
Sung Hajung pov
Kebodohan gadis itu membawa petaka bagiku
Aku hanya ingin membuktikan kepada dirinya bahwa perbuatan sung dong il tidak bisa dibiarkan atau bahkan ditoleransi lagi
Setidaknya ia menyadari bahwa tidak semua konglomerat memperoleh hasil kekayaannya dengan cara baik
Setelah hye jin membantuku berdiri, aku melihat ke belakang dan para demonstran itu berjalan memutar untuk mengejarku dan juga hye jin
Ahh...sial
Mereka tidak menyerah
Kemana lagi aku harus pergi?
Aku berusaha kabur dari para demonstran itu dan mencoba membaur dengan kondisi jalanan yang sedang mengalami kemacetan. Berharap mereka tidak bisa menemukanku dan hye jin
Setelah sampai di jalan raya yang ramai oleh mobil, aku menarik tangan hye jin dan masuk ke dalam gang kecil
Dan sialnya aku terjebak di gang buntu yang hanya menyisakan bak tempat sampah yang besar
Aroma busuk dari sampah membuatku mual dan sedikit sulit bernafas
Aku berpikir untuk keluar dari gang ini dan mencoba mencari jalan lain
Namun saat aku mencoba keluar dari gang, aku melihat beberapa orang terlihat sedang mencari sesuatu sambil membawa beberapa kayu sebagai alat pemukul
Aku mengurungkan niatku dan kembali ke dalam gang itu lalu bersembunyi di celah antara bak sampah
Aku dan hye jin mau tidak mau bersembunyi di balik bak sampah besar yang mampu menyembunyikan tubuh kami berdua dalam keadaan posisi berjongkok sampai orang-orang itu pergi melewati gang
Aku dan hye jin berjongkok dalam posisi saling menghadap satu sama lain dan berbagi tempat karena celah tempat sampah ini lumayan sempit sehingga lututku bisa menyentuh lengan hye jin
Hye jin bersandar di bak sampah yang besar sambil memiringkan wajahnya dan mencoba melihat ke ujung gang. sedangkan aku memantau pergerakan para demonstran itu di balik bak sampah dan berharap mereka tidak masuk ke dalam gang ini
Hye jin sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, air keringat dari dahinya mulai muncul dan membasahi pelipisnya
Bukannya aku memantau pergerakan para demonstran, aku justru memandangi wajah hye jin yang terlihat sangat mirip dengan sepupuku sung deok mi
Aku memperhatikan dengan seksama wajah gadis yang berada dihadapanku ini, selain tidak ada perbedaan dengan wajah deok mi yang asli, terdapat sisi wajah yang membuat jantungku berdetak agak cepat
Lebih tepatnya hye jin memiliki ekspresi yang tidak pernah ditunjukkan oleh deok mi
Ku akui, sepupuku sung deok mi memiliki kecantikan hingga membuat sebuah kupu-kupu menjadi beku ketika berpapasan dengannya, ia bagaikan peri es
Sedangkan kim hye jin bagaikan peri yang muncul di musim semi, terasa hangat dan ramah. Siapapun yang berada didekatnya ingin sekali melindungi dirinya meskipun ia bertingkah ceroboh dan seperti orang bodoh
Ku kira ini efek sehabis berlari dan adrenalinku berpacu karena para demonstran yang mengejar diriku
Tapi ternyata detak jantungku berdetak lebih cepat dari yang ku rasakan tadi saat memandang gadis yang berada didepan tubuhku
Aku menelan air salivaku saat melihat keringat hye jin yang turun dari pelipis ke lehernya yang jenjang
Bagaimana ia bisa terlihat indah bahkan saat berada di tempat buruk seperti ini?
Oh...ayolah hajung sadarkan dirimu, dari sekian banyak waktu yang kau habiskan bersama wanita lain, kenapa jantungmu hanya berdetak cepat didepan gadis yang mirip sekali dengan sepupumu ini
Ingat!
Anggap ia sepupumu sendiri hajung.
Kau tidak boleh melebihi rasa yang kau rasakan saat ini meskipun perasaanmu bergejolak
"Sung hajung, sepertinya mereka sudah pergi, kau harus memeriksanya" ucap hye jin tanpa menoleh ke arahku
"Mm..masih belum, tunggu beberapa saat lagi" ucapku yang masih menatap gadis cantik di hadapanku ini
Lebih tepatnya aku tidak ingin mengakhiri moment seperti ini, kapan lagi aku bisa memandang wajah yang mirip deok mi dengan leluasa seperti ini
Dan pikiranku melayang membayangkan aku dan deok mi bisa dalam posisi sedekat ini tanpa rasa khawatir ia memiliki niat jahat padaku jika deok mi memiliki sifat yang sama seperti hye jin
***
Kim Hye Jin pov
Hahh...
Aku akui ini terjadi karena kebodohanku
Karena terlarut dalam emosi, aku melupakan tempat dimana aku sedang berpijak
Apakah mereka sangat membenci keluarga sung hingga mereka memiliki naluri untuk menyiksa atau bahkan membunuhnya?
Ouh...
Ini sangat menyeramkan, meskipun mereka kaya raya tapi mereka memiliki banyak musuh karena ulah mereka sendiri
Pantas saja sung dong il memiliki banyak pengawal yang berjaga di kediaman rumahnya
Apakah ia takut sewaktu-waktu rumahnya akan dilempar granat oleh musuhnya? Atau bahkan rumahnya akan diserang oleh oknum asing dan membantai seluruh keluarganya?
Omo!!!
Ini sangat menyeramkan, jika seandainya aku sudah tidak menyamar lagi menjadi deok mi dan menjalani kehidupanku sebagai hye jin dan bertemu dengan musuh keluarga sung, apakah aku akan diculik lalu disekap oleh mereka?
Atau bahkan keadaan terburuknya aku akan dibunuh oleh mereka?
Haah....ingin sekali aku melakukan operasi plastik untuk merubah wajahku agar tidak terlihat seperti deok mi
Ahh....tidak tidak tidak...
Gadis bodoh!
Dari mana kau mendapatkan imajinasi aneh seperti ini? Kehidupanku bukanlah seperti kehidupan tom cruise dalam film laga 'mission impossible'
Mereka berbuat seperti ini karena kurangnya komunikasi antara kedua belah pihak
Karena sifat licik dong il, mereka mengalami kerugian dan kehilangan beberapa aset yang mereka miliki
Jika dong il membayar mereka dengan cara yang benar, mereka tidak akan berdemo seperti ini
Lagi pula demo mereka sia-sia, biar bagaimanapun dong il telah mendapatkan tanda tangan mereka meskipun mereka ditipu
Aku harus mencari bukti lain jika dong il melakukan penipuan, aku yakin dong il menyimpan semua berkas dan dokumen rahasia perusahaan di tempat lain, aku bisa memulai mencarinya dari perusahaan real estate rose terlebih dahulu
tapi aku tidak mungkin melakukannya sendiri, deok mi terkenal jarang mengunjungi perusahaanya, akan menjadi suatu keanehan jika aku pergi ke kantor setiap hari
Setidaknya aku perlu tahu seseorang yang sangat hapal dengan letak perusahaanya sendiri, tidak lain tidak bukan orang itu adalah hajung
Baiklah..
Sepertinya aku sudah tahu harus berada di perahu yang mana untuk berlayar ke sebuah pulau yang berpenghuni setelah melihat kejadian ini semua
Langkah pertama yang harus aku lakukan sebaiknya harus pergi mencari jalan keluar dari sini dalam keadaan utuh dan menghindari para demonstran yang membabi buta
Ku pikir semua orang sudah pergi melewati gang ini, apa sebaikya aku harus memeriksanya lagi?
"Hajung-ssi...keluarlah untuk periksa sebentar" ucapku
"Sung hajung" panggilku tanpa menoleh ke arahnya tapi anehnya tidak ada jawaban darinya
"Hajung-ssi apa yang kau...." ucapku sambil menoleh ke arah hajung dan melihat ia sedang melamun menatapku
Hajung terlihat seperti orang mesum.
Ia hanya menatapku dan tidak melihat situasi di luar sana
"Sung hajung sadarlah!" Ucapku sambil memukul dadanya
Apa yang ku lakukan berhasil.
Hajung sadar dan merespon ucapanku
"Kenapa kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanyaku
"Ahh...mi-mian* (ma-maaf) aku hanya merasa lelah" ucap hajung
"Fokuslah..kita harus keluar dari sini, aku tidak tahu daerah ini, hanya kau satu-satunya orang yang bisa membawaku keluar dari daerah ini" ucapku
"Sebaiknya kita kembali ke hotel untuk istirahat" ucap hajung dengan pelan
Apakah ini hanya perasaanku saja?
Terkadang hajung sangat lembut tapi terkadang ia sangat menjengkelkan hingga aku mengira ia adalah orang jahat
Apakah hajung memiliki penyakit mental seperti bipolar mungkin?
Hahaha....
Hye jin berhentilah berpikir yang tidak-tidak
Kehidupanmu bukanlah drama yang membuat para penonton meluapkan emosinya
Hajung berdiri dari posisi jongkok untuk menuju ujung gang dan melihat situasi
Aku mengamati hajung dari balik bak sampah
Hajung mengayunkan jari-jarinya menandakan untuk aku ikut dengannya dan artinya situasi sudah aman
Aku menyusul hajung dan ikut di belakangnya
Aku dan hajung menuju mobil yang terparkir agak jauh dari tempat proyek pembangunan
__ADS_1
Untungnya kami berjalan berlawanan arah dengan para demonstran yang sedang mencari diriku dan juga hajung
Setelah berlari kecil sambil melihat sekeliling dan memastikan situasi aman, aku dan hajung akhirnya sampai di gang tempat di mana mobil parkir
Hajung membuka kunci mobil dari jauh dan membuka pintu mobilnya lalu mengambil jaket hitamnya untuk menutupi kaos bajunya yang sudah teelihat basah dengan keringatnya
Saat aku ingin menuju pintu mobil yang berlawanan arah dengan hajung, samar-samar aku mendengar beberapa orang berjalan sambil mengobrol sedang mendekati gang tempat di mana mobil hajung berhenti
"Kau tahu wajah para petinggi real estate rose yang sedang dicari-cari orang saat ini?" Tanya lelaki asing pada temannya
"Aku hanya tahu wajah anak kandung dong il yang sangat menyebalkan itu, selebihnya aku tidak tahu" ucapnya
Aku hanya berdiri membeku ketika mendengar perbincangan mereka dari jauh yang lumayan terdengar oleh kami berdua
Setelah menyadari mereka semakin mendekat ke gang, hajung menarik lenganku dengan cepat dan mendaratkan tubuhku ke bagian depan mobil
Menekan pergelangan tangan kananku dengan tangan kanannya dan menutupi wajah dan tubuhku dengan tubuh hajung seolah kami melakukan hal yang mesra layaknya sepasang kekasih
Dan benar dugaanku, mereka berhenti di gang dan melihat kami, lebih tepatnya mereka melihat punggung hajung yang sedang menutupiku
"Geezz...oh man..look at that!" Seru salah seorang laki-laki setelah melihat kami berdua
"Alright...segera pergi dari sini dan jangan ganggu mereka"
"Lakukanlah di hotel dude...jangan di depan umum jika ingin bermesraan..argghh kalian merusak pemandanganku" ucap seorang laki-laki
Hajung menoleh sedikit ke belakang saat mereka berbicara dan hanya menyisakan matanya saja saat mereka mulai mengeluh, sedangkan hidung dan bibir hajung tertutup oleh bahu kanan hajung
"Ohh..george, kau juga pernah berciuman dan bahkan melakukan hal 'itu' dengan mantan kekasihmu di publik kan? apakah mereka berdua mengingatkanmu dengan mantan kekasihmu?"
"Oh..shit, shut up!!" Ucap seorang laki-laki dengan kasar lalu pergi meninggalkan kami, diiringi dengan suara tawa teman-temannya yang sedang mengejek dirinya
Setelah mereka pergi, hajung menghembuskan nafasnya lalu menatap mataku
Ku kira hajung akan segera bangun dari atas tubuhku setelah beberapa saat pria asing itu pergi meninggalkan kami, tapi nyatanya hajung masih tetap berada di posisi yang sama, membuatku canggung dekat dengannya
Hajung bergerak, tapi ia hanya mendekatkan wajahnya ke arah wajahku, membuat jarak pandang kami semakin dekat
Apa yang akan ia lakukan?
Menggodaku lagi atau ia akan berbuat sesuatu yang kurang ajar padaku?
Semakin lama wajah hajung semakin mendekatikku hingga rambut yang berada di kening hajung menyentuh keningku
Ada yang tidak beres dengannya
Aku harus melakukan sesuatu
Saat hajung mulai menatap bibirku, aku segera menendang tulang kering hajung dengan keras, dan tentu saja jurus andalanku berhasil membuatnya kesakitan dan ia menjauh dariku
"Arrghhh...." teriak hajung kesakitan
Omuna!* (astaga)
Punggungku nyeri karena terlalu lama berada di bagian depan mobil
"Yya* (hei) kim hye jin! Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa kau menendangku?" Tanya hajung
"What? Kau bertanya padaku apa yang telah kau lakukan?" Tanyaku lagi
"Jika aku tidak menghentikanmu, kau pasti telah melewati batasmu hajung" ucapku kesal
"Berhentilah merengek dan masuk ke dalam mobil sebelum orang-orang itu kembali dan mencari kita" ucapku dan langsung masuk ke dalam mobil
Hajung yang masih kesakitan, memaksa dirinya berjalan dan masuk ke dalam mobil
Ia menyalakan mobil dan mengendarainya menuju hotel untuk beristirahat dan tentunya harus mandi karena telah berada di tempat yang penuh sampah seperti tadi
Haah...
Hari ini terasa sangat melelahkan, ku harap keadaan di chicago baik-baik saja
Sesampainya di hotel hajung segera masuk ke kamar dan berniat untuk mandi
Sedangkan diriku sedikit kebingungan disini, apakah hajung hanya memesan satu kamar?
Aku mengelilingi seluruh ruangan yang ada di kamar ini dan sepertinya kamar hotel ini luas hingga memiliki kamar lain lengkap dengan kamar mandi di dalamnya
Hahh...setidaknya untuk urusan ini, hajung memahaminya meskipun hanya memesan satu kamar
Aku segera masuk ke kamar lain dan mengunci pintu lalu bergegas untuk mandi agar aroma-aroma yang tidak menyenangkan ini segera luntur dan tergantikan aroma wangi dari sabun mandi
Setelah selesai mandi, suara handphone berbunyi di atas tempat tidur dan melihat nama kontak bertuliskan namaku sendiri sedang menelpon
Ahh..ini pasti emma
Ada apa ia menelepon?
Perlu kalian ketahui sebelum aku pergi dengan hajung, aku mampir ke dorm dan berbicara dengan emma
Aku meminta emma untuk menukar handphone miliknya dengan milikku
Hanya untuk berjaga-jaga saja
jika seo jin menelepon diriku namun aku tidak bisa menjawab panggilannya karena situasi dan kondisi, sudah pasti seo jin akan curiga padaku
Tapi jika aku mengangkat telepon dari seo jin, aku takut seo jin dapat melacak keberadaanku ketika panggilan telepon sedang berlangsung
Aku tidak akan lupa jika seo jin memiliki detektif choi yang memiliki alat pelacak yang canggih, hanya dengan menelepon, secara mudah seo jin akan tahu keberadaanku melalui alamat IP
jika aku mengangkat panggilan telepon dari seo jin saat aku berada di buffalo, tamat sudah riwayatku, seo jin akan tahu dan pastinya memberikanku sederet pertanyaan yang akan ditujukan padaku
Sebelum aku sempat mengumpulkan bukti bahwa dong il melakukan hal licik dalam berbisnis, kemungkinan aku akan dikurung lagi di rumah seperti waktu aku mencoba menyelamatkan hajung
Ohh...
Aku tidak ingin hal itu terjadi lagi
Beredebat dengan seo jin hanya membuang-buang waktuku dan membuat diriku semakin emosi.
Aku hanya tinggal mengumpulkan beberapa bukti valid lalu semua bukti itu akan aku lemparkan ke wajah seo jin, agar ia bisa membuka matanya lebar-lebar bahwa dong il tidak bisa ia lindungi lagi layaknya keluarga
Maka itu aku harus berjaga-jaga dengan segala kondisi yang ada
Aku sudah memberitahu emma jika seo jin meneleponku, angkat panggilan telepon darinya dan katakan bahwa aku sedang pergi ke kamar mandi atau sedang asyik berbincang dengan temanku yang lain atau bahkan paman patrick
tentunya emma harus meyakinkan seo jin bahwa diriku sedang berada di sampingnya saat ini
Aku sengaja meninggalkan handphoneku dan juga kartu sakti milik seo jin bersama dengan emma dan mengadakan pesta bersama teman-teman kampusku dan juga teman emma di kedai milik paman patrick
Lalu bayar dengan kartu kredit milik seo jin, dengan begitu seo jin tidak akan curiga padaku karena tagihannya muncul di restoran milik paman patrick
Aku mengangkat panggilan telepon dari emma
"Ada apa emma?" Tanyaku
"Hye jin kau tidak akan percaya ini" ucap emma
'Deg'
Jantungku mulai berdetak cepat ketika mendengar apa yang akan dikatakan emma padaku
"Apa?! Apa yang terjadi?!" Tanyaku dengan penasaran
"Wah...apa yang kau katakan benar terjadi hye jin" ucap emma takjub
"Mr. Park melakukan panggilan ke handphonemu dan sesuai dengan instruksimu, aku harus mengangkat panggilan telepon darinya" ucap emma
Haah...
Ku pikir apa, ternyata ia hanya takjub dengan analisaku
"Apa yang kau katakan pada seo jin?" Tanyaku
"Aku mengatakan padanya bahwa kau sedang asyik bermain kartu dengan teman lainnya dan handphonemu sedang diisi daya" ucap emma
"Selain itu apa yang kau katakan lagi?" Tanyaku
"Sesuai dengan ucapanmu, aku harus berpura-pura akan memberikan handphonemu padanya, namun mr.park menolak, ia tidak ingin mengganggu waktu senangmu bersama teman-teman" ucap emma
"Haah.. baiklah"
"Apakah patricia sudah melakukan tugas yang ku pinta?" Tanyaku
"Maksudmu menyuruh dia memakai wig palsu berambut panjang dan berwarna cokelat sama seperti warna rambutmu?" Tanya emma
"Iya emma, apalagi yang ku minta pada patricia selain itu" ucapku
"Jika kau ingin melihatnya sendiri, kita bisa melakukan panggilan video, aku akan menunjukkannya padamu hye jin" ucap emma
"No no no... aku percaya padamu dan juga patricia, ia bisa melakukannya dengan baik" ucapku
"Kim hye jin kenapa ucapanmu sangat tepat, apakah mr. Park memiliki ikatan batin denganmu?" Tanya emma
"Atau..apakah kau seorang peramal?!" Tanya emma
"Ck..berhentilah berbicara tidak masuk akal emma, aku bukan seorang peramal, aku hanya tinggal bersama satu atap dengan seo jin, sudah semestinya aku tahu sifat dan kebiasaannya"
"Kemungkinan...tapi aku tidak yakin pada diriku sendiri apakah aku benar-benar memahami seo jin sepenuhnya atau hanya separuh sifatnya"
"Yang aku tahu, seo jin hanya percaya apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri"
"Atau mungkin kau memiliki perasaan yang disebut cinta pada mr. Park sehingga kau memiliki ikatan kuat yang dirasakan atau hal yang akan dilakukan oleh mr. Park?" Ucap emma
__ADS_1
"Haahh....emma berhentilah mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu, seo jin sudah memiliki seorang istri dan saat ini istrinya sedang terbaring koma di rumah sakit"
"Apakah aku harus menjadi orang jahat dengan cara merebut suami orang lain dan berusaha mendapatkan cinta dari seo jin?" Tanyaku pada emma
"Of course you can girl!! Kau paling tahu itu, istrinya tidak mencintai mr. Park dengan tulus, mereka menikah hanya karena bisnis, kau bisa hidup bahagia menjadi nyonya besar di rumah mr.park yang luas itu" ucap emma
" arrggh..emma, bicara denganmu tentang hubunganku dan seo jin selalu saja berakhir ngawur, aku tidak tertarik dengan laki-laki yang sudah memiliki seorang istri" ucapku
"Lanjutkan pestamu dan bersenang-senanglah dengan yang lain, karena kau memiliki kartu dewa sekarang" ucapku
"Yes..i will!! Aku dan teman-teman yang lain akan makan dan minum sepuasnya di kedai paman patrick dan membayarnya menggunakan kartu sakti pemberianmu ini" ucap emma
"Baiklah aku akan menutup teleponnya" ucapku dan segera menutup panggilan telepon emma
Aku segera keluar kamar untuk mencari makan malam karena para penghuni di dalam perutku sudah mulai mencaci maki diriku dan membuatku tidak nyaman
Tanpa ku ketahui bahwa kehadiranku dan hajung ke project pembangunan tadi membuat beberapa mata-mata melaporkan ke sung dong il dan membuat masalah baru lainnya
****
Park seo jin pov
Malam ini aku akan tinggal sendirian di rumah sebesar ini, karena teman tidurku berencana akan menginap bersama sahabatnya emma
Aku tidak akan melarang hye jin untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama sahabatnya
Sudah cukup egois aku terhadap hye jin, gadis baik dan periang itu harus menjadi tahanan demi menyelamatkan perusahaan dan juga keluarga mertuaku
Aku berencana akan tidur awal hari ini, karena suasana rumah ini sangat sepi dan tidak ada orang yang bisa ku ajak untuk mengobrol, jadi aku memutuskan untuk tidur lebih cepat
Baru saja aku memejamkan mata sebentar, suara handphoneku berbunyi dan aku melihat ayah mertuaku menelepon diriku
Apa yang membuat ia menelepon diriku di luar jam kerja?
Aku segera mengangkat panggilan telepon dari ayah mertuaku dan menanyakan keperluannya apa padaku
"Ya ayah?" Tanyaku
"Park seo jin! Apakah gadis itu sekarang berada di sebelahmu saat ini?" Tanyanya
Apakah yang ia maksud adalah hye jin?
Aku tidak mungkin mengatakan hal sebenarnya bahwa hye jin sedang menginap bersama sahabatnya
Ayah mertuaku tidak tahu jika ada orang lain selain aku, supir oh dan juga dirinya yang mengetahui hye jin berpura-pura menjadi istriku, sung deok mi
Jika ayah mertuaku tahu emma mengetahui penyamaran hye jin, ini akan membuat kehidupan emma menjadi sulit
"Tentu saja ayah, hye jin sedang bersamaku saat ini, ia sedang tertidur" ucapku berbohong
"Apa yang terjadi? Kenapa ayah menanyakan keberadaan hye jin?" Tanyaku
"Hhmm...tidak, tidak ada hal yang terjadi, istriku tiba-tiba menanyakan keadaan gadis itu, ku pikir ia rindu padanya" ucap dong il
"Baiklah..aku besok akan kesana bersama hye jin untuk menemui ibu" ucapku pada dong il dan ia mematikan panggilan teleponnya
Setelah mematikan panggilan telepon dari ayah mertuaku, aku menelepon hye jin bermaksud memberitahunya bahwa besok aku berencana akan mengunjungi rumah deok mi
"Hello" sapa seorang wanita dari seberang telepon ketika aku melakukan panggilan telepon kepada hye jin
Yang aku tahu ini bukanlah suara hye jin, tapi suara ini terdengar familiar. apakah ia emma?
"E-emma?" Tanyaku memastikan
"Oo...mr. park ya benar ini aku emma, ada apa?" Tanya emma
"Dimana hye jin?" Tanyaku
"Ahh...kim hye jin, ia sedang bermain kartu bersama teman-teman yang lain" ucapnya
"Handphone hye jin sedang diisi daya apakah aku perlu memberikan handphone ini padanya?" Tanya emma
Terdengar jelas suara orang-orang yang sedang asik bermain dan diiringi musik electrik dance music
"Ahh...tidak perlu, biarkan hye jin bersenang-senang" ucapku
"Emma kau ingin bergabung lagi?" Tanya seseorang dari seberang telepon yang mengajak emma bermain
"Ya!! Aku akan menyusul" teriak emma
"Sorry mr. Park aku ingin melanjutkan permainan billiardku bersama teman-teman kampusku, kami sedang mengadakan pesta kecil untuk merayakan ulang tahunku yang sudah terlewat 2 minggu yang lalu" ucap emma
Teman-teman kampus?
Apakah anak ingusan yang hye jin sukai juga berada disana?
"Apa kau mengundang semua teman kampusmu?" Tanyaku
"Ya..tentu saja mr.park aku mengundang semua teman kampus yang satu jurusan denganku, termasuk hye jin sahabatku" ucap emma
Pantas saja hye jin meminta izin padaku untuk menginap bersama emma dan setelah ku izinkan ia terlihat bersemangat
Cih..ternyata ia akan bertemu dengan richard, anak ingusan yang disukai oleh hye jin
Ia pasti akan menebarkan pesonanya di hadapan richard di pesta yang diadakan oleh emma
Ku kira hye jin akan bersenang-senang dengan emma saja, tapi nyatanya ia juga akan bertemu dengan anak ingusan itu
Tunggu!
Pesta?!
Apakah hye jin akan minum bersama dengan teman-temannya?
Tidak mungkin kan hanya dengan orange juice saja
Bagaimana jika hye jin terlalu banyak minum?
Apakah aku bisa memastikan emma, untuk tidak meminum alkohol agar menjaga hye jin?
Akan menjadi bahaya jika hye jin sampai mabuk karena minuman alkohol
Aku harus melacak keberadaan hye jin melalui panggilan telepon ini
"Baiklah emma, bersenang-senanglah dengan yang lain" ucapku dan segera mematikan panggilan teleponku setelah aku berhasil melacak alamat IP nya
Aku segera mengganti pakaianku dan segera menjemput hye jin
Tapi...
Tunggu
Kenapa aku seperti petasan yang sedang meledak-ledak ketika hye jin dan richard akan bertemu di sana?
Jika aku sampai di tempat hye jin dan menyuruh hye jin kembali ke rumah tanpa persetujuan darinya apakah aku benar-benar akan menjadi pria jahat?
Sudah jelas aku memberikan izin pada hye jin untuk bersenang-senang, tapi jika aku menarik hye jin keluar dari pesta itu, apakah aku akan mempermalukan hye jin didepan teman-temannya?
Aku tidak boleh melakukan hal seperti itu pada hye jin
Tapi...
Aku hanya mengkhawatirkan hye jin. jika ia sampai mabuk karena minuman alkohol dan bertemu richard, aku yakin hye jin akan berubah menjadi wanita agresif dan akan merayu richard dengan gigih
Aku duduk diatas tempat tidur sambil memikirkan apa yang sebaiknya aku lakukan?
Sebaiknya pergi? Atau tidak usah pergi?
Arrghh...
Baiklah park seo jin, kita akan pergi kesana tapi....
Hanya akan melihatnya dari jauh dan pastikan hye jin tidak tebar pesona pada richard atau bahkan merayu anak ingusan itu
Aku segera pergi menggunakan mobil untuk mengikuti alamat IP yang tertera di maps mobilku berharap sesuatu yang tidak ku inginkan terjadi
_________________________
Yuhu~~~
Hyungjoba hadir untuk update cerita selanjutnya eaaa
khusus minggu ini, hyung bakal update sekaligus 2 episod 👏👏👏
yahh....anggap saja hyung minggu ini lagi gabut
jadi banyak waktu luang untuk nulis eeaaaa....
Gimana dengan episod 63 ini?
Apakah bener seo jin bakal tahu kalo hye jin ternyata ga sedang bersama emma
Tapi ama hajung di kota yang berbeda
Kalo ketahuan gimana ya?
Bakal mateng ga tuh hye jin
Ga usah banyak intro
Langsung aje ke episod selanjutnya biar kagak penasaran yakkk yakkk.....
cusss...
__ADS_1