Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 27


__ADS_3

Kim Hye jin pov


Haahh...jinca, yang benar saja hampir 24 jam aku harus bersama seo jin, ia tak pernah melepas diriku dari pandangannya


Saat rapat saja untuk memulai launching pembukaan mall baru didaerah buffalo,aku harus mengikutinya


Tapi ku akui, seo jin memiliki pesona  yang luar biasa saat rapat tadi, saat ia memberikan komentar tentang presentase anak buahnya


Tidak membentak jika anak buahnya melakukan kesalahan, teliti dan memang he has an extraordinary leadership spirit, applause for him


Seo jin sedang duduk dimejanya dan serius dengan macbook nya, sedangkan aku duduk disofa yang berada disebrang mejanya sebalah kanan dirinya sedang menghafal wajah-wajah yang hampir membuatku gila


Kami tidak saling berbicara, sibuk dengan kegiatan masing-masing, sedangkan waktu menunjukkan pukul 2 siang dan aku mulai merasa lapar


Haahh...jinca, seo jin benar-benar workaholic  apakah ia tidak merasa lapar atau haus saat bekerja? Apakah ia tidak perlu ke toilet untuk buang air kecil?  Sejak selesai rapat ia langsung keruangannya dan membuka macbook nya hingga sekarang


Lapar membuatku mengantuk dan ingin merebahkan tubuhku disofa yang empuk ini, aku pikir ada baiknya merehatkan otakku sejenak dan memulai lagi menghapal wajah-wajah yang ada difoto ini


Sesekali aku mengintip seo jin melalui bantalan sofa, ia masih terpaku dengan macbook nya, aku berpikir masih aman untuk menutup mataku


Baiklah..aku akan memejamkan mataku sekitar 5-10 menit setelah itu aku akan memulai lagi menghafal wajah-wajah yang ada difoto tadi


***


"Yaa...Hye jin bangunlah"


'Duk..duk'


"Hye jin-a"


Aku mendengar suara seorang lelaki memanggil namaku dan menendang sofa yang aku tiduri


Aku terkejut dan bangun membelalakan mataku


"Omo..."


Lelaki itu terkejut ketika aku membuka mataku tiba-tiba


Seo jin mengusap dadanya dengan tangannya, seburuk itu kah wajahku hingga ia terkejut ketika aku membuka mataku dengan tiba-tiba?


Aku bangun dari posisi rebahan menjadi duduk dan dua langkah seo jin berjalan mundur untuk memberiku space untuk bertatap dengan wajahnya


Ketika ia mundur, aku mencium aroma makanan yang merangsang perutku untuk berbunyi


'Kruyukk'


Ohh damn..perut bodoh, kau mempermalukanku


"Pfft...."


"Makanlah... aku membelikan steak daging dan burger untuk penghuni yang tinggal diperutmu"


Steak daging?! Dari mana ia tahu bahwa aku menginginkan steak, aku pikir aku sedang bermimpi sedang memakan steak, apakah ini de javu?


"Aku tidak sadar kau tertidur, hingga kau mengigau menyebut nama steak dari mulutmu" ucap seo jin


"Kau wanita yang unik hye jin, aku tidak pernah bertemu gadis sepertimu"


"Selama ini, wanita yang selalu dekat denganku adalah wanita yang selalu bersikap sopan dan yahh...aku pikir wanita yang selalu menjaga image nya didepanku dengan baik"


"Tapi dirimu?...pfft..sangat bertolak belakang dengan wanita yang ada disekitar diriku" ucap seo jin meledekku


"Kehidupanmu dengan kehidupan diriku bagaikan langit dan bumi seo jin"


"Mungkin mereka sejak kecil sudah dibekali oleh ilmu untuk menjadi keluarga bangsawan, atau kehidupan dasar untuk menjadi orang kaya"


"Mereka berbeda denganku....


kalian,, para orang kaya yang sejak lahir sudah dilahirkan dengan sendok emas, masa depan kalian sudah bisa diprediksi akan makmur dewasa kelak, segala kehidupan kalian sudah diatur, bahkan..jodoh saja sudah diatur untuk menjaga kekayaan kalian dan mengeruk keuntungan hingga tamak" ucapku sedikit sinis


"Sedangkan aku? Sejak dini aku sudah diajarkan untuk membersihkan rumah, dan diajarkan bagaimana caranya bertahan hidup dari kerasnya kehidupan ini"


"Tapi kau tau..aku ingin keluar dari zona kesusahan hidup dan mengajak ayah ibuku untuk tidak hidup dengan kekurangan"


"Karena itu aku berusaha mati-matian mencari beasiswa dan mendapatkan beasiswa penuh dichicago, dan aku mendapatkannya"


"Aku pikir, tinggal selangkah lagi aku akan lulus dari kuliahku, namun takdir berkata lain, aku bertemu dengan istrimu dan kehidupanku berubah menjadi 180 derajat"


"Dan menjalani kehidupan orang lain"


Seo jin menatap wajahku dalam dan aku berbalik menatapnya, aku mengamati mata seo jin yang tajam, setajam ia menatapku berbicara


Ia memang karya tuhan yang indah  tidak ada sisi cacat diwajahnya.


Namun, apakah ia tahu, bahwa aku hampir gila dibuatnya ketika pertama kali bertemu?


Dan kini tatapan seo jin mirip dengan tatapan pada waktu malam itu hingga membuat bulu kuduk ku berdiri


Aku membuang muka agar tidak menatap seo jin dan beralih ke meja yang sudah penuh dengan makanan


"Apakah aku boleh memakan ini?" Tanyaku

__ADS_1


Seo jin diam beberapa saat, apakah ia tersinggung dengan ucapanku? Entahlah...memang kenyataannya seperti itu kan?


Aku hanya mengemukakan pendapat ku saja, tentang image orang kaya


"Makanlah..selesai makan kita akan latihan waltz dance"


Aku menutup mataku dan mengehembuskan nafas ketika seo jin mengatakan 'latihan'


"Kau tidak makan seo jin?" Tanyaku


"Kau saja duluan aku harus menemui sekertaris han untuk mengurus beberapa dokumen"


"Makanlah sebentar, sekertaris han akan menunggumu"


"Aku tidak mungkin menghabiskan makanan sebanyak ini sendirian"


"Kau membutuhkan tenaga untuk latihan denganku"


"Dan kau membutuhkan tenaga untuk bekerja tuan"


"Apa perlu aku menyuapimu?"


Seo jin terdiam membelakangiku


"Aku pikir itu ide yang bagus"


Aku melongo dengan ucapan seo jin, aku hanya bermaksud untuk menyindirnya, tapi ia justru mengindahkan kalimatku


"Kenapa kau terdiam dan berdiri disana hye jin?" Tanya seo jin


"Kemarilah dan suapi aku, kau yang menawariku kan?"


"Gunakan tanganmu"


"Tanganku penuh dengan beberapa kertas" seo jin membalas ucapanku dengan entengnya


Sial aku melemparkan kalimat boomerang ke seo jin, bodoh..kenapa kau harus berbicara seperti itu hye jin


Aku mengalah dan membawa wadah yang berisi steak dan kentang ke seo jin dan bermaksud menyuapinya


Seo jin tersenyum senang ketika aku mendekatinya membawa steak ke meja kerjanya


Aku memotong steak menjadi beberapa bagian dan memberikannya pada seo jin


Sial...jiwa pelayanku melekat lengket didiriku


"Ini aaa..." ucapku


Entah kenapa wajah seo jin terlihat sumringah ketika aku menyuapinya seperti anak kecil yang kelaparan lalu disuapi oleh ibunya


Dan tanpa sadar aku memakan steak satu alat makan dengan seo jin karena aku sudah merasa sangat lapar


"Aku ingin kentang dan kacang polong itu" ucapnya memerintahku


Aku hanya bisa tersenyum masam ketika ia menyuruhku


Aku pikir aku bukan berpura-pura menjadi sung deok mi saja, tetapi merangkap menjadi asisten pribadi seo jin


"Kau tahu, tanpa sadar kita sudah melakukan ciuman lagi secara tidak langsung" ucap seo jin ketika steak sudah habis


"Maksudmu?" Tanyaku


"Kita memakai alat makan bersama dan kau menyuapiku dengan garpu itu"


"Secara tidak langsung kita bertukar saliva"


Dan aku baru menyadari perkataan seo jin, bahwa aku dan seo jin sudah makan dengan satu alat secara bersamaan


"Diam atau pisau ini akan melayang diatas kepalamu" ucapku mengancam


Seo jin terdiam dan meletakkan beberapa kertasnya diatas meja dan mendekatiku


Wajahnya semakin dekat dengan wajahku


"Benarkah? Aku tidak yakin kau akan serius melakukan itu"


Seo jin memeluk pinggulku dengan keras dan menempelkan keningnya diatas keningku


Jantungku mulai berdebar tidak karuan dengan perlakuan seo jin


Tangan kirinya yang kekar memegang tengkuk leherku dan aku mulai ketakutan


"Cobalah berusaha lepas dari pelukanku sekarang hye jin"


Dan ku akui senyuman seo jin sedikit seram dan membuatku takut


"Seo jin lepaskan"


"Kau hanya bisa berkata hye jin, cobalah berusaha lepas dari pelukanku"


Hembusan nafas seo jin bisa kurasakan dengan jelas berhembus diwajahku

__ADS_1


Aku berusaha mendorong seo jin menjauhiku,namun aku kalah tenaga oleh seo jin


"Kumohon seo jin lepaskan aku..ughh"


Dengan tiba-tiba seo jin melepaskan pelukannya dan aku masih mendorong dadanya, dan hampir membuatku terdorong dan hampir jatuh kebelakang


Dengan sigap seo jin menarik lenganku untuk menahanku agar tidak terjatuh


"Kau harus belajar ilmu bela diri, hye jin"


"Aku hanya bercanda,aku suka melihat ekspresi panikmu ketika dekat denganku"


"Kau pikir itu lucu?"


"Apakah itu sebuah hiburan untukmu, melihatku ketakutan karena dirimu?"


"Sejujurnya iya, aku sangat menyukai ekspresi ketakutan dan wajah tidak berdayamu, karena deok mi tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu didepanku" jawab seo jin dengan entengnya


Aku melongo mendengar ucapan seo jin yang seperti psikopat, bagaimana mungkin ia menyukai wajah seseroang yang ketakutan?


"Aku akan memberikan ini ke sekertaris han, setelah itu kita latihan waltz dance" ucap seo jin sambil memukul kepalaku dengan beberapa kertas yang ia bawa untuk sekertaris han, dan meninggalkanku dengan senyum sumringah.


Park seo jin pov


Hahaha...hye jin gadis unik yang bisa mengemukakan pendapatnya tanpa pandang bulu, ia termasuk gadis pemberani namun sedikit ceroboh


Yahh ceroboh untuk bisa menyerangnya seperti tadi, aku sangat senang menggoda hye jin seperti itu


Bukannya aku psiko,tapi aku tidak pernah melihat deok mi dengan mimik wajah seperti itu, dan di diri hye jin, aku bisa melihat berbagai ekspresi yang tidak ada pada deok mi


Deok mi adalah wanita yang selalu berekspresi angkuh dan cenderung tidak memiliki ekspresi, ketika aku marah padanya, wajah deok mi tetap santai dan tidak ada rasa penyesalan dengan apa yang telah ia perbuat


Wajah hye jin yang paling aku suka adalah wajah berantakannya ketika ia tertidur pulas pfft...wajahnya sangat lucu dan juga polos, sepeti malaikat yang tidak berdosa dan aku ingin memeluknya


Dan jujur aku suka membuat wajah ketakutan hye jin, sejenak aku berpikir hye jin adalah deok mi dan dengan perlakuan seperti tadi, aku merasa rasa dendamku sedikit tersalurkan


Deok mi selalu memperlihatkan wajah dinginnya kepadaku, dan setiap aku emosi dengan dirinya karena berselingkuh dariku, ia tidak merasa bersalah ataupun minta maaf dan setiap aku melakukan hal seperti itu pada deok mi, ekspresi deok mi tetap flat dan tersenyum sinis memandangku


(Flash back ingatan seo jin ketika bertengkar dengan deok mi)


"Siapa lelaki itu? Kenapa kau harus mencari masalah deok mi?"


"Bisakah kita hidup baik-baik saja setelah menikah dan tidak menimbulkan masalah?"


Aku memeluk deok mi seperti yang aku lakukan pada hye jin


"Kumohon..berhentilah menjalani open relation ini"


"Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu"


"Apa kau bodoh atau tuli seo jin?" Ucap deok mi dengan ekspresinya yang angkuh


"Aku menikah bukan karena mencintaimu, tentu saja ini untuk perusahaan, kau harusnya sangat tau seo jin"


"Kita adalah hewan kerbau yang sudah diikat dan diatur oleh majikan, dan majikannya adalah orang tua kita"


"Tidak..aku menikahimu karena aku tulus mencintaimu deok mi"


Deok mi tertawa dan melumat bibirku, ia menciumku dengan deep kiss dan aku menikmatinya


Deok mi melepaskan ciumannya


"Apa kau pikir dengan kontak fisik seperti tadi akan membuatmu jatuh cinta?" Ucap deok mi sinis


"Aku berciuman denganmu dan melakukan hubungan sex denganmu bukan karena aku mencintaimu"


"Aku hanya memenuhi kebutuhan biologisku saja"


"Selebihnya kita menikah hanya hubungan bisnis"


"Hahaha...berhentilah membuat perutku sakit karena ulahmu seo jin"


"Kau membuatku tertawa"


"Cinta??"


"Hahaha...kau bukanlah anak Sekolah yang baru lulus seo jin"


"Kita hanyalah orang dewasa yang hidup untuk memenuhi hasrat biologis dan berkuasa siapa yang paling kuat didunia ini, kau pasti tau siapa yang lemah dia yang akan tertindas"


"Sadarlah seo jin,aku tidak akan mencintaimu, kau juga boleh melakukan open relation seperti ku"


"Kau bisa melakukan hubungan sex dengan gadis yang kau senangi, dengan kekuasaan yang kau punya, kau bisa mendapatkan 100 bahkan 1000 wanita dari berbagai dunia"


"Jagan pernah lagi kau mengatakan kalimat menjijikan itu didepanku" ucap deok mi dan mendorong bahuku dengan jarinya dan membuat pelukanku lepas karena syok mendengar kalimat deok mi


"Jika kau ingin bercinta denganku, lakukanlah, tapi jangan harap aku akan mencintaimu" ucap deok mi dan meninggalkanku seorang diri



(Kembali ke waktu sekarang)

__ADS_1


Deok mi tidak pernah meminta tolong atau bahkan memohon kepadaku, aku tidak mengerti sifat deok mi yang sesungguhnya


__ADS_2