
Haii Readers❤️❤️
Happy Reading
part 25
Sudah 30 menit Reza membolak-balikkan berkasnya, Mikha sudah cukup bosan dengan situasinya saat ini, tenggorokannya pun terasa kering padahal dari tadi dia tidak berbicara sedikitpun. Tanpa rasa curiga, Mikha mengambil orange jusnya dan segera meminumnya.
"Habiskan minumannya Mikha!" ucap Reza dalam hati tersenyum penuh kemenangan.
"Sudah berapa lama kamu kerja dengan Fabian?" tanya Reza seraya menandatangani berkasnya satu persatu.
"8 tahun,"
"O..." Reza mengangguk.
Seketika tubuhnya terasa panas seperti terbakar, Mikha gelisah menghela nafas sangat gusar. Terlihat ada gairah yang tak tertahankan. Wajahnya memerah dengan tangan berusaha mengipasi dirinya. Mikha sadar jus yang dia minum pasti dicampur dengan obat perangsang dan Mikha tau ini pasti ulahnya Reza. Mikha berusaha menahan desiran aneh yang menjalar dalam tubuhnya.
"Kamu akan menjadi milikku malam ini Mikha," ucap Reza berbisik yang tiba-tiba berada di sampingnya.
"Diam!" ucap Mikha tegas.
Reza tau, Mikha pasti tak akan kuat menahan hawa panas dalam tubuhnya, dia semakin merapatkan tubuhnya. Memancingnya supaya Mikha yang lebih dulu memintanya. Mikha sudah tak kuat menahannya dia memegang tangan Reza, sorot mata Mikha seakan meminta Reza untuk cepat menolongnya dan Reza sangat menyukainya. Reza berniat akan membawa Mikha ke dalam ruangan khusus miliknya dan meneruskan apa yang menjadi rencananya.
Ada sepasang mata menatap tajam kepada mereka, Radit mengepalkan tangannya, wajahnya merah karena marah, hatinya begitu geram. Firasat Radit ternyata benar, Mikha dalam bahaya.
__ADS_1
"BERHENTI!"
Suara Radit menyita perhatian semua orang yang berada di sana dan menghentikan segala aktifitas yang sedang mereka lakukan. Semua mata tertuju ke arahnya termasuk Reza dan Mikha. Mikha segera berlari ke arah Radit dan memeluknya, mengelus mesra punggung Radit dan akan menciumnya tetapi Radit menghentikannya karena Radit tau Mikha dalam pengaruh obat.
Radit segera menggendong Mikha dan membawanya ke mobil tidak sempat memberikan pelajaran kepada klien yang Mikha temui karena Radit yakin apa yang terjadi sama Mikha adalah ulah Kliennya.
"Mau kemana Dit? aku benar-benar gak kuat." ucap Mikha yang masih dalam gendongan Radit dan berusaha menciumi Radit tapi Radit selalu menghindar.
"Untung kamu segera datang, tolong bantu aku Dit!"
"Andai kamu dalam keadaan sadar, aku pasti tak akan menolaknya Mikha," ucap Radit dalam hati.
Radit mendudukkan Mikha di kursi penumpang.
Radit segera melajukan mobilnya, dia bingung mau bawa Mikha kemana. Belum lagi tangan Mikha bergerilya dan mengganggu konsentrasi menyetirnya.
"DIAM!"
"Aku panas Dit," ucap Mikha seraya mengipas-ngipaskan tangannya.
Radit bukannya marah sama Mikha tetapi hatinya masih geram, membayangkan seandainya dia tidak datang, apa yang akan terjadi dengan Mikha? Radit benar-benar kesal belum sempat memberikan pelajaran kepada Kliennya. Mikha ingin membuka blouse yang dipakainya tetapi Radit semakin marah.
"HENTIKAN MIKHA!" pekik Radit, ia tidak mungkin membiarkan Mikha tidak menggunakan pakaian di dalam mobilnya.
Akhirnya mobil Radit sampai di depan rumah Mikha, Radit segera membuka pintu rumah dengan kunci yang telah diambilnya dari dalam tas Mikha sedangkan Mikha yang berada dalam gendongan Radit terus meronta menginginkan sentuhan Radit. Radit segera mengunci pintunya kembali dan membawa Mikha ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Setibanya di kamar, Radit menurunkan Mikha dari gendongannya berniat masuk ke kamar mandi mengisi air dingin di bathtub untuk Mikha berendam dan menghilangkan hawa panas yang menjalar di tubuhnya.
Mikha tak kuat lagi menahan hasratnya, dia membuka pakaiannya di hadapan Radit, hingga membuat tubuh bagian atasnya terekspos sempurna, mata Radit terbelalak untuk yang pertama kalinya dia melihat seorang perempuan tanpa busana, membuat sesuatu di dalam diri Radit memuncak seketika.
Radit mengusap wajahnya kasar, dia frustasi.
"Radit, plis," ucap Mikha memohon menyatukan kedua tangannya.
"STOP!" pekik Radit seraya menutup mata dengan kedua tangannya ketika Mikha melangkah menghampirinya.
Radit segera menutup tubuh Mikha dengan selimut yang ditariknya dari atas ranjang.
"Mikha seandainya kamu dalam keadaan sadar, kamu tidak akan mungkin seberani ini di hadapan aku," lirih Radit.
"Untung yang ada diposisi ini Aku. Bagaimana kalau orang lain? habislah kamu Mikha!" Radit membawa Mikha ke kamar mandi.
Setelah Mikha memasuki bathtub, Radit mengguyur Mikha dengan air dingin seraya mengalihkan pandangannya supaya tak melihat tubuh Mikha dan menyuruh Mikha berendam untuk menghilangkan rasa panas yang menjalar di tubuhnya.
"DIAM, jangan keluar sebelum rasa panas itu hilang!" bentak Radit dan Mikha pun menurut.
Radit keluar dari kamar Mikha membiarkan Mikha berendam dan berharap pengaruh obat itu segera hilang.
"Dit... Radit, tolongin aku!" teriak Mikha dari dalam kamar Mandi.
Sampai sini dulu ya readers, tinggalkan jejak mengenai feel yang kalian rasakan setelah baca part 25 ini. ❤️❤️
__ADS_1
😀😀😀😀