Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Kotak bekal buat Radit


__ADS_3

Fabian dan Alena keluar dari ruangannya untuk makan siang,


"Kamu gak makan siang?" tanya Fabian


"Saya sudah delivery order Pak," balas Mikha


"Oh."


Bian berlalu meninggalkan Mikha


"Ngapain sih tanya-tanya?" gerutu Alena,


"Dia karyawan aku sayang,"


"Yang terakhir, awas ya jangan lagi tanya-tanya! nanti dia ke ge-er ran" larang Alena mengerucutkan bibirnya.


"Iya-iya tenang aja."


Kurir pengantar makanan itu berpapasan dengan Bian dan Alena.


Makanan telah keterima,


"Makash ya, kembaliannya ambil saja." ucap Mikha


"Sama-sama bu, terimakasih juga," balas kurir dan meninggalkan Mikha, Mikha pun langsung memakan makanan yang di pesannya.


Hari mulai gelap, matahari sudah bersembunyi jam kerja sudah habis, hujanpun tak kunjung reda, semua karyawan satu persatu sudah pulang. Mikha yang sedari tadi membuat schedule untuk seminggu kedepan baru saja beres, Bosnya sejak makan siang tak kembali lagi. Mikha segera membereskan dokumennya dan bergegas keluar takut Radit telah menunggu.


Dan ternyata benar, mobil ferarri California T yang harganya miliaran milik Radit itu telah terparkir tepat di depan pintu kantor. Radit turun dari mobilnya


"Ayo!" ajak Radit sambil membukakan pintu mobil untuk Mikha dan Mikha masuk ke dalam mobil.


Karena hujan Radit sedikit berlari memutari mobil lalu masuk dan duduk di belakang kemudi.


"Terima kasih Pak Radit," ucap Mikha tersenyum


Mikha merasa tidak enak baju Radit sedikit basah, ia mengenakan kemeja putih bagian tangannya di gulung rafi terlihat lebih santai. Tiba-tiba Radit mencondongkan tubuhnya ke tubuh Mikha, sekian detik pandangan mereka beradu, Mikha terdiam kaku ketika wajah Radit semakin mendekati wajahnya, hembusan nafasnya terasa lembut, Mikha menelan salivanya aroma mint dari mulut Radit membuat Mikha seketika memejamkan mata sekedar menikmati wanginya, sementara itu tangan Radit memasang salt beltnya,


"Biar aman," ucap Radit tersenyum dan Mikha buru-buru membuka mata.


Mikha tersenyum kaku, wajahnya memerah seperti kepiting rebus betapa malunya dia dan Mikha segera memalingkan wajahnya ke luar jendela.


"Ya ampun Radit aku sudah berpikiran negatif sama kamu," batin Mikha.


"Mau langsung pulang?" tanya Radit menoleh ke arah Mikha

__ADS_1


"Iya," jawab Mikha tersenyum


"Ya udah yuk." Radit menginjak pedas gasnya dan menuju ke rumah Mikha.


"Kamu udah makan?" tanya Radit mengawali obrolan sepanjang jalan.


"Saya tadi siang makan,"


"Kamu jangan kaku gitu! kita tidak sedang bekerja,"


"Maaf," Mikha tersenyum


"Mau makan dulu gak? atau beli makanan buat nanti kamu makan malam?"


"Gak usah, lain kali saja" tolak Mikha ramah


"Kamu lapar ya?" tanya Mikha


"Enggak," jawab Radit.


"Kita langsung pulang aja ya!"


"Iya ini kan mau pulang hehehe," ucap Radit


"O iya hehehe,"


"Jam setengah delapanan,"


"aku jemput ya?"


"Aku takut ngerepotin," ucap Mikha seraya menatap Radit


"Enggak lah, orang aku yang mau kok."


"Ya udah,"


Mobil Radit terhenti


"Udah sampai,"


"Eh iya, makasih ya."


"Iya sama-sama,"


"Hati-hati ya!"

__ADS_1


Mikha keluar dan menutup kembali pintu mobilnya, membungkuk menatap Radit yang berada dalam mobil melambaikan tangannya dan tersenyum "Daaah...,"


"Daaah..." balas Radit seraya melambaikan tangan dan segera menginjak pedal gasnya.


Mikha masuk ke dalam rumahnya dan segera membersihkan diri, tak lupa setelahnya Mikha masuk ke dapur untuk makan dan memotong sayuran juga lauk yang akan di masak besok pagi. Mikha berencana membuatkan Radit bekal untuk makan siangnya, hitung-hitung balas budi Radit yang telah mengantarkannya.


"Hari ini dan esok aku gak keluar ongkos, jadi jatah ongkos aku mau buatkan bekal untuk Radit," batin Mikha seraya senyum-senyum sendiri ngebayangin wajah Radit seandainya Mikha membayar ongkos dalam bentuk uang ke Radit.


Setelah beres makan, mempersiapkan bahan-bahan buat besok dan telah selesai dengan segala aktifitasnya Mikha meregangkan tangannya dan kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Sepertinya aku harus tidur lebih awal,"


gumam Mikha menjatuhkan badannya di atas kasur king size seraya mematikan lampu dan menarik selimutnya.


*******


Mikha selalu bangun ketika langit masih gelap gulita dan sebelum mentari muncul menerangi semesta, keheningan di pagi hari memberikan kedamaian di hati Mikhayla.


Sebelum berangkat ke kantor seperti biasa rutinitas di dalam dapur menjadi aktifitas favoritnya,Mikha memakai celemeknya bersiap untuk memasak tumis buncis wortel dan ayam kecap spesial ala Mikha.


Mikha menata rafi hasil masakannya dalam dua kotak bekal dan memasukannya ke dalam papper bag yang berbeda tak lupa Mikha menambahkan buah-buahan yang telah di potong-potong ke dalam kotak makan yang berbeda.


Setelah semuanya beres Mikha bergegas mandi dan bersiap-siap hari ini Mikha mengenakan atasan kemeja lengan panjang warna merah, kerah tinggi tali pita di pinggir yang membungkus leher jenjangnya, kemeja yang di masukan ke dalam rok span hitam selutut juga sepatu heegh hels hitam tinggi 8 cm, tas dengan warna senada dan seperti biasa rambut tebal coklatnya selalu di kuncir kuda semakin menambah kesempurnaan penampilannya pagi ini.


Tin... Tin... Tin (suara klakson mobil Radit)


"Radit sangat tepat waktu," batin Mikha seraya melihat jam yang melingkar di tangan kanannya.


Mikha segera keluar dari rumah dan menguncinya kembali, bergegas menghampiri mobil Radit dengan dua papper bag di tangan kanan dan tas miliknya di tangan kiri, Mikha terlihat seperti Mama muda yang sibuk bekerja dan menyiapkan bekal untuk Anaknya. Radit segera turun dari mobil dan membuka pintunya untuk Mikha.


"Terima kasih," ucap Mikha tersenyum dan segera masuk.


Radit memutari mobil dan segera duduk di balik kemudi lalu mnginjak pedal gasnya.


"Kamu bawa apa? terlihat repot, apa hari ini akan lembur?" tanya Radit terlihat khawatir mengawali pembicaraan.


"Ini papper bag isinya kotak bekal, satu buat kamu dan satu nya lagi buat aku," jawab Mikha tersenyum.


"Buat aku?" tanya nya dengan mengarahkan jari telunjuknya ke dadanya.


"Iya," ucap Mikha di sertai anggukan.


Radit benar-benar senang mendengarnya, bukan hanya sebuah kotak bekal tapi niat di balik kotak bekal itu. Betapa bahagianya Radit karena Mikha sempat-sempatnya membuatkan kotak bekal untuknya.


❤️ Happy Reading❤️

__ADS_1


Ditunggu krisannya ya readers, jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan mengklik tanda 👍 dan ❤️ supaya tak ketinggalan cerita selanjutnya 😘😘 jajakallah khoiron katsiron like nya yaa...


__ADS_2