Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 72


__ADS_3

SUNG HAJUNG POV


Aroma kopi yang harum membuatku terbangun dari tidur lelapku, aku membuka mata dan melihat sekelilingku namun tidak melihat hye jin berada di sampingku. mungkinkah ia telah pergi tadi subuh karena khawatir seo jin akan mencarinya? tapi siapa yang menyeduh kopi dipagi hari? aromanya membuatku terbangun dan ingin segera menyeruputnya dipagi yang dingin ini.


aku beranjak dari posisi tidurku dan melihat hidangan sarapan tertata dengan rapi di atas meja dan tidak ada seorangpun yang kulihat. apakah hye jin yang menyiapkan ini semua lalu pergi meninggalkan kamar ini?


Aku menghembuskan nafas karena telah menyesal membuatnya kesulitan karena keegoisanku, hye jin pasti harus mencari alasan karena tidak kembali ke rumah seo jin tadi malam. mungkin saat ini kim hye jin sedang berlari mengejar bus pagi  agar seo jin tidak semakin marah padanya


aku berdiri dan melipat selimut, seketika pintu kamar mandi terbuka dan aku melihat gadis bermata bulat dengan handuk yang melilit di atas kepalanya sedang terkejut melihatku yang sudah bangun dari tidurnya


"ohh.. kau sudah bangun sung hajung?" tanya gadis itu dengan penuh ceria


entah kenapa aku merasa senang saat melihat senyum terlukis di wajahnya dan menyapaku dengan hangat. ku kira gadis itu telah pergi meninggalkanku karena takut dengan seo jin. tapi ternyata ia tetap di sini memenuhi permintaanku


"tadinya aku ingin membangunkanmu setelah urusanku selesai dari kamar mandi.  apa kau berencana untuk pergi ke kantor hari ini?"ucapnya


"kurasa iya.."ucapku pada hye jin


"Ohh..ku kira kau akan mengambil cuti sehari untuk beristirahat" ucapnya


" ahh ya bersiaplah..aku telah memesan sarapan dengan pelayanan hotel tapi...."ucap gadis itu terputus dan mendekatiku


'aku belum membayar tagihan dari makanan itu. karena setelah ku lihat harganya dari daftar menu, harganya sungguh tidak masuk akal' bisiknya


"dengan harga segitu, aku bisa membeli daging segar dan membuatnya menjadi galbi* (daging panggang dengan bumbu khas korea) yang enak" ucap hye jin menyombongkan dirinya yang pintar memasak


"Mm...tapi ku rasa harga daging saat ini sedang naik mungkin sekitar 50 dollar per kilonya atau sudah naik menjadi 60 dollar? Haah...setiap tahun harga bahan makanan selalu naik, jika tidak pintar berhemat bisa-bisa hanya makan mie instant saja selama musim dingin" Oceh hye jin bicara pada diri sendiri yang kini sedang memikirkan harga bahan makanan di pasar


 "seandainya di sini ada bahan makanan dan peralatan dapur yang lengkap seperti di apartementmu, sudah pasti aku akan memasak menu sarapan favoriteku" ucapnya lagi dan kini ia bicara sambil menatapku


aku masih heran dengannya, ia sudah tinggal bersama seo jin hampir dua bulan, namun sifat iritnya masih melekat erat di dirinya. Apa mungkin karena ia berasal dari keluarga miskin? Tapi anehnya hal itu membuat hye jin memiliki pesona tersendiri bagiku


Aku banyak mengenal wanita dari berbagai kalangan dan tentu saja derajat ekonomi keluarga para wanita yang aku kenal lebih baik dari pada perekonomian keluarga hye jin, tapi tetap saja tuh.. mereka tanpa ragu meminta kepada diriku untuk dibelikan sesuatu dan menuntut untuk diberikan pelayanan yang luar biasa layaknya putri kerajaan


aku pikir hye jin adalah gadis yang sama pada umumnya dengan wanita yang ku kenal selama ini, dan aku sudah berspekulasi ia akan meminta sejumlah uang yang besar sebagai penutup mulut ketika ia mengetahui penyakit mental yang aku derita selama ini dan jika aku tidak memenuhi keinginannya, ia akan melapor pada seo jin dan membuka kartu AS yang ku simpan selama ini


"semalam kau bilang padaku ada hal yang ingin kau sampaikan, apa itu hye jin?" tanyaku mengalihkan topik pembicaraan dan kebetulan aku sudah ingat dengan ucapan hye jin tadi malam sebelum aku tertidur pulas


"ahh.. soal itu...."ucap hye jin ragu mengatakannya


"sebaiknya kau mandi terlebih dahulu setelah itu kita akan membicarakannya sembari sarapan"ucapku pada hajung


*****


Kim Hye Jin Pov


(Flash back kejadian malam)


Hajung memintaku untuk menemaninya malam ini dan membangunkannya jika ia mimpi buruk lagi, sebenarnya aku merasa sedikit iba padanya. kejadian itu tidak hanya membuat lebam di leherku, tapi juga membuat luka di pikiran dan hati hajung


mungkin aku juga memiliki trauma dengan sikap hajung yang hampir membunuhku saat itu, tapi ia melakukan hal itu di luar kemauannya dan tanpa  ia sadari.


jika saat ini aku meninggalkannya tidak ada seseorang yang akan berada di sampingnya


Kemungkinan trauma yang di rasakan hajung saat ini jauh lebih besar dari pada trauma yang ku alami, tidak ada satu orangpun yang ingin menjadi gila dan tentu saja tidak ada orang waras yang ingin membunuh orang lain


Ku rasa hajung memiliki perasaan itu, ia tidak ingin menderita penyakit jiwa dan ingin hidup normal seperti orang biasa. tapi rasa gengsi yang ada didirinya mengalahkan dan membuat ia lupa jika kesehatan mentalnya jauh lebih penting


Besok pagi aku akan mencoba bicara pada hajung dan membujuknya agar ia bersedia melakukan pengobatan penyakit mentalnya, malam ini biarkan hajung beristirahat


Sekarang, aku harus bicara pada seo jin agar ia tidak curiga padaku dengan cara berbohong lagi


Aku tahu ini adalah hal yang salah, sampai kapan aku harus membohongi seo jin seperti ini?


Kenapa kini kehidupanku penuh dengan kebohongan?


Apakah tuhan akan memaafkanku karena aku telah menjalani kehidupan dengan banyak berbohong?


Ckckck...kim hye jin


Kau benar-benar seorang kriminal!


Menipu semua orang dan menjalani kehidupan orang lain dengan menjadi deok mi. Lalu sekarang, kau berani berbohong pada suami deok mi?


Haah...


Aku menghembuskan nafas dengan kuat untuk menenangkan diri dan pikiranku mulai berterbangan kemana-mana


Tapi..hanya satu yang aku tahu saat seo jin ke rumahku dan memohon padaku untuk berpura-pura menjadi deok mi, kemanapun aku pergi selama masih tinggal di bumi, seo jin akan menemukanku dan akan terus memohon


Begitu pula dengan dong il, ia akan melakukan berbagai cara untuk menyuruhku berpura-pura menjadi putrinya demi kesehatan istri tercintanya yang tidak sanggup menerima kenyataan


Huh..benar apa yang dikatakan chul moo, aku tidak lain hanyalah seekor rusa yang sedang diintai oleh harimau, sekeras apapun aku menghindar, dengan mudahnya mereka akan menangkapku lagi dan lagi


Tapi setidaknya seo jin berjanji padaku untuk mengembalikan kehidupanku yang damai sebagai seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang berusaha keras untuk menyelesaikan tugas akhir yang tertunda


Aku harap semua ini segera berakhir. Jika kebohongan ini terus berjalan dengan lama, aku takut suatu hari nanti, ini akan menjadi bom waktu yang akan membuat diriku hancur


Aku menarik nafas sebelum menelepon seo jin dan bicara padanya bahwa aku tidak bisa pulang malam ini


"Nne...hye jin wae?* (ya..hye jin ada apa?)" Tanya seo jin


"Seo jin-ssi, mian..*(maaf) malam ini aku tidak pulang ke rumah dan akan tidur di dorm menemani emma" ucapku berbohong


Seo jin terdiam beberapa saat dan tidak menjawab ya atau tidak


Apakah seo jin sedang berpikir untuk mengizinkanku atau tidak untuk bermalam di dorm bersama emma?


"Seo jin-ssi?" Panggilku melalui telepon


"Apakah emma sangat menderita karena mengalami patah hati?" Tanya seo jin dan kini membuat diriku terdiam


Aku menutup mata dan menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan seo jin


"Nne* (iya) ia menderita dan aku tidak bisa meninggalkannya malam ini" ucapku


Setidaknya aku bicara jujur jika ada seseorang yang sedang menderita karena mimpi buruk yang terus menghantuinya dan aku tidak bisa meninggalkan sendirian malam ini meskipun orang itu bukanlah emma, sahabatku


"Haah...baiklah jika itu membuat emma merasa jauh lebih baik" ucap seo jin menghela nafas


"Aku akan menutup teleponnya, beristirahatlah hye jin" ucap seo jin dan menutup panggilan telepon


(Waktu sekarang)


Begitulah caraku bisa mendapatkan izin dari seo jin agar tidak pulang ke rumahnya tadi malam


Aku melihat hajung yang keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya.


Hajung terlihat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk


Sebagian dada hajung yang bidang terbuka ketika ia sedang mengangkat tangannya untuk mengeringkan rambut menggunakan handuk


Aku memalingkan wajahku dari hajung dan berdiri menghampiri jendela untuk melihat pemandangan luar


Aku merasa tidak nyaman ketika seorang laki-laki hanya berpakaian minim dan memperlihatkan sebagian dari tubuhnya

__ADS_1


Selama ini meskipun seo jin memakai baju handuk setelah mandi, tapi setidaknya ia tidak pernah memperlihatkan dadanya dan selalu memakai celana piyama panjang saat keluar dari kamar mandi


Seo jin tahu apa yang membuatku tidak nyaman, tapi sekarang aku sedang bersama hajung dan ingin bicara dengannya untuk membujuknya agar ia pergi ke psikiater


Tapi bagaimana bisa aku membujuknya jika mataku saja tidak nyaman untuk menatap hajung karena pakaiannya saat ini


"Apa kau tidak duduk dan makan bersama denganku hye jin?" Tanya hajung sambil mengunyah makanan


Aku membalikkan tubuhku dan melihat hajung sedang duduk di meja makan dengan baju handuknya yang memperlihatkan sebagian tubuh hajung


Aku melihat kaki panjang hajung dengan bulu halus yang sedikit memanjang terekspos sampai ke pahanya, ditambah dengan dadanya yang bidang terbuka hingga nyaris memperlihatkan otot perut hajung


Ia dengan cuek memakai baju handuknya yang minim itu sambil melahap sosis besar tanpa ia potong terlebih dahulu, dan kini di dalam mulutnya sudah penuh dengan makanan hingga membuat pipinya menggelembung


"Apa kau tidak berniat untuk memakai bajumu dulu, hajung?" Tanyaku pada akhirnya yang tidak tahan dengan pemandangan yang ku lihat saat ini


Hajung berhenti mengunyah ketika aku menanyakan hal tersebut


"Apa kau tidak nyaman karena aku sarapan hanya memakai baju handuk, hye jin?" Ucap hajung yang justru balik bertanya kepadaku


"Sebenarnya iya, tapi... jika itu membuatmu nyaman, lakukan saja" ucapku sambil tersenyum masam dan membalikkan tubuhku menatap jendela lagi


Beberapa saat kemudian, hajung beranjak dari posisi duduknya dan ia masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian


Hajung menghampiriku setelah selesai berganti pakaian


"Mian*(maaf) membuatmu tidak nyaman hye jin, ku pikir kau sudah terbiasa melihat pemandangan seperti tadi karena sudah tinggal bersama seo jin" ucap hajung


"Meskipun aku tinggal bersama dan sekamar dengan seo jin, tapi ia tidak pernah memakai baju handuk yang vulgar seperti itu" ucapku sambil tersenyum pada hajung


"Gwaencahana* (tidak apa) kau tidak tahu apa yang membuatku nyaman atau tidak, dengan kau mengganti pakaianmu itu artinya kau menghargaiku hajung" ucapku pada hajung sambil tersenyum


Hajung menatapku tanpa membalas ucapanku


"Ahh...ku rasa sebaiknya kita sarapan bersama sebelum kopimu semakin dingin" ucapku pada hajung dan kami sarapan bersama


Ditengah sarapan aku sesekali menatap hajung untuk melihat keadaan moodnya saat ini


Ku pikir emosi dan mood hajung sedang baik saat ini, mungkin aku bisa membahasnya


"Hajung-ssi bagaimana keadaanmu? Apa kau merasa jauh lebih baik dari pada kemarin malam?" Tanyaku pada hajung


"Nne* (iya) aku baik-baik saja, ini semua berkatmu hye jin" ucap hajung


"Anio* (tidak) itu bukan karena diriku melainkan karena obat yang kau minum semalam" ucapku


"Kau bisa lebih tenang dan tidur dengan nyenyak berkat obat yang ku berikan padamu"


"Sejak kejadian malam di buffalo, aku selalu membawa obat penenang yang diberikan dokter daniel padaku"


"Hajung-ssi neo..* (kau..) apakah kau tidak berniat untuk pergi ke psikiater?" Tanyaku


"Saat di buffalo, dokter daniel mengatakan padaku bahwa ada praktisi psikiater yang bagus di chicago. jika kau mau, ia akan mengenalkannya padamu melalui dokter albert" ucapku lagi


Hajung berhenti makan dan menatapku


"Mian* (maaf) membuatmu tersinggung. aku hanya mengungkapkan pendapatku setelah apa yang terjadi kemarin, aku hanya khawatir itu akan terjadi lagi padamu dan membuatmu tidak nyaman" ucapku


"Hye jin-ssi apa kau menganggapku orang gila?" Tanya hajung sambil meletakkan alat makannya ke atas piring dan menatapku


"Ani* (tidak) kau tidak gila, bagaimana mungkin orang gila bisa bekerja dengan baik dan berusaha untuk menungkap kejahatan dong il?"


"Apakah sekarang orang gila sudah bertransformasi menjadi orang cerdas dan bisa menjalani kehidupan sehari-hari?" Ucapku


"Hajung-ssi tidak semua orang yang pergi psikiater adalah orang gila, kau bukanlah orang gila, kau masih waras...hanya saja aku khawatir jika kejadian seperti tadi malam terus mengganggumu, tidak menutup kemungkinan kau akan menjadi orang gila sungguhan" ucapku


"Lalu apa alasanmu tidak ingin pergi ke sana? Apakah kau malu? Apa kau akan menganggap dirimu akan baik-baik saja selamanya jika tidak pergi ke sana? Atau..."


"Kau merasa tidak pantas jika calon dari seorang direktur utama suatu perusahaan besar pergi ke psikiater? Karena takut menurunkan nilai pamormu di mata para pemegang saham dan pegawaimu?" Tebakku


Hajung terdiam menatapku


"Hajung-ssi ini soal kesehatan jiwamu, kau bisa melupakan segala sesuatu tentang penilaian buruk dari orang lain terhadapmu yang justru membuatmu semakin menderita" ucapku


'Brakk!!!'


Hajung memukul meja dengan keras pertanda ia menolak dengan bujukanku


"Hye jin-ssi...ku rasa kau telah melewati batasmu sebagai orang asing"  ucap hajung


"Kau pikir kau siapa hhaah?!!" Teriak hajung padaku dan membuatku terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah


Apakah aku salah bicara dan membuatnya tersinggung?


Tapi tidak seharusnya ia bicara kasar  dan memukul meja


"Aku tahu semalam aku memintamu untuk tidak meninggalkanku karena dengan begitu aku merasa lega melihatmu baik-baik saja ketika mimpi buruk yang hampir membunuhmu itu muncul"


"Tapi...bukan berarti kau bebas bicara dan menyuruhku melakukan apapun pada diriku"


"Lagi pula tadi malam tidak terjadi apapun di antara kita, aku hanya memejamkan mataku dan tidak menyentuhmu"


"Tapi kenapa kau seolah-olah memilikiku dan dengan percaya dirinya menyuruhku untuk mengikuti perintahmu"  ucap hajung


"Anio* (tidak)...jika memang tadi malam terjadi sesuatu di antara kita dan aku menyentuh tubuhmu, aku juga tidak akan mudah untuk menuruti perintahmu nona kim" ucap hajung yang membuat kepalaku semakin mendidih mendengar ucapan vulgar dari mulutnya


Menyentuh tubuhku katanya???


Wahh....


Aku berusaha menahan kesabaranku dan mengepal tanganku agar tidak terpancing emosi karena ucapan hajung yang mulai keluar dari topik pembicaraan


Aku tahu hajung adalah pria breng**k tapi pagi ini ia benar-benar menjadi pria yang super breng**k


Bagaimana mungkin ia berani berpikiran hal seperti itu padaku? Kau pikir semua wanita yang bermalam denganmu akan melakukan hal 'itu' padamu?


Jika bukan karena kau mengalami mimpi buruk dan memintaku untuk menemanimu tadi malam, aku juga enggan untuk bermalam di sini bersamamu


"Cepatlah selesaikan sarapanmu nona kim, aku akan mengantarmu ke halte bus terdekat dari rumah seo jin dan segera hentikan omong kosongmu di pagi hari ini" ucap hajung padaku


Sabar


Sabar


Sabar hye jin


Kau tidak akan terpancing dengan ucapan orang yang memiliki gangguan dalam mengatur emosi di depanmu ini


Seharusnya biarkan saja ia menjadi pria gila, tohh ia memang sudah gila karena tidak bisa membedakan mimpi dan kenyataan


"Bayar hutangmu" ucapku sambil menunduk


"Mwo?* (apa?)" Tanya hajung


"Bayar hutangmu untuk membalas budi karena aku telah menyelamatkanmu yang hampir mati di gudang kosong pada hari itu" ucapku mengungkit kejadian saat aku menyelamatkan hajung

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba kau membahas kebaikanmu?...." Tanya hajung


"Cihh...baiklah aku akan membayar hutangku untuk membalas jasamu karena telah menyelamatkanku pada hari itu" ucap hajung


"Aku akan memberimu sejumlah uang yang bahkan tidak bisa kau bayangkan nona kim"


"Aku tahu hal ini akan terjadi, suatu hari kau akan menagihku untuk membalas hutang budimu karena kau telah menyelamatkan nyawaku"


"Aku hampir tertipu olehmu nona kim, ku kira kau adalah gadis yang berbeda dari kebanyakan wanita, tapi nyatanya kau tidak jauh berbeda dari mereka"


"Ahhh.. aku juga akan memberimu sejumlah uang untuk menutup mulutmu dengan jaminan kau tidak boleh membocorkan rahasia penyakit kejiwaanku ke orang lain"


"Jika kau menolaknya aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik dan mengungkapkan identitasmu bahwa kau adalah deok mi yang palsu"


"Tentu saja aku akan membuatmu mendekam dalam penjara dengan koneksi yang aku punya. Jangan harap kau akan di penjara hanya satu tahun atau dua tahun...."


" jika perlu aku akan membuatmu membusuk di penjara dan menyesali perbuatanmu karena telah menolak tawaranku" ucap hajung panjang lebar berbicara jahat padaku


Aku menghembuskan nafas panjang setelah hajung sudah selesai berbicara


"Apa kau sudah selesai bicara untuk mengancamku tuan hajung?" Tanyaku


"Aku tidak pernah menyebut kata 'uang' untuk membayar hutangmu padaku"


"Dan aku tidak akan pernah mau menerima uang sepeserpun darimu sebagai uang penutup mulut" ucapku


"Tanpa kau menyuruhku, aku juga tidak akan membocorkan rahasiamu ke seo jin dan kalangan konglomerat lainnya. Meskipun hobiku adalah bergunjing, tapi aku tahu situasi dan kondisi serta dengan siapa aku harus menggunjingkan seseorang"


"Yya...*( hei..) nona kim berhentilah berpura-pura menjadi orang baik dan naif. Kau selalu saja bicara seolah-olah kau tidak membutuhkan uang dariku"


"Tentu aku tahu bagaimana kondisi perekonomian keluargamu. Jika bukan karena beasiswa, kau tidak bisa berbuat apa-apa dan melanjutkan kuliahmu di sini" ucap hajung dengan ketus


"Anggap saja kau beruntung memiliki wajah yang mirip dengan sepupuku dan masuk ke dalam lingkup keluarga konglomerat yang ada di new york"


"Kau mendapat keuntungan 3 kali lipat. Kau bisa mendapat uang dariku sebagai jaminan tutup mulut dan bayaran balas budi karena telah menyelamatkanku pada hari itu serta... kau juga menerima uang dari seo jin karena telah berjasa berpura-pura menjadi istrinya"


"Tentu saja dengan junlah uang yang cukup besar berada di tanganmu, kau sudah bisa menjadi orang terpandang di desamu nona kim"


"Katakan berapa jumlah uang yang harus ku berikan padamu sebagai bentuk balas budi karena telah menyelamatkan nyawaku dan juga jaminan untuk menutup mulutmu tentang rahasia penyakit kejiwaanku?"


"Cihh.... hahaha..." aku tertawa karena pernah mengalami hal seperti ini dua kali, ini seperti de javu


Yang pertama saat aku bertemu seo jin dan ia masih salah paham denganku. Dengan mudahnya seo jin mengatakan padaku untuk menyebut jumlah uang yang aku inginkan asalkan aku bersedia untuk menjadi wanita simpanannya setelah kejadian malam yang suram terjadi di hotel parkhyatt


Dan yang kedua terjadi saat ini, hajung juga sama memintaku untuk menyebutkan jumlah nominal uang sebagai jasa membalas budi dan uang penutup mulut agar tidak membocorkan rahasianya


"Yya...*( hei..) apakah orang kaya hanya bisa menyombongkan uang kepada orang miskin?" Tanyaku setelah tertawa sejenak


"Apa kau tidak bisa menilai mana orang yang tulus membantumu atau penjilat yang berpura-pura baik?"


"Kau tahu apa yang paling ku benci dari diriku sendiri?"


"Aku membenci diriku sendiri karena aku tidak bisa melihat orang lain menderita di hadapanku. dengan bodohnya aku terus berusaha untuk mencari jalan keluar tentang masalah orang lain meskipun orang itu telah berbicara jahat padaku"


"Aku tidak membutuhkan uang darimu hajung, aku hanya memintamu untuk pergi ke psikiater dan mengobati penyakit mentalmu sebagai bentuk membayar jasaku karena telah menyelamatkanmu" ucapku


"Neo michiseo*  (kau gila) nona kim, permintaan macam apa itu?" Tanya hajung


"Nne*...(iyaa...) aku memang gila, aku juga sangat kesal pada sifat diriku yang seperti ini"


"Ku harap kau tidak pernah lupa dengan kalimatku yang pernah ku ucapkan padamu"


"Kau...adalah pria paling breng**k yang pernah aku temui selama aku hidup, aku berharap tidak perlu bertemu dengan dirimu untuk selamamya"


"Tapi....ketika aku mengetahui rahasiamu, hatiku yang sangat bodoh ini mengatakan untuk membantumu dan tetap berada di sampingmu meskipun aku sangat membenci dirimu yang sangat angkuh"


"Mari kita kembali ke perjanjian awal yang tetap sama yaitu mengumpulkan bukti kejahatan dong il sampai akhir dan menyerahkannya ke seo jin"


"Tapi selain itu, aku menagih hutang untuk membayar balas budiku dengan cara kau harus pergi ke psikiater terbaik yang ada di chicago" ucapku


"Neo michinom...* (kau gila...)" ucap hajung


"Wae?* (kenapa?) Apa kau kecewa karena bukan uang yang ku inginkan dari dirimu?" Tanyaku pada hajung yang mulai terlihat canggung padaku


"Berhentilah menyombongkan uang yang kau punya, aku muak mendengar hal itu. Kau dan seo jin sama saja. Tidak ada hal lain yang bisa kalian banggakan selain uang" ucapku


"Nona kim, apakah kau seorang alien?" Tanya hajung aneh


"Kenapa kau tidak tertarik pada benda yang sangat menggiurkan umat manusia yang ada di muka bumi ini?" Tanyanya lagi


"Terserah kau ingin menyebutku apa, gadis bodoh, wanita gila, atau bahkan alien, aku tidak peduli, aku hanya ingin kau pergi ke psikiater bersamaku" ucapku menatap hajung


bersambung....


__________________________________


hallo everything!!!


jumpa lagi dengan hyung


duh...kangen banget sama kalian deh udah setahun lebih seminggu ga upload cerita


btw happy new year ya untuk semuanya 🥳🥳🎉


semoga tahun 2021 vaksin corona udah kesebar rata di negara tercinta kita


udah kangen banget nih hyung pengen jalan-jalan ke pantai dan ke gunung


abisnya selama setahun liatnya danau sunter mulu ya, lah bosen lama-lama tiap hari liat nya


pengen gitu ganti suasana liat yang biru-biru ama yang ijo-ijo kayak pemandangan laut ama gunung


tapi ya gimana ya tau sendiri lahh koronce bebas banget berkeliaran kayak anak umur 17 tahun yang baru dapet motor ninja, saban hari ngebut terus ama mejeng di jalan liatin orang yang kagak pake masker biar bisa ketempelan


🙎‍♂️🙎‍♀️ : eee....mon maap ni hyung ketempelan? itu virus atau setan yang bikin orang kesurupan?


😺 : ehh..lah iya ya..baru sadar. sama aja lah virus ama setan kelakuannya sama-sama minim akhlak


tuh kan jadi nyerocos bae hyung, jadi kepanjangan kan intronya


hyung tuh mau nanya


gimana kabar kalian?


hyung harap semua dalam keadaan sehat, bahagia dan bergelimang harta amin


gimana nih menurut kalian episode 72?


hajung mah kebiasaan suka salah paham mulu ama neng hye jin, mana omongannya tajem ngelebihin mulutnya bu tedjo, sebel deh hyung.


bae-bae lu hajung kena karma jadi demen ama hye jin baru tau rasa lu!!


ikutin terus ya episode selanjutnya


jangan lupa kritik dan saran dari kalian serta tanda love dari kalian sangat berarti bagi hyung

__ADS_1


terima kasih banyak 🙆‍♂️🙆‍♀️🙇‍♂️🙇‍♀️


❤❤❤🥰😍


__ADS_2