
Park seo jin pov
Aku dan hye jin memasuki kantor edelweis dan semua pegawai yang ada dikantor itu memberi hormat dengan menundukkan kepalanya,
Hye jin berjalan dengan mengangkat dagunya sesuai dengan apa yang ku ajari didalam mobil selama perjalanan menuju kantor
Ia tidak menoleh sedikit pun ketika ia berjalan, hanya lurus kedepan tanpa menghiraukan orang-orang yang memberikan salam padanya
Sampai ketika seorang wanita membawa dokumen dengan muatan lebih ditangannya, dan membuat dokumennya terjatuh dilantai
Hye jin menoleh dan hendak menghampiri dan membantu wanita itu, aku yang berada tidak jauh dari belakang hye jin segera memeluk pinggulnya yang mungil dan menempel padanya
Hye jin reflek menatapku namun untungnya ia tidak berontak ketika aku memeluk pinggulnya, hingga aku dan hye jin masuk kedalam lift, para pegawai yang berada dikantor itu merasa segan dan mempersilahkan kami untuk menaiki lift dan tidak ada seorangpun terkecuali hanya kami berdua didalam lift
Ketika pintu lift tertutup, hye jin merasa risih dan melepaskan tanganku dari pinggulnya, dan sedikit menjauhiku
"Hampir saja..."
"Jika aku tidak menghentikanmu, kau pasti akan menolong wanita itu bukan?" Ucapku
Hye jin mengangguk dan menundukkan kepalanya, pertanda benar apa yang aku katakan padanya
"Haahh....cobalah untuk tidak mempedulikan hal tidak berguna seperti itu hye jin" ucapku sambil mengacak sedikit rambut depanku
"Kau harus ingat dirimu bukanlah hye jin, kau adalah deok mi"
"Aku harap kau mengerti hye jin, jika hanya ada aku, supir ohh dan ayah deok mi, kau bisa menjadi dirimu, hye jin"
"Tapi selain orang yang kusebutkan tadi, tolonglah untuk menjadi seorang deok mi yang biasanya, agar tidak ada orang yang curiga padamu"
"Maaf" ucapnya dengan suara kecil
Aku menghembuskan nafas dan keluar dari lift dan menggandeng tangan hye jin
__ADS_1
Aku memasuki ruanganku dan catherine sudah berdiri cantik dengan kemeja biru dipadukan dengan jas putihnya menyambutku dan menundukkan kepalanya pertanda memberi hormat padaku dan hye jin
"Hye jin, hari ini kau akan menghapal beberapa wajah orang yang dekat dengan sung deok mi"
"Ahh..tunggu sebentar" ucapku dan mencari beberapa file tentang profile para petinggi edelweis grup dan rose real estate
Aku meletakkan tumpukan file diataa mejaku
"Sebanyak ini?!!!" Ucap hye jin histeris
Aku memandang hye jin dan mengangguk
Hye jin menutup kedua matanya dan menghembuskan nafasnya dengan cepat
****
Aku duduk disebelah hye jin dan memberitahu tentang budaya konglomerat saat menyapa, makan dan saat berbicara
Hye jin terlihat serius mencatat point penting untuk dia pelajari dibuku catatan kecilnya
"Dia terlihat tampan" ucap hye jin dengan polosnya
"Amm...ok tapi pria ini sangat licik" ucapku
Hye jin menatapku dengan mengernyitkan dahinya
"Dia Sung hajung, sepupu tirinya deok mi"
"Ia sangat terobsesi dengan kedudukan deok mi saat ini sebagai direktur utama dan mencari kelemahan deok mi"
"Setelah ayah deok mi pensiun, otomatis sung deok mi akan menjadi presdir real estate rose"
"Tentunya dengan mengadakan rapat pemegang saham dan mereka akan memvoting siapa yang layak untuk menjadi penerus presdir real estate rose"
__ADS_1
"Jika para pemegang saham tau sung deok mi terbaring dirumah sakit, mereka akan memilih sung hajung sebagai presdir mereka dan akan mendepak keluarga sung deok mi tanpa memperoleh keuntungan perusahaan"
"Karena itu lah ayah deok mi meminta bantuan padamu karena nasib keluarga deok mi dan perusahaan berada ditanganmu"
"Kenapa ayah deok mi tidak memilihmu sebagai presdir real estate?"
"Apa mungkin aku menjadi presdir di dua perusahaan sekaligus?"
"Aku harus menunggu sepupuku untuk memimpin perusahaan edelweis"
"Sampai sepupuku dikatakan layak dan para pemegang saham edelweis percaya pada sepupuku untuk memimpin perusahaan ini"
"Aku menikah dengan deok mi karena ikatan bisnis pastinya, kau tau itu hye jin"
"Bisnis keluarga deok mi adalah real estate sedangkan keluargaku bisnis properti"
"Orang tua deok mi memilihku untuk menikahi putrinya, diharapakan bisa berkolaborasi untuk membangun perumahan dengan fasilitas yang memudahkan penghuninya, seperti mall atau taman bermain"
"Dan pasti akan mengambil keuntungan yang banyak"
Hye jin terlihat serius ketika aku menjelaskan alasan aku menikah dengan deok mi
"Aku pikir kalian menikah karena saling cinta, ternyata tidak"
"Apakah dirimu boneka atau robot?"
"Apakah kalian kerbau? Yang harus di
Cucuk hidungnya dan mengikuti aturan bahkan tidak sesuai dengan kemauan dirimu?"
Aku terdiam sesaat ketika hye jin mengatakan pertanyaan sepertiĀ itu
"Bisakah kita memulai pelajaran menghapal wajah?" Tanyaku
__ADS_1
"Ok..go ahead"