Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 43


__ADS_3

Park seo jin pov


Aku menceritakan semua kejadian dan alasan kenapa aku tertidur disamping hye jin


Aku tidak begitu yakin, apakah hye jin percaya dengan pernyataanku atau tidak, tapi itu pilihan dia, aku tidak bisa memaksa seseorang percaya dengan ceritaku


Gadis itu menutup kedua matanya dan menghembuskan nafasnya setelah selesai mendengar alasanku tidur disampingnya


"Seo jin-ssi, mungkin..aku bermimpi buruk karena kejadian semalam" ucap hye jin yang membuatku sedikit bingung dengan ucapannya


Kejadian semalam?


Memang apalagi kejadian yang aku lewatkan selain aku bertengkar dengan hajung


Dan...


Ah ya...aku masih penasaran dengan noda yang terlihat seperti tanah yang menempel dipakaian hye jin


Apa yang membuat hye jin berada ditaman  belakang berduaan saja dengan hajung


"Memang...apa lagi kejadian semalam, selain aku bertengkar dengan hajung?" Tanyaku


"Fuhhh....dengarkan seo jin, semalam aku melihat chul moo berada dikeramaian pesta launching"


"Dan itu terjadi saat aku berdansa dengan hajung" ucap hye jin


"Berdansa??"


"Dengan hajung??"


"Cihh...bagaimana bisa kau berdansa dengan manusia licik itu?" Ucapku melontarkan beberapa pertanyaan kepada hye jin


"Waahh...bagaimana mungkin kau bisa menanyakan kepadaku alasan kenapa bisa berdansa dengan hajung?"


"Kau sendiri yang terlena dengan acara pesta kemarin dan menikmati dansa saat bagian random partner "


"Bahkan..kau tidak mengawasiku dengan baik saat dansa dengan random partner dimulai"


"Dengan siapa aku berdansa, dimana aku berada, dan kau tidak tahu betapa aku gugupnya menghadapi orang lain untuk menjelma sebagai deok mi dan tidak ketahuan oleh orang lain"


"Jika kita mengevaluasi...kemarin malam, acara kita hancur berantakan, tidak sesuai dengan rencana awal yang kita buat"


"Mengenai acara dansa dengan random partner, kau tidak pernah mengatakan hal itu kepadaku, dan tidak ada didalam rundown acara"


"Apa kau sungguh tidak tahu apa-apa tentang hal ini seo jin?" Tanya gadis yang berada dihadapanku saat ini


"Yya..apa kau tidak dengar dari pembawa acara, jika acara bertukar partner dansa adalah acara surprise yang banyak diminta oleh tamu undangan..."


"Bahahaha....bagaimana mungkin itu bisa terjadi dan...."


"Dan....haaahhh"


"Dan apa? Apa yang ingin kau katakan?" Tanyaku pada hye jin


"Dan bagaimana mungkin ciuman menjadi salah satu dari rundown acara pesta kemarin?, kau tidak pernah memberitahuku soal itu..." ucap hye jin


Sebenarnya kejadian ciuman antara aku dan hye jin memang tidak ada dalam rundown acara pesta, itu murni  inisiatifku dan aku terpesona oleh kecantikan hye jin dan terbawa oleh suasana dalam pesta itu


Anni* (tidak)...jika deok mi yang asli, pastinya kejadian ciuman kemarin juga akan terjadi tanpa harus tertulis dalam rundown acara, mengingat deok mi adalah wanita yang agresif


Tetapi kemarin malam aku akui, diriku lah yang lebih agresif kepada hye jin dan itu muncul begitu saja


"Yya...seo jin-ssi, kenapa wajahmu memerah?" Tanya hye jin


Tanpa sadar wajahku memerah mengingat ciuman kemarin malam, antara diriku dan hye jin


Aku ingin mengulang kembali kejadian saat bibirku menyentuh bibir lembut hye jin


"Yya...neo gwenchana* (kau tidak apa-apa), seo jin-ssi?"


Tanya hye jin lagi


"Aku tidak apa-apa hye jin" ucapku


"Apa kau merasa menyesal atas perbuatanmu kemarin yang telah menciumku dengan seenaknya?" Tanya gadis itu lagi


"Tidak. Apa yang harus kusesalkan?" Ucapku yakin


Hye jin membelalakan matanya mendengarkan kalimatku dan dengan cepat gadis itu meraih lampu meja yang berada disampingnya dan hendak melemparkannya kepadaku


Reflek, aku menyembunyikan wajahku dengan siku tangan, takut hye jin akan benar-benar melemparkan lampu meja itu kearahku


Beberapa saat aku berani menatap kearah hye jin dan gadis itu masih dengan posisi yang sama, masih memegang lampu meja yang siap melemparkannya kearahku


"Aku tidak yakin kau akan melempar benda itu" ejekku


"Aissh...jincha*(benar-benar) aku lupa kau adalah laki-laki brengsek" gerutu hye jin sambil menyemakkan rambutnya yang panjang dan ikal kebelakang dengan tangan kanannya


"Apa kau bilang?..." Ucapku


"Kau ingin aku melanjutkan ceritanya atau tidak?" Ucap hye jin yang setengah teriak


"Araseo..araseo* (aku mengerti), lanjutkan ceritamu" ucapku


Hye jin menatapku dengan tatapan tajam dan ia mengerutkan dahinya serta menggelengkan kepalanya beberapa kali berusaha sabar menghadapiku


"Huuh..baiklah aku akan melanjutkannya lagi..." ucap hye jin


Hye jin menceritakan semua kejadian saat ia berada ditaman dan seorang lelaki misterius yang dipukuli oleh chull moo


Sesaat aku berpikir


apa yang dilakukan chul moo dalam pesta launching kemarin?, ketika majikannya, deok mi sedang terbaring koma dirumah sakit


tidak mungkin kan chul moo tidak mengetahui kondisi deok mi saat ini?


"Seo jin-ssi.."


Atau jangan-jangan ia mencari tau sendiri keadaan majikannya dengan datang ke acara pesta kemarin?


Ania* (tidak) jelas-jelas chul moo tahu kondisi deok mi saat ini, terbukti dari kejadian hye jin yang dibawa dalam keadaan pingsan saat kesini, jika bukan dia yang membuat teman deok mi dipukul hingga pingsan dan membius hye jin lalu membawanya ke buffalo, siapa lagi?


"Seo jin-ssi"


Tapi...


Siapa yang menyuruh chul moo melakukan tindakan ini semua?


Apakah ayah deok mi?


Aku tidak bisa menuduh ayah deok mi dalang pembiusan hye jin, lagi pula detektif choi belum memberikan bukti akurat pelakunya kepadaku


Aku harus menekan detektif choi untuk segera menemukan siapa pelaku pembiusan hye jin dan pemukulan pada kerabat hye jin


"Aa...SEO JIN-SSIII"


Sebuah teriakan menghentikanku untuk berpikir


Gadis itu berteriak memanggilku dan penasaran apa yang sedang aku pikirkan


"Kenapa kau diam saja?"


"Apa kau mengetahui sesuatu?, jika iya beritahu padaku" ucap hye jin yang sangat penasaran


Aku menghembuskan nafas dan mengusap wajahku dengan telapak tangan kananku


"Hye jin-aa, kau tidak perlu memikirkan apa yang tidak seharusnya kau pikirkan"


"Biarkan kasus ini, aku dan detektif choi yang mencari tahu"


"Tetap berpura-puralah menjadi deok mi untuk saat ini, jika kau mengetahui lebih dari ini, aku takut seseorang akan mencelakaimu" ucap seo jin


Hye jin menatapku dengan ekspresi yang bingung dan penuh rasa penasaran


"Mworago?*(apa katamu?) yya...seo jin-ssi apa kau tidak tahu, aku sudah terluka seperti ini karena sudah berpura-pura menjadi deok mi?"


"Dan sekarang kau tidak ingin memberitahuku apa yang sedang terjadi? Kau tahu..aku sangat penasaran dengan kejadian semalam dan membuat tidurku tidak nyaman selama ini"

__ADS_1


"Hahaha....tidak nyaman katamu? Aku baru tahu ternyata selama ini kau tidak bisa tidur dengan nyenyak, bagaimana mungkin seseorang tidak bisa tidur nyenyak dapat tidur sambil berlinang dengan air liurnya sendiri dan posisi tidur yang berantakan?" Ucapku sambil beranjak dari sofa yang aku duduki dan membelakangi hye jin


"Yaa...ka- kau benar-benar sangat tidak sopan" ucap gadis itu canggung


"Bukan berarti tidur seperti yang kau sebutkan itu nyenyak, bisa jadi itu karena kelelahan...kau tahu hidup menjadi deok mi itu sangat melelahkan" ucap hye jin yang membuatku bertanya-tanya


"Melelahkan?" Tanyaku


"Hye jin-aa sekarang kau hidup seperti tuan putri, apapun yang kau ingin kan, yang tidak bisa kau dapatkan dalam hidupmu selama ini, aku bisa mengabulkannya" ucapku dengan sombong


"Apa!...apa yang ka....auww!...." ucap hye jin sambil mencoba untuk beranjak dari tempat tidur yang ingin menghampiriku


Namun, hye jin menghentikan kalimatnya karena kakinya yang terkilir terasa sakit saat ia mencoba berdiri, aku pikir hye jin tersulut emosi kepadaku


"Haahh....fuhhh..." hye jin mengatur nafasnya untuk menghilangkan rasa sakit pada kakinya


"Kau tahu, apa yang paling aku benci darimu? Kau terlalu menyombongkan apa yang kau punya dibandingkan rasa empati pada seseorang"


"Kau pikir..dengan memiliki uang dan harta yang banyak, kau akan hidup bahagia?" Tanya gadis itu


"Tentu saja...aku bahagia, kau juga bahagia kan jika hidupmu kaya dan banyak uang, hye jin?" Ucapku dan membalikkan tubuhku dan kini menatap hye jin dengan tajam


"Anni* (tidak)...kau bohong"


"Kau tidak bahagia seo jin" ucap hye jin dengan yakin


"Psikis mu tidak bahagia seo jin, aku tahu itu"


"Aku tahu memiliki banyak uang adalah cita-citaku, tetapi setelah apa yang kualami saat hidup menjadi deok mi, bukan uang yang paling utama"


"Aku rindu dengan kehidupan sehari-hariku sebagai mahasiswa, bekerja part time untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, belajar hingga larut malam agar nilaiku naik dan tetap mendapatkan beasiswa"


"Aku tahu itu sangat melelahkan, tetapi saat aku mendapatkan hasil yang aku dapat memuaskan, aku akan bersyukur kepada tuhan dan memberi kabar baikku kepada orang tuaku"


"Mereka juga ikut berbahagia saat mendengar kehidupanku baik-baik saja disini, dan akan sedih jika mendengar kehidupanku buruk saat dinegeri asing, sangat bahagia ketika ada seseorang yang merindukan diriku, dan memiliki tempat yang hangat dan teman untuk saling bertukar cerita"


"Meskipun cerita emma sangat gila dan nalarku tentang kehidupan emma yang bebas tidak bisa kupahami, setidaknya ada seseorang yang mau mendengar ceritamu dan menunggumu, itu sangat bahagia bagiku"


"Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, ingin mendengar dan ingin didengar oleh orang lain dan aku yakin kau sangat kesal dengan istrimu, deok mi karena tidak menghormatimu sebagai suami hingga amarahmu memuncak dan melakukan kesalahan pada malam itu"


"Seo jin-ssi, sebenarnya aku sudah memafkan kesalahanmu pada malam itu, hanya saja aku ingin kau jujur pada dirimu sendiri dan me.."


"Aku akan menuruti kemauanmu!" Ucapku memotong pembicaraan hye jin


"Aku akan menuruti kemauanmu untuk membuat perjanjian pembatas kehidupan pribadi antara kita, termasuk untuk tidak mencampuri kehidupan peribadi masing-masing" ucapku ketus pada hye jin


"Kau saja yang membuat poin-poin nya, lalu serahkan padaku dan aku akan menandatangani perjanjiannya"


"Ahh...tenang saja, aku akan memberimu hadiah karena sudah membantuku berpura-pura menjadi istriku, deok mi" ucapku lagi dan membalikkan badanku membelakangi hye jin


"Oh iya, aku akan menyuruh pelayan untuk segera membawakanmu sarapan dan segera minum obatmu" ucapku tanpa menoleh ke arah hye jin lagi, dan meninggalkan hye jin seorang diri dikamar


Maaf hye jin, aku tahu, sebenarnya aku tidak bahagia dengan kehidupanku yang sekarang


Justru sejak kehadiranmu, aku merasa hidupku lebih berwarna dan benar-benar menjadi seorang manusia pada umumnya


Aku hanya tidak ingin kau terlalu dalam terlibat dalam kehidupan yang aku jalani saat ini, karena aku tidak ingin membahayakanmu


Aku janji akan mengembalikkan kehidupan tentram mu setelah pemilihan direktur utama real estate rose selesai diumumkan, kumohon, bertahanlah dan abaikan sesuatu yang membuatmu penasaran


Kim Hye Jin pov


Kurang ajar


Aku belum selesai bicara ia sudah pergi meninggalkanku


Kau pikir aku akan diam saja seo jin?


Kau tidak tahu kan bagaimana psikisku terganggu sejak aku bertemu dengan istrimu yang sinting itu


Jika selama ini kau melihat aku tidur dalam keadaan berantakan, bahkan melihatku tidur sambil berjalan, itu tandanya aku tidak tidur dengan nyenyak


Aku yakin kau akan terkejut ketika melihatku tidur dengan nyenyak


Dan mengira aku seperti orang yang mati karena tidak merubah posisi tidurku sama sekali


***


Sebelum naik kedalam mobil aku sempat bertanya kepada supir ohh jika tidak ada seo jin, apakah villa ini akan dikosongkan dan para pelayan itu akan berhenti bekerja?


Tetapi supir ohh bilang bahwa pelayan divilla ini adalah orang-orang pilihan terbaik yang bekerja dihotel daerah kota buffalo, setelah seo jin dan aku pergi, mereka akan kembali bekerja ditempat hotel dimana mereka bekerja, lalu villa ini dibiarkan kosong


Hanya seminggu sekali kepala asisten villa ini akan membersihkan villa ini agar tetap terawat


Hhmm...aku yakin kepala asisten villa ini bersenang-senang menikmati fasilitas yang ada divilla ini selama majikannya tidak datang untuk menetap


Hanya orang bodoh yang tidak memanfaatkan peralatan rumah yang sangat baik divilla ini


Kau telah dibodohi seo jin oleh kepala asisten villa ini hhhmmm...rasakan


Kau terlalu kaya seo jin, hingga aset kekayaan mu dimanfaatkan oleh bawahanmu sendiri, bahkan kau terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menikmati semua fasilitas dan aset kekayaanmu setiap hari


Aku melirik kearah seo jin didalam mobil yang sedang asik dengan menatap layar mac book nya


Apakah kehidupan para orang kaya seperti ini? Bekerja hingga ajal menjemput tetapi tidak bisa memiliki hubungan keluarga yang harmonis


Untuk apa lagi kau bekerja dengan keras seo jin? Dan harus mengejar status direktur real estate rose, Toh tanpa bekerja kau sangat mampu menafkahi seluruh keturunanmu hingga 7 turunan


Fokus saja untuk membina rumah tangga dengan istrimu, kau kan belum memiliki anak, ditambah lagi usia mu yang sudah tidak muda lagi


Apa kau tidak ingin melihat cucumu seo jin?


"Apa ada yang kau ingin bicarakan hye jin?" Tanya seo jin membuatku terkejut karena aku sedang meremehkan seo jin didalam hatiku


Aku memalingkan wajahku dari seo jin dan berhenti menatapnya


Bodoh kau hye jin, kenapa kau seperti orang tua yang mengkhawatirkan kehidupan anaknya dimasa depan


"Tidak...tidak ada apa-apa" ucapku


Kini seo jin yang bergantian menatap kearahku, aku hanya melirikan mataku hanya untuk memastikan seo jin sudah berhenti menatapku atau belum


Sesampainya dibandara, aku bersyukur, seo jin memiliki pesawat pribadi dan memudahkanku tanpa harus mengantri untuk check in disalah satu maskapai penerbangan. selama didalam bandara menuju terminal pemberangkatan, seo jin mendorongku dengan menggunakan kursi roda


Awalnya supir ohh yang berinisiatif untuk mendorong kursi roda yang aku duduki, namun ternyata seo jin menepis tangan supir ohh dan mendorongku


Hingga seo jin yang menggendongku hingga kedalam pesawat


Aku akui seo jin adalah pria yang sangat gentle ia tidak memanfaatkan atau menyuruh anak buahnya untuk banyak melakukan hal


Selama seo jin masih bisa mengurusnya, ia akan melakukannya dengan baik, termasuk dalam merawatku


Seo jin menganggap aku adalah tanggung jawabnya, maka dari itu ia terus berada disampingku


Mungkin..jika seo jin adalah benar suamiku, aku akan semakin cinta kepadanya dan memberikan kecupan dipipinya sebagai tanda terima kasih karena telah merawatku


Selama dipesawat seperti biasa, seo jin sibuk dengan mac book nya, entah apa yang ia kerjakan


Ia terlihat sangat serius dan wajahnya sangat menawan ketika ia memakai kacamata anti radiasinya


Haah...kenapa laki-laki sangat menawan ketika mereka memakai kacamata


Aku hanya memandang seo jin dari seberang tempat duduk yang dipisahkan dengan 2 longue sambil memakan buah anggur


Hingga seorang pramugari menghampiriku


"Permisi nyonya, apakah anda ingin mengatakan sesuatu kepada tuan seo jin? Saya lihat...anda menatap tuan seo jin tetapi ragu untuk memanggil karena beliau terlihat sibuk"


Sial


Pramugari ini kenapa bicara seperti itu, membuatku ketahuan oleh seo jin


Dan benar saja seo jin menghentikan pekerjaannya dan menatap kearahku


"Kau ingin bicara denganku sayang?" Ucap seo jin yang mulai bersandiwara


Seo jin menghampiriku dan melepas kaca matanya

__ADS_1


Pramugari itu pamit dan pergi meninggalkan aku dan seo jin


"Ania...(tidak) tidak ada yang ingin kubicarakan" ucapku


Seo jin terdiam sejenak


"Apakah ini masalah privasi kita, sayang?" Tanya seo jin yang semakin aneh


Bola mataku hampir keluar dengan kalimat seo jin


"Ahh..baiklah aku akan mengerjakan tugasku disebalahmu agar kau bisa bicara tentang hal privasi" ucap seo jin


Omuna!* ( ya tuhan)


Seolah itu adalah kalimat kode dari seo jin dan benar, Seketika semua pramugari, termasuk supir ohh pindah keruang bilik dapur untuk memberikan


Ruang privasi hanya berdua untukku dan seo jin


"Apa yang ingin kau bicarakan hye jin?" Tanya seo jin yang sekarang berada disampingku


Longue ini sangat luas ketika sendiri, tetapi jika berdua, longue ini agak terasa sempit dan bahuku dan seo jin harus saling berdempetan


"Tidak ada seo jin" ucapku


"Lalu kenapa kau menatapku seperti yang dikatakan oleh pramugari itu?, seolah kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku" ucap seo jin


"Lupakan, aku lupa, fokus bekerja saja sana, jika aku ingat, aku akan bicara padamu" ucapku


"Baiklah, aku akan bekerja disampingmu jika sewaktu-waktu kau ingat, kau tidak perlu menatapku dari jauh untuk memberikan kode" ucap seo jin yang membuatku sedikit tidak nyaman karena harus berdekatan secara fisik seperti ini


Aku sengaja mengatakan lupa karena tidak mungkin kan aku menatap seo jin karena terpesona oleh ketampanannya saat ia memakai kaca mata


Dan kini aku memiliki kesempatan untuk melihat wajah tampan seo jin yang sedang memakai kacamata dari dekat


Sayangnya, aku tidak bisa menggunakan kesempatan ini karena akan menjadi salah paham dan membuat GEER laki-laki narsis ini


Aku menatap kumpulan awan dari jendela pesawat, hingga tanpa sadar aku tertidur dipesawat


Park seo jin pov


Entah apa yang ingin dibicarakan oleh hye jin, mungkin ini tentang surat perjanjian yang tadi pagi sempat kita bahas


Aku sengaja memberi ruang privasi pada hye jin agar ia bisa berbicara dengan bebas dan berada disampingnya


Namun setelah beberapa saat gadis itu tertunduk dan terkantuk-kantuk


Awalnya aku tidak menyadari karena fokus untuk melihat hasil keuangan yang dikirim oleh simon


Aku merasa terganggu dengan pemandangan sampingku karena terlalu sering menggerakan kepalanya


Hye jin tertidur dengan kepala yang belum memiliki sandaran, aku memundurkan tubuhku hingga mentok kebelakang kursi dan menyenderkan kepala hye jin kebahu ku


Dengan perlahan aku meletakkan kepala gadis itu dibahuku, rambut hye jin wangi seperti bunga, persis dengan wangi rambut deok mi


Aku berharap deok mi yang asli segera siuman dan memiliki sifat baik seperti hye jin dan aku tidak perlu menahan insting laki-laki ku lagi


Beberapa kali aku hampir kehilangan kendali instingku saat bersama gadis ini dan mengira hye jin adalah benar istri sah ku, tetapi setelah tersadar oleh akal sehatku, aku tidak boleh menyentuh gadis ini


Jangan sampai aku melakukan kesalahan kedua seperti malam itu


Kejadian yang fatal dan mengira hye jin benar-benar istriku


Aku menghembuskan nafasku saat mengingat kejadian saat malam itu


Dan berusaha kembali bekerja melalui mac book ku


***


Sesampainya dibandara O'hare aku mengantar hye jin sampai kemobil dan akan diantar pulang oleh supir ohh


Aku berencana untuk segera pergi kekantor untuk menemui simon terkait beberapa hal pekerjaan dan berencana untuk naik taksi


Setelah hye jin naik kedalam mobil aku segera menutup pintu mobil dam segera bergegas mencari taxi tanpa memberitahu hye jin dan supir ohh


Petugas bandara yang membantu membawa barang-barangku dan hye jin sedang merapikannya dibagasi bersama supir ohh


Namun gadis itu membuka pintu mobil dan teriak memanggilku


"Yeobo!! eodiga?*" (sayang, mau kemana?)


Aku menengok kebelakang dan menghampiri hye jin, gadis itu berusaha ingin keluar dari mobil namun tampak kesulitan karena perban dikakinya


Aku membungkuk untuk berbicara dari luar mobil


"Aku harus kekantor sayang, aku harus bertemu dengan simon" ucapku pada hye jin


Tanpa aba-aba hye jin merangkul leherku dan mendekatkan bibirnya ketelinga kiriku


"Yya...bagaimana mungkin kau meninggalkanku seorang diri dirumah?" Tanyanya berbisik


Aku mendekatkan bibirku ketelinga hye jin dan membisikinya seolah-olah seperti orang berpelukan dengan erat


"Kau diam saja dikamar, tidak perlu kemana-mana, lagi pula ada supir ohh yang akan membantumu" ucapku


"Aku tidak ingin bibi min bicara padaku, sepertinya ia wanita yang peka, aku takut akan ketahuan olehnya, ia pasti akan bertanya kenapa kakiku bisa terkilir" ucap hye jin


"Gunakan ekspresi kesalmu seperti kau sedang kesal kepadaku, aku yakin bibi min akan pergi menjauhimu, jika perlu bentak saja bibi min"


" yya michyeosseo?*(apa kau gila?), bagaimana mungkin aku membentak orang tua?" Ucap hye jin terkejut dengan ideku


"Hanya itu saran dariku, berbuatlah tidak sopan santun selama kau menjadi deok mi, karena deok mi yang asli tidak pernah menghormati orang yang statusnya lebih rendah dari dirinya, tanpa melihat umur" ucapku


"Bibi min pernah disiram jus jeruk karena terlalu masam rasanya saat deok mi meminumnya"


"Mwo, jeongmal?* (apa, yang benar?) Wahh...istrimu benar-benar gila"


Aku memejamkan mataku sambil menghembuskan nafas ditelinga hye jin


"Iya benar, deok mi memang sudah gila" ucapku


Hye jin melepas pelukannya dan berpura-pura tersenyum kepadaku, senyum hye jin aneh terlihat ia sedang mengkhawatirkan sesuatu


"Psst...majikan mu sangat romantis sekali sih, aku jadi iri" ucap salah satu petugas bandara kepada supir ohh yang membantu supir ohh membawa koperku dan hye jin


"Ehemm....mereka memang sangat romantis dan saling merindukan satu sama lain"


Hei supir ohh, aku dan hye jin bisa mendengar percakapan kalian


"Ahh...aku jadi ingin segera menikah dan memiliki seorang istri, kau juga sebaiknya segera menikah mr.ohh agar tidak iri dengan majikanmu" ucap petugas bandara itu


Aku menoleh kearah mereka dan dengan cepat petugas bandara itu menundukkan kepalanya memberi hormat kepadaku


Supir ohh hanya berdehem karena salah tingkah


Aku segera mengeluarkan dompetku dan memberi tip kepada petugas bandara yang telah membantu mengangkut barang-barangku


"Ahh..terima kasih banyak tuan" ucapnya dan segera pergi meninggalkan kami bertiga


"Masuklah, aku harus segera pergi, supir ohh tolong temani hye jin" ucapku dan supir ohh mengayunkan kepalanya kebawah pertanda ia mengiyakan tugas majikannya


_______________________________________


Hai...ulala sobat mangatoon


Mon maap lahir batin hyung baru update


Hyung sempat buntu bahasa nih


Jadi butuh kegiatan buat refreshing


Gimana masa rebahan kalian selama musim PSBB ini? Jangan bosen ya


Semangat untuk kita semua yang berusaha memutus mata rantai covid 19 ini


Semoga segera berakhir dan hyung bisa main ke emoll huwee 😭😭😭


Kangen emoll

__ADS_1


Jangan lupa klik like dan komentar ya, terima kasih 🙏🙏


__ADS_2