Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Mikha idola semua


__ADS_3

Radit benar-benar senang mendengarnya, bukan hanya sebuah kotak bekal tapi niat di balik kotak bekal itu. Betapa bahagianya Radit karena Mikha sempat-sempatnya membuatkan kotak bekal untuknya.


"Makasih loh Mikha, aku seneng banget asli," ucapnya menatap Mikha


"Benarkah, sesenang itu?"


"Iya," jawab Radit mengangguk tiga kali saking senangnya.


"Makanannya juga belum dicoba udah sesenang itu, belum tentukan sesuai dengan lidah kamu tapi mudah-mudahan pas ya hehehe,"


"Kalau sesuai nanti bahaya Mikha," ucapnya seraya menghentikan mobil membuat Mikha terlihat kaget.


"Kenapa?" tanya nya bingung.


"Nanti aku ketagihan pingin dibawain bekal terus sama kamu, hahaha," balasnya dan melanjutkan perjalananya yang sempat terhenti.


"I kirain apa, ya udah gak apa-apa kalau kamu jemput aku nanti aku bawain lagi,"


"Really?" matanya membulat bahagia


"Iya," balas Mikha tersenyum lebar menunjukan gigi kelincinya dan lesung pipi yang semakin terlihat.

__ADS_1


"Selain cantik kamu juga sangat baik Mikha," batinnya seraya menatap Mikha.


"Udah sampai, makasih ya Dit. Ini kotak bekalnya ada potongan buah-buahannya juga di sana, jangan lupa di makan ya? Daaah..." ucap Mikha keluar dari mobil dan melambaikan tangan.


"Makasih juga Mikha," balas Radit


Mikha berpapasan dengan Fabian, Fabian tau Mikha diantar Radit.


"Selamat Pagi Pak," sapa Mikha sedikit membungkuk tanda hormat.


Fabian berlalu tak menjawab sapaan dari Mikha, tapi Mikha tak perduli karena para karyawan terlihat menyambut kedatangan bosnya, jangan sampai gara-gara Fabian tak menjawab sapaanya membuat mood Mikha rusak.


"Selamat Pagi Pak," sambut para karyawan,


"Selamat Pagi Bu," sambut para Karyawan terhadap Mikha,


"Selamat Pagi, semangat bekerja," balas Mikha tersenyum.


"Ashiap Bu," ucap para karyawan kompak dan membuat Mikha tersenyum lebar.


"Ternyata benar kata karyawan di bagian keungan, senyum Bu Mikha bisa menambah energi buat kita," ucap salah satu karyawan dan terdengar oleh Fabian.

__ADS_1


"Apaan sih, lebay kalian," balas Mikha tertawa


"Iya bu senyum Bu Mikha juga seakan bisa menerbangkan kita ke awan," ucapnya serius


"hahahaha lebih parah ini, untung gak keluar angkasa ya?" balas Mikha tertawa.


"Udah lah ayo kerja-kerja," ucap Mikha berjalan menuju lift dan terlihat Fabian menunggu di depan Lift khusus karyawan, Mikha juga terlihat bingung kenapa bosnya tidak menggunakan lift khusus CEO. Pintu lift terbuka dan akhirnya Mikha bersama Fabian masuk ke dalam berdua menuju lantai Ruangan CEO dan Sekretarisnya.


Mikha berdiri berada di depan dan di belakang Mikha tentunya Fabian mereka tak berdiri sejajar.


"Ternyata selain sibuk bekerja kamu juga selalu mencari perhatian para karyawan kantor di sini rupanya, " ucap Fabian dalam keheningan di dalam lift, karena Fabian merasa para karyawan lebih antusias kedatangan Mikha sekretarisnya di banding dengan kedatangannya selaku Bos di perusahaan tempat mereka bekerja, bukan hanya karyawan laki-laki tetapi karyawan perempuan pun mereka terlihat sumringah ketika melihat Mikha seperti fans ketemu Idolanya.


Mikha tak menoleh apalagi menjawab pertanyaan Fabian meski Mikha tau Fabian sedang berbicara dengannya, Mikha merasa ucapan Fabian yang tak berkualitas itu tak harus Ia jawab dan Fabian dibuat kesal karena Mikha tak mengindahkan ucapannya.


Pintu lift terbuka Mikha segera keluar menuju tempat dia bekerja dan langsung duduk tanpa memperdulikan bosnya yang berjalan melewati mejanya.


Mikha segera menghidupkan komputer untuk memulai pekerjaannya, proyek yang akan di hadapi oleh perusahaan Fabian adalah proyek besar, menjalin kerjasama dengan perusahaan property di jerman.


Fabian harus berangkat ke Jerman untuk beberapa minggu dan tentunya Mikha yang harus menghandle segala urusan perusahaan di Indonesia. Selain Mikha harus mempersiapkan segala berkas yang harus dibawa Fabian, Mikha juga yang mengatur schedule selama Fabian di sana termasuk keperluan pribadi Fabian Mikha yang mengingatkan.


Telfon Interkomnya berbunyi

__ADS_1


"Bawa schedule yang kamu kerjakan kemarin!" ucap Bian di balik telfon.


"Baik Pak."


__ADS_2