
Kim Hye Jin pov
Pagi ini terasa sangat tenang, tidak ada kicauan burung, tidak ada sinar matahari yang masuk kedalam kamar
Benar-benar bangun dari tidur karena kemauanku sendiri
Aku membuka kedua mataku dengan perlahan dan langsung terkejut karena melihat seo jin yang sedang menatapku dengan posisi tidur miring dan menyangga kepalanya dengan tangan kanan agar lebih tinggi
"Pagi hye jin, apakah tidurmu nyenyak?" Tanyanya
Aku terdiam tidak menjawab pertanyaan seo jin
"Sepertinya iya, tapi..kali ini kau tidur lebih tenang, tidak seperti biasanya"
"Gaya tidurmu terlihat lebih anggun dari biasanya" ucapnya lagi
"Seo jin-ssi sejak kapan kau terbangun?" Tanyaku
"Mmm...entahlah sepertinya aku mengawasimu sepanjang malam, aku takut kau akan mimpi buruk lagi" ucapnya
"Yyaaa!* (hei) seo jin-ssi kenapa kau lakukan itu? Bagaimana mungkin kau terjaga sepanjang malam?" Tanyaku sambil bangun dari posisi duduk sedangkan seo jin masih dalam posisi yang sama
"Mmola* (entahlah) aku mencoba untuk tidur namun tidak bisa saat memejamkan mataku, dan aku memutuskan untuk melihatmu tidur, dan... syukurlah tidurmu nyenyak" ucapnya yang membuatku tersipu malu
Aku melirik ke meja kecil samping tempat tidur yang ada dibelakang seo jin dan melihat jam menunjukkan pukul 10 pagi hingga membuat mataku semakin membuka lebar karena terkejut aku bangun kesiangan
"Yya...yyya...seo jin-ssi apakah jam itu benar?" Tanyaku meyakinkan sambil memukul kaki seo jin
Seo jin menoleh kebelakang dan melihat jam yang ada dibelakangnya
"Nne...*(ya) benar" ucap seo jin dengan santainya
"Haaah...aku bangun kesiangan, kenapa kau tidak membangunkanku?! Kau harus pergi bekerja bodoh" ucapku dengan panik sambil mengacak-acak rambutku
"Gwaenchana* (tak apa) hye jin, aku bukanlah anak sekolah yang harus pergi tepat waktu" ucapnya santai dan merubah posisinya menjadi duduk
"Tapi...besok akan ada rapat penting di real estate rose, kau tidak menyiapkannya?" Tanyaku
"Aku yang harus mempersiapkanmu hye jin untuk rapat besok" ucap seo jin
"Kau harus berlatih menghapal pidato dan tidak gugup saat melakukannya dihadapan para petinggi pemegang saham"
"Pidato ini penting, kau harus lebih menonjol dari pada hajung agar para petinggi pemegang saham lebih yakin mempercayakanmu memimpin real estate rose" ucap seo jin
"Jika ini penting kenapa kau baru bilang padaku seo jin? Kenapa kau membawaku ke taman bermain?" Tanyaku
"Bagaimana mungkin aku bisa mengajarimu saat suasana hatimu sedang kacau? Aku tidak ingin melihatmu menangis saat aku mengajarimu pidato" ucap seo jin
"Haahh...lagi pula kesehatan jiwamu lebih penting dari pada perusahaan, aku tidak ingin kau menjadi gila menjalani kehidupanmu sebagai hye jin jika sudah kembali ke kehidupanmu yang sebenarnya" ucapnya
"Cih...kehidupanku memang sudah gila sejak bertemu deok mi, ditambah harus berpura-pura menjadi dirinya" ucapku
"Arasseo* (aku mengerti) banyak orang lain yang bilang padaku kehidupannya berubah menjadi gila sejak bertemu dengan deok mi dan terlebih lagi, kau harus memutar sifatmu 180⁰ jika ingin menjadi deok mi, hanya saja jangan terlalu mendalami peranmu, aku takut kau akan merasa nyaman dan itu akan menjadi kebiasaanmu selamanya"
"Ani* (tidak) siapa bilang hidup menjadi deok mi menyenangkan? Menindas orang dengan seenaknya dan harus bersifat sesuka hatinya, berbuat jahat tidak begitu menyenangkan aigoo" ucapku
Seo jin tersenyum aneh lagi saat aku berbicara seperti itu
"Wae* (kenapa)? Lagi-lagi kau menatapku dengan tatapan seperti itu, hentikan seo jin, kau membuatku takut dengan ekspresi seperti itu" ucapku
"Arasseo* (aku mengerti) kau tidak begitu senang menjalani kehidupan mewah deok mi karena tidak bisa menjadi dirimu sendiri, mianhae* (maaf) jika aku salah menilaimu"
"Aku pikir kau akan senang menjalani kehidupan sebagai anak dari seorang konglomerat, aku pikir kau akan meminta uang dan hal aneh lainnya untuk mengeruk keuntungan dariku dan mengumpulkan kekayaan agar kau bisa hidup bergelimang harta setelah selesai menjalani kehidupan sebagai deok mi" ucap seo jin panjang lebar
"Seo jin-ssi, kau salah menilaiku, aku memang menyukai uang, sangat mencintainya, hal yang kupikirkan adalah bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan uang yang banyak setelah lulus kuliah nanti"
"Tapi...aku tidak ingin menjadi orang kaya yang suram dan jahat hanya demi mendapatkan uang, ada hal yang lebih berharga dari sekedar uang dan tidak bisa didapatkan hanya dengan uang"
"dan sesuatu yang berharga itu adalah kedamaian hati dan moralmu terhadap sesama manusia" ucapku pada seo jin dengan tersenyum
Seo jin tersenyum melihatku beberapa saat
"Aigoo....aku tidak menyangka akan mendengar hal ini dari gadis muda seusia dirimu" ucap seo jin meledek diriku sambil mengelus rambutku dengan tangan kanannya seolah seo jin seperti kakek yang sedang berbicara pada cucunya
"Ahh...geumanhae!* (hentikan!) Kau terlihat seperti orang tua" ucapku sambil menepis tangan seo jin
Sedangkan seo jin hanya tertawa cengengesan melihatku kesal karena berhasil membuatku jengkel
***
Dimeja makan, bibi min menyiapkan sarapan kami yang terlambat dan hampir mendekati jam makan siang atau bisa dibilang bibi min sedang menyiapkan menu brunch untuk diriku dan seo jin
Diawali dengan jus apel kesukaan deok mi dan dilanjutkan dengan scramble eggs with beef, sedangkan seo jin memilih pie apel untuk menu brunchnya
"Apakah tuan dan nyonya habis lembur dari kantor sehingga anda berdua bangun telat?" Tanya bibi min tiba-tiba
Wah...
Memang benar apa yang dikatakan seo jin, rasa keingintahuan bibi min sangat tinggi hingga mengabaikan kesopanannya dihadapan majikannya
Seo jin dan aku saling bertatap saat bibi min menanyakan hal itu kepada kami
Seo jin mengunyah makanananya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan bibi min
"Ahh...kau belum tahu kabarnya bibi min, istriku sedang bersedih karena harus kehilangan buah cinta kami" ucap seo jin yang membuat diriku hampir tersedak karena mendengarnya
"Ohh...tuhan! Aku tidak tahu tuan, hal itu terjadi pada nyonya deok mi, aku turut berduka nyonya" ucap bibi min sambil menundukkan kepalanya
Aku terdiam tidak membalas ucapan bibi min dan tetap melanjutkan makanku
"Mm...gwaencahana* (tak apa) bibi min, semalam, aku dan istriku melalui malam yang menyenangkan dan menggairahkan demi mendapatkan buah cinta kami lagi, bukan begitu sayang?" Tanya seo jin
Aku meletakkan alat makanku dengan perlahan dan hampir tidak terdengar suara
"Bukankah setiap malam kita melalui malam yang selalu menggairahkan, sayang?" Ucapku membalas seo jin dan ingin segera mengakhiri perbincangan ini
"Ahh...benar juga...tapi yang semalam sangat luar biasa hingga membuatku sulit bangun pagi..." ucap seo jin
"Aku sudah selesai untuk makan, apa kau sudah selesai, sayang?" Ucapku memotong pembicaraan seo jin
"Ahh...nne* (ya) sedikit lagi aku akan selesai" ucap seo jin dan segera menghabiskan pie apelnya tanpa banyak bicara lagi
Selesai makan, aku dan seo jin segera menuju ke mobil, namun tidak melihat supir ohh berdiri untuk mengantar kami ke kantor
"Apakah supir ohh sakit seo jin?" Tanyaku didalam mobil
"Ania* (tidak) supir oh sedang melakukan hal lain bersama detektif choi" ucapnya
"Jadi kau sungguh-sungguh saat berbicara di cafe itu?" Tanyaku yang penasaran
"Hhmm tentu saja aku serius, selama supir ohh bersama detektif choi, aku harus mengendarai mobilku sendiri, aisshh...ini sangat melelahkan" ucap seo jin mengeluh
Sesampainya dikantor edelwies, seo jin mengajakku ke ruangan kantornya untuk berlatih pidato dan belajar mempresentasekan materi untuk rapat besok agar deok mi bisa terpilih sebagai pemimpin real estate
Selama menuju ke ruangan seo jin, aku melihat para karyawan yang mulai bergunjing saat aku dan seo jin sampai di loby kantor
Aku mulai melirik ke semua pegawai dan ingin mencari tahu apa yang mereka bicarakan
Sepertinya sikapku aneh hingga seo jin menyadarkanku dengan cara memeluk pinggulku dengan tangan kirinya hingga membuatku menengok ke arahnya
Seketika seo jin berhenti dan menatapku sambil tersenyum, ia menyingkirkan rambutku yang panjang dari bahuku dan menyelipkannya didaun telingaku
Seo jin mendekatkan wajahnya kesamping telingaku
"Bersikaplah seolah kau tidak ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan meskipun kau sangat penasaran" bisik seo jin kepadaku sambil menunggu lift tiba
Seo jin mencium pelipisku untuk mengalihkan perhatian
"Kau tahu sayang, setiap detik rasanya aku ingin sekali menciummu" ucap seo jin dengan sengaja
"Kau bebas menciumku kapan saja, sayang" ucapku untuk membalas kalimat seo jin
"Benarkah?!..."
"Aku ingin sekali mencium bibirmu yang merah merona" ucap seo jin yang kini sedang menggodaku
Aishh...
Dasar kau brengsek seo jin, sengaja menggodaku dan mengambil kesempatan dalam kesempitan
Seo jin mendekatkan wajahnya kepada diriku yang sedang mematung, aku menatapnya tanpa berkedip, seolah memberikan pesan tersirat bahwa ia sangat menyebalkan
Seo jin hampir menyentuh kedua bibirku dan....
"Ania* (tidak) aku harus memberikan contoh yang baik didepan pegawaiku, untuk tidak bermesraan di kantor" ucap seo jin yang telah menjauhkan wajahnya dari wajahku
Aku tahu seo jin sengaja berbicara seperti itu hanya untuk menggodaku, tapi aku tahu bagaimana sifat deok mi yang tidak peduli dengan aturan dan omongan buruk dari orang lain tentang dirinya
Lagipula untuk apa seo jin senang sekali menggodaku? Apakah ia menyukai ekspresi wajahku yang gugup?
Jika aku bersikap seperti deok mi yang sesungguhnya, apakah ia akan berhenti menggodaku
Lihat itu...
Aku merasa kesal melihat wajah seo jin yang cengengesan seolah ia merasa menang dan berhasil menggodaku
Aku menghembuskan nafasku dan melakukan sesuatu hal yang tidak pernah seo jin duga
Aku menarik dasi seo jin dan mengecup bibir seo jin yang sedari tadi tersenyum menyebalkan ke arahku
Kini keadaan berbalik, seo jin yang justru terdiam karena aku telah mencium kedua bibirnya dengan tiba-tiba
"Lakukanlah yang ingin kau lakukan tanpa peduli penilaian orang lain terhadap dirimu" ucapku dan tepat pintu lift terbuka
Aku masuk ke dalam lift dan meninggalkan seo jin yang masih terpaku di depan pintu lift
"Sayang...kenapa kau terdiam? Kau tidak ingin masuk?" Tanyaku sambil tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa
"I-iya aku akan masuk ke dalam" ucap seo jin yang masih tidak percaya dengan apa yang aku lakukan
Selama didalam lift, seo jin terus menatap wajahku, aku yang tahu hal itu, sengaja mengacuhkan dirinya
Aku masih penasaran dengan topik yang dibahas oleh para pegawai seo jin diloby tadi, kelihatannya seru sekali saat mereka berbicara
__ADS_1
Ahh...
Padahal aku senang sekali bergunjing, sayangnya aku tidak bisa ikutan bergosip dengan mereka
Entah mengapa, aku merasa orang lain akan cepat menjadi akrab jika membicarakan seseorang atau isu panas yang sedang beredar
Ahhh...sial
Aku penasaran apa yang sedang mereka bicarakan
Tak lama pintu lift terbuka dilantai 2, para karyawan yang sedang menunggu lift terlihat segan dan enggan untuk masuk satu lift dengan diriku dan seo jin
Seperti biasa, aku harus berekspresi dingin seperti deok mi dan tidak membalas senyuman mereka
Sepertinya seo jin juga tidak membalas senyuman mereka karena sibuk menatap diriku
Dasar seo jin aneh
Aku heran dengannya, dia yang menggodaku tapi ketika ku balas, ia terdiam seribu bahasa dan justru menatapku
Untungnya aku sudah mulai terbiasa dengan tatapan seo jin, memang aku akui saat pertama kali bertemu, tatapan mata seo jin membuat jantungku tidak berhenti berdebar
Tetapi seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai terbiasa dengan tatapannya, anggap saja seo jin memiliki hobi aneh yaitu suka menatap lama pada seseorang yang membuat diri sendiri menjadi tidak nyaman
Hingga lift sampai dilantai 7, tempat dimana ruang kerja seo jin berada
Aku segera keluar dari lift, sedangkan seo jin masih terdiam berdiri didalam lift, aku melihat ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada seseorang yang mendekat ke arah lift
"Haah...seo jin-ssi kita sudah sampai, mau sampai kapan kau akan seperti itu terus?" Tanyaku dengan dingin
"Oo...apakah kita sudah sampai dilantai 7?" Tanya balik seo jin yang membuat mood ku jelek karena sifatnya
Aku tidak menjawab pertanyaan seo jin dan membalikkan tubuhku meninggalkan dirinya dengan ekspresi dingin
Aku berjalan sendirian menuju ruang kerja seo jin dan samar-samar mendengar seseorang sedang berbicara
".....really!! Ohh...no!!, that is bad news...."
Hingga aku tiba didepan pintu ruangan seo jin dan melihat catherine sedang menelpon seseorang dimeja kerjanya
Catherine terkejut ketika melihatku tiba, seolah ia sedang melihat hantu.
Catherine segera mematikan panggilan teleponnya tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi
dengan cara membanting gagang telpon yang ia genggam, dengan panik, catherine segera berdiri menyambutku dengan gugup
"We...welcome mam" sapanya dan segera membukakan pintu agar aku bisa masuk kedalam ruang kerja seo jin
'Mencurigakan...' pikirku
Aku segera duduk diatas sofa dan mengacuhkan catherine seolah enggan untuk berbicara dengannya
Tidak lama seo jin datang dan menyapa catherine yang masih berdiri dihadapanku
"Hi..cath" sapa seo jin
"Yes..sir" jawab catherine
Catherine masih berdiri dihadapanku yang bersebrangan dengan meja, seolah ia ingin menanyakan sesuatu padaku
"Ex..excuse me mam, Would you like to order a drink?" Tanyanya padaku
Aku mengacuhkan catherine dan berpura-pura fokus menatap kuku jari-jemariku yang sudah mulai panjang
"Enyahlah..aku akan memanggilmu jika aku menginginkan minuman" ucapku ketus pada catherine
Mian* (maaf) catherine, aku tidak bermaksud bicara jahat kepadamu
"Ba...baik nyonya" ucap catherine dan segera melangkah mundur menjauhiku
"Ahh...catherine, aku ingin secangkir kopi hangat, siapkan untukku" ucap seo jin ketika catherine berada didepan pintu
"Baik tuan" ucap catherine
Beberapa detik ketika catherine menutup pintu ruangan seo jin, aku mulai melemaskan tubuhku dan menggoyang-goyangkan pipiku ke kiri dan ke kanan serta memijat pelan kedua pipiku dengan tangan kananku
Haaahhh......
Setiap aku berpura-pura menjadi deok mi, otot-otot wajahku terkadang menjadi kram karena harus memasang wajah cemberut sepanjang hari
Aku melirik ke arah seo jin dan ia sedang menatapku lagi lalu membuang wajahnya ketika ketahuan olehku
Aku berdiri menghampiri seo jin
"Yya....*(hei) seo jin-ssi berhentilah bersikap seperti itu padaku" ucapku
"Kau tahu, tatapanmu membuatku tidak nyaman, berhentilah menatapku seperti orang aneh...ok" ucapku pada seo jin yang terlihat memerah pada wajahnya
"Mi..mianhae* (maafkan aku) karena tidak membuatmu nyaman" ucapnya
Aku segera menutup kedua mataku dan menarik nafas
"Lagi pula, berhentilah menggodaku seperti itu, apakah aku lelucon bagimu?"
"Maksudku, beberapa kali kau selalu menggodaku saat berada dihadapan orang banyak sejak aku memintamu untuk melakukan pembatasan kontak fisik didalam surat kontrak"
"tapi... kau malah sengaja menggodaku didepan lift seperti tadi, sekarang, aku akan bertanya padamu, apakah kau akan berbuat seperti tadi, menggodaku seperti anak kecil jika aku adalah deok mi sungguhan?" Tanyaku pada seo jin
Seo jin terdiam sambil memutarkan kedua bola matanya seolah ia sedang berpikir
"Tidak mungkin" ucapnya
"Tuh...lihatkan! Kau hanya berani seperti itu hanya saat bersamaku"
"Dan ketika aku bersikap seperti deok mi, kau terdiam seribu bahasa seperti ini layaknya orang bodoh"
"Wae* (kenapa) kau menatapku seperti itu? Aku tebak kau terkejut karena aku yang mengecup bibirmu duluan?"
"Kau pikir seorang hye jin tidak bisa melakukan hal seperti itu?"
"Wae wae?* (kenapa kenapa) apakah hatimu berdebar karena kejadian tadi? Coba sini aku raba dadamu" ucapku panjang lebar dan mulai menyentuh bahu seo jin,
"Yya...yya* (hei hei) apa yang kau lakukan? Berhenti meraba-raba tubuhku" perintah seo jin
Aku tidak menggubris ucapan seo jin dan justru menyentuh dirinya sesuka tanganku dan mulai tertawa melihat ekspresi konyol seo jin
"Baiklah...baiklah aku akan berhenti menggodamu, hentikan sekarang, kau membuatku geli" ucap seo jin dan akhirnya aku berhenti menyentuh seo jin
"Yya...*(hei) apakah kepalamu terbentur? Kenapa kau menjadi agresif seperti ini?" Tanyanya
"Agresif katamu? Nne...*(ya) aku akan menjadi wanita agresif agar kau bethenti menggodaku" ucapku
"Baiklah..aku akan berhenti mengggodamu, tidak akan seru lagi jika kau tidak tersipu malu karena keisenganku" ucapnya
"Kenapa kau melakukan hal itu seo jin?" Tanyaku
"Mianhae* (maaf) aku terlalu menikmati wajahmu ketika gugup atau tersipu malu, itu karena selama aku bersama deok mi, aku tidak pernah melihat ekspresi itu" ucap seo jin
"Ia terlalu menyeramkan untuk aku godai" ucap seo jin padaku
"Jika menyeramkan kenapa kau jadikan istri, bodoh" ucapku
"Itu..." ucap seo jin menjelaskan
"Ahh..lupakanlah! Aku sudah tahu jawabannya, kehidupan keluarga orang kaya memang aneh" ucapku memotong kalimat seo jin
"Sekarang...beritahu aku dimana kau menyimpan materi untuk presentaseku besok?" Tanyaku
"Disana..." ucap seo jin sambil menunjuk meja kerjanya
"Dilaci itu ada flashdisku yang berwarna hitam, kau bisa melihatnya difolder estate rose" ucap seo jin
Tanpa berbicara lagi, aku segera ke meja kerja seo jin dan mulai berjongkok untuk mencari flash disk hitam milik seo jin didalam laci meja
Tak lama seseorang mengetuk pintu ruang kerja seo jin
"Tuan...ini kopi pesanan anda" ucap seorang wanita
Ahh...ternyata catherine yang sedang membawakan kopi untuk seo jin
Tak selang beberapa lama aku mendengar laki-laki separuh baya berlari dan memanggil seo jin
"Tuan seo jin!!"
"Apakah benar berita itu?"
"Aku telah mendengar berita itu dari para karyawan yang sedang membicarakannya"
"Tuan...aku turut bersedih karena istrimu mengalami keguguran"
" tapi..anda pasti merasa lega karena anda tidak perlu repot untuk memeriksakan DNA untuk memastikan bahwa anak yang berada didalam rahim nyonya deok mi adalah benar anak anda"
Aku sengaja tidak berdiri dari posisi berjongkok, untuk mendengar pembicaraan laki-laki yang baru saja masuk ke ruang kerja seo jin
Dan sepertinya laki-laki itu tidak tahu aku berada dibalik meja sedang berjongkok dan mendengarkan ucapan yang akan disampaikan kepada seo jin
"Se...sekertaris han, sebaiknya anda segera keluar" ucap catherine pada laki-laki itu
Ahh...
Jadi itu sekertaris han
Aku tidak menyangka sekertaris han senang bergunjing juga hihi...
"Kenapa kau menyuruhku keluar? aku belum selesai berbicara dengan tuan seo jin" ucapnya lagi
Aku tidak mendengar suara seo jin untuk menanggapi ucapan sekertaris han
"Tidak apa tuan, pastikan kali ini kau tidak melepaskan nyonya deok mi untuk mendapatkan keturunan anda"
"Aku dengar akhir-akhir ini nyonya deok mi selalu bersama dengan anda, dan sifatnya berubah menjadi lebih lembut sejak ia hamil, itu hal yang bagus tuan, aku tebak nyonya deok mi sudah putus hubungan dengan laki-laki simpanannya itu"
"Pergunakan kesempatan ini agar dirimu semakin dekat dengan nyonya deok mi, aku akan mencari restaurant terbaik untuk makan malam romantis anda bersama dengan nyonya"
__ADS_1
"Haah...aku harap sifat lembut nyonya deok mi tidak berubah tuan" ucap sekertaris han yang sepertinya sudah berhenti berbicara
"Baiklah...sekertaris han, aku akan menunggu restaurant terbaik menurutmu" ucapku sambil berdiri dari posisi berjongkok dan muncul dari balik meja kerja seo jin
Aku menahan tawaku yang sedang melihat ekspresi wajah terkejut dan ketakutan sekertaris han
Laki-laki paruh baya itu seperti ikan yang mulai kehabisan oksigen
Kedua bibirnya membuka dan menutup seolah ingin berbicara namun terlalu terkejut karena pemandangan yang ia lihat
Sekertaris han menatap catherine seolah memiliki pesan tersirat 'kenapa kau tidak memberitahuku ada nyonya deok mi disini' yahh...seperti itu kira-kira yang bisa aku tebak
"Yeobo* (sayang) sepertinya kau terlalu lembut pada pegawaimu dan membiarkannya berbicara buruk tentang istrimu" ucapku pada seo jin sambil mengusap bahu seo jin
"Ma...maafkan saya nyonya" ucap sekertaris han sambil duduk bersimpuh dihadapanku dan seo jin
"Maafkan atas kelancangan lidah saya!" ucapnya lagi
Mungkin jika ini adalah era jeoson* (kerajaan korea) sekertaris han sudah dipenggal kepalanya karena berbicara tidak sopan kepada majikannya
"Mmm...no no! Kau berbicara seperti itu bukan karena pendapatmu sendiri, melainkan dari pendapat orang lain dan kau setuju dengan pendapat itu"
"Yah.. anggap saja aku sedang bosan dengan lelaki simpanan itu dan lebih memilih untuk lebih dekat dengan suamiku" ucapku berbicara pada sekertaris han dengan posisi berjongkok
"Sepertinya pekerjaanmu sangat santai sekertaris han, bagaimana jika kau membantu suamiku untuk mencari restaurant terbaik di chicago? Dan catherine bisa membantunya" ucapku tersenyum pada sekertaris han
Aku melihat sekertaris han yang mulai gemetar ketika aku mencoba tersenyum kepadanya
Apakah senyumanku terlihat seperti penyihir hingga membuatnya gemetaran seperti itu
"Haah...baiklah, kalian boleh keluar dari ruangan ini dan fokuslah bekerja, jangan terlalu sibuk bergunjing ditempat kerja, karena perusahaan ini tidak membayar kalian untuk bergosip" ucapku sambil berdiri dari posisi jongkok dan membalikkan tubuhku membelakangi mereka
"Ba...baik nyonya" ucap sekertaris han dan catherine dengam kompak
"Ma..maafkan saya tuan" ucap sekertaris han sambil memegang kaki seo jin
Aku bisa melihatnya dari pantulan kaca lemari yang ada disampingku
Aku masih menahan tawa melihat sekertaris han seperti itu
Maafkan aku sekertaris han, setidaknya lihat dulu sekelilingmu jika ingin bergosip mengenai bos mu
Setelah sekertaris han dan catherine undur diri mereka menutup pintu ruang kerja seo jin
Aku membalikkan tubuhku dan melihat seo jin sedang memijat keningnya
"Wahh...park seo jin pegawaimu sangat luar biasa, santai sekali bergunjing kejelekan istrimu dihadapanmu"
"Apa kau meragukan deok mi, seo jin jika suatu hari nanti deok mi hamil?" Tanyaku pada seo jin
"Bagaimana mungkin aku tidak ragu padanya, jika deok mi sering menghabiskan waktunya bersama laki-laki lain" ucap seo jin
"Jika hal buruk itu terjadi, aku akan memberikan surat cerai padanya"
"Bagaimana mungkin aku bisa membesarkan anak yang bukan darah dagingku? Itu terlalu menjijikan bagiku" ucap seo jin
"Tapi tetap saja, kau tidak boleh membocorkan urusan rumah tanggamu pada pegawai" ucapku
"Mola* (entahlah) aku tidak memiliki seseorang untuk diajak bicara dan tidak menyangka sekertaris han akan berkata seperti itu didepan catherine" ucap seo jin
"Beritanya sudah menyebar dengan cepat, bagaikan virus yang mudah menyebar melalui udara" ucapku
"Sudahlah hye jin, ayo kita mulai latihan presentase" ucap seo jin dan mulai melatihku untuk rapat besok
Seo jin mulai duduk di meja kerjanya dan mengajariku cara untuk melakukan presentase yang baik didepan para pemegang saham
Seperti biasa, seo jin tidak pernah main-main dalam melatih seseorang, tidak peduli berapa waktu yang ia habiskan untuk melatihku, hingga aku melewatkan makan malam lagi
"........And all the bright futures are in the hands of Rose's real estate"
'Plok plok plok'
"Good job hye jin, kau bisa membawakannya dengan baik" ucap seo jin memujiku
"Ya...butuh latihan sebanyak 48 kali untuk membawakan materi presentase ini dan kau tidak mengijinkanku untuk minum sebelum satu jam berlalu"
"Kau benar-benar guru yang kejam" ucapku sinis
"Well...sebelum tidur kau harus bisa mempresentasekan lagi tanpa melihat materi"
"Lagi??!!" Ucapku sambil mendongakkan kepalaku ke atas pertanda ingin menyerah
****
Keesokan paginya aku dan seo jin bangun pagi untuk bersiap pergi ke real estate rose
Hari ini adalah hari yang penting untuk memilih kandidat terbesar sebagai direktur utama real estate rose dan saatnya untuk merebut hati para pemegang saham
Seo jin telah memberikanku beberapa wejangan sebelum berperang untuk hari ini
Semua materi yang diberikan oleh seo jin, sudah ku hapal dengan baik dan aku yakin tidak akan mengecewakan seo jin dalam presentase ini
Selesai sarapan, seo jin mengendarai mobilnya menuju perusahaan real estate tanpa ditemani supir ohh
"Apa kau gugup hye jin?" Tanya seo jin ditengah perjalanan
"Sedikit..." ucapku
"Selama sarapan dan sampai saat ini, aku selalu mendengar kau selalu menghembuskan nafasmu" ucap seo jin
"Santailah...dan rileks kan tubuhmu, jika kau tegang, kau tidak bisa berkonsentrasi dan menyebabkan kau kesulitan bernafas hingga membuat otakmu kekurangan oksigen" ucap seo jin mencoba menenangkanku
"Jika presentase ini selesai dengan baik, aku akan menuruti apapun kemauanmu hye jin" ucap seo jin
"Benarkah!!" Ucapku dengan senyum sumringah
"Aku ingin menghabiskan waktuku bersama emma dan..." ucapku terputus
"Dan apa?" Tanya seo jin
"Sebenarnya 2 hari yang lalu emma berulang tahun, biasanya aku selalu merayakannya bersama"
"Tapi...tahun ini aku tidak bisa merayakan ulang tahunnya, bahkan tidak bisa memberikannya hadiah karena aku tidak bekerja part time"
"Setidaknya aku ingin bertemu dan mentraktir emma di kedai paman patrick"
"Setidaknya aku bisa membayarnya nanti pada paman patrick jika aku sudah memiliki uang hahaha" ucapku
"Maksudmu kau berencana akan mengutang pada paman patrick dikedainya?" Tanya seo jin
"Mm...begitulah hanya paman patrick yang baik hati kepadaku dan emma, ia mengijinkan kami untuk menghabiskan makanannya jika toko sudah tutup" ucapku
"Hye jin-aa, aku sudah berjanji padamu untuk mengabulkan keinginan yang kau inginkan"
"Berhentilah menjadi parasit paman patrick dan bayar makananmu dengan benar"
"Aku akan memberikanmu kartu kredit tanpa batas untuk besenang-senang dengan emma"
"Belikan kado untuknya dan ajak emma untuk makan direstoran mewah" ucap seo jin padaku
"Jinjja* (benarkah)?!" Ucapku tidak percaya
"Ahh...ania* (tidak) aku tidak ingin merepotkanmu" ucapku pada seo jin
"Merepotkan? Mm...sama sekali tidak, sekarang kau adalah tanggung jawabku segala keselamatan dan finansialmu aku yang bertanggung jawab"
"Aku sudah banyak merepotkanmu hye jin, karenaku kau harus merelakan kehidupan bebasmu dan masuk kedalam lingkaran kehidupan kelamku"
"Mian* (maaf) hye jin" ucap seo jin merasa bersalah
"Sudahlah...kau jangan menyalahkan dirimu sendiri, kau tidak memaksaku..aku yang memutuskan untuk ikut denganmu dan..."
"Dan menolong sesama manusia yang membutuhkan..."ucap seo jin tiba-tiba memotong kalimatku
"Benarkan?!..." ucap seo jin lagi
Aku terdiam melihat seo jin beberapa saat dan tersenyum
"Jika bukan karena ibumu mungkin kau akan enggan untuk membantuku, aku merasa berterima kasih pada ibumu yang telah membesarkanmu menjadi putri yang baik hati" ucap seo jin
"Cih...geumanhae* (berhentilah) berbicara omong kosong seperti itu" ucapku
"Ania* (tidak) itu bukan omong kosong hye jin-aa, jika kau sudah kembali ke kehidupanmu seperti sedia kala, aku ingin menginap lagi di rumahmu dan mencicipi lagi masakan ibumu yang membuat hatiku hangat"
"Ahh.. nne nne* (ya ya) kau boleh mencicipinya lagi" ucapku sambil tertawa kepada seo jin
"Jinjja-yo* (benarkah) ahh kau snagat baik hati hye jin, hahahaha..."
Haha..geumanhae* (berhenti) berbicara seperti itu seo jin-ssi kau seperti kakek-kakek yang hobi mengulang kalimat yang sama"
Perbincanganku bersama seo jin selama diperjalanan membuatku melupakan ketegangan untuk berpresentase
Namun disisi lain nyawa seseorang terancam karena acara rapat hari ini dan hal itu tidak diketahui oleh seo jin ataupun diriku
Bersambung......
______________________________
Jengjet....🎸🎸
Hai everything, senang bisa berjumpa lagi dengan kalian
Bagaimana episode 53 kali ini?
Dan siapa ya orang malang yang sedang terancam itu..
Ada yang bisa nebak? Hehe..
Kalo ada yang bisa, mungkin kalian adalah cenanyan alias mbah dukun 🤣🤣
Tunggu diepisode selanjutnya
Jangan lupa untuk ketik like dan jadikan novel ini favorite,
__ADS_1
terima kasih 🙆♀️🙆♂️🙇♀️🙇♂️🙏🙏😚😚🥰🥰⚘⚘🌼🌻🌻🌹🌹