
"Semoga tamu bulananmu segera datang," ucap Radit sontak membuat Mikha tertawa.
Tap ... tap ... tap
"Masih di sini?" 🙄tanya Fabian.
"Eh ... Hai, saya nemenin Mikha nungguin kamu," 😉ucap Radit dan Fabian hanya menaikkan kedua alisnya.
"Sekali lagi selamat ya buat kalian berdua,"
"Ya, terima kasih Radit, kami masuk dulu ya?" 😏pamit Fabian dan langsung masuk ke dalam kamar lalu menutup pintunya.
Setelah lumayan lama Radit mematung di hadapan pintu yang baru saja Fabian tutup kemudian Radit memasuki kamarnya.
"Saat ini aku ikhlas Mikha, jika kamu menyerahkan sesuatu yang berharga dalam dirimu kepada Fabian karena dia adalah suamimu, selain hakmu itu juga sudah menjadi kewajibanmu sebagai istri. Aku benar-benar bahagia dan lega dulu bisa menyelamatkanmu dari Reza sehingga sekarang kamu bisa memberikan yang sempurna untuk Fabian," 😚ucapnya dalam hati seraya memandangi foto Mikha yang selalu jadi walfaper dalam ponselnya.
"Sakit memang ... perih jangan ditanya lagi, ini sudah menjadi suratan takdir. Saling mencintai tanpa saling memiliki. Semoga ini menjadi pilihan yang tepat buatmu dari Tuhan. Selamat malam pertama sayang, semoga kamu bisa melewatinya dengan indah dan bisa menaklukkan hati Fabian serta selalu mendapat kebahagiaan," 😬ucapnya dengan memaksakan dirinya untuk tersenyum.
****.....****
Di dalam sebuah kamar pengantin yang bernuansa putih dan berukuran luas, kamar yang dirias dengan begitu cantik. Kasur king size yang ditaburi mahkota mawar merah membentuk love terlihat sangat indah.
Mikha masih berdiri mematung di depan pintu sementara Fabian tengah duduk di sofa panjang yang berada di sudut kamar seraya memainkan ponselnya. Tidak seperti pengantin pada umumnya yang menyambut mesra pasangan di malam pertamanya.
__ADS_1
Fabian tetap fokus dengan benda pipih yang berada dalam genggaman tangannya namun wajahnya ditekuk sedang menahan kesal karena Alena tidak mengangkat telfonnya. Fabian menghembuskan nafas kasar dan mengacak rambutnya. Dia masih kesal melihat Alena yang merasa santai saat para lelaki merangkulnya.
"Ngapain kamu terus berdiri di sana?" tanya Fabian.
"Masih kepikiran Radit? Jangan harap kamu bisa tidur sama Radit!" ucap Fabian masih dengan pikiran buruknya dan Mikha menggelengkan kepalanya berusaha tersenyum.
Mikha menghela nafasnya, berusaha menyeimbangi Fabian. Mikha sudah tau, kalau Fabian seperti ini pasti dia tengah dibuat kesal oleh Alena. Kini Mikha harus melaksanakan tugasnya yaitu mengalihkan perhatian dan pikiran Fabian karena dengan semua itu baru Fabian akan melupakan kekesalannya. Kali ini Mikha siap untuk menerima haknya dan menjalankan kewajibannya sebagai istri.
"Maafkan aku Dit, aku masih mencintaimu," ucap Mikha dalam hati sekejap memejamkan matanya.
"Pak, boleh minta tolong gak?"😚
"Apa?" 🙄jawabnya ketus seraya berdiri.
"Tolong bukain relsletingnya Pak," 😚ucap Mikha seraya menarik rambutnya ke depan.
Glek! Fabian menelan salivanya.
"Cepetan Pak, saya mau mandi,"😀 ucap Mikha seraya lebih mendekatkan punggungnya hanya beberapa cm dari Fabian.
Fabian membuka relsletingnya sampai punggung bawah, lagi-lagi Fabian dengan susah payah menelan salivanya, melihat kulit punggung Mikha yang putih dan sangat seksi dapat membangkitkan sesuatu dalam diri Fabian sebagai laki-laki dewasa dan normal.
Lekuk tubuh Mikha benar-benar indah terlihat dari punggungnya. Ada rasa ingin memeluknya dan mencumbuinya.
__ADS_1
Seketika Fabian lebih merapatkan dirinya dan menyentuh lembut bahu Mikha dari belakang yang terasa halus di tangannya.
Fabian mencondongkan wajahnya ke depan mencium wanginya aroma Mikha, Mikha tengah menahan gaunnya supaya tak melorot membuat dua bukit kembar miliknya yang seksi dapat terlihat dengan jelas menyembul keluar.
Lagi-lagi Fabian menelan salivanya membayangkan lidahnya bermain di sekitarnya, tangan Fabian mengelus lembut punggung Mikha, menelusurinya hingga perut. Mikha memejamkan matanya ketika merasakan sentuhan lembut tangan Fabian terus naik hampir ke bagian dadanya. Tangan Fabian terhenti ketika mendengar dering ponselnya. Mikha membuka matanya mereka sama-sama menghela nafas, seketika kecanggungan terjadi diantara mereka dan Fabian menghentikan aksinya.
"Jangan harap saya bisa menyentuhmu lebih dari ini karena sama sekali saya tidak tertarik denganmu," ucap Fabian.
"Lagian kan saya cuma minta membuka relsleting, kenapa Bapak malah-"🙄
"Stop!" potong fabian. Fabian membuat Mikha berhenti berucap karena Fabian merasa dalam hal ini Fabian yang mulai duluan.
"Saya hanya menguji kamu, kamu akan tetap diam atau memberontak," elaknya.
"Ok menguji ya Pak? 1-0 berarti ya?"🤪
"Saya satu!"
"Iya, iya,"
"Tuh kan gara-gara kamu, Telpon Alena tidak ke angkat!" 🙄Ucap Fabian dengan kesal.
Mikha menghela nafas berusaha menetralkan perasaannya dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.😔
__ADS_1
*****.......*****