Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 23


__ADS_3

Park seo jin pov


Aku sedikit khawatir dengan hye jin, akankah bisa ia meniru deok mi dengan sempurna?


Aku yakin hye jin tidak pernah membayangkan dirinya berdansa waltz, asalkan hye jin tidak takut denganku, aku yakin dia akan bisa berdansa waltz mengikuti iramaku


Dansa waltz selalu dilakukan deok mi saat diadakan acara besar, grand opening sebuah mall di washington dc saja diisi oleh tarian waltz deok mi, semua orang terkagum melihat deok mi  berdansa waltz dengan diriku, bagaikan dewi yang turun dari langit sedang menari, begitu pendapat orang yang melihat deok mi menari


"Beristirahatlah hye jin..besok kau akan mempelajari beberapa hal yang dilakukan deok mi dan memberitahumu foto orang-orang yang akrab dengan deok mi"


"Aku akan mandi dan segera menyusulmu untuk tidur"


Hye jin mengangguk dan keluar dari bathroom, aku segera mandi dan membersihkan seluruh tubuhku dengan berendam di air hangat yang sudah kusiapkan


Kim hye jin pov


Aku keluar dari kamar mandi setelah berbicara dengan seo jin dan memikirkan bagaimana aku bisa menjadi wanita yang memiliki gairah seni yang tinggi dalam waktu singkat


Berdansa? Haah..jangan bercanda, sedari kecil aku tidak diajarkan cara untuk berdansa, orang tua ku selalu mengajarkan ku cara untuk mengupas kulit tiram yang keras, membantu ibu untuk melakulan pekerjaan rumah tangga karena ibu sibuk mengurus kedai makanan keluarga kami

__ADS_1


Aku lelah dengan semua pikiran yang melintas dibenakku, membuatku ingin segera tidur dan menyiapkan otakku untuk pelajaran cara hidup orang kaya


Sebenarnya aku merindukan kehidupanku yang seperti biasanya, meskipun tubuh lelah karena bekerja dan kuliah, setidaknya pikiranku bisa tenang, tidak perlu takut ketahuan oleh orang lain dan bisa menjadi diriku sendiri dengan nama 'Kim Hye Jin'


Aku segera berbaring diranjang yang kelihatannya sangat nyaman, seolah-olah tempat tidur itu memanggil namaku dan mengajakku untuk segera membebaskan rasa lelah yang ada ditubuhku, dan benar saja dalam waktu kurang dari 5 menit aku tertidur lelap


Park seo jin pov


30 menit berlalu dan aku selesai mandi, aku segera mengambil pakaian piyamaku di wardrobe room yang berada diseberang tempat tidurku


T


erlihat jelas hye jin yang sudah tertidur lelap dengan mulut terbuka,


Aku berlalu melewati dirinya sambil tersenyum tipis, dia bak anak kecil yang tidak tidur seharian karena lelah, padahal ia sudah tertidur dipesawat,tapi aku pikir hye jin kurang puas jika hanya tidur dipesawat


Syukurlah hye jin tipe orang yang bisa tertidur dimana saja, tidak seperti diriku yang tidak mudah tidur terlelap ditempat yang baru


Aku mengambil pakaian piyamaku dan aku terkejut mendengar suara aneh

__ADS_1


Dan kau tau suara aneh itu berasal darimana?


Ternyata hye jin memiliki kebiasaan mengeratkan gigi dan menimbulkan suara yang asing bagiku


Gaya tidur hye jin benar-benar unik dan membuatku tersenyum sendiri, setelah memakai piyama aku menuju tempat tidur dan mengamati hye jin


Aku memakaikan selimut untuk hye jin dan tiduran dengan posisi miring disamping hye jin, tiba-tiba hye jin meletakkan kakinya diatas pahaku dan  memeluk leherku, aku pikir ia mengira aku adalah bantal guling dan memelukku agar hye jin merasa nyaman


Aku meletakkan lengan kiriku untuk menyanggah kepala hye jin, aku berusaha melepas rangkulan tangan hye jin, tetapi rangkulannya sangat keras, ia mengunci rangkulannya dengan mengaitkan jari-jarinya


Nafas hye jin terdengar ditelingaku, untungnya hye jin tidak memiliki kebiasaan tidur mendengkur


Sesaat aku menatap wajah tidur hye jin yang polos, dan anehnya aku tidak merasa jijik dengan air liur hye jin yang menetes dipiyamaku


Aku justru menatap dalam wajah hye jin yang mirip dengan istriku,selama ini kami tidur dengan posisi sama-sama menghadap kebelakang, tidak ada komunikasi apapun, hanya diam


Deok mi tidak pernah menatap mataku jika kami sedang berbicara mengenai hal kantor, dan berbicara mengenai undangan sebuah acara yang mengharuskan kami berdua untuk hadir, selebihnya kami tidak pernah berkomunikasi tentang hal lain


Aku dan deok mi bukanlah pasangan suami istri pada umumnya, pernikahan kami hanyalah semata untuk bisnis dan mengeruk keuntungan satu sama lain

__ADS_1


Tapi deok mi tetaplah istriku, ia adalah tanggung jawabku, aku menyukai deok mi karna parasnya dan kecerdasannya, tapi tidak suka dengan keangkuhannya dan menatap rendah orang lain


Kini aku bisa melihat replikanya, wajah yang sama namun memiliki hati dan sifat yang berbeda, takut aku akan membangunkannya, maka aku memutuskan untuk tidur dengan posisi memeluk hye jin


__ADS_2