Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Alena lebih liar dari biasanya


__ADS_3

Gara-gara ulah plagiator kemarin membuat moodku seketika hancur. Tidak ada ide yang ingin aku tulis untuk meneruskan sebuah cerita. Kalian para Readers adalah saksi setiap perjalanan cerita novelku. Tetap dukung author sampai ceritanya tamat!


Terima kasih untuk like nya 😍😍


I Love U❀️❀️


"Alena, besok aku mau ke luar kota. Kamu mau di sini apa pulang?" tanya Reza yang sedang memegang secangkir kopi seraya menatap ke luar jendela.


"Ke luar kota lagi?" Alena bertanya balik seraya beringsut dari kasurnya dan memeluk Reza dari belakang dan Reza mengangguk.


"Padahal baru tiga hari kita bersama," ucap Alena sedikit merengek.


"Tiga hari tanpa keluar apartemen, apa kamu tidak bosan?" tanya Reza seraya menyimpan kopinya.


"Mana ada kata bosan selama bersamamu," jawab Alena seraya duduk di pangkuan Reza.


"Apa mau mulai lagi? Kita baru saja berhenti satu jam yang lalu," ucap Reza seraya merangkul Alena dalam pangkuannya.


"Kamu lama di sana?"


"Belum tau," jawab Reza.


"Kamu harus membekaliku, selama jauh dari kamu," ucap Alena seraya memainkan jari telunjuknya di dada Reza.


"Tenang saja, masih ada waktu satu hari untuk kita bermandikan keringat Alena. Siapkan saja dirimu!"

__ADS_1


"Aku selalu siap kapanpun," ucapnya dengan manja.


"Kamu tidak mencari Fabian?"


"Tidak ah,"


"Kenapa?"


"Rumahnya sekarang angker," jawab Alena singkat membuat Reza mngerutkan dahinya.


"Kok bisa?" tanya Reza tak percaya.


"Iya, Fabian bilang penghuni di rumahnya seringkali mengganggunya. Aku jadi ragu jika harus selalu berkunjung ke rumahnya,"


"Kalau ragu, kamu jangan berkunjung ke rumahnya! Kamu suruh saja Fabian yang datang ke apartemen kamu,"


"Ide bagus,"


"Jadi, selama aku di luar kota. Kamu panggil aja dia ke apartemenmu,"


"Ya, tentu. Aku kirim dia pesan dulu, udah dua hari aku tidak memberi kabar padanya karena terlalu sibuk denganmu," ucapnya seraya beringsut dari pangkuan Reza dan mengambil ponselnya.


"Kenapa dia sama sekali tidak mengirim pesan padaku," gumamnya dan terdengar oleh Reza.


"Karena dia sudah nyaman bersama Mikha." Reza menjawab sekenanya namun membuat Alena malah mematung hanyut dalam pikirannya.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin Za, Fabian sangat mencintai aku," ucap Alena percaya diri dan segera mengirimkan pesan kepada fabian.


[Sayang, kemana saja kamu lagi sibuk ya? Aku sangat merindukanmu, selama ini aku menunggu kabar darimu tapi kamu sama sekali tidak memberikan kabar, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Apa penantian aku yang hampir tiga belas tahun ini akan sia-sia? Apa kamu akan menjadikanku sebagai perawan tua?]


Send ...


"Aku sudah mengirim dia pesan yang berisi kalimat penekanan, dia pasti tidak akan pernah berpaling dari aku Za," ucapnya seraya menyimpan ponselnya dan menghampiri Reza kembali duduk di pangkuan Reza.


"Sudah siap?"


"Selalu siap,"


"Kita bermain di sini, kayanya lebih menantang dengan jendela yang terbuka,"


"Apa tidak akan ada yang melihat?" tanya Alena ragu.


"Ini bukan kampung Alena tidak akan ada tetangga yang ingin tau aktifitas kita," jawab Reza kemudian memagut bibir Alena.


Keduanya asyik bermain hingga bermandikan keringat, Alena begitu terbuai oleh setiap sentuhan reza hingga mengeluarkan desahan manja yang membuat nafsu Reza semakin menggelora. Alena tidak diragukan dalam permainan panas ini, sehingga dia bisa mengimbangi aksinya Reza lebih liar dari biasanya.


Tiga jam bermain membuat keduanya terkulai lemas dan mereka tidak menyadari, ditengah permainannya yang panas banyak kamera yang mengintai mereka. Beberapa video dan foto yang telah diambil dari kejauhan lewat jendela besar yang sengaja tak mereka tutupi menjadi bumerang bagi mereka sendiri.


Huh ...


Author menghela nafas dulu!

__ADS_1


kita lanjut πŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2