
SUNG HAJUNG POV
Aku merasa sesuatu sedang berada di atas lenganku, sesuatu yang lembut dan terasa seperti air yang lengket menempel di lenganku
Selain itu aku mendengar suara nafas selain dari diriku di ruangan ini
Apakah ada seseorang yang tertidur disampingku
Seingatku aku tidak membawa seorang wanita untuk aku ajak berkencan di kamarku
Sesekali aku mendengar suara gemeretak gigi yang dihasilkan oleh seseorang ketika tertidur
Aku berusaha membuka mataku lebar-lebar untuk melihat sekelilingku namun mataku seperti ada yang sengaja memberikan lem super agar aku tetap terjaga
Aku merasa terganggu dengan suara gemeretak gigi dan ingin sekali aku membangunkan orang itu
Dengan sekuat tenaga aķu berhasil membuka mataku lebar-lebar dan melihat sekelilingku
Aku melihat gadis itu sedang tertidur di atas lenganku
Jadi sesuatu yang lembut dan berair lengket itu adalah bibir dan air liur yang dihasilkan oleh gadis aneh ini?
Hye jin dengan lancangnya tertidur di atas lenganku dan terlebih lagi haaahh....
Ia berani menciptakan genangan air liurnya diatas lenganku yang berharga?
Bagaimana bisa gadis seperti ini bisa memiliki kemiripan wajahnya dengan sepupuku sung deok mi, apakah dewa sedang bercanda?
Wajahnya memang sangat mirip dengan deok mi tapi tingkah lakunya sangat berbeda 180⁰ derajat
Aku menarik tanganku dengan perasaan jijik
"Akkhhh...."
"Apakah didalam mulutnya terdapat sumber mata air? Bagaimana mungkin ia bisa memproduksi air liur sebanyak ini ckckck?" Gerutuku
Aku segera beranjak dari tempat tidur dan mencuci lenganku di wastafel menggunakan sabun
Aku membuka pakaian atasanku karena sebagian sudah terkena air liur gadis itu dan berencana untuk mandi.
Apakah gadis ini memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan? Bagaimana bisa ia tertidur disampingku seperti ini
Aku berencana membangunkan hye jin dan menyuruhnya untuk pindah ke kamarnya jika ia masih merasa mengantuk
Aku sedikit merasa bersalah pada gadis ini karena semalam aku bermimpi telah menyakitinya, meskipun mimpi itu terasa sangat nyata bagiku
"Hye jin-ssi bangunlah" ucapku sambil menyentuh punggung hye jin
"Hye jin-ssi...hye jin-ssi" ucapku memanggil gadis ini dengan nada sedikit tinggi agar ia terbangun
"Mmm....nne eomma* (iya ibu) 5 menit lagi aku akan segera bangun" ucap gadis ini mengigau
Aku menghembuskan nafas ketika ia mengigau seperti ini
Ia bisa masuk angin jika tertidur tidak memakai selimut, ia hanya menggunakan piyama tipis dan...
Mmm....apa ini? Syal?
Apakah ia tidur sambil berjalan sempat memakai syal?
Aku mendekatkan wajahku dan mencoba mengintip leher hye jin yang terasa aneh bagiku
Apakah itu luka memar?
Sekilas aku melihat warna biru lebam samar berada di leher hye jin yang tertutupi syal
Tapi aku juga tidak yakin apakah itu benar luka memar atau hanya khayalanku saja
Baru saja aku mendekat ke leher hye jin hanya untuk memastikan, namun gadis itu telah mengejutkanku dengan berteriak di dekat telingaku
"Huwaaa!!!" Teriak hye jin
"Akkhh...suaramu kenapa terdengar melengking sekali sih" ucapku
Gadis itu terlihat sangat terkejut ketika melihatku, ia seperti melihat hantu, hanya terdiam terpaku tanpa mengucapkan sepatah kalimat apapun
"Ha-hajung-ssi kau sudah bangun?" Tanyanya setelah ia terdiam beberapa saat
"Pertanyaan macam apa itu? Kau pikir aku sedang tertidur sambil berdiri di hadapanmu?" Tanyaku
Gadis itu hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kalimat lagi dan terlihat ketakutan saat melihatku
Apakah karena aku bertelanjang dada di hadapan dirinya?
"Yya*...(hei) berhentilah menatapku seperti itu..apa kau tidak pernah melihat seorang pria bertelanjang dada di hadapanmu?" Tanyaku
"Jangan sampai kau keluar darah dari hidungmu karena kau tidak sanggup melihat ciptaan indah tuhan sedang berdiri di hadapanmu" ledekku menggoda hye jin
"Haaah....maldo andwae* (tidak mungkin)" ucapnya
"Ha-hajung-ssi apa kau baik-baik saja?" Tanya gadis ini aneh
"Tentu saja aku baik-baik sa...." ucapku terputus dan bertanya-tanya apakah aku melakukan sesuatu yang buruk di luar kesadaranku?
"Apakah terjadi sesuatu pada dirimu hye jin?" Tanyaku dengan ekspresi serius
Hye jin terdiam dengan ekspresi bingung
"A-anio*(t-tidak)" ucapnya
"Tidak terjadi apa-apa pada diriku" ucapnya sambil merapikan rambutnya ke depan
"Baguslah jika tidak terjadi apa-apa padamu" ucapku dan pergi meninggalkan hye jin di kamar menuju kamar mandi
"Ahh...hye jin-ssi" ucapku memanggil hye jin
"Ahh..nne nne* (ya ya)" sahut hye jin dengan kedua tangannya berada di perut layaknya seorang bawahan sedang menghadapi atasannya
"Kenapa tingkahmu sangat aneh?" Tanyaku sambil mengerutkan keningku
Hye jin terdiam seribu bahasa dan tidak menanggapi pertanyaanku
"Apa kau habis bermimpi buruk hye jin? Sehingga kau menyusul ke kamarku?" Tanyaku pada hye jin
"N-ne* (i-iya) aku terbangun dari tidurku karena tidak merasa nyaman berada di kamar seluas itu" ucapnya setelah diam beberapa saat dan menjawabnya dengan gugup
Wahh...Gadis ini sangat bahaya
Bagaimana mungkin ia lebih memilih memasuki kamar laki-laki asing di malam hari dari pada harus berdiam diri di kamarnya sendiri
"Kim hye jin-ssi.." panggilku
"Lain kali jika kau pergi menginap bersama laki-laki asing, aku sarankan untuk berdiam diri di kamar"
"Karena kau tidak akan pernah tahu isi pikiran kotor dari para pria"
"Kau beruntung karena bermalam denganku, karena diriku adalah pria yang mampu menahan diri dan tidak mudah terpengaruh jika seorang wanita bermalam dengan diriku meski hanya berdua saja di kamar" ucapku dengan keren dan masuk ke kamar mandi
****
Kim Hye Jin pov
Mwo?!* (apa?!)
Apa yang ia bilang? Aman?
Gundulmu yang aman!!
Aku hampir mati di tanganmu bodoh!!
Jika saja aku tidak membuatmu pingsan, mungkin aku sudah menjadi mayat di kamar ini
Ohh....
Sungguh mengerikan!!
Tapi....
Kenapa ia bisa lupa dengan kejadian semalam?
Apakah ia benar-benar mengalami kelainan jiwa?
Atau...
Hajung memiliki lebih dari satu kepribadian seperti billy milligan?
Hal gila macam apa lagi ini??
Bagaimana mungkin aku bisa berada di perahu yang sama dengan orang gila seperti hajung?
Haruskah aku meninggalkannya dan berteriak bahwa hajung orang gila?
Aishh...michinom* (gila)
__ADS_1
Jika kau melakukan itu berarti kau juga sama gilanya hye jin!
Ataukah
Hajung sebenarnya menyadari semua perbuatannya padaku tetapi ia hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa dihadapanku?
Tidak!
Jika hajung menyadari kejadian semalam dan mampu berhadapan denganku tanpa rasa bersalah seperti ini
Aku akan menganggap bahwa ia seorang psikopat dan harus pergi menjauh darinya
Tapi...
Jika memang ia tidak menyadari perbuatannya yang semalam terhadapku, itu artinya hajung membutuhkan seorang psikiater agar penyakit mentalnya tidak kambuh lagi
Baiklah hye jin
Tenangkan hati dan jernihkan pikiranmu jika kau tidak ingin terbawa arus dan berubah menjadi gila
Baru saja diriku bisa bernafas dengan lega, suara handphone hajung mengagetkan diriku dan hajung memanggilku untuk memberikan handphone miliknya ke kamar mandi
"Kim Hye Jin-ssi" panggil hajung ketika mendengar suara handphonenya berdering beberapa kali
Apakah sebaiknya aku berpura-pura tidak mendengar dan pergi dari sini?
Aku memutuskan untuk pergi dari kamar hajung dan menuju pintu kamarnya
Namun sialnya, aku salah membuka pintu kamar yang tidak biasa ini
Harusnya aku lebih awal menyadari bahwa pintu ini adalah pintu geser
Dengan bodohnya aku justru berusaha mendorong pintu dengan keras, sehingga hajung dapat mendengar suara gaduh dari luar kamar mandi
"Hye jin-ssi! Apa kau masih di kamarku? Jika iya tolong ambilkan handphoneku ke sini" pinta hajung padaku
Apakah dia gila?!
Bagaimana mungkin meminta tolong pada seorang gadis mengambilkan handphonenya saat ia sedang mandi?!
Apakah ia yang sudah terbiasa meminta tolong seperti itu pada wanita lain?
Haahh?!!
Terkadang aku lupa jika aku hidup di new york
Negara ini terlalu bebas hingga tidak ada lagi batas hubungan antara pria dan wanita
Contohnya seperti ini
Hajung tanpa sungkan meminta tolong padaku yang bukan istrinya mengambilkan handphone miliknya ke kamar mandi
Apa dia pikir tidak berbusana dihadapan seorang wanita adalah hal yang lumrah
Ahh...
Aku tidak ingin mengotori mataku
Cukup seo jin saja yang aku lih...at
Hei!!!
kenapa aku justru membayangkan tubuh seo jin
Dasar kau wanita gila kim hye jin!!
Wajahku terasa panas saat mengingat kejadian malam itu bersama seo jin
Seharusnya itu menjadi kenangan buruk dalan hidupku, tetapi terkadang ketika sifat gilaku muncul hal itu berubah menjadi kenangan indah yang tidak boleh terjadi lagi antara aku dan seo jin
Aku segera melupakan bayangan tubuh seo jin yang melintas di kepalaku dan segera mengambilkan handphone milik hajung dan memberikannya dengan cara membelakangi dirinya
"Ini hajung-ssi handphonemu" ucapku
"Bawa masuk saja" ucapnya
"Aku tidak ingin masuk! Ulurkan saja tanganmu" ucapku
"Yya*...(hei...) apa kau bodoh?! Bagaimana aku bisa keluar dari balik tirai dalam keaadaan tanpa busana?"
"Masuklah! Kau tidak akan langsung melihat tubuhku" ucap hajung padaku
Aku segera membalikkan tubuhku ke arah kamar mandi dan tidak melihat hajung seperti yang ku bayangkan
Haah...
Begitu aku masuk ke kamar mandi, hajung membuka sebagian tirai dan hanya menunjukkan kepalanya saja padaku
"Kemarilah...aku tidak akan menggigitmu" ucap hajung
Aku menuruti perintah hajung dan menghampiri dirinya untuk memberikan handphone miliknya
Ia mengangkat panggilan telepon itu tanpa menghiraukan diriku yang masih berada didalam kamar mandi
"Halo" ucap hajung
"Ketua yayasan?!" Seru hajung
"Ahh...tidak apa-apa, aku mengerti. Kau cukup kesulitan untuk menghubungiku semalam" ucap hajung
"Bagaimana keadaan anak-anak panti? Apakah mereka baik-baik saja?" Tanya hajung penasaran
Aku yang berencana akan segera keluar dari kamar mandi, terhenti dan mencoba menguping pembicaraan hajung
"Benarkah?!"
"Ahh...sebaiknya kalian beristirahat di tempat yang layak, hubungi sekertaris pribadiku agar ia yang mengatur semua" ucap hajung
"Ahh...kau tidak perlu sungkan padaku ketua yayasan, kebaikanmu yang telah menyelamatkanku waktu itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang ku lakukan sekarang" ucap hajung
"Baiklah aku akan segera menemuimu setelah aku kembali dari perjalanan bisnis" ucap hajung dan segera mematikan panggilan teleponnya
Hajung terkejut melihatku yang masih berada didalam kamar mandi
Bagaimana mungkin aku tidak penasaran?
Perbuatan hajung yang hampir mengancam nyawaku kemarin malam membuatku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya?
Apakah kemarin aku bermimpi?
Tentu tidak!
Bekas luka cengkraman hajung di leherku terlukis jelas saat aku bercermin di kaca tadi malam
Jika ia tidak menyadari perbuatannya yang semalam, aku akan menganggap perbuatan hajung yang mengancam nyawaku tidak pernah terjadi
Aku hanya perlu menyembunyikan luka memar di leherku dari orang-orang termasuk hajung
Aku hanya tidak ingin membuat hajung merasa bersalah padaku dan itu akan membuatnya lebih menjadi depresi
Tapi..
Aku akan berusaha keras untuk membuatnya pergi ke psikiater, meskipun aku ragu bisa membujuknya
Untuk saat ini bersikaplah normal seolah-olah tidak terjadi apa-apa padaku
Sesuai ucapan hajung, aku pandai dalam berakting
Jadi kali ini aku akan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa tadi malam, aku hanya menyusul ke kamar hajung tadi malam dan tertidur di sampingnya seseuai ucapan hajung
"Hye jin-ssi, kenapa kau masih disini?" Tanya hajung
"Mi-mian* (maaf) aku menguping, apakah yang menelpon tadi adalah ketua yayasan panti asuhan?" Tanyaku
"Kenapa kau ingin sekali tahu nona kim? Apakah dong il pernah menyebut nama panti asuhan yang aku bina?" Tanya hajung
"Tidak! Seingatku dong il tidak pernah menyebut nama panti asuhan yang kau bina"
"Aku saja baru tahu ternyata panti asuhan yang pernah aku datangi adalah punyamu dan hampir saja aku ketahuan di sana olehmu" ucapku gerutu di depan hajung
"Mwo?!* (apa?!) Kau pernah mengunjungi panti asuhan itu? Apakah kau memata-mataiku dari awal nona kim?" Ucap hajung menuduhku
"Busun suriya?* (apa maksudmu?) Aku tidak pernah memata-mataimu atau bahkan menjadi penguntitmu" ucapku
"Aku juga baru tahu karena teman kampusku mengajakku ke tempat panti asuhanmu saat aku menjadi relawan di sana" ucapku
"Aaahhh!!!!" Teriak hajung seru
"Jadi ternyata itu kau nona kim? Gadis yang aku cari untuk ku berikan hadiah karena telah menjadi olaf yang lincah dan menghibur anak-anak disana" ucap hajung
"Wah...sebenarnya aku hampir menangkapmu di sana, jika seandainya kita bertatap muka di panti asuhan, mungkin hubungan kita tidak mungkin bisa seperti ini nona kim" ucap hajung
Aku juga berpikir demikian, jika seandainya aku dan hajung bertemu di panti asuhan saat itu, pastinya aku sudah berada di penjara sekarang dan aku tidak bisa menolong hajung
__ADS_1
Alasan hajung tidak melaporkanku ke polisi karena ia berhutang budi padaku atas insiden penyekapan dia di gudang saat awal musim dingin
Tapi...
Ini tidak bisa dibilang balas budi, hajung sepertinya mencoba memanfaatkanku untuk menjadi mata-mata dong il dan juga seo jin
Berhubung dong il memang jahat dan aku masih belum tahu pasti seo jin terlibat dengan dong il atau tidak, aku harus bersama hajung saat ini untuk mencari tahu kebenaran
Hanya saja hajung sepertinya menderita kelainan jiwa yang membuat emosinya tidak stabil dan ini membuatku ragu untuk tetap bersama dengannya atau tidak
"Hei kim hye jin!!" Panggil hajung yang membuatku berhenti berpikir
"Apa kau benar-benar menginginkanku berdiri tanpa busana di hadapanmu?" Tanya hajung
"Sung hajung! Berhentilah berpikir mesum seperti itu! Jika kau benar-benar melakukannya, aku akan membunuhmu" Teriakku
"Lalu kenapa kau masih di sini?!" Teriak hajung dan membuatku tersadar bahwa aku masih berada di dalam kamar mandi bersama dengan hajung yang masih berendam di dalam bathub
Aku menjadi salah tingkah dan membuat wajahku memerah karena malu
"Aishh....sial" gumamku dan segera pergi dari kamar mandi dan kamar hajung
****
Sung hajung pov
Gadis itu benar-benar aneh
Terkadang ia sering terlihat seperti memiliki dunianya sendiri dan terhanyut dalam pikirannya
Entah apa yang ia pikirkan hingga membuatnya melupakan posisinya saat ini ia berada
Aku menyuruhnya segera bersiap untuk kembali ke chicago karena masih ada beberapa urusan yang harus ku selesaikan
Setidaknya gadis itu bisa mengetahui siapa sebaiknya orang yang harus ia percaya selama ini dan tidak mudah tertipu dengan orang yang hanya memiliki citra luar yang baik
Hye jin mengatakan padaku bahwa ia harus menemui temannya di starb*cks di jalan beverly street
Sebenarnya aku ingin mengantar dirinya sampai ke halte dekat rumah seo jin, namun gadis itu menolak tawaranku mentah-mentah dan bersikeras untuk bertemu dengan temannya terlebih dahulu
Dan lebih anehnya lagi, hye jin selalu menawarkanku obat untuk menurunkan asam lambung padaku karena aku melewatkan jam makan malam dan sarapan pagi
Jelas-jelas aku mengatakan padanya bahwa aku cukup sarapan hanya dengan segelas susu segar di pagi hari. jika aku merasa lapar, aku akan memesan menu makan brunch di pesawat
Ku pikir ia akan mendengar ucapanku, tapi ia selalu menawarkan obatnya padaku lagi dan lagi
"Hajung-ssi kau harus meminum obat ini agar asam lambungmu tidak naik, kau melewatkan makan malam dan juga tidak sarapan" ucapnya lagi
"Kim hye jin! Berhentilah menawarkanku obat! Aku benci meminum obat"
"Sudah ku katakan padamu berulang kali, jika aku lapar, aku akan memesan makan di pesawat, berhentilah menggangguku!" Ucapku dan tidak ingin mendengar hye jin yang selalu menawarkan obat untuk ku minum
Aku sedikit merasa terganggu olehnya dan memilih untuk tidur di dalam pesawat agar ia tidak bisa merengek padaku lagi untuk memaksa meminum obat darinya
Aku duduk membelakangi hye jin yang berada di seberangku selama di dalam pesawat
Disaat itu, aku mulai tertidur dan mulai bermimpi aneh lagi seperti tadi malam
Gadis itu memohon padaku untuk melepaskan tanganku yang mencengkram erat di lehernya
Wajahnya yang mulai memerah dan ketakutan membuatku tidak sanggup untuk melihatnya lagi
Ha...hajung-ssi hentikan...ku mo...hon..." ucap hye jin sambil menitikkan air matanya dan keringat dingin yang mengucur di dahinya
Urat-urat tipis gadis itu mulai terlihat di pelipisnya dan dalam keadaan seperti itu, sulit untuk ia bernapas dan kemungkinan ia mati di tanganku snagat besar
Aku terbangun dari mimpi aneh itu dengan keadaan terkejut dan membuatku sulit bernapas karena mimpi itu terlalu nyata bagiku
Aku mengatur napasku yang tidak beraturan dan melihat sekelilingku bahwa kenyataan aku masih berada di dalam pesawat
Aku memberanikan diriku untuk menengok ke belakang dan melihat gadis yang berada di dalam mimpiku dalam keadaan baik-baik saja
Hye jin terlihat sedang tertidur tanpa menyandarkan kepalanya ke tubuh pesawat membuat ia tetap terjaga dan terkantuk-kantuk karena tidak ada sesuatu yang menjadi sandaran kepalanya
Hye jin meringis kesakitan saat kepalanya hampir terjatuh karena tidak ada sandaran di sampingnya
Terlihat ia memegang lehernya yang terbungkus dengan scraft sambil meringis kesakitan
Entah ia merasa tidak nyaman karena nyeri otot kaku karena pegal atau kesakitan karena faktor lain?
Tapi..
Jika memang mimpi itu nyata, tidak mungkin hye jin masih tetap berada di sampingku, sudah pasti ia lari ketakutan karena melihat sisi burukku di hadapannya
Setelah pesawat landing, aku masih menatap ke arah leher hye jin yang masih diselimuti oleh scraft
Sepertinya hye jin menyadari bahwa aku sedang memperhatikan lehernya sejak turun dari pesawat tadi
Ia terlihat mengancingkan kemejanya agar menjaga scraftnya tidak turun
"Apa yang kau lihat?" Tanya hye jin
"Tolong jaga pandanganmu hajung, apa kau sedang berpikiran mesum?" ucap gadis itu yang membuatku sakit kepala
"Aku tidak pernah berpikir tentang sesuatu yang menjijikan seperti itu padamu, nona kim" ucapku agar hye jin berhenti berpikiran buruk tentangku
"Lagi pula aku tidak tertarik dengan gadis yang mirip dengan wajah sepupuku sendiri" ucapku
"Kalau begitu berhentilah menatap dadaku" ucap hye jin lagi
Haaah...
Kenapa kau sekarang bicara tentang dadamu?
Dadamu rata hye jin, seperti anak sekolah menengah pertama, apanya yang menarik untukku
Jika aku mengucapkan kalimat seperti itu padamu, kau pasti akan berteriak padaku lelaki bren*sek
Aku memutuskan untuk menghiraukan hye jin dan berjalan meninggalkannya
Gadis itu mengikutiku dari belakang dan ikut masuk ke dalam mobil
"Haah..baiklah, apa kau sudah puas dengan bukti yang kau lihat dengan mata kepalamu sendiri?" Tanyaku pada hye jin
"Aku sudah tahu bahwa dong il bukanlah orang baik, hanya saja apa yang ia lakukan benar-benar merugikan banyak orang" ucap gadis itu padaku
"Aku harap kau bisa membantuku untuk mengumpulkan bukti kejahatan dong il, nona kim" ucapku
"Meskipun aku memiliki gengsi yang luar biasa, tapi kenyataannya, aku tidak mampu jika harus mengumpulkan bukti itu sendirian"
"Aku mengandalkanmu nona kim" ucapku pada gadis yang sedang duduk di sampingku
"Aku ingin sekali memberi pelajaran pada dong il, agar tahu bagaimana rasanya menderita karena kehilangan sesuatu yang berharga seperti orang-orang di sana dan ingin membuat karmanya sendiri" ucapku kesal
"Aku tahu dong il adalah orang jahat tapi berharap ia kehilangan sesuatu yang berharga seperti keluarga yang ia sayangi terutama putrinya adalah hal yang salah" ucap hye jin
"Aku juga menduga jika ia kehilangan putri kesayangannya, akan membuat dirinya terpukul" Tebakku
"Lalu..apa kau berharap deok mi sebaiknya meninggalkan dunia ini?" Tanya hye jin dan membuatku terkejut
Sejenak aku berpikir jika deok mi sama jahatnya seperti dong il bukankah lebih baik ia pergi dari dunia ini agar berhenti berbuat jahat?
Namun aku hanya terdiam ketika hye jin menanyakan hal itu padaku
"melihatmu dimanfaatkan dong il untuk berpura-pura menjadi putrinya membuatku berpikir dong il akan merubah kehidupanmu menjadi deok mi sepenuhnya, mengingat ia juga mencintai istrinya saat ini" ucapku mencoba untuk menghindari pertanyaan hye jin
"Yang aku tahu song ji hye sangat mencintai putri semata wayangnya, jika deok mi mati, itu akan membuat istri dong il sangat terpukul, dan dong il tidak akan membiarkan dirinya harus kehilangan 2 orang anggota keluarganya" ucapku pada hye jin
"Sejujurnya kita masih belum tahu apakah sepupumu memiliki sifat yang sama seperti ayahnya ataukah berbeda dalam urusan bisnis" ucap hye jin yang masih membahas deok mi karena ia belum mendapat jawaban dariku
Gadis itu mengatakan hal seperti itu seolah ia mampu membaca pikiranku
"Tapi yang jelas, aku berharap ia segera bangun dari tempat tidurnya karena banyak pertanyaan yang harus aku ajukan kepada dirinya dan pastinya sepupumu harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat padaku" ucap hye jin dengan ekspresi serius
"Bagaimana mungkin kau masih berani berhadapan dengan sepupuku? Seharusnya kau yang minta maaf pada deok mi karena telah mengambil alih kehidupannya" ucapku pada hye jin menasehati
Gadis itu terlihat kesal saat mendengar nasehatku, ia mengatur napasnya agar tidak tersulut emosi
"Fokuslah menyetir dan berhenti bicara, kau tidak perlu ikut campur dengan masalah pribadiku"
"Targetmu adalah dong il kan? Aku akan membantumu mengumpulkan bukti kejahatannya, berhentilah membicarakan sepupumu yang seperti penyihir itu" ucap hye jin kesal
" apa kau bilang....."
"Sssstttt....." ucap hye jin memotong pembicaranku dan menyuruhku berheti bicara
Apakah dia gila?
Bagaimana mungkin bersikap seperti itu pada korban yang telah diambil alih kehidupannya oleh dia
Ataukah ada sesuatu yang tidak ku ketahui antara deok mi dan hye jin?
Hal itu masih membuatku penasaran
__ADS_1
_____________________________________
bersambung.....