Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
BOS Rese


__ADS_3

❤️Happy Reading❤️


Fabian berniat mengirim pesan ke Mikha untuk meredam rasa gelisahnya pada Alena lebih tepatnya Mikha selalu jadi korban kekesalan Fabian karena Alena.


*****


Sementara di waktu yang sama dan tempat yang berbeda.


Mikha bergegas untuk tidur karena besok pekerjaan di kantor dia yang handle semua.


Jangan sampai kantung mata yang hitam merusak penampilannya, meski terkesan cuek tetapi penampilan saat bekerja tetap nomor satu buat Mikha.


Selain harus mampu menampilkan citra diri yang baik dan profesional, sekretaris pada dasarnya harus berpenampilan baik dan menarik.


Mikha hendak mematikan lampu kamarnya, tiba-tiba ponselnya bunyi.


Kling.... (ada pesan yang masuk)


@CEO Fabian


Mikha mengerutkan keningnya mendapat pesan dari Fabian tengah malam.


"Ada apa ya? apa ada masalah?" ucap Mikha dalam hati dan segera membuka isi pesan dari bos nya.


@CEO Fabian : Besok saya mau berangkat.


"Yaelah... Kan saya sudah tau dia mau berangkat bahkan saya yang buat agendanya, ngapain mesti bilang lagi," batin Mikha bingung antara balas atau tidak.


"Kalau gak dibalas nanti saya diomelin lagi, kalau dibalas terus saya mau balas apa," lirih Mikha.

__ADS_1


"Balas saja lah," ucap Mikha seraya mengetik pesan untuk bos nya.


@Sekretaris Mikha : Saya sudah tau pak.


Mikha membalas pesan Fabian dengan sangat polos.


pesan terkirim!


Tanda ceklis 2 sudah biru pertanda pesan sudah dibaca.


@ CEO Fabian : Saya hanya mengingatkan.


@ Sekretaris Mikha : Oh.


@ CEO Fabian : Kenapa?


@ Sekretaris Mikha : Apanya?


@ Sekretaris Mikha : Iya apanya yang kenapa?


@ CEO Fabian : kenapa? emang gak boleh saya ingatkan?


@ Sekretaris Mikha : Emangnya harus ya? (polos)


@ CEO Fabian : Saya tidak mau perusahaan terbengkalai gara-gara kamu lupa. (Fabian tak tau harus jawab apa)


@ Sekretaris Mikha : Apa hubungannya dengan keberangkatan Bapak? (Mikha semakin bingung)


@ CEO Fabian : Jelas ada, karena saya berangkat untuk kepentingan perusahaan.

__ADS_1


@ Sekretaris Mikha : Oh (singkat)


@ CEO Fabian : Kamu kalau ngomong itu yang benar! ( Fabian kesal)


@ Sekretaris Mikha : Salahnya dimana pak? (sungguh membingungkan)


@ CEO Fabian : Saya besok berangkat ke Jerman. (menegaskan)


"Ya ampun.... Kan saya sudah tau, ini kenapa si ngeselin," ucap Mikha dalam hati kesel.


"Harus balas apa coba, di ulang-ulang terus. Aneh."


@ Sekretaris Mikha : Oh iya, hati-hati di jalan ya pak! semoga selamat sampai tujuan dan Jangan lupa di persiapkan semua yang telah saya tulis supaya tidak ada yang ketinggalan, cepat tidur biar besok pagi tidak kesiangan. Selamat malam! selamat tidur! semoga mimpi indah!sampai ketemu dua minggu kemudian. Maaf ya tidak bisa nganterin Bapak ke Bandara karena pasti saya sibuk dengan pekerjaan di kantor.


"Mungkin harus begini kali ya balasnya panjang kali lebar. Send gak ya? Apa gak terlalu lebay? aduuuh (memijit pelipisnya) kirim aja lah biar cepet selesai," ucap Mikha dalam hati dan mengirim pesannya.


Ceklis 2 biru


"Yah dia sudah membacanya, mudah-mudahan tidak ada lagi balasan! rese banget sih, apa aku ganti saja namanya jadi BOS RESE," ucap Mikha kesal dan menyimpan ponselnya di nakas.


Kling... (ponsel Mikha berbunyi lagi)


"Apa dia membalas lagi ya? duuuuh."


@ CEO Fabian: Terima kasih sekretaris Mikha.


(Fabian senyum-senyum, mematikan lampu kamarnya dan segera memejamkan matanya)


"Sudahlah gak usah dibalas, sebaiknya aku segera tidur," ucap Mikha mematikan lampu dan segera memejamkan matanya.

__ADS_1


*****


Author sangat menunggu kritik dan sarannya ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2