Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 68


__ADS_3

KIM HYE JIN POV


"Mian*(maaf) karena telah mengganggu waktu kebersamaanmu dengan seo jin, dan menyulitkanmu untuk datang ke apartementku, aku memintamu ke sini hanya untuk memastikan sesuatu" ucap hajung dan mulai menatap leherku


Hajung dengan cepat mengambil scraf yang masih melilit ke leherku.


Aku terkejut dan menutup leherku dengan kedua tanganku dan menaikkan kerah kemeja agar hajung tidak bisa melihat luka yang sengaja aku tutupi


"Minggir" ucap hajung datar


"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku panik


"Singkirkan tanganmu!" Teriak hajung


"Shireo!* (tidak mau!)" Ucapku untuk membalas teriakan hajung


Hajung menutup kedua matanya sebentar dan menghembuskan napasnya, berusaha untuk mengontrol emosinya padaku


Hajung tiba-tiba menarik kedua tanganku yang sedang menutupi leherku sendiri dengan kedua tangannya


"Issh...hentikan hajung!" Perintahku pada hajung namun ia tidak peduli dengan ucapanku


Hajung berusaha menarik tanganku dengan kuat agar kedua tanganku bisa menyingkir dari leherku sendiri


Aku tidak bisa menahannya lagi, hajung berhasil menarik kedua tanganku agar menyingkir dari leherku lalu menumpuk kedua tanganku ke atas kepalaku menggunakan tangan kiri hajung untuk menahannya


Hajung dengan leluasa membuka kancing kemejaku sebanyak 3 buah agar ia bisa melihat dengan jelas hasil dari perbuatan yang ia lakukan semalam


Aku tidak melihat ekspresi hajung saat ini, hanya suara napasnya yang berat terdengar jelas di samping telinga kananku


Hajung perlahan menyentuh leherku dengan lembut seolah ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat


Warna memar biru pucat terlihat jelas pada leherku, setah puas melihat luka di leherku, hajung melepas tangan kirinya yang telah menahan pergelangan tanganku di atas kepalaku


Ia mundur perlahan menjauhiku.


Kini aku bisa melihat jelas ekspresi hajung saat ini


Perasaan menyesal dan bersalah terlukis di wajah hajung


Hajung terlihat shock dengan perbuatan yang telah ia lakukan di luar kesadarannya


Hajung seolah ingin menangis dan merasakan frustasi dengan kekurangan yang ada di dirinya


Hajung duduk di sofa sambil menghembuskan napasnya berharap beban pikirannya ikut keluar dan sedikit meringankan rasa frustasinya


Hajung mengepalkan tangan kanannya  dan menahan kepalan tangan itu dengan tangan kirinya untuk menopang dahi hajung yang ingin bersandar


Sedangkan kedua kakinya di buka lebar dan meletakkan kedua siku tangannya tepat di atas paha hajung


Hajung menyembunyikan ekspresi wajahnya dari hadapanku dengan kedua lengannya


"Kenapa kau tidak lari dariku saat malam itu hye jin?" Tanya hajung


"Aku pikir apa yang diucapkan oleh sekertarisku padamu sudah sangat jelas melalui telepon" ucapnya lagi


"Jika saat itu kau menuruti apa yang dikatakan sekertarisku, kau tidak akan mengalami hal seperti ini" ucap hajung padaku sambil menunduk tanpa melihat wajahku


"Mianhae hajung-ssi* (maafkan aku hajung), aku hanya merasa bersalah jika aku harus meninggalkanmu pada malam itu" ucapku pelan


"Neo paboya?!*(apa kau bodoh?)" Teriak hajung yang membuatku terkejut


"Bahkan seekor rusapun tahu jika dirinya sedang dalam bahaya!" Teriak hajung lagi sambil menatapku tajam


"Lalu aku harus bagaimana? Kau terlihat sedang membutuhkan pertolongan, jika aku meninggalkanmu saat itu, kau akan terluka karena menginjak pecahan piring" ucapku


"Kenapa kau masih memikirkan keselamatanku yang bahkan tidak mengancam jiwaku sama sekali? Aku bisa saja membunuhmu tanpa aku sadari kim hye jin!!" Teriak hajung lagi yang kini sudah beranjak dari tempat duduknya


"Anio*(tidak) aku tidak akan semudah itu terbunuh olehmu sung hajung, kau bisa melihat buktinya sekarang dengan diriku yang berdiri tepat di hadapanmu, lagi pula tidak ada yang bisa menjamin keselamatanmu jika kau hanya sendirian dalam keadaan seperti itu tadi malam" ucapku bermaksud untuk tidak mempermasalahkan hal ini lagi


"Haah...apa kau saat ini sedang menyombongkan diri nona kim?" Tanya hajung


"Anggap saja malam itu kau sedang beruntung dan malaikat maut terlalu sibuk hingga lupa untuk menjemputmu nona kim, tapi kau harus tahu, keberuntungan tidak akan datang 2 kali" ucap hajung padaku


"Oleh karena itu sebaiknya kau pergi ke psikia...."


"Tutup mulutmu kim hye jin!!" Teriak hajung yang memotong ucapanku


Aku terdiam ketika hajung berteriak keras padaku


"Kau tidak berhak memberikan saran padaku, kau bukan siapa-siapa di sini, kau hanya orang asing yang rela berpura-pura menjadi sepupuku hanya demi mengambil keuntungan untuk dirimu sendiri, nona kim" ucap hajung dan membuat dadaku sedikit sesak ketika mendengarnya


Ya...apa yang dikatakan hajung memang benar, aku hanya orang asing di keluarga ini


Dan niatku melakukan hal seperti ini hanya untuk kepentingan diriku sendiri, demi mendapatkan kehidupanku yang tenteram


Haruskah aku tidak terlalu ikut campur dalam urusan hajung?


Lagi pula dia memang laki-laki yang memiliki tempramen yang buruk


"Pergilah" ucap hajung memecah keheningan


"Dan jangan pernah ke sini lagi untuk menemuiku" ucap hajung yang mengusirku


WHAT?!


barusan ia mengusirku?


Sudah seenaknya memanggilku ke sini,  lalu dengan mudahnya ia mengusirku dari sini


Kau pikir aku serangga yang bisa kau panggil dan kau usir seenaknya?


Lagi pula apa maksudnya dengan jangan datang ke sini lagi?


Jelas-jelas kita sudah sepakat bekerja sama untuk mencari bukti kejahatan sung dong il


Dan terlebih lagi...


Bagaimana bisa aku meninggalkanmu dalam keadaan kacau seperti ini?


"Apa maksud dengan ucapanmu?" Tanyaku pada hajung


"Apa kau tuli nona kim? Aku menyuruhmu untuk tidak bertemu denganku lagi" ucap hajung kasar


"Bukankah kita sepakat untuk mencari bukti kejahatan sung do..."


"Lupakan!" Ucap hajung memotong ucapanku lagi


"Kesepakatan itu tidak  ada lagi di antara kita, nona kim"


"Mwo?!* (apa?!)"


"Jika kau enggan pergi dari sini karena takut khawatir identitasmu ketahuan karena diriku, kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membocorkannya"


"Anggap saja sebagai balas budi karena kau sudah menyelamatkanku di gudang pada hari itu"


"Kau bisa kembali ke seo jin dan hidup sesuai apa yang direncanakan seo jin untuk mengembalikkan kehidupanmu semula" ucap hajung lagi


Seharusnya aku senang dan tertawa bahagia ketika hajung akan menutup mulutnya tentang identitasku sebagai hye jin sampai pemilihan direktur real estate rose tiba


Tapi...


Kenapa aku merasa hajung sedang mencampakanku dan seperti pasangan kekasih yang meminta putus hubungan karena tidak bisa lagi dipertahankan?


Atau jangan-jangan hajung merasa bersalah padaku? Dan memiliki kekhawatiran yang tinggi hal ini bisa terjadi lagi jika aku tetap berada di sampingnya saat mengumpulkan bukti kejahatan dong il?


"Hajung-ssi, apakah kau mengusirku karena takut kejadian ini akan terulang lagi?" Tanyaku


"Apa kau takut jika kita tetap melanjutkan rencana kita untuk mengumpulkan bukti dong il, kau akan menyakitiku lagi tanpa sadar seperti kemarin malam?" Tanyaku pada hajung


Hajung terdiam ketika aku menanyakan hal itu padanya dan tiba-tiba ia mengambil gelas yang berada di atas meja dan melemparkan ke dinding tepat berada di belakangku


"Aarghhh..." teriakku sambil menutup kedua telingaku dengan kedua tanganku dan menutup kedua mataku karena terkejut dan sedikit takut


Perlahan aku membuka mataku dan melihat ke hajung yang kini berwajah dingin


"Aku bahkan tidak tahu lagi apa yang akan ku lakukan padamu jika kau tetap berada di sampingku"


"Sebelum semuanya terlambat dan kau menyesal setelahnya lalu berubah menjadi mimpi buruk untukmu, pergilah dari sini" ucap hajung


"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan nona kim, kau bisa pergi dari sini sebelum ku seret keluar" ucap hajung mengusirku


Aku menurunkan kedua tanganku dengan mata berkaca-kaca menahan air mataku untuk keluar


Aku membalikkan tubuhku dan bermaksud ke pintu untuk keluar dari apartement hajung


"Hye jin-ssi" panggil hajung tiba-tiba dan membuat langkah kakiku berhenti


Aku membalikkan tubuhku dan menatap hajung


"Kancingkan kemejamu terlebih dahulu dan ambil scraftmu sebelum kau keluar dari sini" ucap hajung sambil menunjuk ke arahku dengan jari telunjuknya lalu membuang muka ke arah lain


Aku yang mendengar hal itu dari hajung, langsung tersadar dan cepat-cepat membelakangi hajung untuk mengancingkan kemejaku


Aisshhh....


Kenapa ia baru mengatakannya setelah selesai berbicara padaku?


Seharusnya ia memperingatkanku setelah selesai melihat lukaku


Setelah mengancingkan kemejaku, aku mencari scraftku di lantai dan setelah menemukannya, aku segera mengambilnya lalu pergi dari apartementnya

__ADS_1


Sebelum pergi, aku menengok ke hajung dan ia masih menatapku untuk memastikan aku pergi dari hadapannya


Dengan setengah hati aku pergi keluar dari ruangan apartement hajung


Aku menutup pintu apartement hajung dan masih berdiri di depan pintu


Aku menghembuskan napasku sambil memegang leherku yang sedikit nyeri ketika ditekan dengan jari telunjukku


Aku berjalan dengan sangat perlahan sambil memikirkan kemungkinan yang terjadi pada hajung


Mungkinkah ia menyerah?


Dan membiarkan martabat dirinya dan keluarganya diinjak-injak oleh dong il


Hajung hanya terlihat kasar dan menyebalkan, tapi aku tahu sebenarnya ia adalah orang yang baik


Ia memperlakukanku seperti itu untuk kebaikanku sendiri dan tidak ingin ada maksud lain


Kemungkinan hajung mengancamku untuk membocorkan identitasku hanyalah gertakan semata


Maksud yang sebenarnya adalah, ia meminta bantuanku untuk mencari bukti bahwa tindakan dong il adalah kejahatan


Karena selama ini ia sudah lelah bekerja sendiri untuk mencari bukti itu


Namun setelah mendapatkan teman untuk membantunya mencari bukti


Ia justru menyakitinya tanpa sadar karena penyakit mental yang ia derita saat ini


Apakah pilihan yang tepat jika aku pergi meninggalkan hajung disaat seperti ini?


Ia terlihat sempurna karena memiliki harta kekayaan yang ia punya, tapi aku melihat hajung justru kebalikannya.


Ia terlihat menyedihkan


Ahh...tidak-tidak


Itu bukan urusanku!


Berhentilah mengurus urusan orang lain hye jin, urusanmu saja belum selesai sudah sok-sok an menjadi pahlawan dan membantu orang lain


Ia masih memiliki sekertaris yang akan mengingatkannya


Tapi...hajung memiliki sekertaris yang acuh karena sikap hajung sendiri


Tapi..


Itu bukan kemauan hajung, biar bagaimanapun juga hajung membutuhkan seorang ahli untuk menyelesaikan penyakit mentalnya


Aku menghentikan langkah kakiku dan menghentakkan kaki kananku ke lantai ketika ingat aku belum mengembalikkan lembaran uang dollar yang aku ambil dari dompet hajung semalam


Aku berbalik arah ke tempat hajung dan berdiri di depan pintunya


Dengan yakin aku mengetuk pintu hajung dan memencet bel apartmentnya beberapa kali


'Tok tok tok'


'Ting nung ting nung ting nung'


Tidak ada sahutan dari hajung


Ataupun tanda-tanda ia membuka pintu


Tapi aku tidak menyerah, aku terus menekan bel dan mengetuk pintunya beberapa kali


Hingga beberapa tetangga samping kamar apartment hajung membuka pintunya dan melihat diriku yang sedang membuat gaduh lorong lantai ini


"Ohh.. berisik sekali" ucap salah satu tetangga hajung yang mulai menggunjingkan diriku


"Apa yang ia lakukan? Apakah mereka pasangan kekasih yang sedang bertengkar?"


Aku menghiraukan omongan para penghuni samping kamar apartement hajung


"Hajung-ssi buka pintunya aku ingin bicara!" Teriakku


"Bukankah penghuni kamar nomor 1550 sering membawa pulang wanita yang berbeda-beda?" Ucap salah seorang wanita paruh baya kepada suaminya


"Haah...dasar anak muda, pergaulan mereka terlalu bebas" ucap suami dari wanita paruh baya itu


"Ohh...atau mungkin ia sedang menagih bayaran atas jasanya semalam di tempat tidur pada penghuni kamar nomor 1550?" Ucap wanita paruh baya itu yang sangat jelas terdengar di telingaku


"Ee...apakah ia seorang pel**ur?!" Seru pria paruh baya itu


"Hajung-ssi!!!" Teriakku keras dengan sengaja agar menutupi suara mereka yang senang membicarakanku


"Ohh...perlukah kita memanggil keamanan? Jika seperti ini terus, ia bisa merusak waktu liburku" ucap seorang laki-laki yang baru keluar dari pintu kamarnya


"Haah...sial! Aku sudah membayar mahal untuk menyewa kamar apartement ini! Tapi lihat! Untuk beristirahat saja tidak bisa karena berisik" ucap pria berkumis tebal


"Sung ha...."


Akhirnya hajung membuka pintu kamarnya dan menarik tanganku untuk masuk ke dalam


"Yya!* (hei!) Apa kau wanita gila?!" Ucap hajung


"Apa kau akan membakar gedung apartement ini jika aku tidak keluar dari kamarku?" Tanya hajung


"Mmm....bisa saja itu mungkin terjadi" ucapku santai dan mengganti sepatuku dengan sandal dalam rumah


Aku mengeluarkan dompetku dan mengambil beberapa lembar uang dollar lalu meletakkannya di atas meja


"Ige mwoya?* (ini apa?)" Tanya hajung


"Itu uangmu. Aku mengambil uangmu kemarin malam dari dompetmu karena aku tidak memiliki uang sama sekali" ucapku jujur pada hajung


"Sejenak aku memiliki niat untuk pergi meninggalkanmu jika kau masih saja menggila" ucapku


"Aku tidak membawa uang saat pergi ke buffalo dan sesuai dengan ucapanmu, aku adalah gadis miskin yang tidak memiliki apapun"


"Tapi...aku berpikir jika tidak mengembalikkan uang ini padamu, itu sama saja aku seperti seorang pencuri"  ucapku dan melihat tempat sampah dan serokan kecil untuk membersihkan serpihan kaca


Apakah hajung sedang membersihkan pecahan gelas kaca yang ia lempar tadi?


"Hitunglah...aku mengambil 500 dollar dari dalam dompetmu" ucapku pada hajung


"Apa kau sedang bergurau kim hye jin?! Kau membuat ribut satu lantai ini hanya karena 5 lembar  pecahan uang 100 dollar?" Ucap hajung dengan senyum masam


"Kau mengambil 50 lembar pecahan uang 100 dollarpun aku tidak akan meributkan hal sepele seperti ini hye jin" ucap hajung yang menganggap remeh seolah uang pecahan 100 dollar tidak ada artinya di mata hajung


"Sekarang pergilah dan jangan buat keributan lagi" ucap hajung dan ketika aku melewati dirinya, aku mendengar suara keroncongan dari perut hajung dengan sangat keras karena kelaparan


"Pppfftt....Apakah seseorang yang meremehkan uang pecahan 100 dollar harus merasakan kelaparan di depan gadis miskin sepertiku?" Ledekku pada hajung


Wajah hajung memerah dan membuang wajahnya untuk menghindariku


"Jangan bilang kau belum makan dari tadi malam hingga sekarang" ucapku dan melihat wajah hajung


"Itu bukan urusanmu hye jin" ucap hajung masih dengan nada ketus


Aku dengan cueknya pergi ke dapur dan membuka kulkas untuk melihat bahan makanan yang bisa aku masak


Aku tersenyum senang ketika melihat banyak bahan makanan di dalam kulkas hajung. berbeda dengan kulkas saat aku menginap di hotel kota buffalo yang isinya hanya beberapa botol wine dan buah saja


Aku mulai mengeluarkan bahan makanan ke meja dapur


"Yya*(hei) apa yang sedang kau lakukan?" Tanya hajung


"Mianhae hajung-ssi *(maafkan aku hajung) aku kelaparan, kau memanggilku ke sini saat aku sedang makan siang bersama seo jin dan juga orang tua deok mi"


"Seonggok daging barbeque yang besar berada di depanku. baru saja aku mengangkat alat makanku dan ingin mencicipi daging yang sangat menggiurkan itu, tapi kau justru mengganggu dengan meneleponku dan menyuruhku untuk datang ke apartementmu" ucapku


"Setidaknya kau bertanggung jawab karena telah memanggilku hajung, aku bukan serangga yang bisa kau panggil dan kau usir seenaknya" ucapku


"Lagi pula aku tidak memintamu untuk mentraktirku di sebuah restoran yang mahal, aku hanya meminta bahan makanan dari dapurmu dan mengolahnya menjadi makanan"


"Lagi pula kau juga lapar kan? Jika kau tidak peduli pada orang lain, setidaknya kau peduli pada mahluk hidup yang tumbuh di dalam perutmu, mereka menagih makanan dari kemarin malam hingga sekarang" ucapku mengoceh sambil memotong tahu putih menjadi dadu kecil


Sekilas aku melihat hajung yang sedang mengacak-acak rambutnya sendiri


Setelah selesai aku mengoceh, hajung menghampiriku dan menarikku menjauhi tahu putih yang sedang aku potong-potong dengan kondisi pisau dapur yang masih aku pegang


Hajung mendaratkan tubuhku ke kulkas sambil memegang bahuku dengan kedua tangannya


Aku heran dengan hajung, kenapa ia sangat suka sekali mendaratkan tubuhku ke permukaan yang keras dan berbicara dengan jarak wajah dekat seperti ini


"Apa kau sama sekali tidak takut padaku hye jin?" Tanya hajung terdengar depresi


"Dari pada kau menanyakanku takut atau tidak pada dirimu, alangkah baiknya kau bertanya pada diriku bagaimana caraku bisa melumpuhkanmu kemarin malam" ucapku pada hajung


Hajung mengerutkan keningnya ketika aku mengucapkan kalimat itu pada dirinya


"Sudah berkali-kali aku bilang padamu, jangan menganggap aku remeh hanya karena aku seorang wanita" ucapku sombong


"Aku bisa melumpuhkanmu hanya dengan sekali pukul, apa kau mau mencoba lagi untuk membuktikannya?" ucapku menantang hajung


"Apa kau pikir ini lelucon bagimu nona kim?" Tanya hajung sambil melihat ke arah leherku yang sudah ku bungkus dengan scraft


"Ani* (tidak) sejak aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak pernah lagi menganggap ucapanmu hanya main-main sung hajung" ucapku


"Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali kim hye jin, dan sudah memberikanmu kesempatan untuk keluar dari kandang singa, tapi kau justru menyia-nyiakannya"


"Jika terjadi sesuatu padamu, ku harap kau tidak akan menyesalinya nanti" ucap hajung memperingatkanku

__ADS_1


"Araseo*(aku mengerti) kau tidak perlu mencemaskan keselamatanku sung hajung, ketika kau berubah menjadi hajung yang lain seperti kemarin malam, aku tidak akan ragu untuk menghajarmu habis-habisan"


"Jika kau terbangun dan melihat wajah tampanmu berubah menjadi babak belur, jangan salahkan diriku atau menuntut diriku, karena aku melakukannya untuk membela diriku dari ancaman hajung yang lain" ucapku tersenyum pada hajung


Hajung melepaskan bahuku dan terkejut melihat tangan kananku yang masih memegang pisau dapur


"A-apa kau memegang itu untuk berjaga-jaga melindungi dirimu?" Tanya hajung


"Anio*(tidak) kau sedang dalam keadaan normal saat ini, salahmu sendiri yang menarikku tanpa memberiku kesempatam untuk meletakkan pisau dapur ini" ucapku santai pada hajung


Aku tersenyum pada hajung yang ketakutan padaku hanya karena diriku memegang pisau dapur


hajung meninggalkanku tanpa sepatah kata apapun dengan kata lain ia mengizinkanku untuk memakai dapurnya


Aku melihat hajung yang sedang membersihkan serpihan gelas yang ia lempar tadi ke arahku


Haah...


Laki-laki itu benar-benar aneh


Kenapa ia harus bersikap kasar dan bicara ketus seperti itu


Apakah ia benar-benar ingin mengusir semua orang yang ada di dekatnya agar tidak ada orang lain yang terluka karena kelainan mental pada dirinya?


Apakah hajung benar-benar menderita kepribadian ganda?


Jika benar...


Wahh...daebak* (luar biasa) ini pengalaman pertamaku bertemu seseorang dengan penderita gangguan D.I.D (Dissociative identity disorder)


Tapi...


Aku tidak tahu pasti apakah hajung benar-benar menderita penyakit itu atau tidak. Untuk lebih jelasnya aku harus membawanya ke psikiater


Mungkin aku bisa membujuknya pelan-pelan


Setelah selesai merapikan pecahan gelas, aku sengaja meminta hajung untuk mengambil alat makan dan meletakkannya di atas meja makan


"Hajung-ssi, tolong letakkan alat makan ke atas meja makan, sup tahu pedasnya hampir jadi" ucapku sambil tersenyum pada hajung


Tanpa protes, hajung menuruti permintaanku dan meletakkan peralatan makan di atas meja makan


Apakah karena ia sedang lapar makanya ia menuruti permintaanku?


Hajung seperti manusia jika ia bersikap seperti ini


****


Semua hidangan makanan telah selesai aku masak, ada telur dadar, sup tahu pedas dan kimbap sederhana yang aku campur dengan bahan sayuran yang ada


Terlihat jakun hajung yang sedang bergerak seperti seorang yang sedang menelan air salivanya karena tergiur melihat makanan berada di hadapannya


"Hajung-ssi cobalah kau makan dan katakan padaku bagaimana rasanya" ucapku pada hajung


"Kau yakin tidak keliru kan dengan bumbu masakan ini?" Tanya hajung


"Kau akan tahu jika kau mencicipinya" ucapku


Hajung mencoba sup tahu pedas dan mencoba merasakannya dengan indera pengecap yang ia punya


'Slruppp....'


"Ottokeh* (gimana?)" Tanyaku


"Kau berungtung karena aku sangat lapar, jadi aku tidak peduli dengan rasa makanan ini, alasanku makan agar perutku tidak mempermalukanku lagi di hadapan gadis sepertimu nona kim" ucap hajung yang bertele-tele


"Eisshhh....kau ingin mengatakan kata 'enak' saja harus berputar-putar untuk mengutarakannya" ucapku dan langsung mengambil sup tahu pedas dan memasukkannya ke mangkokku


"Wah...sejak kapan aku mengatakan bahwa masakan ini enak? Kau terlalu percaya diri kim hye jin-ssi" ucap hajung mengelak


"Araseo araseo* (aku ngerti..ngerti) sekarang makanlah dan isi penuh perutmu agar emosimu stabil" ucapku pada hajung yang sengaja menyindir


Hajung berdehem dan mulai mengambil nasi dan makan dengan lahap


Aku memerhatikan hajung yang sedang makan dengan baik


Haah...syukurlah ia cocok dengan masakanku


Bisakah aku memulai untuk membujuk hajung untuk pergi ke psikiater di saat seperti ini?


Aku tebak ia menjadi sangat emosional karena perutnya yang kosong.


Jangankan hajung, aku saja yang tidak memiliki masalah kelainan pada jiwa akan menjadi sensitif jika perutku terasa lapar


"Hajung-ssi...." panggilku


"Neo...*(kamu...) sejak kapan menyadari ada hal yang tidak beres pada dirimu?" Tanyaku sambil menatap hajung dan melihat ekspresinya


Hajung berhenti makan dan mulai menatapku


Aku merasa tidak nyaman ketika hajung menatapku seperti itu


"Baiklah aku mengerti, lanjutkan makanmu, aku tidak akan bertanya lagi jika kau tidak ingin menceritakannya padaku" ucapku


Hajung berhenti menatapku dan melanjutkan makannya lagi


Fuuhhh....


Sulit untuk bertanya pada hajung jika bukan dari dirinya sendiri yang ingin cerita


"Kau tahu, terkadang jika kau tidak bisa menceritakan masalahmu pada keluargamu sendiri, orang asing bisa menjadi pilihan yang tepat jika kau ingin mengutarakan perasaan unek-unekmu agar sedikit lega"


"Kecuali jika kau memiliki seorang sahabat atau seorang kekasih untuk berbagi cerita" ucapku pada hajung untuk memancing


Hajung menatapku lagi sambil mengunyah makanannya


"A-anio*(tidak) aku tidak bicara padamu, aku..."


"Aku hanya bicara sendiri..."


"Jika kau tidak berkenan, abaikan saja ucapanku" ucapku sambil tersenyum pada hajung


Ouhh...


Tatapan hajung memang menyeramkan


Padahal aku sudah sering menghabiskan waktu bersamanya akhir-akhir ini, tapi aku masih saja belum terbiasa dengan tatapan matanya yang tajam itu


Sepertinya saat ini bukan hal yang tepat untuk memancing dirinya bicara padaku mengenai penyakit mentalnya


Haah...


Apakah aku bisa membujuknya untuk berobat ke psikiater?


"Ehem...uhuk-uhuk" aku terbatuk ketika memikirkan cara agar hajung ingin bicara padaku sambil makan


Tanpa ku duga, hajung berdiri dan mengambilkan ku segelas air putih dan memberikannya padaku


Aku menatap hajung dengan heran


Dengan santainya, hajung melanjutkan makannya lagi tanpa berkomentar apapun


Ia menghabiskan semangkok penuh nasi dan meminum segelas penuh berisi air putih lalu mengusap kedua bibirnya dengan tisu, pertanda ia selesai makan


"Makanlah yang benar, jangan sambil bicara..." ucap hajung sambil menatapku dengan wajah datar


Hajung mengambil peralatan makannya dan meletakannya di wastafel lalu mencucinya


"Cepat habiskan makananmu, aku akan mengantarmu pulang" ucap hajung sambil mencuci piring


"Aahh...yye*( ok)" ucapku dan mulai menghabiskan makananku


___________________________________________


bersambung


💃💃🕺🕺💃💃🕺🕺


hai hai


berjumpa lagi dengan hyungjoba


maafkan hyung ya yang hampir sebulan ga update-update cerita


tapi...


minggu ini hyung udah setor 4 episode


anggap aja itu episode yang telat untuk update, hyung suka khilaf dan demen banget numpuk cerita di draft hehehe...✌


peace, love and gaul


gimana gimana...


dengan 4 episode kali ini?


ada komentar, kritik dan saran?


mangga atuh akang teteh pembaca setia novel hyung dipersilahkan


terima kasih atas dukungan pada hyung selama ini

__ADS_1


semoga kalian selalu sehat dan diberikan rezeki yang berlimpah dari tuhan yang maha esa amin...🙏🙏🙏


jangan lupa klik tanda love dan jadikan novel favorit kalian ya, terima kasih banyak 🥰🥰😘😘😘


__ADS_2