Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 40


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


Omunaa~


Kenapa aku harus bertatapan langsung dengan pria ini sih?


Seseorang yang harus dihindari kini akan berdansa denganku, apakah itu masuk akal?


Sung hajung


Kini berada dihadapanku dengan senyumnya yang sangat dingin, sedingin udara dikutub utara


Matanya yang sipit dan naik memberikan kesan bahwa ia adalah lelaki bengis dan seperti psychopath


Bisa dibilang sung hajung adalah sung deok mi versi laki-laki


Sifat mereka hampir mirip dan sama-sama memiliki ambisi yang besar dalam hal sesuatu, itu yang dikatakan oleh seo jin kepadaku


Aku tidak tahu bagaimana situasi saat nyonya sung berhadapan dengan sung hajung


Apakah ada listrik statis yang saling memancar diantara tatapan mata mereka seperti pada film anime?


"Oraemaniyeyo*.....deok mi-ya" ucap sung hajung dan tersenyum hanya menaikkan salah satu sudut bibirnya


Melihat ia tersenyum memberikanku efek semping pada ujung jari-jariku menjadi lebih dingin


Tatapan matanya seolah menarikku ke dimensi lain yang gelap dan jauh dari cahaya


Entah karena suhu ruangan ini atau diriku yang panik saat menghadapi sung hajung


Sung hajung mengarahkan telapak tangannya ke arahku, pertanda untuk segera menggapai tangannya dan segera memulai berdansa


Oke hye jin, tenang...tenang


Keep calm!


Tiru tingkah sung hajung sebisa mungkin, kim hye jin


Aku berusaha membuat diriku setenang mungkin agar dapat menghadapi sung hajung dan tidak membuat ia sadar bahwa aku adalah deok mi gadungan


Sekilas aku menatap kearah mata hajung dan tatapan hajung masih terpaku kearahku dan tidak berhenti untuk menatapku


Sedangkan diriku tidak berani untuk menatap langsung sorot matanya, aku memalingkan wajahku darinya dan sejenak berpikir apa yang akan aku lakukan padanya


Sung hajung masih dalam posisi yang sama


Aku mengalihkan pandanganku kearah telapak tangan sung hajung yang masih melayang didepan wajahku dan sedang menunggu tangannya untuku agar digenggam dan memulai berdansa denganku


Dan...


Aku baru sadar, jika tangan sung hajung sangat indah.


Ia seorang laki-laki, bagaimana bisa tangannya kurus dan lentik seperti perempuan


Tatapan mata sung hajung berbanding terbalik dengan tangannya yang lembut dan juga sepertinya hangat


Rasa takutku teralihkan dengan rasa penasaranku oleh tangan cantik milik sung hajung


Perlahan aku menginginkan tangan itu dan ingin menggenggamnya, mungkin ini terdengar gila tapi seperti ini situasinya


Dan ketika aku menyentuh telapak tangan sung hajung, aku merasa diriku seperti berada didepan tungku perapian


Hangat


Tangan sung hajung benar-benar hangat dan enyah sudah rasa dingin yang kurasakan pada jari-jari ku


Sung hajung menggenggam tanganku dengan erat, entah apa maksud ia menggenggam tanganku dengan kuat


Tapi yang jelas, rasa hangat tangan sung hajung semakin aku rasakan dan aku dapat berdansa dengan sung hajung tanpa melihat matanya yang menyeramkan


Aku masih merasakan sung hajung menatap kearahku


Apa sih sebenarnya mau mu sung hajung?


Berhenti menatapku! Tatapanmu sangat menyeramkan, apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?


Jika iya, segera katakan bodoh!


Sung hajung mengangkat tubuhku saat berdansa hingga gaunku bergerak bebas diudara meskipun hanya sesaat, dan ketika aku menuruni kakiku, sung hajung membisiku dengan suaranya yang membuat bulu kudukku berdiri


"Deok mi-ya, aku tidak tahu jika kau mengundang ****** pesuruh mu untuk hadir pada acara launching ini" ucap sung hajung berbisik disebelah kuping kiriku


Aku tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sung hajung


Siapa yang ia sebut ****** pesuruh?


"Apa kau sedang merencanakan sesuatu pada malam ini?" Ucapnya lagi


"Hhh..Apa maksudmu hajung?" Tanyaku dengan nada sinis seperti dirinya


"Fufufu..."


Suara tawa hajung semakin membuat bulu kudukku berdiri, suara tipis itu terdengar seperti suara tawa yang meremehkan seseorang


Lebih tepatnya seperti suara tawa tokoh psychopath seperti drama film pada umumnya


Aku memutarkan tubuhku ketika hajung mengangkat tangan kananku, dan itu adalah pertanda aku harus berdansa dengan cara berputar lalu aku akan memajukan lutut kananku dan bergerak ke arah samping kanan sambil memegang pundak tegap hajung


Itu adalah ritme dansa yang diajarkan seo jin padaku


Namun, bukannya mengikuti aturan ritme dansa itu, sung hajung justru mendekap tubuhku hingga wajahku bersandar pada bahu nya dan ia dapat berbicara didekat telinga kananku


"Ahh...kau masih berpura-pura tidak tahu deok mi-ya" ucap hajung


Setelah mengucapkan kalimat itu, hajung yang masih mendekapku  membelokkan tubuhnya kearah kiri dengan cepat tanpa aba-aba, dan hampir saja aku terjatuh karena high heels ku


Hajung bermaksud untuk memperlihatkan sesuatu padaku yang tepat berada diarah depanku dan dibelakang hajung, dengan radius 3 meter, aku dapat melihat seorang laki-laki yang terlihat familiar sedang mengamatiku yang sedang berdansa dengan hajung


Pak chul moo! Teriakku dalam batin


Aku membelalakan mataku ketika melihat chul moo sedang mengamatiku,


Dan chul moo terkejut ketika kedua mata kami bertemu, dan segera menghindar dariku dan berusaha menghilang dari jangkauan penglihatan mataku

__ADS_1


Aku berusaha mengikuti kemana arah chul moo pergi dan akan membuat perhitungan dengannya karena sudah membuat perbuatan yang tidak menyenangkan pada diriku dan emma


Ia menuju ke arah kiri pandanganku sambil sesekali melihat kearahku dan memastikan ia telah terhindar dari jangkauan mataku


Aku tidak akan melepaskanmu chul moo, kau sudah bertindak kriminal karena telah memukul emma dan menculikku hingga membuatku tidak sadar dan seperti orang gila saat aku bangun dari pengaruh obat bius mu


Aku berusaha melepas dekapan hajung agar aku bisa leluasa melihat kearah perginya chul moo


Aku mendorong sedikit dada bidang hajung dengan tangan kananku, karena tangan kiriku masih menggenggam tangan kanan hajung dan berayun ke atas dan kebawah, mengikuti iringan musik classic


Hajung mengikuti arah mataku memandang dan melihat juga chul moo berusaha kabur dan menghilang dari kerumunan orang-orang


"Wah wah...baru sebentar saja aku mengetahui keberadaan anjingmu, kau sudah menyuruhnya pergi?" Ucap hajung


"Tidak heran kau bisa dengan mudah membangun real estate dibuffalo, karena memiliki ****** setia seperti chul moo misalnya" ucap hajung


"Kau tahu deok mi, ingin sekali aku menghancurkan kelompok anjingmu yang hanya setia kepadamu dan ayahmu saja"


"Aku berharap bisa menghancurkannya sebelum pemilihan direktur utama real estate rose selanjutnya"


Aku tidak mengerti apa yang diucapkan oleh hajung, tapi sekilas aku mendengar ucapan dia yang jahat dan akan menghancurkan ayahnya deok mi


Jelas-jelas chul moo hanya patuh pada perintah deok mi


Aku pikir kesetiaan chul moo pada deok mi tidak perlu diragukan lagi


Meskipun deok mi terbaring dirumah sakit, chul moo tetap menginginkanku untuk menggantikan deok mi pada acara launching ini


Apakah chul moo kesini hanya untuk memastikan diriku untuk hadir pada acara ini? Dan jika aku tidak hadir pada acara launching real estate rose, chul moo akan bertindak diluar nalar lagi dan akan memaksaku untuk hadir apapun yang terjadi


Ini bukan saatnya untuk mendengar ocehan hajung, aku harus mengejar chul moo, harus!


Aku berusaha melepas genggaman tangan hajung dan mengejar chul moo


Namun, hajung justru menarikku dan menghentikan ku untuk mengejar chul moo


Hajung menarik tanganku kembali dan membuat wajahku terbentur didada bidangnya


Sontak hal ini membuat aku geram dan memandang hajung dalam-dalam


"Le-pas-kan tanganku wahai sepupuku yang tampan!" Ucapku sambil menaikan alis dan sudut bibirku


Hajung membalas ekspresiku dengan tersenyum masam dan meringis meremehkanku dan membuang wajahnya


Aku melepaskan tanganku dari genggaman hajung dengan cara mengibaskan tanganku dengan kuat hingga membuat hajung terkejut dan membuatnya melepas pergelangan tanganku


Hajung masih menatapku dengan tajam dan kesal


Aku pun begitu, membalas tatapan hajung dengan sangat dingin dan memundurkan langkahku hingga akhirnya aku berbalik dan pergi mengejar chul moo


Aku berlari dari kerumunan orang dan meninggalkan lantai dansa untuk mengejar chull mo sebelum ia menghilang lagi


***


Aku berlari kecil dan berjalan cepat disekitar taman hotel yang luas


Aku menoleh kekiri dan kekanan untuk mencari sosok chul moo namun hasilnya nihil


Aku berada ditengah-tengah taman dengan air mancur yang besar hingga terdengar suara percikan air mancur itu layaknya suara hujan


Taman yang luas itu tampak sepi dan tidak terlihat manusia satupun yang duduk ataupun melintas, bahkan pegawai hotel pun tidak terlihat olehku,  pencahayaan lampunya tidak sebanding dengan luasnya taman itu, syukurlah berkat terang cahaya bulan aku dapat melihat sekitar taman dengan lumayan baik


Aku mengikuti sosok laki-laki yang melintas tadi ditaman bunga, setelah sampai ditaman bunga yang mekar, aku tidak dapat menemukan jalan lain lagi


Aku terkejut ketika tidak ada jalan lain lagi setelah melewati taman bunga, namun ketika aku menoleh ke arah kanan, terdapat jalan kecil yang ditutupi oleh rindangnya daun dari pepohonan


Apakah ini taman rahasia?


Tanpa ragu aku memasuki jalan kecil yang hanya dibatasi oleh dinding rerumputan yang tingginya sekitar 2 meter dan hanya bisa dilalui oleh 1 orang , sebentar saja...hanya untuk memastikan bahwa yang aku lihat adalah manusia bukanlah sesosok hantu


Sekitar 2 meter berjalan, aku melihat terdapat papan petunjuk arah yang menunjukan peta labirin


Apakah seharusnya aku kembali saja?


Bisa gawat jika aku terjebak didalam labirin


Aniyaa...aku harus masuk dan memastikan seseorang masuk kedalam sini


Aku berusaha menghapalkan peta labirin itu agar aku tidak terjebak dalam labirin dan dapat keluar dengan mudah


Setelah cukup yakin aku menghapalnya, aku mulai memasuki labirin yang berkelok-kelok


Sekitar 5 meter aku berjalan, ada keraguan dalam hatiku untuk segera kembali dan berhenti untuk mengejar sosok pria itu


Sempat aku untuk membalikkan badanku untuk kembali kedalam hall namun, aku mengurungkan niatku dan memilih untuk menguatkan nekat dan tujuanku untuk masuk kedalam labirin ini


Aku menarik napas dalam-dalam dan tetap masuk kedalam labirin itu


Setelah berjalan sekitar 7 menit lamanya, samar-samar aku mendengar seseorang sedang berbicara pelan


Sampai sini, aku berusaha untuk berjalan dengan hati-hati dan tidak menginjak ranting pohon yang sudah mengering


Bisa gawat jika terdengar oleh mereka


Aku pikir suara itu berada dibalik dinding rerumputan ini


Aku berusaha untuk mendengar ucapan mereka dan menempelkan telingaku pada dinding rumput itu


Suara itu terdengar familiar olehku, aku tidak bisa melihat wajah mereka karena takut ketahuan


'Buk...'


"Brengsek!" Buk...


"Maafkan saya tuan"


'Buk'


"Ohok ohok"


Aku mendengar suara orang yang sepertinya sedang dipukuli beberapa kali


"Aku telah mengatakan beberapa kali kepadamu, untuk tidak masuk kedalam" ucap lelaki asing

__ADS_1


"Hanya memastikan ia telah menerima paketnya atau tidak"


"Sial!"


"Cuihh...karenamu aku menjadi kesusahan"


"Aku harus menghindari seseorang pada acara ini"


"Ampun tuan" ucap pria satu lagi memohon


"Jika dalam beberapa hari ini aku mendapatkan masalah karena ulahmu pada hari ini, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu, kau mengerti" ucap lelaki asing itu dan membuat bulu kudukku merinding


Apakah itu chull mo? Sepertinya tidak asing dengan suara itu


"Maafkan saya tuan, tolong jangan bunuh saya"


"Aku berjanji tidak akan ketahuan oleh bos besar"


"Argghh...tutup mulutmu brengsek!"


'Buk'


"Aakkhhh...." "akhh...ampun tuan..ampun" ucap lelaki itu merengek


Aku yang mendengar hal itu segera berjalan mundur dan berharap segera keluar dari labirin itu


Jangan sampai aku ketahuan oleh mereka, jika ketahuan aku bisa mati disini tanpa saksi mata


Sepertinya otot kakiku terasa lemas, aku berjalan mundur dan sialnya aku menginjak ranting pohon yang sudah mengering dan menimbulkan bunyi yang nyaring


'Trak'


Suara hantaman saat memukul lelaki asing tak berdaya itu sejenak berhenti


"Ampun tuan"


"Ssst... kecilkan suaramu brengsek, aku seperti mendengar sesuatu"


"Diam disini, aku akan memeriksanya"


'Kres'


Sial! Aku menginjak tumpukan dedaunan kering


"Siapa itu!"


Oh tuhan!!!


Aku harus segera meninggalkan tempat ini, jika tidak, aku akan mati ditangan laki-laki itu


Aku segera berbalik badan dan melepas high heels ku dan segera berlari untuk keluar dari labirin itu


Aku berlari dengan telanjang kaki dan tidak menoleh kebelakang sedikitpun, meskipun samar-samar aku mendengar suara sepatu laki-laki itu mengejar diriku


Lari


Aku harus berlari dan keluar hidup-hidup dari labirin ini


Aku bersyukur kepada tuhan karena diberkahi kemudahan untuk mengingat dalam hal sesuatu, termasuk dalam menghapal peta labirin ini


Aku berlari dengan sekuat tenagaku dan tidak mempedulikan kakiku yang terluka karena menginjak bebatuan kecil dan menggores punggung kakiku


Dengan perjuanganku, akhirnya aku dapat keluar dari labirin itu dan menemukan kebun bunga yang tadi aku lewati


Aku berhenti dari lari dan menghirup dalam-dalam udara disekitarku untuk memberikan oksigen kedalam paru-paruku


Sesak


Itu yang kurasakan kali ini, aku pikir sudah lama aku tidak berolahraga dan berlari mengejar bus antar jemput saat aku kuliah


Aku menoleh kebelakangku dan tidak menemukan atau mendengar langkah kaki seseorang untuk mengejarku


Ahh...


Syukurlah...aku pikir laki-laki itu menyerah untuk mengejarku


Aku berniat untuk kembali kedalam hall dan melanjutkan acara


Oh iya...hampir saja aku lupa untuk memakai heels ku, aku berhenti ditengah air mancur dan memakai sepatu heels ku, dan setelah selesai memakai heelsku, aku merasa tanganku kotor dan mencuci tangan di air mancur taman tersebut


Pancuran air mancur itu sangat deras wajar membuat pakaianku menjadi agak basah, setidaknya tanganku tidak terasa lengket karena tidak sengaja menyentuh getah pohon yang menempel dibeberapa batang pohon


Setelah mencuci tangan, aku kembali kedalam hall, aku takut orang-orang akan sadar jika aku menghilang ditengah-tengah pesta


Hall sudah terlihat didepan mataku, dan aku berniat masuk kembali kedalam hall melalui pintu belakang tempat aku berlari keluar menuju taman


namun, dipintu belakang hall, aku melihat hajung sedang berdiri, entah ia sedang menunggu siapa


Tapi..aku berusaha mengabaikan dia dan berjalan agak jauh dari tempat posisi hajung berdiri


Aku mulai menaiki satu persatu anak tangga tanpa menoleh sedikitpun kearah hajung, saat satu anak tangga terakhir telah aku lewati, hajung menghampiriku dan menarik pergelangan tanganku dengan kasar


Aku terkejut dengan sung hajung yang bertindak agresif padaku, sontak aku menatap hajung dengan tatapan nanar


"Dari mana saja kau deok mi, huh?" Tanya hajung dengan tatapan bengisnya


Aku tidak tahu kenapa ia terlihat lebih geram dari pada saat berdansa tadi, kali ini aku benar-benar merasa takut pada hajung


"Lepaskan hajung" ucapku dengan nada datar, dan tidak menatap mata hajung


"Aku akan melepaskanmu jika kau bicara jujur padaku" ucap hajung yang terlihat sedang menahan amarah


"Tidak ada hal yang harus dikatakan hajung"ucapku


"Apa lagi rencana kotor yang kau lakukan dengan ****** peliharaanmu deok mi!" Teriak hajung yang semakin membuatku bingung dan ketakutan


Aku menutup mataku dan menunduk ketika hajung membentakku, hajung semakin mencengkram pergelangan tanganku


Siapapun tolong aku!


_________________________________


Note:

__ADS_1


Oraemaniyeyo : lama tidak berjumpa


Aniya: tidak


__ADS_2