Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 90


__ADS_3

Happy reading guys ^^


Kim Hye Jin pov


"kim hye jin!"


"keluarlah dan ganti pakaianmu dengan ini!" perintah sipir wanita itu kepadaku agar aku mengganti pakaianku dengan seragam tahanan


62078


akan menjadi nama panggilanku mulai hari ini


sesuai ucapan detektif emanuel, jika aku tidak bisa menghadirkan seorang saksi yang membuktikan bahwa aku tidak bersalah, hari ini aku akan pindah ke sel tahanan yang sesungguhnya hingga waktu persidangan tiba


seo jin tidak kunjung tiba untuk menemuiku dan aku tidak mendapat kabar darinya sama sekali


detektif emanuel tidak memberitahuku dimana park seo jin berada


ia hanya mengatakan padaku bahwa aku tidak harus bergantung pada park seo jin


ia adalah seorang eksekutif muda yang tidak mudah untuk dipanggil menjadi saksi hanya untuk penipu rendah seperti diriku


aku tidak memiliki bukti yang kuat untuk memanggil seo jin sebagai saksi untukku


karena saat ini statusku sebagai tersangka dan seo jin adalah seorang korban


tidak mungkin polisi meminta korban untuk membela tersangka jika bukan korban sendiri yang datang ke polisi dan mengajukan sendiri sebagai saksi


dengan kata lain, seo jin tidak datang ke kantor polisi untuk membelaku dan membiarkan diriku ditahan hingga persidangan tiba dan hakim membuat keputusan untuk hukumanku


ini sungguh tidak masuk akal bagiku


tidak mungkin seo jin membuangku seperti ini


ia adalah pria yang memegang janjinya


aku yakin padanya karena aku percaya penuh padanya bahwa ia mampu melindungiku dari segala apapun


tapi nyatanya...


saat ini aku harus memakai baju tahanan dan semakin dekat dengan masa depan yang suram


seketika aku teringat ucapan detektif emanuel yang mengatakan padaku bahwa ketika seseorang tidak bisa memenuhi janjinya, maka orang tersebut terpaksa melepas janjinya dan membiarkan takdir untuk mengambil alih


apakah seo jin kesulitan untuk mengeluarkanku dari sini


apa yang dilakukan seo jin saat ini


apakah mungkin seo jin disekap oleh dong il


akkhhh...


berbagai macam dugaan mulai menari di dalam pikiranku


hingga aku meragukan janji seo jin


tidak hye jin!


kau harus percaya pada seo jin


jika ia baik-baik saja, ia pasti akan mencari jalan keluar agar aku bisa keluar dari sini


***


sesampainya di sel tahanan khusus wanita, aku melewati lapangan dan melihat beberapa tahanan sedang mengawasiku


beberapa dari mereka memantau orang-orang baru yang akan bergabung dengan kandang singa ini


ini terlihat menyeramkan bagiku, bagaimana mungkin aku bisa beradaptasi dengan penghuni sel tahanan yang lain


mereka yang ada di sini sebagian besar adalah seorang pelaku kriminal


dan aku akan tinggal di dalamnya


ku harap aku bisa berbaur dengan mereka dan tuhan selalu melindungiku


aku masuk ke sel tahanan yang berjumlah 3 orang wanita


salah satu dari wanita tersebut terlihat menyeramkan dengan tubuh yang lumayan besar dan tinggi serta terdapat tato bergambar pedang terlukis di lengan luar sebelah kirinya


ia menatap ke arahku dengan seksama


hingga aku masuk ke dalam sel tahanan


sebisa mungkin aku berusaha untuk menghindari kontak mata dengan mereka


aku lebih memilih menjadi pendiam dan tidak banyak bicara


"hei...anak baru!" panggil wanita dengan tato pedang itu


aku terkejut ketika ia memanggilku dengan panggilan anak baru yang berarti itu adalah aku


aku menengok ke arahnya dan menatapnya dengan ketakutan


"apa masalahmu hingga masuk ke dalam sini?" tanyanya


"apa kau membunuh seseorang? pencuri? atau.....penipu?" tanyanya ulang mencoba menebak kasusku


aku menelan salivaku untuk membasahi tenggorokanku yang mulai mengering karena gugup


"aku dituduh melakukan penipuan dan percobaan pembunuhan berencana" ucapku pelan


wanita itu mendekatiku ketika aku menjawab pertanyaannya


sedangkan 2 wanita lainnya sedang mengamatiku sambil tiduran dengan santai


terlihat jelas perbedaan fisik antara diriku dan wanita bertato tersebut


ia menatapku dengan tatapan yang tidak membuatku nyaman


seolah mencoba membaca bahasa tubuhku yang terlihat agak ketakutan ketika ia mendekatiku


"kau tidak terlihat seperti seorang kriminal" ucapnya santai


aku terkejut ketika ia mengatakan kalimat itu padaku. aku senang masih ada yang mempercayaiku bahwa aku bukanlah seorang kriminal


"sebenarnya aku tidak bersalah, seseorang mencoba menjebakku agar aku bisa masuk ke dalam sini...." ucapku terputus


"kau  tidak terlihat seperti seorang kriminal, pantas saja kau cocok menjadi seorang penipu" ucapnya memotong kalimatku


"aku mencari tahu tentang anak baru yang akan bergabung dengan kami, ku kira kau adalah orang yang menyeramkan, ternyata kau tampak seperti gadis polos yang tidak tahu apa-apa"


"apa kau menyusun rencana untuk membunuh seseorang dengan otakmu yang kecil ini?" ucap wanita itu sambil mendorong keningku dengan jari telunjuknya beberapa kali, hingga tubuhku terdorong ke belakang dan terpojok di dinding


"jika kau tidak bersalah, tidak mungkin kau berada di dalam sini bodoh, hahaha..." ucap wanita itu sambil menertawakanku


dua wanita lainnya ikut tertawa bersama wanita bertato tersebut untuk mengejekku


betapa bodohnya aku yang hampir kegirangan karena ada orang yang masih mempercayaiku di sini, namun nyatanya, aku hanya di bully di dalam sel tahanan ini


aku hanya terdiam sambil menunduk, berusaha untuk tetap tenang dan tidak menangis


jika aku menangis, mereka akan semakin senang untuk mengejekku


"hhemmm....apa kau sedang mencoba menahan tangismu atau sedang berusaha untuk berakting menangis? hahaha...." ucap salah satu wanita dengan postur yang kurus tinggi dan langsing


"aktingmu sangat payah, pantas saja kau berhasil ditangkap sebagai seorang penipu dan berakhir di sini" ejek wanita berambut merah yang bangun dari posisi tidurnya yang santai


mereka bertiga menyambutku dengan cara mengejekku. apakah mereka akan menghajarku setelah puas mengejekku?


ku kira bekerja part time sambil kuliah adalah kehidupan neraka yang ku jalani sehari-hari, ternyata aku salah, kehidupan neraka yang  sesungguhnya adalah berada di dalam sini


"sebagai anak baru kau harus menuruti semua perintah kami jika ingin hidupmu aman di dalam sini"ucap wanita bertato itu


bagaikan seekor tikus got, aku hanya mampu berdiam diri ketika tiga ekor kucing senang mempermainkan hidupku sebelum akhirnya hidupku berakhir


aku selalu meyakinkan diriku sendiri agar tetap bertahan di dalam sini dan menunggu park seo jin mengeluarkaanku dari neraka ini


aku selalu menghitung hari meski waktu berjalan dengan sangat lambat di dalam sini. ku kira melakukan beberapa pekerjaan di dalam sel tahanan akan melupakanku untuk tidak terpaku pada waktu, namun nyatanya aku selalu memerhatikan jam dimanapun aku berada dan menunggu kabar baik


1 hari aku menunggu


2 hari aku menunggu


3 hari aku menunggu


namun aku tidak mendengar kabar apapun yang membuatku bahagia. justru aku harus menjadi seorang kacung untuk 3 orang wanita yang hidup bersama di dalam sel ku


kekerasan di dalam  penjara adalah hal yang sudah biasa selama para sipir tidak melihatnya. untungnya 3 orang wanita yang hidup bersama di dalam sel ku memegang ucapannya untuk tidak menggangguku asalkan aku menuruti semua perintah yang disampaikan oleh mereka


ku rasa aku mulai bisa beradaptasi untuk bisa hidup di dalam sini. selesai bekerja menjadi juru masak di dapur penjara hari ini, mereka memintaku untuk memijit tubuh mereka secara bergantian, meskipun aku merasa lelah, setidaknya aku bisa melupakan kesedihanku dan tidur dengan cepat di dalam penjara


hingga suatu hari salah satu dari wanita yang hidup bersama di dalam sel ku sedang melakukan transaksi menyelundupkan sebuah rokok dari sel tahanan lainnya, namun aku yang belum memahami bagaimana cara mengalihkan perhatian sipir, pada akhirnya ketahuan dan membuat mereka geram padaku


hingga amarah mereka terlampiaskan padaku. keesokan harinya saat melakukan pekerjaan membersihkan kamar mandi dan para sipir yang tidak senatiasa melakukan patroli, mereka mengeksekusiku dengan cara memegangi kedua lenganku dan wanita bertato yang bertubuh besar  menghantam perutku dengan kepalan tangannya


bagaikan terkena sebuah bola besar yang tidak sengaja tertendang dan mengenai perutku


namun bedanya aku merasakan rasa sakit ini beberapa kali


aku berusaha untuk sadarkan diri ketika menerima pukulan itu darinya. tidak hanya sampai di situ ia menampar wajahku beberapa kali seolah aku adalah sasak tinju yang memang layak untuk dipukuli


"are you stupid! bagaimana kau tidak bisa mengalihkan perhatian mereka?"


"karenamu aku tidak bisa menghisap rokok itu hari ini. kau tahu sudah hampir satu minggu aku tidak merokok dan karena dirimu yang telah membuat kesalahan, para sipir itu akan semakin memperketat peraturan"


"arghh...sial!!"teriak wanita itu dengan keras


seketika seorang sipir sedang berpatroli dan mereka menghentikkan perbuatan mereka dan memaksaku berdiri seolah tidak terjadi apa-apa padaku. mereka memaksaku untuk tidak mengadu ke sipir jika aku ingin berumur panjang di dalam sini


sejenak dalam pikiranku, jika aku dijatuhi hukuman seumur hidup di dalam penjara, aku lebih memilih untuk mati di tangan mereka dibandingkan harus menjalani hari-hari seperti di neraka yang entah sampai kapan akan berakhir


satu minggupun berlalu, seorang sipir memanggil nomor tahanan yang tertera di bajuku menyuruhku untuk menemui seseorang.


aku berharap orang itu adalah seo jin, aku berjanji jika aku bertemu dengannya hari ini. aku tidak akan marah padanya karena telah menghilang dan membiarkanku di sini selama satu minggu


melainkan aku akan memohon padanya untuk mengeluarkan aku segera  dari sini dan menuruti semua ucapannya 


namun kenyataannya, tidak sesuai dengan ekspetasiku. orang yang ingin bertemu denganku adalah seorang pengacara yang diutus untuk persidanganku nanti


"selamat siang nona, perkenalkan saya adalah jamie, pengacara yang akan membela anda di persidangan nanti"ucap pria itu


aku menjabat tangannya dan duduk berhadapan dengannya serta meja yang menghalangi kami. 


"sebelum saya bertemu dengan anda, saya sudah mempelajari kasus anda dan saya pikir anda bisa lolos dari hukuman ini sebelum hakim memutuskan hukuman anda, nona"ucap pengacara jamie memberikanku sebuah harapan


"apa kau benar-benar akan membantuku keluar dari dalam sini?" tanyaku dengan ekspresi datar


"sudah kewajiban saya membuat klien saya puas dan sebisa mungkin membuat anda untuk tidak menjalani hukuman yang mengerikan"ucapnya


"aku tidak memiliki uang untuk membayarmu, apakah kau pengacara yang disediakan dari kantor pemerintah?" tanyaku penasaran


"tidak nona. saya diutus oleh seseorang untuk membantu anda"ucapnya


"apakah park seo jin yang mengutusmu?"tanyaku


pengacara itu hanya terdiam ketika aku bertanya kepadanya. 

__ADS_1


"anda akan mengetahuinya setelah anda bertemu dengannya hari ini"ucap pengacara jamie


"seseorang yang mengutusku sudah menunggu anda di luar sana, hanya saja ia memintaku untuk menemuimu terlebih dahulu agar anda tidak terkejut, nona"ucap pengacara jamie


aku penasaran dengan orang yang dimaksud oleh pengacara itu. setelah ia mengucapkan kalimat itu padaku, pengacara itu keluar untuk bertukar posisi dengan seseorang yang dimaksud agar aku bisa bicara empat mata


aku terkejut ketika seseorang yang membuatku menderita dengan menjebloskanku ke dalam penjara menemuiku tanpa ada rasa bersalah


sung dong il masuk ke dalam ruangan dan tersenyum dengan bahagia. ia duduk berhadapan denganku dan memerhatikan wajahku yang telah babak belur akibat ulah penghuni tahanan di sel ku


"ku rasa kau mengalami masa-masa yang sulit sejak aku membuatmu tinggal di dalam sini"ucapnya dengan santai


"apa yang telah kau lakukan pada seo jin? apa kau sedang menyekapnya di suatu tempat hingga ia tidak bisa pergi menemuiku?"tanyaku pada dong il dengan tatapan tajam


"hahaha.." tawa dong il dengan keras saat aku bicara hal itu kepadanya


"mana mungkin aku menyakiti seo jin ketika ia masih ku butuhkan?" ucap dong il padaku


"lalu kenapa ia tidak ke sini untuk bertemu denganku dan membebaskanku?" tanyaku pada dong il


"karena ia menuruti perintahku dan tentu saja ia lebih memilih keluarganya dibandingkan orang asing sepertimu"


"apa kau tidak menyadarinya kim hye jin? sejak kau ketahuan memiliki hubungan secara diam-diam dengan hajung, seo jin sudah memutuskan untuk membuangmu"


"tentu saja ia membuangmu, untuk apa mempertahankan orang yang telah berkhianat sepertimu" ucap dong il


"seo jin telah menyerah untuk melindungimu dan memutuskan diriku untuk mengambil alih" ucap dong il


"bohong! tidak mungkin seo jin melakukan hal itu!" teriakku


"ku rasa kau sudah bisa memastikan  ucapanku bohong atau tidak dengan kau berada di dalam sini"


"aku tidak percaya padamu dong il, aku percaya seo jin, kau pasti melakukan sesuatu pada dirinya" ucapku dengan menatap tajam dirinya


"aku sudah tahu kau pasti akan bersikap seperti ini dan tidak percaya dengan ucapanku" ucap dong il


" aku akan memperlihatkanmu bagaimana keadaan menantuku saat ini" ucap dong il sambil menyerahkan handphonenya padaku


aku melihat rekaman cctv yang memperlihatkan rutinitas seo jin yang sedang bekerja di kantornya melalui handphone dong il yang disambungkan dengan kamera cctv dimana seo jin berada saat ini


seolah sedang tidak terjadi apa-apa, seo jin bekerja di meja kantornya. sesekali ia tampak sedang menelpon seseorang dan tidak lama sekertarisnya datang dan membantu menyelesaikan pekerjaan rutinitas kantor


aku memastikan tanggal dan waktu pada rekaman cctv itu dan semuanya cocok dengan waktu yang sekarang


Bahkan seo jin pun sempat menyumpal mulutnya dengan roti sandwich, ia mengunyahnya dan mendorongnya dengan kopi, ia terlihat menikmati pekerjaan rutinitas kantornya tidak tampak kepanikan atau ekspresi sedih ataupun depresi karena tidak bisa mengeluarkanku dari sini


aku terdiam tidak mengatakan sepatah katapun karena melihat sikap seo jin yang tampak tidak peduli terhadap keadaanku sekarang


Apa yang dikatakan detektif itu memang ada benarnya dan harusnya aku tidak 100% percaya pada eksekutif muda seperti seo jin


Apakah seo jin mengkhianatiku? Dan ia benar-benar menyerahkan urusan ini ke ayah mertuanya


Mungkinkah seo jin sama busuknya dengan dong il? Dan sikapnya yang selama ini ia tunjukkan padaku hanyalah pura-pura?


Ia berusaha memanipulasi diriku agar aku bisa tinggal di sisinya


Terlalu banyak pikiran yang membuatku berspekulasi hingga membuatku tidak bisa lagi berpikir jernih


Aku tidak bisa membedakan sikap seo jin kepadaku selama ini. Apakah ia tulus ataukah hanya berpura-pura baik padaku


"apa kau puas karena sudah melihat menantuku dalam keadaan baik-baik saja?" tanya dong il


"meskipun kau tidak bisa menerima kenyataannya, tapi hanya aku satu-satunya orang yang mampu mengeluarkanmu dari sini  kim hye jin" ucapnya


"harusnya kau menyadari bahwa kau tidak akan pernah bisa melawan orang sepertiku, jika ingin hidupmu baik-baik saja"


"harusnya kau merasa bersyukur saat aku memungutmu dan menjadikanmu putri kandungku. dengan begitu kau tidak perlu mencari makan seperti tikus got yang berkeliaran di jalan"


"tapi kau justru mengkhianatiku seperti ini dan bekerja sama dengan hajung" ucap dong il kepadaku yang masih menatap seo jin dari layar kaca handphone milik dong il


kini setelah melihat seo jin dari rekaman cctv yang terlihat santai dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa,  kepercayaanku pada seo jin sedikit demi sedikit mulai menghilang


"jika kau menyesali perbuatanmu padaku, seharusnya kau meminta maaf  dan memohon padaku agar aku bisa mengeluarkanmu dari sini"


"aku akan mengabulkannya dan akan  memberikanmu satu kesempatan lagi untuk berpura-pura menjadi putriku"


aku beralih menatap dong il ketika ia mengatakan kalimat itu padaku


"tapi...dengan satu syarat" ucap dong il


"kau harus hidup selamanya menjadi sung deok mi dan tidak boleh memakai nama kim hye jin, dengan kata lain kau harus membuang segala kehidupanmu yang berhubungan dengan kim hye jin" ucap dong il


"busun suriya?*(apa maksudmu?)" tanyaku


"kim hye jin, harus mati bunuh diri di dalam penjara chicago karena deperesi dan merasa putus asa karena takut dengan hukuman berlapis yang berlaku di sini"


"jasadmu akan diantarkan ke keluargamu yang berada di korea, dengan begitu tidak ada lagi yang akan meragukan identitasmu sebagai putriku, sung deok mi" ucap dong il dengan persyaratan gila itu


"Apa kau akan menukar kehidupan putrimu dengan orang asing sepertiku?" Tanyaku memastikan apa yang diucapkan dong il


Dong il hanya tersenyum dan memejamkan kedua matanya pertanda mengiyakan pertanyaanku


"Apakah kau benar-benar seorang ayah? Bagaimana mungkin kau tega membuang putri kandungmu sendiri hanya untuk memuaskan obsesimu? putri kandungmu sedang terbaring koma di rumah sakit...."


"dan tidak tahu sampai kapan putri kandungku akan bangun, lebih baik aku melepaskannya dari dunia ini dan menggantikannya denganmu yang masih bisa bernafas dan berbicara meskipun keadaanmu terlihat menyedihkan sekarang" potong dong il saat aku berbicara


"apa kau sungguh seorang manusia?" tanyaku heran pada dong il


"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama terhadap sesuatu yang tidak pasti, kim hye jin"


"Lagi pula aku tidak naif sepertimu. ketahuilah berita penangkapanmu sudah membuat heboh dan terdengar sampai luar USA" ucap dong il


"dengan kata lain, orang tuamu pasti sudah mengetahui berita ini dan tentu kau bisa tahu apa yang dirasakan oleh orang tuamu saat ini"


"sedih?? malu?? atau..dikucilkan oleh seluruh penduduk desa karena kau adalah seorang penipu dan pembunuh?" ucap dong il meledekku


"akan lebih baik jika kau mati bunuh diri di dalam penjara karena menyesali perbuatan salahmu, dibandingkan dengan dirimu yang masih dalam keadaan hidup namun kedua orang tuamu selalu menjadi cibiran para warga di sana"


"Atas kebaikan hatiku, aku akan memberikan santunan kepada keluarga tersangka yaitu kedua orang tuamu. Dengan begitu kau tidak perlu merasa khawatir lagi pada orang tuamu yang sangat miskin itu, karena mereka telah bahagia mendapat uang yang berjumlah besar dariku"


"Ku rasa orang tuamu tidak akan pernah mengira akan mendapat uang sebanyak itu di dalam hidupnya jika kau tidak mati kim hye jin"


"Anggap saja itu hadiah dariku karena telah menukar putrinya untuk diserahkan kepadaku" ucap dong il santai


"Apakah menurutmu kehidupan adalah sebuah sandiwara bagimu hingga kau bisa memerintah seseorang agar mau menuruti semua omong kosongmu?" Tanyaku menyindir


"Kau bisa menganggapku seorang dewa atau tuhan yang sedang menjelma menjadi manusia, karena aku memiliki semua yang ku butuhkan di dunia ini dan tidak ada satupun yang tidak  bisa ku raih selama aku hidup" ucap dong il membalas sindiranku


"Tentu saja aku bisa memerintah orang lain sesuka hatiku termasuk tikus got seperti dirimu karena aku memiliki kekuasaan dan kekayaan" lanjut dong il


"aku menolak, aku tidak mau lagi terjebak oleh permainanmu lagi dong il" ucapku tegas


"apa bedanya kehidupanku di sini dengan kehidupan di luar sana? keduanya adalah penjara bagiku" ucapku lagi


"aku tidak ingin hidup di penjara yang kau buat untukku dong il, aku tidak ingin menjadi bonekamu seumur hidupku" ucapku oada dong il


"hahaha....kau benar-benar bodoh kim hye jin" ucap dong il


"aku sudah berbaik hati padamu dan mau memafkan pengkhianat seperti dirimu"


"Apakah kau tidak paham posisimu saat ini seperti apa kim hye jin?" Tanya dong il


"Sejak awal saat kau  membantu seo jin untuk berpura-pura menjadi istrinya, kau sudah menjadi seekor tikus yang telah masuk ke dalam perangkap yang sudah aku buat, dengan kata lain hidup dan matimu berada ditanganku saat itu hingga detik ini" ucap dong il serius


"jika kau menolak tawaranku, akan ku pastikan skenario yang ku buat untukmu benar-benar akan terjadi menimpa kehidupanmu. kau akan lebih menderita berkali-kali lipat hidup di dalam sini hingga kau memutuskan untuk mengakhiri kehidupanmu di sini dengan cara bunuh diri menggunakan kedua tanganmu"


"Kau tidak akan sanggup tinggal di dalam sini bertahun-tahun lamanya mengingat aku sudah melihat keadaanmu sekarang. Padahal kau baru tinggal di sini beberapa hari, tapi kau sudah menjadi sasaran empuk untuk pelampiasan kemarahan oleh penghuni penjara yang lain"


"ahhh...tentu saja, aku tidak akan lupa untuk membuat orang tuamu menderita dan menanggung malu seumur hidupnya hingga menyesal karena ibumu melahirkanmu dan merawat seseorang seperti dirimu"


"Kau tidak lupa kan bahwa aku adalah jelmaan dewa yang bisa mempermainkan kehidupanmu seperti sebuah drama, kim hye jin"  ucap dong il pelan namun mampu membuat kekuatan mentalku yang semakin lemah menjadi hilang seketika


'brakk!'


"kau benar-benar bajing*n biad*b sung dong il!!" teriakku sambil memukul meja dengan keras karena emosiku yang sudah mulai mengambil alih


Sudah cukup!


Aku tidak bisa berpura-pura duduk tenang di hadapannya. Marah, kesal, sedih, bingung, bergejolak di dalam diriku saat ini.


Ia adalah iblis yang mampu menggoyahkan imanku. Saat berada di hadapannya aku merasa sangat putus asa dan ingin keluar dari neraka ini dengan cara mengakhiri hidupku sendiri


"ssstt.....tenanglah, jika kau bersikap seperti ini, kau akan menarik perhatian sipir dan tentu saja kau bisa terkena hukuman karena aku akan mengatakan padanya bahwa kau mencoba menyerangku saat aku melakukan mediasi kepada tersangka"


"kau harus ingat kim hye jin dengan posisimu saat ini, aku adalah seorang konglomerat yang disegani banyak orang, sedangkan kau..."


"hanyalah seorang kriminal, tentu saja para sipir itu akan lebih percaya dengan ucapanku dibandingkan dengan dirimu" ucap dong il meledekku sambil tersenyum menyeringai


"apakah tidak cukup bagimu untuk  membuatku mati?" tanyaku


"jika kau ingin membunuhku, lakukanlah...tapi jangan melibatkan kedua orang tuaku dan menyiksa kehidupan mereka" ucapku lirih pada dong il


"hahaha....kim hye jin, aku tidak akan membunuhmu jika kau menuruti semua perintahku"


"jika kau ingin menyalahi seseorang karena kondisimu, salahkan saja pada dewa yang kau sembah  karena telah memberikanmu takdir buruk, terlahir dengan wajah yang sama dengan putriku"


"wajahmu sangat berharga kim hye jin, jangan biarkan orang lain menyentuh wajahmu, jika mereka membiarkan wajahmu menjadi cacat, kau tidak akan ku gunakan lagi, tidak ada perjanjian apapun, tentu saja kau akan berkahir membusuk di sini selamanya" ucap dong il dan pergi membiarkanku yang masih berdiri terpaku menatap dirinya


tidak berselang lama, pengacara jamie masuk dan duduk di hadapanku


"baiklah nona kim ku rasa anda sudah mendengar permintaan dari seseorang yang mengutusku datang ke sini"


"jika kau setuju silahkan menghubungiku, dengan senang hati saya akan membantu anda keluar dari sini" ucap pengacara jamie dan meletakkan kartu namanya di atas meja


Tidak lama sipir datang dan mengatakan bahwa waktu untuk bertemu dengan tamu sudah habis


Aku hanya terpaku dan tidak bisa berjalan karena masih shock dengan ucapan dong il


Sipir itu meraih lenganku dan menyeret diriku agar aku bisa berjalan meninggalkan pengacara itu sendirian tanpa membawa kartu nama miliknya


Pengacara itu berusaha memanggil namaku beberapa kali untuk mengingatkanku mengambil kartu namanya, namun aku tidak menggubris  panggilannya karena seketika pikiranku kosong


Aku tidak bisa menangis lagi dan lebih banyak melamun setelah pertemuanku dengan dong il, ku rasa air mataku sudah habis karena sudah terlalu banyak ku keluarkan  dan kejadian buruk datang bertubi-tubi padaku


Beberapa hari berlalu dan aku merasa  hidup seperti zombie. Tubuhku nyata namun aku merasa jiwaku telah pergi. Aku kehilangan semangat untuk hidup. Tidak ada sesuatu yang membuatku bergairah untuk tetap melanjutkan hidup dan memperjuangkan diriku agar bisa bebas dari dalam sini


Beberapa kali saat berada di dapur dan bertugas membuat makanan para tahanan, mataku selalu tertuju ke arah pisau dan terlintas untuk menggunakannya padaku


Mungkin akan lebih baik jika aku pergi meninggalkan dunia ini sekarang. Lagi pula dewa juga tidak membantuku, ia justru membuat kehidupanku menderita karena aku harus memiliki wajah yang mirip dengan orang yang tidak tepat


'Plak!'


"Aku memanggilmu ratusan kali, apa kau tuli!!" Teriak wanita bertato itu padaku setelah memukul belakang kepalaku


Aku menatap wajahnya dengan tatapan malas


"Hei...apa maksudmu dengan tatapanmu? Apa kau ingin mati?" Tanya lagi wanita itu


"Apa kau bisa melakukannya?" Tanyaku pelan


"Brengs*k! apa kau sedang menantangku?" Tanya wanita bertato itu dan aku memalingkan wajahku darinya


Aku tidak menyadari bahwa aku telah bersikap acuh pada wanita yang memnakutkan itu hingga hal itu justru membuatnya semakin geram dan mulai kehilangan akalnya dan berniat membunuhku sungguhan


"Biar ku tunjukkan padamu bahwa aku tidak main-main dengan ucapanku jal*ng!" Seru wanita bertato itu dan mulai menjambak rambutku dengan kuat dan melemparkan tubuhku ke lantai


Setelah beberapa kali ia menamparku, hingga aku dalam keadaan posisi tengkurap, wanita itu menginjak pelipisku dengan kakinya yang besar

__ADS_1


"Jika kau bicara padaku, harusnya kau lebih berhati-hati bodoh!"


"Bangun! Kau yang memintaku untuk membunuhmu, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah wanita tengik!" Teriak wanita bertato itu dan menarik tanganku


Namun aku tidak sanggup berdiri dan hanya bisa berbaring. Kini setelah posisi tubuhku telentang, wanita itu mulai menginjak dadaku dengan keras


Seolah sedang menginjak sebuah batu


Ia menginjak dadaku dengan tenaganya hingga aku merasa sesak dan kesulitan bernafas


"Lihatlah! Bahkan aku bisa membunuhmu tanpa harus menggunakan kedua tanganku"


"Aku bisa membunuhmu dengan cara seperti ini. Bagiku kau hanyalah seekor semut yang bisa ku bunuh hanya dengan menginjaknya saja" ucap wanita itu terlihat kegirangan saat aku mulai kehabisan oksigen


Kedua penghuni tahanan lainnya yang melihat keadaanku yang hampir sekarat, seketika bangkit dari posisi tidur dan mencoba menghentikkan wanita tato bertubuh besar itu dengan sekuat tenaga


"Hei...easy girl..easy...!"


"You can kill her! Stop it!" Seru wanita dengan postur kurus dan tinggi


"Leave me alone! I'll kill that *****!!" Teriak wanita bertato itu


Haa...


Kenapa kalian menghentikannya?


Biarkan saja wanita besar dan bodoh itu memmbunuhku


Dengan begitu aku bisa kehilangan nyawaku tanpa harus menggunakannya dengan kedua tanganku sendiri


Aku bisa menghadap tuhan dengan lega tanpa harus menanggung dosa besar karena bunuh diri


Setelah itu aku ingin menanyakannya, apa salahku di kehidupan lampau hingga ia tega memberikan takdir hidup yang sengsara seperti ini


Samar-samar aku mendengar kedua wanita itu berteriak memanggil sipir agar bisa memeriksa kondisi tubuhku


Perlahan aku mulai kehilangan kesadaran dan aku tidak mengingat apa-apa lagi


***


Aku membuka kedua mataku dan melihat sebuah cahaya putih menghalangi penglihatan mataku


Ku kira aku sudah berada di surga tapi ternyata bukan, itu hanyalah sebuah lampu berwarna putih terang


Aku memutar kedua bola mataku bermaksud melihat kondisi sekelilingku


Aku menyadari ini bukanlah sel tahananku


Aku mencoba bangkit dari posisi berbaringku ke posisi duduk, namun aku merasa sakit pada dadaku dan reflek aku memegangnya dengan tangan kananku dan meringis kesakitan


"Aakhh..."


Seorang wanita membantuku untuk bangkit dari posisi tidur


"Anda ingin ke mana? Sebaiknya anda berbaring dan berisitirat" ucap lembut wanita itu


Terlihat dari seragamnya ku rasa ia adalah perawat yang sedang bertugas.


aku menyadari sepertinya aku sedang berada di rumah sakit tahanan


"Mohon tunggu sebentar, dokter harus memeriksa kondisimu, aku akan memanggilnya" ucap perawat itu


Tak lama setelah ia keluar ruangan, perawat itu kembali dengan dua orang berjalan beriringan dengannya


Seorang sipir tahanan dan dokter beserta perawat menghampiriku untuk melihat kondisiku


"Apa yang anda rasakan saat ini, nona?" Tanya dokter pria yang terlihat sudah separuh baya


"Dadaku terasa nyeri" ucapku pelan


"Apakah kondisinya masih belum bisa untuk kembali ke sel tahanan?" Tanya sipir wanita itu


"Husss...jaga ucapanmu, nona ini adalah pasienku, bagaimana mungkin kau ingin membawanya dalam keadaan seperti ini?" Tanya dokter itu


"Ia sudah tidak sadarkan diri selama 3 hari begitu sadar kau justru menyuruhnya untuk kembali ke sel tahanan"


"Apa kau tidak memiliki hati nurani?" Sindir dokter itu ke sipir


"Aku hanya bertanya saja kenapa kau malah marah-marah padaku?" Ucap sipir wanita itu merajuk


"Excuse me..maaf memotong pembicaraan kalian, apakah aku sudah pingsan selama 3 hari?" Tanyaku heran


"Betul nona, anda sudah tidak sadarkan diri selama 3 hari karena beberapa faktor. Selain tubuh anda penuh luka, anda juga mengalami malnutrisi" ucap dokter pria itu dengan ramah terhadapku


"Berhentilah bersikap ramah padanya, dokter. Ia bukan pasien rumah sakit umum yang layak diberi keramahan dan kenyamanan. ia adalah seorang kriminal" ucap ketus sipir itu


Aku hanya menundukkan wajahku setelah sipir itu menuduhku bahwa aku adalah seorang penjahat


Aku hanya sedih bahwa kenyataannya tidak ada satu orangpun yang percaya bahwa aku tidak melakukan kejahatan yang pernah aku lakukan


"Berhentilah bicara ketus seperti itu, aku tidak pernah membeda-bedakan pasien, meskipun ia adalah seorang kriminal sekalipun, aku akan memperlakukannya dengan baik karena ia butuh pertolonganku" ucap dokter paruh baya itu


Sipir itu hanya terdiam dan membuang muka saat dokter itu menasehati dirinya


"Lagi pula ini juga salahmu yang tidak becus menjaga para tahanan dengan baik" gerutu dokter itu


"What?!!" Seru sipir wanita itu


"Apakah anda sedang menyalahkanku di depan seorang kriminal?"


"Ini teguran dariku untukmu supaya kau lebih waspada lagi untuk mencegah dan mengawasi para penghuni tahanan agar tidak melakukan kekerasan di dalam sel" ucap dokter itu


"Haah...bicara memang mudah, lagi pula ini semua juga bukan salahku, merekalah yang memang hobi melakukan kekerasan fisik. Itu sudah menjadi hal biasa di kalangan para tahanan di dalam sel"


"Bahkan para sipir saja sudah kewalahan jika harus memisahkan para tahanan yang gemar berkelahi"


"Jika mereka tidak ingin mendapat kekerasan di dalam sel, bukankah sebaiknya menjalani kehidupan yang baik di luar sana dan tidak melakukan kejahatan apapun jika tidak ingin masuk ke dalam penjara?"


"Harusnya kau menjalani kehidupan yang baik tahanan 62078 dan tidak menjadi seorang penipu dan merencakan rencana biad*b untuk membunuh seseorang"


"Yahh...anggap saja ini adalah hukumanmu karena kau telah berbuat jahat pada orang kaya konglomerat yang baik hati" oceh sipir itu sambil melipat kedua tangannya di dada


Aku menarik nafasku dalam-dalam dan hanya bisa menundukkan kepala ketika tahu bahwa sebagian besar orang-orang tertipu oleh sikap baik dong il


"Hemm...tapi setelah melihat dari jarak dekat, ia tidak terlihat seperti seseorang yang tega berbuat jahat" ucap perawat wanita itu tiba-tiba membelaku setelah memperhatikanku dengan seksama tanpa sepengetahuan dariku


"Ohh...ya ampun suster nessie, kau jangan mudah tertipu olehnya, justru dengan wajahnya yang terlihat polos seperti itu, ia memanfaatkannya dengan cara menipu banyak orang" sindir sipir itu lagi di depanku


"Kenapa kau justru mengungkit masalah kasus kriminalnya, berhentilah berbicara yang tidak mengenakkan di didepan pasienku" hardik dokter itu


"Haah...baiklah, aku akan pergi dari sini, anggap saja dirimu beruntung tahanan nomor 62078, dengan keberadaanmu di sini, kau bisa bernafas sedikit lega dan terhindar dari teman-teman selmu yang gemar berkelahi" ucap sipir itu dan pergi


aku berada di rumah sakit tahanan dalam keadaan di infus, dokter menghampiri dan menyuruhku untuk tetap berbaring dan  beristirahat karena aku di diagnosa karena malnutrisi


Sejak pertemuanku dengan dong il, ***** makanku mulai berkurang, aku tidak bisa mengunyah makananku dengan baik dan tidak memerhatikan kondisi kesehatan diriku


Benar apa yang dikatakan sipir itu, setidaknya aku bisa tidur nyaman di sini tanpa gangguan dari penghuni sel lain


Hingga tidak terasa waktu berjalan cepat saat aku berada di rumah sakit tahanan.  aku dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke dalam sel tahananku


Seorang sipir memberitahuku bahwa ada seseorang yang beberapa hari ini terus mencari diriku selama aku menjalani perawatan di rs tahanan


Aku tebak ia adalah pengacara yang diutus dong il


Aku yakin ia ke sini untuk memastikan diriku menyetujui tawaran majikannya atau tidak


Tapi... sipir itu mengatakan bukan pengacaraku melainkan seorang pria tampan muda


Sipir itu mengatakan padaku bahwa setiap hari pria muda itu menanyakan kabarku dan berharap bisa berjumpa denganku


Siapa pria muda yang dimaksud sipir? Apakah ia supir ohh?


Aku memutuskan untuk bertemu dengan pria itu karena penasaran.


Setelah setuju untuk menemuinya, betapa terkejutnya diriku ketika melihat sosok itu sedang duduk menungguku keluar untuk menemuinya


Meski dipisahkan oleh kaca tebal, namun aku masih bisa melihat dari jauh bahwa pria itu adalah hajung


Aku segera berlari dan duduk di depan kaca dan menatap hajung


Aku dan hajung segera mengambil gagang telepon agar kami bisa berkomunikasi dengan jelas tanpa harus berteriak karena dihalangi kaca tebal


"Hajung-ssi neo gwaenchana?*(apa kau baik-baik saja?)" Tanyaku sambil menangis saat pertama kali melihat hajung


"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu? Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu di dalam sana?" Ucap hajung sambil menahan air matanya menetes


"Bagaimana mungkin mereka memperlakukanmu dengan buruk hingga membuat dirimu menjadi seperti ini?" Tanya hajung lagi


"naega gwaencahana*(aku baik-baik saja) kau tidak perlu mengkhawatirkanku" ucapku untuk menenangkan hajung


"Kojima*(bohong) bagaimana mungkin kau masih bisa mengatakan kau baik-baik saja saat keadaanmu mengenaskan seperti ini, kau..." ucap hajung terputus


"Hajung-ssi! Gomawo*(terima kasih) karena kau sanggup bertahan dan melewati masa kritismu hiks..hiks" ucapku dan memotong ucapan hajung sambil menangis


"Aku..."


"Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan jika kau meninggalkanku dari dunia ini"


"Aku tidak akan pernah memafkan diriku sendiri selamanya"


"Aku baik-baik saja sekarang saat melihat dirimu di hadapanku" ucapku


Hajung memejamkan kedua matanya dan mengepalkan tangan kanannya di kaca


Ia menundukkan kepalanya saat air matanya jatuh karena melihat keadaanku


Aku tahu bagi hajung melihatku dalam  keadaan seperti ini, bagaikan melihat neraka di depan matanya


Hajung menghembuskan nafas dan terlihat ia seperti menahan kesakitan


"Hajung-ssi apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat, sebaiknya kau beristirahat di..."


"Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat jika kau menderita seperti ini, hye jin!" Teriak hajung yang larut dalam emosi


"Aku bersumpah akan membalas semua perbuatan keji dong il dan membuat perhitungan pada seo jin yang tidak becus melindungimu!" teriak hajung dan terlihat meringis kesakitan saat ia berteriak


"Hajung-ssi..ku mohon berhentilah berteriak dan atur emosimu, luka operasimu belum sembuh dengan sempurna..."


"Luka tembak seperti ini tidak seberapa kim hye jin, dibandingkan harus melihat dirimu dalam keadaan seperti ini"


"Berhentilah untuk merasa khawatir kepada orang lain, harusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri hye jin" ucap hajung mencoba untuk menahan amarahnya


"Bagaimana mungkin kau kehilangan berat badanmu secara drastis hanya dalam jangka beberapa hari tinggal di sini"


"Ku mohon hye jin bertahanlah, aku akan mencari cara untuk segera mengeluarkanmu dari sini" ucap hajung memohon


"Hajung-ssi, aku tidak ingin membuatmu dalam keadaan bahaya lagi, ku mohon berhenti untuk melawan dong il"


"Aku tidak apa-apa jika berakhir di sini, lagi pula dong il tidak akan  bisa berbuat apa-apa jika tidak ada deok mi di sisinya"


"Cepat atau lambat semua orang akan tahu bahwa kenyataan deok mi dalam keadaan koma dan hal itu tentu saja akan membuat dong il didesak oleh para pemegang saham untuk menunjuk direktur utama baru sebagai penerus"


"Dengan begitu mereka akan memilihmu sebagai direktur utama real es.."


"Persetan dengan posisi direktur utama, aku tidak butuh posisi itu dan perusahaan"


"Bagaimana mungkin kau masih sempat memikirkan posisiku dibandingkan dengan keadaan dirimu sendiri?"

__ADS_1


"Jika aku bisa menjatuhkan dong il dengan harus merelakan perusahaan, aku akan melakukannya"


"Aku akan melakukan apa saja asalkan kau bisa keluar dari sini, hye jin" ucap hajung sambil menatapku


__ADS_2