
Sebenarnya ini seperti bukan Mikha, terlihat sangat agresif menantang seseorang melakukan hal itu tapi tidak ada cara lain, Mikha harus melakukannya toh Fabian adalah suaminya.
"What?" Fabian membelalakan matanya.
"Malam pertama denganmu?" tanya Fabian raut terkejut tampak terlihat di wajahnya.
"Kenapa? Tidak mau?"
"Sekali lagi saya katakan, saya tidak tertarik denganmu. Saya hanya tertarik dengan Alena, kamu bukan selera saya,"
"Oh, iya hampir saja saya melupakannya kalau selera Bapak kan di bawah saya ...," ucap Mikha masih mempertahankan senyumnya berusaha meredam rasa sakit hatinya karena ucapan Fabian.
"Maksud kamu?"
"Tidak," jawab Mikha singkat.
"Ya sudah saya tidur di sofa," ucap Mikha mencoba terlihat tetap tegar, segera mengambil satu bantal dan guling kemudian berjalan menuju sofa.
"Itu lebih baik,"
Mikha merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di sudut kamar, berhubung Mikha terlalu lelah Mikha langsung tidur tanpa selimut. Mikha tidur membelakangi Fabian dan membiarkan tubuhnya terekspos. Beda halnya dengan Fabian yang sedari tadi gelisah tidak bisa tidur, melihat bo***ng Mikha yang bulat dan padat berisi membuatnya benar-benar turn on.
Fabian gelisah gelar masternya seakan tidak berguna, dihadapkan dengan hal kaya gini saja sudah membuatnya galau setengah mati tidak bisa berpikir apalagi bertindak. Tubuh menginginkan iya namun naluri berkata tidak.
__ADS_1
Fabian benar-benar bingung dengan apa yang ada dalam pikirannya pemandangan indah seperti ini kalau dilihatin bisa-bisa membuatnya mandi dua kali, kalau tidak dilihatin sayangkan ada di depan mata tetapi ini lebih sayang lagi dilihatin malah dianggurin.
Mikha sudah terlelap sangat jauh tetapi mata Fabian tidak terlihat ngantuk sama sekali malah terlihat sangat segar. Fabian mencoba memejamkan matanya tetapi dia tetap tidak merasa ngantuk, dia mencoba mengambil posisi membelakangi Mikha tetapi hati menginginkan ingin melihatnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk tidur menghadap Mikha dan dia membuka kembali matanya seketika membelalak melihat Mikha yang tengah memeluk guling dengan satu kaki terangkat berada di atas guling. Bo***ong yang sedari tadi membuatnya tidak bisa tidur sekarang ditambah posisi Mikha menjadi seperti itu semakin menambah kekacauan pikirannya karena bagaimanapun Fabian adalah pria dewasa yang normal.
"Benar-benar menyiksa," ucap Fabian seketika duduk mengacak rambutnya mengambil selimut dan berjalan ke arah Mikha.
Glek!
"Gara-gara kau, saya jadi insomnia!" ucap Fabian dengan kesal seraya melihat bo***ng Mikha kemudian menyelimutinya.
"Diam kau selimut, jangan sampai terjatuh tetaplah tutupi pemandangan yang sebenarnya sangat indah ini!" perintah Fabian kepada selimut, Fabian benar-benar seperti orang gila dibuatnya.
*****......*****
Kring ... kring ... kring
Kring ... kring ... kring
Suara dering ponsel milik Fabian membangunkan Mikha.
"Selimut," ucapnya seraya memegang selimut itu.
__ADS_1
Mikha beranjak kembali menyimpan bantal di kasur dan mencari sumber suara itu, Mikha melihat Fabian yang masih terlelap dan segera menyelimutinya sampai leher.
Mikha segera mengangkat telpon itu supaya tidak membangunkan Fabian. Mikha duduk di sebelah Fabian yang masih tidur dan mengangkat telponnya.
"Hallo," ucap Mikha dengan nada masih mengantuk dan menyenderkan punggungnya di kepalanya ranjang tepat di samping Fabian.
"Hei, kenapa kamu yang mengangkat telponnya? Kemana Fabian?" tanya Alena dengan nada sedikit berteriak membuat Mikha sedikit menjauhkan ponselnya.
"Dia masih tidur,"
"Coba terima panggilan VC saya! Saya mau lihat sendiri,"
Mikha menerima panggilan Video Call Alena, Alena sungguh terkejut dibuatnya melihat Mikha yang duduk di samping Fabian yang masih tidur dengan gaun tidur Mikha yang sangat seksi, bukan hanya itu Alena berpikir Fabian tidur tanpa busana di balik selimut itu.
"Wanita penggoda! Beraninya kamu menggoda kekasih saya hah," bentak Alena di balik telponnya.
Mikha terdiam melirik ka arah Fabian yang masih terlelap dan berusaha mencerna apa yang Alena katakan.
"Oh ... dia cemburu," bathin Mikha.
Tanpa menunggu jawaban dari Mikha kemudian Alena menutup telponnya secara sepihak, entah apa yang akan dilakukan Alena selanjutnya setelah melihat kenyataan dibalik telponnya dan Mikha segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***********.................************
__ADS_1