Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Aku merasa nyaman denganmu


__ADS_3

****....***


Masih setia membaca?


Terima kasih


Mikha kembali melanjutkan pekerjaannya dengan serius, dia harus cepat-cepat membereskannya supaya segera berangkat ke Dubai untuk memulai kerja samanya namun beda halnya dengan Fabian dia malah tenggelam dalam lamunannya, memikirkan perasaan yang dia punya dan pernikahan yang sedang dia jalani.


"Aku merasa nyaman selama bersama Mikha, dia sosok perempuan yang pintar dan bisa diandalkan dalam hal apapun. Terkadang dia terlihat sangat dewasa dengan segala kemampuannya namun terkadang dia juga sangat lucu, terlihat seperti anak-anak yang menggemaskan," ucapnya seraya menatap foto profil Mikha yang berada dalam salah satu aplikasi pesan di ponselnya.


"Tapi bagaimana dengan Alena yang selalu menunggu aku, mana bisa aku membuatnya menjadi perawan tua. Perasaan ini benar-benar membuatku berada dalam posisi yang sulit," lanjut Fabian masih terus memandangi foto Mikha kemudian melihat jam yang melingkar di tangan kirinya telah menunjukan pukul lima sore. Fabian bergegas keluar dari ruangan untuk mengajak Mikha pulang.


"Mikha, udah sore. Pulang yuk!" ajak Fabian.


"Yuk!" Mikha berdiri dan berjalan di samping Fabian.


"Sudah beres?"


"Sudah,"


"Secepat itu?"


"Ya," jawabnya tersenyum.


"Anak pintar," ucap Fabian seraya mengacak rambut Mikha.


****....****


Sementara diwaktu yang sama


Di dalam sebuah ruangan tanpa cahaya dan hanya diterangi lampu kecil, bu Rena tengah mengobrol dengan seseorang dibalik telpon.

__ADS_1


[Kerja yang sangat bagus, saya sudah menerima semua fotonya]


[Apa pengumpulan buktinya sudah cukup Bu?]


[Belum, terus pantau dan ikuti kemanapun Alena pergi]


[Baik, saya rasa keduanya menginginkan Tuan Bian dan Nyonya Mikha berpisah Bu]


[Pastikan itu tidak akan terjadi!]


[Baik, Bu]


Setelah mematikan telponnya, bu Rena terlihat semakin cemas karena kesetiaan Fabian terhadap cinta masa lalunya membuat Fabian malah seperti kehilangan akal sehatnya.


"Semoga Mikha bisa membuka mata dan hatimu, nak," ucap bu Rena dalam hati.


******........******


Celana hot pants yang terbuat dari bahan denim, super pendek dan memperlihatkan paha secara keseluruhan membuatnya terlihat sangat seksi. Mikha sengaja memakainya supaya dia bisa bergerak leluasa dan tidak membuatnya gerah. Atasan kaos favoritnya berlengan pendek yang berwarna putih polos membuat bulu-bulu halus di tangannya semakin nampak terlihat.


Mikha mendaratkan bokongnya tepat di samping Fabian seraya memberikan berkas dan balpointnya. Fabian mencoba mengatur nafasnya jangan sampai Mikha melihat sesuatu di bawah sana mulai menegang.


"Mas, cepet!" Mikha mengingatkan.


"Ah, iya," ucap Fabian seraya menerima berkasnya dan segera menandatanganinya satu persatu.


"Kenapa harus ditandatangani sekarang?" tanya Fabian menoleh kepada Mikha yang sedari tadi menempelkan pipinya di lengan atas Fabian.


"Biar tenang Mas," jawab Mikha dengan mata fokus kepada berkasnya, dia tidak menyadari tingkahnya membuat Fabian lagi-lagi menelan salivanya.


"Mikha kenapa harus sedekat ini, kamu benar-benar membuat perasaanku semakin tidak bisa berkutik," bathin Fabian.

__ADS_1


"Nih, udah," ucap Fabian.


"Terima kasih Mas," balasnya seraya berdiri namun Fabian malah menariknya untuk kembali duduk.


"Ih, Mas," ucap Mikha mencubit lengan Fabian.


"Bentar, aku mau nanya dulu, Memangnya kapan kamu ke Dubai?"


"Nanti Mas, kan ada pekerjaan mengenai hotel di Bali yang harus aku tangani langsung Mas,"


"Bukannya hotel yang di Bali sudah kita serahkan biar Radit dan Rangga yang mengurus?"


"Iya, tapi mereka berdua sedang ke luar negeri Mas,"


"Kemana?" tanya Fabian penasaran.


"Aku gak tau lah Mas, mereka gak bilang sama aku,"


"Emmm ...,"


"Udah nanyanya?" tanya Mikha dan Fabian mengangguk.


Mikha berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar untuk menyimpan berkas yang sudah ditandatangani Fabian.


"Kamu mau tidur? Kan masih sore," teriak Fabian saat Mikha semakin menjauh dari pandangannya.


"Enggak Maaas," balasnya seraya berteriak pula.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Lanjuuuut?

__ADS_1


oke ❀️❀️


__ADS_2