
happy reading :)
Kim Hye Jin pov
Sesampainya dikediaman seo jin aku disambut oleh bibi min
Wanita separuh baya itu terkejut hingga kedua bibirnya terbuka melihat kakiku dibalut perban dan berjalan dipapah oleh supir ohh
"Astaga nyonya sung, apa yang telah terjadi?" Ucap bibi min dan berniat membantuku berjalan
Aku menepis tangan bibi min dan lebih memilih menggunakan tongkat jalanku untuk membantuku berjalan
Maaf bibi min aku harus berbuat kasar padamu
"Jangan berlebihan, ini hanya terkilir, aku haus, bisakah kau membuat minuman segar untukku?"
"Dengan senang hati nyonya, saya akan membuat minuman untuk anda" ucap bibi min dengan senyumnya yang ramah
Aku segera menuju ke ruang keluarga dan menyalakan televisi
Setelah beberapa menit, bibi min datang dengan membawa segelas jus jeruk yang menyegarkan
Seketika aku teringat perkataan seo jin tentang deok mi yang menyiram jus jeruk ke bibi min karena terlalu masam
Aku meminum jus jeruk buatan bibi min, ini sangat menyegarkan
Aku menatap bibi min beberapa saat, wanita paruh baya itu menggenggam kedua tangannya dan menyandarkannya diperutnya
Terlihat sekali ia tampak khawatir dengan jus jeruk buatannya, takut tidak cocok dengan seleraku, setelah meminum jus jeruk buatannya ia mengajukan pertanyaan padaku dengan ragu
"Maaf nyonya, apakah jus jeruk ini sesuai dengan selera anda?" Tanya bibi min
Dengan perlahan aku meneguk jus jeruk itu sampai habis dan meletakkam gelasnya dengan pelan-pelan dimeja depanku
Aku menatap bibi min dengan tajam
"Kau merusak suasanaku saat minum dengan melontarkan pertanyaan itu padaku"
Bibi min terkejut dan menundukkan kepalanya, wanita itu terlihat menyesal telah membuat pertanyaan seperti itu
"Tenang saja bibi min, jika tidak cocok dengan seleraku, saat itu juga aku akan melakukan hal biasa yang pernah aku lakukan padamu" ucapku sambil mendongakkan daguku
"Pergilah...kau mengganggu penglihatanku untuk menonton televisi" ucapku dengan ketus
"Ma..maaf nyonya telah membuatmu tidak nyaman" ucap bibi min dan melangkah mundur saat pergi dari hadapanku
Bibi min segera bergegas melanjutkan pekerjaannya, beberapa maid menatap bibi min dari kejauhan dan samar-samar aku mendengar seorang maid mengatakan bahwa moodku sedang tidak baik
Para maid itu kenapa membicarakan majikannya dan berbisik dengan jelas sih, jika aku deok mi asli apakah akan memarahi mereka dan mencaci makinya karena bergosip tentang majikannya sendiri?
Ahh...mmola* (tidak tahu) yang penting aku harus bersikap benar-benar dingin seperti deok mi dan bisa menjadi kim hye jin lagi ketika seo jin datang
Cepatlah datang raja kukang, aku sangat lelah menjadi deok mi dan selalu mencaci maki orang-orang disekitarku
Tak berapa lama suara notif pesan masuk dari handphoneku berbunyi
Aku berharap itu dari seo jin untuk mengabariku kapan ia pulang kerumah
Namun
Bukan seo jin yang mengirim pesan padaku, melainkan richard
Bukannya aku tidak senang saat richard mengirim pesan padaku, hanya saja saat ini aku menantikan pesan dari seo jin dan merasa sangat aman jika seo jin berada disampingku
Aku sudah gila, Batinku
Aku segera membaca pesan dari richard
'Hai..gadis korea, apa kau punya waktu minggu ini?'
Mm...ikeu beoya* (apa ini)
Apakah ini kode untuk mengajakku kencan? Pikirku yang cepat mengambil kesimpulan
Harus kah aku mengatakan 'ya' atau 'tidak' untuk menarik ulur?
Emma pernah bilang padaku untuk tidak terlalu mencolok saat kau menyukai seseorang atau kau akan terlihat murahan dihadapannya, kau harus jual mahal
Hhmm...baik lah
Akan aku praktekan ilmu yang telah diberikan emma padaku
'Hmm...sepertinya aku ada urusan sedikit, tapi aku akan usahakan untuk meluangkan waktu untukmu'
'Benarkah!...wah aku berharap kau memiliki waktu untukku hye jin'
Waa....omo omo* (ya tuhan)
Aku tidak tahu jika richard sangat menginginkanku hahahaha....
Tanpa sadar aku tersenyum sendiri sambil mengepalkan tanganku dan mendekatkannya kebibirku
Namun, aku tersadar beberapa saat untuk menjaga image ku dan melihat sekelilingku memastikan apakah ada seseorang yang melihatku atau tidak
'Apakah kau ingin mengajakku kesuatu tempat?' Tanyaku pada richard
'Hhmm..tentu saja, minggu ini aku ada kegiatan komunitasku, dan aku teringat dirimu karena aku pernah berjanji akan mengajakmu'
Ahh...ternyata kegiatan komunitas, ku pikir, richard akan mengajakku ke cafe
Aku cepat mengambil kesimpulan
Dasar hye jin bodoh, kau terlalu percaya diri jika richard memiliki perasaan kepadaku
'Jika kau setuju, temui aku dilake street pukul 10 pagi, aku harap kali ini kau sungguh bertemu denganku, jika kali ini kau menghilang tanpa kabar lagi, aku tidak akan ragu-ragu untuk memintamu mentraktir makan siangku dikantin :D'
Ahh...ini seperti dejavu, sepertinya aku pernah membuat janji pada richard namun tidak ku tepati
'Hahaha...baiklah, aku akan mengabarimu, richard, sampai nanti'
'Dah...hye jin semoga aktivitasmu menyenangkan :D'
'Bye'
Aku membanting handphoneku keatas sofa dan mencari saluran televisi yang menarik
Haah...
Ini terasa sangat bosan
Apakah aku akan seperti ini terus selama seminggu?
Aku memutar bola mataku untuk berpikir mencari kegiatan agar aku tidak bosan dirumah sebesar ini
Ini terlihat seperti penjara, tidak bisa menjadi diri sendiri dan harus menjaga image didepan para maid
Sampai akhirnya aku teringat untuk membuat perjanjian hubungan antara aku dan seo jin
Aku bergegas menuju kedalam kamar dan menyalakan laptop untuk berpikir poin-poin apa yang harus aku buat untuk memberi batasan agar tidak terlarut mendalami peran sebagai sepasang suami-istri
Dimulai dari kontak fisik, waktu bebas untuk diri sendiri dan tidak saling mengurus urusan masing-masing
Aku berpikir dengan sangat matang, setidaknya aku harus mengejar pangeran kuda putihku yang sesungguhnya tidak lain dan tidak bukan adalah richard
Aku akui sejak aku menyamar menjadi deok mi waktu luang ku untuk mengejar cinta pertamaku yang kupendam selama 2 tahun terhalang
Setidaknya aku yakin bahwa richard memiliki perasaan yang sama kepadaku, dibuktikan dengan ia memintaku untuk bertemu ditaman hotel parkhyat
jika bukan karena nenek sihir dan raja kukang penghuni rumah ini, aku pikir aku sudah resmi menjadi pacar richard
Entah mengapa tuhan melibatkanku dalam masalah epik urusan pasangan rumah tangga yang tidak harmonis ini
Aku memukul meja menggunakan kepalan tanganku karena kesal semua hal sial ini terjadi dan mulai menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya
Aku memulai mengetik satu-persatu peraturan yang aku buat antara aku dan seo jin, hingga tidak terasa waktu pun berjalan dengan cepat dan bibi min mengetuk pintu kamarku untuk memberitahu bahwa makan malam sudah siap
Aku melihat jam yang berada didinding, waktu menunjukkan pukul 8 malam dan seo jin pun belum memberitahuku untuk pulang kerumah
Seketika aku tersadar, kenapa aku menantikan kehadiran seo jin seperti layaknya istri sungguhan yang cemas karena suaminya belum mengabarkan kabar apapun dan pulang telat dari kantor
Aku menggelengkan kepalaku agar segera tersadar dari apa yang kupikirkan dan kucemaskan
Itu hidup seo jin, aku tidak peduli sedang apa dan dengan siapa ia berada dikantor hingga malam seperti ini
Aku pun berusaha mengacuhkan rasa khawatirku kepada seo jin yang sudah makan malam atau belum, mengingat seo jin adalah seseorang yang memiliki hobi bekerja keras
Aku segera pergi keluar dari kamar dan berencana menikmati makan malam yang sudah dibuat oleh koki profesional
Hhmmm...kali ini apa ya menu yang dibuat oleh chef pribadi seo jin
Aku melihat beberapa sajian mewah yang berada dimeja makan, mulai dari sup kepiting, steak wagyu dengan nilai 11 berdasarkan beef marbling system, setidaknya itu yang dijelaskan oleh chef dan gelas cantik beserta botol champagne yang siap dituang
Aku menelan ludahku yang sudah tidak sabar untuk mencicipi semua hidangan yang ada didepan mataku
Salah satu maid maju dan hendak menuangkan botol champagne ke gelasku, namun tiba-tiba bibi min datang dan menyenggol maid itu menggunakan sikunya
Aku menatap tingkah bibi min dengan penuh tanya, kenapa dihentikan?
Aku tahu toleransiku terhadap alkohol sedikit tetapi setidaknya aku ingin mencicipi hidangan orang kaya dengan steak dan segelas anggur atau champagne
Seolah tatapanku memberikan arti untuk menjelaskan apa yang terjadi
"Maaf nyonya, maid ini belum tau jika nyonya saat ini sedang mengandung"
"Maafkan atas kelancangan maid ini...cepat minta maaf pada nyonya" ucap bibi min
"Ma..maaf nyonya saya tidak tahu jika nyonya sedang hamil, dan alkohol tidak baik untuk kesehatan janin nyonya" ucap maid itu dan entah kenapa aku sedikit kesal karena berita palsu yang diucapkan seo jin mulai tersebar dan terlebih orang yang menyebar berita palsu itu sedang tidak ada ditempat
'Brak'
Aku memukul meja makan dengan telapak tanganku dan seketika semua maid hening termasuk chef yang berdiri disampingku
"Pergi semuanya dari sini, kalian merusak mood ku untuk makan" ucapku sinis
"Mulai sekarang, tidak perlu kalian berada disini ketika aku sedang makan, aku muak melihat tingkah kalian yang tidak sopan dimeja makan" ucapku sinis
"Ma..maaf nyonya, saya akan menghukum maid baru ini" ucap bibi min
"Pergi!" Ucapku ketus
Semua hening dan tanpa suara mereka pergi meninggalkanku sendiri diruang makan yang luas itu
__ADS_1
Yah..setidaknya aku memiliki waktu untuk diriku sendiri tanpa harus berakting seperti deok mi
Aku harus hati-hati jika tidak ada seo jin didekatku, selama makan ditemani para maid aku harus menata manner ku dimeja makan, duduk dengan posisi tegak, alat makan yang mendekat kemulut bukan mulut yang harus mendekat ke alat makan, yahh...pokoknya membuat diriku tidak bisa menikmati makanan lezat ini
Sekarang tidak ada lagi mata yang mengarah kepadaku, setidaknya aku bisa bebas menikmati makanan ini
***
Setelah aku selesai makan, aku menuju ketaman untuk menghirup udara segar dan disamping kebun bunga mawar, aku melihat bibi min sedang memaki seorang gadis muda dan aku sedikit terkejut ketika ia menampar pipi gadis itu dengan keras
Aku baru tahu bibi min bisa melakukan hal seperti itu pada gadis muda yang belum tau apa-apa
Seketika aku mendekati bibi min untuk menolong gadis yang malang ini
"Ada apa ini bibi min?"
"Ah...nyo..nyonya, apa yang sedang anda lakukan disini?" Tanya bibi min
Dan gadis itu terlihat sedang menunduk dan menahan tangis karena perlakuan bibi min
"Ini rumahku, tidak harusnya aku melapor padamu apa yang sedang aku lakukan disini" ucapku dengan sinis
"Maafkan atas kelancangan saya nyonya" ucap bibi min
"Saya sedang memberi pelajaran atas ketidak sopanan gadis ini terhadap nyonya sewaktu dimeja makan"
"Ahh...jadi seperti itu, kau tidak berhak untuk memberinya pelajaran, biar aku saja yang memberikan pelajaran padanya" ucapku
Gadis itu terlihat panik dan menatap bibi min seolah aku lebih buas dari pada bibi min yang telah menampar pipinya hingga keras
"Ikut aku" ucapku dengan santai dan menyuruhnya menggunakan lirikkan mataku
"Maaf nyonya, biar saya saja yang memberi pelajaran pada gadis..."
"Ssst....diam dan lanjutkan pekerjaanmu, setelah itu segera kembali kerumahmu" ucapku
Aku kembali kedalam rumah dengan bantuan tongkat dan aku merasa sedikit lelah karena jarak antara halaman rumah itu kedalam kamarku sedikit jauh hingga membuatku sedikit lelah
Sesampainya dikamar, aku menyuruh gadis maid itu mengambil air dingin dan handuk lalu menyuruhnya untuk meletakkannya dimeja dekat sofa
Betapa terlihat kikuknya gadis itu ketika aku menyuruhnya untuk mengambil air
Bahkan ia pun tidak berani untuk menatap wajahku, apakah deok mi sangat mengerikan?
Aku menghembuskan nafasku melihat gadis maid itu ketakutan dan terus menunduk
"Kenapa kau tidak ingin melihat wajahku? Apa aku sangat jelek sampai-sampai kau tidak sudi melihat wajahku?" Ucapku
"Ahh...ma.. maafkan saya nyonya, saya tidak bermaksud bersikap kurang ajar padamu" ucap gadis itu dan duduk bersujud didepanku
Aku semakin bingung melihat tingkah gadis ini, apakah aku singa yang akan siap menerkamnya?
"Gadis bodoh! Berdirilah dan kemari duduk disampingku" ucapku
Gadis itu akhirnya berani menatap wajahku ketika aku berkata untuk duduk disampingku
"Jangan membuatku untuk mengulangi kalimatku yang tadi"
Dengan cepat gadis itu berdiri dan mendekat kepadaku, sempat ada keraguan saat ia ingin duduk disampingku
Namun ia memberanikan diri untuk duduk diujung sofa
"Ambil handuk itu, dan peras, lalu kompres dipipimu yang memerah"ucapku
Gadis maid itu menatapku dengan tatapan tidak percaya dan dengan tangan gemetar ia mulai mengambil handuk yang telah direndam di air dingin dan mulai memerasnya lalu meletakkannya dipipi bekas tamparan dari bibi min
"Lain kali jika ada seseorang yang berusaha untuk melukai wajahmu jangan diam saja, wajahmu itu sangat berharga"
"Duduklah disini selama satu jam setelah itu kau boleh keluar" ucapku acuh dan berpura-pura membaca buku
Gadis belia itu seperti ingin mengatakan sesuatu namun sepertinya ia terlalu takut untuk mengatakannya
Hingga jam menunjukkan pukul 9 malam, gadis itu segera beranjak dari sofa dan menundukkan kepalanya hingga 90⁰
"Te..terima kasih nyonya" ucap gadis itu perlahan sedangkan aku sengaja tidak mengubrisnya dan hanya membaca buku
Gadis itu keluar dari kamarku dan terdengar beberapa orang dari luar pintu menyambut gadis itu hanya untuk menanyakan apa yang terjadi didalam dan bodohnya mereka mengatakan dengan suara yang agak keras namun beberapa dari mereka mengingatkan untuk tidak membuat kebisingan didepan kamarku dan tak lama suara mereka menghilang dan kembali sunyi
Beberapa saat setelah suara para maid itu menghilang didepan kamarku, aku kembali teringat pada seo jin
Sebenarnya aku menanti kepulangan seo jin, namun beberapa kali aku mengingatkan diriku sendiri untuk tidak peduli terhadap seo jin dan berusaha untuk tidak menanyakan kepulangannya kerumah
Hingga aku tertidur lelap diatas sofa sampai esok pagi, berharap seo jin membangunkanku atau aku terbangun diatas tempat tidur karena seo jin akan menggendongku dan memindahkanku ketempat tidur, namun aku seperti orang bodoh, aku tetap berada diposisi yang sama dengan buku yang masih tergeletak dimeja
Aku segera mengambil handphoneku untuk mengecek pesan masuk, tapi tidak ada satupun seseorang yang mengirimiku pesan termasuk seo jin
Aku putuskan untuk mengalah dan menanyakan kabar seo jin yang tidak pulang semalam
Setidaknya aku harus mendengar suaranya untuk memastikan ia baik-baik saja
"Ya hallo, ada apa?" Tanya seo jin
Hhmm...ia bertanya padaku ada apa? Ia tidak mengabarkan apapun kepadaku bahkan tidak pulang semalam
Aneh
Pikirku
"Seo jin-ssi kapan kau pulang kerumah?" Tanyaku dengan nada yang masih mengantuk
Aku menarik nafas dalam-dalam berusaha memahami apa yang dipikirkan seo jin
"Apakah ada masalah dengan pergelangan kakimu? Jika iya, aku akan meminta supir oh untuk mengirim dokter albert kerumah" ucapnya lagi
"Ani..(tidak) naega gwenchana ( aku baik-baik saja) hanya..."
Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, dari seberang telepon aku mendengar seseorang mengetuk pintu dan berbicara pada seo jin
Laki-laki itu berbicara untuk segera memulai rapatnya karena semua sudah berkumpul
Aku tebak itu suara sekertaris han
"Amm...baik lah sayang, aku akan menghubungimu lagi dah" ucap seo jin dan mematikan telponnya tanpa mendengar aku membalas ucapan seo jin
Aigoo...dasar raja kukang gila kerja
Bagaimana mungkin seluruh kehidupannya didedikasikan kepada pekerjaan dan melupakan kehidupan pribadinya?
Pantas saja istrinya selingkuh, pikirku.
Seo jin terlalu loyalitas pada pekerjaannya
Aku yakin ia pasti lupa makan, tidur, mandi atau bahkan pergi ketoilet?
Kau itu manusia seo jin bukan robot
Aisshh...dasar bodoh
Aku mencaci maki kebodohan seo jin yang diperbudak oleh pekerjaan, dan memutuskan untuk segera mandi dan pergi kedapur
Pagi itu matahari belum bersinar dengan terang, sehingga para maid termasuk bibi min belum datang kerumah
Setidaknya aku bisa leluasa memakai dapur, entah kenapa aku mengkhawatirkan seo jin dan berencana untuk membuat masakan untuknya dan memaksa memakannya apapun yang terjadi
Setelah semua siap, bibi min dan beberapa maid datang dengan sedikit terkejut karena ku bangun dan beraktifitas didapur lebih pagi dari pada mereka
Dan tidak ada satupun yang berani menanyakanku alasan aku memasak didapur, meskipun mereka memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi
Aku menelepon supir ohh untuk kerumah lebih pagi dan membawa semua makanan ini untuk diberikan ke seo jin
Dan tak lama supir ohh datang menghampiriku yang sedang duduk diruang meja makan
"Ada apa nyonya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya supir oh
"Bawa semua makanan ini ke seo jin, dan paksa dia untuk memakannya apapun yang terjadi" ucapku ketus
"Nne?!" Ucap supir oh dengan terkejut
"Kau tidak dengar?..aku bilang bawa makanan ini dan suruh seo jin untuk memakannya" ucapku sedikit membentak
Haah...bagaimanapun juga ber-akting menjadi deok mi adalah hal membuatku lelah karena aku harus berbicara ketus pada semua orang termasuk supir ohh, jika ada orang lain selain dirinya
"Ba..baik nyonya, akan saya sampaikan pada tuan" ucap supir ohh
"Ma..maaf nyonya esok hari selama 4 hari kedepan tuan seo jin akan pergi ke buffalo untuk mengurus beberapa properti real estate disana" ucap supir ohh
Kembali ke buffalo lagi?
Bahkan aku harus mendengar kabar ini dari supir ohh
Yah setidaknya hari ini seo jin masih berada dikantor
"Haha...aku tidak peduli seo jin akan pergi kemana, hanya saja pastikan ia tidak jatuh sakit saat pemilihan direktur real estate rose dimulai, aku perintahkan bahwa kau yang akan bertanggung jawab dengan kesehatan seo jin, supir oh" ucapku dengan sangat dingin
Bibi min yang mendengar kalimatku, menundukkan kepalanya dan tidak berani menatapku
"Ba..baik nyonya sung" ucap supir ohh dan melangkah mundur untuk pergi dari ruang makan
Kini hanya ada aku dan 2 orang maid berada diruang makan
"Maafkan kelancangan saya nyonya jika saya bertanya seperti ini, kenapa nyonya tidak menyuruh kami untuk memasak makanan tuan seo jin?" Ucap bibi min
"Wae?(kenapa?) Apakah aku tidak boleh melakukan sesuatu didapurku sendiri?"
"Ini rumahku, aku bisa melakukan hal apapun yang aku sukai, termasuk memecatmu yang sudah bekerja belasan tahun dirumah ini dengan mudahnya bibi min" ucapku dan membuat bibi min terkejut
"Maafkan saya nyonya, maafkan atas kelancangan saya yang telah menanyakan hal ini kepada nyonya, saya hanya khawatir dengan kesehatan janin nyonya" ucap bibi min dan menunduk
"Ck...berhentilah membuat keributan bibi min dan segera bawakan aku sarapan dari chef itu" ucapku pada bibi min
Kebohongan soal aku hamil, seo jin harus segera membereskannya
Jika tidak, aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi kedepannya
Dengan cekatan 2 maid itu segera mengambil jus apel kesukaan sung deok mi dan beberapa menit kemudian sarapan buatan chef rumah ini telah datang dan aku memakannya dengan baik
Aku memang sengaja hanya memasak makanan untuk seo jin, karena apa?
Tentu saja karena setiap hari aku menginginkan makanan dari chef profesional yang bekerja dirumah ini
Mungkin bagi seo jin makanan barat dari chef profesional sudah menjadi hal biasa baginya, tapi makanan sederhana korea?
__ADS_1
Aku yakin ia jarang memakannya dan terbukti ketika ia makan begitu lahap dirumahku
Seo jin menambah nasi karena sup tahu pedas buatanku
Park seo jin pov
Setelah rapat selesai, supir oh sudah berada diruanganku dengan beberapa kotak nasi dimejaku
Aku merasa heran dengan pemandangan ini
"Ini semua apa supir oh?" Tanyaku
"Maaf tuan, nona hye jin yang membuatnya untuk tuan"
"Dan nona memintaku untuk memastikan anda memakannya apapun yang terjadi" ucap supir ohh dan membuatku tersenyum karena terharu
Aku membuka kotak bekal yang dibawa oleh supir ohh
Anehnya aku tiba-tiba merasa lapar dan tidak sabar untuk memakan semua masakan hye jin
Aku sangat menyukai masakan gadis itu, entah mengapa aku merasakan kehangatan setiap suapan yang masuk kedalam mulutku
Aku mengirim pesan pada hye jin untuk berterima kasih pada gadis itu
'Gomawo chagiya (terima kasih sayang) atas makanannya'
'Bodoh..jangan panggilku dengan sebutan itu, kau membuatku merinding, Makanlah sampai puas seo jin, ingat kau itu manusia bukan robot' balas hye jin
'Baiklah...oh iya aku tidak akan pulang kerumah hingga 4 hari kedepan, apa kau akan baik-baik saja?' Tanyaku
'Aku sudah mengetahuinya dari supir ohh, setelah kepulanganmu dari buffalo, kau harus melihat perjanjian yang sudah aku buat, jika kau setuju segera tanda tangani'
Seketika aku teringat dengan perbincanganku dan hye jin tentang batasan yang harus aku lakukan selama hye jin berpura-pura menjadi istriku
Yah...anggap saja itu adalah peringatan untukku dan tidak berhalusinasi lagi jika hye jin sekarang adalah deok mi istriku yang sudah berubah
***
Kim Hye Jin pov
Aku merasa seperti boneka hidup, segala apapun terpenuhi namun hanya satu yang tidak bisa kulakukan yaitu komunikasi
Sejujurnya aku merasa kesepian tinggal dirumah sebesar ini karena tidak ada seo jin yang aku ajak untuk bertengkar
Rutinitasku setiap hari
Bangun tidur-> mandi ->makan-> makan lagi -> kembali tidur
Keesokan harinya ketika aku sedang menikmati cemilanku dan menonton televisi diruang keluarga, bibi min menghampiriku dan mengatakan bahwa ada seorang tamu yang mengunjungiku
Aku terkejut dan bertanya pada bibi min siapa yang menjengukku, dan belum sempat bibi min memberitahuku, suara seorang laki-laki bergema diruangan itu
"Aku tetap akan masuk bibi min, jika nyonya besarmu melarangku untuk masuk" ucap suara laki-laki yang aku kenal
Sepertinya suara ini terdengar familiar ditelingaku, mungkinkah...
"Aku hanya ingin melihat kabar sepupuku yang pergelangan kakinya terluka, apakah aku tidak boleh menjengukmu, deok mi" lanjutnya
Tepat sekali seperti dugaanku, suara lelaki itu adalah hajung
Hajung mengunjungi rumahku disaat seo jin sedang berada dibuffalo dan membawa sebuah kotak yang aku tidak tahu isinya apa
Hajung menghampiriku dan langsung duduk disebelahku tanpa basa basi, ia pun dengan santainya mengambil camilan kacang mete dan ikut mengunyah bersamaku
Bibi min tidak beranjak dari ruangan ini dan berada disebelahku, sampai hajung menatap bibi min dengan sinis
"Mau sampai kapan kau akan terus berada disini bibi min? Tinggalkan kami" ucap hajung dan menyuruh bibi min pergi meninggalkan ruangan keluarga dengan kode menggelengkan kepalanya kesebelah kanan
Sial
Titisan iblis ini berada dihadapanku ketika raja kukang sedang jauh dari jangkauanku
Apa yang akan ia lakukan padaku?
Tenang hye jin, setidaknya kau sudah sekali pernah bertemu dengannya dan tahu bagaimana cara menghadapi hajung
"Ck ck...haah" ucap hajung dengan ekspresi menyebalkannya
Aku hanya diam dan menatap hajung untuk menunggu ia berbicara
"Aku tahu sebentar lagi pemilihan direktur utama akan segera dilaksanakan, dan semakin hari usahamu untuk menjatuhkan mentalku semakin giat saja"
"Woow! Aku terkesan dengan usahamu yang ingin sekali menjadi penguasa perusahaan keluarga sung" ucap hajung yang membuatku tidak mengerti apa yang diucapkannya
"Aku tidak mengerti apa maksudmu hajung, setidaknya persiapkan dirimu untuk pemilihan direkur nanti agar kau tidak kalah" ucapku
"Ahahahaha....."
Tawa hajung membuatku merinding. selain keras, suara tawa hajung bergema diruangan ini
Seperti monster yang siap untuk memakan korbannya hidup-hidup
"Baiklah...aku akan memberikan ini padamu, anggap saja ini penyemangat agar kau bersiap-siap juga dalam pemilihan direktur nanti" ucap hajung dan memberikan sebuah kotak berwarna putih yang dibalut pita merah yang cantik
Tanpa curiga aku membuka kotak itu diatas pangkuanku, dan hajung segera berdiri disampingku
Namun isi kotak itu membuatku merinding dan membelalakan kedua mataku
"Aarrghhhh!!" Aku teriak dan reflek membuang kotak itu kesamping hingga terlempar kedinding
Isi kotak itu adalah jasad burung yang sudah terkoyak tubuhnya hingga organ dalamnya keluar
Hajung sudah gila memberikan kotak itu padaku, ia benar-benar seperti anak buah iblis yang tega melakukan hal itu pada binatang yang tidak berdaya
"Apa kau terkejut?" Tanyanya santai
"Yya...neo michyeosseo?! (hei..apa kamu gila?!)" Aku berteriak pada hajung dan hajung menarik pergelangan tanganku keatas dengan keras hingga memaksa aku yang semula duduk menjadi berdiri
"Ya..aku memang sudah gila, sama hal nya denganmu deok mi, jika kau tidak bisa mengekang binatang peliharaanmu, maka aku akan terus mengusik majikannya"
Hajung semakin mendekatkan wajahnya padaku dan menatapku dengan tajam dan sinis
"Jika kau sangat menginginkan posisi direktur utama dengan cara menyerang orang kesayanganku, aku juga tidak akan segan untuk menyakitimu deok mi, apapun yang terjadi"
"Jangan membuat rencana licik mu itu dan menyuruh orang lain berbuat untuk meneror ayah dan ibuku"
"Baiklah..aku memang belum bisa untuk menangkap binatang peliharaanmu itu, tapi aku bisa menyerangmu kapan saja jika aku mau, seperti saat ini, hhh...bukankah begitu deok mi?" Ucap hajung yang membuat bulu kudukku berdiri saat menghadapinya
"Nyonya! Ada apa!" Teriak bibi min yang mendengar suara teriakanku tadi
Dengan cepat hajung menghempaskanku keatas sofa dan masih menatapku dengan tajam
Setelah itu ia membetulkan pakaian jasnya yang sedikit berantakan sambil tersenyum aneh kepadaku dan membalikkan tubuhnya lalu pergi begitu saja
Bibi min merasa bingung melihat ekspresiku yang sedang termenung
Bibi min melihat kotak yang berisi percikan darah dan melihat jasad burung itu tergeletak dilantai
"Ohh astaga!, apa yang terjadi nyonya" ucap bibi min dan menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut menggunakan kedua telapak tangannya
"Tidak perlu ribut bibi min dan segera singkirkan sampah itu" ucapku dan segera berdiri menggunakan tongkat jalanku dan pergi kekamar
Aku berusaha menenangkan perasaanku yang sempat shock dengan perlakuan hajung
Aku memegang pergelangan tanganku yang terasa nyeri saat hajung mencengkramku dengan kuat
Aku berusaha berpikir apa yang dimaksud oleh hajung
Binatang peliharaan?
Apakah yang ia maksud chul moo?
Aku tidak tahu apa yang dilakukan chul moo diluar sana dan atas perintah siapa ia melakukan semua hal itu
Bukankah majikannya si deok mi sedang terbaring koma dihawai?
Ada yang tidak beres dengan ini semua, aku harus mencari tahu sendiri meskipun seo jin mengatakan padaku untuk tidak ikut campur dalam masalah ini
***
Hingga 3 hari kemudian, akhirnya dokter albert datang kerumah seo jin dan melepas perbanku dan ia menyatakan bahwa pergelangan kakiku baik-baik saja
Ahh
Akhirnya aku bisa bebas dan dapat berjalan dengan baik
Dan kabar baiknya besok aku bisa bertemu dengan richard sebelum seo jin kembali dari buffalo
Hahaha....
Tidak lama setelah aku tertawa dalam hati, seo jin datang dan membuka pintu kamarku
Sontak aku terkejut dengan sosok laki-laki yang berdiri didepan pintu
"Haah!!....kenapa kau sudah kembali?!" Ucapku terkejut dan berdiri mengabaikan dokter albert yang duduk berada didepanku
"Kenapa kau sangat terkejut, sayang?"
"Bukannya kau akan kembali esok?" Tanyaku
"Pekerjaanku selesai lebih cepat satu hari dari yang aku kira, jadi tidak ada alasan aku harus berada lebih lama dibuffalo" ucap seo jin
"Syukurlah tuan, jika semua berjalan dengan lancar" ucap dokter albert
"Ahh...terima kasih dokter albert, bagaimana keadaan pergelangan kaki istriku?"
"Nyonya sudah jauh lebih baik, hanya saja jangan memakai sepatu ber-hak dulu untuk melenturkan sendi nya" ucap dokter albert
"Baik tuan, saya undur diri dulu" ucap dokter albert yang sedari tadi sudah melihatku sedang menatap seo jin
Setelah pintu kamar tertutup, seo jin segera meletakkan kopernya dan membuka jas abu-abu nya
"Ada hal apa saja selama aku tidak berada disini hye jin?" Tanyanya
"Mandilah dulu, setelah itu kau bisa membaca poin-poinnya" ucapku dan memalingkan wajahku dari seo jin
Sejenak ruangan kamar ini hening dan seo jin menatapku dengan penasaran
"Ada apa?" Tanyaku
"Kau tidak pergi? Apa kau ingin melihatku membuka baju dihadapanmu?" Tanya seo jin
__ADS_1
Seketika wajahku berubah memerah dan salah tingkah
"A.. apa maksudmu? Cihh...buka baju dikamar mandi sana! Ucapku dan segera pergi ke ruang baca seo jin