
KIM HYE JIN POV
Pagi ini aku berencana mengunjungi kediaman tuan dong il untuk menemui istrinya menghabiskan waktu bersama di rumah sekaligus menjalankan misi rahasia
Sebagai menantu yang berbakti pada ibu mertuanya, tentu saja Seo jin mengijinkanku tanpa perasaan curiga sedikitpun. Hanya supir ohh yang memiliki firasat aku akan melakukan sesuatu di rumah kediaman dong il
Beberapa kali supir ohh mengingatkanku untuk terus berhati-hati dan menyarankanku untuk membiarkan hajung dan tidak ikut campur dalam masalahnya. Karena hal itu bisa menyangkut keselamatanku.
Terlebih saat ini, aku berniat pergi ke rumah dong il sendirian tanpa seo jin
Beberapa kali aku menenangkannya dan mengatakan pada supir ohh bahwa niatku hanya untuk menemui ibunya deok mi karena tempo hari aku pergi meninggalkan kediamannya dengan terburu-buru saat ia mengundangku ke acara makan siang bersama keluarga
Aku tebak supir ohh mempercayai ucapanku hanya 50% sisanya ia percaya bahwa aku memiliki niat terselubung untuk mencampuri urusan antara hajung dan dong il
Meskipun supir ohh sudah tahu tentang identitasku yang sudah ketahuan oleh hajung, ia tetap tutup mulut dan enggan memberitahu hal ini ke bosnya. Selain itu ia memberiku beberapa wejangan dan trik agar tidak terlihat dari kamera pengawas saat aku berada di rumah dong il jika aku ingin pergi ke ruang kerja dong il
Hhmmm....aneh
Aku kan tidak bilang ke supir ohh akan pergi ke ruang kerja dong il. Seolah-olah yakin ada sesuatu yang penting tersimpan di dalam sana
Dari sini aku yakin, sebenarnya ada sesuatu yang sudah mereka ketahui, namun enggan untuk memberitahukannya padaku dan membiarkan semua kesalahan ini terjadi secara terus menerus
Yah...
Mungkin mereka tidak ingin mencampuri urusan dari kalangan konglomerat dan takut terjadi sesuatu pada dirinya karena mereka hanyalah pegawai yang membutuhkan uang untuk mencari sesuap nasi
Aku tidak bisa menyalahkan hal itu
Harusnya aku melakukan hal yang sama seperti mereka. Biar bagaimanapun aku hanyalah seorang gadis miskin yang hidup merantau di sini
Tapi...
Jika aku membiarkan hal ini, akan ada seseorang yang akan menjalani kehidupannya secara tidak adil seumur hidupnya
Lagi pula aku sudah terlanjur berjanji padanya untuk membantunya menyelesaikan masalah ini
Meskipun aku membenci dirinya saat melihat tingkah arogannya, tapi melihat ketidakadilan terjadi di depan mataku membuat seluruh sel di dalam tubuhku bangkit dan ingin menindaklanjuti masalah ini
Ditambah aku merasa kasihan pada hajung yang ternyata ia adalah seorang pria yang tidak berdaya menjalani kehidupan yang tidak adil ini dan berusaha untuk keluar dari pasir hisap yang dibuat dong il hingga mentalnya menjadi terganggu
Yang seharusnya dimasa kecilnya ia harus bermain bersama anak seusianya pada saat itu, ia harus bersembunyi di panti asuhan dan berpisah dengan ibunya agar dong il tidak menemukan dirinya yang berusaha membunuhnya
Wajar jika ia tumbuh menjadi pria yang begitu menyebalkan sampai-sampai aku ingin menutup mulutnya dengan lakban agar ia berhenti berbicara dengan sombong dan ketus. Haah...ternyata ia melakukan hal itu untuk menutupi kelemahannya dan menunjukkan ke orang lain bahwa ia adalah orang superior yang tidak bisa dikalahkan dengan mudah
Semakin aku memikirkan hajung semakin banyak aku mengetahui kenyataannya dan justru merasa kasihan padanya hingga aku ingin membantunya
Jangan sampai ia tahu jika aku membantunya karena merasa kasihan padanya, yang ada rasa gengsi dia akan kembali muncul dan dengan sombongnya menolak mentah-mentah bantuanku lalu mengancam akan memasukkanku ke dalam penjara
Yah...
Paling tidak jika aku ketahuan memalsukan identitas orang lain, aku akan di penjara paling lama 5 tahun tapi setelah itu aku akan menjadi gembel sepanjang hidupku dan sulit mencari pekerjaan karena memiliki catatan kriminal
Ahh....
Sudahlah...aku tidak ingin memikirkan hal itu. Aku muak memikirkannya, untuk saat ini berperanlah menjadi seorang anak yang berbudi selama aku menjadi deok mi
Yang aku dengar deok mi jarang bertemu dengan ibunya selama ini karena ia terlalu sibuk bertemu dengan pria selingkuhannya sehingga tidak memiliki waktu mengunjungi ibu kandungnya yang sudah mulai tua dan kesehatannya mulai menurun karena terlalu banyak memikirkan tingkah putrinya yang liar
Aku merasa kasihan dengan ibu deok mi. Setelah aku sering bertemu dengan wanita paruh baya itu, kesehatannya semakin membaik dan aku senang melihat ibu deok mi yang menyambutku dengan hangat dan ramah, mengingatkanku pada ibu kandungku sendiri yang saat ini berada di korea
Yah...tidak ada salahnya berperan menjadi putri yang berbakti, bisa saja di masa depan dengan kebaikanku ini, tuhan akan membantuku melalui ibunya deok mi
Seperti biasa, ibu deok mi menyambut kedatangan putrinya dengan hangat dan memberi kecupan di pipiku
Tak perlu waktu lama untuk menyuguhkan minuman untukku, memang pada dasarnya para pelayan sudah siap berdiri untuk melayani ibu deok mi dan juga diriku
"Putriku, aku sangat bahagia mendengarmu akan ke sini hari ini" ucap ibu deok mi
"Nne...eomma*(iya ibu) aku juga senang memiliki waktu luang untuk bisa mengunjungimu seperti ini, aku harap aku bisa memiliki waktu luang terus menerus agar bisa bertemu denganmu setiap hari" ucapku basa-basi pada ibu deok mi
"Aku khawatir, menantu seo akan ikut pindah ke rumah ini jika kau terus menerus mengunjungiku setiap hari" ucap song ji hye
"Ahh...benar juga. Bagaimana jika hari ini kita pergi berkuda? Sudah lama ibu tidak melakukan olahraga ini bersama denganmu nak?" Ucap ibu deok mi tiba-tiba
"Be..berkuda?!" Ucapku mengulang lagi karena terkejut
"Mm.. kau sangat ahli dan senang melakukan olahraga itu" ucap ibu deok mi lagi
Aigoo....
Meskipun aku tinggal di desa tapi aku tidak tinggal di pegunungan yang memiliki padang rumput yang luas sehingga memiliki peternakan sapi dan kuda pada umumnya
Aku hanya tinggal di pulau kecil, tentu saja menjadi nelayan adalah pekerjaan utama di pulau hangan, aku tidak memiliki peternakan karena minimnya tempat di sana
Bagaimana ini? Seumur hidup aku belum pernah naik kuda. Dan sekarang aku diajak untuk melakukan olahraga berkuda, sebelum kudanya berjalan atau berlari aku yakin, diriku sudah terjatuh saat mencoba naik ke punggung kuda
"E-eomma* (i-ibu) sebenarnya aku sangat ingin berkuda denganmu. Tapi akhir-akhir ini aku sering merasa lelah dan enggan untuk melakukan aktivitas yang melelahkan" ucapku
"Seo jin memintaku untuk mengurangi kegiatan agar aku tidak mudah lelah. Oleh karena itu beberapa pekerjaan seo jin yang menanganinya sedangkan aku hanya beristirahat di rumah" ucapku mengarang lagi
"Benarkah?! Hhmmm....kau pasti sangat bosan nak, karena harus menghabiskan banyak waktu di rumah" ucap ibu deok mi
"Tidak juga, aku menghabiskan waktuku untuk memasak di dapur" ucapku mengarang
"Memasak?! Sejak kapan kau bisa memasak, sayang?" Tanya song ji hye
"Ahahaha....sepertinya aku lupa bilang ke ibu jika aku memiliki hobi baru akhir-akhir ini dan pergi kursus untuk menguasainya" ucapku
"Jika ibu berkenan, mungkin kita bisa memasak bersama untuk menyalurkan hobi baruku yang satu ini" ucapku pada ibu deok mi
"Ahh....ide yang sangat bagus, ibu juga sudah lama tidak menyentuh dapur. Kita bisa membuat masakan kesukaanmu" seru ibu deok mi
"Anio...*(tidak) karena hari ini aku mengunjungi rumahmu, jadi aku akan mencoba memasakan makanan untuk ibu" ucapku
"Apa itu?" Tanya ibu deok mi
"Rahasia~~" ucapku dengan nada menggoda ibu deok mi
"Ibu akan mengetahuinya setelah membantuku di dapur. tebaklah makanan apa yang ku buat untuk ibu nanti" ucapku
"Ohh...ibu tidak sabar untuk melihat masakan apa yang kau buat untuk ibu. Sekarang bergegaslah, ganti bajumu dulu agar pakaianmu tidak terkena minyak. Ibu akan pergi ke kamar untuk mengganti pakaian juga" ucap ibu deok mi
Aku segera pergi ke kamar deok mi untuk mencaritahu apakah kunci yang aku temukan di kantornya berkaitan dengan laci misterius itu?
Hanya laci itu satu-satunya yang terkunci. Membuatku penasaran ada apa di dalam laci tersebut. aku segera mengeluarkan kunci yang berjumlah 2 buah itu lalu mencocokkan dengan tepat lubang kunci dengan kunci yang aku pegang
sesuai dugaanku salah satu dari kedua kunci itu cocok dengan laci tersebut, tanpa ragu aku segera membuka laci tersebut dan melihat beberapa map. aku segera melihat isi map yang berisi proposal tentang pengajuan dana perusahaan 3 tahun yang lalu dan di antara tumpukan kertas tersebut, mataku menangkap sesuatu yang tidak harusnya ku lihat.
rahasia gelap yang dilakukan dong il berada di dalam map tersebut dan tanpa curiga sedikitpun dong il tidak pernah menyangka putrinya memiliki bukti yang bisa saja menjatuhkan dirinya ke dalam penjara
aku melihat beberapa laporan pencucian uang yang dilakukan dong il untuk memanipulasi penghasilan perusahaan real estate rose. namun aku hanya melihat lembar depannya saja dan tidak menemukan laporan keuangan itu secara keseluruhan dan mendetail. seolah sengaja dibuat tercecer dan bercampur dengan kertas sampah lainnya yang tidak bermakna. hanya total jumlah uang yang masuk dan instansi yang dijadikan sebagi media dalam pencucian uang. dibalik semua map dan kertas-kertas, aku melihat sebuah lukisan kecil yang tidak aku mengerti apa artinya namun tampaknya lukisan ini pernah ku lihat di suatu tempat, tapi aku tidak mengingatnya dengan jelas
hanya ada 3 buah pintu dan 1 sosok bayangan manusia yang sedang berdiri di salah satu pintu dan 2 buah tangga terbentang di antara sosok bayangan tersebut
...
...
apa yang dilakukan deok mi sebenarnya? apakah selama ini ia sudah mengetahui kelicikan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri dan membiarkan semua ini terjadi atau...ia berusaha mengungkap semua kejahatan dong il dan diam- diam mengumpulkan barang bukti seperti hajung? tapi kenapa deok mi hanya diam saja jika sudah memiliki bukti sekuat ini di tangannya? dengan jabatan yang ia punya, deok mi bisa saja menyuruh tim pengawas perusahaan untuk menginvestigasi kasus penggelapan dana yang dilakukan dong il selama ini
"tok tok'
aku terkejut ketika mendengar suara ketukan pintu kamar. tanpa berpikir lebih lama lagi, aku segera memasukkan kertas mengenai pencucian uang tersebut dan lukisan kecil itu ke dalam tasku
"putriku sayang. apakah kau sudah selesai mengganti pakaianmu? ibu sudah selesai" teriak ibu deok mi dari luar kamar
"nne eomma* (iya ibu) sebentar lagi. aku akan segera pergi ke dapur"ucapku teriak pada ibu deok mi
"baiklah sayang, ibu menunggumu di bawah" balas ibu deok mi dan segera turun ke bawah
aku segera bergegas pergi ke lemari pakaian untuk mencari pakaian ganti. aku memutuskan memilih dress santai untuk memasak di rumah deok mi bersama ibunya
setelah selesai berganti pakaian, aku segera bergegas ke dapur menemui ibu deok mi dan melupakan sejenak teka-teki yang sedang ku pikirkan tentang sikap deok mi selama ini terkait kejahatan ayahnya
****
ibu deok mi merasa takjub dengan skill memasakku saat memasak bersama di dapur. seolah bukan keahlian dari seseorang yang baru saja belajar memasak. terbukti dari caraku memotong sayur dan memotong daging dengan baik
haah...akan ku tunjukkan keahlian kim hye jin dalam bidang memasak. Meskipun aku tinggal lama di amerika tapi setidaknya ilmu masak-memasakku tidak luntur
Aku mencoba memasak galbi jjim* (sejenis iga sapi dengan bumbu khas korea) dengan bahan masakan yang melimpah di hadapanku
Ibu deok mi mencicipi masakan yang ku buat. Matanya terbuka lebar nyaris keluar pertanda ia tidak percaya bahwa putrinya memiliki skill memasak yang baik
"Ibu harap, ibu bisa memakan masakanmu setiap hari nak, ibu merasa iri dengan menantu seo yang bisa memakan makanan enak ini setiap hari dari tanganmu" ucap ibu deok mi
"Ibu berlebihan, seo jin tidak mengizinkanku memasak di dapur setiap hari, jika hal itu terjadi, koki yang memasak di rumah seo jin akan kehilangan pekerjaannya" ucapku
"Hahaha....ibu bahagia sayang, semakin hari kau berubah menjadi istri yang sangat baik. Aku yakin menantu seo sangat bahagia melihat perubahanmu dan merasa seperti menjadi manusia seutuhnya karena bisa menjalani kehidupan normal berumah tangga" ucap ibu deok mi
"Ibu harap sikapmu yang seperti ini tidak berubah dan tetap ada selamanya sampai ibu menghembuskan nafas terakhir" lanjut ibu deok mi
"Ibu... kenapa ibu bicara seperti itu? Ibu membuatku sedih mendengarnya" ucapku sambil melingkarkan lengan ke ibu deok mi
Biar bagaimanapun aku bukanlah putri kandungmu yang sebenarnya. Aku juga tidak tahu apakah mungkin putrimu yang asli akan bersikap seperti ini jika ia bangun dari komanya
"Maafkan ibu, sayang. Ibu hanya merasa seolah ini seperti mimpi. Memasak bersama dengan putri kesayanganku dan mencicipi masakan yang kau buat untukku. Ibu berharap waktu berjalan dengan sangat lambat agar bisa lebih lama bersama denganmu nak" ucap ibu deok mi dan membuat mataku berkaca-kaca mendengarnya
"Eomma*(ibu) aku berjanji jika memiliki waktu senggang aku akan menyempatkan diriku untuk pergi ke rumahmu. Jadi ibu tidak perlu bersedih dan perhatikan kesehatan ibu. Ok?" Ucapku menghibur ibu deok mi
"Baiklah...ibu akan menunggumu deok mi sayang" ucap ibu deok mi tertawa
"Ahh...ibu lupa. Hari ini ibu ada janji dengan dokter ed di rumah sakit" ucap ibu deok mi tiba-tiba
"Ehh...hari ini?! Apakah dokter pribadi ibu tidak bisa ke sini?" Tanyaku
"Ahh...dia terlalu sibuk, ibu yang menyusahkan dokter ed jika ia terus ke sini. Tidak masalah sekali-kali ibu pergi ke tempat prakteknya, lagi pula ada kau yang akan menemani ibu ke rumah sakit" ucap ibu deok mi
__ADS_1
"Bergegaslah untuk mengganti pakaianmu, sayang. Ibu juga akan berganti pakaian dan pergi ke sana" ucap song ji hye dan melepas celemeknya
"Ahh...jangan lupa, simpan masakan putriku agar bisa dihangatkan kembali saat waktu makan malam" ucap ibu deok mi ke para pelayannya
"Baik nyonya" ucap serempak para pelayan
Sekilas aku melihat ruang kerja dong il yang ada di lantai 2 dan melihat pria berjas hitam sedang siaga di depan ruang kerja dong il
Aishh...sial
Apakah mereka selalu berjaga di sana sepanjang waktu dan tidak meninggalkan tempat itu sama sekali?
Meskipun dong il pergi bekerja, para pria berjas hitam itu tetap berjaga di sana. Seolah terdapat sesuatu yang harus di jaga ketat oleh dong il
Apakah di dalam sana terdapat emas batangan yang berharga ataukah tumpukan uang hasil dari pencucian uang yang dilakukan dong il selama ini?
Aku segera pergi dari dapur menuju ke kamar deok mi dan mengganti pakaianku sambil berpikir
Tidak lupa aku membawa tas yang berisi kertas bukti pencucian uang dong il dan lukisan kecil yang tidak aku mengerti apa arti dan pencipta dari lukisan tersebut
Aku mengirim teks pada hajung untuk bertemu denganku hari ini di hotel untuk pertemuan rahasia
Setelah mengirim pesan ke hajung dan berganti pakaian, aku segera menunggu ibu deok mi di bawah dan siap pergi ke rumah sakit
*****
Sesampainya di rumah sakit, ibu deok mi bertemu dengan dokter ed yang merupakan dokter pribadinya
Setelah berkonsultasi mengenai kesehatan ibu deok mi dan memberikan resep, ibu deok mi mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut
"Dokter ed..bisakah kau membantuku untuk mengosongkan jadwal dokter kandungan yang ada di sini untuk memeriksa putriku?" Tanya ibu deok mi tiba-tiba
"Ahh...apakah putrimu sudah hamil, nyonya?" Tanya dokter ed
"Eomma* (ibu) apa yang ibu bicarakan?" Tanyaku sambil menyentuh lengan ibu deok mi
"Ahh...soal itu.." ucap ibu deok mi terputus dan mengisyaratkan dokter ed untuk medekatkan telingannya ke ibu deok mi
Terlihat ibu deok mi sedang membisikkan sesuatu kepada dokter ed dan setelah mendengarnya dari ibu deok mi, dokter ed tertawa senang sambil melihat ke arahku
Aku tidak tahu apa yang ibu deok mi katakan ke dokter ed. Yang jelas aku di arahkan ke poli kandungan dan bertemu dengan dokter spesialis kandungan di sana
Beberapa kali aku menolak ibu deok mi untuk pergi ke sana,namun hasilnya nihil
Dan tentu saja dokter spesialis kandungan itu melakukan USG ke perutku
"Bagaimana dokter dengan hasilnya? Apakah sudah terbentuk kantong kehamilannya?" Tanya ibu deok mi
"Saat ini belum terbentuk kantong kehamilan, nyonya. Ku rasa putri anda belum hamil" ucap dokter spesialis kandungan ke ibu deok mi
"Sudah ku bilang aku tidak hamil bu!" Ucapku dengan nada agak tinggi ke ibu deok mi
"Hoo....aku pikir ia sudah isi lagi. Ahh...kalau begitu berikan vitamin agar ia cepat hamil." Ucap ibu deok mi
"Eomma!!" Teriakku pada ibu deok mi
****
Ya tuhan
Apalagi yang dilakukan ibu deok mi padaku?
Setelah mengajakku melakukan pemeriksaan perut ke dokter spesialis kandungan, ibu deok mi memberikanku vitamin untuk kesuburan dan vitalitas untukku dan juga seo jin dalam bentuk kemasan langsung minum sebanyak 2 dus yang di kantongi oleh plastik
Dengan terpaksa aku harus membawa vitamin ini ke tempat pertemuan rahasia dengan hajung
Aku menolak saat ibu deok mi ingin mengantarku ke rumah dengan alasan akan bertemu seo jin di sebuah cafe selesai ia rapat
Ibu deok mi setuju dan menurunkanku di cafe hotel mewah di mariana street.
Setelah melihat mobil ibu deok mi menjauh, aku segera menghentikan taksi dan pergi ke hotel tempat pertemuan rahasia antara aku dan hajung
Sesampainya di hotel, aku belum melihat hajung sampai di sana dan akhirnya aku memutuskan untuk menunggunya sambil membuka salah satu dus vitamin vitalitas dan membaca komposisi vitamin tersebut
30 menit kemudian, terdengar seseorang sedang membuka pintu dan aku melihat hajung yang sedang bernafas terengah-engah saat sampai di kamar hotel
"Mian*(maaf) aku ada rapat penting dan baru baca pesanmu" ucap hajung
"Apa kau sudah menungguku sangat lama nona kim?" Tanya hajung
"Anio*(tidak) justru aku yang meminta maaf padamu untuk datang ke sini secara mendadak" ucapku
"Ada hal penting yang perlu ku bahas denganmu"
"Hari ini aku pergi ke kediaman deok mi dan menemukan ini di laci kamar yang terkunci"
"Ku pikir kau harus tahu segera mengenai hal ini. Tapi sayangnya aku tidak bisa menemukannya secara keseluruhan untuk lanjutan dari isi kertas ini" ucapku sambil memberikan kertas yang berhubungan dengan penggelapan uang perusahaan
Seperti dugaanku, hajung terkejut melihat isi dari kertas yang aku bawa
"Apa kau menemukan ini di kamar deok mi?" Tanya hajung meyakinkan
"Mmm...aku menemukan itu di kamar dan juga aku menemukan lukisan ini bersama tumpukan kertas itu" ucapku dan menyerahkan lukisan yang aku temukan di laci kamar deok mi
"Ani*(tidak) aku baru pertama kali melihat lukisan ini" ucap hajung
"Apa ini berkaitan dengan tujuan deok mi yang sebenarnya?" Tanyaku
"Aku juga belum bisa mengambil kesimpulan secara keseluruhan dengan gambar lukisan ini. Bisa jadi ini hanya lukisan biasa yang secara kebetulan berada di dalam laci lemari deok mi"
" jangan berharap terlalu banyak dan mengira apa yang dipikirkan deok mi sama seperti tujuan kita yaitu menjatuhkan dong il, aku tidak bisa berharap pada orang yang sedang koma dan entah sampai kapan ia akan siuman"
"Terlebih deok mi adalah putri kandungnya dong il. Jika pun ia siuman, kemungkinan terbesar ia akan mendukung ayahnya sendiri. terbukti dengan cara ia menyembunyikan hal sepenting ini selama ini tanpa memberitahu siapapun" ucap hajung
"Ahh...ada lagi. Aku masih belum bisa menemukan kegunaan dari kunci yang satunya lagi" ucapku
"Aku curiga kunci itu membuka sesuatu yang terdapat di dalam ruang kerja dong il"
"Tapi sayangnya aku tidak bisa ke sana untuk menyelinap. untuk berada di depan pintu ruang kerjanya saja sangat sulit karena selalu di jaga oleh pria berjas hitam. Jika aku ke sana dan tertangkap oleh penjaga, dong il akan curiga kepadaku" ucapku
"Tapi.... Aku yakin pasti ada cara lain untuk masuk ke..." ucapku terputus
Hajung tiba-tiba mengejutkanku, memegang erat kedua lenganku dengan kedua tangannya
"Kim hye jin-ssi, ku rasa ini bukan sesuatu yang bisa kau selesaikan. Aku sangat berterima kasih kau sudah melakukan hal yang beresiko seperti ini hanya untuk membantuku"
"Ku sarankan padamu untuk tidak menyelinap masuk ke ruang kerja dong il. Dengan adanya bukti ini kau sudah sangat membantuku. Sekarang berikan kunci yang satunya lagi padaku" ucap hajung tiba-tiba
"M-mwo*(A-apa?)" Tanyaku
"kau adalah gadis yang keras kepala. Meskipun aku sudah mengatakannya padamu berulang kali, kau pasti akan berusaha untuk masuk ke ruang kerja dong il bagaimanapun caranya. Ini demi keselamatanmu nona kim, kau tidak boleh menyusup ke ruang kerjanya. sekarang berikan kuncinya padaku" ucap hajung sambil menatapku dan sudah paham dengan sifatku
"Haaah...baiklah..baiklah" ucapku
"Aku juga bukan agen mata-mata yang profesional dan bisa memanjat tembok dengan lihai seperti yang ada di film-film action" ucapku dan memberikan kedua kunci pada hajung
"Ahh...ini juga, kau saja yang menyimpannya" ucapku sambil memberikan lukisan misterius ke hajung
"Lalu yang itu apa? Apa kau juga ingin memberikannya padaku?" Tanya hajung sambil menunjuk plastik yang berisi dus vitamin untuk kesuburan dan vitalitas
Aku segera berlari kecil dan berusaha menutupinya dari hajung. Biar bagaimanapun aku merasa malu jika seseorang tahu aku membawa vitamin aneh ini
Aku berencana akan menyerahkan semuanya ke seo jin biar dia yang urus semua vitamin-vitamin pemberian ibu mertuanya
"Haha..tidak! Ini bukan untukmu. K-kau boleh pergi duluan. Tidak ada lagi yang perlu kita bahas" ucapku sambil menutupi vitaminnya dengan tubuhku
"Kau terlihat mencurigakan" ucap hajung yang mendekat ke arahku
Dengan tangan gesitnya hajung mengambil satu vitamin dengan kemasan minuman itu dari dalam dus yang telah aku buka
Aku tidak bisa merebut dan menggapai vitamin itu karena hajung mulai mengangkat vitamin itu ke atas dengan tangannya
Hajung jauh lebih tinggi dariku sehingga aku sangat kesulitan untuk merebut vitamin kesuburan itu
"Untuk vitalitas dan kesuburan" ucap hajung membaca kemasan pada vitamin itu
"What?!" Seru hajung dan membuat ia menurunkan tangannya dan aku berhasil merebut vitamin itu dari tangannya
"Apa kau berencana akan membuat anak dengan suami sepupuku, nona kim?" Tanya hajung
"Tutup mulutmu bodoh! Kau salah paham" teriakku ke hajung
"Sudah ku katakan padamu ini bukan milikmu dan juga bukan milikku. Kenapa kau selalu ingin tahu barang yang bukan milikmu sih" ucapku kesal
"Lalu dari mana kau mendapatkan vitamin vitalitas dan kesuburan sebanyak itu?" Tanya hajung penasaran
"Ini dari ibu deok mi! Dia menganggapku adalah putri kandungnya. Entah ia sangat menginginkan kehadiran seorang cucu, meminta dokter spesialis kandungan meresepkan vitamin ini untukku, ma-maksudku untuk deok mi yang asli" ucapku menjelaskan ke hajung
"Nona kim. Kau tidak pernah melakukan tanda tangan kontrak dengan seo jin untuk menghasilkan anak darinya kan?" Tanya hajung gila
"Aisshh....jika kau menanyakan pertanyaan gila seperti itu lagi, aku akan menjahit mulutmu rapat-rapat" ucapku sambil meraup udara dengan tanganku pertanda aku kesal dengan pertanyaan hajung
******
Tibalah di malam hari saat matahari terbenam, hajung mengantarku hingga ke halte terdekat rumah seo jin setelah sebelumnya hajung mengajakku untuk menemaninya makan
Aku terpaksa menemaninya karena hajung bilang tidak terbiasa makan di restoran luar seorang diri dan tidak ada waktu lagi untuk menyuruh pegawainya membeli makanan karena ada rapat setelah bertemu denganku
Dengan mudahnya aku dibohongi oleh ucapan hajung. Ku pikir itu hanya alasan dia saja. Pertemuan rapat gundulmu. Setelah makan siang, hajung justru mengajakku untuk bermain bowling bersama. meskipun ia tahu aku tidak bisa bermain bowling
Meskipun aku menolak, ia terus memaksaku dan berkata kesempatan memiliki waktu luang seperti ini tidak selalu terus ada. Ia ingin memanfaatkan waktu luang ini dengan cara mengajakku untuk bermain bersama. Saat ku bilang lakukan saja dengan teman-temannya, hajung justru menjawab bahwa ia tidak memiliki teman dekat
Awalnya aku merasa kasihan dengannya yang mengatakan ia tidak memiliki teman dekat, namun rasa kasihan itu hilang seketika ketika ia mengatakan padaku bahwa selama ini ia selalu menghabiskan waktu luang bersama dengan banyak wanita
Dasar playboy gila! Ku harap kau benar-benar tidak memiliki teman dekat seumur hidupmu
Haah....
Hingga saat ini aku masih belum bisa membedakan ucapan hajung yang benar ataupun hanya gurauan
__ADS_1
Tapi satu hal yang aku tahu, kehidupan hajung tidak seindah dengan ucapannya. Bicara ketus dan sombong serta berpura-pura bahagia adalah cara untuk menutupi kehidupan sedihnya yang selalu tertekan dengan keadaan sekelilingnya
Ia hanya ingin di terima dengan baik oleh keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Bermain dengan banyak wanita hanyalah salah satu sikap kebereng**an dia untuk menutupi kesedihannya meskipun itu tidak membantunya sama sekali
Saat ini aku sudah berada di rumah seo jin dan melihat ia sedang sibuk berada di meja makan dengan macbooknya. ku pikir semua pelayan termasuk bibi min sudah pulang dan meninggalkan seo jin seorang diri
Aku langsung menyuruh pulang supir ohh ketika ia selesai menjemputku dan menolak untuk dibawakan vitamin-vitamin ini ke dalam rumah. aku memilih untuk membawanya sendiri ke dalam rumah. jika supir ohh membantuku membawa masuk vitamin-vitamin ini ke dalam rumah, akan membuat supir ohh semakin telat untuk pulang ke rumahnya
Ku rasa seo jin sangat sibuk akhir-akhir ini. Entah di meja makan ataupun di kamar ia selalu menatap macbooknya
Lihat saja ia bahkan tidak menyadari kehadiranku yang sedang membawa banyak barang. aku langsung meletakkan vitamin itu ke atas meja makan
Meskipun seo jin terlihat sangat cuek, tetap saja wajahnya sangat tampan ketika ia sedang memakai kaca mata
Kyaa!! >~<
Wajah tampan seo jin memang maha karya tuhan yang sangat luar biasa
"Sedang apa kau?" Tanya seo jin dan menyadarkanku dari rasa kenikmatan pemandangan indah yang ku lihat tadi
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti gadis gila sambil melihat wajahku?" Tanya seo jin lagi
"I-itu..." ucapku salah tingkah yang ketahuan sedang menatap seo jin sambil senyum-senyum sendiri tanpa aku sadari
"Apa kau sedang memikirkan sesuatu yang kotor?" Tanya seo jin sambil menyipitkan kedua matanya
"Apa yang kau bilang hhah?!" Teriakku sambil memukul meja makan
"Kau kira semua orang yang sedang menatap wajah orang lain sedang memikirkan hal yang tidak senonoh?" Ucapku lagi
"Aku hanya heran padamu, bagimana mungkin kau tidak menyadari kehadiranku ke sini" ucapku mencari alasan
"Tentu saja aku menyadarinya. Kau datang ke sini dengan membawa dua buah plastik besar di kedua tanganmu" ucap seo jin
"Kenapa kau tidak membantuku?" Tanyaku penasaran
"Ku rasa kau tidak perlu bantuan tenagaku, biar bagaimanapun kau adalah gadis yang kuat hye jin" ucap seo jin
Aishh....
Dasar raja kukang! Ia tidak perhatian sekali pada wanita. Berbeda sekali dengan hajung yang mau membawakan dua kantong plastik besar ini saat aku turun dari hotel menuju mobilnya
Atau mungkin seo jin tahu jarak dari teras rumah sampai ke dapur tidak terlalu jauh, hingga ia percaya padaku bahwa aku bisa membawanya dengan baik
"Apa kau tidak penasaran dengan apa yang ku bawa?" Tanyaku pada seo jin
"Aku sudah tahu. Pasti vitamin kesuburan dan vitalitas" ucap seo jin datar
"M-mwo?!* (A-apa?!) Dari mana kau tahu? Apa kau peramal?" Tanyaku lagi
"Haah...ini bukan pertama kalinya ibu mertuaku memberikan vitamin itu. Sudah beberapa kali ia memberikannya padaku dan juga deok mi" ucapku
"Itu berarti kau akan meminumnya semua kan? Lagi pula istrimu kan sedang terbaring koma, tentu saja jatah deok mi kau juga yang minum" ucapku
"Aku tidak bilang menghabiskan semua vitamin itu hye jin" ucap seo jin
"Jika kau tidak meminumnya apa yang kau lakukan dengan vitamin sebanyak ini?" Tanyaku
"Membuangnya" ucap seo jin datar
"Mworago?!* (apa kau bilang?) Membuangnya?!" Teriakku
"Yyaa...park seo jin! Ibu mertuamu sudah bersusah payah memberikannya padamu, kenapa kau tidak menghabiskan vitamin ini untuk menghormatinya" ucapku membela ibu deok mi yang sangat perhatian pada putri dan menantunya
"Haah...jika memang ia menghormatiku, tentu saja ia tidak mengirimkan vitamin vitalitas itu untukku"
"Justru itu membuatku tersinggung" ucap seo jin
"Kenapa kau tersinggung? Bukannya berterima kasih pada ibu mertuamu" ucapku kesal pada seo jin
"Kim hye jin, aku adalah pria sehat yang bugar. Tanpa vitamin vitalitas itu, aku mampu menghasilkan seorang anak" ucap seo jin serius
"Selama ini aku menghormati deok mi yang selalu mengatakan belum siap untuk memiliki buah hati, aku selalu memakai pengaman saat melakukan hal 'itu' dengan istriku" ucap seo jin dan melepas kaca matanya
"Jika saja aku tidak memakai pengaman, tentu saja saat ini deok mi sudah mengandung anakku" ucap seo jin lagi
"Ehemm...ahh baiklah aku mengerti kau tidak perlu menjelaskan lebih detail padaku soal ini" ucapku yang berusaha menghentikan topik ini
"Waeyo?* (kenapa?) Apa kau masih ragu aku adalah pria bugar dan sehat?" Tanya seo jin
"Jika kau ingin bukti, ayo lakukan hal 'itu' denganku selama seminggu setiap malam tanpa pengaman, aku yakin kau akan melewati siklus haidmu bulan depan dan bisa ku pastikan kau positif hamil" ucap seo jin dan membuat wajahku berubah merah
"Yya...*(hei...) park seo jin!" Ucapku teriak memperingatkan seo jin untuk menghentikan topik pembicaraan ini
"Waeyo?* (kenapa?) Ku pikir kau sudah tahu bagaimana cara permainanku yang lihai saat kita berada di hotel parkhyatt. Apa kau sudah lupa? Tidak masalah aku akan mengingatkanmu lagi cara bermainnya pada saat itu jika kau mau" ucap seo jin
"Neo michinom!* (kau gila!)" Teriakku sambil memukul meja dan pergi meninggalkannya
"Hahaha...." tawa seo jin pecah dan menggema di rumah ini. Ia sukses mengerjaiku yang ketakutan dengan ucapannya
"Yyyaa..*(heei..) kim hye jin! Kau lupa membawa vitamin ini" ucap seo jin sambil tertawa
Dengan bodohnya aku kembali ke meja makan dan mengambil vitamin-vitamin itu lalu ku bawa ke kamar
Biar bagaimanapun, vitamin ini adalah pemberian tulus dari ibu deok mi, akan sangat menyakitkan jika tahu vitamin-vitamin ini berakhir di tempat sampah. Aku akan mencari seseorang yang membutuhkan vitamin ini
Seo jin masih tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah kesalku karena ucapannya
PARK SEO JIN POV
Bahahahaha....
Lihat ekspresi konyol gadis itu
Sangat mudah sekali mengerjai dia
Gadis itu sangat polos hingga menjadi hiburan tersendiri bagiku
Kim hye jin
Maafkan aku karena membuatmu kesal dan terima kasih padamu yang sudah menghiburku dengan ekspresi konyolmu itu
Akhir-akhir ini pekerajaanku sangat padat karena harus menyiapkan beberapa dokumen perusahaanku untuk mendukung deok mi agar bisa terpilih menjadi direktur utama real estate
Semua harus selesai satu minggu sebelum rapat pemilihan direktur utama real estate rose di mulai, agar hye jin bisa latihan untuk presentase di depan pemegang saham
Setelah mendapat hiburan dari hye jin aku kembali melanjutkan pekerjaanku hingga tidak terasa waktu sudah larut malam dan saatnya diriku untuk beristirahat
Aku mematikan macbook dan segera pergi ke kamar
Di dalam kamar, aku melihat hye jin sedang tidur di atas sofa dengan dua buah kantong besar berisi vitamin di sampingnya
Kenapa ia tidur di sini? Jangan bilang ia takut dengan ucapanku tadi dan enggan tidur di sampingku karena takut aku akan menyerangnya pfft...
Aku melihat wajah tidur gadis yang ada di hadapanku saat ini. Gaya tidurnya yang sangat ciri khas membuatku justru ingin menatapnya lebih lama
"Ohh..park seo jin! Jika kau berani ke sini akan ku hajar kau...ughh...ughhh" igau hye jin sambil mengepalkan tangannya ke udara
"Ppffttt....."
Aku berusaha menahan tawaku karena melihat tingkah hye jin yang sedang mengigau
Bagaimana mungkin sikapnya yang konyol seperti ini bahkan di saat ia sedang tidur membuatku semakin tertarik pada dirinya
Setelah puas menatap wajah hye jin aku segera membersihkan bekas liur yang menempel di pipinya dengan tanganku. Anehnya aku tidak merasa jijik dengan perbuatan yang aku lakukan
Aku segera membopong tubuh hye jin dan meletakkannya di atas tempat tidur. Aku pun segera mematikan lampu dan tidur di samping hye jin
***
Entah sudah berapa jam aku tertidur
Hye jin membangunkanku dengan cara mengguncang-guncang tubuhku
Ketika membuka mataku, aku terkejut karena hye jin menangis tersedu-sedu membuatku segera bangun karena panik dan penasaran apa yang sedang terjadi
"K-kim hye jin kenapa kau menangis? Apa yang terjadi?" Tanyaku dan mencoba menenangkan hye jin
"Huhuhu...."
Gadis itu hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaanku
Apakah ia mimpi buruk karena ucapanku kemarin malam ataukah sesuatu yang buruk sedang terjadi?
Kenapa gadis ini menangis tersedu-sedu di hadapanku? Membuatku tidak tega melihatnya menangis
bersambung.........
_________________________________
hallo readers mangatoon
kangen gak ama hyung??? 👉👈
maafkeun ya telat setor
eittss...tapi langsung 2 episod, banyak lagi, biar ga kebanyakan aja ama jumlah episodenya hehe
gimana nih dengan 2 episode ini
makin penasaran gak ama ceritanya
semakin hari kehidupan hye jin semakin meresahkan ya bund
berdoa aja semoga kehidupannya ga selalu melarat kayak sin.....
hmm...ga mau jawab deh
isi aja sendiri titik-titiknya ya
__ADS_1
jangan lupa komen dan love novel ini biar hyungjoba makin semangat nulisnya ehhee
sampai jumpa di episode selanjutnya ya bye bye👋👋