Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Alena dan Reza


__ADS_3

"Dia akan menunggu jandaku," jawab Mikha cuek dan sontak membuat Fabian terkejut tak percaya dengan apa yang dikatakan Mikha.


"Kenapa? kok kaget gitu," tanya Mikha cuek dan membuang muka berusaha menyembunyikan senyumnya karena melihat reaksi Fabian.


"Gak nyangka saja Radit begitu mengharapkanmu," jawab Fabian berusaha menunjukan sikap biasa saja.


"Dia khawatir mungkin," ucap Mikha datar.


"Bagus deh berarti setelah kita bercerai kamu langsung dapat pengganti saya," lirih Fabian.


"Ya," ucap Mikha singkat.


"Tetapi kamu tidak boleh mengajak Radit ke rumah!"


"Ya, itu sih tergantung Bapak yang pasti tidak akan ada asap tanpa api,"


"Hmmm, saya mengerti maksud kamu,"


"Ya, bagus,"


"Apalagi yang kamu mau minta dari saya?"


tanya Fabian berharap Mikha meminta sesuatu.


"Tidak ada," jawab Mikha cuek.


"Ya sudah saya pulang dulu! Ingat ya, kalau nanti nenek sama mama tanya tentang pernikahan kita, kamu jangan bilang untuk sementara apalagi sampai bilang aku yang maksa!"


"Hmmm," ucap Mikha.


"Terima kasih Mikha dan saya minta maaf," ucap Fabian tulus.


"Ya," jawab Mikha sedikit kaget karena ucapan maaf Fabian.


"Aku pulang!" pamit Fabian seraya menatap Mikha berharap ada sesuatu yang akan Mikha katakan.


"Ya, hati-hati!" ucap Mikha membuat Fabian sedikit melemparkan senyumnya.


"Apaan si senyum-senyum?" tanya Mikha dalam hati seraya mengikuti langkah Fabian keluar dari rumahnya.

__ADS_1


Fabian melambaikan tangan dan tersenyum sebelum memasuki mobil membuat Mikha malah mengernyitkan dahinya.


*****......*****


Sementara di tempat yang berbeda


Alena sangat nyaman menjalani perannya selama ini, bukan hanya karena uang ataupun demi kemewahan hidupnya tetapi Alena benar-benar menikmati perannya. Tidur dengan siapapun tak masalah yang penting kepuasan dan mendapatkan uang ataupun kemewahan itu adalah bonus baginya. Hidup sebatang kara membuat Alena benar-benar menikmati kebebasannya.


"Huh ... kamu luar biasa sayang," ucap Alena dengan nafas tersenggal dan menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.


"Permainanmu selalu memuaskan beby," ucap Reza ikut menyandarkan punggungnya dengan mengelus dagu Alena dan ucapan Reza dianggap pujian oleh Alena sehingga membuat Alena tersenyum puas penuh kemenangan.


"Tujuanku disini memang untuk memuaskanmu," ucap Alena seraya memainkan dada bidang Reza yang masih bertelanjang dengan jari telunjuknya.


"Kamu akan bersamaku selama beberapa hari ini kan?" tanya Reza.


"Ya tentu dong sayang, mana bisa puas bermain denganmu hanya sehari saja," jawab Alena.


"Kamu akan bersamaku dalam waktu satu tahun beby!"


"Dan aku akan memanfaatkan waktu kebersamaan denganmu dalam satu tahun ini. Aku sangat merindukanmu," ucap Alena.


"Apa calon suamimu itu tidak akan mencarimu?" tanya Reza penasaran. Reza tau hubungan Alena dengan Fabian mantan rekan kerja samanya yang gagal itu.


"Apa? Menikah?" tanya Reza seakan tak percaya.


"Ya, menikah dengan sekretarisnya," jawab Alena memperjelas.


"Mikhayla?" tanya Reza.


"Iya, siapa lagi. Kamu kenal sama dia?"


"Ya, aku kenal sama dia, dia-" ucapnya terpotong.


"Hanya sementara kok." Alena memotong ucapan Reza.


"Maksudnya?" tanya Reza penasaran.


"Mereka menikah hanya sementara, tidak didasari cinta hanya untuk kepentingan kerja sama saja," jawab Alena.

__ADS_1


"Bukankah Mikha sudah mempunyai kekasih?"


"Oh, Radit ya? Kurasa dia bukan kekasihnya," jawab Alena.


"Apa kamu yakin Fabian tidak mencintai Mikha?" tanya Reza seakan meragukannya karena dia merasa hanya laki-laki bodoh yang tidak mencintai Mikha.


"Yakinlah, orang menikah dengan Mikha itu aku yang suruh," jawab Alena cuek.


"Kenapa harus Mikha?" tanya Reza terlihat dari raut wajahnya sedikit tidak rela karena belum berhasil menyentuh Mikha pada waktu itu.


"Kamu kenapa? kok penasaran gitu," Alena bertanya balik.


"Ya, aku penasaran saja kok sekretaris itu mau sih kan hanya menikah sementara,"


"Aku sudah yakin sekretaris itu pasti mau dan aku sudah pastikan Fabian tidak boleh menyentuhnya,"


"Kenapa?" tanya Reza.


"Ya aku gak mau lah, kalau Fabian berhasil menyentuh Mikha sudah pasti Fabian tidak akan melepaskan Mikha,"


"Ya,benar juga sih. Apa kamu benar-benar mencintai Fabian?"


"Ya enggak lah, kalau aku mencintai dia mana mungkin aku menyuruh dia untuk menikah dengan orang lain," jawab Alena dan memainkan jari telunjuknya di dada bidang Reza seketika membuat hawa panas kembali menyeruak dalam tubuhnya.


"Kalau lama-lama Fabian mencintai Mikha gimana?" tanya Reza berusaha menahan dulu hasratnya.


"Tidak akan," jawab Alena yakin.


"Mau lagi?" tanya Alena dengan tatapan genitnya.


"Kamu memang paling bisa menggodaku," ucap Reza dengan sorot mata yang tajam dan menurut Alena itu sangat seksi.


"Kamu sangat seksi ketika menatapku seperti itu," ucap Alena terkekeh.


"Apa kamu masih sanggup? Sedangkan keringat bekas tadi saja masih terlihat di tubuhmu," Reza balik bertanya dan menggenggam tangan Alena.


Blurp_


******

__ADS_1


Huh... sampai disini dulu ya readers!😚😚


Terima kasih sudah berkenan membaca ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2