Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 86


__ADS_3

Happy reading ^^


uhuyy~~~


Kim Hye Jin Pov


seo jin menatapku dengan geram saat melihat beberapa lembar dokumen manipulasi pengeluaran perusahaan dan beberapa lembar foto dong il bekerja sama dengan preman daerah setempat dan kepala desa yang korup


seo jin meremas kertas-kertas itu dan beberapa lembar foto lalu membuangnya ke lantai


seo jin melangkahkan kakinya dan menghampiriku, aku yang ketakutan dengan tatapan mata seo jin membuatku mundur beberapa langkah dan menjauhi dirinya


seo jin menarik pergelangan tanganku pertanda agar berhenti menjauh darinya dan membuatku terkejut


"bagaimana mungkin kau bisa melakukan semua ini kim hye jin?"


"aku berusaha untuk melindungimu tapi ternyata kau justru melakukan tindakan berbahaya seperti ini"


"pagi ini ayo kita pergi ke rumah ayah mertuaku dan meminta maaf padanya"


"meminta maaflah dengan sungguh-sungguh di hadapannya dan tunjukkan padanya bahwa kau menyesal karena telah bekerja sama dengan musuh bebuyutannya yaitu hajung" ucap seo jin yang tidak terdengar masuk akal bagiku


aku memberanikan diriku dan berusaha melepas genggaman tangannya yang telah menggenggam pergelangan tangan kananku


"shireo!* (gak mau!)"


"apa kau gila?! bagaimana mungkin aku meminta maaf pada pelaku kriminal?"


"ayah mertuamu sudah melakukan hal yang salah dan cenderung ke arah kriminal, bagaimana mungkin kau bisa menutup matamu seolah tidak terjadi apa-apa, seo jin?" tanyaku


"Apa kau benar-benar ingin hidup dalam kesulitan hye jin?"


"sudah ku katakan padamu berulang kali untuk tidak melakukan tindakan gegabah dan cukup diam saja mengikuti instruksiku jika kau ingin hidup kembali menjadi hye jin" ucap seo jin


"seo jin-ssi aku tidak tahu perjanjian apa yang telah kau buat dengan ayah mertuamu untuk melindungiku"


"apapun itu ku harap kau segera mengakhirinya dan jangan lakukan apapun hanya demi kalimat 'ingin melindungiku'"


"aku tahu kau takut dengan kekuatan kekuasaan yang dimiliki oleh ayah mertuamu, tapi hari ini semua permainan kotor dong il akan berakhir"


"bukti yang aku temukan bersama hajung, akan diserahkan kepada pihak yanh berwenang yaitu tim audit perusahaan" ucapku menjelaskan pada seo jin


"cih..tim audit perusahaan katamu? bagaimana mungkin kalian semua bodoh bisa mempercayakan bukti itu ke tim yang tidak bisa di percaya" ucap seo jin


"hanya tinggal beberapa hari lagi kau akan kembali ke kehidupanmu sebagai hye jin, tapi kenapa kau justru mencari masalah seperti ini dan mempersulit keadaan" gerutu seo jin dengan suara pelan dan terlihat frustasi


"bergegaslah dan kita akan pergi ke rumah ayah mertuaku dan kau harus minta maaf serta tidak mengulangi kesalahanmu di lain waktu" ucap seo jin lembut dan meninggalkan ruang baca


"apa maksudmu?? bicara yang jelas seo jin!" seruku


namun seo jin tidak menggubrisku dan tetap berjalan keluar meninggalkan ruang baca


"seo jin-ssi aku belum selesai bicara denganmu, mau pergi ke mana kau?" tanyaku dan segera menyusul seo jin


aku memegang lengan seo jin pertanda untuk menghentikkan langkah kakinya sebelum ia benar-benar meninggalkan kamarnya dan turun ke bawah


"ku mohon berhenti. kenapa kau tidak mendengarkanku. jika tim audit saja tidak cukup membuat dong il turun dari jabatannya, kita bisa menyebarkan bukti ini ke media, kau bisa membantu kami untuk menjadi saksi" ucapku pada seo jin berharap ia mau bekerja sama denganku dan juga hajung untuk melengserkan dong il


"haaa...apa kau sungguh-sungguh tidak bisa membaca situasi selama kau tinggal di sini sebagai deok mi?" tanya seo jin


"jika aku bisa menghentikkan perbuatan ayah mertuaku, sudah dari dulu aku akan menghentikkannya" ucap seo jin


"kau itu selain gegabah, dan juga bodoh , tindakanmu benar-benar di luar nalar akal sehat manusia pada umumnya" ucap seo jin yang mulai mencelaku


"membohongiku selama ini hanya untuk hal yang sia-sia dan cenderung membahayakan dirimu adalah tindakan yang sangat tidak bisa aku pahami"


"siapa lagi orang-orangku yang mengkhianatiku dan membantumu berbohong selama ini?"


"apakah mereka berdua lagi?"


"supir ohh dan juga detektif choi?" tanya seo jin padaku


"m-mereka tidak ada hubungannya dengan semua masalah ini, aku melakukannya sendiri. mereka tidak tahu menahu aku telah bekerja sama dengan hajung" ucapku


"aku yakin mereka juga terlibat dengan kebohonganmu selama ini, jika dilihat dari gelagatmu saat ini"


"haah...bagaimana mungkin aku bisa memperkerjakan orang yang lebih memilih mengkhianati bosnya sendiri" ucap seo jin dan melanjutkan langkah kakinya keluar kamar dan turun ke bawah menuruni anak tangga


"seo jin-ssi tunggu! mereka tidak ada hubungannya denganku"


"seo- jin..." aku berhenti berteriak memanggil seo jin karena di luar kamar dan di lantai satu para maid termasuk bibi min sudah ramai menunggu majikannya untuk sarapan


"yeo...yeo..yeobo*(sa..sa...sayang)" ucapku yang langsung berpura-pura menjadi deok mi


seo jin dengan cuek menuruni anak tangga dan melewati para maid yang sedang membungkukkan separuh badannya untuk memberikan salam padanya


ia berjalan ke arah luar rumah dan menghampiri supir ohh yang sedang membersihkan kaca mobil dari debu


"oh min suk, kenapa kau justru membantunya untuk mengkhianatiku?" tanya seo jin datar pada supir ohh sesaat ia menatap mata supir pribadinya


"seo jin-ssi sudah ku katakan padamu bahwa ini tidak ada hubungannya dengan supir ohh" ucapku


"y-ya? apa maksud tuan?" tanya supir ohh


"berhenti berpura-pura dan merasa tidak tahu apa-apa di hadapanku oh min suk!" teriak seo jin dan membuat seisi rumah ini terkejut dengan teriakan seo jin. tidak biasanya majikan rumah ini yang terkenal dengan sisi lembutnya bisa membentak supir pribadinya pagi-pagi seperti ini


tiba-tiba seo jin menarik kerah baju supir ohh dan hampir melayangkan tinjunya ke arah supir ohh


aku terkejut ketika seo jin memperlakukan supir ohh dengan kasar seperti itu di hadapanku


"seo jin-ssi geumanhae!* (berhenti!)" seruku pada seo jin dan melpaskan genggaman tangannya yang sedang menarik kerah supir ohh


"haah...aku sudah mengatakannya padamu untuk menghentikkan dirinya saat ia mulai bertindak macam-macam dan cenderung membahayakan dirinya"


"kau tahu alih-alih kau melindunginya, perbuatanmu yang membantunya selama ini berbohong padaku, justru malah mendorong dirinya dan juga diriku untuk terjun ke dalam jurang secara bersamaan"


"kau sudah ku berikan kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki sikapmu yang sudah mengkhianatiku karena membohongiku tempo hari saat kejadian alat penyadap, dan kini kau mengulanginya lagi?" tanya seo jin pada supir ohh


supir ohh hanya menunduk dan tidak berani menatap mata seo jin


"ma..maafkan saya..."


"yaa!!*(hei..) ku bilang padamu berulang kali, ini tidak ada hubungannya dengan supir ohh" ucapku memotong ucapan supir ohh yang ingin meminta maaf namun ku hentikkan agar masalah ini tidak melibatkan supir ohh yang tidak bersalah


"pergilah dari sini, kau ku pecat" ucap seo jin datar menyuruh supir ohh untuk pergi meninggalkan rumah ini


supir ohh terkejut ketika mendengar ucapan majikannya yang telah memecat dirinya


setelah itu seo jin kembali masuk ke dalam seolah tidak terjadi apa-apa


aku membisikkan supir ohh dan berusaha menenangkannya


"maafkan aku supir oh. karena melinatkanmu dalam masalah ini. aku berjanji akan berusaha membuat seo jin tidak marah lagi padamu dan tidak memecat dirimu" bisikku sambil menepuk pundak supir oh


supir oh hanya terdiam dan pergi ke halaman belakang. aku menyusul seo jin yang sudah duduk di meja makan


dengan wajah datarnya, seo jin mengambil sebuah roti dan mengoleskan selai cokelat ke atas rotinya dan melahap roti itu


"seo jin-ssi kenapa kau memecat supir ohh yang tidak bersalah sama sekali, ia terpaksa membantuku karena aku memaksanya" ucapku saat berada di meja makan


"ia sudah memperingatkanku untuk tidak bertindak sejauh ini, tapi aku yang melanggar..."


"apa kau sudah merasa dirimu adalah nyonya besar di rumah ini?" tanya seo jin tiba-tiba memotong pembicaraanku dan dengan nada yang sangat ketus


ia benar-benar bicara tanpa melihat sekelilingnya. hingga membuat para maid saling menatap satu sama lain


"mwo?* (apa?)" tanyaku lagi dengan tatapan tertegun pada seo jin


"kau bukanlah siapa-siapa di rumah ini. kau tidak memiliki jabatan, kekuasaan atau kekuatan apapun untuk memerintah para pegawaiku yang ada di sini"


"kau pikir mereka akan menuruti kemauanmu setelah mengetahui identitasmu sebenarnya?" tanya seo jin


"seo jin-ssi..." panggilku memperingatkan dirinya untuk berhenti bicara


"apa kau pikir kau bisa hidup dengan kemewahan seperti ini jika bukan karena wajahmu?"


"yya...*(hei..) seo jin-ssi..."


"kau adalah manusia yang tidak tahu cara berterima kasih pada seseorang yang telah memberikanmu tempat tinggal yang mewah seperti ini"


"ku pikir seekor anj**g liar pun tahu cara berterima kasih kepada seseorang yang memungut dirinya di jalan"


"tapi kau?..."


"ku rasa kau harus banyak belajar dari seekor anj**liar agar tahu bagaimana caranya berterima kasih pada tuan rum..."


'splash!'


aku menyiram segelas jus jeruk yang ada di atas meja ke wajah seo jin untuk menghentikkan ucapannya yang sungguh tidak mengenakkan di telingaku


aku juga sudah mengabaikan para maid dan bibi min beserta koki yang ada di rumah ini saat seo jin mulai kehilangan kontrol atas semua sikapnya pagi ini


tentu saja perbuatan yang ku lakukan mengejutkan semua orang dan aku justru memperkeruh suasana di dalam rumah ini semakin bersitegang


"apa kau akan tetap bicara kasar seperti itu padaku setelah aku mengetahui kebusukan dari ayah mertuamu?" tanyaku


"seekor anj**g liar pun akan kabur jika pada akhirnya ia tahu bahwa hidupnya telah dipermainkan oleh tuan rumah yang memungutnya di jalanan"


"lebih baik anj**g liar itu hidup sendirian di jalanan dibandingkan hidup dalam kecemasan berbalut kemewahan karena ia tidak akan tahu kapan kehidupannya berkahir untuk dijadikan santapan bagi kalian orang-orang yang tamak dalam hal apapun" ucapku menyindir


aku dan seo jin terdiam dan hanya saling menatap tajam satu sama lain.


aku tahu tatapannya sama dengan pertama kali aku bertemu dengannya pada malam itu di hotel parkhyatt


tatapan mata yang penuh amarah namun ia tetap harus bisa mengontrol sikapnya agar ia tidak terbawa emosi dan tidak memukulku. karena ia tahu memukul seorang wanita adalah tindakan pengecut yang akan mencoreng harga dirinya sebagai seorang pria


mungkin akan lain lagi ceritanya, jika aku adalah seorang laki-laki. aku yakin tanpa ragu seo jin akan mengajakku berkelahi dan melayangkan tinjunya ke wajahku karena kesal dengan sikapku


"jadi kau akan memilih keluar dari rumah ini dan tinggal di jalanan tanpa membawa apapun?" tanya seo jin yang telah mengusap wajahnya yang lengket karena jus jeruk dengan serbet yang ada di meja makan


"baiklah jika itu maumu" ucapku membalas ucapan seo jin


"aku akan pergi dari rumah ini dibandingkan harus meminta maaf pada sesorang yang menyeramkan seperti monster" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin menuju kamar atas untuk mengemas barang-barangku


setelah selesai mengemas barang-barangku, aku segera turun ke bawah dan menggerek koper yang berisi pakaian


"nyonya..."


"nyonya jangan pergi" ucap bibi min padaku dan menghampiriku


aku tidak menggubris ucapan para maid yang mencoba menghentikanku


aku melihat seo jin masih melanjutkan sarapannya sambil melihatku yang hendak pergi


sesaat sebelum aku melewati pintu rumah, seo jin memanggiku dengan nama asliku


"KIM HYE JIN!" teriak seo jin dan membuat heboh penghuni rumah ini


aku menoleh saat seo jin memanggil nama asliku di hadapan semua orang


"koper itu milikku dan semua barang yang akan kau bawa pergi termasuk pakaian yang menempel di tubuhmu adalah punyaku, bukan punyamu. setidaknya anj**g liar tahu diri bahwa ia tidak akan membawa apapun yang bukan miliknya jika ingin pergi dari rumah tuannya" ucap seo jin mempermalukanku di depan semua orang


aku menuruti kemauan seo jin dan berniat tidak membawa apapun, aku meletakkan koper, tas selempang beserta jaket untuk menghangatkan diriku, aku lepaskan dan menyerahkannya ke bibi min


aku hanya memakai dress casual berwarna cokelat yang tentu saja bukan punyaku melainkan milik tuan rumah ini


"aku telah mengembalikkan semua barang-barang yang ada di rumah ini kecuali pakaian yang menempel di tubuhku"


"dengan belas kasih darimu tuan seo jin, aku memohon padamu untuk meminjamkan pakaian ini untukku, setelah itu aku akan mencucinya dan akan mengembalikkannya padamu dalam keadaan bersih dan wangi" ucapku dan segera melangkahkan kakiku dan berniat pergi dari sini


namun aku membalikkan tubuhku dan mengambil handphone dan juga dompetku yang ada di dalam tas selempang milik deok mi


"ahh..aku lupa handphone dan juga dompet ini adalah milikku dari awal sebelum aku menginjakkan kakiku di rumah ini. oleh karena itu, aku akan membawanya ini bersama diriku" ucapku pada seo jin yang hanya terdiam melihat sikapku


"terima kasih atas kemurahan hatimu karena telah memberikanku kehidupan yang mewah di rumah ini pada gadis miskin sepertiku selama beberapa bulan, tuan" ucapku sambil tersenyum ke arah seo jin dan langsung berwajah sinis padanya setelah selesai memberikan salamku padanya


aku membalikkan tubuhku dan berjalan kaki meninggalkan rumah seo jin yang luas seperti istana


meskipun udara dingin mulai terasa menusukku, aku tetap menghiraukannya dan berjalan dengan pakaian tipis yang aku kenakan


saat ini


beberapa orang melihatku aneh karena tidak memakai pakaian hangat saat musim dingin tiba, aku mengacuhkan pandangan mereka dan duduk di halte bus terdekat dari rumah seo jin


aku menarik nafas dan menghembuskan nafasku untuk mengatur emosiku dan menahan air mataku karena kesal


tidak lama, salju mulai turun pada pagi hari ini dan membuatku semakin kedinginan


semula halte bus yang tadinya agak ramai dengan beberapa orang, kini tersisa aku sendiri yang masih berada di halte. semua orang sudah menaiki bus dan tahu tujuan perginya masing-masing. sedangkan diriku, tidak tahu harus ke mana untuk sekedar menumpang berteduh dan menghangatkan diri


aku tidak memiliki tujuan selain rumah seo jin. aku tidak bisa kembali ke dorm, karena teman-teman kampusku mengira aku mengambil cuti selama satu semester karena memiliki urusan keluarga dan sedang berada di korea


jika aku pergi ke dorm, aku takut emma akan dibully lagi oleh teman-teman kampus karena diriku


aku tidak ingin hal itu terjadi


"ha...hachhoo!"


ahh...


sial kenapa cuaca hari ini sangat dingin sekali sih?!


salju saja baru turun kemarin malam tapi rasa dinginnya sudah hampir membuatku beku


aku harus mencari tempat untuk menghangatkan diri entah di cafe atau tempat manapun


aku mengeluarkan dompet dan melihat sisa uang yang ku punya


tidak ada uang kertas bernilai besar di dompetku hanya menyisakan koin-koin yang tidak begitu banyak. selama ini aku selalu memakai kartu sakti milik seo jin untuk membeli sesuatu yang aku inginkan


namun sayangnya aku sangat jarang memakai kartu sakti miliknya


aishh..


tahu jadinya akan seperti ini, seharusnya aku lebih sering menguras kartu sakti itu agar membuat seo jin sedikit bangkrut meskipun tidak akan ada yang berpengaruh di keuangan raja kukang itu


satu-satunya lembaran uang yang ku punya sudah ku gunakan kemarin untuk membeli ubi bakar


jika seandainya aku tidak menghabiskan uangku karena kemarin membeli ubi bakar, aku bisa pergi ke cafe terdekat untuk menghangatkan diri

__ADS_1


ehh...


tunggu sebentar


sepertinya aku masih memiliki saldo di kartu transportasiku


baiklah aku akan pergi ke rumah hajung sebentar dan berniat meminjam uang darinya


setelah aku mendapatkan kerja part time, aku akan mengembalikkan uangnya


aku memutuskan untuk pergi ke apartement hajung menggunakan bus.


selama di perjalanan aku merasa tubuhku terasa hangat sedikit namun anehnya hanya terasa hangat di daerah kening saja. beberapa kali aku bersin di bus dan membuatku tidak nyaman


setelah melihat ada kursi kosong, aku memutuskan untuk tidur sebentar.


beberapa menit berlalu dan aku gunskan untuk tidur sebentar, hingga sayup-sayup aku melihat halte bus yang terasa tidak asing bagiku


aku terkejut ketika aku nyaris melewatkan satu halte tempat di mana apartement hajung berada


aku segera berlari dan hampir saja pintu bus tertutup sebelum aku turun.


tapi untungnya supir bus itu sangat baik hati dan mau membuka pintu bus agak lebih lama agar aku bisa turun dari bus


sesampainya di apartement hajung melalui jalur rahasia basemant, aku mengetuk beberapa kali dan memencet bel memastikan hajung berada di rumah atau tidak


apakah ia masih tidur?


ataukah ia sedang pergi?


aku mencoba mencari tahu keberadaan hajung melalui aplikasi pasangan yang pernah ia unduh di handphoneku


aku tidak tahu ternyata aplikasi ini berguna juga di keadaan mendesak seperti ini


aku melihat hajung sedang tidak ada di rumah melainkan sedang berpergian dan entah pergi ke mana


aku memutuskan untuk menunggu hajung di depan pintu kamar apartementnya hingga ia tiba


entah sudah berapa lama aku menunggu hajung di depan kamar apartementnya


seseorang membangunkanku saat aku tertidur dalam posisi berjongkok


aku terkejut ketika dibangunkan dan melihat hajung sudah tiba di apartementnya


"kim hye jin! sedang apa kau di si..."


"ania...*(tidak) lebih tepatnya sudah berapa lama kau menungguku di sini?" tanya hajung


"tidak terlalu lama kok, baru saja aku tiba, mmm...sekitar pukul 7 pagi" ucapku


"itu berarti aku tiba kurang lebih..." ucapku terputus dan hendak melihat jam melalui handphoneku


"satu jam yang lalu" ucap hajung mengatakan lebih cepat dariku


"ahh.. benarkah, tapi aku tidak merasa telah menunggumu lebih lama" ucapku cengengesan


"masuklah dan hangatkan dirimu, aku akan membuatkanmu cokelat panas" ucap hajung


sesampainya di dalam kamar apartement hajung, tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, ia segera membuat cokelat panas untukku


"kau ingin makan apa? apa kau sudah sarapan?" tanya hajung


"ahh...tidak perlu repot aku ke sini hanya sebentar dan ingin membicarakan suatu hal denganmu" ucapku canggung


bagaimana aku mengatakannya kalo aku ingin meminjam uang padanya


"baiklah kita akan bicara setelah kau makan, ok?" ucap hajung


"aku akan memesankanmu makanan untukmu. ku rasa pengurus apartement ini menyediakan jasa membuat makanan layaknya hotel" ucap hajung


hajung segera menelpon customer service loby apartement ini dan memesan makanan untukku


tak lama setelah selesai memesan makanan, hajung menyodorkan secangkir cokelat panas kepadaku


aku segera meminum cokelat panas buatan hajung dan tersenyum padanya


"gomawo...hajung-ssi *(terima kasih hajung)" ucapku


"ahh...apakah kau ingin makan ramyun sebelum makanan yang aku pesan datang?" tanya hajung


"setidaknya sebungkus ramyun dapat mengganjal perutmu" ucap hajung


"ahh...tidak usah hajung, aku justru merepotkanmu karena kedatanganku" ucapku


"berhentilah bicara seperti itu hye jin, kau tidak merepotkanku sama sekali. aku tidak menganggapmu orang asing lagi setelah kemarin malam kau mendengar pengakuan perasaanku terhadapmu" ucap hajung dan membuat suasana menjadi canggung


"ahh...itu.." ucapku untuk mengusir rasa canggung


"kau tidak perlu menjawabnya sekarang. jika kau sudah siap dengan keputusanmu, bicaralah padaku" ucap hajung


"apa ada lagi yang ingin kau butuhkan hye jin?" tanya hajung lembut


"mmm...itu, ahh iya aku ingin meminta selimut padamu, jika boleh aku ingin tidur sebentar sambil menunggu makanannya datang" ucapku sambil tersenyum


"tentu saja kau boleh istirahat di sini, jika kau ingin menginap, aku akan menyiapkan kamar untukmu" ucap hajung


"ahh..tidak perlu hajung, sungguh aku tidak ingin merepotkanmu dengan menginap di sini..." ucapku dan hajung menghembuskan nafas setelah ia mendengar kata 'merepotkanmu' keluar dari mulutku


"maksudku...bukankah aku harus waspada dengan laki-laki playboy sepertimu?" ucapku mengalihkan pembicaraan


"oh..ya ampun, jadi kau tidak mau menginap di sini karena alasan itu? tenang saja aku tidak akan menyentuhmu selama kau tidak memintaku untuk memelukmu" ucap hajung


"aku bukan wanita seperti itu" ucapku


"iya iya aku tahu, aku hanya menggodamu, siapa tahu kau berubah pikiran"


"apa kau ingin tidur di tempat tidurku?" tanya hajung


"tidak. aku lebih nyaman tidur di sofa" ucapku


"ahh..baiklah, kau memang keras kepala, ku pikir ksu berubah pikiran sesaat melihat tempat tidurku yang nyaman" ucap hajung


"tunggu sebentar aku akan mengambilkanmu selimut dan bantal" ucap hajung


"nne..gomawo* (iya...terima kasih)" ucapku


setelah hajung memberikanku selimut dan bantal, aku segera tiduran di atas sofa


entah kenapa aku merasa kepalaku sangat berat dan ingin memejamkan mataku, tapi bagusnya aku merasa tubuhku sudah lebih hangat dan ku rasa semakin hangat


dan nafasku...


lebih panas dari dugaanku, apakah aku demam?


haah...ku mohon jangan demam, ku rasa sebaiknya aku segera tidur agar demamku bisa turun, aku hanya kecapekan saja


baru saja aku mulai terjaga dalam tidurku, aku mendengar suara bel berbunyi


"ahh...sepertinya makanan yang ku pesan sudah datang, ternyata lebih cepat dari yang ku kira" ucap hajung yang terdengar samar-samar di telingaku


"apa yang kau lakukan di sini?" tanya hajung


"di mana hye jin?" tanya seseorang pada hajung


kenapa ada seseorang yang mencariku?


"pergilah dan jangan menganggunya, ia sedang beristirahat" ucap hajung pada seseorang


"minggir!" seru seseorang yang baru saja datang ke apartement hajung


"kim hye jin! keluar kau!" teriak seorang pria memanggilku


sepertinya aku mengenali suara pria itu


"kim hye jin di mana kau?!" teriak seo jin memanggilku


"aku tidak menyuruhmu masuk ke dalam apartementku, keluar atau aku akan memanggil keamanan untuk mengusirmu" ucap hajung


aku membuka mataku dan terkejut ketika mendengar suara seo jin


"aku tau kau bisa tidur di mana saja, tapi aku tidak menyangka kau bisa tidur di tempat pria asing yang belum lama kau kenal" ucap seo jin saat aku membuka mataku


aku mendongakkan kepalaku dan melihat seo jin sedang menatapku, tanpa ragu-ragu, seo jin menarik tanganku pertanda menyuruhku untuk segera bangun


dengan terpaksa, aku bangun dari posisi tidurku, meskipun aku merasa pusing, aku tetap berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan mereka


oh ya ampun...


kepalaku kenapa menjadi semakin berat seperti ini


tubuh dan nafasku terasa panas, namun aku hanya merasa tangan dan kakiku terasa sangat dingin


hajung yang melihatku sedang diperlakukan seperti itu oleh seo jin, segera menghentikan seo jin


"aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini jika kau memaksa hye jin keluar dengan cara seperti itu" ucap hajung sambil memegang lengan seo jin


"singkirkan tanganmu, kau tidak tahu bahwa kau adalah biang masalah dari semua ini" ucap seo jin ketus


"kau hanya akan menyusahkan hye jin, dan tidak bisa melindunginya, terima saja nasibmu sebagai seorang pecundang dan jangan melakukan apa-apa" ucap seo jin merendahkan hajung


"kau..." ucap hajung geram dan menarik kerah baju seo jin


"hajung-ssi ku mohon tahan emosimu"


"dan kau juga seo jin, berhentilah mengatakan seperti itu, kau seperti seorang anak kecil" ucapku lembut


tidak!


lebih tepatnya aku sedang tidak enak badan dan tidak ingin bicara keras hanya untuk memisahkan mereka berdua


"aku akan ikut denganmu, berhentilah mencari masalah dengan hajung" ucapku


untungnya hajung menuruti kemauanku dan melepaskan cengkaramannya dari kerah seo jin


seo jin kembali menarik tanganku agar aku tidak terlalu lama berada di apartment hajung


aku menepis tanganku dari genggaman tangan seo jin


seo jin menoleh ke arahku dan aku menatapnya dengan sinis


"terima kasih atas cokelat panasnya, maafkan aku karena telah merepotkanmu dan membuat pagimu gaduh seperti ini" ucapku sambil tersenyum dan berniat pamit pada hajung sebelum pergi meninggalkan kamar apartementnya


"sama-sama hye jin. apartementku terbuka untukmu jika kau membutuhkan tempat tinggal" ucap hajung yang sudah bisa membaca keadaan


seo jin menatap sinis hajung ketika ia bicara seperti itu padaku


aku segera pergi meninggalkan seo jin yang masih menatap dingin hajung. tanpa diberi aba-aba, seo jin menyusulku dan pergi meninggalkan kamar apartement hajung


sesampainya di lift, seo jin memencet tombol yang mengarah ke lobby apartement, seketika aku terkejut ketika melihatnya


"yya...*(hei) apa kau melewati lobby saat menuju ke atas kamar apartement hajung?" tanyaku


"tentu saja! dari mana lagi jika aku tidak lewat lobby?" ucap seo jin santai


"kenapa kau tidak memarkirkan mobilmu ke basemant?" tanyaku


"untuk apa ke basemant, aku tidak ingin lama-lama berada di sini. aku hanya datang dan menjemputmu saja" ucap seo jin


"kau tahu...sebenarnya yang pembuat masalah adalah dirimu seo jin" ucapku


"wahh...kim hye jin kau benar-benar sudah berubah saat kau mengenal hajung, dirimu yang sekarang sudah tidak tahu malu lagi"


"apa kau juga mengibaskan ekormu ke hajung agar mendapatkan tempat tinggal?" ucap seo jin yang mulai membuatku kesal


aku menarik nafas dalam-dalam agar tidak terbawa oleh emosi, tubuhku sedang lemah, tapi seo jin justru memperparah keadaanku saat ini


"kau tahu, seseorang sedang memantau gerak-gerik hajung dan dia adalah anak buah dari ayah mertuamu, jika kau melewati lobby, tentu saja ia akan melihatmu dan melaporkannya ke ayah mertuamu, seo jin"


"selama aku bekerja sama dengan hajung untuk mencari bukti kejahatan ayah mertuamu, aku selalu berhati-hati dalam bertindak, berusaha untuk tidak melewati lobby agar anak buah ayah mertuamu tidak tahu bahwa aku sering ke sini"


"tapi hari ini kau justru merusaknya dengan cara menyusulku dan melewati lobby" ucapku menjelaskan


"wahh...kim hye jin apakah barusan saja kau sedang mengakui dosa padaku?" tanya seo jin


"aku sedang tidak bercanda seo jin" ucapku


"aku juga tidak sedang bercanda, justru akan sangat bagus jika ayah mertuaku telah mengetahui bahwa kau memiliki hubungan dengan hajung selama ini, aku tidak perlu repot untuk menjelaskan padanya"


"minta maaflah pada ayah mertuaku agar kau mendapat pengampunan darinya" ucap seo jin yang membuatku semakin sakit kepala


"apakah ini alasanmu menjemputku ke sini?" tanyaku


"tentu saja iya, memangnya untuk apa lagi fungsi dari alat penyadap yang kupasang di handphonemu? selain untuk memantau kemana kau pergi, aku juga bisa menemukanmu dengan mudah" ucap seo jin yang membuatku terkejut


"mworago?*(apa katamu?)" tanyaku


"yya!!*(hei)" sejak kapan kau memasang alat penyadap di hadnphoneku haah?!" seruku


"sudah lama" ucap seo jin santai


" aku pernah menggunakannya pertama kali saat kau pergi ke pesta perayaan ulang tahun emma di kedai paman patrick" ucap seo jin jujur


"tapi aku merasa bersalah padamu, karena melanggar hak privasimu, tapi ternyata aku salah"


"jika seandainya aku tidak memiliki rasa bersalah padamu, mungkin aku bisa tahu lebih cepat bahwa kau memiliki hubungan dengan hajung" ucap seo jin


"karena sudah terlanjur terjadi, aku memutuskan untuk menjemputmu dan membawamu ke rumah orang tua deok mi dan meminta maaf pada ayah mertuaku" ucap seo jin santai dan tepat pintu lift terbuka dan berada di lobby


aku tidak keluar dari lift dan hanya berdiri terdiam di dalam, seo jin yang melihatku hanya terdiam langsung menarik pergelangan tanganku dengan kasar


aku berusaha melepas genggaman tangan seo jin, namun tenaganya lebih besar dari yang ku kira


"lepaskan seo jin!" ucapku


"ku bilang lepaskan!" seruku pada seo jin


beberapa orang melihatku yang berusaha sedang melepas genggamannya


seorang keamanan hendak menghampiriku dan seo jin bermaksud menanyakan apa yang sedang terjadi

__ADS_1


namun seo jin memberi aba-aba pada keamanan itu untuk berhenti menghampirinya


"tidak perlu ikut campur ini urusan rumah tanggaku" ucap seo jin pada keamanan apartement yang sedang memperhatikanku


aku melihat pria yang sedang mengawasi gerak-gerik hajung selama ini, sedang duduk meminum kopinya dan melihatku sedang ditarik paksa oleh seo jin


sesampainya di depan pintu mobil, seo jin melemparku ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan keras hingga bergema di indera pendengarku


hari ini seo jin benar-benar menggila seperti hewan peliharaan sponge bob yang terinfeksi virus siput gila


ia bertindak sesuka hatinya dan melampiaskan kemarahannya padaku


aku menutup mataku dan tidak ingin melihat wajah seo jin yang menyebalkan


ia kembali membanting pintu mobil saat ia masuk ke dalam, aku hanya menghembuskan nafasku ketika mendengar suara pintu mobil dibanting dengan keras


seo jin mengendari kendaraannya dengan cepat dan menyalip, beberapa kendaraan meng-klakson kendaraannya untuk berhenti ugal-ugalan di jalan raya, mengingat jalanan hari ini licin karena salju turun


"apa kau sungguh tidak merasa bersalah padaku, hye jin?"


"bagaimana mungkin kau bisa membohongiku selama ini?"


"apa kau pikir aku tidak cukup mampu untuk melindungi dirimu, haah?! teriak seo jin karena aku tidak kunjung menjawab pertanyaannya


aku hanya terdiam sambil menutup mata dan mendengarkan seo jin mengoceh layaknya seekor burung yang sedang latihan bicara bahasa manusia


"sebenarnya apa yang kau lakukan di kamar apartement itu selama satu jam?" tanya seo jin


aku selama satu jam menunggu hajung di lorong dan tertidur di sana karena sakit, bodoh


lagi pula hajung berpergian selama satu jam dan sedang tidak ada ditempat


"apa kau akan tetap berada di sana jika aku tidak menjemputmu?"


tentu saja tidak! aku ke tempat hajung karena berniat untuk meminjam uang padanya


kau lupa tadi pagi kau mengusirku dari rumahmu?


"apa kau benar-benar kim hye jin yang aku kenal?" tanya seo jin


tentu saja bodoh!


"cihh....dan sekarang kau mengabaikanku" ucap hajung sambil memukul stir mobil beberapa kali


aku sudah menjawab semua pertanyaanmu tapi hanya di dalam hati, aku tidak sanggup berbicara saat ini karena sedang mengumpulkan tenaga


"baiklah...lakukan sesukamu, aku tidak peduli padamu lagi, jika suatu hari nanti kau terlibat masalah karena tindakanmu selama ini yang diam-diam bekerja sama dengan hajung, jangan mencariku" ucap seo jin


"kemungkinan terburuk kau akan berada didalam penjara selamanya"


"apa kau benar-benar senang kim hye jin jika masa depanmu hancur karena hanya seorang rendahan yang terlahir dari hubungan kotor seperti itu?" tanya seo jin lagi hingga tibalah di depan rumah seo jin


aku tahu saat ini aku sudah sampai di rumah seo jin. tapi entah kenapa sepertinya sangat berat untuk melangkahkan kakiku dan keluar dari mobil


"apa kau tidak ingin turun dari sini?" tanya seo jin


"baiklah lakukan sesukamu, aku tidak akan pernah mencampuri urusanmu lagi" ucap seo jin dan pergi meninggalkanku


beberapa menit setelah seo jin keluar dari mobil, aku mengumpulkan tenagaku untuk bisa berjalan ke dalam rumah dan beristirahat


aku meringis kesakitan sambil memegang kepalaku yang masih terasa pusing dan memijatnya sebentar, aku terkejut ketika seo jin membuka pintu mobil dan hendak memegang keningku


aku yang menyadari hal itu segera menepis tangannya dari keningku. namun ku rasa, ia berhasil menyentuh keningku walau hanya sebentar


aku mendorong tubuh seo jin agar tidak menghalangi jalanku


"yya...*(hei!) kim hye jin berhenti!" ucap seo jin namun aku tidak menggubrisnya


beberapa kali ia memanggil nama asliku didepan para maid, hingga aku berada di lantai 2


seo jin yang kesal padaku karena aku tidak mendengar perintahnya segera menarik tanganku dari belakang hingga menyebabkan ku berbalik badan dan menghadap ke seo jin


lagi-lagi ia memegang keningku dengan punggung tangannya.


aku segera menepis tangannya lagi dengan keras


"sejak kapan kau demam?!" tanya seo jin


"bukan urusanmu, berhenti peduli padaku dan jangan ganggu aku" ucapku ketus


"aku akan menuruti perintahmu untuk melakukan presentase sebagai sung deok mi di acara pemilihan direktur real estate rose besok"


"tapi aku tidak ingin meminta maaf atau bahkan bersujud memohon ampun ke ayah mertuamu"


"berhenti memikirkan itu dan fokus pada kesehatanmu" ucap seo jin


"ha ha ha....bukankah kau yang bilang sendiri untuk berhenti peduli padaku?"


ucapku sambil tertawa pilu


"apa kau lupa dengan ucapanmu tadi di dalam mobil selama di perjalanan?"


"kau lupa bahwa aku hanya anj**g liar yang sudah kau pungut dijalanan?"


"aku tidak akan mengibaskan ekorku ke tuan rumah yang jahat sepertimu, tapi sebagai anj**g liar aku tahu bagaimana caranya berterima kasih"


"besok adalah hari yang penting untukmu dan juga perusahaan ayah mertuamu yang sangat kau sayangi itu, aku akan berusaha untuk tetap hidup sampai besok dan akan membalas budi atas kemewahan yang kau berikan padaku selama ini" ucapku yang mulai mengoceh tanpa berpikir karena demam tinggi


"tenang saja seekor anj**g liar tidak akan mati hanya karena demam seperti ini" ucapku lagi


"hye jin berhenti bicara konyol dan ayo pergi ke rumah sakit" ucap seo jin


"tidak mau! urus saja urusanmu sendiri, aku paling benci dengan kata rumah sakit" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin


aku melihat bibi min keluar dari kamar seo jin setelah selesai membersihkan kamar


"bibi min" panggilku


"bisakah kau membuka kunci pintu kamar yang ada di sebelah sana?" tanyaku


"kini kau sudah tahu identitasku, jadi anggap saja aku tamu yang akan menginap di rumah tuan majikanmu yang amat murah hati"


"ah iya sekedar info untukmu, tuanmu yang memungutku lagi saat aku berada dijalanan karena aku tidak memiliki tempat tinggal, jadi ku rasa aku sudah mendapat izin lagi untuk tinggal di rumah semewah ini" ucapku yang meracau layaknya orang mabuk


"aku tidak mungkin masuk ke dalam kamar tuan majikanmu setelah kau tahu identitasku yang sebenarnya" ucapku


"ba-baik nona" ucap bibi min padaku


aku segera masuk ke kamar tamu dan berbaring di atas tempat tidur


beberapa menit seo jin masuk ke kamarku dan menarik selimutku


"tidak bisa seperti ini, kau harus pergi ke rumah sakit" ucap seo jin samar-samar sebelum aku bermimpi dan mengigau


didalam mimpiku seo jin memaksaku untuk berdiri dan pergi ke rumah sakit, namun karena kesal, aku menjambak rambutnya dengan sekuat tenagaku dan berteriak tidak mau sambil menangis


aku mengadu pada ibuku karena pria itu sangat jahat padaku


beberapa kali aku memanggil 'eomma' agar ibuku bisa membantuku mengusir pria jahat yang memaksaku


didalam mimpi itu aku terus memanggil ibuku namun ibuku tidak kunjung datang, hingga aku menangis sesenggukkan dan memohon pada tuhan agar aku bisa bertemu dengan ibuku


hingga pada akhirnya didalm mimpi itu aku bertemu dengan ibuku dan merasa nyaman karena berada di sampingnya


aku tidak perlu ke rumah sakit saat demam, yang aku butuhkan hanya ibu seorang untuk terus berada di sampingku


aku bermimpi memeluk ibuku dan ia mendekapku dengan sangat erat, hingga membuatku merasa nyaman dan membuatku tersenyum.


mimpi itu terasa sangat nyata bagiku


apakah aku sangat merindukan ibu?


*****


Park seo jin pov


aku terkejut ketika merasakan panas di kening gadis itu


aku begitu marah padanya yang membohongiku selama ini dan diam-diam berhubungan dengan hajung, hingga lupa tidak memerhatikan kondisi keshatannya saat ini


aku tidak sengaja ketika melihat dirinya meringis kesakitan dan memegang kepalanya saat ia hendak turun dari mobil melalui kaca depan mobil yang tidak terlalu gelap


sesaat sebelum ia menepis tanganku, aku berhasil menyentuh keningnya dan merasakan panas ditanganku


beberapa kali aku menyuruhnya untuk berhenti namun ia tidak menggubris panggilanku


hingga aku terpaksa menarik pergelangan tangannya agar ia berhenti dan aku bisa memeriksa keadaannya sekali lagi, memastikan kondisinya dalam keadaan baik


sesuai dugaanku, hye jin sedang tidak baik-baik saja, tangannya begitu dingin, namun wajahnya memerah dan terasa panas saat aku menyentuh keningnya. keringat dinginnya mulai membasahi pakaiannya


namun dalam keadaan seperti itu, ia masih memiliki tenaga untuk menepis tanganku dengan kuat


pantas saja selama diperjalanan ia tidak menjawab pertanyaanku dan hanya memejamkan mata saja


ku kira ia sangat marah dan enggan untuk menatap wajahku. hye jin memang pintar menyembunyikan keadaannya dariku


ia tidak ingin tahu bahwa ia sedang sakit demam


ini semua salahku karena telah mengusirnya dari rumah dan tidak memperbolehkan dirinya membawa apapun yang berasal dari rumah ini. alhasil hye jin keluar tanpa memakai jaket di saat musim dingin seperti ini


bisa saja ia mati kedinginan akibat ulahku, tapi aku hanya pria breng*ek yang dikendalikan oleh emosi.


dan saat ini gadis itu sedang meracau tidak jelas akibat demam tingginya


aku sempat ragu untuk membawanya ke rumah sakit, karena bagaimanapun aku sudah berbuat salah padanya dan mengatakan bahwa aku tidak peduli lagi dengannya. namun pada akhirnya setelah aku berpikir lagi, aku memutuskan untuk memaksa dirinya ke rumah sakit agar ia mendapat perawatan dibandingkan hanya tertidur di dalam kamar saja


aku masuk ke kamar dan melihat hye jin menutupi tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan selimut


aku menarik selimut itu dan melihat keadaan hye jin semakin parah


"tidak bisa seperti ini, kau harus pergi ke rumah sakit" ucapku memaksa hye jin untuk bangun dan pergi ke rumah sakit


namun ia justru menjambak rambutku dengan kuat hingga beberapa lembar rambutku tercabut dan berada di jari gadis itu


"shireo!!*(tidak mau!)" teriaknya


"arrghh...." teriakku ketika ia menjambak rambutku


"sakit hye jin!!"


"ku bilang tidak mau kenapa kau terus memaksaku huhu..."


"eomma...huhu..*(ibu...huhu)"


"eommaaa....*(ibu...)"


hye jin menangis sambil memanggil ibunya, ia benar-benar sakit karena demam tinggi hingga mengigau seperti ini


aku memutuskan untuk mengompres hye jin agar demamnya turun dan meminta tolong bibi min menelpon dokter albert


namun sayangnya dokter albert tidak bisa datang di karenakan terjadi tabrakan beruntun akibat jalanan yang licin karena salju mulai turun


ia harus menangani korban dari kecelakaan beruntun itu


mendengar hal itu, aku meminta bantuan bibi min untuk mencarikan obat penurun demam dan menggantikan pakaian hye jin yang telah basah karena keringat dinginnya


selama bibi min menggantikanku menjaga hye jin, aku memasak bubur untuk hye jin, beberapa koki merasa canggung ketika majikannya berada di dapur


"tuan...aku akan menggantikan anda untuk memasaknya" ucap salah satu kokiku


"tidak apa, aku sengaja membuat bubur ini dengan tanganku sendiri, kau kerjakan saja yang lain" ucapku pada salah satu kokiku


setelah selesai membuatbubur, aku segera ke atas dan membangunkan hye jin untuk memakan bubur buatanku sedikit demi sedikit


ia melewatkan jam sarapan karena bertengkar denganku


aku memposisikan hye jin duduk dan sepertinya ia terbangun tapi hanya setengah sadar hingga ia bisa memakan bubur buatanku dengan cara mensuapinya.  nafas hye jin sangat panas bahkan tidak jauh berbeda dengan panas yang ada di bubur ini


beberapa kali ia menganggapku sebagai ibunya, dan memegang tanganku


entahlah setidaknya ia tidak mengamuk seperti tadi dan menjambak rambutku dengan kuat


aku membantu hye jin meminum obat penurun demam, setelah itu membaringkan kembali hye jin agar ia bisa beristirahat


lagi-lagi hye jin mengigau dan mencoba memelukku karena di matanya saat ini, aku adalah ibunya


syukurlah  aku menjemput hye jin dan tidak membiarkannya untuk tinggal lebih lama di apartement pria palyboy itu


jika tidak, bisa saja hajung malah justru memanfaatkan keadaan hye jin yang tidak berdaya seperti ini


"aku tidak butuh rumah sakit, aku hanya ingin eomma* (ibu) berada di sampingku" igau hye jin sambil  memelukku yang sedang dalam posisi duduk di pinggir tempat tidur


hye jin memeluk perutku dengan erat, aku memutuskan untuk menemani hye jin lebih lama lagi sampai ia tertidur pulas


aku duduk diatas tempat tidur dan bersandar di besi ranjang, aku meluruskan kakiku yang panjang di atas tempat tidur.  hye jin kini tertidur di kedua pahaku dan aku menepuk-nepuk punggungnya dengan perlahan


sesekali aku mengecek hye jin bernafas atau tidak dengan cara mendekatkan jariku di depan lubang hidungnya


aku masih merasakan hembusan panas nafas hye jin. aku berharap demamnya segera turun dan segera pulih


aku ingin meminta maaf pada hye jin karena telah memperlakukannya dengan kasar


beberapa menit berlalu dan sepertinya hye jin sudah tertidur pulas akibat efek samping dari obat yang ia minum tadi


aku melihat handphoneku berdering dan tulisan ayah mertuaku terpampang di layar kaca handphoneku


here we go


masalah utama yang aku khawatirkan, ku harap ia tidak berniat menyakiti hye jin setelah tahu hye jin berhubungan dengan hajung


aku tidak menjawab panggilan itu dan berencana akan bertemu dengan ayah mertuaku langsung di kantornya


aku pergi meninggalkan hye jin setelah memastikan dirinya tertidur dengan sangat pulas


______________////____________////___________


maaf ya jika episode hari ini banyak tanda bintangnya untuk mengganti nama hewan dog dalam bahasa indonesia


heran deh nulis hewan guguk aja ndak boleh 😔 diskriminasi sekali terhadap hewan lucu dan setia seperti mereka 😑

__ADS_1


apakah menulis 'kampret' juga di kasih bintang? itu kan bukan kata kasar, emang ada hewan yang namanya kampret


begitu juga dengan hewan guguk, itu kan bukan kata kasar, tapi kenapa disensor?


__ADS_2