
Sementara di waktu yang sama, sudah cukup jenuh Mikha berada di dalam ruangan. Ponsel pun masih dia matikan, karena dia tidak mau keberadaannya diketahui oleh Fabian. Mikha membuka laptop berniat ingin mengecek pekerjaannya namun tiba-tiba ada email yang masuk membuat Mikha mengerutkan keningnya.
@### : Hai
@ ### : Senyumlah, jelek tau kalau nangis mulu.
@### : Kamu nyerah? Mau pergi sekarang atau mau tetap tinggal?
'Siapa ya?' pikirnya dalam hati namun mencoba membalas pesan itu.
@Mikha : Aku bukannya nyerah, tapi ini sudah waktunya aku untuk pergi.
@#### : Kenapa pergi?
@Mikha : Karena semakin besar aku mencintai, kini aku semakin sadar bahwa selama ini aku tidak dihargai.
@### : Bukankah selama ini kamu nyaman?
__ADS_1
Mikha sedikit menjauh dari layar laptop karena dia seperti sedang chat dengan paranormal, teman chat Mikha sepertinya tau apa yang sedang Mikha alami sekarang.
@### : Aku tahu, rasa nyaman selama berada di sampingnya kini semakin besar, tapi tidak semuanya harus berjalan sesuai dengan keinginan kita kan? Semangat ya! Kamu gak boleh nangis, kamu harus kuat karena kamu adalah wanita yang hebat. Kamu berhak bahagia, kamu pasti bisa melalui masa-masa ini karena begitu banyak orang yang mencintaimu, termasuk aku.
"Hah ... apa katanya? Mencintai aku?" gumamnya tak percaya dan sepertinya Mikha sudah tahu siapa yang mengirim pesan itu dengan cepat Mikha membalasnya kembali.
@Mikha : Ajarin aku menjadi orang yang tidak mudah menangis! Aku wanita yang tidak hanya membutuhkan sekedar kenyamanan karena dalam pernikahan yang aku jalani saat ini, aku lebih membutuhkan kepastian.
@### : Selesaikan urusanmu! Setelah itu kita lihat, apa yang akan dia lakukan setelah urusanmu selesai. Tunjukanlah kebenarannya beritahu kesalahannya, jika dia tetap meninggalkanmu dan memilihnya. Biarkan saja dia memilih apa yang menurut dia baik. Kamu tidak boleh pergi kemanapun, tetaplah di sana karena aku sendiri yang akan menjemputmu dan mengajakmu memulai hidup baru denganku.
Setelah membaca setiap kalimatnya membuat Mikha tahu, siapa orang di balik pesan itu.
@### : Apa selama ini kamu mencariku?
@ Mikha : Kebiasaan buruk, ditanya malah balik bertanya
@ ### : Aku masih ada, aku belum pergi karena sampai detik ini, kamu masih menjadi alasan kenapa aku masih terus bertahan dengan kesendirian dan terus berjuang dalam penantian.
__ADS_1
@Mikha : Apa kamu ada niat untuk pergi?
@### : Ya, aku harus membahagiakan dan membalas budi mereka, sama sepertimu tapi sebelum aku pergi, aku harus memastikan bahwa kamu hidup bahagia bersama dengan orang yang tepat.
Balasan kali ini membuat Mikha lama terdiam, berusaha mencerna isi pesan itu.
@ ### : Jangan terlarut dalam kesedihan, lekaslah bangkit bergegaslah untuk meraih kebahagiaanmu. Tetap semangat karena sebentar lagi semesta akan berpihak padamu. by ...
Kali ini Mikha tidak membalas emailnya, sesuai dengan niatnya dari awal dia akan mengecek pekerjaannya.
"Sudah beres semua, aku tinggal menunggu jadwal keberangkatan dan secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini," gumamnya seraya tersenyum.
"Mas, aku sangat nyaman bersamamu. Aku pun sudah mulai berharap ingin menua bersamamu dan berbagi semua momen berharga denganmu. Tadinya aku akan terus memperjuangkan dan mempertahankan namun sikapmu padaku membuatku harus merelakan. Terima kasih ya Mas, sudah mewarnai hari-hariku meski hanya sebentar. Aku akan menyelesaikan urusan perusahaanmu dan mengembalikan kebahagiaanmu," ucapnya seraya menatap fhoto Fabian yang ada di laptopnya.
*************
kira-kira siapa ya yang kirim pesan ke Mikha? 😂
__ADS_1
Tinggalkan koment nya ya readers dan ditunggu bom likenya.