
"Kamu tenang saja, kalau kamu mau aku akan memohon sama mama supaya merestui pernikahan kita," ucap Fabian menenangkan dan mencium tangan Alena yang sedari tadi berada dalam genggamannya.
"Tetapi sayang ... aku tidak bisa kalau harus mengelola bisnis, bukankah kamu tau aku tidak ada minat untuk terjun ke dunia bisnis!" ucap Alena menunduk.
Fabian terdiam, apa yang ada dalam pikiran Fabian perihal jawaban dari Alena itu ternyata benar. Alena tidak akan mau terjun ke dunia perusahaan sekalipun perusahaan itu milik Fabian karena yang Alena butuhkan itu hanya sebuah uang, kepuasan dan status untuk hidupnya.
"Tetapi aku gak mau menikah dengan wanita pilihan nenek, meskipun hanya selama menjalin kontrak kerja sama," lirih Fabian melepaskan tangan Alena, tak tau apa yang harus ia lakukan untuk mempertahankan hubungannya dengan Alena sementara nenek dan perusahaan mengharuskan dia menikah meski hanya untuk sementara. Kepalanya terasa berat, hingga ia tertunduk dengan bahu luruh dan menyugar rambutnya dengan gusar terlihat sangat frustasi.
"Hanya selama menjalin kontrak kerjasama?" tanya Alena seraya memegang bahu Fabian terlihat kelegaan dalam hati Alena.
"Iya sayang," jawab Fabian menatap Alena.
"Kalau begitu, menikahlah!"
"Menikah?" tanya Fabian kaget matanya menelisik berusaha mencari kebohongan dalam tatapan Alena.
"Iya, menikah," ucap Alena memperjelas dan meyakinkan Fabian.
__ADS_1
"Dengan gadis pilihan nenek?" tanya Fabian berusaha memperjelas.
"Ya," ucap Alena yakin.
"Tetapi itu gak mungkin." Fabian menggelengkan kepalanya.
"Cuma sementara kan sayang? Setelah kontrak kerjasama itu selesai kamu bisa mengakhiri hubunganmu dengannya dan kita bisa menikah, selama itu juga kamu bisa memastikan sama mama kamu kalau aku tetap setia dan sabar menunggu kamu meski kamu sudah menikah," ucap Alena lebih meyakinkan Fabian dan memegang kedua pipi Fabian dengan kedua tangannya.
"Siapa nama gadis itu?" lanjut Alena bertanya.
"Namanya Clara, dia teman aku waktu kuliah. Dia cucu dari sodara jauh nenek dan dia gadis yang pintar jadi nenek mau dia yang mengurus kontrak kerja samanya,"
"Iya,"
"Kamu tidak punya rasa apapun sama dia kan?" tanya Alena ragu.
"Ya enggaklah, aku kan hanya mencintai kamu,"
__ADS_1
"Ya sudah, aku percaya sama kamu. Menikahlah dengan Clara selama menjalin hubungan kontrak kerja sama itu,"
"Alena ... Clara itu bukan gadis bodoh, dia tidak akan semudah itu mau aku lepaskan,"
"Buat surat perjanjian dulu dengannya sayang yang menyatakan bahwa kamu boleh menceraikan dia setelah kontrak kerja sama itu selesai,"
"Dia pasti punya banyak cara untuk mempertahankan hubungan itu Alena,"
"Kalau begitu, cari gadis lain yang bisa menjalani kontrak kerja sama dan tau akan hubungan kita!"
"Gimana kalau Sekretaris kamu itu? Dia pasti bisa kan menjalani kerja sama itu dan mama kamu pasti setuju," ucap Alena dan matanya berbinar seakan telah memberikan ide yang briliant beda halnya dengan Fabian dia terlihat datar ketika Alena mengusulkan Mikha untuk menjadi istri sementaranya.
Fabian terdiam, mencoba memikirkan usul yang Alena berikan. Membayangkan penolakan MIkha, ya sebelum ngomongpun Fabian sudah tau pasti Mikha menolaknya. Tetapi kalau bukan sama Mikha dia tidak mau jika harus menikah dengan Clara. Masalah ini benar-benar membuat Fabian merasa tertekan.
*****
Readers?😘
__ADS_1
Apakah kalian setuju Mikha dengan Fabian?
Oh My God, apa yang akan terjadi dengan kisah ini?