
Suara bell yang beberapa kali membangunkan Fabian, dia membuka matanya dan memegang selimut yang menempel di atas tubuhnya. Dia melirik sofa bekas Mikha tidur sudah kosong dan terdengar suara air dari dalam kamar mandi. Suara bell terus berbunyi dan Fabian segera beranjak untuk membuka pintunya.
"Sia-" belum beres Fabian bertanya Alena langsung nyelonong masuk ke dalam kamar.
"Sayang, ada apa?" tanya Fabian kaget dengan kedatangan Alena yang masih begitu pagi.
"Ada apa kamu bilang? Mana wanita penggoda itu hah?" teriak Alena.
"Wanita penggoda?" tanya Fabian bingung.
"Iya, dia istri sementara kamu ternyata seorang wanita penggoda," teriak Alena dengan penuh emosi.
Mikha keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit di tubuhnya dan handuk kecil membungkus rambutnya.
"Itu dia," ucap Alena berjalan menghampiri Mikha dengan penuh amarah dan langsung manarik kemudian mendorongnya hingga membuat Mikha tersungkur dan dahinya membentur meja rias. Mikha meringis menahan sakit, namun Fabian tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mau membuat Alena lebih murka. Tangan kiri Mikha memegang dahi yang berdarah dan tangan kanan memegang handuk yang mau melorot. Mikha tidak mengerti apa yang membuat Alena semurka itu.
"Alena, kamu kenapa si? Apa yang kamu lakukan?" tanya Fabian menarik Alena karena dia tidak mau Alena berbuat lebih kasar kepada Mikha.
"Kamu tanya, aku kenapa? Wanita penggoda ini mengangkat Video Call dari aku, aku melihat dia sedang tidur di samping kamu dengan pakaian yang sangat seksi, apa yang kamu lakukan semalam sama dia Fabian? Apa dia berhasil menggodamu? Apa kamu sudah menyentuhnya?" ucap Alena seraya menunjuk Mikha dengan nada mau menangis.
Fabian mengacak rambutnya kasar.
"Aku tidak melakukan apapun Alena bahkan tidurpun kita tidak satu ranjang, Mikha tidur di sofa mana mungkin aku menyentuhnya. Aku hanya mencintaimu Alena, aku tidak ada rasa apapun sama dia,"
__ADS_1
"Aku tidak percaya, kamu jahat sama aku kamu khianati aku Fabian selama ini aku setia dan selalu mempertahankan kesucian ini, sementara kamu di sini malah enak-enakan dengan wanita penggoda ini," ucap Alena dan menangis seketika.
Alena memang paling pintar bersandiwara. Sebenarnya Alena tau Fabian tidak akan pernah menyentuh Mikha, kemarahan ini hanya sandiwara Alena untuk memperingatkan Fabian bahwa Alena tidak akan membiarkan Fabian menyentuh Mikha dan diapun ingin memperlihatkan kepada Mikha bahwa hanya dia lah orang satu-satunya yang Fabian cintai jadi Mikha tidak boleh berharap banyak kepada Fabian.
"Sayang, aku tidak khianati kamu. hei lihat aku! Aku tidak mungkin mengkhianati kamu, aku sangat mencintai kamu, aku tidak ngapa-ngapain sama dia aku tidak ada rasa apapun sama dia," ucap Fabian seraya memeluk Alena dan membuat Mikha semakin sakit mendengarnya. Tidak menyangka Fabian terang-terangan mempermalukannya di depan Alena. Suami yang seharusnya menjaga harga diri istrinya, menutupi aib rumah tangganya tetapi Fabian malah membuatnya merasa terhina.
"Tapi dia tadi yang mengangkat VC dari aku dalam keadaan seksi dan duduk di samping kamu yang masih tidur jadi aku nyangka kamu habis ngapa-ngapain sama dia," ucap Alena dan semakin menangis.
"Kamu nelpon aku?" tanya Fabian dan Alena mengangguk.
Kini Fabian tau penyebab Alena marah, semua itu karena Mikha berani mendekati Fabian selama Fabian tidur dan berani memanfaatkan moments itu dengan menunjukan pada Alena lewat VC sehingga membuat Alena salah paham. Alena memang pintar cari perhatian sampai Fabian tidak memperdulikan Mikha yang bersimpuh di lantai masih dengan sehelai handuk dan dengan sedikit darah di dahinya.
"Lain kali, kamu jangan lancang mengangkat telpon yang masuk ke saya apalagi mendekati saya saat tidur dan saya ingatkan jangan pernah mencoba merayu saya karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah tertarik sama kamu," ucap Fabian kepada Mikha yang masih duduk di lantai seraya memegang dahinya dan membuat Alena menyunggingkan senyumnya merasa menang.
Fabian tidak menyadari semua perkataanya sangat menyakiti Mikha tapi Fabian melakukannya supaya Mikha tidak berharap lebih sama pernikahannya dan supaya Fabianpun tidak terlalu tenggelam dalam perasaan yang sebenarnya sudah menyukai Mikha.
"Kamu kenapa?" tanya Radit khawatir dan Mikha menggelengkan kepalanya seraya terisak kemudian Radit melihat Fabian yang sedang memeluk Alena, raut wajah Radit terlihat sangat marah Radit menatap tajam ke arah Fabian seakan memberikan peringatan padanya dan Radit segera membantu Mikha untuk berdiri.
"Segera pakai baju! Aku akan obati lukamu," ucap Radit kepada Mikha.
Mikha mengambil bajunya dan menggantinya di kamar mandi.
Radit menghampiri Fabian dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1
"Kalau anda tidak akan memberinya kebahagiaan maka anda jangan pernah memberinya penderitaan dan kalau anda menganggap pernikahan sebuah keterpaksaan, tolong lepaskan dan segera selesaikan karena saya orang pertama yang akan selalu berusaha untuk memberinya kebahagiaan. Miris sekali, seorang suami mempermalukan istrinya di depan kekasihnya. Saya harap anda mengerti apa yang saya ucapkan," ucap Radit dengan tegas dan tatapan yang tajam.
"Ayo! Aku obati lukamu di mobil dan mengantarmu pulang," ajak Radit meraih kedua bahu Mikha dan keluar dari kamar hotelnya.
Radit membawa Mikha masuk ke dalam mobilnya, setelah mengobati luka Mikha Radit segera menginjak pedal gasnya dan mengantar Mikha pulang ke rumahnya. Suasana di dalam mobil hening, tidak ada pertanyaan dari Radit ataupun cerita dari Mikha.
"Ayo!" ajak Radit lembut setelah membukakan pintu mobilnya.
Mereka masuk ke dalam rumah Mikha kemudian Mikha memeluk Radit sangat erat dan tangisnya pecah.
"Jangan menangis! Kamu Mikha aku yang kuat,"
"Lihatlah aku! Bertahanlah jika kamu yakin dan menyerahlah jika tidak kuat, percayalah aku akan tetap menggenggam tanganmu,"
Mikha sejenak terdiam
"Aku akan tinggal di sini, kalau dia menjemput aku, aku akan bertahan kalau dia tidak menjemput maka aku menyerah,"
"Ya, tetaplah di sini! kalau ada apa-apa kamu jangan lupa hubungi aku," ucap Radit dan Mikha menjawabnya dengan anggukan.
"Istirahatlah, aku ke kantor dulu. Aku sangat mencintai kamu," ucap Radit dengan tatapan penuh keyakinan.
Huh ... π¬π¬π¬π¬
__ADS_1
Sampai ketemu di episode berikutnya..π€π€π€
please jangan marah sama aku π