
"Emmm aku jadi semakin penasaran rasanya," seraya memperhatikan Mikha yang tengah siap dengan wajan dan spatula di tangannya.
"Sabar ya tunggu di sana," ucap Mika dengan wajah mengarahkan ke meja makan.
"Aku tunggu di sini saja,"
Mikha tetaplah Mikha tidak hanya pandai dengan urusan dokumen dan laptop dia seperti chef propesional yang mampu bermain dengan alat tempur di dapur, sesibuk apapun pekerjaannya dia selalu terlihat anggun dan tenang dalam mengerjakannya membuat orang yang melihatnya tak mau mengalihkan pandangannya termasuk pandangan Radit.
"Masakannya sangat harum Mikha," ucap Radit.
"Beda dengan yang memasaknya, bau keringat hahaha," Mikha tertawa
"Coba ku endus," ucap Radit seraya mendekatkan hidungnya ke leher Mikha.
"Eittt... Mau apa?" Mikha tersentak kaget.
"Benar-benar menggugah seleraku," balas Radit setelah mencium wanginya aroma dari leher Mikha.
"Apa-an sih?" tanya Mikha
"Cacingku meronta Mikha mencium wanginya aroma kamu," jawab Radit keceplosan.
"Aroma aku?" tanya Mikha polos.
"Eh maksudnya aroma masakan kamu," jawab Radit tersenyum tipis.
"Sabar ya cacing!" ucap Mikha melihat ke arah perut Radit dan mereka tertawa bersama.
Selagi menunggu Cah brokoli matang dengan cekatan dia mencuci ayam menaburi bumbu dan menggorengnya, makanan yang akan dia hidangkan kali ini adalah Cah brokoli baso dan Ayam goreng kuning.
Radit diam-diam mengambi foto Mikha yang sedang menuangkan masakannya ke dalam piring. Radit mengunggah foto Mikha di akun media sosialnya yang berwarna hijau dan menambahkan stiker LOVE untuk menutup wajah Mikha dengan caption.
__ADS_1
*Ya Tuhan Aku mau yang seperti ini.
Klik... selesai.
Kling... (bunyi ponsel Radit pertanda pesan masuk)
@Rangga Duren : Dimana bro? calon bini? siapa tuh? Mikha gak jadi ya? biar buat gue aja. haha
Rangga mengirim pesan setelah melihat status yang dibuat Radit bukan hanya Rangga yang melihat status itu tapi seluruh karyawan Radit dan kedua orang tuanya pun melihat. Radit sengaja mengabaikan pesan Rangga, Radit mulai dengan kejahilannya terhadap sahabatnya itu membuat Rangga penasaran adalah sebagian dari kejahilannya.
"Rangga pasti penasaran," batin Radit seraya senyum-senyum sendiri melihat layar ponselnnya ngebayangin wajah Rangga ketika di hantui rasa penasaran.
Kling...
@Ibu Tercinta : Bawa dia ke sini, Ibu dan Ayah ingin sekali mecicipi masakan calon menantu Ibu.
@Radit : Kalau sudah waktunya nanti Radit bawa, sabar ya bu! hehehe.
"Benar-benar istri idaman," ucap Radit dalam hati seraya senyum-senyum sendiri memandang foto Mikha tanpa sadar Mikha menghampirinya dan jelas Mikha melihat foto dirinya yang membuat Radit senyum-senyum sendiri.
"Mau lihat gak? lucu tau." ucap Radit tertawa
"Ogah."
"Ciee... Ngambek,"
"Kalau mau foto aku, bilang nanti aku dandan dulu malu tau keadaan kucel gitu ih," Mikha mengerucutkan bibirnya
"Akan aku abadikan moment kamu lagi masak dan memakai daster Mikha mumpung aku di ajak ke sini, kalau moment kamu memakai setelan kerja aku sering lihat tapi kalau masak kan pasti jarang," ucap Radit
"Iya-iya terserah kamu,"
__ADS_1
"Ma'aaaaaf." ucap Radit menunduk meniru apa yang dilakukan Mikha saat sore tadi pas Radit menunggunya lama keluar dari kantor dan Mikha menyadari itu.
"Ih apa-an sih, gak lucu tau." Mikha mengacak kasar rambut Radit karena malu adegan yang kaya bocahnya Radit mengingatnya.
"Hahahaha,"
"Udah cepet dimakan," ucap Mikha seraya memberikan piring yang telah di isi oleh nasi lengkap dengan hasil masakannya tadi.
Radit seketika menatap Mikha ada perasaan aneh dalam hatinya.
"Terima kasih Mikha,"
"Sama-sama," ucap Mikha seraya memasukan nasi ke dalam mulutnya.
"Emmm... Benar-benar ini adalah masakan paling enak yang pernah Aku makan," puji Radit setelah memakan satu suapan.
"Biasa aja..."
"Aku serius Mikha, kayanya kamu harus buka restoran deh," ucap Radit seraya terus makan dengan lahapnya.
"Aku tidak bisa berhenti menjadi sekretaris, kecuali Bu Rena atau Pa Bian memecatku,"
"Uhuk..." Radit keselek
"Kamu kebiasaan deh," ucap Mikha memberikan minum dan menepuk punggung Radit.
"Pelan-pelan makannya!" lanjut Mikha
"Abisnya enak,"
"Tenang aja masih banyak tuh,"
__ADS_1
"hehehe"
Mikha sudah tak terlihat canggung dengan Radit begitupun sebaliknya, perasaan Mikha, Radit hanyalah teman dan Radit orang baik jadi Mikha welcome terhadap siapapun yang bersikap baik padanya.