Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 84


__ADS_3

Park seo jin pov


Aku menatap tajam ke beberapa orang yang sedang duduk di hadapanku, satu di antaranya terlihat tidak asing di mataku


Sepertinya aku pernah bertemu dengan pria ini di suatu tempat, tapi aku tidak mengingatnya dengan pasti di mana


Pria yang terlihat familiar itu sedang menunduk dan menggerak-gerakkan beberapa kali kakinya pertanda ia tidak nyaman dengan pembicaraan yang disampaikan oleh pengacaraku


Aku dan pengacaraku beserta ms.smith duduk bersama dengan keenam orang  pelaku terduga penyebar koementar buruk tentang diriku dan hye jin beserta deok mi di kampus ini


Aku tidak akan membiarkan orang yang membuat sulit kehidupan hye jin di masa depan nanti berkeliaran di kampus ini


Aku harus memberikan hukuman pada mereka berdasarkan undang-undang yang berlaku di negara ini


Aku takut hye jin akan dibully oleh teman-teman kampusnya karena komentar buruk ini dan membuat kehidupan gadis itu menjadi lebih buruk


"Baiklah...ku rasa sudah cukup pembukaan yang disampaikan oleh pengacaraku" ucapku


"Dan ku pikir kalian melakukannya dengan sadar tanpa pengaruh minuman alkohol atau obat-obatan tertentu" ucapku


"Jadi sebaiknya kalian harus menerima hukuman sesuai undang-undang dan terkena tuduhan atas pencemaran nama baik" ucapku


"Tu...tuan"


"Ku...ku mohon maafkan aku" ucap salah satu pria yang menggerak-gerakkan kakinya beberapa kali


"Aku melakukannya karena memiliki suatu alasan tertentu" ucapnya dan salah satu temannya terlihat menyikut perutnya agar berhenti bicara seperti itu


Sekilas, ada yang aneh dengan mereka. Kenapa hanya dia saja yang terlihat ketakutan sementara yang lain tidak?


Apakah mereka benar-benar tidak menyukai hye jin di kampus ini?


"Jika kau memiliki sebuah alasan untuk melakukan hal buruk seperti itu, bisakah kau memberitahukannya padaku? Mungkin saja aku bisa mempertimbangkan keputusanku untuk membawa hal ini ke jalur hukum atau dengan cara berdamai" ucapku pada keenam orang itu yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 2 orang wanita


Saat aku mengatakan hal seperti itu, ke enam orang itu membisu tanpa mengucapkan sepatah katapum, seolah terdapat seseorang yang menyuruhnya untuk tetap diam


Aku mimijit perlahan keningku dengan jari tangan kananku


"Baiklah...jika kalian tetap memilih untuk menutup mulut. Aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum" ucapku dan salah satu pria yang terlihat cemas itu menangis ketika aku bicara seperti itu


'Tok tok tok'


Terdengar seseorang mengetuk pintu beberapa kali dan membuat mrs.smith beranjak dari tempat duduknya dan membukakan pintu


Terlihat dari ekspresinya, mrs.smith terlihat sungkan dan mempersilahkan orang yang mengetuk pintu tadi


Aku melihat hye jin memasuki ruangan ini, padahal aku sudah berpesan padanya untuk tetap menungguku di ruang komite dan berbincang dengan emma


Aku tidak ingin hye jin ikut campur mengurusi masalah ini, aku takut hal ini hanya akan membuat hatinya terluka ketika bertemu dengan para pelaku yang menyebar gosip buruk tentang dirinya yang diluar nalar


"Apakah kalian pelaku dari penyebar isu buruk tentang suami dan mahasiswi berprestasi di kampus ini?" Tanya hye jin tiba-tiba setelah duduk di sampingku


"Maafkan saya nyonya! Aku menyesal telah berbuat seperti ini" ucap pria yang terlihat familiar bagiku


"Ahh...apakah kau thomas? Salah satu mahasiswa penerima beasiswa di kampus ini?" Tanya hye jin lagi


Ah iya benar


Thomas!


Ia adalah sahabat dari anak ingusan itu, si richard


Aku pernah bertemu dengannya saat diam-diam memantau hye jin yang sedang merayakan hari ulang tahun emma di kedai paman patrick


Aku tidak menyangka anak yang introvert dan culun seperti ini bisa menyebar gosip murahan seperti itu


"Apakah kau membenci mahasiswi yang berasal dari korea itu?" Tanya hye jin lagi


"Huhuhu....maafkan saya nyonya, saya tidak membencinya, saya terpaksa melakukan hal itu karena......"


Salah seorang dari pelaku itu langsung menarik thomas dan menutup mulutnya, seolah ada hal sesuatu yang disembunyikan oleh mereka


"Kami menulis komentar itu karena membenci hye jin, ia adalah gadis yang munafik. ia terlihat baik di depan orang, namun dibelakang ia seperti wanita nakal dan menggoda suami orang lain" ucap wanita dengan rambut blonde tanpa perasaan bersalah


"Benarkah?! Apakah kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri?" Tanya hye jin dengan tenang


Aku tidak menyangka hye jin begitu tegar menghadapi orang yang telah menyakiti dirinya


"Tentu saja aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Ia sering jalan bersama dengan pria lain dan bermesraan di lobby hotel. Jika tidak, aku tidak akan berkomentar seperti itu di sosial media" ucap lagi wanita dengan rambut blonde itu


"Terlebih...aku sering melihat suami anda jalan bersama dengan gadis yang anda bela saat ini, percayalah! Hye jin bukanlah gadis baik-baik seperti yang kalian lihat!" Lanjut gadis itu terlihat meyakinkan berusaha agar seluruh orang yang ada di ruangan ini percaya dengan ucapannya


"Shella! Jaga sopan santunmu!" Teriak mrs. Smith mengingatkan gadis itu


Seketika aku melirik ke arah hye jin saat mendengar kalimat yang terdengar seperti fitnah itu


Hye jin yang saat ini sedang berpura-pura menjadi deok mi menggaruk kelopak mata kanannya secara perlahan dengan jari-jemarinya


Seolah berusaha sabar menghadapi gadis yang ada di hadapannya


Haah...


Sudah ku bilang tunggu saja di ruang komite bersama emma. Kau justru malah ke sini dan  mendengar ocehan gila dari para pelaku


"Baiklah...jika kau melihatnya sendiri dengan mata kepalamu, tapi...memangnya apa urusanmu mengurusi kehidupan orang lain?"


"Jika kau memiliki waktu untuk mengurus kehidupan orang lain, sebaiknya kau gunakan untuk belajar agar kau bisa cepat lulus dari kampus ini, nona shella" ucap hye jin dengan ketus


"Lagi pula, aku lebih percaya pada suamiku sendiri dibandingkan dengan komentar kalian yang jahat itu"


"Baiklah...barusan aku menelepon gadis yang telah kalian fitnah, ia mengatakan padaku untuk memaafkan  tindakan kalian yang telah berkomentar buruk dengannya"


"Jika kalian meminta maaf dengan tulus dan berjanji tidak akan melakukan hal buruk seperti ini lagi, aku tidak akan membawa kesalahan kalian ke jalur hukum" ucap hye jin memutuskan tanpa berdiskusi denganku lebih dulu


"Yeo...yeobo*(sa.. sayang)" panggilku pada hye jin mencoba untuk menghentikkan dirinya memaafkan mereka


"Sebagai pengganti hukumannya, aku ingin kalian melakukan bakti sosial. membantu melaksanakan tugas yayasan lembaga masyarakat seperti panti jompo, panti asuhan dan tempat penangkaran kucing liar selama kurang lebih 2 bulan" ucap hye jin sambil berdiri


"Aku minta tolong padamu mrs.smith untuk menulis permintaan maaf dan perjanjian agar hal ini tidak terulang lagi" ucap hye jin lagi memerintah mrs. Smith tanpa berdiskusi denganku terlebih dahulu


"Nyonyaa!!" Teriak pengacaraku  memanggil hye jin yang sedang menjadi deok mi untuk menghentikan ocehannya


Caranya berhasil dan membuat hye jin menoleh ke arahnya


"Ku rasa tuan seo jin memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah ini nyonya, sebaiknya biarkan saya yang mengurus hukuman mereka sesuai jalur hukum" ucap pengacaraku


Perlahan hye jin mendekati pengacaraku dengan berjalan angkuh dan sedikit menyeramkan


"Ahh....jadi menurutmu, aku tidak berhak untuk memberikan hukuman pada mereka dengan caraku sendiri?" Tanya hye jin pelan pada pengacaraku


"Ti...tidak nyonya. Bukan begitu maksudku, hanya saja tuan seo jin sudah memberikan sanksi kepada para pelaku ini melalui kertas ini" ucap pengacaraku menunjukkan kertas yang telah aku buat


Hye jin mengambil kertas itu dan membacanya. Tanpa bisa ku prediksi, ia justru merobek kertas itu di hadapan semua orang yang ada di ruangan ini


"Yeo...yeobo!*(sa...sayang!)" Ucapku ketika melihat kertas itu dirobek oleh hye jin


"Buat sanksi baru sesuai ucapanku barusan dan tidak ada satupun yang terlewatkan, itu sekarang tugasmu"


"Kau adalah seorang pengacara, sudah seharusnya mengikuti kemauan kliennya"


"Aku dan suamiku sangat sibuk. Berhentilah mengoceh pada hal sesuatu yang tidak berguna, aku yang akan bicara dengan suamiku sendiri" ucap hye jin dan menarik pergelangan tanganku kemudian memeluk lenganku.


"Ayo sayang...bukankah kita masih memiliki jadwal untuk menghabiskan hal romantis bersama?" Tanya hye jin yang berpura-pura menjadi istriku

__ADS_1


Sepertinya hye jin ingin mengajakku keluar untuk menjelaskan perbuatannya kali ini


Aku memilih mengalah dan mengikuti hye jin keluar dari kampus yayasan istriku


"Terima kasih nyonya dan tuan atas kemurahan hatinya" ucap thomas kepadaku dan juga hye jin


Hye jin tidak mengucapkan satu patah kalimat apapun ketika masuk ke dalam mobil


Hingga aku tidak sanggup menahan rasa penasaranku lagi dan berhenti tepat di atas jembatan penyebrangan mobil yang dibawahnya adalah laut lepas


"Keluarlah ada sesuatu yang ingin ku tanyakan" pintaku pada hye jin


Tanpa berkomentar, hye jin menurutiku dan keluar dari dalam mobil


Hye jin berdiri di tepi jembatan sambil menatap matahari terbenam dan laut lepas


Angin bergemuruh keras hingga membuat rambut hye jin yang indah terbang dengan bebas tanpa menyentuh pundaknya yang mungil


"Apa yang kau lakukan hye jin? Kenapa kau bertindak seenaknya seperti tadi tanpa berdiskusi denganku terlebih dahulu?" Tanyaku pada gadis yang ada di hadapanku


"Aku kan sudah bilang padamu, untuk berjanji tidak membawanya ke jalur hukum jika pelakunya adalah mahasiswa"


"Mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Jika kau menghukum mereka dengan jalur hukum maka..."


"Kau pikir kau bukan mahasiswa yang tidak memiliki masa depan, hhuh?!" Ucapku sedikit membentak hye jin dan memotong ucapannya


Aku kesal dengannya. Bagaimana mungkin ia masih memikirkan masa depan ke orang-orang yang sudah memfitnah dirinya dan menyebar komentar buruk tentangnya


Sudah lebih dari dua bulan aku tinggal satu atap dengannya, tapi aku masih belum bisa memahami sifat hye jin


Apakah kau pikir dirimu tuhan?


Apakah kau pikir dirimu adalah budha?


Bagaimana mungkin kau bisa memaafkan orang lain dengan mudahnya?


"Apa kau tidak peka apa yang diucapkan oleh wanita berambut pirang tadi?" Tanya hye jin


"Ia dengan mudahnya mengatakan bahwa melihat kim hye jin sering berduaan bersama suami orang lain di lobi hotel beberapa kali"


"Itu artinya ia berbohong dan ia tidak pernah melihatku sebagai hye jin melakukan hal itu. tentu saja pastinya ia tidak pernah melihat wajah deok mi secara keseluruhan" ucap hye jin


"Jika wanita itu benar-benar pernah melihat wajah isitrimu, sudah pasti seluruh kampus menyadari bahwa wajahku dan juga wajah istrimu benar-benar mirip" ucap hye jin yang cukup masuk akal


"tentu saja saat itu juga penyamaranku terbongkar. bersyukurlah selama deok mi mengunjungi kampusku, ia selalu memakai kaca mata hitamnya yang besar hingga membuat semua orang tidak menyadari bahwa wajahku dan juga dirinya sangat mirip"ucap hye jin menjelaskan


"tapi tetap saja karena perbuatannya, hal itu membuat namamu sebagai hye jin menjadi buruk"ucapku


"dari pada kau sibuk menghukum para kurcaci yang tersesat, lebih baik kau mencari penyihir yang membuat para kurcaci itu berbuat buruk pada putri yang tidak berdosa"


"dengan mencari penyihir sesungguhnya dan menghukumnya dengan berat, mungkin saja tuan puteri akan menyukai pangeran yang bertindak dengan tepat" ucap hye jin mengatakan perumpaannya sambil tersenyum padaku


"sudah tidak ada lagi yang dibicarakan? sebaiknya kita masuk ke dalam mobil, anginnya sudah mulai dingin" ucap hye jin meninggalkanku yang masih memikirkan siapa yang dimaksud penyihir 


"aku yakin, kau masih bertanya-tanya siapa dalang dari penyebar komentar buruk ini kan?"tanya hye jin sesaat sebelum masuk ke dalam mobil


"aku akan memberitahukannya padamu, tapi tidak sekarang. karena aku yakin kau tidak akan percaya dengan ucapanku tanpa menunjukkan bukti di hadapanmu"ucap hye jin


"apa maksudmu hye jin? apa kau tahu siapa penyihirnya?'tanyaku sambil menghampiri hye jin dan masuk ke dalam


namun, saat aku berada di dalam  mobil, hye jin tidak menjawab pertanyaanku dan tetap diam seribu bahasa


************


(Satu minggu kemudian)


Kim Hye Jin Pov


suhu di pagi hari ini membuatku sulit untuk bangun dari tidurku. rasa hangat yang diberikan oleh selimut membuatku enggan untuk membukanya dan beranjak dari tempat tidur


beberapa saat aku terbangun karena kedua mataku ingin memandang wajah seo jin yang menggugah hatiku.


tanganku menyingkirkan rambut seo jin yang menutupi keningnya. kini ia terlihat jauh lebih tampan dari biasanya. entah kenapa aku sangat menyukai wajah seo jin yang terlihat menampilkan keningnya. seolah seluruh ketampanan dan pesona seo jin tidak tertutup oleh rambutnya


wajahku terasa hangat ketika lama memandang wajah tidur seo jin. aku segera bangun dan beranjak dari tempat tidur agar tidak terlena memandang wajah seo jin dan takut aku akan melakukan hal konyol lagi pada waktu malam itu


aku keluar kamar dan bermaksud mencari udara dingin agar pikiranku bisa kembali jernih lagi dan pikiran aneh itu segera pergi dari dalam kepalaku.


aku melihat kotak surat yang sudah lumayan banyak terisi penuh dan berinisiatif untuk mengambil beberapa surat yang ditujukan untuk penghuni rumah ini.


aku memilah-memilah beberapa surat penting yang diajukan untuk seo jin,


Dan melihat majalah bisnis dengan cover sampulnya terdapat wajahku dan juga seo jin


Woo...


Aku terkagum sendiri ketika melihat diriku sendiri berada di cover majalah mingguan tentang bisnis yang sedang duduk di samping seo jin


Terlihat seo jin sedang menggenggam kedua tanganku dan tersenyum dengan tampannya. Kami terlihat seperti sepasang suami istri yang memiliki hubungan harmonis


"Konglomerat yang baik hati menolong orang lain tanpa membeda-bedakan status ekonomi seseorang"


"Pasangan impian new york bulan ini. Park seo jin dan sung deok mi. Menjadi panutan bagi para pembisnis lainnya di kota chicago"


"Meskipun terlihat angkuh dan sombong, namun sung deok mi adalah wanita yang baik hati dan memiliki sisi yang lembut"


Pfftt...


Apakah judul dari artikel ini tidak terlalu berlebihan?


Sampai-sampai mereka berani menilai sikap deok mi seperti ini


Jika kalian tahu fakta yang sebenarnya, aku yakin penduduk kota akan terkejut mendengarnya


Tapi...


Aku berharap fakta ini tidak akan pernah terungkap selamanya


apa jadinya nanti jika aku kembali ke  kehidupanku sebagai hye jin, semua orang tahu bahwa aku pernah menjalani kehidupan orang lain dan berpura-pura menjadi deok mi yang sedang terbaring koma


Tidak hanya sanksi hukum yang aku terima, melainkan sanksi sosial dari masyarakat yang ada di chicago, kemanapun aku pergi, aku yakin mereka akan membenciku karena aku tidak memiliki moral yang baik


Aku menghela nafas dan melanjutkan kegiatanku untuk memilah-milah surat, namun mataku tertuju pada suatu surat dengan amplop merah yang hanya ditujukan oleh deok mi seorang. aku tahu amplop ini tidak boleh dibuka, tapi...


surat ini terlihat mencurigakan karena di sini tertulis catatan kecil yang menyatakan bahwa surat ini  untuk deok mi yang baik hati dan memiliki sisi lembut.  hahaha....sejak kapan wanita penyihir itu menjadi baik hati?


tunggu dulu. Kenapa kalimat ini terasa familiar bagiku? apakah yang dimaksud deok mi yang baik hati dan memiliki sisi lembut  adalah aku? bukannya aku merasa terlalu percaya diri dan menganggap diriku baik bak malaikat, hanya saja catatan kecil ini seperti kalimat yang ada di artikel majalah ini hingga membuatku sangat penasaran dengan isi surat ini


aku memutuskan untuk membuka perlahan amplop ini dan membaca isi suratnya lalu berencana akan menutupnya lagi dengan rapi  seolah-olah aku tidak pernah membaca surat ini jika aku memberikannya ke seo jin


aku membaca dengan pelan-pelan agar mengerti maksud dari isi surat ini. namun betapa terkejutnya aku ketika membaca isi surat ini


Saking terkejutnya, aku sampai menjatuhkan kertas surat yang ada dipeganganku


"Aku tahu apa yang terjadi di dalam rumah tuan park seo jin. Dan aku tahu bahwa istri yang tinggal bersama tuan seo jin bukanlah istri sesungguhnya.


"Melainkan hanya seseorang yang memiliki wajah yang mirip dengan istri aslinya dan sedang terbaring koma saat ini"


"Mungkin kau akan terkejut saat membaca surat ini. Tapi ketahuilah, aku tidak memliki niat jahat pada gadis peniru sepertimu, nona"


"Aku tahu apa yang sedang kau lakukan selama kau hidup berpura-pura menjadi istri tuan seo jin. Termasuk pertemuan rahasia dengan sepupu dari nyonya deok mi"


"Aku minta maaf padamu sebelumnya karena memantau kegiatanmu sehari-hari, tapi ketahuilah aku berada di perahu yang sama denganmu dan juga tuan sung hajung"

__ADS_1


"Aku akan memberikanmu bukti akurat kejahatan dong il selama 5 tahun terakhir dalam permainan kotornya untuk membangun perusahaan yang ia cintai selama ini"


"Ku harap dengan bukti ini, kau dan tuan hajung bisa menyerahkannya ke tim audit perusahaan yang terpercaya. Tapi kau harus tetap waspada nona, karena ini bisa mengancam kehidupanmu bahkan nyawamu sendiri"


"Aku terlalu takut untuk mengungkap semua ini sendirian, ku harap kau dapat memahami ketakutan yang ku rasakan saat ini, nona"


"Jika kau bersedia untuk membantuku dan setuju untuk menghentikkan kejahatan dong il, aku akan memberikan sesuatu padamu di taman kota chicago pada hari minggu pukul 8 pagi. Lokasi tepatnya, aku sudah memberikanmu peta taman kota chicago dan sudah memberi tanda pada peta itu"


"Tapi jika kau menolaknya, aku tidak akan memaksa. Ku harap kau mengabaikan surat ini dan merobeknya lalu membakarnya untuk menghilangkan bukti bahwa kau pernah menerima surat ini"


"Dan jika anda setuju untuk membantuku mengungkap kejahatan dong il selama ini, Ku harap kau tidak mencari tahu tentang identitasku atau berusaha mengejarku jika aku bertemu dengamu di taman kota. Karena aku tidak mungkin terlibat lagi dalam masalah ini yang hampir merenggut nyawaku saat mencoba mengungkap kejahatan dong il" 


"Semoga harimu menyenangkan nona dan ku harap kau tidak patah semangat untuk membantu orang lain di sekitarmu yang membutuhkanmu"


Ige boeya?* (apa ini?)


Kenapa muncul lagi masalah yang menbuatku hampir gila seperti ini?


Apakah ada orang lain yang telah mengetahui penyamaranku sebagai deok mi?


Omo*(ya tuhan)


Dunia ini sangat mengerikan!


Aku bahkan tidak menyadari bahwa ada orang lain yang memantau kehidupanku selama ini


Atau jangan-jangan saat ini ia sedang melihat diriku sedang membaca surat ini?


Atau jangan-jangan ada kamera tersembunyi yang tidak aku ketahui selama ini?


Haah..


Ini mengerikan?! Aku harus memeriksanya dan mencari tahu


Satu-satunya orang yang bisa ku ajak berdiskusi tentang masalah ini adalah hajung


Aku harus mengirim pesan untuk bertemu dengannya di tempat rahasia.


Setelah mengirim pesan ke hajung melalui handphone, tanpa menunggu waktu yang lama, aku segera mendapat balasan pesan darinya


Apakah dia call center? Kenapa cepat sekali membalas pesanku?


Ahh...


Entahlah mungkin hajung sedang senggang saat ini, makanya ia cepat sekali membalas pesanku dan setuju untuk mengosongkan waktunya untuk bertemu denganku


****


sesampainya aku di apartement hajung, aku memberikan surat kaleng yang aku dapat pagi ini beserta peta yang menunjukkan lokasi pertemuan untuk hari minggu nanti jika aku dan hajung setuju untuk menemukan bukti kejahatan dong il


terlihat hajung sedang memegang dagunya menggunakan jari jemari tangan kanannya sambil mengerutkan keningnya


ku rasa hajung sedang memikirkan jalan untuk mengambil keputusan yang terbaik


biar bagaimanapun ini adalah keputusan hajung, aku hanya akan membantu dirinya mencari bukti kejahatan pamannya yang terbilang ekstrem hanya untuk mempertahankan sebuah perusahaan


"baiklah..."


"aku setuju untuk bekerja sama dengan orang misterius ini untuk mengumpulkan bukti kejahatan dong il" ucap hajung tiba-tiba padaku


"apa kau yakin ini bukan sebuah jebakan?" tanyaku serius pada hajung


"entahlah..." ucap hajung acuh


"yang aku tahu jika ini sebuah jebakan,   dan orang misterius yang mengirim surat kaleng ini adalah orang suruhan dong il, aku yakin kau tidak akan  bisa lagi mengunjungi apartementku seperti ini" ucap hajung


"aku yakin, seo jin tidak akan membiarkanmu berkeliaran seperti ini, ia pasti akan mengurungmu di dalam kamar demi keselamatan dirimu" ucap hajung


aku berpikir sejenak dan apa yang diucapkan hajung masuk akal menurutku


"baiklah jika memang itu keputusanmu, aku akan membantumu dan akan bertemu dengan orang misterius yang mengirim surat kaleng ini di taman pada hari minggu nanti" ucapku


"ku rasa sebaiknya aku segera pergi dari sini, terima kasih karena kau telah meluangkan waktunya untuk bertemu denganku ditengah waktu sibukmu" ucapku pada hajung


"siapa yang menyuruhmu pulang setelah selesai mengatakan hal ini padaku?" Tanya hajung


"aku sudah menantikan waktu ini dan ingin menghabiskan waktu bersama denganmu" ucap hajung yang membuatku berpikir


"maksudmu?" tanyaku lagi


"ahh...maksudku adalah...kau masih memiliki hutang janji padaku untuk tetap menemaniku ke psikiater selama sebulan" ucap hajung


"jadi kau ingin bilang selama ini saat aku sedang dalam masa pemulihan kau tidak pergi ke psikiater?" tanyaku khawatir sambil menatap hajung


"t-tidak" ucap datar hajung


"M-mwo?! *(apa?!)" tanyaku untuk memastikan jawaban hajung dan merasa khawatir


"kau kan sudah berjanji padaku untuk melakukan therapi tanpa memunda jadwal kontrolmu  selama satu bulan!" ucapku dengan nada suara yang sedikit meninggi


"apa kau mengingkarinya?!" tanyaku penasaran


"yyaa!!!* (hei!) Kim hye jin!" seru hajung memanggil namaku


"kenapa hobimu bicara teriak seperti itu padaku sih? kenapa kau tidak memberi kesempatanku untuk bicara?" ucap hajung


"tentu saja aku tetap pergi kontrol ke psikiater tanpa kau temani"


"aku tahu alasan kau tidak bisa menemaniku ke sana. kau harus berisitirahat agar kau cepat pulih.  lagi pula aku sudah berjanji padamu kan"


"haah...syukurlah" ucapku


"kim hye jin, aku adalah seorang pria yang akan menepati janjiku jika aku berucap padamu" ucap hajung membela diri


"lagian aku mendengarmu mengatakan 'tidak' saat aku bertanya padamu. tentu saja  hal itu membuatku khawatir dan menanyakanmu sekali lagi untuk memastikan" ucapku pada hajung


"apa kau sangat khawatir padaku hye jin?" Tanya hajung dengan ekspresi senang


"pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku khawatir!" ucapku


"jika kau tidak melanjutkan therapi dan suatu hari kau mengamuk seperti orang gila, nyawaku bisa terancam!" ucapku ketus dan seketika ekspresi hajung menatapku sinis


"hhuh...dasar wanita penyihir. tidak seharusnya aku menanyakan hal tadi padamu" ucap hajung menggerutu


"memang apa yang akan kau harapkan dari ucapanku sung hajung?" tanyaku


"lupakan! temani aku ke tempat dokter itu" ucap hajung acuh dan meninggalkanku


dasar orang aneh


kenapa sikapnya membingungkan seperti itu sih? baru saja ia bersikap baik tapi seketika kemudian ia berubah menjadi ketus seperti itu


dasar moody-an


apakah ia bersikap seperti itu karena tidak meminum obat dengan rutin?


aishh...


sial! hajung membuatku khawatir


aku pergi berjalan cepat untuk menyusul hajung dan mendesaknya untuk menjawab apa yang ia pikirkan saat ini


tapi anehnya ia hanya tersenyum padaku

__ADS_1


aku benar-benar tidak paham dengan sifat hajung


__ADS_2