Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 77


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


Setelah perawat membersihkan dan mengganti balutan luka emma saat subuh tadi, aku dan emma kembali tidur karena masih merasa mengantuk


Hingga terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar perawatan.


aku yang mendengar suara ketukan pintu tersebut, membuka mataku perlahan dan masuklah supir ohh membawa tas yang berisikan pakaianku


Aku melihat jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 8 pagi


Ku kira supir oh hanya datang sendiri, tapi ternyata ia datang bersama maid yang lain sebanyak 4 orang dan membuat mataku terbuka lebar


"Supir ohh...kenapa kau datang ke sini dengan membawa mereka?" Tanyaku


"Ahh....maaf nyonya membangunkan anda yang sedang tertidur, aku mendapat perintah dari tuan seo jin untuk membantu anda merawat nona emma" ucap supir ohh


Emma juga ikut terbangun karena mendengar suara supir oh


"Selain itu, tuan seo jin memintaku untuk membawakan sarapan pagi yang dimasak oleh koki pribadinya. Karena tuan pikir, makanan di rumah sakit akan membuat nona emma kehilangan selera makan dan akan membuat proses penyembuhannya berjalan lambat" ucap supir ohh


"Bawa masuk makanannya sekarang" ucap supir ohh kepada para pelayan


Tak beberapa lama, mereka masuk dengan membawa banyak makanan enak dan mewah untuk sarapan


emma terkejut dengan kehadiran makanan yang tidak biasa seperti ini. dan ku pikir penyajian sarapan hari ini terlalu berlebihan hanya untuk porsi dua orang saja. 


'apakah pemandangan makanan seperti ini sudah biasa di rumah mr. Park?' bisik emma padaku


'nikmatilah selagi masih ada kesempatan untuk kau mencicipinya. anggap saja kau berubah menjadi putri kerajaan pada hari ini' balasku berbisik pada emma


tentu saja wajah emma sangat ceria karena disuguhkan berbagai macam makanan enak yang bahkan belum pernah ia rasakan selama ini


setelah sarapan, emma dibantu oleh para maid yang lain dalam hal mengurus diri, seperti mencuci rambut, mandi hingga kuku-kuku jarinya dibersihkan dengan baik


aku tersenyum lebar ketika melihat emma yang terlihat bahagia dengan pelayanan yang diberikan oleh para pelayan rumah seo jin


hingga langit kembali menjadi gelap dan tidak terasa matahari tenggelam dan memunculkan kembali bulan dengan sinarnya yang lembut. para pelayan dan supir oh pergi meninggalkan kamar perawatan setelah jam makan malam. Tentu saja seharian ini emma mendapatkan kesempatan memakan makanan dari koki handal yang bekerja di rumah seo jin yang dikirimkan ke rumah sakit


aku bertanya pada supir oh kapan seo jin pulang dan ia mengatakan bahwa hari ini, ia tidak mengantar seo jin ke kantor, melainkan langsung bergegas ke rumah sakit dan membawa kebutuhan untukku dan emma


supir ohh mengatakan padaku bahwa hari ini seo jin membawa mobil suv birunya dan berencana akan menjemputku ke rumah sakit, selesai ia bekerja di kantor


hingga tibalah pukul 9 malam, seo jin belum mengabariku kapan ia akan menjemputku ke rumah sakit. aku tidak menghubungi seo jin seharian ini karena takut akan mengganggu waktunya untuk bekerja


tapi anehnya selama aku menginap di rumah sakit, tidak satu pun teman kampus emma yang datang untuk menjenguk dirinya. apakah emma sengaja menyembunyikan berita bahwa ia dirawat rumah sakit? dan di mana patricia? emma bilang kemarin malam patricia akan datang ke rumah sakit untuk mengambil kebutuhan emma di dormnya. Namun sampai sekarang, patricia tak kunjung datang


Bagaimana jika sampai seo jin menjemputku,  patricia belum datang juga? Tidak mungkin aku meninggalkan emma sendirian. Meskipun ada perawat yang akan membantu emma jika ia membutuhkan sesuatu


"Di mana patricia? Kau bilang kemarin malam, ia akan ke sini?" Tanyaku pada emma


"Ahh...ia bilang akan datang terlambat malam hari ini. Ia ada konsul tugas akhir dengan dosennya, setelah itu ia pergi bekerja part time, ku pikir ia akan segera ke sini setelah pulang dari bekerja" ucap emma menjelaskan


Aku hanya terdiam ketika emma menjawab seperti itu


"Aku jamin patricia akan ke sini malam ini" ucap emma yang bisa menebak apa yang sedang ku pikirkan


"Pulanglah ke rumah dengan mr.park jika ia sudah tiba ke sini. Kau tidak perlu khawatirkan aku,  aku bisa berjalan tanpa rasa sakit. Tidak masalah bagiku hanya dengan luka sayatan sebesar ini, lagi pula luka sayatannya tidak terlalu dalam hingga menembus tulangku, kau bisa tidur dengan tenang di rumah" ucap emma


"Tetap saja kau membutuhkan seseorang di sampingmu untuk memapah dirimu agar kau bisa berdiri dan berjalan perlahan-lahan. sewaktu-waktu luka itu akan terbuka kembali jika kau terlalu banyak bergerak dengan ceroboh" ucapku pada emma


"Hahaha...kau benar. Aku harus berhati-hati dengan lukaku" ucap emma sambil cengengesan


Setelah itu, aku dan emma terdiam beberapa saat. hingga emma memintaku untuk membantunya berjalan-jalan di malam hari di sekitar rumah sakit


"Mm...Hei! Bagaimana jika kau temani aku keluar sebentar" ucap emma tiba-tiba


"Malam-malam seperti ini?!" Tanyaku


"Haah...sudah seharian aku berada di dalam kamar dan hal ini membuatku penat . Aku ingin menghirup angin segar di malam hari"


"Lagi pula alasan kau menemaniku di sini untuk membantuku memenuhi segala kebutuhan dan keinginanku kan?" ucap emma


Aku mengerti maksud emma. Ia bukanlah tipe orang yang senang menghabiskan waktu di dalam kamar.


Mungkin tidak terlalu buruk berada di luar walau hanya sebentar saja untuk merasakan sejuknya angin malam di awal musim dingin ini


Lagi pula aku berada di lingkungan rumah sakit, tentu saja kan tidak ada preman yang akan mengancam kami?


"Baiklah...tapi hanya sebentar saja. Lagi pula seo jin belum mengabariku kapan ia akan menjemputku" ucapku setuju pada emma


Aku mendorong kursi roda dengan emma yang sudah duduk di atasnya untuk turun ke bawah dan menuju taman belakang rumah sakit


Di taman belakang rumah sakit terdapat hutan buatan untuk membuat udara yang baik di tengah padatnya kota chicago. Ku pikir luas tanahnya tidak terlalu luas untuk ukuran hutan sebenarnya


Mereka membangun sebuah hutan mini untuk di tanami beberapa pepohonan dan juga bunga


Saat sampai di belakang rumah sakit, aku tidak melihat orang lain berlalu-lalang, memang karena sudah malam hari dan tidak akan ada orang yang berniat pergi ke hutan buatan tersebut untuk bersantai dan duduk di sana


Dibalik hutan buatan rumah sakit, terdapat jalan raya yang banyak dilalui oleh mobil, hingga samar-samar terdengar suara klakson dan mesin mobil yang sedang melaju


Emma menyuruhku untuk berhenti di depan mesin minuman kaleng saat berada di halaman belakang rumah sakit


Aku membantu emma berdiri dari kursi roda. Setelah ia mulai stabil untuk berdiri, aku melepaskan emma


Emma mengeluarkan sesuatu dari balik saku cardigan yang ia kenakan  dan membuatku melongo karena terkejut


"Emma kau!!...." seruku saat melihat barang tersebut keluar dari saku cardigan emma


Emma mulai mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya dengan korek api gas berukuran kecil


"Huupp...haahh"


"Ohok..ohokk" aku terbatuk-batuk karena menghirup asap rokok yang emma hisap


"Sebenarnya aku ingin melakukan ini sejak siang tadi. tapi aku tidak bisa melakukannya karena seharian ini aku berada di dalam kamar terus" ucap emma


"Ku kira kau sudah berhenti merokok" ucapku


"Belum berhenti sempurna, aku melakukan ini kira-kira hanya seminggu 4 kali atau di saat keadaan diriku sedang penat atau stress. Untuk melepaskan rasa yang membebani pikiranku, aku membutuhkan ini" ucap emma santai sambil menghirup rokoknya


"Uhuk...uhukk..haah"


"Pergilah sedikit menjauh dariku, kau sangat alergi dengan asap rokok kan" ucap emma


"Aku akan menghisapnya sekitar 4-5 kali lagi setelah itu kita bisa kembali ke kamar" ucap emma


Dasar gadis liar satu ini, aku lupa jika gaya hidup emma terlalu bebas untukku yang terlalu cupu


Meskipun begitu, aku dan emma sangat akrab dan bisa menjadi sahabat walaupun sangat kontras perbedaan gaya hidup antara diriku dan emma


Tak lama suara handphoneku berbunyi dan melihat seo jin di layar handphoneku


"Angkatlah...sepertinya suamimu ingin bicara denganmu setelah seharian ini ia sibuk bekerja" ucap emma meledek


"Baiklah...kau tunggu di sini" ucapku dan segera mengangkatnya.


Aku meninggalkan emma sendirian yang sedang asik menghisap rokoknya


"Oo...yeobseoyo* (halo)" ucapku pada seo jin melalui telepon


"Ahh...hye jin-aa mianhae*(maaf) aku baru mengabarimu malam ini. Aku baru selesai mengerjakan tugasku di kantor dan sebentar lagi sampai di rumah sakit" ucap seo jin


"Gwaenchana* (tak apa) aku tahu kau sangat sibuk akhir-akhir ini. Ku harap kau tidak sakit karena kelelahan bekerja"


"Pfft..tidak akan semudah itu aku jatuh sakit hanya karena alasan sepele seperti itu. Oh iya bagaimana dengan menu makanan hari ini? Apakah emma menyukainya?" Tanya seo jin


"Kau sangat berlebihan seo jin, emma menjadi bingung karena harus memilih mana makanan yang akan ia habiskan terlebih dahulu" ucapku


"Benarkah?!...aku yakin emma akan cepat pulih dalam proses penyembuhan lukanya jika ia memiliki nafsu makan yang besar"


"Ahh ya...Apa kau sudah makan malam seo jin?" Tanyaku


"Aku hanya makan roti dan kopi saja untuk amunisiku" ucap seo jin


"Hahh...kau akan sakit jika hanya makan roti saja untuk makan malam, baiklah...karena kau sudah membuat emma bahagia hari ini, aku akan memasak ramyun* (mie rebus) untukmu sesampainya di rumah" ucapku


"Hanya ramyun?" Goda seo jin


"Lalu kau mau apa? Aku akan membuatkannya untukmu, selama itu masih masakan rumah yang sederhana, tapi...jika kau memintaku membuat makanan mewah seperti hotel bintang 5, aku tidak akan sanggup, hanya koki pribadimu saja yang bisa memasaknya untukmu" ucapku pada seo jin


"Hahaha...anio* (tidak) aku tidak akan menyuruhmu memasak itu hye jin, bagiku ramyun buatanmu sudah mampu mengalahkan makanan mewah yang dibuat oleh kokiku" ucap seo jin senang


"Ckckck...aigooo, kau mengatakan seperti itu hanya untuk menyenangkan hatiku kan, aku lebih suka jika kau berkata jujur" ucapku cengengesan dengan seo jin


"Anio*(tidak) aku berkata jujur padamu, sungguh" ucap seo jin sambil tertawa


"Ahh...Bersiap-siaplah, aku sudah berada di parkiran mobil, 10 menit lagi aku akan sampai di kamar perawatan" ucap seo jin yang memberitahuku bahwa ia sudah berada di rumah sakit untuk menjemputku


"Mmm...baiklah aku akan..."


"Kyaaaa!!!!!"


Belum aku menyelesaikan ucapanku, aku mendengar suara emma yang teriak dengan keras.


Seketika aku berlari menuju arah suara emma yang tidak jauh dariku


Namun saat sampai di sana, aku tidak melihat emma sama sekali, yang ada hanya putung rokok yang tergeletak di lantai dengan sedikit api yang masih menyala di ujung rokok


"Kim hye jin apa yang terjadi?" Tanya seo jin yang ikut mendengar suara teriakan emma


"Apakah emma jatuh dari kamar mandi?" Tanya seo jin

__ADS_1


"A-anio* (ti-tidak) aku dan emma tidak berada di kamar saat ini, melainkan berada di halaman belakang rumah sakit" ucapku pada seo jin melalui telepon


"MWO!!* (APA!!)" teriak seo jin terkejut


"Apa yang kau lakukan di sana dengan emma pada malam hari seperti ini?" Tanya seo jin


"Emma mengatakan padaku bahwa ia ingin menghirup angin segar di luar. karena merasa penat berada di dalam kamar seharian..."


"Aku hanya..."


"Aku hanya menemani emma di sini sebentar, kemudian aku meninggalkan emma karena kau meneleponku, seo jin" ucapku sambil berlari kecil mencari emma dan menengok ke arah kanan dan ke kiri


"Lalu setelah itu aku mendengar suara teriakan emma dan saat aku menghampirinya ia sudahh...."


"HYE JINN!!!" teriak emma memanggilku dari kejauhan dan seketika aku shock karena melihat emma yang sedang dibopong oleh seorang laki-laki yang tidak aku kenal menuju ke dalam hutan buatan


Tidak ada satu orang pun yang aku lihat di area hutan buatan tersebut. Hanya ada aku, emma dan sosok pria misterius yang membopong emma diatas bahu kanan pria tersebut


"Seo..seo jin-ssi, aku melihat emma sedang di bopong oleh seorang laki-laki yang tidak ku kenal masuk ke dalam hutan" ucapku pada seo jin melalui telepon dengan gemetar


"Kim hye jin. Jangan mengejarnya, akan bahaya bagi keselamatanmu, tunggu aku!" Ucap seo jin


"Kim hye jin...lari dan panggil bantuan!" teriak emma mencoba memberitahuku


"Aargghhhh!!!" Teriak emma yang terdengar sedang kesakitan


Aku bahkan tidak tahu apa yang dilakukan oleh pria misterius itu pada emma hingga ia teriak kesakitan seperti itu


Jika aku menunggu seo jin atau memanggil bantuan, aku akan kehilangan jejak emma dan tidak bisa menemukannya


Anio* (tidak) aku harus memberanikan diriku untuk menghentikan laki-laki misterius itu


Sedangkan seo jin masih teriak memanggilku melalui telepon untuk menghentikanku mengejar pria misterius itu yang membawa emma


Aku melihat batu berukuran sedang di sampingku. Seketika aku memiliki ide nekat untuk menghentikan laki-laki itu


Jika aku memukul kepalanya menggunakan batu itu, ia tidak akan mati kan? Setidaknya ini bisa membuat laki-laki itu pingsan dan aku bisa menyelamatkan emma


"Seo jin-ssi, sepertinya aku memiliki ide untuk menghentikkan pria itu" ucapku


"Apa yang akan kau lakukan? Ku mohon hye jin jangan berbuat nekat" ucap seo jin memperingatkanku


"Seo jin-ssi cepatlah kemari, ku mohon..selama aku menunggumu, Aku akan mencoba mengulur waktu untuk menghentikkan laki-laki itu" ucapku dan mematikan penggilan telepon seo jin meski seo jin mencoba untuk bicara padaku


Meskipun hutan ini tidak terlalu luas, tapi setidaknya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menemukan orang di tengah pepohonan yang lumayan rindang seperti ini


Aku tidak bisa berpangku tangan menunggu seo jin ke sini bersama bala bantuan lain dan membiarkan emma pergi begitu saja di bawa oleh sosok pria misterius yang tidak ku kenal


Dengan berani aku mengambil batu sungai berukuran sedang lalu berlari untuk memukul kepala lelaki itu dan berharap ia pingsan


"Hei...you! Fu*king mother, stop at there!!" Teriakku pada pria tersebut


"Hyaaat!!!"


'Buk!'


Aku terkejut ketika pria itu tidak tumbang meski aku telah memukul kepalanya dengan batu


Emma yang sedang digendong layaknya karung beras di atas bahu pria misterius itu, menatapku sedih dan menggelengkan kepalanya yang berarti usahaku gagal untuk membuat laki-laki itu pingsan


Pria itu membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan geram, saking terkejutnya aku menjatuhkan batu yang ku pegang tadi ke atas tanah


Dari pelipis pria itu mengucur darah segar mengalir perlahan, tapi hebatnya, ia tidak jatuh sedikitpun ataupun pingsan setelah aku memukulnya dengan batu


Dengan mudahnya ia menampar wajahku dan membuat sudut bibirku perih hingga aku terjatuh


Pria itu memiliki kekuatan yang kuat dan prediksiku salah untuk membuatnya tumbang dengan mudah


"Apa yang sedang kau lakukan gadis kecil?" Ucap pria misterius itu dengan suara beratnya


"Lari hye jin! Pergi dari sini!" Ucap emma memperingatkanku


"Shut up!! Your voice is noisy!" Teriak pria misterius itu dengan rambut pirangnya pada emma


Pria itu melempar emma ke tanah dan tentu saja membuat emma kesakitan


Setelah melempar emma ke tanah, pria itu hendak menghampiri emma, seketika aku bangkit berdiri dan menjambak rambutnya dengan keras. Namun pria itu memegang erat kedua tanganku yang sedang menjambak rambutnya dan berusaha melepas tanganku dari rambutnya


Biar bagaimanapun tenagaku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tenaga pria misterius itu. Setelah berhasil melepas rambutnya dari tanganku, ia membalikkan tubuhnya dan melihatku dengan tatapan bengisnya. Kini aku berhadapan dengan pria itu


Dengan cepat aku menarik tangan kananku untuk terlepas dari cengkaraman tangannya  lalu memukul lehernya mencoba menumbangkan dia seperti yang aku lakukan pada hajung dan diajarkan oleh seo jin cara melumpuhkan lawan dengan cepat


Tapi lagi-lagi pria itu tidak bergeming dengan pukulanku. Aku terkejut dan ketakutan setengah mati karena baru ku sadari, ia bukanlah pria biasa melainkan seorang monster yang tidak akan tumbang hanya dengan pukulan dari seorang wanita kecil sepertiku


Dengan mudahnya ia meremas tangan kananku dengan kuat hingga membuatku teriak kesakitan


"Arrghhhh!!!" Teriakku dan ia mendorongku hingga aku terpental di tanah tepat berada di samping kaki emma


Pria itu meremas kaki emma yang terluka dengan tangannya begitu kuat hingga emma meraung kesakitan


Aku hanya menangis karena ketakutan dan tidak tega melihat emma menahan sakit seperti itu


Setelah puas melihat emma teriak kesakitan, pria itu memukul pertengahan leher emma hingga membuat emma pingsan


Setelah emma pingsan, pria itu memandang ke arahku dan tersenyum senang


"Sepertinya aku memiliki tikus kecil yang menghambat pekerjaanku" ucap pria itu


"Aku sangat senang jika pada akhirnya ada wanita yang berani mencoba untuk melawanku habis-habisan, meskipun ia sudah tahu bahwa ia tidak mungkin menang melawan diriku" ucapnya lagi


"Who are you? Dan kenapa kau melakukan semua ini?! Hiksss...." tanyaku sambil memegang tangan kananku yang masih terasa sakit dengan tangan kiriku


"Kenapa?...." ucap ulang pria itu


"Ku pikir kau melihat berita yang sedang terkenal akhir-akhir ini di kota chicago"


"Banyak berita  wanita yang menghilang akhir-akhir ini, tapi setelah  beberapa hari kemudian, ditemukan mayat wanita yang telah di kabarkan menghilang beberapa hari yang lalu di hutan ataupun di pinggir sungai dengan meninggalkan jejak yang menjadi ciri khas dari si pelaku" ucap pria itu santai


Apakah ia adalah pelaku dari kasus pembunuhan berantai yang terjadi di kota ini?


Oh ya tuhan!


Kenapa aku harus mengalami kesialan seperti ini? Setelah kau membuat hidupku sulit karena bertemu dengan deok mi, kini sekarang kau mempertemukanku dengan baji*gan gila psikopat seperti ini


"Kau tahu apa yang membuatku kesal dari berita tersebut?" Tanya psikopat gila itu padaku


"Yang paling ku kesalkan adalah polisi tidak memberitahukan pada media tentang tanda ciri khas dari kejahatanku yang ku berikan pada tubuh mayat dari korban-korbanku"


"Padahal mencungkil salah satu mata dari para korbanku adalah kegiatan yang paling sulit sekaligus hal yang menyenangkan bagiku hahaahaha...."


Aku merinding ketika mendengar kalimat tersebut keluar dari mulutnya.


Benar apa yang dikatakannya, media tidak memberitahukan pada masyarakat tanda ciri khas dari pembunuhan berantai di kota ini


Mungkin polisi sengaja tidak memberitakannya ke media tentang tanda dari ciri khas pelaku pembunuhan berantai yang mengerikan seperti ini karena takut akan terjadi kepanikan dilingkungan warga chicago


Aku tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan oleh psikopat ini benar-benar di luar nalar manusia


Aku menundukkan kepalaku karena takut menatap matanya


"Hei where are you come from, huhh?" Tanya orang gila itu.


Aku hanya terdiam menunduk tidak menjawab pertanyaannya


Laki-laki itu menjambak rambutku ke atas dengan kuat hingga aku harus menatap wajahnya yang seperti iblis


"Jika kau menjadi gadis baik dan penurut, kemungkinan aku akan melepaskan kau dan juga temanmu" ucap pria itu dan seketika aku menjawab pertanyaannya


"K-korea. Aku berasal dari korea selatan" ucapku gemetar


"Ahh...korsel? Hahaha...kau mengingatkanku pada gadis yang berasal dari korea juga yang telah ku bunuh sekitar 1 bulan yang lalu"


"Saat pertama kali melihatnya di restoran ujung jalan beverly street saat aku bekerja part time, Aku menandainya untuk ku jadikan target bahan koleksiku selanjutnya"


"Bola matanya yang hitam legam, menjadi ciri khas dari wanita asia, hingga memicu adrenalinku untuk segera mendapatkan bola mata yang terlihat seperti batu arang" ucap laki-laki psikopat itu menceritakan bagaimana ia menemukan korbannya sebelum ia bunuh


"Ku kira semua wanita asia memiliki bola mata berwarna hitam pekat, tapi ternyata...kau memiliki bola mata berwarna cokelat dan membuatmu unik dari kebanyakan wanita asia lainnya"


"Perlukah kau menjadi korbanku selanjutnya dan menjadikan bola matamu menjadi salah satu koleksiku?" Ucap pria gila itu dan membuatku semakin takut


"Hahaha....lihatlah wajahmu berkedut karena gemetar mendengar kalimat mengerikan seperti ini keluar dari mulutku"


"Tenang saja, aku tidak akan membuatmu menjadi daftar korbanku selanjutnya,  karena aku sudah memiliki bola mata berwarna cokelat sepertimu di dalam rumahku"


"Aku hanya ingin membuatmu menjadi saksi mata hidup yang telah melihat pembunuh berantai yang paling terhebat di kota ini"


"Sampaikanlah pesanku pada polisi untuk segera mempublish ciri khas dari tanda kejahatanku kepada warga di seluruh kota ini agar aku semakin bangga mendengar berita itu ketika disiarkan"


"Pembunuh berantai di kota chicago yang meninggalkan jejak dan hanya mengambil salah satu bola mata dari para korbannya untuk dijadikan sebagai barang koleksi pribadinya"


"Aku yakin dengan begitu para polisi akan geram dan akan giat mencariku  hahaaha"


"Kau tahu apa keinginan terbesar dalam hidupku?"


"Tentu saja aku akan membuat museum anggota tubuh manusia yang paling indah menurutku. Entah kenapa aku sangat terobsesi dengan bola mata wanita dari berbagai ras"


"Mungkin banyak orang-orang menyalahkan tindakan gilaku yang seperti ini, tapi ketahuilah di masa yang akan datang mereka akan sangat berterima kasih padaku karena aku telah bekerja keras mengumpulkan berbagai bola mata manusia yang ada di bumi ini"


"Sungguh betapa hebatnya diriku"


Apanya yang berterima kasih baji*gan?!

__ADS_1


Kau pikir bola mata manusia seperti dragon ball yang harus kau kumpulkan untuk memanggil naga?


Jika seandainya kau tidak pengecut dan tidak hanya menyerang wanita saja, sudah pasti kau akan kalah dan tumbang dengan pria lain yang lebih kuat darimu


"Baiklah tikus kecil, segera pergi dari sini agar aku bisa menyelesaikan apa yang harus ku selesaikan dari awal" ucap pria gila itu padaku sambil melepas rambutku yang ia jambak dari tadi


Ia mulai menyentuh tubuh emma yang sudah pingsan saat ia memukulnya


"Berhenti untuk menyentuhnya" ucapku  geram pada psikopat gila itu


"Apa kau barusan menyuruhku?" Tanyanya lagi


"Kau bilang padaku akan berjanji untuk melepasnya jika aku menjawab pertanyaanmu" ucapku yang telah kehabisan akal untuk mengulur waktu


"Aku tidak berjanji, aku hanya mengatakan kemungkinan aku akan melepaskanmu dan juga temanmu" ucapnya


"Kau sudah mendapatkan kebaikan dari hatiku untuk membiarkanmu lari dari sini. tapi sayangnya aku tidak bisa melepaskan temanmu yang satu ini"


"WHY!!!" Teriakku padanya


"Karena temanmu memiliki warna bola mata yang sangat indah. Bola mata berwarna hijau bagaikan batu permata zamrud dan akan semakin berkilau jika dilihat menggunakan cahaya, karena itu aku harus memiliki bola mata dari temanmu" ucap pria itu santai dan berdiri sambil membopong emma


"Andwe!!* (jangan!!)" Teriakku


"No!! No..please hikss..."


"Kumohon padamu lepaskan temanku huhuhu..." ucapku sambil memeluk salah satu kaki pria itu untuk mencegahnya pergi membawa emma


"Aku sudah memberi kesempatan sekali pada temanmu. kemarin malam, ia berhasil lolos dari tanganku"


"Kau pikir aku akan melepaskan targetku lagi huuh?!" Teriak pria bren*ek itu padaku


"Bukan salahku karena kau tidak berpamitan dengannya sebelum ia mati"


"Lagi pula sudah cukup bagimu untuk berada di sampingnya selama seharian ini. ketika aku memantaunya dari kejauhan"


"Berkeramas, membersihkan kuku-kukunya seakan-akan kau sudah menyiapkan temanmu untuk diserahkan padaku"


"Aku sangat berterima kasih padamu karena mengajaknya pergi keluar pada malam hari ini, hal itu memudahkanku untuk membawa temanmu"


"Ahh...meskipun kau tidak membawanya keluar dari kamar, aku akan diam-diam menyelinap masuk ke kamar perawatan dan menculik temanmu" ucapnya


"Sekarang lepaskan kakiku sebelum aku menghajarmu habis-habisan" ucapnya mengancamku


"Aku tidak peduli kau ingin menghajarku atau tidak. Aku hanya ingin kau melepaskan temanku! Ku mohon!! Huhuhu...." ucapku pada pria itu dan semakin memeluk erat kaki kanannya


"Baiklah jika itu kemauanmu"


'Buk-buk'


'Duk'


Beberapa kali pria itu menginjak tubuhku dengan kaki kirinya sambil membopong emma, berharap aku akan melepas pelukanku dari kakinya


"Ahh...haaahh...haahh"


"Arrghh...hiks hiks"


Kakinya yang besar dengan bebas menginjak bahuku dan juga punggungku, aku terus menghindar ketika ia ingin menginjak kepalaku


"Issshhh.. kau benar-benar menguji kesabaranku wanita bren*sek"


"Baiklah...pepatah mengatakan jangan menganggap remeh meskipun itu hanya seekor serangga" ucap laki-laki itu


Ia menjatuhkan tubuh emma dan menjambak rambutku dan membuat pelukanku di kakinya perlahan terlepas


Mungkin aku bisa botak jika ia menjambak rambutku terus menerus seperti ini


Ia menundukkan tubuhnya dan menamparku beberapa kali agar aku bisa melepas kakinya


Usaha pria itu berhasil, setelah aku mendapat bogem mentah yang mengenai hidungku


Aku hampir kehilangan kesadaran saat mendapat pukulan keras itu darinya.


Aku merasakan sesuatu cairan keluar dari kedua lubang hidungku, ku pikir itu adalah darah


Tidak hanya sampai disitu, aku telah membuat pria psikopat itu kesal dan memutuskan untuk tidak mengampuni nyawaku


"Kau membuatku marah wanita jal*ang!!!"


"Ku beri satu kesempatan padamu, minta maaflah padaku, kemungkinan aku akan memaafkan kesalahanmu yang telah membuatku marah!" ucap pria itu dengan bengis pada gadis yang sudah tidak berdaya lagi dihadapannya


Aishh..


Sial breng*ek kau pikir aku akan menuruti kemauanmu?


Aku tidak akan percaya lagi padamu dengan kata 'kemungkinan'


Lebih baik mati dari pada harus meminta maaf pada orang gila sepertimu


Aku sempat tersenyum menaikkan sudut bibir kananku ke atas


"Cuihhh..." aku meludah ke wajah pria itu dan tepat mengenai matanya


Tepat seperti dugaanku, ia marah besar padaku. Yang semula ia menjambak rambutku untuk menyuruhku berdiri, kini ia mulai mencengkram leherku dengan tangan kanannya yang besar


"Aku akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan"


"i will not give you mercy again. I'll kill you *****!!"


"Jika kau bercermin saat ini, wajahmu sangat merah seperti ingin meledakkan semua isi yang ada di kepalamu dan seiring berjalannya waktu, wajahmu akan berubah perlahan menjadi warna biru karena kau akan kekurangan oksigen" ucap pria sinting ini


"Jika kau meminta maaf sekarang padaku dengan mengerahkan seluruh tenaga yang kau punya saat ini, aku akan melepaskan lehermu dari cengkraman tanganku" ucapnya padaku dan aku hanya diam saja melihat wajahnya dengan tatapan mataku yang tidak berdaya lagi


Perlahan ia mengangkat tubuhku dengan cara mencekik leherku hingga aku tidak dapat menyentuh pijakan tanah lagi


Haah....


Pada akhirnya aku akan menjadi salah satu korban kebiadaban pembunuh gila satu ini


Hahaha...


Aku tidak pernah menyangka akan mati di umur semuda ini dan belum sempat berpamitan dengan kedua orang tuaku


Gwaenchana*(tak apa) kim hye jin... setidaknya kau menepati janjimu untuk melindungi sahabatmu sendiri  dengan mengorbankan nyawamu


Ku harap seo jin segera tiba menemukanku meskipun aku telah berubah menjadi mayat dan menyelamatkan emma dari incaran psikopat satu ini


Aku berhasil mengulur waktu agar penjahat ini tidak pergi tepat waktu membawa emma


Aku merasa asupan oksigenku semakin lama semakin berkurang dan rasa sakit yang ku rasakan perlahan berkurang


Apakah ajalku sudah semakin dekat?


Kedua tanganku yang semula berada di atas tangan kanan pria gila yang mencengkram leherku, mulai terkulai lemas jatuh ke bawah dan perlahan kedua mataku menutup dengan tenang


Eomma, appa mianhae* (ibu, ayah, maafkan aku)


Dan seo jin-ssi, ku harap aku bisa menghabiskan waktu bersamamu lebih lama lagi meskipun kau terkadang menyebalkan, tapi...aku bahagia saat bersamamu. Apakah aku mulai mencintaimu?


Biar bagaimanapun kau adalah pria pertama yang menyentuhku meskipun itu hanyalah sebuah kecelakaan tapi kau selalu dekat denganku dan selalu memperhatikanku, gomawo*(terima kasih) seo jin-ssi


berkatmu aku bisa merasakan kehidupan bagaimana rasanya memiliki pasangan yang terus berada di sisiku


Kelak jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya, aku akan memohon pada tuhan untuk menjadi istrimu sesungguhnya tanpa harus berpura-pura lagi dan bisa hidup bahagia bersamamu sampai kita menjadi tua


Selamat tinggal seo jin


'Saranghae'


(Aku mencintaimu)


______________________________________


...TAMAT...


bercanda deng


BERSAMBUNG....


Hiya hiya hiyaaa


🤣🤣🤣🤣🤣


gimana episode kali ini? makin penasaran gak?


apa bener neng hye jin bakal tragis hidupnya?


apes banget hidupnya hye jin sejak ketemu nyai deok mi


ikutin terus kisahnya ya...


yang pasti makin seru dan greget deh


ya namanya juga drama hihiww....


jangan lupa untuk tulis komentar kalian tentang episode kali ini ya 😉


dukung terus hyung dengan cara klik love dan jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2