Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Fabian semakin resah


__ADS_3

Fabian masuk ke dalam mobil, berencana akan menunggu Mikha di dalam berharap Mikha akan pulang ke rumahnya karena Fabian benar-benar tidak bisa melacak keberadaannya.


*****.......*****


Hari sudah semakin sore namun penantian Fabian sia-sia, dia tidak bisa menemukan Mikha. Fabian turun dari mobil ketika satpam komplek menghampiri dan mengetuk kaca mobilnya.


"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu sopan.


"Saya mencari Mikha Pak, penghuni rumah ini," jawabnya seraya jari telunjukna menunjuk ke rumah Mikha.


"Oh, bu Mikha sudah lama tidak menempati rumahnya Pak,"


"Apa Bapak tidak melihat dia pulang ke rumah?"


"Saya tidak melihatnya Pak," jawab satpam itu singkat.


"Ya sudah, terima kasih Pak. Kalau Bapak melihat Mikha datang, Bapak bisa bantu saya?"


"Bantu apa ya Pak?"


"Bapak bisa segera memberitahu saya karena saya dari kemarin mencarinya Pak dan ini kartu nama saya," jawab Fabian seraya memberikan kartu namanya.


"Bapak suami bu Mikha?"

__ADS_1


"Iya,"


"Masa suami tidak tahu kepergian istrinya," lirihnya seraya menatap kartu nama itu dan jelas Fabian merasa tertampar dengan ucapan satpam itu.


"Ya sudah saya permisi Pak." Satpam berlalu pergi meninggalkan Fabian yang masih berdiri mematung mencerna ucapan satpam perihal suami tidak tahu kepergian istrinya.


Kling ... Kling


@Alena : Sayang, jangan lupa nanti malam jemput di salon seperti biasa ya. Aku berangkat dari sana.


"Aku sampai melupakan, malam ada acara reuni." Fabian bergegas masuk dan segera melajukan mobilnya.


"Mikha, kamu kemana sih? Bagaimana aku menghadapi semuanya sendiri? Pulanglah Mikha, aku minta maaf."


Alena mengenakan gaun hitam yang menjuntai panjang tanpa lengan, rambut ditata rapi diangkat ke atas memperlihatkan leher jenjang dan menambah kesan seksi. Sudah biasa, Alena memang terkesan paling seksi di antara teman-teman yang lainnya dan sudah biasa Alena selalu menjadi sorotan paling utama dalam acara apapun. Entah mereka memandang mengagumi atau sebaliknya, yang pasti pandangan mereka membuat Alena semakin percaya diri.


Alena datang menggandeng tangan Fabian, bak sepasang suami istri yang saling mencintai dan sepasang kekasih terpofuler pada jamannya. Ada yang menatap kagum pada mereka berdua karena terlihat tidak ada yang berubah sejak dulu malah semakin mesra dan serasi namun ada juga yang menggelengkan kepala menatap jiji karena yang datang pada acara malam itu diantaranya mereka yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Fabian dan mereka kenal baik dengan Mikha.


Fabian dan Alena duduk di tempat yang telah di persiapkan. Fabian mengedarkan pandangannya, dengan pikiran tak tenang karena sebenarnya masih kepikiran Mikha.


"Ingat sayang, malam ini kamu milikku. Lupakan pernikahanmu," bisik Alena karena sedari tadi Fabian terlihat gelisah.


Fabian tak mengeluarkan sepatah katapun dia hanya menatap Alena dan mengedipkan matanya kemudian mengalihkan pandangannya ke panggung dimana Band terkenal sedang tampil sebagai pembuka.

__ADS_1


"Alena ... kamu makin cantik saja," ucap salah satu temannya menghampirinya dan duduk di samping Alena.


"Ah, terima kasih. Kamu juga terlihat semakin dewasa," jawabnya.


"Langgeng ya sama Fabian?"


"Iya, sebentar lagi kita akan menikah," jawab Alena seraya menyandarkan kepalanya pada bahu Fabian.


"Kalian memang pasangan yang serasi," puji teman yang lainnya.


"Terima kasih, itu karena kami saling mencintai," jawab Alena.


"Kamu sangat beruntung,"


"Iya, aku sangat beruntung begitu dicintai oleh Fabian," jawab Alena begitu percaya diri.


"Jangan lupa undang kita ke pernikahan kalian ya!" pinta salah satu teman yang lain.


"Tentu, iya kan sayang?" Alena menarik wajah Fabian.


"Oh, i-iya." Fabian menjawab sedikit ragu.


Disaat meraka tengah menikmati penampilan Band ternama sebagai pembuka hiburan acara reuni, salah satu klien Fabian menghampirinya.

__ADS_1


maaf banget ya readers baru Up ...😓 Semasa hamil aku sakit. Sekarang bayi lagi lucu²nya 😁😁 jdi agak² sibuk ... 🙏


__ADS_2