


Aku menghentikan langkah kakiku ketika sung dong il memanggilku


"Aku peringatkan padamu, jangan sesekali kau memiliki perasaan jatuh cinta pada gadis itu dan terlahir suatu hubungan yang menjijikan seperti orang tua sung hajung"


"Biar bagaimanapun gadis itu adalah orang asing dikeluarga kita, dan istri sahmu berada dirumah sakit sekarang, aku harap kau tidak lupa dengan itu seo jin" ucap sung dong il


Aku tidak menggubris ucapan ayah deok mi, aku tetap pergi ketika ia selesai mengucapkan kalimat itu tanpa menjawab apa-apa


Aku membuka pintu itu dan menutupnya dengan membanting pintu itu hingga mengeluarkan suara yang keras


Kedua penjaga yang berdiri didepan ruang kerja sung dong il menatapku dengan heran


Aku berusaha mengatur nafasku karena menahan amarah


Aku kembali kedalam mobil dan termenung sejenak memikirkan ucapan ayah yang membuatku kesal


Aku melampiaskan emosiku dengan memukul berulang kali stir mobil yang berada didepanku


Sial


Kim hye jin kau terjebak dalam permainan ayah deok mi


Aku telah melupakan ketamakan dilingkaran para konglomerat dan tidak menyadari hye jin akan menjadi inti dalam permainan ini


Haruskah aku bersikap keras pada hye jin agar ia tetap patuh sampai permainan ini berakhir demi keselamatan hye jin dari kegilaan sung dong il


Aku tidak yakin kehidupan hye jin baik-baik saja jika ia berani melawan sung dong il dan melanggar aturan permainan ini


Aku menyalakan mobilku dan kembali pulang kerumahku


***


Sesampainya dirumah aku segera masuk ke dalam dan ke kamarku


Aku pikir hye jin sudah tertidur dengan gaya tidurnya yang berantakan diatas tempat tidur


Namun ketika aku berada didalam kamar, aku tidak melihat hye jin tertidur diatas tempat tidur ataupun disofa


Apa mungkin hye jin kabur dari rumah ini karena sikap kasarku tadi malam


"Hye jin" ucapku berusaha memanggilnya


"Kim hye jin" ucapku bernada tinggi berharap ia membalas panggilanku


Waktu menunjukkan pukul 5 pagi, para pegawai yang bekerja dirumahku belum datang untuk bekerja


Ya benar


Aku meninggalkan hye jin sendirian dirumah besar ini tadi malam


Hanya kamera cctv dan kunci keamanan rumah digital yang melindungi rumah ini


Aku mencari hye jin diruang tamu, ruang tv dan diruang lainnya pada rumah itu


Tapi..


Aku tidak berhasil menemukan hye jin


Apa mungkin ia pergi ketempat emma?


Hanya itu tempat pelarian hye jin yang bisa ia tuju


Aku meminta supir ohh melalui jaringan seluler untuk pergi ke dorm tempat tinggal emma dan memeriksa keberadaan hye jin


Aku kembali kekamarku dan duduk diatas tempat tidur


Aku merasa lelah karena mengendarai kendaraan dengan jarak jauh


Aku memutuskan kekamar mandi untuk mencuci muka dan menghilangkan rasa kantuk


Aku berada didepan wastafel dan melihat kearah cermin


Wajah lelahku terlihat jelas dari pantulan cermin itu


Aku mulai membasuh wajahku dengan air dingin


Menyegarkan dan dingin, setidaknya membuat mataku jauh lebih baik


Aku menatap kearah cermin sambil memikirkan keberadaan hye jin dan memikirkan bagaimana jika hye jin tidak ditemukan dan menghilang dari jangkauanku


Haahh...


Aku menghebuskan nafasku


'Duk'


'Duk'


Aku mendengar suara yang bukan berasal dari diriku


Apakah itu tikus?


Tidak mungkin dirumahku ada tikus


Selama aku tinggal disini aku tidak pernah melihat tikus berkeliaran dirumah ini


Aku mencari sumber suara yang tadi terdengar olehku


Suara itu terdengar dari balik tirai bathub kamar mandiku, dengan perlahan aku membuka tirai itu dan melihat sosok perempuan yang aku cari subuh ini


Haahhh


Aku tahu gadis ini bisa tidur dimana saja tapi aku tidak mengira hye jin bisa tertidur dibak mandi


Aku tahu bak mandi ini sangat besar dan cukup untuk tempat tidur seseorang tapi tidak pernah terpikirkan olehku sebagai tempat nyaman untuk tidur


Gadis itu mengeluarkan air liur dari sudut bibirnya


Aku menggelengkan kepalaku dan menghembuskan nafasku karena melihat kelakuan aneh gadis ini


Aku mendekati hye jin dengan perlahan


Ia tertidur dengan posisi seperti janin saat berada didalam rahim seorang ibu


Dengan selimut berwarna merah yang terbuat dari benang wol yang telah dirajut


Hye jin memeluk pemukul bola golf milikku seolah itu alat untuk dijadikan senjata


Aku memposisikan diriku untuk berjongkok dan membetulkan selimut hye jin agar ia tidak kedinginan


Tetapi aktifitasku membuat mata gadis itu sedikit terbuka dan terkejut bangun  melihatku berada disampingnya


Hye jin reflek mengayunkan pemukul golf itu kearahku dengan sigap aku menahan alat pemukul golf itu agar tidak melukai wajah tampanku


Aku menatap hye jin dengan tajam


Wajah hye jin terkejut ketika melihatku berhasil menangkis serangannya


Hye jin berusaha melepaskan alat pemukul golf itu dari genggamanku


Ia menarik pemukul golf itu namun usahanya sia-sia


"Kenapa kau tidur disini hye jin?" Tanyaku

__ADS_1


"Iisshhh....lepas" ucapnya


"Kau bisa tidur ditempat yang seharusnya disediakan untuk tidur, kau bisa mati membeku jika tidur disini" ucapku


"Peduli apa kau padaku? Aku tidak akan sudi untuk tidur satu ranjang denganmu" ucap hye jin padaku membuat hatiku terasa sakit seperti ditusuk oleh sebuah belati


Apakah dia pikir aku penyakit menular jika dekat dengannya seluruh tubuhnya akan gatal-gatal?


Kita hanya tidur memejamkan kedua mata, tidak melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan


Tapi kenapa kau tidak ingin tidur bersama denganku dan lebih memilih tidur dikamar mandi


"Keluar dari sini!" Ucap hye jin dengan mata bulatnya yang sedang menatapku


"Aku akan keluar jika kau ikut bersamaku dan pindah untuk tidur diatas tempat tidur" ucapku


"Anni(tidak) aku tidak akan menuruti kemauanmu" ucap hye jin


Seketika aku teringat perkataan ayah deok mi yang mengejekku karena tidak mampu menjaga seseorang untuk terus berada disisiku


Aku tidak bisa menjaga deok mi karena bersifat lunak padanya hingga ia menyepelakanku, pada akhirnya ia pergi meninggalkanku dan memilih bersama laki-laki lain


Apa mungkin jika aku berbuat kasar dan tegas untuk patuh padaku gadis ini akan berada terus disisiku?


Aku merasakan kepalaku mendidih karena hye jin tidak mau menuruti perkataanku


Ini demi kebaikannya, aku peduli padanya untuk tidak tidur dikamar mandi karena akan menyebabkan dia kedinginan tapi apa yang kudapat?


Ia justru ingin memukulku dengan pemukul golf milikku


Sudah cukup hye jin untuk menguji kesabaranku, kau harus menuruti perintahku untuk kebaikan dirimu


Aku menarik pemukul golf dari tangan hye jin dan melemparkannya kesampingku


Aku berdiri dan membopong hye jin keluar dari kamar mandi layaknya karung beras yang berada dipundakku


"Seo jin-ssi!!!!" Teriak hye jin dengan suara keras hingga membuat telingaku sedikit berdengung


"Turunkan aku!!  Yyaa...seo jin-ssi no neun Michinom!! (Kau laki-laki gila)" ucap hye jin sambil menggerakkan kedua kakinya dan memukul keras punggungku


Setelah keluar dari kamar mandi aku membopongnya ke arah tempat tidur dan sedikit membantingnya diatas tempat tidur


Aku menahan hye jin seperti tadi malam dengan berada diatas tubuhnya dan menekan pergelangan tangannya agar ia dapat mendengarku


Hye jin seperti sapi gila yang berontak tidak tahu arah


"Hye jin-aa dengarkan aku!" Teriakku


"Jika kau tidak menuruti perkataanku, aku ragu kau akan selamat dan keluar dengan aman menjalani kehidupanmu sebagai hye jin" ucapku meningatkan


"Ku mohon selama kau menjadi deok mi turuti ucapanku dan tidak perlu berbuat apa-apa, maka kau akan menjalani kehidupanmu dengan damai sampai akhir hayatmu"


"Wae?(kenapa?) Jika aku tidak menuruti ucapanmu apa kau akan membunuhku seo jin?" Tanya hye jin yang membuatku bertanya-tanya dari mana ia mendapat pikiran seperti itu


"Ania!(tidak!) aku tidak pernah berpikiran untuk membunuhmu hye jin, kenapa kau berpikiran buruk padaku seperti itu?"


"Aku takut kau akan disakiti oleh orang lain dan aku tidak bisa melindungimu" ucapku


"Cih...omong kosong, satu-satunya orang yang ingin menyakitiku adalah dirimu brengsek! Kau adalah laki-laki gila yang pernah aku temui seumur hidupku! Ucap hye jin


Aku menghela nafas dan menutup kedua mataku berusaha berbicara baik pada hye jin


Namun itu membuat hye jin memiliki kesempatan untuk lepas dariku


Hye jin menggigit salah satu tanganku yang menahan pergelangan tangannya


"Aarrgghhhh!!!" Teriakku dan reflek melepasnya


Tidak hanya itu hye jin menjambak rambutku dengan kasar hingga aku terbaring ditempat tidur


Hye jin mulai bangun dari tempat tidur dan berdiri


Aku berusaha berdiri dari tempat tidur dan ketika aku berdiri, hye jin menendang tulang keringku dengan keras menyebabkan diriku terjatuh diatas tempat tidur


Hye jin menang telak membuatku tumbang sementara, kakiku terasa sakit ketika ia menendangnya


Aku lupa jika hye jin memiliki jurus ampuh untuk menumbangkan lawan


Gadis itu berlari kembali kekamar mandi dan menutup pintunya dengan cara dibanting dan mengunci pintunya dari dalam


Sedangkan aku masih kesakitan karena tendangan kaki hye jin


Aku berusaha berdiri dan berjalan pincang menghampiri pintu kamar mandi


Aku mengetuk pintu kamar mandi itu dan berharap hye jin membukakan pintunya


"Hye jin-aa kenapa kau sangat keras kepala hhah? Aku tidak tahu kau lebih menyukai kamar mandi yang dingin itu  dari pada di tempat tidur yang hangat"


"Arraso (aku mengerti) kali ini kau menang, aku tidak akan mengganggumu" ucapku dan duduk diatas kasur


Kim Hye Jin pov


Aarrggghhhh


Lama-lama aku bisa gila jika berhadapan dengan laki-laki menyebalkan itu


Aku tidak mengerti apa yang ia inginkan?


Menuruti perkataanmu?


Huhh...


Memangnya aku pelayanmu?


Lalu apa-apaan sikapnya itu?


Isshh...aku tidak akan kalah dari laki-laki itu


Kau pikir, aku akan takut dengan ancamanmu seo jin?


Jangan kau pikir aku adalah gadis yang akan menjadi penurut dan patuh padamu setelah apa yang kau lakukan padaku


Aku hanya mengatakan apa sebenarnya yang kulihat tadi siang


Seharusnya ia pergi kerumah orang tua deok mi dan menanyakan langsung kenapa ia menemui chull moo


Atau jangan-jangan seo jin takut dengan ayah mertuanya?


Aigoo...dasar seo jin bodoh dan pengecut!


Aku benar-benar benci padanya


Aku menghentakkan kakiku ke lantai beberapa kali pertanda kesal dengan dirinya


Aku masih merasa mengantuk karena belum puas tidur, raja kukang itu membangunkanku dan membuatku terkejut


Tidak terasa aku tertidur dalam keadaan terjaga dengan posisi duduk menyembunyikan wajah diatas lututku dibalik pintu kamar mandi


Hingga seo jin mengetuk pintu kamar mandi dan menyuruhku untuk keluar sarapan


"Hye jin-aa ayo sarapan, apa kau tidak lapar?" Tanya seo jin


Aku terdiam tidak menjawab pertanyaan seo jin


Hanya hembusan nafas seo jin yang terdengar samar-samar dari balik pintu


Tak lama kemudian seo jin mengetuk kembali pintu kamar mandi


"Hye jin-aa aku akan meletakkan makanan didepan pintu ini, kau bisa makan dan keluar tanpa melihatku, karena aku akan pergi kekantor hari ini" ucap seo jin


Lagi-lagi aku hanya terdiam dan tidak membalas ucapan seo jin


Aku melihat mobil seo jin pergi meninggalkan rumah ini dengan mengintip dari balik tirai jendela kamar mandi


Entahlah mungkin kau bisa berendam di bathub sambil memandang suasana diluar rumah dengan santai


Tidak perlu takut orang lain akan mengintip, karena letak kamar seo jin berada dilantai 2


Seharian ini aku memikirkan cara bagaimana menghadapi raja kukang jika seterusnya ia berbuat kasar padaku seperti ini


Aku menghabiskan waktuku dikamar mandi yang luas ini, setidaknya ini adalah tempat teramanku untuk saat ini


Aku tidak tahu pukul berapa saat ini, aku hanya melihat cahaya matahari sore mulai masuk kedalam kamar mandi ini melalui jendela dan mendengar suara bibi min menyambut seo jin yang sudah pulang kerumah


Aneh


Biasanya raja kukang kembali kerumah setelah matahari terbenam, tapi kali ini ia kembali kerumah lebih awal


Aku mendengar suara seseorang membuka pintu kamar dan suara langkah kaki yang menghampiri kamar mandi ini


'Tok tok tok'


"Hye jin-aa kau tidak makan seharian! Apa kau tidak lapar haah!" Ucap seo jin


Ahh...


Aku baru sadar, seharian aku tidak makan karena terlalu banyak berpikir


"Jangan seperti ini terus, kau bisa sakit"


"Ayah deok mi bertemu dengan chull moo untuk memberi peringatan agar tidak mengulangi kesalahan seperti memukul emma dan membuatmu pingsan" ucap seo jin


Kau dengar itu hye jin?


Memberi peringatan katanya


Hhh...Bagaimana mungkin seorang chull moo yang terlihat sudah ahli dalam membuat kejahatan dan kriminal bisa sadar dengan hanya diberi peringatan?


Jika memang ia sadar karena telah membuat kesalahan, tentunya chull moo akan datang kepadaku untuk meminta maaf


Aku tidak akan percaya pada seo jin


Aku lebih percaya pada instingku dan mata kepalaku sendiri


Ada yang tidak beres dalam hubungan sung dong il dan chull moo


Tapi bagaimana cara membuktikan bahwa instingku benar...


Haah...


Ini sulit untuk tahu bagaimana keseharian sung dong il karena tidak mungkin aku bisa menempel terus disisinya


Samar-samar aku mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar seo jin


Seo jin menghampirinya


"Maaf tuan, barang ini ingin anda letakkan dimana?" Ucap seorang laki-laki


Ahhh


Supir ohh


itu suara supir ohh


Seketika aku mendapatkan sebuah ide untuk mengetahui bagaimana cara mengawasi sung dong il tanpa harus berada terus disisinya


Kau adalah jawabannya supir ohh


Aku harap kau bisa membantuku


Semoga saja


"Letakkan diatas sofa" ucap seo jin pada supir ohh


Aku tidak tahu barang apa yang dibawa oleh supir ohh


Setelah supir ohh keluar dari kamar seo jin, raja kukang itu mulai menghampiriku lagi


"Hye jin-aa aku telah menuruti kemauanmu untuk membelikanmu sleeping bag, itukan kemauanmu?"


"Hentikan sikapmu itu dan.... ayo berbaikan" ucap seo jin


Sebaiknya aku segera keluar dari kamar mandi ini untuk melaksanakan rencanaku dan meminta bantuan pada supir ohh


Anni(tidak) lebih tepatnya detektif choi melalui supir ohh karena mereka teman dekat


Aishh...


Sebenarnya aku masih marah pada seo jin, tapi baiklah demi membuktikan instingku benar atau tidak dibutuhkan sebuah fakta agar seo jin berhenti membela ayah mertuanya dan membuka matanya lebar-lebar jika memang sung dong il terbukti salah


Acuhkan seo jin, jangan banyak bicara padanya, bicara seperlunya saja


"Hye jin-aa aku akan membuka paksa pintu ini jika kau tidak membukanya" ucap seo jin dari balik pintu


'Brak!'


Aku terkejut dengan suara keras yang terdengar dari balik pintu


Raja kukang itu mulai melaksanakan ucapannya


Aku memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi itu dan...


"Uwaaa!!...." teriak seo jin


Seo jin masuk lalu jatuh tersungkur mencium lantai kamar mandi karena mencoba mendobrak pintu namun aku telah membuka pintunya terlebih dahulu


Hahaha...rasakan!!


Aku pergi keluar dari kamar mandi dan meninggalkan seo jin yang masih jatuh tersungkur tanpa membantunya berdiri


Aku menghampiri sofa dan berpura-pura melihat sleeping bag yang dibelikan oleh seo jin


Aku mengamati sleeping bag yang terlihat bagus ini, kelihatannya mahal dan nyaman untuk dipakai tidur saat suhu dingin


"Bagaimana? Apa kau senang aku belikan barang itu hye jin?" Tanya seo jin yang sudah berdiri disampingku


Aku melirik seo jin yang sedang memegang siku tangannya dan terlihat sesekali meringis kesakitan karena terjatuh dikamar mandi namun berpura-pura tersenyum ketika aku melihat ke arahnya


Sekilas aku merasa kasihan pada seo jin dan akan mengomelinya karena bertindak ceroboh


Namun aku menahannya dan fokus pada pikiranku dan mengingatkan diriku sendiri untuk mengabaikannya


Ingat hye jin, bicara seperlunya pada seo jin


Aku hanya mengangguk kepalaku sekali ketika seo jin bertanya kepadaku


Seo jin yang melihat anggukan kepalaku tersenyum karena berpikir membuatku senang


"Haah...syukurlah jika kau menyukainya" ucap seo jin namun aku hanya mengabaikan ucapan dia


Tiba-tiba perut tidak sopanku mengeluarkan suara yang memalukan hingga terdengar oleh seo jin


'Kruyuukk'


Seo jin menatap ke arahku sedangkan aku hanya terdiam seolah tidak terjadi apa-apa


"Ahahaha....apa kau lapar hye jin? Tenang..aku sudah menyuruh bibi min menyiapkan ini untukmu" ucap seo jin sambil menggandeng tanganku untuk duduk diatas sofa kemudian meletakkan nampan berisi makanan untukku


Seo jin membantuku untuk membukakan nasi beserta lauk-pauk yang sangat menggiurkan itu

__ADS_1


Aku tahu ini sangat memalukan, seolah cacing besar alaska berada didalam perutku menagih bahan makanan untuk masuk dan menjadi satu dengan sistem pencernaanku


Aku mulai memakan makanan yang dibawa seo jin dengan lahap


Aku melirik kearah seo jin dan melihat ia tersenyum puas ketika melihatku makan


"Jika kurang dengan makanan ini, kau boleh bilang padaku, aku akan mengambilkannya didapur" ucap seo jin


Seketika aku berhenti menyendok nasi dan menatap seo jin


Apa katamu? Kau mengambilkan makanan didapur?


Bagaimana jika bibi min dan para maid curiga padamu?


Seolah seo jin mengerti apa maksud dari tatapanku ia mulai bicara


"Ahh...tenang saja, aku sudah menyuruh bibi min dan para maid untuk pulang lebih awal dan segera meninggalkan rumah ini karena alasan ingin makan malam romantis bersamamu" ucap seo jin, membuatku melanjutkan melahap makanan ini


Hoek...


Penipu ulung, apanya yang makan malam romantis


Keningmu yang justru beromantis dengan lantai kamar mandi


Seo jin menatapku ketika aku makan.


Aku sedikit terganggu dengan sikap seo jin yang seperti itu, namun aku mengabaikannya seolah ia tidak ada diruangan ini


Aku melihat seo jin kearah lemari baju untuk mengambil hanger untuk meletakkan blazer hijau toscanya


Ia terlihat hati-hati ketika membuka blazernya dibagian siku kirinya


Sekilas aku melihat noda darah yang menempel dikemeja putih didaerah sikunya


Abaikan hye jin...


Jangan merasa kasihan padanya


Baru saja aku meyakinkan diriku untuk mengabaikannya, tak lama hatiku berkata untuk membantu seo jin


Aku benci dengan isi hatiku yang tidak bisa mengabaikan orang lain


Aku menghembuskan nafasku dan berhenti makan lalu pergi kekamar mandi untuk mengambil kotak obat yang berada dibalik kaca wastafel


Seo jin sepertinya tidak sadar aku masuk kekamar mandi untuk mengambil kotak obat


Setelah mengambil kotak obat aku duduk diatas tempat tidur dan memanggil raja kukang


"Seo jin-ssi" ucapku


Laki-laki itu reflek menengok kearahku


Dengan wajah sinis aku mengisyratkan seo jin untuk duduk disampingku menggunakan gerakan mata dan gerakan bibirku


Seo jin nampak bingung ketika aku menyuruhnya untuk duduk disampingku


Dengan perlahan ia menghampiriku dan duduk dengan hati-hati


Aku menghembuskan nafasku dan menarik lengan kiri seo jin dan menggulung kemeja putihnya untuk mengobati sikunya yang berdarah


Aku membersihkan lukanya lalu mengambil cuttonbuds membubuhkan salep luka diatas sikunya dan meniupnya perlahan agar cepat mengering


Aku berusaha menghiraukan seo jin yang menatapku sedang merawat luka lecetnya, tapi lama-lama aku merasa tidak nyaman dengan tatapan matanya


sesekali aku melirik ke arah wajahnya untuk mengisyaratkan berhenti menatapku namun ia justru tersenyum kepadaku dan membuatku menaikkan sudut bibirku keatas dan tatapan sinis


Setelah terasa lembab, aku menutup luka seo jin dengan plester luka dan menjauh darinya


Aku membereskan kotak obat dan menutupnya lalu berdiri hendak pergi untuk mengembalikkan kotak obat kembali ketempat semula


Seo jin menahanku dengan menggenggam pergelangan tangan kiriku


Aku reflek menengok untuk menatap seo jin


"Gomawo (terima kasih) hye jin" ucap seo jin sambil tersenyum lembut padaku


Aku tidak membalas senyuman seo jin dan melepas genggaman seo jin dengan menarik tangan kiriku


Untungnya seo jin tidak menggenggam tanganku dengan erat dan dengan mudahnya aku bisa lepas darinya


Kali ini seo jin membiarkanku pergi untuk mengembalikkan kotak obat ke wastafel yang letaknya di kamar mandi


Setelah keluar dari kamar mandi, aku melihat seo jin masih duduk di atas tempat tidur


Aku merapikan perlatan makan dan pergi kedapur untuk membersihkan piring kotor


Malam ini aku bisa tidur dengan nyaman menggunakan sleeping bag baru diruang baca seo jin


***


Keeseokan paginya aku melihat seo jin yang masih tertidur dengan pulasnya di atas tempat tidur


Aku mengabaikan seo jin dan tidak membangunkannya untuk pergi kekantor


Biasanya akan ada pertengkaran dipagi hari jika aku tidur disamping seo jin


Syukurlah pagi ini dilalui dengan damai


Setelah mandi aku memutuskan untuk sarapan di kebun sambil menikmati pemandangan diluar


Bibi min berada disamping mendampingiku dengan para maid lainnya ketika aku sarapan


Seketika aku mengingat jaket richard dan syal milik natasya


aku berencana untuk mengembalikannya hari ini


Aku menyuruh maid untuk mencuci dan mengeringkan pakaian itu, menyuruhnya sudah bersih sebelum pukul 11 siang


Selesai sarapan aku masih berada di taman depan rumah sambil meminum segelas cangkir teh hijau buatan bibi min sambil membaca koran pagi


Aku melirikkan mataku ketika seorang pelayan menghamipiri bibi min dan membisikkan sesuatu, tak lama bibi min berkata


"Nyonya...saya mohon pamit sebentar untuk menyiapkan sarapan pagi tuan seo jin"


"Pergilah" ucapku acuh tanpa melihat ke arah bibi min


2 orang maid masih berdiri menemaniku tanpa melakukan apa-apa seperti patung


Apa mereka tidak merasa pegal berdiri disampingku tanpa melakukan apa-apa


Aku menengok ke arah kiri dan melihat supir ohh sedang membersihkan mobil dari debu dengan cara mengusap mobil nya dengan kain bersih


Aku menggerakkan jari telunjukku didepan maid mengisyaratkan untuk menghamipiriku dan mendengar perintahku


"Suruh supir ohh untuk bertemu denganku sekarang" ucapku


"Baik nyonya" ucap seorang maid dengan menjaga etika kesopanan jika sedang berada didepan nyonya besar


Maid itu menghampiri supir ohh dan kembali kesini bersama supir ohh


"Selamat pagi nyonya sung, ada yang bisa saya bantu?" Sapa supir ohh padaku


"Kalian boleh pergi, tinggalkan aku dan supir ohh" ucapku


"Baik nyonya" ucap kedua maid dengan kompak dan pergi meninggalkan aku dan supir ohh


Setelah situasi aman dan tidak ada orang yang melihatku, aku menyuruh supir ohh untuk duduk didepanku


"Yya...supir ohh silahkan duduk, ada yang ingin kusampaikan padamu" ucapku


"N-ne....nona, apa yang bisa kubantu untuk anda"


"Ehhei....santai saja supir ohh, kau terlalu mendalami peranmu, jika tidak ada orang lain kau boleh menganggapku teman, lagi pula kita hanya berbeda 4 tahun" ucapku sambil menaikkan kedua alisku dan tersenyum


"Aku bisa memanggilmu oppa jika kau mau" ucapku


"Pfft...baik nona kim" ucap supir ohh dengan wajah tersipu malu


"Supir ohh anni (tidak) maksudku Oh min suk oppa aku ingin meminta tolong padamu" ucapku dengan wajah memohon


"Kelihatannya ini hal mendesak nona kim" ucapnya


"Ya...ini terkait demi kebaikan majikanmu sendiri, pertemukan aku langsung dengan detektif choi tanpa sepengetahuan seo jin hari ini, kumohon" ucapku dengan ekspresi serius


Aku menceritakan ideku pada supir ohh sebelum aku bertemu dengan detektif choi


Ekspresi supir ohh berubah menjadi khawatir dan cemas


"No...nona kim, benarkah anda akan melakukan itu? Ini sangat beresiko untukmu nona" ucap supir ohhh


"Aku tahu ini sangat beresiko, tapi apa kau ingin majikanmu menjadi kerbau terus selama hidupnya dan tidak bisa memilih kehidupan bagi dirinya?"


"Aku tahu...kau pasti berpikiran sama denganku dan curiga pada tuan sung dong il" ucapku


"Setelah apa yang kulihat kemarin dengan mata kepalaku sendiri direstoran italia, ia bersama chull moo" ucapku


"Jadi itu alasan anda bertengkar dengan tuan seo jin kemudian menghubungiku kemarin subuh untuk mencari anda" ucap supir ohh


"Kau mencariku? Aku tidak pergi kemana-mana hari itu, seharian aku mengunci diriku di kamar mandi untuk tidak bertemu seo jin" ucapku


"Nne...(ya) aku ke dorm tempat teman anda tinggal dan menanyakan keberadaan anda" ucap supir ohh


"Ahhh...jinjja (benar-benar) karena seo jin, ia menganggu waktu tidur emma dan membuatmu bangun pagi untuk mencariku"


"Nona kim, apa anda tidak takut pada tuan sung dong il, bahkan seorang detektif choi saja dilarang untuk mengawasi tuan sung dong il atas perintah tuan seo jin"ucap supir ohh


"Dan pak chull moo, sebaiknya anda tidak terlibat dengannya, anda tahu kan nona kim, ia adalah mantan gangster dan masih memiliki hubungan pertemanan dengan komunitasnya"


"Ara..(ngerti) tapi tuan mu terlalu bodoh dan kurang berani dalam mengungkapkan suatu hal yang tidak benar" ucapku


"Seperti itu lah sifat tuan seo jin nona, ia sangat berhati-hati dan tidak ingin karena tindakannya justru melukai orang sekitar"


"Dan tidak terlihat tegas dimata anda, karena tuan seo jin selalu mengalah dan memilih memendam ego nya" ucap supir ohh


"Dan karena sifatnya itu ia terus diremehkan oleh istrinya sung deok mi" ucapku


"Aku tidak bermaksud membela deok mi, hanya saja seorang wanita brengsek seperti deok mi jika dihadapkan dengan laki-laki seperti majikanmu, ia akan selalu merasa terintimidasi olehnya"


"Apa kau mau seumur hidupnya akan diselingkuhi oleh nyonya deok mi jika ia sudah bangun dari komanya atau kau mau tuan mu diperalat oleh ayah mertuanya sendiri seumur hidupnya?" Tanyaku


"Aku hanya mencari tahu kebenaran dan berharap instingku salah supir ohh, aku harap sung dong il memiliki kehidupan yang baik"


"Aku bahkan sering memiliki gangguan perncernaan karena stres penasaran memikirkan siapa pelaku pemukulan emma dan orang yang membiusku sehari sebelum acara launching buffalo diadakan"


"Instingku mengatakan sung dong il ikut terlibat dalam kasusku dan emma, atau mungkin chull moo sangat loyalitas pada deok mi hingga ia berinisiatif melakukan tindakan seperti itu agar aku tetap pergi ke acara launching?"


"Setiap hari aku memikirkan dugaan itu karena sampai saat ini pelakunya masih berkeliaran bebas dan aku ingin menangkapnya dan meminta pertanggung jawabannya atas perbuatan jahat yang ia lakukan"


"Kumohon supir ohh bantu aku, lakukan hal ini diam-diam seolah tidak terjadi apa-apa"


"Aku tidak akan melibatkanmu selama mengawasi sung dong il aku hanya akan meminta sebuah alat untuk mengawasi dong il dari jarak jauh"


"Maka itu ku mohon, pertemukan aku dengan detektif choi agar ia bisa membantuku..." ucapku dengan wajah memohon


Supir ohh terlihat ragu karena resiko besar yang akan ditanggung olehku jika ketahuan oleh dong il


Aku menggenggam tangan supir ohh berharap ia mau membantuku


Dengan berbagai pertimbangan akhirnya supir oh setuju denganku untuk mempertemukan diriku dengan detektif choi


Tak lama seo jin keluar dari rumah. dengan cepat, supir ohh berdiri dari posisi duduknya dan berdiri disampingku


Tampaknya seo jin sudah terlihat rapi dan bersiap untuk pergi kekantor


Namun ia melihatku sedang duduk bersantai menikmati cuaca dipagi hari


Tanpa ragu, seo jin menghampiriku yang sedang berpura-pura membaca koran


Laki-laki tampan berdasi itu duduk didepanku dan menatap diriku


Aku yang menyadarinya mengangkat kertas koran hingga menutupi wajahku agar ia tidak bisa menatap wajahku


Sepertinya laki-laki itu sedang berpikir untuk bisa berbicara padaku meskipun ia menyadari saat ini lawan bicaranya enggan untuk berbincang dengannya


"Hari ini mungkin aku akan pulang telat deok mi sayang, karena banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, kau tidak perlu menungguku untuk makan malam" ucapnya


Haah...


Aku sedang tidak bersemangat untuk bersandiwara seo jin


Ia sengaja berbicara itu didepan bibi min dan para maid lainnya agar bisa berbincang denganku


"Ohh...ya ampun kau pasti sangat lelah karena bekerja keras ya sayang" ucapku ber-acting


Aku bertanya-tanya pada diriku, jika aku adalah seorang pemain film sepertinya aku sudah mendapatkan piala oscar


Seo jin berdiri dan menghampiriku lalu menyentuh punggungku dengan tangan kanannya


Mau apa dia?


Raja kukang yang tidak tahu malu, mengambil kesempatan dalam kesempitan


Seo jin berbicara dekat telingaku membuat bulu kudukku berdiri menahan sensasi geli


"Gwaenchana (tidak apa) selama kau berada disisiku, aku bahagia deok mi sayang" ucap seo jin


Reflek aku menoleh kearahnya hingga jarak wajah kami begitu dekat


Seo jin menatap wajahku dan mencium pelipisku hingga terdengar suara 'cup' dari bibirnya, ia melakukan itu sebagai tanda salam pamit untuk pergi kekantor


Aku tersenyum manis ke arah seo jin meskipun dalam hatiku bergejolak ingin teriak dan melempar cangkir teh ini ke arahnya karena marah


Awas kau dasar raja kukang kurang ajar!


Seo jin melambaikan tangannya ke arahku begitu pula dengan diriku yang membalas lambaian tangannya hingga ia masuk kedalam mobil dan menghilang dari pandanganku


___________________________________


Holaa everyone berjumpa lagi dengan hyung joba 🕺💃


Bukan raja kukang namanya kalo ga nyari kesempatan dalam kesempitan eehhee....😜


Sa ae lu seo jin



Yang sabar ya neng hye jin dibalik cobaan ada hikmah yang tersembunyi


Eeaa


Kira-kira hye jin mau ngapain ya minta tolong buat ketemuan ama si choi


Makin kesini makin riweuh dah nih urusan


Namanya juga drama kudu ribet kalo ga ada masalah ya kagak jadi dah ni cerita


Ikutin terus ceritanya biar ga ketinggalan jadikan favorit ya ✌


Dan mohon dukungannya klik love dan kolom komentar untuk memberikan krtik dan saran

__ADS_1


Terima kasih readers mangatoon yang kasep dan geulis 🙏🙆‍♂️🙇‍♂️


Sehat selalu semuanya 😘😘🥰


__ADS_2