Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Ayo kita malam pertama


__ADS_3

Mikha menghela nafas berusaha menetralkan perasaannya dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Jangan lama-lama! Saya mau mandi juga," teriak Fabian tanpa ada jawaban dari Mikha.


"Sayang angkat dong!" ucap Fabian gelisah seraya terus menelpon Alena.


"Hallo," ucap Alena di sebrang telpon.


"Sayang, kamu kemana aja si? Kamu udah di apartemen kan?" tanya Fabian.


"Aku udah di apartemen," jawab Alena dibuat terisak berharap Fabian iba padanya.


"Kamu nangis?" tanya Fabian semakin resah.


"Kamu masih nanya aku nangis atau tidak, kamu tau gak? Hari ini seperti kiamat buat aku, hikz ...,"


Fabian terdiam, dia tidak tau apalagi yang harus dia katakan yang pasti Fabian benar-benar merasa bersalah.


"Maafkan aku sayang, aku juga tidak mau terjebak dalam keadaan seperti ini. Dari awal aku hanya ingin menikah denganmu tapi kamu menyarankan untuk menikahi Mikha. Sampai kapanpun aku hanya mencintaimu Alena, kalau tau ujungnya kamu bakal sesakit ini aku pasti tidak mau mengikuti saran kamu,"


"Andai saja tidak berurusan dengan perusahaan itu aku tidak akan menyuruh kamu menikahi wanita lain ..., hikz,"


"Jangan menangis Alena!"


"Ingat ya, kamu jangan pernah menyentuh istri kamu!"


"Tidak akan sayang,"


"Kalau dia menggodamu?"


"Aku tidak tertarik dengannya,"


"Kamu yakin?"


"Aku yakin, aku tidak akan pernah menyentuhnya. Sabar ya, setelah semuanya beres aku akan segera menceraikan Mikha dan kita akan segera menikah," ucap Fabian dan Mikha sangat jelas mendengar ucapan Fabian yang terakhir itu karena Mikha baru saja mau keluar dari kamar mandi namun Fabian tidak menyadarinya.


"Belum sehari berganti status menjadi seorang istri, sekarang harus mendengar kenyataan akan manjadi seorang janda," batin Mikha menghela nafasnya seraya memejamkan mata.


"Tidak akan tertarik denganku? Ini sungguh penghinaan buatku Fabian, meski iya aku belum mencintaimu tapi aku tidak bisa mempermainkan pernikahan ini. Aku akan menjalani pernikahan ini dengan setulus hati, menjadi istri yang sholehah seperti apa yang dikatakan Radit. Aku akan berusaha menjalankan kewajibanku dan mendapatkan hakku. Aku akan membawamu ke jalan yang seharusnya kamu jalani bersamaku bukan bersama Alena, masalah kamu tidak mencintai aku itu urusan nanti yang pasti aku akan membuatmu mengerti tanggung jawab dan kewajibanmu," ucap Mikha dengan mantap.


Setelah beres membersihkan diri, Mikha keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit di tubuhnya. Mikha berjalan menuju meja rias yang berada di sudut kamar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Mikha tetap asik mengeringkan rambut tanpa memperdulikan Fabian yang sedang duduk di pinggir ranjang tepat di belakangnya. Handuk yang Mikha gunakan sangat mini, cocok digunakan untuk laki-laki.

__ADS_1


"Sudah dulu ya sayang, aku mau mandi," ucap Fabian dan langsung menutup telponnya.


Mikha membungkukkan badan berniat mau membungkus rambutnya dengan handuk kecil itu, seketika tatapan Fabian membeku sesuatu dalam diri Fabian tiba-tiba menegang saat melihat paha belakang Mikha yang putih dengan bentuk bo***g yang bulat dan berisi menantang gravitasi.


"Ka- kamu mau menggoda saya? tanya Fabian.


"Saya? Menggoda Bapak?" Mikha kembali bertanya seraya memutar tubuhnya menghadap Fabian.


"Ya, enggak lah. Buat apa menggoda Bapak? Buang-buang waktu saja, orang Bapak tidak akan tertarik dengan saya kan?"


"Ya, kamu benar. Sekalipun kamu telanjang bulat di depan saya, saya sama sekali tidak akan pernah tertarik denganmu," jawab Fabian dan Mikha menatapnya dalam berusaha mencari kebenaran di mata Fabian.


"Bagus deh," ucap Mikha berjalan menuju lemari pakaian dan seketika Mikha membulatkan matanya ketika hanya ada satu pakaian tidur yaitu lingerie seksi yang menggantung di dalam lemari.


Mikha menarik nafas dalam-dalam berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"Katanya mau mandi? Kok masih diam? Awas hati-hati memperhatikan saya lebih lama akan menyebabkan kecanduan," ucap Mikha datar, meski dia membelakangi Fabian tetapi dia tau Fabian masih memperhatikannya.


"Siapa juga yang memperhatikanmu," ucap Fabian dan segera melangkah ke kamar mandi.


Mikha membuka handuknya dan bergegas memakai bajunya setelah Fabian masuk ke dalam kamar mandi, lingerie hitam tanpa kimono itu benar-benar pas di tubuhnya. Mikha menatap wajahnya di depan cermin sangat lama, menyisir rambutnya dan melihat pantulan tubuhnya di depan cermin.


"Tidak terlalu buruk, apa ia dia tidak akan tertarik denganku?" tanya Mikha pada dirinya sendiri.


Fabian juga tercengang melihat gaun tidur yang Mikha pakai malam ini, lingerie yang Mikha pakai memperlihatkan lekuk tubuh Mikha yang semakin terlihat seksi sehingga menciptakan fantasi liar Fabian.


Glek! Lagi-lagi Mikha membuat Fabian turn on.


"Ngapain kamu pakai baju kekurangan bahan dan menerawang gitu? Mau menggoda saya?"


"Tidak ada pilihan lain, hanya ada satu baju di kamar ini. Lagian memangnya kenapa? Toh saya merasa aman-aman saja kok memakainya," jawab Mikha seraya mengambilkan baju untuk Fabian.


"Aman buatmu?"


"Ya, saya merasa aman, apakah anda tidak merasa aman dengan baju yang saya pakai?" tanya Mikha berjalan menghampiri Fabian dan memberikan baju untuk Fabian kenakan.


"Apa hubungannya dengan saya? Situ yang pakai bajunya kok," tanya Fabian pura-pura tidak mengerti dan segera memakai bajunya.


"Balik badan, jangan melihat!" perintah Fabian.


"Iya, tidak ada hubungannya kok jadi apapun yang saya pakai atau saya lakukan itu terserah saya ya Pak," ucap Mikha.

__ADS_1


"Ya terserahlah, mana ada saya peduli denganmu,"


"Saya kan istri Bapak,"


"Istri sementara ya, jangan lupa!"


"Mana ada saya lupa," ucap Mikha jutek meniru omongan Fabian.


"Jadi jangan harap saya akan menyentuh kamu,"


"Saya tidak berharap kok," ucap Mikha menaiki kasur king size itu.


"Hei ... siapa yang ijinin kamu tidur di kasur?"


"Terus, saya harus tidur dimana?"


"Saya tidak mau tidur satu ranjang denganmu,"


"Ya sudah saya tidur di kamar sebelah!" ucap Mikha beringsut dari kasur itu.


"Hei, mau kemana?"


"Mau tidur di kamar sebelah," jawab Mikha polos dan menghentikan langkahnya.


"Menikah dengan saya tapi malam pertama dengan Radit? Ini sungguh tidak adil Mikha,"


"Ya sudah, ayo kita melakukan malam pertama!"


Sebenarnya ini seperti bukan Mikha, terlihat sangat agresif menantang seseorang melakukan hal itu tapi tidak ada cara lain, Mikha harus melakukannya toh Fabian adalah suaminya.


"What?" Fabian membelalakan matanya.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Ini bukaaan Mikhaaaa 🀦🀦🀦🀦🀦


Akankah terjadi???


atau


Tidak terjadi????

__ADS_1


kalian ikhlas gak sih kalau terjadi?? πŸ˜‚


__ADS_2