
Kim hye jin pov
Seo jin membelakangiku dan sedang memakai T-shirt beserta jacket sulamnya, sedangkan tubuhku ingin berbaring lebih lama dan memejamkan mataku meski hanya sebentar
Hari ini dimulai dengan kejadian yang melelahkan dan dipenuhi dengan adegan yang membuat jantungku lemah
Bagaimana mungkin aku bisa berbuat nekat seperti tadi, memanjat sebuah pohon dan terbang meraih tembok kamar nyonya deok mi
Kau pikir dirimu spider man yang bisa memanjat sebuah benda dengan mudah?
Aishhh.....
Dasar gadis gila! Pantas saja ibu selalu memukul kepalaku karena tidak pernah berpikir panjang
Aku mencaci diriku sendiri sambil memukul kepalaku menggunakan kedua telapak tanganku
"Aiishh...paboya* (bodohnya)" ucapku yang frusrasi
"Wahh...kim hye jin, aku salut padamu yang bisa memanjat pohon itu dengan mudahnya" ucap seo jin
"Nahh....sekarang katakan padaku, apa yang kau lakukan diluar sana? Dan apa alasanmu tiba-tiba datang ke rumah ini dan menginap?" Tanya seo jin yang sedang menginterogasiku
Apa yang harus kukatakan?
Berkata jujur atau mencari alasan lagi?
Seketika aku teringat perbincangan tadi malam antar chul moo dan ahjussi* (paman) asing itu
Seo jin dengan baiknya membantu imigran gelap itu untuk kembali ke negara asalnya dan melunasi semua hutang-hutangnya agar ahjussi* (paman) itu bisa hidup dengan tenang
Jika aku memberitahu seo jin sekarang, tentang kejadian semalam, apakah seo jin akan melakukan hal bodoh?
"Hye jin, aku menunggumu untuk berbicara denganku" ucap seo jin tegas
Aku menghembuskan nafas dan bangun dari posisi tidurku
Aku menatap seo jin dan memikirkan ekspresi wajah yang akan terjadi jika ku katakan hal yang sebenarnya
'Ada mayat tadi malam di rumah ini!'
'Seo jin, aku melihat chul moo dan membawa mayat laki-laki asing yang kau tolong'
'Yya...park seo jin, aku akan memasang alat sadap di rumah ini dan akan mengirim ayah mertuamu ke penjara bersama dengan chul moo'
"Ckck...ania-ania* (tidak-tidak)" ucapku sendiri
Aku tersadar melihat seo jin yang sedang mengkerutkan dahinya melihatku meracau sendiri
"Aku hanya keluar untuk berjalan-jalan dan meng-eksplore rumah luas ini tapi tidak sengaja aku melihat bodyguard dan para maid yang sedang bergunjing menjelek-jelekan sifat istrimu"
"Aku terpaksa masuk lewat jendela karena panik dan takut para pegawai yang bekerja disini akan curiga jika aku berkeliling rumah pada waktu subuh" ucapku memberi penjelasan palsu pada seo jin, ku harap ia akan percaya
"Aku lapar, sebaiknya kita bersiap-siap untuk sarapan, kau harus ingat istrimu selalu tepat untuk sarapan pukul 7 pagi" ucapku dan langsung beranjak dari tempat tidur
Seo jin memegang pergelangan tangan kiriku untuk menahan diriku agar tidak pergi darinya
"Kim hye jin, katakan padaku apa sebenarnya yang kau lakukan dan apa rencanamu hhah!" Ucap seo jin dan sedikit menaikkan nada bicaranya diakhir kalimat
Reflek aku menutup mulut seo jin menggunakan telapak tangan kananku
Sudah ku duga, seo jin tidak mudah ku tipu dengan alasan seperti ini
"Park seo jin...kenapa nada suaramu tinggi? Orang-orang di rumah ini akan berpikir jika kita bertengkar" ucapku
Seo jin menyingkirkan tanganku yang menutup mulutnya dengan cara menggenggam tanganku
"Katakan padaku yang sebenarnya hye jin" ucap seo jin yang mulai kesal padaku
Aku kembali duduk di atas tempat tidur
"Baiklah...park seo jin, katakan padaku apa sebenarnya yang kau sembunyikan dariku"
"Maksudku, apa yang tidak ku ketahui tentang mertuamu, khususnya ayah deok mi?" Tanyaku
"Kenapa kau malah balik bertanya padaku?" Tanya seo jin
"Aku melakukan hal ini karena dirimu yang dari awal tidak mau mengatakan padaku yang sebenarnya"
"Jika kau tidak memberitahuku, aku akan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang kau sembunyikan dariku" ucapku
"Kumohon hye jin jangan membahayakan dirimu, katakan padaku apa yang sebenarnya kau lakukan!" ucap seo jin padaku dan menatapku dengan tajam
Seo jin masih menggenggam tanganku dengan kuat bahkan ia menghimpit kedua kakiku menggunakan pahanya agar aku tidak bisa lepas darinya
Akhirnya dengan berat hati aku mengatakan hal yang sebenarnya pada seo jin tentang kejadian semalam
Dan benar dugaanku
Ekspresi seo jin terlihat begitu depresi ketika mendengar semua ceritaku tentang kejadian semalam
"Kau tahu...hampir saja aku terjatuh dan melukai diri..." ucapku terhenti karena seo jin tiba-tiba memelukku dengan sangat erat
"Oohh....seo jin-ssi ada apa denganmu?" Tanyaku
"Mian* (maaf) jika aku bisa memutar kembali waktu, tidak harusnya aku meminta tolong padamu untuk berpura-pura menjadi deok mi" ucap seo jin
"Aku telah membahayakan hidupmu dengan terlibat di lingkungan keluarga ini"
"Tidak seharusnya kau melihat pemandangan yang mengerikan seperti itu hye jin, kau pasti sangat shock" ucap seo jin dan mengingatkanku kembali dengan kejadian tubuh tak bernyawa dengan warna merah menyelimuti wajahnya
Secara tidak sadar aku memeluk erat seo jin dan memejamkan kedua mataku untuk bisa melupakan bayangan mengerikan itu
Seo jin mengusap rambutku dengan lembut dan mencoba menenangkanku
"Baiklah hye jin kita pergi dari rumah ini agar kau bisa tenang" ucap seo jin
"Ani*(tidak) aku masih ada urusan disini, jika kau ingin pulang, pulang saja sendiri" ucapku sambil melepas pelukanku dari seo jin
"Apalagi yang akan kau lakukan? Kau tahu, jika aku tidak menolongmu, mungkin kau sudah berada di rumah sakit sekarang dengan kondisi patah tulang" ucap seo jin
"Cepat ganti bajumu, kita pergi dari sini" ucap seo jin
"Yya...shiro*(gak mau) aku harus melakukannya seo jin! Bagaimana mungkin aku mengabaikannya" ucapku pada seo jin
"Hye jin-aa biar aku yang mengurus dan menghadapi ayah deok mi, ku mohon jangan keras kepala untuk masalah kali ini, ok?" Ucap seo jin
"Sekarang serahkan barang itu kepadaku" ucap seo jin
"Barang apa?" Tanya hye jin
"Yang tadi kau ceritakan padaku! Tentang tujuan awalmu kerumah ini" ucap seo jin
"Jangan pura-pura tidak tahu hye jin, cepat serahkan chip-chip penyadap itu padaku" ucap seo jin
Aku memejamkan mata menahan amarah dan menatap seo jin dengan kesal dan hampir menangis karena gagal melakukan rencanaku
Apa yang dikatakan detektif choi memang benar, aku hanyalah gadis amatir yang tidak lihai dalam kasus seperti ini
Aku merasa bersalah pada supir ohh, dia mendukung dan percaya padaku tapi justru mengecewakannya hikss....
Aku menghampiri koperku dan mengambil beberapa chip penyadap.
Setelah itu, aku menghampiri seo jin dan menyerahkannya
Sekali lagi aku menahan chip-chip itu untuk lepas dari genggamanku
Seo jin menyadari jika aku menahannya
"Hye jin..." ucap seo jin memanggil namaku untuk segera menyerahkan semua benda itu padanya
"Aisshh....jinjja*(benar-benar)" ucapku sambil meringis didepan seo jin
Dengan sabar seo jin mengambilkan pakaian dan menyuruhku mengganti baju tidur yang aku pakai
"Ganti baju mu lalu turun untuk pamit dengan orang tua deok mi" ucap seo jin dan membawakan koperku
Seo jin pergi dengan wajah tenang dan menutup pintu kamar deok mi dengan perlahan
Setelah seo jin pergi dari kamar, aku memukul-mukul tempat tidur dan melampiaskan kekesalanku pada kasur
"Ahhh...." aku merintih menahan sakit pada kedua tanganku yang terasa perih karena kejadian aku bergelantungan dijendela luar kamar deok mi
Jari-jariku terasa kebas jika disentuh namun saat digenggam, kedua tanganku terasa sakit
Aku segera mengganti pakaian dan keluar dari kamar
Ternyata seo jin menungguku diluar kamar dan ingin turun bersama denganku kelantai satu, lalu pamit dengan orang tua deok mi
Orang tua deok mi sudah berada di meja makan, bersiap untuk sarapan
"Selamat pagi abeonim*(bapak mertua), eomonim*(ibu mertua)" ucap seo jin menyapa mereka berdua
"Aku dan deok mi akan kembali ke rumah pagi ini" ucap seo jin
"Duduklah dulu menantu seo, kita akan sarapan bersama" ucap ayah deok mi
"Joesonghamnida* (maaf) tapi aku harus pergi kekantor pagi ini" ucap seo jin berusaha untuk menolak tawaran sarapan bersama
"Yya...menantu seo, apakah perusahaanmu akan lari jika kau datang terlambat?" Sindir ibu deok mi
"Ha ha ha....kenapa kau bicara seperti itu pada menantu seo, dia hanya loyalitas pada perusahaannya" ucap ayah deok mi
"Yya...menantu seo aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya mood istriku sedang tidak bagus sejak subuh ini, sarapanlah dulu setelah itu kau boleh pergi"
"Perjalanan dari sini ke rumahmu membutuhkan waktu yang lumayan cukup lama" ucap ayah deok mi
"Baiklah...aku dan seo jin akan sarapan bersama ibu dan ayah, setelah itu aku dan seo jin akan kembali ke kediaman kami" ucapku sambil menyenggol pinggang seo jin dan meliriknya
Aku duduk terlebih dahulu, kemudian seo jin mengikutiku untuk duduk di meja makan bersama
__ADS_1
Dengan cepat pelayan sudah menyiapkan sarapan pagi untukku dan seo jin di atas meja makan
"Syukurlah kau terlihat baik-baik saja hari ini, deok mi sayang" ucap ibu deok mi tiba-tiba
"Kau tak perlu berlarut dalam kesedihan, jika gagal kau bisa bekerja sama lagi dengan menantu seo" ucap nyonya song ji hye dan membuatku berpikir
"Apa maksudmu ibu?" Tanya seo jin yang belum paham
"Ommo* (astaga) kau pura-pura tidak tahu menantu seo?" Sindir ibu deok mi
Aku dan seo jin menggelengkan kepala dengan kompak, pertanda tidak paham dengan ucapan nyonya song ji hye
"Kalian masih muda, lakukan saja aktivitas seperti tadi di kamar setiap hari, aku yakin kalian akan mendapatkan kembali apa yang diinginkan" ucap ibu deok mi
"Ohok..." aku terbatuk karena mengerti apa yang dimaksud oleh ibu deok mi
"Eomonin* (ibu mertua) aku dan deok mi sudah memiliki apa yang diinginkan, hanya menunggu waktu saja sampai tumbuh dan berkembang, bukankah begitu sayang?" ucap seo jin yang masih belum tahu bahwa aku telah mengakhiri kebohongan yang dibuat olehnya
"Omo omo* (astaga) deok mi-aa jangan bilang kau belum mengatakan pada menantu seo tentang keguguran anakmu!" Ucap ibu deok mi yang membuatku tidak bisa menelan makanan
"Keguguran!!" Ucap seo jin terkejut dan menatapku
"Uri aegi??!* (bayi kita)" ucap seo jin lagi
Aku menginjak kaki seo jin untuk berhenti ber-akting berlebihan didepan ibu deok mi
"Aigoo...deok mi-aa aku tidak tahu jika kau belum mengatakan ini pada suamimu, kau pasti sangat terkejut menantu seo" ucap ibu deok mi
"Gwaenchana* (tidak apa) kalian berdua harus bangkit dan tidak boleh larut dalam kesedihan, aku yakin jika kalian melakukannya penuh gairah seperti tadi, dalam sebulan kau akan mengandung bayi di dalam rahimmu" ucap ibu deok mi panjang lebar dan membuatku menundukkan kepala karena malu untuk mendengarnya
Ayah deok mi terlihat gugup, terbukti dari ia sering meminum air putih selama mendengarkan istrinya berceloteh membicarakan hal seperti ini
Seo jin hanya tersenyum mendengar pembicaraan ibu deok mi
***
Park seo jin pov
Setelah sarapan aku dipanggil oleh ayah deok mi ke ruang kerjanya
Sepertinya ia memanggilku karena ada perbincangan yang penting
Tuan dong il sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya
"Park seo jin...bisa kau jelaskan padaku tentang kejadian yang dilihat oleh istriku subuh ini?" Tanya tuan dong il
Aku terdiam ketika ayah deok mi menanyakan hal itu padaku
"Apa kau akan mengaku bahwa kau khilaf dan mengulangi kesalahan lagi seperti pertama kali kau bertemu dengan gadis itu?" Tanyanya lagi
Aku terdiam karena harus menjawab dengan hati-hati
'Brakk!!'
"Apa kau sudah gila seo jin, ba..bagaimana kau bisa dengan ga...aisshh" ucap tuan dong il yang terbata karena kejadian yang aku lakukan pada hye jin
Meskipun kenyataan sebenarnya aku tidak melakukan hubungan 'itu' seperti yang mereka pikirkan
"Maaf ayah..aku hanya melihat-lihat kamar putrimu lalu tidak sengaja melihat hye jin tidur terlelap dan aku mendekatinya, lalu...."
"Lalu instingku ingin memel..."
"Tutup mulutmu!!!" Teriak dong il yang tidak ingin mendengar ucapanku selanjutnya
"Apa kau akan mengikuti jejak seperti ayah hajung?" Tanya dong il
"Apa kau akan memimpin perusahaan dengan sikapmu yang menjijikan itu?"
"Bagaimana mungkin kau bisaa..."
"Ahhh.....tega sekali kau seo jin pada putriku yang sedang koma di rumah sakit" uacp tuan dong il padaku yang terlihat sangat kesal padaku
Setidaknya ia tidak mencurigai hye jin dan tidak mengetahui hye jin keluar rumah dan memergoki chul moo
"Aku harap kejadian menjijikan antara kau dan gadis itu tidak terulang lagi seo jin" ucap dong il
"Apa kau sungguh benar-benar lelaki sejati seo jin?" Tanyanya lagi
"Baru kali ini aku merasa kecewa padamu sebagai menantuku"
"Jika kau tidak bisa menahan nafsumu sebaiknya gadis itu tinggal bersana denganku" ucap dong il mengutarakan idenya
"Andwe!!* (jangan!!)" Teriakku dan membuat dong il menatapku dengan ekspresi heran
"Wae?!* (kenapa)?" Tanya dong il
"Kelihatannya gadis itu juga menyukai tinggal di rumah ini, terlebih sepertinya istriku senang kehadiran putrinya di sini" ucap dong il
"Kau tahu ayah, sebentar lagi pemilihan direktur akan dilaksanakan, bagaimana jika seseorang tahu bahwa putrimu tinggal di rumahmu dan orang-orang akan berpikir bahwa hubungan rumah tangga putrimu sedang buruk" ucapku panjang lebar
"Pasti akan membuat pemegang saham akan ragu untuk memilih deok mi sebagai direktur utama, karena mereka berpikir membina hubungan rumah tangga saja tidak bisa berjalan dengan baik, apalagi memimpin perusahaan" ucapku pada ayah deok mi mencoba menghentikan idenya
"Baiklah!" Ucao dong il
Aku tersenyum padanya
"Tapi ingat satu hal seo jin, jangan mengulangi kesalahan yang sama"
"Kau harus bisa mengontrol emosimu sendiri" ucap dong il
"Ya...aku berjanji ayah, kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi" ucapku meyakinkan dong il
"Jangan lupa untuk hadir besok lusa karena ada rapat di perusahaan real estate rose" ucap dong il
"Ya ayah...aku mengingatnya, itu adalah rapat penting untuk menentukan kandidat perusahaan" ucapku
"Baiklah jika kau ingat rapat penting esok lusa"
"pastikan gadis itu hadir dan mengikuti rapat, karena akan ku pastikan dirapat itu, deok mi menjadi kandidat tunggal di perusahaan real estate rose" ucao dong il
"Baik ayah, akan aku pastikan hye jin datang bersamaku" ucapku
"Baiklah kau boleh pergi, aku sudah selesai bicara denganmu, jangan lepaskan tali kekang yang kau ikat pada gadis pengganti itu" ucap dong il mengingatkanku seolah hye jin bukanlah manusia melainkan hewan peliharaan yang harus menuruti perintah majikannya
Aku menundukkan kepalaku pertanda akan pamit dari ruang kerjanya
Setelah keluar dari ruang kerja dong il,
Aku melihat ibu deok mi mengobrol dengan wajah ceria bersama hye jin, syukurlah jika kesehatan nyonya song baik-baik saja
Hye jin melihatku dan diikuti oleh ibu deok mi yang melihatku
Aku tersenyum kepada mereka berdua dan menghampirinya
"Kau sudah selesai bicara dengan ayah?" Tanya hye jin
"Mmm...sudah, ayo kita pulang" ucapku pada hye jin
"Ibu kira kau akan menginap disini sekitar 2 malam, hhahh...ibu sedih jika harus berpisah denganmu" ucap ibu deok mi
"Eomonim* (ibu mertua) kita akan bertemu lagi lusa di kantor" ucap seo jin tersenyum
Aku pikir nyonya song ji hye tidak mengetahui apapun tentang sifat busuk suaminya
Ia terlalu senang menghabiskan waktu bersama dengan putri tercintanya
***
Ibu deok mi melambaikan tangannya ke arah hye jin yang sudah berada di dalam mobil
Hye jin membalas dengan ikut melambaikan tangannya ke arah ibu deok mi
Mobilku melaju dan semakin lama pergi menjauh meninggalkan kediaman rumah sung dong il
Ditengah perjalanan, detektif choi menelponku memberitahu bahwa ia dan supir ohh telah sampai di cafe yang telah dijanjikan
Aku berencana akan membahas sesuatu dengan mereka berdua
"Wae?* (kenapa)....kau menyuruh supir oh dan detektif choi ke cafe pagi-pagi seperti ini, apa kau tidak pergi ke kantor?" Tanya hye jin
"Perusahaanku tidak akan lari jika aku datang terlambat" ucapku pada hye jin
"Cihh...kenapa kau berbicara mirip dengan ibu deok mi? Menyebalkan" ucap hye jin
"Apa kau sangat membenci ibu deok mi, hye jin?" Tanyaku padanya
"Ania* (tidak) aku tidak membenci ibu deok mi, justru aku merasa kasihan dengannya" ucap hye jin
"Kasihan? Untuk apa kau merasa kasihan dengannya? Kehidupanmu lebih sulit dari pada dia" ucapku yang merasa heran dengan pendapat hye jin
"Yya...tidak semua kebahagaian dapat diukur dengan banyak sedikitnya uang, biar bagaimanapun ibu deok mi sangat mencintai putrinya, hanya dengan menghabiskan waktu bersama putrinya, ia sudah bahagia" ucap hye jin
"Aku tebak sepertinya deok mi sering mengabaikan ibunya, ketika putrinya berkunjung ia sangat bahagia sekali, pantas saja ia sangat terpukul ketika mendengar putrinya mengalami koma dan merasa tidak terima jika mimpi buruk itu terjadi" ucap hye jin
"Jika kau menyukai ibu deok mi, bagaimana jika kau menjadi putri kesayangannya seumur hidupmu?"
"Lalu bagaimana dengan ibuku hhah??!, jika deok mi mengalami perburukan, setidaknya tuan dong il harus memberitahu kebenaran yang terjadi pada istrinya dan menerima kenyataan meskipun berat diterima"
"Aku tidak mungkin bisa berpura-pura menjadi deok mi selamanya, suatu saat penyamaran ini akan berakhir dan aku akan kembali ke kehidupanku seperti semula" ucapku
"Apakah berat menjalani kehidupan sebagai deok mi, hye jin?" Tanyaku pada hye jin
"Oo...sangat berat, aku tidak bisa menjadi diriku sendiri dan harus memasang wajah palsu didepan orang yang tidak ku kenal dengan dekat"
"Hanya kepada dirimu, supir ohh dan detektif choi saja aku bisa menjadi diriku sendiri dilingkungan kehidupan konglomerat" ucapku
Aku tersenyun mendengar ucapan jujur yang disampaikan oleh hye jin
"Tapi... kenapa kau tiba-tiba menanyakan pendapatku mengenai kehidupan menjadi seorang deok mi" ucap hye jin yang mulai penasaran
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan di ruang kerja tadi? Kau tidak memberitahuku seo jin" tanya gadis yang berada disampingku
"Ahh...tidak ada, ia hanya memberitahuku akan ada rapat penting lusa nanti di real estate rose, aku harus mempersiapkanmu lagi dan harus mengenal para pemegang saham di real estate rose" ucap seo jin
"Aneh..jika hanya mengatakan hal seperti itu, ia bisa melakukannya saat sarapan tadi" ucap gadis ini dan aku mengalihkan pembicaraan ini dengam menyalakan musik didalam mobil
*****
Sesampainya di cafe, aku melihat supir ohh dan detektif choi sudah hadir sebelum diriku
Mereka berdiri ketika melihatku dan hye jin untuk menyapa
Setelah aku duduk, supir oh dan detektif choi mengikutiku untuk duduk berhadapan
Tanpa basa-basi aku meletakkan chip-chip penyadap dihadapan supir ohh dan detektif choi
Mereka terkejut bukan main ketika melihat chip-chip penyadap berada digenggaman tanganku
Terlebih supir ohh, ia sangat terkejut sampai-sampai memegang jacket jeans yang dipakai oleh detektif choi dengan kedua tangannya
Dengan kompak mereka berdua menatap hye jin dengan raut wajah yang penuh tanda tanya
Sedangkan hye jin menundukkan kepalanya, merasa bersalah pada mereka berdua
"Bisa kalian jelaskan kenapa chip ini berada di tangan hye jin?" Tanyaku
"Nona kim...apakah..?" Bisik supir ohh dari jauh kepada hye jin
Aku menutup mataku dan memanggil supir oh
"Oh min suk.." ucapku dan berhasil membuat supir ohh ketakutan
"Y..ya tuan" sahut supir ohh tergagap
"Maafkan saya tuan seo jin, tidak seharusnya saya memberikan barang ini kepada nona kim" ucap detektif choi dengan gentle mengaku bersalah dihadapanku
Sudah seharusnya mereka meminta maaf padaku karena telah mengkhianati majikannya
"Kau pasti tahu detektif choi, jika kau membiarkan gadis seperti hye jin memakai alat ini, hal itu akan membahayakan nyawanya" ucapku pada detektif choi
"Maafkan saya tuan" ucap detektif choi
"Hal ini tidak akan terulang lagi" ucapnya lagi
"Seo jin-ssi..mereka tidak bersalah..."
"Aku yang bersalah karena memaksa mereka membantuku" ucap gadis yang berada disebelahku
Aku menengok ke arahnya dan ia terlihat menundukkan kepalanya tidak berani menatapku dan jari-jemarinya saling dikaitkan pertanda ia merasa sangat bersalah
"Kau memang bersalah hye jin dan parahnya lagi melibatkan kedua pegawaiku" ucapku dan memukul kening hye jin dengan sentilan jariku
"Awww....." ucap hye jin
Setelah memukul kening hye jin menggunakan jariku, aku berfokus kembali untuk memberi tugas pada kedua pegawaiku yang bisa ku andalkan
"Baiklah..aku akan meminta bantuanmu, aku ingin kalian berdua mencari lelaki misterius pelaku yang telah meneror orang tua hajung saat launching di buffalo" ucapku
"Bukan...kah dia sudah berada di korea saat ini tuan?" Tanya detektif choi
Aku menggelengkan kepalaku dan menengok ke arah hye jin
"Ani* (tidak) sayangnya laki-laki itu tewas dan hye jin adalah saksi di saat kejadian" ucapku pada supir ohh dan detektif choi
"Omunaa* (astaga)...bagaimana bisa nona kim mampu melihat pemandangan itu" ucap supir ohh
"Apakah pelakunya chul moo, tuan?" Tanya detektif choi
"Mmola* (tidak tahu), hye jin hanya mendengar suara bahwa yang menarik pelatuk senapan adalah pria misterius itu sendiri"
"Hye jin hanya melihat laki-laki misterius itu telah tewas bersimbah darah disekujur wajahnya"
"Ia tertembak dikepala, tuan?" Tanya choi lagi
"Sepertinya iya..." ucapku
"Kalian tahu bukan? Situasi semakin parah dan berbahaya, jika dong il tahu hye jin berada di tempat yang sama saat kejadian berlangsung...aku ragu keselamatan hye jin akan terjamin" ucapku
"Maksudmu, tuan dong il akan membunuhku?" Tanya gadis itu yang terlihat cemas dengan nyawanya
"Aku tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan ayah deok mi pada dirimu, hye jin" ucapku dengan jujur padanya, terlihat hye jin yang tampak murung
"Baiklah..lakukan ini diam-diam, cari jasad pria itu dan kubur mayatnya dengan layak, lalu jika ada keluarga atau kerabat yang menanyakan keberadaanya..."
"Bilang saja ia meninggal karena serangan jantung" ucapku
"Tapi....berarti kau berbohong pada kerabat atau keluarganya, apakah itu adil unuknya?" Tanya hye jin
"Hye jin-aa, sebelum kita menemukan bukti, kita tidak bisa menuduh pelakunya dengan asal, bisa jadi bukan keluarganya yang dalam bahaya, melainkan dirimu karena kau adalah saksi"
"Bisa jadi chull moo menghabisi dua orang bodyguard yang sedang melihat saat kejadian"
"Bukti tentang kesaksianmu belum cukup hye jin, karena kau hanya melihat pria itu telah menjadi mahluk yang sudah tidak bernyawa dan tidak tahu siapa yang menarik pelatuknya berdasarkan ceritamu, jaksa tidak bisa menuntut tersangka dengan bukti yang kuat
"Terlebih...kau adalah tersangka dengan memakai identitas palsu"
"Jika kau bersaksi berada ditempat yang sama saat kejadian, kau harus mengambil resiko sebagai tersangka dengan memalsukan identitas menjadi orang lain" ucapku pada hye jin
Aku tahu ini semakin runyam dan sulit
Haah....
Kenapa dong il harus bekerja sama dengan chul moo yang sudah jelas-jelas mantan dari kelompok mafia
"Baiklah tuan, aku akan mencari keberadaan jasad laki-laki misterius itu" ucap detektif choi
"Baiklah...choi, akhir-akhir ini tugasmu akan menjadi berat karena setelah menemukan jasad itu, kau harus memantau gerak-gerik chul moo dan kau harus extra hati-hati choi agar tidak ketahuan" ucapku
"Jika kau kewalahan, kau bisa meminta supir ohh untuk membantumu" ucapku
"Nae...naega??* (a..aku?)" Tanya supir oh untuk meyakinkan
Aku menganggukkan kepala pertanda supir ohh tidak salah dengar
Terlihat ekspresi cemas dari wajah supir ohh dan choi menenangkan temannya dengan menepuk pundak sebelah kiri supir ohh
"Sudah jelas dengan perintahku?"
Supir ohh dan detektif choi mengangguk
"Haah...baiklah, lakukan tugas dengan hati-hati, aku akan mencoba mencari tahu apa yang dilakukan sung dong il berikutnya untuk mencapai tujuannya" ucapku dan pergi meninggalkan mereka berdua
Kim hye jin mengikutiku dari belakang dan sebelum mengikutiku, terlihat sepertinya ia sedang menundukkan kepalanya berulang kali dihadapan supir ohh dan detektif choi sebagai permintaan maaf pada mereka
Aku sampai lebih dulu didalam mobil dan melihat hye jin berlari kecil mengikutiku dan masuk kedalam mobil
Aku segera menyalakan mesin mobil lalu mengendarainya
"Yya...kau sangat keterlaluan seo jin, kenapa kau memarahi mereka huh? Aku yang salah bukan mereka" ucap gadis itu
"Mereka juga ikut bersalah karena membantumu diam-diam" ucapku
"Yya...itu karena kau tidak ingin mencari tahu dengan benar" ucapku dan seketika memberhentikan laju mobilku hingga membuat gadis disampingku terkejut
"Tidak benar katamu?!" Ucapku heran
"Kau yang tidak tahu apa yang sedang kulakukan tanpa sepengetahuanmu"
"Jika seandainya kau tidak ikut campur dan tidak mengikuti chul moo ke taman saat acara launching dibuffalo, kejadian ini tidak akan terjadi" ucapku
"Aku tidak akan mencari tahu laki-laki misterius itu dan tidak terbang kembali ke buffalo untuk bertemu dengannya dan menanyakan semuanya"
"Seandainya saja kau tidak mengikuti chull moo ke taman dan tidak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku pikir laki-laki itu akan di lepaskan oleh chul moo setelah tugasnya selesai"
"Kau tahu hye jin, seandainya kau mengabaikan gerak-gerik chul moo dan mengikuti alur permainan ini, semua akan baik-baik saja dan kau bisa kembali ke kehidupanmu semula setelah pemilihan direktur real estate rose diadakan"
"Intinya adalah kau harus mengabaikan dan tidak boleh ikut campur dengan kejadian yang terjadi pada keluargaku"
"Aku sarankan padamu untuk menurutiku selama kau menjalani kehidupan sebagai deok mi dan mengabaikan semua yang terjadi di depan matamu"
"Tutup matamu dan bersandar padaku jika kau tidak tega dan merasa tidak kuat saat menjalani kehidupanmu sebagai deok mi, ok?" Ucapku dan melirik hye jin yang sedang memandang jendela ke arah keluar seolah enggan untuk menatapku
Aku tebak hye jin sedang menahan tangis dan tidak meneteskan aìr matanya dihadapanku
"Jika seandainya aku tidak pergi ke dermaga pagi itu saat kau memintaku untuk membantumu, aku pikir semua mimpi buruk ini tidak akan terjadi..."
"Anni* (tidak) kesalahan terbesarku adalah menuruti kemauan istrimu untuk bertemu denganmu pada malam itu" ucap hye jin sambil menatap wajahku dengan tatapan mata yang berbinar
Bersambung......
________________________________
hi everything
gimana dengan episode 51 nih? makin greget atau 'B' aja hyung hahahaha......🤣🤣🤣
hyung harap kalian senantiasa diberi kesehatan agar bisa membaca karya hyung lalu memberikan komentar yang membangun untuk hyung
semoga kalian semua suka dengan cerita di episode 51
tetep stay dan pantengin cerita hye jin dan seo jin ya
dengan cara jadikan cerita ini ke dalam list favorite kalian
terima kasih telah mampir ke cerita hyung....🙏🙏🙆♂️🙇♂️🙆♀️🙇♀️
love you all 😍😍😍😘😘🥰🥰
nih kembang untuk kalian ihiwwww 🌹🌹🌺🌻🌼🌼⚘🌹🌹🌹
__ADS_1