Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 110


__ADS_3

Sung hajung pov


Aku berdiri mematung sesaat setelah mendengar semua ucapan dari wanita pertama yang aku cintai dari dalam lubuk hatiku


Aku tidak akan pernah menyangka, kim hye jin sudah mengetahui sejak awal, bahwa aku berusaha untuk membuatnya membenci diriku dengan cara melakukan hal-hal yang melukai hatinya


Tapi meskipun seperti itu ia tetap tidak membenciku


Sebenarnya apa yang telah ku lakukan terhadapnya?!!


Kenapa aku terus menyakiti wanita yang aku cintai?


Kenapa aku tidak diijinkan bersatu dengan gadis pilihanku?


Ada apa sebenarnya dengan semesta ini?


Apakah aku melakukan kesalahan dikehidupanku sebelumnya sehingga aku terus mengecewakan orang yang ku cintai


Beberapa saat berlalu aku hanya duduk bertumpu pada kedua lututku


Sambil menatap langit malam tanpa bintang


Aku merogoh saku celanaku dan memilih untuk membakar tembakau dan menghisapnya di kursi santai yang mengarah ke danau


Beberapa kali aku menghirup dan menghembuskan perlahan membiarkan asap tembakau yang ku bakar menyatu dengan kelamnya langit malam


Setelah menghabiskan dua batang rokok yang ku punya, aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku dan memilih untuk kembali ke dalam ruangan untuk menghangatkan diri


Saat aku berjalan kembali ke ruangan vip ku, aku melihat pengawal pribadiku sedang bersama hye jin yang perilakunya terlihat aneh


Yang ku ingat, hye jin tadi telah meninggalkanku dalam keadaan menangis, tapi entah kenapa kini ia terlihat senang dan meloncat kegirangan


Pengawalku terlihat kewalahan untuk menenangkan hye jin yang sedang bertingkah seperti cacing kepanasan


Aku menatapnya di depan pintu untuk memperhatikan setiap polahnya yang terlihat agresif


Hye jin bahkan berani melingkarkan kedua lengannya ke leher pengawalku dengan sangat centil


Hingga pengawal pribadiku tersadar bahwa aku telah kembali ke ruangan vip club malam


"T-tuan, tolong bantu saya tuan" ucapnya


"Nona hye jin bersikap aneh saat ia masuk kembali ke dalam" ucap pengawalku


"Ohh...hajung-ssi kau telah kembali?" Tanya hye jin yang sudah berwajah merah seperti udang rebus


Ia menghampiriku dan memelukku dengan genit


"Dari mana saja kau? Aku sudah menunggumu di dalam sini"


"Jika aku tidak kembali ke sini, akan sangat bahaya bagiku"


"Aku bisa saja bermalam dengan pria asing di luar sana"


"Dan...haaah!!"


"Bisa jadi aku tidur satu ranjang dengan pria lain" ucap hye jin dengan cerewet dan tercium aroma alkohol dari dalam mulutnya


Apakah seperti ini kelakuan hye jin jika ia sedang mabuk?


Pantas saja aku tidak pernah melihatnya meminum minuman alkohol


Menyentuhnya saja ia tidak berminat, ternyata jika mabuk, hye jin berubah menjadi gadis yang merepotkan seperti ini


"Aku akan mengantarmu pulang, hye jin"


"Kau...siapkan mobil" ucapku pada pengawal pribadiku


"Ba-baik tuan..."


"Chakamanyoo!!*(tunggu dulu!!)" Teriak hye jin


"Aku belum melakukan apapun denganmu, kenapa kau sudah mengantarku pulang?" Tanya hye jin merengek


"Aku juga ingin melakukan hal luar biasa seperti kau melakukan hal itu dengan gadis tadi" ucap hye jin melantur


"Aku juga ingin merasakan kau menciumku dengan brutal seperti ini..."


"Mmu..muu..achh" ucap hye jin mempraktekan dan mengerucutkan bibirnya ke wajahku


Aku menutup kedua mataku dan berpikir sejenak apa yang harus ku lakukan pada gadis yang telah kehilangan akalnya karena alkohol


"Ayoo cium aku..mmuu..." pinta hye jin yang terus menyodorkan bibirnya ke arahku


Sedangkan pengawalku hanya melihatku kebingungan


"Apa yang sedang kau lakukan? Bergegaslah!" Seruku menyuruh pengawal pribadiku untuk segera beranjak pergi dari sini menyiapkan mobil


"Ba-baik tuan" ucapnya dan segera berlari keluar ruangan


"Kim hye jin berhentilah melakukan hal seperti ini" pintaku


"Waee??!*(kenapa?!)" Tanyanya


"Apakah karena aku bukan kim hye jin yang kau kenal?"


"Apa kau tidak mencintai sisi hye jin yang seperti ini?"


"Ataukah kau benar-benar sudah tidak tertarik denganku dan memilih gadis jelek seperti itu untuk menemani malammu?" Tanya hye jin yang mulai merajuk


"Aku tidak ingin pulang, aku ingin bermalam denganmu" ucap hye jin lagi sambil duduk di lantai dan memeluk kakiku


Kim hye jin dalam keadaan mabuk benar-benar berubah 180 derajat menjadi gadis yang menyebalkan


"Baiklah hye jin jika tidak ingin kembali ke rumahmu, kau bisa bermalam di hotel terdekat untuk malam ini"


"Kau bisa bermalam di sana" ucapku menyerah agar ia berhenti bersikap menyebalkan


"Benarkah??!" Seru hye jin sambil berdiri dan menyandarkan dagunya ke dadaku


"Apakah kita akan tidur bersama seperti pasangan normal pada umumnya?" Tanya hye jin


"Kau tahu sebenarnya gadis ini sangat bodoh dan selalu bertengkar dengan perasaan konyolnya terhadap pria itu" ucap hye jin


"Hanya karena ia tidur bersama dengan pria untuk pertama kalinya, perasaannya sangat sulit dihilangkan dan sulit untuk beralih ke pria lain"


"Aku tahu pria itu hebat dalam permainan di atas ranjang pada malam itu tapi..."


"Harusnya aku juga memberikan kesempatan untukmu juga, agar adil dan aku bisa memilih siapa yang paling hebat di antara kalian berdua" ucap hye jin nakal sambil menggigit bibir bawahnya


"Apakah kau merengek seperti ini memintaku untuk menidurimu agar kau bisa tahu siapa pria terhebat dalam urusan ranjang?" Tanyaku memperjelas


"Tentu saja hihihi..." ucap hye jin berdiri sambil menarik dasiku


"Woww!! Aku tidak tahu ternyata kau seliar ini hye jin" balasku


Hye jin tertawa cekikikan saat aku mengatakan ia adalah gadis liar


"Tapi sayangnya..."


"Aku tidak tertarik dengan wanita mabuk yang kehilangan akal sepertimu saat ini"


"Aku ingin kau memintaku untuk tidur denganmu saat kau dalam keadaan sadar dan memiliki akal sehat yang baik" ucapku sambil menarik tangan hye jin yang mencengkram dasiku


Seketika wajah hye jin berubah cemberut dan menangis keras


"Huwaaa!!!" Teriak hye jin menangis


"Kenapa kau seperti ini?!" Teriak hye jin


"Aku hanya bisa keluar saat kesadaran gadis bodoh ini tenggelam dan diriku yang mengambil alih" ucap hye jin


"Dan kau tahu kesempatan ini sangat langka karena gadis bodoh itu sangat waspada dan menahan kemauannya untuk tidak meminum alkohol"

__ADS_1


"Kau tahu jika gadis bodoh ini merelakan dirinya sampai menegak alkohol, itu artinya ia sedang menghadapi masa sulit hidupnya dan memilih diriku untuk keluar menggantikannya" ucap hye jin menjelaskan


"Hye jin-ssi apa kau memiliki kepribadian ganda?" Tanyaku


"Pers**an dengan kepribadian ganda atau apapun itu!" Teriak hye jin kasar


"Yang aku tahu gadis itu adalah mahluk egois dan pengecut yang tidak berani menghadapi masalahnya sendiri dan memilih untuk melupakannya dengan meminum alkohol"


"Kenapa kalian para pria hanya menyukai gadis idiot itu dibandingkan dengan diriku yang lebih memiliki daya pikat?"


"Kau dan park seo jin sama saja, aku benci kalian" ucap hye jin sambil memukul dadaku


"Apa kau pernah muncul seperti ini di hadapan seo jin? Sudah berapa kali kau muncul di hadapannya dalam keadaan seperti ini?" Tanyaku penasaran


"Wae?*(kenapa?) Apa kau sekarang penasaran apa saja yang ku lakukan dengan pria tampan yang satunya lagi?" Tanya hye jin


"Pikir saja sendiri apa yang mereka lakukan jika seorang wanita dan seorang pria tinggal bersama dalam beberapa bulan?" Tanya hye jin yang semakin membuatku penasaran


"Apa kau..." ucapku terpotong karena menelan air salivaku


"Apa kau dan park seo jin melakukan hal 'itu' lebih dari satu kali?" Lanjutku


Hye jin berhenti memukul dadaku dan terdiam sambil menatap wajahku dengan wajah datarnya


"Tentu saja aku ingin melakukannya bersama pria menawan itu lebih dari satu kali untuk merasakan kenikmatan yang begitu menggelora" ucap hye jin sambil merengek


"Tapi...ia tidak pernah ada keinginan untuk menyentuhku" lanjutnya lagi


"Sial apakah gadis bodoh ini sudah tidak menarik lagi di hadapan pria?"


"Hingga saat tidur satu ranjang saja ia tidak pernah ada keinginan untuk melakukan hubungan tubuh saat pertama kali ia melakukannya di hotel park hyatt" ucap hye jin yang membuatku bernafas lega


Ku kira seo jin adalah pria bren**ek pada umumnya, tapi ternyata ia cukup bermoral dan memiliki iman yang kuat untuk tidak meniduri hye jin kecuali pada malam itu karena kecelakaan dan ia salah mengira bahwa hye jin adalah sung deok mi selaku istrinya


"Apakah aku harus melakukan operasi pemasangan implant payu**ra?" Gerutu hye jin sambil memegang kedua payu**ranya menggunakan kedua tangannya


"Atau jangan-jangan ini semakin mengecil karena makannya yang kurang banyak?"


"Aku harus melihatnya sendiri" gerutu hye jin sambil membuka tiap kancing kemejanya dan menghiraukan diriku


"Eitts...hentikan! Apa kau sudah gila?" Seruku sambil menggenggam tangan hye jin


"Apa kau ingin memeriksanya sendiri menggantikan diriku?" Tanya hye jin santai sambil menuntun tanganku untuk menggenggam payu**ranya dengan kencang


"Yya!!*(hei!!) Apa yang kau lakukan?! Apa kau sudah gila?" Seruku karena terkejut aku sudah memegang payu**ra hye jin


"Ania*(tidak) kau sudah sering tidur dengan berbagai banyak wanita, tentu kau sudah paham bagaimana bentuk dada wanita yang bagus" ucap hye jin santai


"Kau benar-benar sangat berbahaya saat ini, hye jin" ucapku


"Ngg??..kenapa wajahmu memerah? Apa kau sungguh benar-benar sudah terbiasa tidur dengan banyak wanita? Ataukah itu hanya rumor saja?"


"Kenapa sikapmu seperti seorang pria yang tidak berpengalaman untuk menghadapi seorang wanita?" Tanya hye jin santai


"Sudahlah berhenti bicara dan pergi dari sini" ucapku mengalihkan pembicaraan sambil memegang pergelangan tangan hye jin


"Tunggu dulu!" Seru hye jin sambil menarik lengannya dari genggamanku


"Untuk memastikan sebelum aku pergi dari sini bersamamu..." ucap hye jin


"Kau akan meniduriku atau tidak?" Tanya hye jin yang melantur


"Sudah ku katakan padamu, aku tidak akan menyentuh gadis yang kehilangan akal sepertimu kecuali kau memintaku sendiri dalam keadaan sadar dan tidak dipengaruhi alkohol" ucapku tegas


"Baiklah, aku tidak akan ikut denganmu" balas hye jin santai


"Aku ingin di sini"


"Aku akan mencari pria yang mau tidur denganku malam ini sebelum gadis bodoh ini sadar kembali" ucap hye jin sambil melangkahkan kakinya dan berniat meninggalkanku


"T-tunggu dulu apa maksud penyataanmu?" Tanyaku yang ku kira salah dengar


"Kau ingin mencari apa?" Tanyaku lagi


"Mencari pria yang mau tidur bersama dan menghabiskan malam penuh bergairah bersamaku" ucap tegas hye jin


"Berhenti menyebutku gila" seru hye jin


"Apa salahnya mencari pasangan untuk bisa tidur bersama?"


"Lagi pula gadis bodoh ini sudah gagal mempertahankan sesuatu yang membuatnya terlihat istimewa dan bangga karena kecelakaan pada malam itu"


"Alih-alih melakukan bersama orang yang dicintainya untuk pertama kalinya, ia justru melakukannya dengan orang asing yang tidak ia kenal dan melakukannya secara terpaksa"


"Bukankah itu sangat ironis?" Tanya hye jin sambil melipat kedua tangannya di dada


"Hingga sekarang pun ia masih saja munafik dan tidak ingin melakukannya dengan sembarang pria"


"Cih..aku terpaksa menahan hasratku karena ingin melihat seberapa jauh gadis bodoh ini mampu menjaga dirinya"


"Tapi ternyata ia gagal untuk mempertahankannya karena kejadian pada malam itu"


"Jika semuanya sudah terjadi, tentu saja tidak ada alasan lagi untuk mempertahankannya"


"Aku harus tidur dengan seorang pria pada malam hari ini, aku tidak akan membuang kesempatan langka seperti ini untuk kedua kalinya" ucap hye jin yang terlihat serius


"Tunggu dulu" ucapku


"Apalagi sih?!" Seru hye jin


"Kau tahu baru saja kau berpikiran untuk melakukan 'one night stand' dengan sembarang pria"


"Itu artinya tidak ada perasaan cinta saat kau melakukan hubungan in**m dengan seorang pria" ucapku berusaha menghentikkan hye jin yang menggila


"Cih...cinta?!" Seru hye jin


"Apa kau baru saja mengatakan hal konyol?"


"Sekarang ku tanya padamu, apa kau melakukannya dengan berbagai macam wanita karena ada rasa cinta?" Tanya hye jin


"Tentu tidak, kau melakukannya karena nafsumu saja, bukan karena cinta" ucap hye jin


"Tetap saja kau tidak boleh melakukan hal seperti itu" seruku pada hye jin


"Cihh...apa kau boleh melakukannya sedangkan diriku tidak boleh?" Tanya hye jin


"Waah..kau pria yang egois sung hajung"


"Kau tidak ingin meniduriku malam ini tapi kau sudah melakukannya dengan berbagai macam wanita dan mencium wanita asing yang tidak kau kenal di hadapan gadis bodoh hingga membuatnya untuk memilih kehilangan akal dengan menegak minuman alkohol" ucap hye jin panjang lebar menjelaskan


"Aku tidak peduli apa yang akan kau katakan"


"Aku akan tetap mencari pria lain yang ingin tidur denganku malam ini" ucap hye jin dan menerobos tubuhku


Aku segera menarik lengannya untuk menghentikkan hye jin keluar sendiri dari ruangan ini


Namun hye jin justru menendang tulang keringku hingga membuatku tumbang dan ia bisa bebas keluar ruangan ini tanpa ada orang yang menghalanginya lagi


"Baiklah hye jin aku akan tidur denganmu!" Teriakku yang terpaksa mengatakan hal yang diinginkannya agar ia berhenti melangkah dan masuk kembali ke ruangan


Usahaku berhasil, hye jin mendengar teriakanku dan masuk kembali ke dalam ruangan dengan ekspresi sumringah


"Benarkah?!" Seru hye jin


"N-ne*(iya) ucapku pelan sambil mengusap tulang keringku yang kesakitan sambil duduk di atas sofa


"Kau berbohong padaku" ucap hye jin menatapku sinis


Aishh... sial


Ia tahu aku berbohong


"Aku tidak akan percaya dengan ucapanmu" ucap hye jin dan berbalik hendak meninggalkanku

__ADS_1


"Aku bersungguh-sungguh!" Teriakku lagi agar ia berhenti melangkahkan kakinya untuk meninggalkanku


Hye jin kembali berbalik dan menatapku


"Buktikan jika kau tidak berbohong" ucap hye jin memaksa


Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan lalu memberi isyarat pada hye jin untuk menghampiriku yang sedang duduk di atas sofa


Saat hye jin melihat tanganku yang melambai perlahan untuk segera menghampiriku, ia dengan cepat berjalan ke arahku dan naik ke atas pahaku dan mendudukinya dengan melebarkan kedua kakinya


Hye jin dengan kasar melahap kedua bibirku dengan bibirnya tanpa ada aba-aba apapun


Tangan hye jin mulai menjambak rambutku dan ia mulai melepas dasi yang ku pakai dari kerah kemejaku


Hye jin tidak memberikanku kesempatan untuk bernafas dan nafas panas yang keluar dari mulutku dan mulut hye jin karena alkohol kini mulai berimbas ke wajahku


Wajahku memerah dan mulai terbawa suasana menggairahkan yang dibuat oleh hye jin versi mabuk


Bibir hye jin mulai perlahan turun ke bawah dan mulai menciumi leherku


Ia dengan mudah membuatku hampir kehilangan akal dan menuruti kemauannya


Aku sontak berhenti saat tangan hye jin mulai menyentuh celanaku dan hendak membuka kancing dan resletingnya


"Tunggu dulu hye jin haah...haah" ucapku yang tersadar untuk segera menghentikkan hye jin yang sudah sangat liar


"Wae?*(kenapa?)"bisik hye jin pelan di telingaku yang semakin sulit untuk mengontrol diriku


"Kenapa kau menyuruhku berhenti?"


"Aku bahkan bisa merasakan kau sedang menegang di bawah sini" bisik hye jin sambil menggerakkan panggulnya dan menyentuh area sensitifku


Seketika aku menggeser tubuh hye jin ke sampingku untuk menghentikkan semua suasana panas ini sebelum aku lepas kendali


Aku berdiri dan merapikan kemejaku yang ternyata sudah terlepas kancingnya beberapa karena hye jin


Hye jin tetap memasang wajah menggodanya sambil menggigit bibir bawahnya


"Hajung-ssi ayo kita lanjutkan" pinta hye jin


"Apa kau gugup karena melakukannya denganku?" Lanjut hye jin


"Ah..mm..bagaimana jika kita melanjutkannya di hotel saja" ucapku mengalihkan perhatian hye jin


"A-aku baru ingat jika aku tidak membawa alat kecil untuk mencegah agar kau tidak hamil" ucapku terbata-bata


"Kau bisa mengeluarkannya di luar" sahut hye jin


"M-mwo?!*(apa?!)" Seruku yang semakin membuat wajahku memerah karena membayangkan hal yang tidak senonoh dengan hye jin


"A-ani*(tidak)" ucapku


"Aku harus tetap menggunakan benda kecil itu" ucapku beralasan


"Haah...jadi kita berhenti sementara karena kau tidak membawa alat kecil itu?" Tanya hye jin mengulang dengan ekspresi kecewa


"Kita bisa melakukannya di hotel, aku yakin mereka pasti menyiapkannya di dalam kamar hahaha...." ucapku agar hye jin bisa pergi dari sini


"Hem....baiklah" ucap hye jin


"Aku bisa membuatmu bergairah lagi seperti ini" ucap hye jin santai dan ia beranjak dari posisi duduknya dan memeluk lenganku dengan manja


Haah...syukurlah aku berhasil mengatasi suasana panas dan menggairahkan tadi, hampir saja aku lepas kendali


Aku tidak akan menyangka hye jin sungguh sangat liar jika ia sedang mabuk, aku penasaran bagaimana seo jin mengatasi nafsunya saat hye jin sedang menggila seperti ini


"Ayo kita bergegas pergi dari sini agar kita bisa melakukannya" pinta hye jin manja


Aku dan hye jin berjalan bersama keluar club dan wanita yang terasa asing bagiku namun berwajah gadis yang aku cintai, merangkul lenganku dengan erat dan sesekali menyandarkan kepalanya ke lengan atasku


Ia menatap laki-laki yang melewati kami sambil mengatakan hal gila


"Aku akan tidur dengan pria ini" ucap hye jin yang membuatku terkejut


Ia mengatakan kalimat itu kepada pria yang matanya tidak sengaja menatap kearahnya


"Maaf aku akan tidur dengan pria ini" ucapnya lagi dan aku harus menahan tatapan aneh dari orang yang mendengar ucapan ngawur hye jin


"Aku juga ingin tidur denganmu tapi aku akan tidur bersama dengan pria ini" ucap lagi hye jin ngawur dan sempat membuat pria lain yang sepertinya tertarik pada hye jin berhenti


"Apa kau bisa disewa?" Tanya pria asing yang melewati kami dan mendengar ucapan hye jin


"Aku.."


"Maaf dia mabuk, abaikan saja ucapannya" ucapku memotong hye jin


Untungnya pria asing itu paham dan meninggalkan kami dan melanjutkan jalan untuk bisa keluar dari club ini


Akhirnya aku bisa bernafas lega karena sudah keluar dari club dengan selamat


Aku melihat pengawal pribadiku menghampiriku dan membukakan pintu mobil belakang untukku dan hye jin


"Thank you so much" ucap hye jin centil ke pengawal pribadiku sambil menyentuh bawah dagunya dengan tangan hye jin


Astaga


Gadis ini benar-benar gila


Aku akan menyingkirkan semua minuman alkohol sejauh mungkin dari hadapan hye jin dan akan memperingatkannya dengan keras saat ia sudah sadar


Sepanjang perjalanan menuju hotel, hye jin terus bergumam menyanyikan lagu kesukaannya


Sesekali ia memanggil namaku dan menyuruhku untuk mencium dirinya


"Hemm...apa kau tidak malu jika terlihat oleh pengawalku?" Tanyaku untuk mengalihkan perhatian hye jin


"Wae?*(kenapa?)" Tanya hye jin


"Dia juga sudah tahu jika aku akan tidur bersama denganmu malam ini" ucap hye jin


"Kau ingin berapa ronde untuk malam ini hajung, sayang?" Tanya hye jin sambil membelai rambutku perlahan


"Uhuuk-uhuk hemm...hemm" balasku sengaja terbatuk-batuk agar hye jin berhenti membahas itu


"Hemm?? Apa kau sesak nafas dan batuk keras seperti itu? Kau butuh bantuan nafas? Aku bisa melakukannya" ucap hye jin yang mulai menarik wajahku untuk mendekatkan ke wajahnya


"Hye jin tenanglah atau aku akan menolak untuk melakukannya denganmu" ucapku sambil menutup mulutnya dengan telapak tanganku


Hye jin menuruti ucapanku dan ia diam tidak berkata sepatah katapun lagi saat aku mengancamnya hingga tiba di hotel


Ia tetap menutup mulutnya saat aku memesan kamar untuk malam ini


Saat resepsionist hotel memberikanku kunci kamar hye jin membuka mulutnya


"Kau tidak bertanya apakah mereka menyediakan benda kecil ajaib yang mencegahku supaya tidak hamil?" Celetuk hye jin yang membuatku menjadi salah tingkah


Aku pun juga merasa heran, biasanya aku tidak akan gugup seperti ini jika bersama dengan wanita lain


Dengan mudahnya aku pasti akan menjawab


"Tentu saja, pelayanan di hotel ini sungguh luar biasa, bahkan mereka sudah menyiapkan beberapa alat kontrasepsi itu di laci"


Tapi kali ini aku tidak bisa mengucapkan kalimat itu dengan mudah


Dan yang menjawab pertanyaan hye jin adalah resepsionist pria hotel berbintang lima ini


"Jangan khawatir nyonya, kami sudah menyediakannya di kamar mandi anda"


"Jika kurang, anda bisa menghubungi resepsionist melalui telepon kamar" ucap resepsionist pria hotel dengan ramah


Hye jin tersenyum puas saat mendengar ucapan resepsionist pria itu dan berjalan menggandeng tanganku menuju ke kamar hotel


Entah apa yang harus ku lakukan pada hye jin agar ia menghentikkan kegilaannya saat ini

__ADS_1


Yang jelas aku tidak ingin melakukan hubungan ini saat ia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini


Ku harap keajaiban terjadi untuk menghentikkan hye jin


__ADS_2