Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 98


__ADS_3

Kim hye jin pov


Di depan pintu belakang club malam 'daebak' aku masih berdiri dengan rasa penasaran


"Siapa seseorang yang membantuku keluar dari dalam penjara?" Ucapku bicara sendiri


"Apakah nona yoon ji yang diam-diam telah membantuku tapi ia sengaja tidak memberitahu pada saat proses interogasi tadi malam karena takut dengan tamu vip bajing*n itu?"


"Lalu ia memberikan bukti rekaman cctv di ruangan vip itu ke petugas jae dan sangat jelas bahwa aku melakukan serangan ke pria brengs*k itu sebagai bentuk perlindungan diri"


"Tapi..."


"Apa maksud ucapan si mesum kepar*t itu memintaku untuk bicara pada paman kaya raya pelanggan tetapku untuk membebaskan dirinya?" Ucap diriku dan melamun lagi untuk berpikir


Aku melompat terkejut ketika handphoneku berbunyi dengan keras di dalam tas ku


Aku segera melihat layar handphoneku dan tertulis cha young sedang berusaha menghubungiku


Tanpa menunggu lama lagi, aku segera mengangkat panggilan teleponnya


"Yyaa!!! Kim hye jin!" Teriak cha young dari handphone


Ouhh....


Telingaku seketika mendengung karena suara teriakkannya


"Nne-nne* (iya-iya) aku mendengarmu cha young-aa" ucapku lembut


"Dimana kau? Kenapa kau tidak datang ke rumah sakit dan mengambil kunci rumahku hhuh?!"


"Kenapa aku sulit sekali menghubungimu?"


"Di mana kau bermalam? Kenapa kau senang sekali membuat orang lain khawatir?" Oceh cha young mengomeliku


"Ahh...mian-mian* (maaf-maaf) aku akan menjelaskannya setelah kita bertemu. Di mana kau sekarang? Aku akan ke sana" ucapku pada cha young


"Datanglah ke taman kota yang ada di belakang rumah sakit. Aku masih belum bisa pulang ke rumah karena beberapa pekerjaanku masih ada yang belum selesai" ucap cha young


"Araseo* (aku mengerti) aku akan segera ke sana" ucapku lalu menutup telepon dan berlari menuju taman kota yang di maksud cha young


******


Sesampainya di sana cha young sudah menungguku dan melihatku dengan sinis, layaknya seorang ibu yang ingin memarahi anaknya karena bertingkah nakal


"Haah...haah..."


"Maafkan aku cha young"


"Aku..."


"Berusaha ber...lari"


"Agar kau tidak menungguku terlalu...haaa.. lamaaa" ucapku dengan nafas tersengal-sengal


"Duduklah..." perintah cha young


"Minum ini" ucap cha young memberikanku sebotol youghourt dan sandwich


"Kita sarapan bersama dahulu" ucap cha young


Ku kira ia akan memarahiku lagi ternyata ia menyuruhku untuk sarapan bersama


"Jadi....semalam kau bermalam di sauna lagi? nyam...nyam" tanya cha young sambil makan


"ani*(tidak) semalam aku tidak bermalam di sauna melainkan di dalam penjara. nyam..nyamm.." ucapku santai


"bruffhhhh....ohok-ohok..."  cha young menyemburkan yoghurtnya karena terkejut mendengar ucapanku


"Eee?! cha young-aa neo gwaenchana?* (kau baik-baik saja?)" tanyaku 


"Apa katamu?? Penjara?" Tanya ulang cha young


"Apa kau bercanda kim hye jin?" Tanya lagi cha young yang penasaran


"Ani*(tidak) aku sedang tidak bercanda padamu" ucapku dengan wajah datar


"Apa yang kau lakukan sehingga kau bisa masuk penjara?" Tanya cha young heran


"Haaah....aku telah menggigit jari seorang tamu vip pria kaya muda hingga berdarah di sebuah club malam daerah gangnam dan harus mempertanggung jawabkannya di kantor polisi atas tuduhan penganiayaan" ucapku


"Mworagu? *(apa kau bilang?)" Ucap cha young pelan


"La-lalu bagaimana kau bisa keluar hye jin? Apa kau kabur dari dalam penjara?" Tanya cha young yang mulai berimajinasi


"Eeii...kau pikir aku anggota mafia yang lihai kabur dari dalam penjara?" Ucapku pada cha young


"Lalu apa kau telah meracuni kopi polisi itu dan mengambil kunci sel?" Ucap cha young yang makin gila


"Yya!*(hei!) Hong cha young!!" Seruku


"Berhenti bicara yang tidak-tidak!"


"Aku tidak melakukan hal gila yang kau ucapkan tadi"


"Aku keluar dari sel tahanan karena petugas polisi itu menyuruhku untuk keluar dari sana dan menganggap aku tidak bersalah" ucapku pada cha young menjelaskan


"Benarkah?" Tanya cha young memastikan


"Eng! Aku mengatakan hal yang sejujurnya" ucapku dan cha young hanya terdiam sambil menatapku


"Yya!*(hei) memangnya kau seekor anj*ng hhuh?! Kenapa kau menggigit jari seseorang?!" Seru cha young tiba-tiba sambil memukul bahuku dengan keras menggunakan telapak tangan kanannya


"Jika kau memiliki penyakit rabies, aku yakin orang yang kau gigit itu sudah pergi meninggalkan dunia ini" ucap cha young sambil memukulku lagi hingga beberapa


"Aaakk...apeudayo!*(sakit tau!)"


"Berhenti memukulku hong cha young!"


"Aku punya alasan kenapa aku menggigit jarinya"


"Ia telah melakukan tindakan pelecehan seksual padaku" ucapku dan membuat cha young berhenti memukulku


"Mwo??*(apa??) Pelecehan seksual?" Tanya cha young


"Mmm!! saat aku mengantarkan pesanan makanan dan minuman ke ruangan vip, pria itu tiba-tiba menarikku dan memelukku"


"Serta hal yang lebih gilanya lagi"


"Ia bahkan ******* bibirku"


"Aisshh....dasar bajing*n sialan!"


"Mengingat kejadian kemarin  membuatku mual weekk..." ucapku sambil menjulurkan lidah karena merasa jijik


"Kim hye jin" panggil cha young tiba-tiba dengan nada serius


"Apa kau tidak merasa sedih dan ingin menangis saat menceritakan ulang kejadian itu padaku?" Tanya cha young tiba-tiba


"Bicara apa kau? Tentu saja aku merasa sedih, marah dan kesal karena mendapat perlakuan seperti itu..."


"Menangislah jika kau merasa sedih kim hye jin" ucap cha young


"Nne?*(ya?)" Tanyaku


"Jika kau merasa sedih maka menangislah"


"Orang normal pada umumnya saat menceritakan dirinya mendapatkan perlakuan pelecehan seksual seperti itu pada orang lain, pasti akan merasa sedih dan menangis dengan keras"


"Tapi ku lihat kau justru terlihat lebih tegar" ucap cha young


"Gwaenchana* (tidak apa) jika kau menangis di hadapanku, justru itu adalah hal yang wajar"


"Melihatmu menceritakan kejadian tidak menyenangkan yang terjadi padamu tadi malam dan kau bisa menceritakannya dengan lancar seperti ini, justru semakin membuatku khawatir pada kesehatan mentalmu" ucap cha young


"Ku harap aku bisa menangis seperti orang lain pada umumnya, tapi kau tahu tentang masalah kelainan emosional pada diriku"


"Karena aku pernah menjalani titik terlemah dalam kehidupanku saat aku berada di dalam penjara chicago, aku memutuskan untuk membuang air mataku yang tidak berguna"


"Tidak ada waktu untuk menangis, justru orang lain akan memandangku sangat lemah dan menjadi incaran mereka"


"Aku hanya berpikir bagaimana caranya untuk bertahan hidup di sana tanpa harus terganggu oleh narapidana lainnya"


"Aku pun tidak menyangka bahwa diriku mampu melewati semua mimpi buruk itu dan menjalani kehidupan hingga sampai saat ini"


"Tapi...kenangan buruk tentang penjara di sana sulit sekali untuk ku lupakan, rasa ketakutan dan kekhawatiranku amat tinggi hingga aku menjadi seperti ini"


"Alam bawah sadarku tidak memperbolehkanku untuk menangis dan meluapkan kesedihanku selama ini"


"seberusaha apapun diriku, aku tidak bisa mengeluarkan air mataku lagi"


"Tapi sebagai gantinya karena aku tidak bisa menangis, aku pasti akan mengalami mimpi buruk berulang kali"


"Oleh sebab itu, aku harus segera mendapat pekerjaan untuk membayar dan menjalani therapi kesehatan mental diriku"


"Tapi...kau tahu kan cha young-aa aku tidak memiliki banyak uang untuk saat ini.."


"Aku hanya bergantung pada obat penenang itu saat serangan panikku kambuh dan untuk itulah aku bertemu denganmu di sin.."


"Huwaaa...." teriak cha young menangis dan memelukku


"Kenapa nasib sahabatku menjadi buruk seperti ini huhuhu..." ucap cha young sambil menangis


"Hye jin-aa jika kau tidak bisa menangis, biarkan aku yang mewakilimu untuk menangis"


"Ku harap kau bisa membagi rasa sakitmu itu pada sahabatmu ini kim hye jin.."


"Hiks...hiks.."


"Sebagai sahabatmu aku tidak bisa membantumu banyak, seandainya aku bisa membiayaimu untuk menjalani therapi, kau tidak mungkin menderita seperti ini"


"Apa yang kau katakan cha young?"


"Kau sudah banyak membantuku dan aku tidak ingin merepotkanmu lebih dari ini"


"Aku tahu kau juga membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutang keluargamu pada lintah darat itu"


"Dan aku sangat tahu betapa besarnya jumlah hutang keluargamu yang sudah menumpuk akibat ayahmu, lalu kini kau harus menanggungnya"


"Aku justru sangat beruntung memilikimu sebagai sahabatku. jika tidak, aku tidak tahu lagi harus bergantung pada siapa" ucapku


"Ani*(tidak) aku akan selalu membantumu hingga akhir hayatku" ucap cha young


"Kebaikanmu dan keluargamu padaku selama ini tidak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun"


"Jika bukan karena kau dan keluargamu, mungkin aku tidak bisa hidup seperti ini hingga sekarang"


"Keluargamu adalah malaikat penyelamatku dari kekejaman ayahku yang merupakan pemabuk berat dan penjudi serta  lintah darat itu"


"Jika pada hari itu kau tidak masuk ke dalam perkarangan rumahku untuk mengambil bola kasti lalu melapor dan memaksa ayahmu untuk ke rumahku karena ada hal yang aneh mungkin kebakaran itu tidak dapat di hindari dan aku akan mati di dalam rumah itu bersama ibuku" ucap cha young menceritakan masa lalu kelamnya


Aku dan cha young adalah teman masa kecil. Kami lahir dan hidup di pulau yang sama hingga aku SMA sebelum aku memutuskan untuk mengambil beasiswa ke chicago


Ayah cha young yang kini sekarang berada di dalam penjara untuk selamanya, dulunya adalah seorang penjudi dan pemabuk berat


Ibu cha young sering kali menjadi pelampiasan kemarahannya saat ayah cha young kalah dalam bermain judi


Suatu hari ayah cha young meminjam uang di lintah darat dalam jumlah yang sangat besar lalu menjadikan rumah serta keluarga sebagai jaminannya


Ayah cha young menggunakan uang pinjaman itu untuk bermain judi dan pada akhirnya kalah


Karena ayah cha young tahu resiko yang akan di tanggung jika harus berhadapan dengan lintah darat, ia berniat untuk membunuh seluruh keluarganya menggunakan briket batu bara lalu berniat bunuh diri dengan cara membakar dirinya beserta rumah dan isi-isinya

__ADS_1


Ibu cha young sudah pingsan lebih dulu karena ayah cha young memukulnya secara membabi-buta. sedangkan cha young dan kaka laki-lakinya sudah diberi obat tidur oleh ayahnya agar tidak terlalu berisik dan mengundang perhatian tetangga sekitar


Dan kebetulan saat itu, aku sedang bermain bola kasti dengan anak tetangga lainnya hingga tidak sengaja saat temanku memukul bola itu dan aku mengejar bola itu hingga masuk ke dalam pekarangan rumah cha young


Aku tahu ayah cha young sangatlah galak, ia tidak ramah terhadap anak kecil ataupun tetangga sekitar. oleh sebab itu aku diam-diam memanjat tembok rumah cha young untuk mengambil bola kasti tersebut


Namun aku melihat kebulan asap yang sudah memenuhi ruangan tamu rumah cha young


Tanpa berpikir lama lagi, aku segera berlari pulang ke rumah dan memaksa ayahku untuk ke rumah cha young karena aku tidak bisa membuka pintu rumah cha young dari luar


Awalnya ayahku tidak ingin mengikutiku karena restoran sedang ramai, tapi aku yang pada saat itu masih duduk di kelas 2  sekolah dasar terus menerus merengek dan meminta ayahku untuk mengecek rumah cha young


Untungnya ayahku yang mulai kesal karena sikapku yang menyebalkan, pada akhirnya menuruti keinginanku dan menuju rumah cha young


Pada saat sampai di sana, tidak hanya kebulan asap saja yang mulai memenuhi isi rumah cha young, melainkan lahapan jago merah mulai menerangi sebagian rumah cha young


Ayahku segera berteriak dan para tetangga yang mendengar teriakan ayahku segera berlari dan masuk ke dalam rumah cha young untuk menghentikan lahapan api menjadi lebih besar


Untungnya lahapan api tidak menyebar ke seluruh rumah cha young, semua anggota keluarga cha young selamat, namun 3 hari kemudian, kaka laki-laki cha young meninggal dunia karena infeksi paru-paru yang berasal dari asap briket


Tentu saja ayah cha young masuk ke dalam penjara atas tuduhan percobaan menghilangkan nyawa seseorang, sedangkan ibu cha young?


Ia telah dijadikan jaminan lintah darat oleh suaminya sendiri dan harus membayar hutang-hutang suaminya dengan cara menjual dirinya ke para lintah darat


Namun ibu cha young memohon pada lintah darat itu untuk tidak membawa cha young bersama dirinya.


Tentu saja hal itu di tolak mentah-mentah oleh para lintah darat kecuali ibu cha young memiliki uang jaminan untuk menukar cha young


Aku melihat cha young terlihat sangat terpukul dan sedih karena kaka laki-laki kesayangannya sudah tiada ditambah harus melihat ibunya dipukuli dan dirinya dibawa paksa oleh lintah darat tentu saja hal itu membuat cha young menangis terus menerus


Dengan polosnya aku meminta ayah dan ibuku untuk merawat cha young bersama diriku


Awalnya ayah dan ibuku menolak, namun aku terus merengek pada kedua orang tuaku dan mogok makan jika cha young tidak diizinkan tinggal bersamaku


Memang betul kasih sayang kedua orang tua sangat amatlah besar pada anaknya, meskipun itu adalah hal yang konyol, mereka akan berusaha untuk memenuhi keinginan anaknya


Akhirnya kedua orang tuaku memberikan uang jaminan pada lintah darat agar cha young tetap bersamaku. ibu cha young sangat berterima kasih pada ayah dan ibuku lalu menitipkan putri semata wayangnya kepada keluargaku


Saat itulah kami seperti saudara kandung yang saling melindungi satu sama lain


Semakin beranjak dewasa aku semakin paham, kenapa keluargaku hidup dalam kemiskinan


Itu karena sebagian besar harta ayah dan ibuku diberikan pada lintah darat untuk melindungi cha young


Tapi anehnya aku tidak membenci cha young sama sekali, begitu juga dengan ayah dan ibuku


Orang tuaku menyayangi cha young seperti putrinya sendiri


Saat ibu cha young kembali ke pulau hangan untuk bertemu dengan putrinya yang sudah mulai beranjak dewasa dan cha young juga sudah bisa menghasilkan uang sendiri, ibu cha young meminta pada keluargaku untuk berhenti membiayai para rentenir dan membiarkan mereka berdua yang menanggung kembali beban berat yang harus ditanggung oleh keluargaku


Tentu saja hal itu membuat ayah dan ibuku sangat lega meskipun mereka tidak pernah mengeluh sama sekali di hadapanku dan cha young selama ini


Begitulah kisah kehidupanku dengan sahabat masa kecilku cha young selama ini


Cha young berada di pihakku dan tidak memberitahu ibu dan ayahku tentang kesehatan mentalku yang sedang tidak sehat saat ini


Karena cha young tahu, hal itu akan membuat orang tuaku merasa sedih dan justru akan membuat kesehatan kedua orang tuaku semakin menurun karena terlalu sedih memikirkan putri kesayangannya


"Sudah berhentilah menangis dan menceritakan masa lalu kecilmu yang kelam, bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membahas masa kecilmu lagi?" ucapku pada cha young


"Hem...kau benar hye jin, kita sudah sepakat untuk tidak membahas masa lalu kecilku" ucap cha young


"Tapi....mengingat masa lalu bukanlah sesuatu hal yang buruk meskipun hal itu adalah sesuatu yang kelam sekalipun"


"Karena masa lalu merupakan bagian kisah kehidupan dari kita dan karenanyalah, kita menjadi seseorang yang kuat" ucap cha young


"Hemm....kau benar cha young" ucapku singkat


"Tapi... manusia tidak akan menjadi seseorang yang kuat jika tidak menyelesaikan masa lalu dan berdamai dengannya" ucap cha young lagi


"Kim hye jin. Ku rasa kau tidak akan menjadi seseorang yang kuat jika terus menghindari masa lalumu yang belum tuntas" ucap cha young


"Sebagai sahabat yang sudah kau anggap menjadi saudaramu, aku hanya bisa memberikan saran padamu, tapi semua keputusan ada di tanganmu"


"Kembalilah ke chicago dan selesaikan masa lalumu yang belum tuntas, temui pria itu dan bicara dengannya apa sebenarnya yang kau inginkan dari dalam dirimu yang paling dalam"


"Aku yakin kau paham siapa pria yang aku maksud"


"Sudah ku katakan padamu berulang kali, aku tidak akan pernah menemuinya lagi karena aku ingin menghapus semua tentang dirinya dari kehidupanku" ucapku pada cha young


"Jika kau ingin menghapus pria itu dari kehidupanmu dan tidak ingin menemuinya lagi, kau tidak akan mengalami penderitaan ini kim hye jin"


"Mungkin kau mengatakan padaku bahwa kau ingin menghapus pria itu dari kehidupanmu tapi nyatanya alam bawah sadarmu belum mengizinkannya"


"Cobalah jujur pada dirimu sendiri kim hye jin"


"Selama kau masih berhalusinasi melihat pria itu, itu artinya kau masih ingin menemuinya dan ingin bicara dengannya"


"Jika hal itu terjadi lagi, katakanlah apa yang ingin kau katakan meskipun sebenarnya seseorang itu bukanlah pria aslinya melainkan hanya halusinasimu saja"


"Ingat jangan buang kesempatan itu, siapa tahu rasa sakit di hatimu bisa kau keluarkan meskipun hanya sedikit, setidaknya itu membantumu tanpa harus pergi ke chicago jika kau tidak berminat menemuinya secara langsung"


"Yah...ku rasa seperti itu konsep dari therapi hipnotis, menampilkan sosok seseorang yang ingin kau panggil dari alam bawah sadarmu lalu mengatakan perasaanmu" ucap cha young sambil mengusap air matanya


"Jadi dengan kata lain, kau berharap aku mengalami halusinasi begitu?" Tanyaku meyakinkan cha young


"Ya... tidak juga sih, cara yang aman adalah melalui therapi hipnotis, jika kau masih berhalusinasi, aku takut kau akan menjadi wanita gila sungguhan" ucap cha young


"Tidak akan.. selama obat penenang itu masih berada di dekatku ketika serangan panikku kambuh"


"Kim hye jin sebenarnya aku tidak ingin memberikanmu obat ini, tapi...jika aku tidak memberikannya padamu, justru akan berakibat fatal bagimu"


"Bisa saja kau makin hilang kendali serta yang paling parah kau tidak bisa membedakan antara kenyataan atau bukan"


"Jika itu terjadi, aku harus memaksamu menjalani perawatan di rumah sakit jiwa apapun yang terjadi" 


"Berhentilah membuatku semakin takut dengan diriku, cha young-aa"


"Untuk masalah biaya kau tidak usah memikirkannya ya? Aku bahkan sangggup bekerja di rumah sakit ini seumur hidupku sampai tua nanti"  ucap cha young lagi


"Aish....hentikan bicara seperti itu cha young-aa"


"Aku tahu impianmu adalah ingin tinggal di pulau hangan bersama ibumu karena sudah lama berpisah dan menjadi perawat klinik di sana"


"Bekerjalah dan kumpulkan uang untuk membayar hutang-hutangmu lalu kembali ke pulau hangan, kau tidak perlu memikirkan diriku"


"bagaimana mungkin aku tidak memikirkanmu hye jin-aa"


"Haah...dunia ini memang sangat tidak adil, kenapa gadis baik sepertimu menjalani kehidupan seperti ini?"


"Dan karena pasangan suami istri yang gila itu, masa depanmu yang tadinya cemerlang, kini berubah menjadi suram seperti ini"


"Jika aku diberi kesempatan untuk bertemu dengannya, aku akan menghajar mereka berdua hingga babak belur" ucap cha young sambil mengepalkan tangan


"Apa kau ingin menjadi gadis preman? Kau itu seorang perawat bagaimana mungkin kau ingin menghajar orang lain?"


"Jangan-jangan kau menghajar pasien bandel yang tidak mau menuruti kata-kata dokter?" Sindirku


"Tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi! Memangnya kau pikir aku perawat gila apa?" Ucap cha young


"O..kau perawat gila, barusan saja kau memukulku dengan keras" ucapku


"Isshh....Kau bukan pasienku kim hye jin, kecuali jika kau mau menjalani perawatan, aku tidak akan memukulimu" ucap cha young sinis


"Omong-omong dari mana kau mendapat syal rajutan bagus seperti ini?" Tanya cha young


"Ahh...ini?" Tanyaku ulang


"Ini pemberian dari nenek asing penjual kembang api yang ku temui di jalan saat kemarin berencana ingin menemuimu" ucapku menceritakan pertemuanku dengan nenek penjual kembang api ke cha young


"Haaa....jadi ini yang membuatmu mendadak jadi gadis gelandangan selama beberapa hari ini?" Seru cha young


"Harusnya kau menginap di rumahku meskipun rumahku semi basemant" ucap cha young


"Tidak. Aku tidak ingin menginap di rumahmu, rumahmu terlalu kecil, aku takut kau tidak nyaman saat aku berada di rumahmu"


"Cha young-aa kenapa kau tidak pindah ke rumah atap? Itu lebih baik dibandingkan dengan rumah semi basemant" ucapku


"Haah...aku tahu rumah semi basemant itu tidak membuatku nyaman, terkadang aroma busuk datang dari luar, belum lagi ada orang mabuk yang buang air kecil sembarangan karena keliru mengira itu adalah selokan"


"Dua hari yang lalu aku telah memberikan hampir seluruh uang gajiku bulan ini ke lintah darat itu agar bunganya tidak semakin bertambah setiap hari jika aku telat membayar"


"Aku harus menghemat uang bulan ini agar aku bisa makan" ucap cha young


"seandainya saja aku memiliki uang segunung, mungkin aku tidak akan mengeluh seperti ini" ucap cha young


"Berhentilah mengkhayal dan bekerja keraslah selama kau masih muda"


"Kau pikir kebahagiaan hanya dari uang saja?" Tanyaku


"Banyak orang kaya di luar sana yang tidak mendapatkan kebahagiaan meskipun harta kekayaan mereka sangat banyak" ucapku pada cha young


"Benarkah?? Tapi...salah satu cara mendapat kebahagiaan adalah tidak memusingkan masalah uang"


"Aku merasa kebahagiaanku adalah memiliki uang yang sangat banyak, dengan begitu masalahku telah selesai"


"Aku bisa bertemu dengan ibuku dan tinggal bersama dirinya, mengabdi pada ibuku yang selama ini belum pernah aku lakukan"


"Makan bersama dengannya di satu meja, membersihkan rumah bersama, piknik bersama dan mengobrol dengan ibuku di depan televisi"


"Masih banyak yang ingin ku lakukan dengan ibuku. Aku hanya ingin melakukan hal-hal yang tidak bisa ku lakukan saat ibu pergi meninggalkanku" 


"Cha young-aa" panggilku


"Kenapa takdir kita berdua sangat tidak baik kim hye jin? Apakah kesialan akan datang terus menerus mengikuti sepanjang hidup kita?" Ucap cha young sambil menangis dan ia memelukku


Cha young menangis dalam pelukanku dan aku hanya bisa menepuk-nepuk pelan punggungnya


"Hye jin-aa"


"Mmm?" Jawabku


"Sudah berapa hari kau tidak mandi?" Tanya cha young tiba-tiba


"Ku rasa...sejak kemarin pagi" ucapku


Seketika cha young mendorongku dan menutup hidungnya


"Yya?!!*(hei!!) Kenapa kau sangat jorok kim hye jin?" Tanya cha young


"Bagaimana aku bisa mandi?!" Seruku


"Semalaman aku berada di dalam sel, sedangkan kemarin siang aku bekerja part time menjadi badut dengan memakai kostum hewan panda yang sangat panas menggunakan pakaian ini"


"Setelah itu kau meneleponku dan menungguku di taman ini. Mana mungkin aku sempat melaundry pakaianku?" Ucapku menjelaskan ke cha young


"Ouuhh...aroma busuk ini sangat mengganggu hidungku" ucap cha young sambil mengambil parfum dari dalam tasnya dan menyemprotkannya padaku


"Lagi..."


"Semprotkan yang banyak" ucapku pada cha young


"Sudah kan tidak bau lagi?" Tanyaku


"Yah...lumayan, aroma busuk dari tubuhmu sudah mulai menghilang" ucap cha young sambil mengendus-endus pakaianku


"Pulanglah! Aku yakin orang tuamu pasti mengkhawatirkan dirimu" ucap cha young


"Mmm...aku berencana kembali ke rumah hari ini" balasku


"Baiklah kabari aku jika kau sudah tiba di rumah" ucap cha young lagi

__ADS_1


Aku dan cha young saling berpelukan beberapa menit sebelum aku pergi meninggalkan cha young di taman itu dan berniat menuju pulau hangan hari ini


Aku berjalan menuju halte dengan memakan waktu kurang lebih 20 menit dari taman kota


Sedangkan cha young sudah kembali beraktivitas di rumah sakit


Aku berjalan sambil melihat beberapa pesan masuk dan notif yang belum sempat ku lihat karena semalaman handphoneku di sita oleh petugas jae sebagai barang bukti atas tuduhan penganiayaan


Aku melihat panggilan tidak terjawab dari hajung sebanyak 4 kali berturut-turut dan menanyakan kabarku


Lalu beberapa menit kemudian aku melihat pesan dari hajung yang menanyakan keberadaanku di mana dan kenapa aku tidak mengangkat teleponnya


Ia memintaku untuk membalas pesannya jika aku sudah membaca pesan darinya


Aku pun tersenyum tipis dan mengirim pesan ke hajung dan mengatakan diriku baik-baik saja dan saat ini aku sedang di seoul karena ada beberapa urusan


Aku melihat tanda pesanku sudah terkirim ke hajung namun ia belum membalas pesanku


Wajar saja hajung tidak membalas pesanku karena perbedaan waktu antara seoul dan chicago. ku rasa saat ini di chicago sedang memasuki waktu dini hari dan aku yakin hajung sudah tertidur di sana


Aku melanjutkan pesanku ke hajung untuk tidak mengkhawatirkan diriku di sini, aku mengatakan padanya bahwa hidupku baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun dalam hidupku


Aku pun mengingatkan dirinya untuk tidak lupa makan dan menjaga kesehatan dirinya di tengah kesibukannya yang kini sudah menjabat sebagai CEO perusahaan


Ku rasa ini yang terbaik untuk hajung, aku tidak ingin mengatakan dengan jujur keadaan diriku saat ini


Aku yakin ia pasti akan sangat mengkhawatirkan diriku ketika ia tahu bahwa kesehatan mentalku semakin lama semakin buruk seiring berjalannya waktu dan akan melakukan cara apapun untuk menyembuhkan diriku


Oleh karena itu aku tidak akan mengatakan pada dirinya tentang keadaan diriku yang sebenarnya


Ia baru saja menjalani kehidupan normal sebagai dirinya sendiri


Hajung telah menjalani kehidupannya yang berat selama ini dan setelah dong il mendapatkan balasan atas perbuatan jahatnya, hajung dan keluarganya bisa bernafas lega dan hidup bahagia


Aku tidak ingin merusak kebahagiaan hajung dan keluarganya serta impiannya selama ini karena diriku.


Semua sudah berada di tempat yang seharusnya


Akan sangat disayangkan jika hajung yang merupakan berlian harus bersamaku yang hanya sebuah batu kerikil


Aku yakin seiring bejalannya waktu hajung akan melupakan diriku dan mencari pujaan hatinya yang setara dengan dirinya


Sedangkan tempatku yang hanya batu kerikil tentu saja kembali ke tempat asalnya


Tidak mungkin batu kerikil sepertiku bisa dipandang dengan indah layaknya berlian


Begitulah yang ku pikirkan saat memutuskan kembali ke pulau hangan dan meminta tolong pada hajung untuk membiayai perjalananku dari chicago ke korea


Semuanya begitu mendadak, bahkan  aku pun tidak berpamitan pada emma dan teman-teman kampusku yang lainnya


Aku meninggalkan chicago layaknya gumpalan asap yang cepat menghilang karena tiupan angin, aku meminta hajung untuk menyembunyikan kepergian diriku dari siapapun kecuali emma jika ia menanyakan keberadaan diriku


Aku menghela nafas setelah selesai membalas pesan hajung dan berdiri di depan zebra cross menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki


Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, masih belum banyak kendaraan berlalu lalang, namun nampak aktivitas beberapa pejalan kaki yang ingin  mengejar bus atau kereta pagi agar mereka tidak terlalu berdesakkan saat menaiki kendaraan umum tersebut


Namun, salahnya dari beberapa pejalan kaki adalah ketika lampu penanda jalan belum sempurna berubah warna hijau, mereka sudah berjalan melangkah ke depan zebra cross


Hingga di saat aku sedang menunduk menatap layar handphoneku tiba-tiba terdengar suara yang keras seperti menabrak sesuatu dan seketika seseorang sudah berada di bawah kakiku dalam keadaan yang mengenaskan


Warna darah merah segar mengalir dari kening wanita tersebut dan mencoba menggapai pergelangan kakiku yang sedang mematung


"To-tolong a...ku" ucapnya dengan sangat pelan dan hampir tidak ada tenaga sama sekali


Sesaat wanita korban kecelakaan itu berhasil memegang pergelangan kaki kananku menggunakan tangannya yang sudah berlumuran darah


Aku hanya bisa berdiri bagaikan patung dan menghiraukan teriakan orang-orang yang mulai panik dan shock melihat tragedi kecelakaan saat ini


Mataku dengan korban kecelakaan itu saling bertemu dan anehnya wajah wanita itu seketika berubah menjadi diriku


Kini dalam pandanganku, wanita yang mengenaskan itu adalah diriku dan suara wanita gila yang pernah satu sel denganku mulai terngiang di indera pendengarku


"Sudah ku bilang kan, aku akan membuatmu tewas mengenaskan berlumuran darah seperti ini"


Aku terkejut dan menarik kakiku dengan kuat lalu mundur perlahan


Orang-orang mulai memandangiku dengan tatapan aneh karena memperlakukan korban kecelakaan seperti itu


Hal itu justru membuatku semakin terintimidasi dan memicu serangan panikku kambuh


Aku segera menjauh dari kerumunan itu dan di detik-detik sebelum gangguan kecemasan menyerang diriku, aku segera mencari obat penenang yang diberikan cha young tadi pagi di dalam tasku


Setelah mendapatkan botol obat penenang itu, dengan tangan gemetar dan dada yang terasa sesak, aku mencoba membuka tutup botol obat itu dengan sangat perjuangan


Namun naas, seseorang yang tidak bertanggung jawab berlari menabrak bahuku  dengan keras karena ingin melihat kecelakaan yang terjadi sehingga membuat obat penenangku jatuh berserakan di jalan


Aku yang melihatnya semakin panik dan keringat dinginku mulai berjatuhan


"Aahh....ania*(tidak)" ucapku dan seketika tubuhku jatuh dan duduk di jalan tempat lalu lalang pejalan kaki


Biasanya tempat ini selalu ramai orang-orang pejalan kaki, namun karena terjadi kecelakaan, orang-orang mengerumuni tempat itu dan tidak ada yang menyadari diriku sedang dalam keadaan sekarat


Dadaku semakin terasa sesak dan sulit sekali untuk bernafas, aku berusaha untuk memungut obat penenang yang sudah tercecer


Namun nyeri di dadaku sangat menyakitkan hingga reflek membuat tangan kananku memegangi dada


Haah...


Haah....


Siapapun ku mohon tolong aku


Aku sungguh tidak bisa bernafas


Apakah aku akan mati seperti yang dikatakan wanita gila itu?


Haah...


Haah..


"...ada apa denganmu!!"


Suara itu??


Suara yang terdengar familiar di telingaku


Suara yang terus menerus membayangi diriku


Tiba-tiba seseorang memegang bahuku dan membaringkan punggungku di lengannya yang besar


Ia mencoba membuatku untuk tetap sadar dengan cara mengguncang-guncangkan tubuhku dan memukul-mukul pipiku dengan sedikit keras


"Dengarkan aku!"


Orang itu?


Haa...


Kim hye jin


Ku rasa kau harus berada di rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan karena aku mulai berhalusinasi membayangkan sosok orang yang ku bicarakan dengan cha young tadi pagi


Bahkan di saat keadaanku yang sekarat seperti ini, justru wajah dia lah yang ada diingatanku dan membayangkan orang lain yang sedang membantuku saat ini memiliki wajah yang sama seperti dirinya


"Bernafaslah"


"Berusahalah untuk tetap bernafas"


"Tarik nafas dari hidung..." ucap orang yang menolongku dan aku mulai mengikutinya


"Keluarkan dari mulut" lanjut pria itu


"Bagus!"


"Lakukan lagi, ku mohon" ucapnya dan mengulang lagi cara mengambil nafas dalam-dalan dan mengeluarkannya


"Bagus"


"Kau bisa" ucapnya sambil tersenyum


Anehnya wajah seseorang yang membuatku terus berhalusinasi justru membuatku tenang dan sedikit demi sedikit serangan kepanikanku mulai mereda


Aku mulai membiarkan alam bawah sadarku yang mengambil alih tubuhku saat ini


Sesaat setelah nafasku mulai berangsur-angsur pulih, tubuhku mengalami efek samping yaitu kelelahan hingga membuat seluruh tubuhku lemas


"Neo gwaenchana?*(kau tidak apa-apa?)" Tanya pria yang mirip dengan sosok seseorang yang membuatku berhalusinasi saat ini


"Ahjussi*(paman)" panggilku


"Mianhae*(maaf)"


"Karena aku tidak bisa melihat wajah aslimu karena aku sedang mengalami halusinasi" ucapku perlahan


Sesaat pria yang sedang menolongku terdiam


"Apa kau ingin ku antar ke rumah sakit?" Tanya pria itu


"Ania ahjussi*(tidak paman)"


"Haa....aku tidak memiliki uang dan tidak bisa membayar biaya rumah sakit"


"Aku..."


"Haah....hanya bergantung pada obat penenang itu untuk mengatasi penyakit mental yang ku derita selama ini"


"Tapi...." ucapku sambil mengatur nafasku agar tidak terasa sesak kembali


"Sialnya obat itu tumpah semuanya dan aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli lagi obat tersebut"


"Dan sekarang aku mengalami halusinasi dan membayangkan wajah pria yang telah membuatku seperti ini"


"Apakah aku benar-benar sudah gila paman?"


"Pria itu sangat melekat di dalam ingatanku dan bahkan membuatku mimpi buruk karena perbuatannya yang telah membuangku ke dalam jurang neraka yang paling dalam huhuhu...."


Aku tidak menyangka bahwa saat ini aku mengeluarkan air mataku yang selama ini tidak pernah ku keluarkan selama satu tahun belakangan ini


Begitu ampuhnya kekuatan air mataku hingga tanpa sadar aku mengeluarkan semua rasa sakit hati yang ku pendam terucap dengan paman asing yang telah membantuku


"Kenapa ia tega membuangku pada saat itu?"


"Kenapa??"


"Kenapa ia mengingkari janjinya padaku yang katanya akan selalu melindungiku dari segala apapun"


".....hatiku terlalu sakit hingga membuatku kembali ke korea dan menjalani kehidupanku sebagai pecundang"


"Hidupku hancur karena dirinya, paman"


"Mimpi buruk tentang kehidupanku selama di jurang neraka itu membuatku sangat tersiksa dan depresi..."


"Aku ingin mengakhiri kehidupanku dan lenyap dari dunia ini agar penderitaanku berakhir"


"Berulang kali aku memiliki niat untuk mengakhiri hidupku namun...."


"Aku terlalu takut dewa tidak akan mengampuni semua dosaku jika aku melakukan perbuatan konyol itu huhuhu...."


"Mianhae ahjussi, mian* (maafkan aku paman, maaf) membuat harimu sial karena bertemu dengan wanita gila sepertiku hiks" ucapku sambil menangis dan memeluk ahjussi*(paman) itu


Aku menangis entah sudah berapa lama dan setelah itu aku tidak mengingat apa-apa lagi

__ADS_1


__ADS_2