Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Oh aslinya begitu


__ADS_3

Maafkan author yang telat up nya readers❤️


******


Di ruang meeting


Seluruh para karyawan yang bersangkutan dalam berlangsungnya meeting telah berkumpul memenuhi ruangan, mereka semua berdiri saat CEO dan sekretarisnya memasuki ruangan meeting tersebut.


"Assalamualaikum Wr. Wb, selamat pagi semuanya. Terimakasih kepada seluruh karyawan yang telah hadir tepat waktu dalam meeting kali ini, meeting kali ini akan secara langsung dipimpin Bapak Fabian Estu Darmawan, seperti yang telah saudara ketahui beliau ini adalah Chief Executive Officer di perusahaan tempat kita bekerja, topik yang akan dibahas dalam pertemuan kali ini adalah mengenai target yang harus kita capai bulan depan. Bla... bla... bla...


Mikha menyampaikan segala sesuatu dengan jelas kepada seluruh karyawan yang akan di bahas dalam meeting pertama kali dengan bos nya, Mika juga memaparkan tentang kemajuan yang sudah dicapai dari bulan sebelumnya, Fabian juga seluruh karyawan menyimak dengan seksama, para karyawan menyampaikan beberapa pendapatnya mengenai usaha yang harus dilakukan demi mencapai target yang diharapkan oleh perusahaan, Fabian memimpin meeting dengan baik dan Mikha adalah sekretaris yang tepat untuk mengimbangi Fabian dalam urusan perusahaan.


Fabian pun menyadari bahwa Mikha sangat berkompeten dan tidak bisa diremehkan, keterampilan komunikasi yang profesional, jelas dan efektif memberi kesan kuat kepada pimpinan dan perusahaan.


"Sekretaris yang terlihat sangat berbeda, kemampuannya benar-benar jauh melebihi dari yang mamah katakan, seluruh staff yang kompak dan ahli juga berpengalaman dalam bidang masing-masing membuat perusahaan ini jauh lebih maju dari sebelumnya," ucap Fabian dalam hati sambil memandang Mikha yang sedang menyampaikan hasil akhir dari meeting dan juga ucapan terimakasih kepada seluruh staff yang telah memberikan ide dan dukungannya untuk kemajuan perusahaan, Mikha pun menutup meetingnya dan Fabian keluar dari ruangan meeting tersebut begitupun dengan para karyawan yang terlihat lega usai meeting kali ini.


Mikha berusaha mempercepat jalannya untuk menyamai langkah atasan, meski posisi ia berjalan di belakang atasannya.


"Bagaimana pertemuan dengan klien dari Surabaya?" tanya Fabian seraya berjalan menuju ruangannya.


"Mereka akan sampai sekitar satu jam lagi Pak," jawab Mikha


"Semuanya sudah kamu persiapkan?"


"Seluruh berkas sudah siap tinggal di tanda tangan oleh Bapak dan klien," jawab Mikha sigap


Fabian memasuki ruangannya dan Mikha sampai di kursi kebanggaannya.


Tap ... Tap ... Tap


Suara langkah kaki seseorang semakin mendekati ketika Mikha tengah berkutat dengan komputernya, Mikha terlihat sedikit kaget untuk yang pertama kalinya ada seorang perempuan datang ke kantor dengan pakaian yang sangat minim, gaun seksi tanpa lengan berwarna merah ceri itu cukup membuat mata Mikha terganggu dan merasa tak sopan jika tamu datang dengan berpakaian seperti itu.


Terlihat dari belakang wanita itu ada petugas keamanan berlari seakan mengejarnya. Rupanya security mengetahui tanda tanya besar dalam mata Mikha.


" Maaf bu, wanita ini mengaku sebagai calon istri Pak Bian," ucap securty dengan nafas yang terengah-engah karna habis lari.


"Ya sudah silahkan kembali ke tempatmu!"


Ya, perempuan itu adalah Aleena yang kemarin telah janji akan menemui Fabian di kantornya.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mikha sopan.

__ADS_1


"Saya calon istri Fabian, beritahukan kepada security tak tahu diri itu untuk bersikap sopan sama saya!" bentak Aleena


"Mereka berpengalaman dalam bekerja dan bertugas sesuai dengan aturan perusahaan," ucap Mikha datar dan membuat Alena yang status calon istri Fabian merasa tidak dihargai oleh Mikha.


"Saya tidak peduli dan saya akan membuat mereka semuanya dipecat." ancam Alena sambil menunjukan satu jarinya ke wajah Mikha.


"Perusahaan tidak akan semudah itu memecat karyawan yang bertugas sesuai dengan aturan," jawab Mikha dengan tenang


"Tapi Fabian akan dengan mudahnya menuruti apa yang saya mau," ucap Alena dengan nada sinisnya.


Ketika Alena hendak memasuki ruangan Fabian, Mikha mencegahnya.


"Maaf, apa anda sudah ada janji dengan beliau?"


"Saya sudah janjian dengannya kemarin saat di apartemen saya,"


ketika Alena memegang handle pintu,


"Maaf, tapi Pak Fabian sebentar lagi mau ada pertemuan dengan klien."


Alena memaksa masuk ke dalam ruangan Fabian, dan Mikha tergesa menyusulnya,


"sayaaaang... " ucap Alena manja.


"hei, kamu datang?" Abian menyambut kedatangan Alena dan tangan Abian berisyarat supaya Mikha lekas keluar dari ruangannya, Alena tersenyum sinis merasa menang di atas awan.


"Sayang untuk sampai di ruangan kamu ini aku harus melewati beberapa rintangan, dari mulai security yang galak, karyawan yang menatap sinis belum lagi tuh sekretaris kamu yang so kecantikan itu melarang aku masuk, aku tu udah lama tau berada di luar," ucap Alena merajuk dengan nada yang di buat sedih.


"Ya udah mungkin mereka gak tau kalau kamu itu calon istri aku," ucap Fabian menenangkan Alena sembari mengelus rambutnya.


"Mereka gak percaya sayang, aku itu udah bilang sama mereka,"


"Ya udah nanti aku kasih tau mereka ya?" bujuk Bian.


Mikha terlihat gelisah karna klien dari Surabaya akan tiba sekitar 15 menit lagi, jarak dari kantor ke restoran raosestu memakan waktu 30 menit. Mikha memberanikan diri untuk mengetuk ruangan Fabian.


tok ... tok ... tok


"Masuk," ucap Fabian


Mikha membuka pintu dan terlihat syok ketika Alena sedang duduk di pangkuan Fabian dan Fabian sedang memeluknya, seketika Mikha menundukkan kepalanya seraya berkata

__ADS_1


"Maap Pak mengganggu aktifitas Bapak, tapi klien dari surabaya 15 menit lagi sampai di restoran,"


" Ya sudah kita berangkat sekarang," ucap Fabian seraya mengisyaratkan supaya Alena turun dari pangkuannya.


"Permisi pak," pamit Mikha keluar ruangan


"Oh jadi aslinya begitu," ucap Mikha dalam hati


"Sayang aku ikut ya, mau makan siang kan?" pinta Alena


"Emmm... tapi ini acara resmi Alena pertemuan dengan klien," jawab Fabian


"Aku gak akan ganggu kok, aku cuma ingin mereka tau kalau aku ini calon istri kamu," ucapnya.


"Ya udah yuk ikut," Fabian mengalah


Mikha telah siap menunggu bos nya, Alena menggandeng tangan Fabian keluar dari ruangannya,


"Alena akan ikut bersama kita," ucap Bian memberitahu dan terlihat wajah angkuhnya Alena.


Alena duduk di samping Fabian dan Mikha di belakang mereka, Mikha merasa calon istri Fabian terlalu berlebihan memamerkan kemesraan di depannya meski Mikha menunjukan wajah cuek tapi kali ini Mikha dibuat malu berada di tengah-tengah mereka.


"Lain kali bersikap sopan sama Alena," ucap Fabian dan mikha tau itu kalimat perintah yang ditujukan untuknya.


Mikha menoleh ke arah Alena dan Alena tersenyum sinis padanya. Kali ini Mikha merasa apa yang di katakan Fabian tidak perlu dijawab, Mikha masih diam dengan wajah datarnya.


Setibanya di restoran


Mikha memberitahukan bahwa klien sudah datang sejak 15 menit yang lalu dan mereka segera menuju ke ruangan VIV tempat Klien itu menunggu.


"Selamat siang," ucap Mikha kepada dua laki-laki tua itu dan ke dua laki-laki itu berdiri tersenyum sopan ke arah Mikha dan Fabian, tetapi sorot matanya terlihat berbeda ketika melihat perempuan yang menggandeng tangan Fabian. Seketika wajah Alena memucat terlihat panik tangannya gemetar melihat kedua laki-laki tua itu.


Hay readers, sampai di sini dulu ya!🤗


Terimakasih telah berkenan membaca karya ku ini❤️


Author dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun dari readers yang tercinta ❤️❤️❤️


jangan lupa klik tanda 👍 dan tanda ❤️ supaya tak ketinggalan part selanjutnya..


Salam sayang dari author buat Readers tercinta 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2