
(MASA SEKARANG)
saat ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa hye jin sedang mengalami gangguan kecemasan di malam hari
Aku menyesal karena tidak mendengarkan seo jin, jika aku tidak menarik simpati dan meminta dukungan masyarakat untuk mendesak membebaskan hye jin, mungkin hal ini tidak akan terjadi padanya
"Hajung-ssi aku harus hati-hati dan terjaga pada malam hari, jika tidak wanita itu akan datang dan membalaskan dendamnya padaku karena aku telah menghilangkan jarinya" ucap hye jin meracau
Aku menarik nafas dan mengelus rambut hye jin
"Hye jin-ssi wanita itu tidak akan datang ke sini, karena kau sudah tidak berada di dalam penjara lagi, kau sudah aman bersamaku sekarang" ucapku sambil tersenyum lirih
"Chongmal yo?!*(benarkah?!)" Seru hye jin
Aku mengangguk perlahan
Hye jin tersenyum sumringah saat aku mengangguk perlahan dan senyum itu berubah menjadi tertawa
"Hahaaha....baguslah kalau begitu aku bisa tertidur lagi dengan nyenyak"
"Tidurlah...aku akan menjagamu hye jin" ucapku sambil duduk di tepi tempat tidur dan mengelus rambutnya
Hye jin menuruti ucapanku dan kembali tertidur, beberapa menit berlalu, hye jin tertidur pulas hingga matahari terbit
Aku yang menemani hye jin tidak sadar bahwa aku ketiduran dalam posisi duduk di lantai dengan kepala yang berada di tepi tempat tidur
Tangan kananku masih berada di rambut hye jin dan sejenak melihat dirinya sedang tidur pulas meringkuk seperti udang
melihat hye jin bisa tertidur hingga pagi, aku segera beranjak dan menyiapkan sarapan
Beberapa menit berlalu dan sarapan sudah mulai siap di meja makan, aku berencana untuk membangunkan hye jin untuk sarapan, namun hye jin sudah menyapaku saat aku mencuci gelas di wastafel
"Wah...aku tidak menyangka kau sudah bisa mencuci gelas dengan kedua tanganmu sendiri hajung" ucap hye jin tiba-tiba dari belakang
Sejenak aku berhenti melakukan kegiatanku dan tersenyum pada gadis itu
"Tentu saja, aku sudah lebih lihai dalam membersihkan rumah tanpa harus meminta bantuan pada siapapun" ucapku bangga
"Wahh...benarkah?! Aku terkejut kau bisa melakukan tugas itu" ucap hye jin
"Duduklah..kau pasti lapar. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita berdua" ucapku dan langsung melepas sarung tangan karet lalu duduk di meja makan
"Apa kau memesan makanan ini untuk sarapan?" Tanya hye jin
"Menurutmu?" Tanyaku balik
"Yaa..*(Hei..) harusnya kau tunggu aku bangun atau membangunkanku jika kau merasa lapar dan ingin sarapan"
"Berhentilah menghambur-hamburkan uang. Aku bahkan bisa membuat makanan mewah dari uang yang kau beli untuk sarapan seperti ini" ucap hye jin mengoceh
Setidaknya hye jin di siang hari adalah hye jin yang ku kenal. Ekspresi wajahnya yang kesal saat menasehatiku karena menghambur-hamburkan uang terlihat cantik di mataku dan membuatku tersenyum melupakan kejadian semalam
"Pfft..." ucapku menahan tawa sambil menyembunyikan bibirku dengan punggung tanganku
"Yaa* (Hei.. ) sung hajung...kenapa kau justru menertawakanku huh?! Apakah ocehanku adalah sebuah lelucon bagimu?" Tanya hye jin kesal
"Mian- mian* (maaf-maaf) aku hanya merasa lucu saat kau mengomeliku, padahal aku merasa belum mengeluarkan uang sepeserpun pagi hari ini untuk sarapan" ucapku
"Mwo? Busunsuriya?*(apa? Apa maksudmu?)" Tanya hye jin
"Aku hanya mengambil Stock sosis dan telur di kulkasku dan memasaknya untuk sarapan kita berdua"
"Ditambah dengan roti yang ku panggang dengan mentega dan ku tambahkan beberapa helai selada sebagai sayurannya" ucapku menjelaskan ke hye jin
"Eee!!! Apa kau yang memasak ini semua?!" Seru hye jin
"Ba...bagaimana mungkin kau bis..."
"Bisa...aku bisa hye jin, aku bisa melakukan apapun yang kau pinta dariku" ucapku memotong kalimat hye jin
"Cicipilah makanannya hye jin" ucapku menawarkan hye jin
Hye jin melahap sosis dan Sandwich yang aku buat
"Ottokeh?*(bagaimana?)" Tanyaku ke hye jin
"I..impressive" ucap hye jin memujiku
"Aku tidak menyangka setelah lama tidak bertemu kau memiliki keahlian sekarang, syukurlah" ucap hye jin dengan tersenyum
Hye jin sedang menikmati sarapan yang ku buat pagi ini
Aku teringat masa lalu saat hye jin membahas penyakit mentalku dan mengajakku untuk pergi ke psikiater
Aku berencana untuk mencoba apa yang hye jin lakukan padaku hingga aku menyetujui ajakannya untuk pergi ke psikiater
Karenaku, hye jin mengalami paranoid saat malam hari dan aku tidak ingin hal itu berpengaruh padanya saat siang hari dan mengganggu aktivitasnya jika dibiarkan seperti angin lalu
"Hye jin-ssi...bagaimana tidurmu? Apa kau merasa nyenyak?" Tanyaku ke hye jin
Hye jin sejenak terdiam dan berhenti mengunyah makanannya, tak selang beberapa lama hye jin tersenyum padaku
"Tentu saja! Aku tidur dengan nyaman kemarin malam"
"Terima kasih karena kau mengizinkanku untuk meminjam kamarmu semalaman" ucap hye jin dan mencoba membohongiku mengatakan semua baik-baik saja
"Tidak perlu berterima kasih padaku hye jin, kau bisa tidur di kamarku selama yang kau inginkan, jika kau suka, kau bisa tinggal di sini"
"aku akan mencari apartement baru jika kau merasa tidak nyaman tinggal berdua denganku" ucapku pada hye jin
"Ania...*(tidak) aku tidak mengatakan akan tinggal di sini selamanya. Lagi pula aku akan kembali ke asramaku sambil menunggu semester depan tiba" ucap hye jin
"Baiklah....kau bebas melakukan apapun. Aku akan menghargainya"
"Hanya saja jangan merasa sungkan padaku jika kau membutuhkan sesuatu, hye jin" ucapku pada hye jin
"Baiklah....aku akan mengatakan padamu jika aku membutuhkan sesuatu, hajung" ucapnya
"Jadi...apa rencanamu hari ini, hye jin?" Tanyaku
"Mm...aku berencana ingin bertemu dengan Emma, aku tidak ingin membuat dia lebih khawatir lagi"
"Baiklah selesai sarapan aku akan mengantarmu bertemu dengan emma, lagi pula aku tidak memiliki kegiatan hari ini" ucapku pada hye jin
*****
Selesai sarapan, aku mengantar hye jin ke asramanya untuk bertemu dengan emma
Ia memintaku untuk menunggu di dalam mobil dan tidak perlu masuk ke dalam, karena hye jin ingin mengajak emma ke salah satu cafe terdekat di sini
Aku menunggu hye jin sambil melihat beberapa dokumen perusahaan yang disiapkan oleh sekertarisku
Semenjak dong il ditangkap oleh polisi, para pemegang saham sepakat untuk segera memutuskan penerus untuk memimpin perusahaan
Deok mi diberi kesempatan untuk melakukan presentase di depan para pemegang saham setelah semua orang tahu bahwa deok mi telah sadar dari koma
Mereka berusaha bersikap adil padaku yang telah berjuang untuk mendapatkan posisi direktur utama perusahaan
Beberapa menit berlalu, aku mendengar suara tawa dari dua gadis muda dekat mobilku
Tentu saja hye jin dan temannya emma, bercengkrama satu sama lain
Syukurlah hye jin sudah mulai ceria saat bertemu dengan sahabat baiknya
"Halo tuan muda hajung yang baik hati" sapa ema ketika hye jin membuka pintu Mobilku
"Hai emma, bagaimana kabarmu?" Tanyaku
"Tentu saja baik setelah melihat sahabatku berdiri di hadapanku sekarang" ucap emma
"Aku mencubit pipiku sendiri memastikan bahwa ini bukanlah mimpi melainkan kenyataan" lanjut emma
"Ternyata usaha kita untuk menyelamatkan hye jin keluar dari penjara berhasil tuan hajung" Seru emma
"Oh iya?!...memangnya apa yang kalian lakukan untukku? Aku penasaran" Tanya hye jin dengan polosnya
Sejujurnya aku juga tidak bisa bilang usaha yang dilakukan olehku, emma dan supir ohh membebaskan hye jin dari dalam penjara termasuk berhasil
Menarik simpati masyarakat tidak sepenuhnya ide yang baik, aku merasa justru ide deok mi dan seo jin untuk membebaskan hye jin dari dalam penjara adalah rencana yang baik meskipun terbilang lambat
Jika emma tahu bagaimana perubahan sikap hye jin tadi malam seperti gadis gila yang histeris, kau akan merasa khawatir sama sepertiku emma
"Bagaimana jika kita ceritakan saat tiba di cafe?" Usulku
"Masuklah kalian berdua" ajakku ke hye jin dan emma untuk segera masuk ke dalam mobil dan mengalihkan topik pembicaraan
Sesampainya di cafe dekat kampus emma dan hye jin. Kami memesan beberapa makanan dan minuman sebagai teman ngobrol hari ini
__ADS_1
Hye jin tertawa saat emma menceritakan kisah konyol pekerjaan part timenya dan beberapa teman-temannya di kampus
Ku rasa bertemu emma adalah hal yang sangat bagus, hye jin terlihat senang sat bersama sahabatnya
Saat emma selesai membicarakan kehidupannya selama ini, hye jin justru membahas topik tadi yang belum di selesaikan sebelum tiba di cafe dan hal ini sama sekali bukanlah topik yang ingin ku bahas
"Jadi....apa yang kalian lakukan untuk membebaskanku dari dalam penjara? Sepertinya selama aku berada di dalam sel kalian menjadi akrab?" Tanya hye jin
Dengan polosnya. Emma memceritakan semua pada hye jin secara mendetail. Aku bersyukur Setidaknya aku tidak harus menceritakan panjang lebar ke hye jin dan mendengarnya dari sahabatnya sendiri
"......aku tidak menyangka ide yang diberikan tuan hajung sungguh mendapatkan hasil yang memuaskan" ucap emma
"Kau sangat terkenal hye jin, banyak masyarakat kota yang mendukungmu dan mengatakan bahwa kau tidak bersalah"
"Tidak seharusnya kau berada di dalam sana dan sudah sepatutnya polisi melakukan investigasi ulang kasusmu"
"Dan kau tahu apa yang membuatku lebih takjub lagi?" Seru emma
"Hal ini membuat Park seo jin dan istrinya berbalik arah yang semula berada di pihak anggota keluarganya sang salah. Justru mendukungmu dengan menjadi saksi penting di pengadilanmu" ucap emma
"Hahh...syukurlah mereka berubah pikiran di waktu yang tepat" Seru emma yang tidak mengetahui kenyataan bahwa dari awal seo jin dan deok mi memang sudah berada di pihak hye jin
Tidak!
Lebih tepatnya mereka berdua memanfaatkan hye jin dan menggunakan gadis malang ini menjadi umpan untuk menangkap sung dong il
Aku tidak bisa mengatakan hal ini kepada gadis seusia emma, aku takut jika emma mengetahui hal ini, ia akan merasa sedih dengan nasib sahabatnya yang telah dipermainkan oleh deok mi dan seo jin
Hye jin hanya terdiam saat emma menceritakan hal itu ke dirinya. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan gadis itu saat ini
Hingga pesanan makanan kami tiba berupa tiga cangkir kopi dan roti Croissant dengan isi selai nanas
Saat pelayan Café menyerahkan alat makan berupa pisau dan garpu, hye jin yang semula duduk diam. Kini terkejut hingga ia berdiri
Hye jin menatap peralatan makan itu dan tentu saja membuat diriku, emma dan pelayan cafe itu terkejut melihat reaksi hye jin yang tidak seperti orang pada umumnya
"Ada apa hye jin?!" Tanyaku karena merasa khawatir dengan hye jin
Hye jin masih terdiam dan tidak menggubris panggilanku. Ia seperti di hantui oleh rasa ketakutan dan kekhawtiran yang tinggi meski hye jin sudah keluar dari dalam penjara
"Kim hye jin?" Panggil emma pelan dan mengenggam tangan hye jin yang gemetar
"Lepaskan!" Teriak hye jin yang justru membuatnya berteriak secara tidak sadar
Kini tidak hanya diriku, emma dan pelayan cafe itu yang terkejut, melainkan seluruh pengunjung cafe mendadak terdiam saat mendengar teriakan hye jin
Hal itu membuat hye jin tersadar dan melihat keadaan sekitar menjadi aneh
"Kim hye jin, ada apa denganmu?" Tanya emma lagi
"Ma-maaf emma, aku membentakmu, ku rasa...aku tidak enak badan hari ini" ucap hye jin terbata dan pergi keluar meninggalkan cafe dengan terburu-buru
"Hye jin-ssi"
"Kim hye jin!" Panggilku, namun gadis itu tidak menggubris panggilanku
"Emma kau tunggu di sini. Biar aku yang menyusul hye jin" ucapku pada emma dan ia hanya mengangguk
Aku segera berdiri dari tempat dudukku dan menyusul hye jin
Sesampainya di luar cafe, aku menoleh ke arah kanan dan kiri mencari sosok hye jin
Aku menemukan gadis itu sedang berdiri menghadap tiang lampu trotoar dan bergumam sendiri
"Kim hye jin apa yang kau lakukan hhuh?" Gumam hye jin dan sejenak aku sengaja mendengarnya tanpa sepengetahuan dirinya
"Sudah ku bilang itu hanyalah imajinasimu, itu bukanlah kejadian nyata"
"Ingat hye jin! Wanita gila itu tidak mungkin berada di sini atau di dekatmu lagi"
"Kau sudah keluar dari dalam penjara dan kau harusnya bisa menjalani kehidupan normal"
" Tapi...wanita gila itu sangat jelas berada di hadapanku seolah-olah ia berusaha keluar dari dalam penjara dan ingin membalaskan dendam dengan menusukku ke bagian vital"
"Ania...ania*(tidak-tidak) bagaimana mungkin wanita gila itu bisa keluar dari dalam penjara? Ia sudah di jatuhi hukuman seumur hidup di dalam penjara karena melakukan tindakan kriminal tingkat 1 karena membunuh pelanggan **** nya dengan sangat kejam"
"bagaimana jika ia kabur dari dalam penjara?"
"Kabur katamu?!"
"Hahahaha....tidak mungkin hye jin? Kau sangat tahu bagaimana sistem keamanan penjara di sana, mereka bahkan tidak mengizinkan seekor lalat bisa lolos keluar dari dalam sana"
Aku tidak ingin hal itu terjadi pada hye jin. Memang sulit diakui, tapi hye jin saat ini membutuhkan dokter Oh yeon seo agar ia bisa kembali ke hye jin yang dulu
Aku tidak ingin ia menderita penyakit mental yang berkepanjangan seperti diriku, ia pernah menyelamatkanku jadi tidak ada salahnya jika aku menyelamatkan dirinya kali ini
"Aishh....sial! Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Gumam hye jin sambil membenturkan kepalanya ke tiang lampu trotoar
"Hye jin-ssi" panggilku sambil menghampiri gadis itu
Hye jin membalikkan tubuhnya dan terlihat kikuk saat ia ketahuan olehku sedang membenturkan kepalanya ke tiang lampu trotoar
"Ahh...hajung-ssi kau di sini..."
"Ku kira.. kau masih di dalam bersama emma" ucap hye jin terbata-bata
"Apa kau baik-baik saja?" Tanyaku
"Te...tentu saja aku baik-baik saja, aku hanya..."
"Aku hanya sedikit terkejut ketika melihat orang lain memegang garpu dan mendekatkannya padaku" ucap hye jin yang mencoba bicara jujur
Aku hanya terdiam melihat hye jin
"Apakah aneh?" Tanya hye jin
"Aku tahu ini terdengar konyol tapi..."
"Tidak aneh" potongku saat hye jin mencoba menjelaskan padaku
"Tunggulah di sini, aku akan kembali ke dalam untuk membayar tagihan" ucapku dan masuk ke dalam
Hye jin menganggukkan kepalanya saat aku menyuruhnya untuk diam di tempat dan tidak pergi kemanapun
Secepat mungkin aku menyelesaikan pembayaran dan bicara dengan emma.
Emma mengerti dan membiarkanku pergi bersama hye jin, ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan sahabatnya setelah keluar dari dalam penjara
"Dimana emma?" Tanya hye jin saat melihat diriku keluar sendirian dari dalam cafe
"Ia masih ingin berada di sini dan ingin menikmati makanan yang sudah disajikan" ucapku menjelaskan pada hye jin
"Lalu? Apakah kita pergi tanpa emma?" Tanya hye jin
"Tentu saja, apa kau ingin mengganggu waktu ketika orang sedang menikmati makanannya?" Tanyaku pada hye jin
"A-anio*(tidak)" Jawab hye jin singkat
"Masuklah ke mobil, aku akan mengantarmu ke suatu tempat" ucapku pada hye jin
"Oediso?*(kemana?)" Tanya hye jin
"Kau akan mengetahuinya jika sudah sampai di sana" ucapku sambil menarik lengan hye jin dan membantunya masuk ke dalam mobil
Selama di perjalanan hye jin hanya terdiam dan tidak berkomentar apapun hingga sampai di rumah sakit
"Ahhh....jadi kau ada janji hari ini untuk dengan dokter Oh yeon seo" ucap hye jin
"Haah...nne*(ya) aku meminta dokter yeon seo meluangkan waktunya hari ini" ucapku dan keluar dari mobil setelah memarkirkan kendaraanku
Sesampainya di depan ruangan dokter Oh yeon seo, aku menyuruh hye jin untuk masuk ke dalam
"Masuklah..." ucapku
"Hemm...naega?*(aku?)" Tanya hye jin balik sambil menunjuk dirinya sendiri menggunakan telunjuk
Aku menganggukkan kepalaku dengan yakin
"Busunsuriya?*(apa maksudmu?) Aku baik-baik saja" sanggah hye jin
"Tidak ada orang di dunia ini yang mengaku dengan mudah bahwa kesehatan mentalnya sedang tidak baik" ucapku
"Kau akan selalu denial*(menyangkal) dan menganggap bahwa dirimu baik-baik saja padahal nyatanya tidak" ucapku menjelaskan
"Jika kau tidak ingin jujur padaku tentang masalah yang ada di dirimu, setidaknya kau bisa mengatakan pada dokter yeon seo dengan nyaman"
"Dan ia bisa memberikanmu solusi" ucapku pada hye jin
__ADS_1
"Hajung-ssi...aku tidak apa-apa, aku hanya butuh waktu saja untuk berdamai dengan semua yang aku alami selama ini"
"Aku tidak perlu datang ke sini dan berkonsul dengan dokter yeon seo, aku akan membaik dengan sendirinya" ucap hye jin menyangkal
"Sebaiknya kita pergi dari sini" ucap hye jin lagi dan membalikkan tubuhnya dariku
Dengan cepat aku menghalangi hye jin untuk pergi
"Hye jin-ssi dengarlah..." ucapku pada hye jin sambil perlahan menggenggam kedua tangannya
"Kau tahu...bagaimana perasaanku padamu, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu, namun...karena kebodohanku dan ketidaksabaranku.."
"Aku justru membuatmu bertengkar dengan beberapa narapidana..."
"Hajung-ssi ini semua bukan salahmu, aku tidak pernah menyalahkanmu" potong hye jin
"Aku tahu kau tidak pernah menyalahkanku, tapi...melihatmu semalam yang terbangun karena paranoid membuatku tidak bisa menutup mata dan mengabaikanmu.." ucapku
"Hajung-ssi chakamanyo*(tunggu dulu)" ucap hye jin
"Apakah semalam aku berteriak seperti gadis gila?" Tanya hye jin
Aku hanya menghela nafas pertanda mengatakan 'iya' untuk menjawab pertanyaan hye jin
"Hajung-ssi ku kira itu hanya mimpi buruk, aku tidak tahu jika aku melakukannya di hadapanmu" ucap hye jin yang mulai panik dan melepas genggaman tanganku lalu memijit keningnya
"Maafkan aku hajung karena telah membuatmu khawatir dan menakutkan orang-orang di sekitarku jika aku melakukan hal...." ucap hye jin yang mulai bicara cepat di luar kendalinya
"Ssssttt.."
"Ssst...Kim hye jin tenanglah...tenang" ucapku sambil memeluk hye jin agar ia berhenti mengoceh
"Gwaenchana*(tidak apa-apa)" ucapku sambil menepuk pelan punggung hye jin
"Semua akan baik-baik saja hye jin" ucapku menenangkannya
Anehnya gadis yang berada di dalam pelukanku tidak pernah mengeluarkan air matanya lagi setelah keluar dari dalam penjara
Biasanya hye jin sangat mudah mengeluarkan air matanya jika dalam keadaan panik atau putus asa, namun sekarang hanya amarah dan ekspresi ketakutan saja yang lebih sering ia perlihatkan
Setelah tenang, aku dan hye jin masuk ke dalam ruangan dokter Oh yeon seo dan menyapanya
"Ya tuhan...nona Kim kau..." ucap dokter oh yeon seo ketika melihat hye jin
Ia memeluk hye jin dengan erat seperti kerabat dekat yang sudah lama tidak bertemu
"Syukurlah kau sudah keluar dari penjara, aku sangat terkejut melihatmu muncul di berita"
"Aku yakin kau tidak mungkin melakukan tindakan kriminal seperti itu, syukurlah semua sudah kembali berjalan seperti semula" ucap dokter yeon seo
"Seonsengnim*(bu dokter) ku pikir sebaiknya anda harus bicara empat mata dengan hye jin" ucapku
"Ahh...nne-nne*(iya-iya) kau memberitahuku melalui telepon, baiklah kau bisa tunggu di depan" ucap dokter yeon seo
Aku segera beranjak keluar dari ruangannya dan menunggu hye jin
Entah sudah berapa lama aku menunggu hye jin di dalam sana hingga aku merasa mengantuk, mungkin karena semalam aku tidak bisa tidur menjaga hye jin dan menenangkan dirinya
Hingga aku membuka mata dan tidak menyadari kepalaku sedang bersandar pada bahu seseorang
Aku segera mengangkat kepalaku dan melihat siapa bahu dari seseorang tersebut
"Apakah tidurmu nyenyak?" Tanya gadis itu
Hye jin menatapku ketika aku mendongakkan kepalaku untuk melihat seseorang yang telah meminjamiku bahunya
"Ahh...hye jin-ssi apa kau sudah selesai berkonsultasi?" Tanyaku
"Aigoo aigoo...setidaknya bersihkan dulu air liurmu baru bicara" sindir hye jin
Aku terkejut mendengar sindiran hye jin dan mengusap sudut bibirku yang terasa basah
Hye jin terlihat sedang mengecek pakaian di sekitar bahunya dan mengusap perlahan memastikan tidak ada noda atau kotoran yang menempel di blouse nya
"Mian*(maaf) aku tidak sengaja tertidur" ucapku pada hye jin
"Gwaenchana*(tidak apa) aku juga tidak tega membangunkanmu yang tertidur pulas karena menungguku" ucap hye jin
"Aku baru menyadari bahwa semalam kau tidak tidur karena menjagaku agar tidak bermimpi buruk, ini semua salahku" ucap hye jin menyesal
"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri hye jin, semua yang terjadi di luar kendalimu"
"Tetap saja aku merasa tidak enak pada dirimu" ucap hye jin lagi
"Sudah ku katakan padamu berulang kali hye jin, untuk menyingkirkan perasaan tidak enakmu padaku"
"Aku hanya ingin membuatmu nyaman berada di sampingku dan melihatmu hidup dengan nyaman sebagai dirimu sendiri" ucapku menyakinkan hye jin
"Apa yang dikatakan dokter oh yeon seo benar, tidak ada salahnya bersandar pada seseorang dan menceritakan keluh kesah serta mengungkapkan keinginanku padanya" ucap hye jin dan aku mulai tersenyum padanya
"Tapi....aku khawatir jika aku mengatakannya justru akan membuat orang itu sedih" ucap hye jin lagi yang membuatku sedikit bingung
"Apa kau masih memiliki keraguan padaku untuk mengatakan hal yang kau pendam selama ini hye jin?" Tanyaku
"Hajung-ssi aku tahu kau melakukan semua ini dengan tulus dan berusaha untuk membuatku nyaman menjadi kim hye jin yang dulu"
"Meskipun kau selalu mengatakan padaku bahwa kau akan terus berada di sampingku, tapi itu semua tidak cukup"
"Aku masih merasakan kekhawatiran selama aku masih tinggal di sini dan ketakutan berlebih karena narapidana wanita gila itu"
"Aku tahu kekhawatiranku tidak berarti, namun...aku masih merasakan ketakutan itu" ucap hye jin dan aku mulai tanggap dengan apa yang ia bicarakan padaku
"Jadi...apakah maksudmu, kau ingin meninggalkan chicago?" Tanyaku pada hye jin untuk memastikan
"Maafkan aku hajung yang bersikap egois, hanya saja..."
"Aku merasa berat jika menjalani kehidupanku di sini" ucap hye jin lirih
"Terlalu banyak kejadian yang membuatku sesak dan takut menghadapi masa depan jika aku terus berada di sini"
"Aku takut justru akan membuatmu terbebani karena..."
"Hentikan hye jin, aku tidak ingin mendengar kalimat itu dari mulutmu" ucapku memotong kalimat hye jin
"Aku tidak menganggapmu sebagai bebanku, tapi justru sebaliknya..."
"kau adalah cahaya kehidupan bagiku"
"Terima kasih karena dirimu, aku tidak lagi menjadi orang lain dan mengingat segala hal kejadian yang aku alami secara detail"
"Tidak ada lagi hajung yang lain setelah kau memaksaku menjalani perawatan dengan dokter yeon seo"
"Seiring berjalannya waktu aku perlahan-lahan mulai pulih kembali dan menjalani kehidupan normal layaknya orang pada umumnya"
"Lalu menyatakan cinta padamu..."
"Hajung-ssi bukan maksudku untuk menolak perasaan..." ucap hye jin tiba-tiba ditengah pembicaraanku
"Aku mengerti hye jin.." potongku saat hye jin mencoba menegaskan perasaannya padaku
"Aku tahu mungkin pernyataan cintaku padamu membuatmu tidak nyaman karena kau tidak memiliki perasaan yang sama padaku"
"Kau semata-mata hanya ingin membantuku dan tidak memgharapkan apapun dariku" ucapku jujur pada hye jin
"Tapi...perasaan tulusmu lah yang membuatku jatuh cinta padamu, kau tidak melihatku dengan kekayaan hartaku, wajahku atau status sosialku yang kebanyakan orang-orang menilaiku dengan sudut pandang itu meskipun aku bersikap bren*sek pada mereka"
"Kau melihatku dengan kepribadian yang ku miliki sebagai sung hajung"
"Dan ketika kau mengalami kesulitan seperti ini, aku tidak bisa menutup mata dan menganggap tidak terjadi apa-apa"
"Hye jin-ssi jika kau masih merasa tidak nyaman karena perasaanku padamu, kau bisa menganggap diriku sedang membalas budi padamu atas kebaikanmu selama ini padaku" ucapku pada hye jin
"Katakanlah dengan jelas apa keinginanmu tanpa harus merasa bersalah padaku"
"Apapun keputusanmu, aku akan menghargaimu, kim hye jin" ucapku pada gadis yang ada di hadapanku
Hye jin menghela nafas setelah mendengar semua ucapanku
Aku hanya ingin tahu apa keinginan gadis yang ku cintai ini keluar dari mulutnya sendiri meskipun aku sudah tahu apa keinginannya
"Hajung-ssi..." panggil hye jin
"Aku ingin pulang ke korea" ucap gadis itu sambil menatap wajahku dan terlihat yakin
Sejenak aku terdiam, namun beberapa menit kemudian aku tersenyum pada hye jin
"Baiklah...jika itu memang keinginanmu, kim hye jin"
__ADS_1
"aku akan membantumu kembali ke kampung halaman tercintamu" ucapku sambil menatap wajahnya