
8 April 2021
"Kita pernah saling menguatkan dan kita selalu berada dalam keakraban yang begitu hangat namun semua itu hanya sebatas sahabat. Haruskah aku berhenti sampai disini? Rasa ini tetap sama bahkan semakin dalam dari sebelumnya, hari ini aku benar-benar akan kehilanganmu Mikha. Aku tidak pernah menyangka aku akan serapuh ini, aku selalu berusaha terlihat kuat di hadapanmu berusaha mengikhlaskan dan turut bahagia untukmu tetapi asal kamu tau aku sebenarnya sedang memendam luka. Selama ini aku sedang berusaha meyakinkan hatimu, berusaha membawamu dalam perjalanan menuju halal namun takdir berkata lain. Takdir membuatmu berada dalam situasi yang membuatmu tidak bisa memilih, aku hanya berharap menikah dengan Fabian adalah suatu pilihan yang tepat buatmu karena aku yakin takdir ini adalah yang terbaik dari Tuhan untukmu dan untuk kita semua," ucap Radit dalam hati seraya menghadap jendela raksasa di dalam kamar hotel.
Fabian dengan balutan tuxedo warna putih yang memiliki kualitas dan desain kelas tinggi terlihat gagah berjalan menuju meja akad didampingi mama Rena dan Nenek juga keluarganya, di sana sudah ada penghulu dan para saksi yang telah menunggunya. Terlihat ketegangan di wajah Fabian ketika duduk berhadapan dengan penghulu di meja akad.
Di dalam salah satu kamar hotel tempat melangsungkan akad pernikahan calon pengantin perempuan telah selesai dirias ditemani Radit dan mamanya, Mikha begitu manglingi dengan riasan pengantinnya, sang perias pengantin tidak merasa kesulitan dalam melakukan tugasnya karena paras wajah Mikha memang sudah cantik dari sananya, kini Mikha tinggal menunggu seseorang memanggilnya untuk segera melangsungkan akad pernikahan.
Mikha melihat pantulan wajah Radit di cermin besar yang berada di hadapannya. Tak ada senyuman di wajah tampan Radit dan terlihat garis kesedihan dalam diamnya. Radit tidak menyadari bahwa Mikha telah selesai dirias namun dia tetap fokus pada ponsel yang sedari tadi dalam genggamannya padahal Mikha berharap orang yang pertama kali melihat dan memuji dalam balutan busana pengantinnya adalah Radit.
"Sampai detik ini aku masih jadi pengecut karena sampai sejauh ini yang bisa kulakukan hanyalah memendam rasa tetapi sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi bagian terindah dalam hidupku," ucap Radit dalam hati seraya menatap photo Mikha yang menjadi walfaper dalam ponselnya.
"Subhanallah, kamu benar-benar cantik Mikha," ucap bu Mila yang sedari tadi menemani Mikha di kamar rias.
"Radit lihatlah!" bu Mila melanjutkan ucapannya tanpa mengalihkan pandangannya dari Mikha.
Radit menghampiri Mikha dengan raut wajah berusaha dibuat bahagia..
"Kamu sangat cantik Mikha," ucap Radit tersenyum.
"Kamu sadar gak Dit, ini yang pertama kalinya kamu bilang cantik setelah sekian lama kita berteman," ucap Mikha tersenyum.
"Benarkah?" tanya Radit seolah tidak percaya.
"Iya," ucap Mikha tersenyum.
"Mungkin iya buat kamu pertama kali tetapi asal kamu tau Mikha, Mama sudah berapa ratus kali mendengarya, sampai kuping Mama sudah bosan mendengar Radit bilang kamu itu cantik," ucap bu Mila terkekeh seraya memegang bahu Mikha dengan kedua tangannya dan terus memandang wajah Mikha di cermin besar yang berada di hadapannya.
Ucapan bu Mila berhasil membuat Mikha ikut terkekeh.
"Benarkah, Ma?" tanya Mikha.
"Iya, sayang,"
"Kenapa kamu tidak pernah mengatakannya secara langsung padaku?" tanya Mikha kepada Radit.
"Kamu jangan ngada-ngada deh, aku sering kok bilang kamu cantik mungkin kamu tidak mendengarnya," jawab Radit datar.
"Mana mungkin aku mendengarnya orang kamu ngomongnya dalam hati," ucap Mikha seraya mengerucutkan bibirnya seperti sedang marah tetapi sangat menggemaskan buat Radit.
"Kondisikan bibirmu! Kalau memakai siger itu harus tersenyum yang manis, jangan mengerucut seperti tumpeng," ucap Radit berusaha menahan senyumnya karena Mikha spontan mengubah bibirnya menjadi tersenyum.
"Iya, aku akan selalu berusaha tersenyum biar orang lain menyangka kalau aku sangat bahagia," ucap Mikha keceplosan.
__ADS_1
"Aku akan selalu menjadi tempatmu berbagi, ini adalah kenyataan yang harus aku hadapi dan aku tidak bisa menolaknya meski aku sedih meski aku cemburu, kenapa Tuhan tidak menakdirkan aku sebagai jodohmu," ucap Radit dalam hati.
"Maksudnya? Apa kamu sebenarnya tidak bahagia Nak?" tanya bu Mila.
"Bukan begitu Ma, Mikha hanya sedih ayah dan ibunya tidak bisa ikut merasakan kebahagiaanya," jawab Radit berusaha mengalihkan pikiran mamanya karena bu Mila sama pak Gunawan tentu akan sangat melarang jika Mikha menikah dengan Fabian hanya selama kontrak kerja sama saja tetapi jawaban Radit ada benarnya karena Mikha memang merasa sedih karena Mikha telah merasa berdosa kepada Almarhum kedua orang tuanya, pernikahan yang seharusnya dijalani seumur hidup sekali dengan orang yang sama tetapi Mikha malah menuruti perintah bosnya dengan menjalankan pernikahan hanya selama kontrak kerja sama.
"Meski mereka tidak ada di sini, tetapi mereka tentu ikut merasakan kebahagiaanmu Nak,"
"Perasaan ini yang aku takutkan sedari dulu Ma, meski banyak orang di sekelilingku tetapi hatiku tetap merasa sepi karena ketiadaan orang tuaku,"
"Siapa bilang? Orang tuamu ada di sini sayang, ada Mama di sini, bukannya kamu telah menganggap saya sebagai Mamamu juga?"
"Iya Ma, terima kasih ya Ma, berkat Mama aku jadi bisa merasakan kasih sayang dari seorang Mama," ucap Mikha memegang tangan bu Mila yang sedari tadi memegang bahunya.
"Iya sayang, ingat ya meski kamu sudah menikah dengan Fabian kamu harus tetap menganggap saya sebagai mama kamu. Kamu jangan pernah melupakan keluargamu ini!"
"Tidak akan Ma," ucap Mikha tersenyum.
"Mama sangat menyayangimu Mikha, kamu seperti anak perempuan Mama," ucap Radit sangat bahagia melihat keakraban Mikha dengan mamanya.
"Dan kamu seperti kakak laki-laki aku, begitu?" tanya Mikha membuat Radit langsung terdiam kemudian Mikha memberanikan diri untuk berdiri dan menarik tangan Radit ke dalam genggaman tangannya.
"Radit, aku akan menikah. Terima kasih untukmu atas segala bentuk kasih sayang, pengorbanan dan seluruh perhatian yang selalu kau curahkan untukku, terima kasih kamu selalu menjadi tempatku untuk berkeluh kesah tempat ternyamanku dan selalu memberi aku ketenangan dikala aku berada dalam titik terberat masalahku, terima kasih atas waktu yang selama ini kamu gunakan untuk melindungiku dan terima kasih kamu selalu menjauhkanku dari segala masalah yang datang menghampiri, hatimu begitu tulus luar biasa dan sangat beruntung bagi perempuan yang kelak akan menjadi istrimu, aku sangat menyayangi dan mencintaimu lebih dari apapun Radit," ucap Mikha seraya menarik tangan penuh ketulusan dengan mata sangat berani menatap Radit mengungkapkan perasaannya sebelum dia resmi menikah dengan Fabian.
"Ya udah, perasaan kalian sekarang sudah lega. Yuk kita keluar! Mereka telah memanggilmu," ajak bu Mila setelah mendengar ketukan pintu dari luar.
****.....****
Setelah sekian lama menunggu Mikha pun datang didampingi Radit dan mamanya. Radit seperti seorang kakak yang harus merelakan adik kesayangannya diambil orang lain.
Mikha terlihat sangat cantik mengenakan kebaya pengantin yang diberikan mama Rena sebagai kebaya turun temurun, model kebaya putih kerah shanghai dengan panjang selutut ditambah kancing mutiara yang begitu indah dan rok kebaya span motif batik yang ia gunakan membuat penampilannya tampak terlihat anggun.
Sebuah siger yang berhiaskan bunga melati bertengger di atas kepala kini mempercantik penampilan Mikha dan membuat semua tamu yang datang pada acara pernikahannya begitu takjub dibuatnya kemudian Mikha duduk di samping Fabian dan siap melaksanakan ijab kabul.
"Mikha sangat cantik sayang," bisik bu Rena kepada Fabian namun ketegangan di wajah Fabian semakin terlihat. Dia terus mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang, tidak ada senyum yang terukir di wajahnya. Alena yang sedari tadi ditunggunya tidak kunjung datang.
Kantor Urusan Agama (KUA) menyarankan untuk mendahulukan wali nasab, karena Mikha seorang anak yatim piatu dan sedari kecil dia hanya tinggal bersama ayahnya, dia tidak tahu keberadaan keluarganya, maka KUA memutuskan untuk menggunakan wali hakim sebagai walinya.
Setelah melewati beberapa susunan acara, akhirnya saat yang dinanti pun tiba saat dimana Fabian mengucap ijab kabul di depan penghulu yang merangkap sebagai wali hakim calon istrinya kemudian Fabian mengambil nafas,
"Saya terima nikah dan kawinnya Mikhayla Almahyra binti almarhum Almeer dengan maskawin berupa emas sebesar 500 gr dibayar tunai," ucap Fabian dengan suara tegas dan lantang di dalam satu tarikan nafas.
Sah ...
__ADS_1
Sah ...
Sah ...
Mikha mencium tangan Fabian dan Fabian membalasnya dengan mencium keningnya Mikha.
"Ini adalah takdir Tuhan untuk kita, selamat menempuh hidup baru semoga kamu selalu bahagia selamanya," ucap Radit dalam hati dan tak mengalihkan pandangannya dari Mikha.
"Hari patah hati nasional," gumam tamu laki-laki yang menjadi karyawan di kantor Fabian yang sedari tadi mengagumi kecantikan Mikha.
"Aku ikhlas dan turut bahagia, jika pelabuhan terakhirmu itu bu Mikha bukan siluman ular itu," gumam tamu perempuan yang menjadi karyawan di kantor dan sangat menyukai Fabian.
"Semoga Tuhan melimpahkan kesabaran dan segala kekuatan untuk menghadapi hari esok Dit," ucap Rangga dalam hati yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari Radit.
"Semoga Tuhan segera mempertemukanmu dengan perempuan yang bisa mencintaimu dan menerimamu dengan setulus hati," ucap bu Mila dalam hati karena dia merasakan kesedihan yang dirasakan oleh anaknya.
Ketegangan yang sedari tadi terlihat di wajahnya sekarang hilang setelah Fabian menyebutkan ijab qobul dengan tegas dan lantang. Kini Fabian dan Mikha telah resmi menyandang status sebagai suami istri.
Seluruh tamu yang hadir turut bahagia atas pernikahan mereka apalagi bu Rena terlihat kelegaan di matanya, dia terus tersenyum dengan mata yang berbinar. Dia benar-benar tidak menyangka Mikha yang selama ini sering membantu dan berada di sisinya sekarang telah menjadi menantunya.
Setelah sesi pemotretan setelah akad, mereka berdua mengganti busana untuk meneruskan acara berikutnya.
****.....*****
Hai Readers .... Maaf telah menunggu lama ya! Aku sibuk mempersiapkan pernikahan Fabian dan Mikha 🤭🤭
Readers jangan patah hati ya! please kumohon, tetap tenang dan yakin ya, dengan scenario author yang maha bijak ini 🤭
Sebelum ramadhan author mau bagi sedikit pulsa untuk readers yang rajin koment setiap bab nya, mohon diterima meski tidak seberapa. 🙏
*Reader Krisna terima kasih selalu hadir dalam setiap episodenya dan jangan benci Fabian ya karena dia sangat menyayangimu 😍
*Reader Diah terima kasih selalu bersedia menunggu dan hadir dalam setiap episodenya😍
*Reader Thin dharmaji Hallo terima kasih atas komentar terpanjangnya😍
*Reader Nukha terima kasih selalu hadir dari episode pertama😍
*Reader annia waelah terima kasih selalu setia menungguku😍
Mohon ikuti akunku di NT ya, biar aku bisa hubungi kalian semua!
Yang merasa selalu hadir dan belum beruntung akan author cek lagi nanti ya!
__ADS_1
Please jangan bully karya recehku ini ! hikz .... 😭